Jumat, 28 Oktober 2016

Sinopsis Shopping King Louie Episode 11 Part 1

PS : All images credit and content copyright : MBC

Bok Sil dan Louie pertaman kali tidur di tempat sauna dengan jari kelingking saling terakit karena Louie takut akan ditinggalkan oleh Bok Sil.
Aku memimpikannya setiap malam.
Keduanya pergi ke kantor dan minum kopi dibagian Kantor Joong Won, lalu Louie merasa sangat ngantuk. Bok Sil langsung menganjal mata Louie dengan tanganya. Setelah itu keduanya tidur di dalam rumah dengan hanya berselimutkan koran, lalu memiliki alas tidur dan juga bantal dengan tirai sebagai pemisah kamar mereka.
Ketika ingatanku kembali, aku akan menemukan adikmu. Percayalah padaku.” Ucap Louie yang tidur disamping Bok Sil, Bok Sil menatapnya menyuruh Louie cepat tidur saja.
Aku akan menemukan Bok Nam untukmu. Percayalah padaku.” Ucap Louie sebelum mereka tidur. Bok Sil tersenyum mendengarnya. Louie mengeser tirai ingin melihat wajah Bok Sil yang sudah tertidur pulas.
Kita baik-baik saja karena kita bersama.
Aku akan melindungimu. Percayalah padaku.” Ucap Louie. Bok Sil tersenyum mendengarnya, lalu mengeser tirai dan melihat Louie yang tertidur nyenyak disampingnya.
Melihatnya di dalam mimpiku membuatku merindukannya, jadi aku menangis setiap malam.

Louie duduk sendirian di kamar setelah mengalami kecelakaan dan mengetahui kalau Bok Nam meninggal karena ada dimobilnya. Louie seperti bisa melihat Bok Nam yang terbakar dalam mobil dengan jam tangan dari neneknya. Lalu ia menangis histeris mengetahui semuanya, alasan Bok Sil ingin menjauh darinya karena Bok Nam sudah meninggal.
Tapi, aku tidak bisa pergi melihatnya lagi. Waktuku sudah berhenti. Aku berjanji aku akan menemukan adiknya, tapi aku tidak bisa memenuhi janji itu lagi. Itulah kenapa... aku tidak bisa pergi melihatnya lagi.

[Episode 11: Kau Di Dalam Mimpiku]

[Satu bulan kemudian]
Louie sudah merubah penampilanya lebih rapih mandang ke luar jendela kamarnya, Pelayan Kim datang membawakan kopi Maxim Gold. Louie terlihat begitu menikmati kopi yang termurah dengan rasa yang enak. Pelayan Kim memberitahu waktunya sarapan, Louie mengerti.
Hari ini juga semangatlah, Bok Sil.” Ucap Louie pada boneka anjing diatas tempat tidurnya dan tak lupa memberikan kecupan. 

Louie makan dengan lahap bersama neneknya, Nyonya Choi memegang pipi cucunya kembali memanggilnya my precious, lalu  meminta agar Louie memberitahu jika ingin makan sesuatu karena apapun itu akan menyiapkannya. Louie pikir tak perlu karena bisa melahap semua makanan.
Louie.. Bukankah ini sudah waktunya kau kembali bekerja?” ucap Nyonya Choi, Louie menganggguk mengerti. Nyonya Chio terlihat bahagia melihat cucu kesayangan sekarang ada didekatnya. 

Mi Young membahas kenapa Joong Won tiba-tiba berhenti, Hye Joo merasa Joong Won sudah ditarik ke perusahaan lain. Do Jin mengaku Joong Won adalah panutannya, merasa tak percaya bisa  mengundurkan diri dan meninggalkannya begitu saja.
Kyung Kook yang ikut bergabung terlihat hanya diam saja, Mi Young mengejek menurutnya kalau Joong Won sudah tak ada makan Do Jin  juga harus keluar dan tahu sekali kalau juniornya itu meniru segala sesuatu yang dilakukan Tn Cha.
Kenapa kau tidak bisa keluar seperti dia?” ejek Mi Young, Hye Joo juga setuju.
Bagaimana jika...Tn Cha keluar karena Bok Sil?” kata Kyung Kook menduga-duga. Semua hanya menghela nafas tak percaya. 

