Kamis, 08 September 2016

Sinopsis W Two Worlds Episode 14 Part 2

PS : All images credit and content copyright :MBC

Rambut Kang Chul ditarik sampai kepalanya mendongga ke atas, tanganya tak bisa gerak karena diikat dengan tali. Jaksa Han membawa Kang Chul ke sebuah gudang menyapanya karena mereka sudah lama tak bertemu dan  tidak bisa menyentuhnya sejak Kang Chul menjadi seorang Presdir.
Tapi sekarang..., kau sudah mati... Ah... Kau pura-pura mati. Jadi tidak ada orang yang akan tahu... meski kau juga akan mati sungguhan di sini. Lagipula, kau itu 'kan sudah mati.” Ucap Jaksa Han bersandar di meja, lalu berjalan mendekati Kang Chul.
“Jadi Meskipun aku membunuhmu di sini..., maka pembunuhan ini takkan dianggap sebagai kejahatan. Sekarang Kau menggali kuburmu sendiri.” Kata Jaksa Han dengan penuh amarah mencekik leher Kang Chul. Kang Chul berani menatap Jaksa Han.
“Apa Pandanganmu masih kabur atau Kau merasa pusing?” tanya Jaksa Han dengan memegang dagunya lalu menepuk pipi Kang Chul beberapa kali.
Jaksa Han bertanya apakah Kang Chul tak penasaran  dan mau tahu darimana ia dapat suntikan itu. Kang Chul mengerutkan dahinya, Jaksa Han berjalan ke belakang komputer yang diambil dari bagasi Tuan Han. Ia memberikan contoh dengan gambar suntikan dilayar ketika menekan enter maka suntikan itu ada diatas meja, menurutnya itu menarik.
Kang Chul terdiam karena Jaksa Han bisa menemukan cara itu, Jaksa Han pun   menekan delete maka suntikan itu pun menghilang. Ia pun tertawa bahagia karena merasa tak percaya ada benda seperti itu didepanya, Kang Chul tetap diam. 


Flash Back
Jaksa Han yang ingin menemui Tuan Park meminta pegawainya agar mematikan komputernya. Tapi akhirnya meminta pegawainya agar  memarkir mobil lagi karena ia harus memeriksa lebih dulu komputer yang baru didapatnya.
Di ruanganya, Jaksa Han membuka laptopnya dibagian dokumen untuk mencari gambar, bertanya-tanya apa sebenarnya yang ada didepanya. Ia memilih sebuah gambar pistol dan terlihat ditablet milik Tuan Oh,  menurutnya Tuan Han itu memang orang gila.
Dia jadi gila saat sedang menggambar. Kau mau membentuk sebuah organisasi teroris, Kang Chul? ” Kata Jaksa Han mencari gambar-gambar lainya
Tiba-tiba ia merasakan sesuatu ditanganya, sebuah pistol tiba-tiba dipegang oleh tangan kirinya. Lalu ia gambar yang sama pistol yang dipegangnya, matanya melotot dan mencoba dengan gambar pistol lain, pistol itu pun terlihat langsung ada didepanya, bertanya-tanya kenapa bisa dari gambar ada ditanganya. 


Jaksa Han memberitahu bukan hanya senjata tapi di komputer ini ada banyak bermacam obat sperti Sodium amytal, hidrobromida skopolamin, natrium pentotal, amfetamin, mescaline. Lalu bertanya Kang Chul mau disuntikan mengunakan cairan yang mana lebih dulu.
Kang Chul menatap penuh amarah, Jaksa Han pikir lebih baik sodium lalu menekan enter dan langsung muncul didepanya. Ia pun berjalan ke depan Kang Chul siap untuk menyuntikan pada leher Kang Chul, tapi akhinya mengeluarkan cairan di depan wajah Kang Chul.
Presdir Kang..., Aku menyelamatkanmu dari overdosis obat.” Ucap Jaksa Han dengan sengaja mengeluarkan cairan didepan wajah Kang Chul.
“Kau Menghilang lalu muncul, kau sudah seperti hantu saja. Tapi sepertinya kau sulit bergerak jika ada obat di tubuhmu.” Kata Jasksa Han lalu membalikan badanya menaruh kembali ke atas meja