Mi Young dan Hye Joo serta Do Jin langsung berlari ke meja Ma Ri merasa kalau  pasti tahu sesuatu jadi meminta agar memberitahukan pendapatnya juga. Ma Ri mengaku  tidak tahu kenapa Tn Cha keluar, tapi mereka  akan segera mendapatkan gantinya. Semua penasaran siapa yang akan mengantikan posisi Joong Won.
Raja Belanja, Louie XXV.” Kata Ma Ri, Semua kaget mendengarnya. Saat itu Louie berjalan keluar dari lift masuk ke dalam tempat kerja yang baru.
Maksudmu cucuknya Ny Choi yang masih hidup?” kata Hye Joo tak percaya, Mi Young tak pecaya kalau yang itu maksud adalah Wang Louie.

Kyung Kook melonggo mendengarnya dan terlihat bahagia, sambil melompat-lompat. Sementara dua wanita saling mengeluh kenapa Louie harus memilih tim mereka dari semua bagian yang ada di perusahaan. Do Jin memberitahu kalau mendapatkan 3 bintang.
Hye Joo dengan sedih menyebut dua bintang dan Kyung Kook dengan bangga kalau mendapatkan lima bintang dari Louie.  Mi Young frustasi merasa kalau sekarang hidupnya sudah tamat.

Louie masuk ke dalam ruangan menyapa semuanya, Semua pun berdiri menyambutnya dengan wajah tegang. Ma Ri melambaikan tangan seperti tak dipedulikan. Kyung Kook menyapa Louie dan Louie menjabat tangan sambil menyebut nama Tuan Lee Kyung Kook.
Bagaimana kau bisa tahu namaku?” kata Kyung Kook tak percaya
Aku bilang akan mengingat  namamu, Tn Lee Kyung Kook.” Ucap Louie, Kyung Kook merasa terhormat bahkan Louie mau menjabat tanganya.
Lalu Kyung Kook akan mengantar Louie ke ruangan tempat Joong Won biasa berkerja. Louie pikir tak perlu lalu melihat bangku kosong bekas Bok Sil duduk, dan menunjuk akan dudk di meja itu. Semua kembali dibuat terkejut. 

Louie duduk sambil meraba-raba bagian meja yang pernah diduduki Bok Sil, semua melihat dengan tatapan aneh. Louie juga membereskan sendiri bagian meja yang terlihat kotor, Ma Ri heran melihat Louie seperti orang yang tak waras, Mi Young dkk terlihat tegang karena atas mereka duduk didekat mereka.
Kyung Kook datang membawakan segelas kopi maxim gold. Louie pun memuji Kyung Kook memang yang terbaik. Kyung Kook tersenyum bahagia mengangkat jempolnya dan mengedipkan matanya. Louie seperti merasa kalau semua karyawan menatapnya, lalu meminta agar Jangan mempedulikannya jadi lebih baik mengerjakan tugas mereka , semua mengangguk mengerti dan bergegas keluar.
Dia benar-benar tidak normal.” Gumam Ma Ri melihat tingkah Louie yang tak seperti yang dikenalanya. 

Mi Young dkk berada diruangan lainya, Mi Young merasa keadaan sekarang membuatnya gila menurutnya tak mungkin untuk tidak mempedulikannya ketika Louie duduk tepat disebelahnya dan membuatnya sangat stress.
Apa dia mencoba mengawasi kita? Sepertinya dia tidak mudah ditaklukan. “ kata Do Jin
Tepat sekali... Aku tahu itu ketika dia hanya memberiku satu bintang.” Ucap Mi Young, Hye Joo berkomentar Mi Young memang  pantas mendapatkannya.
Apa kau mengkritikku dan berpihak padanya?!!” teriak Mi Young kesal, Hye Joo mengelengkan kepala dengan wajah ketakutan.

Jika Bok Sil ada disini, dia akan membantuku.... aku benar-benar dalam masalah.” Keluh Mi Young  benar-benar merasa menyesal
Aku penasaran apakah Louie dan Bok Sil sudah putus.” Ucap Do Jin, Hye Joo pikir keduanya  sudah putus karena Louie terlalu hebat untuk Bok Sil. Mi Young juga setuju.
Ngomong-ngomong, dimana Bok Sil sekarang?” kata Mi Young bertanya-tanya. 


[Singsingline]
Bok Sil tersenyum bahagia dengan banyak kotak kardus yang bertumpukan lalu terdengar suara kurir yang mengirimkan paket untuknya. Bok Sil pun langsung membukanya dan melihat semua adala perlengkapan wanita, dan berpikir kalau itu dari Joong Won.
Ia mencoba lipstik dibibirnya dan merasa kalau penampilan tambah cantik. Joong Won datang dengan tatapan sinis, lalu berkomentar Bok Sil terlihat cantik jadi meminta agar terus memakai itu. Bok Sil sempat kaget hanya bisa mengucapkan terimakasih.
Joong Won duduk dimeja kerjanya, sambil mengomel bertanya kapan Bok Sil akan membuat papan namanya. Bok Sil menuliskan dikertas meminta agar mengunakan kertas itu sementara. Joong Won melihat tulisan Bok Sil  (Direktur dan Investor, Cha Joong won) lalu kembali mengejek.
Bok Sil pikir tulisan terlalu jelek, Joong Won meinta Bok Sil agar membawakan spidol dan menuliskan sendiri.  Bok Sil tertawa melihat papan nama yang ditulis Jooong Won, Joong Won terlihat kesal karena Bok Sil malah menertawainya.
“Aku pikir... kau tidak mungkin menggunakan  "Paman Berkaki Panjang" sebagai jabatanmu.” Ucap Bok Sil
Ini lebih baik dari "Penyelamat Ginseng". Coba kau lihat Kantor ini, meja, dan komputernya semuanya buruk, selain itu aku bekerja untuk perusahaan pakan ayam. Setidaknya aku harus memiliki jabatan yang spesial.” Kata Joong Won kembali mengomel seperti biasa

Ketika kau sudah mendapatkan banyak uang nanti dan membuatkan plat nama untukku, pastikan kau menulisnya  seperti ini. Mengerti?” tegas Joong Won, Bok Sil mengangguk mengerti.
Apa yang akan jadi produk pertama untuk website kita? Apa kau sudah mendapatkan pemasoknya?” tanya Joong Won berdiri didekat kardus-kardus
Aku memilih kubis dari Goo Joon Pyo dan Dia menanamnya sendiri. Karena nama produknya sama dengan nama pemasoknya, maka kita sepakat kalau itu harus memiliki kualitas terbaik. Dia sudah menandatangani kontrak yang  mengatakan kalau kita adalah distributor tunggal.” Jelas Bok Sil
Pada akhirnya, sistem distribusinya akan berupa transaksi langsung. Dalam aspek itu, Singsingline  memiliki potensi untuk berkembang... karena ini adalah online shop yang  langsung mendistribusikan produk pertanian. Dengan kemampuanmu, berusahalah melakukan yang terbaik untuk menjaga klien yang stabil...dan produk yang berkualitas tinggi.” Tegas Joong won, Bok Sil menganguk mengerti. 

Louie makan mie instant dan juga kimbap di minimarket, teringat kembali saat makan bersama Bok Sil dengan mendatangi ke kantornya. Bok Sil menyuruh agar Louie makan dengan In Sung karena tidak bisa datang ke tempat kerjanya dan meminta makanan. Louie memberitahu kalau  In Sung sedang marah dan pergi.
Bok Sil pun menikmati makan siangnya semangkuk mie dan kimbap, lalu teringat kembali saat makan dengan Louie yang kelaparan setelah diusir dari tempat sauna. Louie yang tak pernah makan mie instant mengaku sangat enak dan sangat menyukainya. Bok Sil bertanya apakah Louie mau makan lagi.
Louie tersenyum bahagia karena bisa meminta mie instant lagi,  Bok Sil tersenyum mengingat kenanganya dengan Louie lalu mengatakan akan makan satu lagi.



Nyonya Shin dan Tuan Cha berjalan disebuah gedung, seperti sedang mencari alamat. Nyonya Shin terlihat kesal karena  Joong Won keluar  dari pekerjaannya yang hebat dan mulai bekerja di tempat dengan gedung yang kecil. Tuan Cha yakin Pasti ada alasan untuk melakukan hal ini.
Joong Won tidak pernah melakukan sesuatu tanpa alasan.” Kata Tuan Cha yang mempercayai anaknya.
Dia mencampakkan Ma Ri yang sangat cantik, lalu keluar dari pekerjaannya sebagai kepala bagian di Goldline. Dia membuang segalanya. Padahal Dia biasanya adalah anak yang baik. Apa yang sedang merasukinya?” kata Nyonya Shin benar-benar kesal
Mungkin dia melakukan semua ini sekarang karena dia selalu melakukan yang terbaik.” Ucap Tuan Cha membela. Nyonya Shin mulai marah.Tuan Cha mengaku hanya asal bicara. 