Bukankah ini sesuatu yang terjadi di komik? Kau muncul ketika kau menekan enter dan Kau menghilang lagi setelah ketika kau menekan delete. Sekarang aku mengerti kenapa kau dan Tuan Han saling bertarung.” Ucap Jaksa Han
Tapi... Apa yang membuatku paling penasaran... Apa sebenarnya benda ini?” kata Jaksa Han menunjuk ke arah komputer, lalu berjalan mendekati Kang Chul.
Mulai sekarang, kau harus jawab. Darimana Han Sang Hoo dapat benda itu dan apa hubungan kalian berdua? Darimana kau tahu bahwa aku yang memiliki komputer itu? Siapa pemilik awal tablet itu? Siapa wanita yang menghilang setelah ditembak itu? Bagaimana kau bisa datang ke ruanganku?” ucap Jaksa Han sambil menarik rambut Kang Chul.
Kang Chul hanya diam saja, Jaksa Han pun melepaskan tanganya sambil menepuk pundak Kang Chul mengajak mereka mulai. Kang Chul melihat Jaksa Han mengambil pipa besi. Jaksa Han mengatakan akan membalas dendam atas perbuatan Kang Chul 10 tahun silam dan langsung memukulnya berkali-kali tanpa ampun.

Lalu Jaksa Han menendang bangku yang membuat Kang Chul terjatuh, dan kembali memukul dengan pipa bertubi-tubi. Di depan dua penjaga bisa mendengar orang yang memukul dengan besi. Wajah Kang Chul sudah penuh dengan darah begitu juga bajunya. Jaksa Han terlihat sudah puas melampiaskan semua dendamnya.  
“Hei.... Bicaralah...” ucap Jaksa Han mendorong Kang Chul dengan pipanya, Kang Chul terlihat masih tersadar.
Terdengar bunyi deringan telp, Ketua Dewan menelp kenapa Jaksa Han tak datang. Jaksa Han mengaku ada urusan mendadak dan akan segera ke sana lalu menutup telpnya. Sambil mengelap keringatnya, Jaksa Han mengatakan  sejak Kang Chul masih muda memang terkenal orang yang sangat tenang tapi menurutna kali ini  akan berbeda.
Kau juga tahu itu, 'kan? Kau pasti tahu apa yang ada di dalam tablet ini. Kau harus jawab pertanyaanku.” Kata Jaska Han memegang komputer didepanya.
Rumah sakit.” Ucap Kang Chul dengan sisa tenaganya, Jaksa Han tak mendengar lalu mendekatinya meminta Kang Chul mengatakanya.
Aku harus membawa benda itu ke rumah sakit.” Ucap Kang Chul, Jaksa Han meminta kang Chul mengatakan dengan jelas kenapa harus ke rumah sakit



Soo Bong mondar mandir dengan wajah gelisah, karena Kang Chul belum juga menelp, lalu merasa menyesal karena seharusnya tak bekerja ditempat tuan Oh, terdengar bunyi suara di ponselnya. Soo Bong melihat ada episode baru dari serial W. Sebelum membacanya Soo Bong berdoa agar tak melihat sesuatu yang menakutkan.
Ia melihat judulnya [Rahasia Tablet] mulutnya langsung menjerit kaget karena Kang Chul berdarah setelah dipukuli habis oleh Jaksa Han. Buru-buru ia menutup mulutnya karena tak ingin membuat kegaduhan dirumah sakit.
Aish! Apa aku bilang Hyung, kau itu harus hati-hati.” Ucap Soo Bong khawatir.
Di gudang
Jaksa Han sudah duduk dikursi dan Kang Chul duduk didepanya, lalu Jaksa Han mengartikan ia harus percaya apa kata Kang Chul tadi. Kang Chul membenarkan, Jaksa Han langsung berdiri melihat Kang Chul yang menangis dan langsung memberikan tendangan di wajahnya. Kang Chul kembali jatuh terkapar.