Nyonya Shin masuk ke dalam ruangan yang cukup kecil dan Bok Sil pun menyapanya. Nyonya Shin bertanya apakah mengenal orang yang bernama Cha Joong Won. Keduanya pun dudk disofa dan Nyonya Shin melihat papan nama dari kertas  (Direktur dan Investor, Cha Joong Won) dalam hatinya bergumam anaknya pasti sudah tidak waras. Bok Sil pun memberikan minuman pada orang tua Joong Won.
Apa maksudmu... kau adalah pemilik Singsingline dan Joong Won adalah direktur?” ucap Nyonya Shin, Bok Sil membenarkan, keduanya langsung mengeryitkan dahi.
Kau pasti berpikir ini pasti teras aneh. Aku juga tidak tahu... kenapa Tn Cha mau bekerja disini.” Kata Bok Sil, Nyonya Shin pun ingin  bertanya satu hal.
Apa hubunganmu dengan Joong Won?” tanya Nyonya Shin dengan nada tinggi. 

Joong Won sedang bertemu dengan Louie lalu berkomentar  dengan setelah jas membuat Louie itu benar-benar seperti seorang direktur. Louie menyombongkan diri kalau stlye-nya memang selalu seperti itu. Joong Won pun tak banyak komentar lagi.
Ahjussi. Aku hanya menyuruhmu untuk menjaga Bok Sil, bukan keluar dari pekerjaanmu. Kenapa kau bekerja di perusahaan Bok Sil?” keluh Louie kesal
Aku hanya melakukan yang ingin kulakukan. Aku bisa melakukan apapun yang aku mau dengan hidupku. Apa urusannya denganmu?” tegas Joong Won tak mau diatur oleh louie
Aku hanya ingin kau mengawasi Bok Sil. Jangan terlalu dekat dengannya. Pokoknya tidak boleh. Mengerti?!!” balas Louie tak mau kalah
Aku tidak mau.... Aku akan terus menempel padanya dan tidak pernah melepaskannya.” Tegas Joong Won, Louie terlihat sangat marah memperingatkan Joong Won untuk jangan berani melakukanya. 

Bibi Hwang memastikan pada paman yang memasang sesuatu di pintu agar menempel dengan benar. Si Paman mengerti dan meminta bibi Hwang untuk berhenti mengoceh lalu bertanya  kenapa memasang tiga kunci pengaman untuk kamar di atap. Bibi Hwang memberitahu kalau rumah ini miliknya.
Aku bisa memasang sebanyak yang kumau.” Kata Bibi Hwang bangga.
“Ah... Yah.... Geum Ja.,, Darimana kau mendapatkan uang untuk membeli bangunan ini?” tanya Si paman penasaran, Bibi Hwang mengaku baru saja. menang lotre.
Kau pasti sudah melakukan hal yang hebat di kehidupan sebelumnya.” Komentar si paman.
Aku orang yang pemalu... Aku tidak bisa mengagetkan seekor angsa, tapi aku mempunyai sebutan "Nyonya Baik Hati".” Ucap Bibi Hwang membanggkan diri. Si paman yang mendengarnya hanya bisa mengejeknya. 

Louie keluar dari cafe akan menuju mobilnya, In Sung dengan setelan jas membuka pintu dan mempersilahkan masuk dan duduk dibelakang kemudi. Seperti pelayan Kim dengan duduk tegap bertanya mau pergi kemana sekarang. Louie mengatakan Tempat biasa lalu menepuk pundak In Sung.  In Sung meminta agar tuanya bisa bersikap sopan,keduanya pun tertawa bersama karena harus bersikap kaku dan sangat memalukan.
In Sung naik ke bagian atap memanggil ibunya karena sudah datang, Bibi Hwang langsung menyambutnya, tapi memberikan sapu pada In Sung dan menjabat tangan Louie dengan senyuman bahagia dengan memuji terlihat tampan. In Sung kesal ibunya malah  mengabaikan anaknya sendiri dan hanya mengagumi Louie. Bibi Hwang tak peduli.
Louie pun membawa tas belanjan untuk bibi Hwang,  Bibi Hwang terlihat senang melihat isinya Louie mengatakan mmembeli untuk Bok Sil dan juga bibi Hwang juga, lalu menceritakan kalau In Sung tidak ingin kalau ia membelikan untuk bibi Hwang dengan alasan  membuang-buang uang. In Sung terlihat panik.
“Dasar... Kau benar-benar tidak membantu.” Umpat Bibi Hwang kesal pada anaknya.
Bagaimana aku bisa berhenti mengagumimu? Kau selalu membelikan sesuatu untuk siapapun.” Kata Bibi Hwang senang menerima hadiah dari Louie, In Sung memuji Louie adalah raja belanja dan sangat murah hati.
Apa kau sudah memasang pengamannya? Bok Sil harus tinggal di tempat yang aman.” Kata Louie, Bib Hwang mengatakan  sudah memasang tiga kunci jadi tidak perlu khawatir. In Sung meminta agar Louie memeriksanya dengan mengejek ibunya itu  pintar membohong.


Louie masuk ke dalam ruangan yang pernah ditempatinya bersama Bok Sil memegang tirai, lalu mengambil koran dan berbaring di lantai dengan menutupi tubuhnya dengan koran
Teringat kembali saat mereka tidur hanya berselimut koran, Louie mendekati Bok Sil  yang tertidur disampinganya. Bok Sil terbangun dan kaget melihat Louie sudah ada didekatnya dengan gugup menyuruh agar menjauh karena Louie itu pria jadi tak boleh dekat-dekat. Tapi Louie tetap bergeser mendekati Bok Sil dan Bok Sil semakin gugup.
Aku lapar. Berikan aku makanan.” Kata Louie seperti anak kecil yang meminta makan pada ibunya. Bok Sil hanya bisa menghela nafas.

Louie tersenyum mengingat kenangannya, lalu sama-sama menonton TV dan makan. Lalu Bok Sil berteriak marah karena membeli kacamata renang hanya untuk mengupas bawang. Louie memegang kacamata yang masih disimpan Bok Sil, lalu melihat jam dalam ponselnya kalau sebentar lagi Bok Sil akan pulang ke rumah.
Ia pun melipat kembali koran dan menaruh semua barang ditempatnya, sebelum pergi memasukan beberapa koin pada celengan babi yang ada di samping TV. 


Keluarga Baek makan malam dengan suasana seperti sangat sunyi dan suram. Nyonya Hong melihat suaminya seperti tak nafsu makan  bertanya ada apa dengan suaminya  akhir-akhir ini, apakah ada yang mengganggunya. Tuan Baek hanya diam.
Jika kau tidak punya selera makan, beritahu aku apa yang ingin kau makan. Kau akan semakin kurus.” Ungkap Nyonya Hong khawatir.
Apa Louie datang bekerja hari ini?” tanya Tuan Baek pada Ma Ri, Nyonya Hong terlihat kesal karena suaminya mengacuhkanya. Ma Ri menjawab Louie sudah berkerja.
Apa ada yang aneh?” tanya Tuan Baek, Ma Ri mengaku tidak ada dan bertanya balik kenapa ayahnya menanyakan hal itu. Tuan Baek mengaku tak ada apa-apa
Jika dia datang ke kantor, seharusnya dia datang dan menemuiku. Ini membuatku cemas.” Kata Tuan Baek
Kenapa kau sangat peduli pada Louis?” komentar Nyonya Shin binggung, Tuan Baek menyangkal  tidak mempedulikannya.
Tapi kau bilang itu membuatmu cemas.” Kata Ma Ri bisa mengingatnya. Tuan Baek tak mengubrisnya memilih untuk kembali masuk ruang kerja. Nyonya Shin binggung kenapa suaminya sering sekali mengacuhkanya dan marah.
Ayah selalu melampiaskan kemarahannya pada ibu.” Ucap Ma Ri kasihan
Aku menikah dengannya karena dia terus memaksaku. Aku pikir seharusnya tidak melakukannya.” Kata Nyonya Shin seperti merasa menyesal. 

Tuan Baek terdiam dalam kamar kerjanya yang gelap, teringat kembali saat datang untuk melakukan pesta pengangkatan Louie.
Flash Back
Tuan Baek datang dengan wajah panik bertanya apakah Louie sudah datang, Nyonya Choi binggung karena Tuan Bak yang menjemput. Tuan Baek mengaku kalau Louie ingin membawa mobil dan menyetir sendirian.  Saat keluar dari bandara Tuan Baek sengaja memberikan kunci agar Loui e menyetir sendiri.
Sudah sejauh apa ingatannya kembali? Tidak ada yang boleh tahu kalau aku yang membuatnya mengemudi. Gumam Tuan Baek tak ingin kejahatan terungkap. 