Dua penjaga melihat Jaksa Han keluar gedung, Jaksa Han memerintahkan keduanya masuk dan mengawasi Kang Chul. Dua penjaga mengerti, Jaksa Han teringat kalau Kang Chul itu sudah mati jadi Tidak apa-apa meski nanti meninggal dan memperingatakan agar jangan memberikan setetes air pun.
Kang Chul melihat dua pasang sepatu pria masuk ke dalam gudang, lalu menarik dan membantunya untuk kembali duduk dikursi. Jaksa Han memegang komputernya dan menelp Sekertarisnya agar memberitahu Ketua Dewan akan mampir di suatu tempat dulu.

Digudang
Kang Chul bertanya  Jam berapa sekarang, Si penjaga binggung. Kang Chul meminta agar mengatakan saja jam berapa sekarang.  Penjaga memberitahu sudah Jam 02:30 pagi. Kang Chul menegakan kepalanya mengatakan itu artinya sudah 30 menit sekarang jadi Dia harusnya ada di sini sekarang. Si penjaga kebingungan. KangChul menatap penuh amarah.
Soo Bong.... Ambilkan benda itu sekarang dan Jaga benda itu.” Ucap Kang Chul lalu melihat tulisan bersambung, Dua pengawal makin bingung dengan yang dikatakan Kang Chul. 
Soo Bong membawa tulisan dalam komik [Soo Bong. Ambilkan benda itu sekarang dan Jaga benda itu] Ia bingung kenapa Kang Chul memanggil namanya. Lalu teringat saat didepan rumah sakit sebelum Kang Chul kembali ke dunia Komik.
Jangan menangis, tunggu saja. Akan kukirim pesan SOS padamu.” Pesan Kang Chul.
Soo Bong berpikir itu adalah yang dimaksud pesan SOS oleh Kang Chul lalu berlari masuk ke dalam ruangan.
Jaksa Han berhenti ke sebuah tempat, pengawalnya melihat Jaksa Han yang membawa komputer Sepertinya itu berat jadi biar ia membantu untuk membawakanya. Jaksa Han menolak menyuruh pengawalnya agar menunjukan jalan saja. 

Soo Bong berlari masuk ke dalam ruang rawat memberitahu episode komik W baru diposting lagi. Tuan Oh terlihat kaget,  lalu Apa ada yang terjadi dengan Kang Chul. Soo Bong juga tak tahu tapi menurutnya Kang Chul mungkin akan mati, Tuan Oh langsung mengambil ponsel milik Soo Bong.  melihat Kang Chul yang mengatakan [Soo Bong. Ambilkan benda itu sekarang. Jaga benda itu]
Dia meninggalkan pesan itu padaku. Pesan itu untukku, 'kan? Dia bilang aku akan mengambil benda itu. Apa yang dia maksud dengan benda itu? Benda apa itu?” ucap Soo Bong binggung lalu berpikir yang dimaksud itu adalah komputer milik Tuan Oh. 

Tuan Han masuk ke dalam sebuah rumah sakit, sebelum masuk lift pengawalnya bertanya dilantai berapa. Tuan Han mengatakan Lantai 8, kamar rawat inap di ruangan nomor 810. Keduanya masuk dan pengawalnya menekan tombol lantai 8.
Flash Back
Kang Chul menyebut kata Rumah sakit. Jaksa Han meminta Kang Chul mengatakan sekali lagi karena tak mendengarnya. Kang Chul mengatakan  harus membawa benda itu ke rumah sakit. Jaksa Han bertanya membawa apa,  apakah yang dimaksud komputer itu dan bertanya kenapa harus membawanya.
Aku harus menyelamatkan seseorang.” Ucap Kang Chul, Jaksa Han bertanya siapa orangnya. Jaksa Han melihat Tablet yang dibawanya, yang tak boleh dipegang oleh siapapun.
Biar kuperjelas... Wanita yang ditembak oleh Han Sang Hoon dan menghilang adalah Oh Yeon Joo, istrimu.” Ucap Jaksa Han yang melihat ada noda darah digudang.  
“Jadi Karena itulah kau membunuh Han Sang Hoon. Istrimu yang mengalami kelumpuhan otak tinggal di penthouse-mu. dan meninggal beberapa saat yang lalu.Jaksa Han sebelumnya melihat Tuan Han yang meninggal didalam mobil dan bisa membayangkan Yeon Joo ada di rawat dalam penthouse.
Kang Chul membenarkan kalau Yeon Joo itu meninggal, Jaksa Han ingin tahu maksudnya. Kang Chul mengatakan bisa menghidupkannya lagi dengan komputer itu jadi Jaksa Han juga sudah lihat apa yang bisa dilakukan komputer itu maka karena itulah ingin mengambil tablet itu.
“Jadi maksudmu Menghidupkan nyawa istrimu? Apa dia akan bangkit dari kematian jika kau menekan tombol enter?” kata Jaksa Han, Kang Chul tertawa mendengarnya.
Caranya, harus digambar.” Ucap Kang Chul, Jaksa Han seperti tak mengerti.
Pemilik komputer itu harus menggambarnya. Karena itulah aku ingin membawanya ke rumah sakit. Si Pemilik komputer itu ada di rumah sakit sekarang.” Ucap Kang Chul.
Jaksa Han tertawa lalu berteriak marah menarih Kang Chul, karena menganggap dunia ini adalah komik jadi Mana mungkin bisa membangkitkan seseorang melalui gambar. Kang Chul pikir jaksa Han itu tadi bisa melihat kalau itu seperti komik. Jaksa Han menyuruh Kang Chul melanjutkan omong kosongnya, setelah itu keluar dari gudang.
Ia meminta pengawalnya agar  memanggil orang lagi karena harus memeriksa sesuatu. Salah seorang pun pergi dan yang lainya berjaga didepan pintu. 