Nyonya Shin masuk rumah anaknya berteriak memanggil dan menyuruhnya segera keluar. Joong Won keluar kamar heran melihat ibunya yang datang dengan berteriak. Nyonya Shin mengumpat Joong Won itu pemmbuat masalah dan pantas mendapatkan pukulan lalu memberikan pukulan pada anaknya.
Ada apa denganmu?!! Ayah, tolong hentikan ibu.” Jerit Joong Won binggung, Tuan Cha mengatakan kalau hari ini ada di pihak istrinya. 

Ketiganya akhirnya duduk di sofa. Nyonya Shin dengan tatapan sinis mengetahui Joong Won berhenti dari pekerjaanya dan menyebut diri sebagia  Paman Berkaki Panjang. Joong Won mengatakan sampai tahun depan adalah cuti yang diambil untuk dirinya sendiri.
Aku selalu melangkah kedepan, jadi aku ingin istirahat. Setidaknya sekali, aku ingin melihat kembali ke hidupku dan  bertanya pada diriku sendiri, hidup seperti apa... yang kuinginkan di masa depan.” Jelas Joong Won

Paman Berkaki Panjang... adalah investasi dalam hidupku sebagai pekerjaan sampingan. Gadis itu... menjual ginseng liar padaku di Stasiun Seoul saat tengah malam. Dia menjualnya padaku. Apa menurutmu aku akan membeli sesuatu di jalan?” kata Joong Won menegaskan
Yang pertama... Bawa gadis itu ke rumah kita. Aku sangat penasaran padanya.” Perintah Nyonya Shin, Joong Won melotot kaget dan terlihat kesal sendiri dengan sikap ibunya. 


Bok Sil membersihkan rumahnya, lalu mengangkat celengan babinya dan merasa kalau semakin berat, tapi menurutnya itu tak mungkin lalu menaruh kembali disamping televisi. Terdengar suara In Sung yang memanggilnya, Bok Sil pun langsung buru-buru membuka pintu rumahnya.
Aku membuat makanan terlalu banyak, jadi masih punya sisanya. Aku juga membawakanmu beberapa buah karena kita tidak bisa menghabiskan semuanya.” Kata Bibi Hwang membawa makanan lalu menyuruh agar menaruh di kulkas. Bok Sil terlihat bahagia melihat banyak makan dan mengangguk mengerti.
Ini adalah sup daging dengan daging Korea berkualitas tinggi. Aku membuat banyak sup daging... sampai tidak muat di kulkas.” Kata Bibi Hwang, In Sung pun menaruh panci diatas kompor meminta agar  Bok Sil makan untuk sarapan. Bok Sil pun tersenyum dengan anggukan kepala.
Ini hanyalah sisa makanan, jadi jangan merasa tidak enak.” Ucap Bibi Hwang, Bok Sil pun mengucapkan terimakasih.
In Sung memuji ibunya yang memiliki hati yang besar. Bibi Hwang tersenyu bangga karena memang memiliki hati yang besar. In Sung juga memuji Bokongnya juga besar. Bibi Hwang ingin mengikutinya,tapi tersadar kalau anaknya itu sedang mengejeknya. 

In Sung menelungkupkan badanya, melihat Rumahnyatidak besar tapi Rasanya membuat tertekan tidur di ruangan yang sama dengan ibunya dengan pembatas. Bibi Hwang menyuruh anaknya diam saja,  karena mereka tidak boleh membiarkan Bok Sil mengetahuinya, jadi tidak bisa pindah.
Kita harus bersyukur karena dia membelikan rumah ini untuk kita.” Ucap Bibi Hwang, In Sung mengaku kalau ia hanya bicara saja.
“Aissh.. Kenapa Louie sangat pemilih  kalau soal makanan? Makanan untuk besok adalah iga rebus, japchae, dan kimchi segar dan Membuat makanan ini perlu usaha. Aku akan membiarkannya karena Bok Sil juga akan memakannya.” Kata Bibi Hwang kesal melihat menu makanan yang harus diberikan pada Bok Sil  
Semua itu adalah kesukaanku.” Kata In Sung, Bibi Hwang menduga kalau In Sung yang menulis daftar ini. In Sung menyangkalnya lalu menutup pembatas ruangan. Bibi Hwang melihat Semua ini pengejaannya salah dan berteriak marah menyuruh In Sung membuka pembatas ruangan. 

Bok Sil berkerja melihat berkas-berkas di meja kecilnya, lalu menyadari saat melihat ponselnya ternyata sudah larut. Ia menatap ke arah tempat tidurnya, melihat Louie yang merengek  masih belum mengantuk jadi meminta agar mereka bisa bermain lain.
Tapi semuanya hanya bayangan Louie saja karena Bok Sil tak melihatnya lagi sekarang. Lalu terlihat sedih memikirkan keadaan Louie sekarang. Louie. Sementara Louie berdiri di depan rumah Bok Sil menatap ke arah jendela, terlihat lampu sudah mati sambil mengatakan “Tidur nyenyak, Bok Sil.” Lalu menuruni tangga.
Setiap hari Louie datang dan menatap ke arah jendela rumah berpesan agar Bok Sil tidur dengan nyenyak lalu pulang kembali ke rumah. Bahkan dengan turunnya hujan Louie tetap datang untu melihat jendela kamar Bok Sil. 

Louis pun siang hari selalu memberishkan rumah  Bok Sil, wajahnya terlihat bahagia tak lupa menaruh uang pada celengan babi. Bibi Hwang dan In Sung tiap malam memberikan Bok Sil makan sesuai dengan permintaan Louie. Bok Sil pergi ke kantor dengan menaiki bus, diseberang jalan Louie melihat Bok Sil yang menaiki bus dengan selamat.  Di tempat tidurnya, Louie ditemani oleh boneka anjing yang dianggap sebagai Bok Sil mengucapkan selamat tidur. 

Pelayan Heo selama ini berpikir Louie itu  seperti anak kecil, tapi ternyata seorang pria yang  sangat romantic dan tak percaya bisa tetap teguh melakukannya. Pelayan Kim dengan bangga merasa kalau Louie mempelajarinya dari dirinya karena ia adalah orang yang penuh pengabdian.
Kau harus belajar dari Tn Louie dan belajar banyak darinya. Tapi Tidakkah kau marah karena pria In Sung  itu jadi supir pribadi Tn Louie sekarang?” kata pelayan Heo heran
Dia bisa mendapat pekerjaan itu, Lagipula aku sudah semakin tua. Dengan begitu, aku memiliki lebih banyak waktu untuk bersamamu.” Kata pelayan Kim mengoda, pelayan Heo terlihat malu-malu.
Ngomong-ngomong, apa Tn Baek masih menghubungimu?” tanya Pelayan Kim
Pelayan Heo membenarkan, menceritakan  Tuan Baek bertanya sejauh mana ingatan Tn Louie kembali, Setiap hari. Pelayan Kim memikirkan sesuatu dengan wajah penasaran, Pelayan Heo pun bertanya-apa apakah ada alasan Louie tidak boleh mengingat semuanya

Tuan Baek akhirnya bertemu dengan Louie lalu bertanya  dengan pekerjaannya. Louie mengaku baik dan menyukai anggota timnya, menurutnya keahliannya belanja. Tuan Baek sudah yakin kalau Louie akan melakukannya dengan baik.  Louie pun mengatakan Tidak perlu ada yang dikhawatirkan.
Apa kau sudah mengunjungi Sunny Land?” tanya Tuan Baek, Louie mengatakan belum
Aku dengar tempat itu selalu dipenuhi oleh orang, sejak tempatnya terkenal. Ny Choi bilang... kalau itu adalah idemu. Apa itu benar?” kata Tua Baek seperti mengujinya. Louie mengaku  tidak ingat.

“Apa Maksudmu aku mengusulkan Sunny Land pada Nenek?” ucap Louie tak percaya lalu memujinya kalau ia dulu  pasti orang yang jenius.
Dia belum mendapatkan ingatannya, Dia hanya mengingat beberapa bagian. Gumam Tuan Baek seperti tak perlu khawatir lagi.
Louie membahas kalau memang dirinya tidak kembali, maka saham Nenek pasti sudah jadi milik Tuan Baek, lalu bertanya apakah Tuan Baek tak sedih karena harus berbagi saham denganya sekarang. Tuan Baek terlihat gugup dan mengaku tidak sedih bahkan sangat senang karena Louie kembali. Louie juga senang karena memiliki Tuan Baek dan berharap mereka bisa bekerja sama.