Tiga orang berdasi masuk ke dalam penthouse. Do Yoon bertanya siapa mereka karena tidak bisa datang tanpa izin. Salah seorang pengawal memberitahu  sudah dapat izin dari Presdir Kang. Do Yoon mendorongnya  saat akan masuk karena tak percaya, dan tak percaya dengan perkatan kalau itu perintah Kang Chul.
Dia sudah meninggal. Beraninya kau menggunakan namanya? Kami menyewa tempat ini untuk klien VIP kami. Kalian tidak bisa menerobos masuk sini.” ucap Do Yoon.
Salah satu pengawal menelp melaporkan Seo Do Yoon tidak mau mengizinkan masuk lalu memberikan ponselnya agar berbicara langsung dengan Kang Chul. Do Yoon mengambil ponselnya, Kang Chul meminta Do Yoon untuk membiarkan masuk. Do Yoon merasa Kang Chu itu sudah tak waras bertanya apa yang akan dilakukanya.
Kang Chul melirik Jaksa Han yang memegang ponselnya, mengatakan agar membiarkan mereka melihatnya. Jaksa Han pun menutup ponselnya, Kang Chul terlihat lemas. Pelayan mengantar tiga orang pria masuk kamar dan melihat di layar monitor hanya ada garis lurus.
Jaksa Han memastikan kalau memang Yeon Joo sudah meninggal, pengawalnya membenarkan  sudah meninggal beberapa saat yang lalu dan memang terkena luka tembak. Jaksa Han pun menyuruh pengawalnya agar keluar dari rumah Kang Chul sekarang. 

Bagaimana aku harus menganggap hal ini?” tanya Jaksa Han kembali duduk di kursi
Kau bisa mengkonfirmasinya sendiri.” Ucap Kang Chul. Jaksa Han menanyakan caranya.
Jika gambar bisa... membuat istriku hidup lagi, maka itu sudah merupakan bukti yang cukup. Itu akan menjawab semua pertanyaanmu.” Kata Kang Chul menyakinkan.
Jaksa Han membawa tabletnya mengingat ucapan Kang Chul Rumah Sakit HanGuk Sungjin, Ruang Rawat nomor 810. Namanya Oh Seong Moo.

Kang Chul akhirnya bisa mengetahui Jaksa Han sudah sampai ditempat yang dituju dalam waktu 30 menit, pengawal binggung ucapan Kang Chul. Lalu mengatakan “Park Soo Bong Ambilkan benda itu sekarang dan Jaga benda itu.” Tulisan bersambung pun terlihat, Kang Chul langsung menghilang.
Dua pengawal binggung melihat Kang Chul yang tiba-tiba menghilang didepanya. Kang Chul sudah berpindah ke gudang minuman yang terang berderang. 