Detektif Nam dan temanya melihat anak Buah Tuan Baek masih tak sadarkan diri. Detektif Nam bertanya-tanya kapan korban itu akan sadar. Temanya juga tak tahu dan bertanya-tanya kenapa orang itu masuk  ke rumah orang lain dan akhirnya terluka seperti ini
Dia harus sadar. Kita akan  mengetahuinya kalau dia sudah sadar.” Kata Teman Detektif Nam
Terima kasih padanya, Bok Sil dan Louie tidak terluka. Mungkin itu hal baiknya  Kalau tidak begitu, maka semuanya akan semakin sulit.” Kata detektif Nam 

Bok Sil membuat papan nama Joong Won dari ukiran kayu lalu berbicara sendiri kalau sangat tak mengerti dengan atasanya itu. Ia melihat Jooong Wong terlihat seperti pria  paling pintar, tapi kadang-kadang, dia terlihat sangat bodoh.
Apa yang sedang kau bicarakan?” ucap Joong Won sudah ada disamping Bok Sil, Bok Sil kaget melihat Joong Won sudah datang lalu memberikan surpise yang papan namanya.  Joong Won berkomentar itu tidak buruk dan memuji cukup bagus.
Bagaimana investigasi lapangannya?” tanya Joong Won
Aku sudah membuat kontrak dengan Tn Choi yang memiliki lahan pertanian terbesar. Dia menanam schisandra terbaik.” Kata Bok Sil

Joong Won bertanya apakah itu ramah lingkungan, Bok Sil menganguk. Joong Won meminta Bok Sil mendekat dan mengulurkan tanganya. Bok Sil binggung lalu mengulurkan tanganya. Joong Won memberikan cap ditelapak tangan Bok Sil bertuliskan (Kerja bagus) Bok Sil heran kenapa Joong Won memberikan itu padanya.
“Kenapa?  Apa kau mengharapkan cincin atau yang lainnya? Aku akhir-akhir ini merasa senang dengan hal semacam ini. Kenapa aku tidak bermain yang seperti ini saat masih kecil?” ucap  Joong Won
Tn Cha. Kau terlihat bodoh seperti botol rusak.” Ejek Bok Sil, Joong Won tak terima karena ia  adalah pria paling berkarisma.


Detektif Nam datang dengan membawa bunga lalu memuji kantor Bok Sil yang terlihat bagus. Bok Sil menyapa Detektif Nam dan terlihat bahagia. Joong Won dengan ketus bertanya kenapa Detektif Na datang, Detektif Nam mengatakan datang untuk bertemu Bok Sil.
Aku minta maaf karena tidak datang  lebih cepat. Selamat atas perusahaanmu.”kata Detektif Nam, Bok Sil pun mengucapkan terimakasih.
Dimana aku harus menyimpannya?” tanya Detektif pada vas bunganya, Bok Sil ingin menaruhnya tapi detektif Nam melarang karena berat jadi akan membawanya. Bok Sil akhirnya menunjuk tempat untuk menaruh vas bunga yang cukup besar.
Detektif Nam melihat ada kardus bekas dan pasti Bok Sil akan membuangnya, Bok Sil pun meminta agar detektif Nam memindahkanya. Joong Won melihat Detektif Nam terlihat kesal yang mau disuruh-suruh oleh Bok Sil. Detektif Nam bertanya apa yang bisa dibantunya lagi, dan meminta Bok Sil menghubunginya jika memerluka seseorang untuk mengangkat barang berat.

Pergi saja  dan tangkap para penjahat. Kenapa kau terus datang kesini? Aku sudah melakukan... semua yang memerlukan kekuatan. Jadi Urusi saja urusanmu. Pergi!” teriak Joong Won marah, Detektif Nam melihat Joong Wn itu sepertinya agak aneh
Kau sepertinya senang mempekerjakan dirimu sendiri. Aku akan menghubungi kalau kami membutuhkan bantuan. Apa Kau puas?!” ucap Joong Won, Detektif Nam binggung dengan perumpamaan  Senang mempekerjakan diri sendiri?
Dia hanyalah botol rusak yang senang mengoceh. Jangan pedulikan dia.” Bisik Bok Sil.
Detektif Nam tertawa merasa kalau Joong Won memang  terlihat benar-benar rusak. Joong Won berteriak marah, Bok Sil pamit pergi karena  harus memisahkan sampahnya. Detektif Nam pun membantu dengan  membawa kardus sampah.  Joong Won mengumpat kesal sangat melelahkan sambil mengeluh Kenapa ada banyak sekali pria di sekitar Go Bok Sil.
bersambung ke part 2 

FACEBOOK : Dyah Deedee  TWITTER @dyahdeedee09 

1 komentar:

  1. Wahhhh lucu yakinnn

    Setelah kemarin di buat nangis karna boksil kehilangan adik tersayang y dan kini nur di buat terpingkal pingkal oleh tingkah y joong won hahaaaa

    BalasHapus