Di rumah sakit
Pengawal bisa menemukan kamar 810, dan Jaksan melihat nama di papan depan adalah Yoon Sun Ae, bukan Oh Seong Moo yang ada disana. Pengawal mengetuk pintu dan perawat yang ada disana kaget melihat Jaksa Han datang ke rumah sakit.
Selain pasien itu, apa ada pasien bernama Oh Seong Moo... yang dirawat di ruangan ini?” tanya Jaksa Han
Ini ruangan VIP. Aoa Kau mau aku mencari pasien Oh Seong Moo?” ucap si perawat seperti kagum dengan Jaksa Han
Tidak, terima kasih. Aku pasti salah ruangan jadi Kau bisa kembali bekerja.” Ucap Jaksa Han, Perawat pun keluar ruangan. Pengawal berbisik bertanya-tanya kenapa Kang Chul itu berbohong
Kang Chul berlutu didepan gudang dengan tangan terikat, dalam hatinya bergumam
Dugaan ketiga...Ketika aku berada di dunia nyata...,maka aku bisa memanggil karakter komik dengan persepsiku. Gumam Kang Chul
Sekarang ini, aku memanggil Han Chul Ho......ke dunia nyata.” Kata Kang Chul berkonsetrasi penuh. 

Jaksa Han ingin mengumpat kesal saat membalikan badan melihat ruangan berubah, terdengar suara Soo Bong dibelakang yang dimaksud Kang Chul itu adalah komputer dan bertanya-tanya bagaimana cara mengambilnya. Ketiganya sama-sama membalikan badan, Tuan Oh dan Soo Bong kaget melihat Jaksa Han ada didepan mereka.
Apa kau Oh Seong Moo?” tanya Jaksa Han,  Tuan Oh membenarkan,
“Jadi Kau Oh Seong Moo rupanya tapi Kalian tadi tidak ada disini. Ah... Tunggu.... Kenapa kau mirip sekali dengan Han Sang Hoon?” ucap Jaksa Han, Tuan Oh melirik pada tablet yang dipegang oleh Jaksa Han.
Kau.... Kau Han Sang Hoon, 'kan?” ucap Jaksa Han menunjuk ke wajah Tuan Oh.
Saat itu juga Soo Bong mendorong badan Jaksa Han mengambil komputernya, Jaksa Han berteriak aga mengembalikanya dengan mencekik leher Soo Bong, Tuan Oh mengambil tiang infus dan langsung memukul bagian belakang dan kepalanya, Jaksa Han pun jatuh tergeletak tak sadarkan diri.

Ia buru-buru mengambil komputer menaruh diatas meja dan menyalakanya, Soo Bong binggung melirik Jaksa Han yang bisa ada dalam dunia nyata, Tuan Oh dengan cepat bisa menyalakan tabletnya, Soo Bong masih tak percaya kalau itu duplikasi Komputernya tapi Apa fungsinya akan sama seperti tablet yang asli.
Saat itu juga Jaksa Han yang tergeletak dilantai menghilang, Soo Bong panik melihatnya karena udah tidak ada. Tuan Oh hanya melihat seperti tak peduli dan buru-buru mengambar, lalu melihat tanganya seperti komik yang akan menghilang, tapi ia tak peduli tetap mencoba mengambarnya. 


Dua orang pekerja seperti kelelahan karena berkerja seharian, lalu bertanya pada salah tahu temanya apakah memegang kuncinya. Keduanya masuk gudang dan dikejutkan dengan melihat Kang Chul yang terkapar dengan tangan teringat dan banyak darah. Lalu mencoba mendekat untuk membangunkanya.
Monitor di layar terlihat normal, Yeon Joo berbaring tanpa bantuan alat nafas lalu membuka mata melihat di tempat yang tak asing baginya. Do Yoon masuk kamar sambil menelp mengatakan Datanglah ke hotel dulu karena harus menjelaskan sesuatu pada mereka. Yeon Joo bisa melihat Do Yoon yang ada didepanya.
Presdir Kang berada dalam bahaya..., tapi sebenarnya, dia...” ucap Do Yoon kaget melihat Yeon Joo bisa membuka mata dan langsung memanggil perawat berlari keluar ruangan Dan tulisan bersambung pun keluar. 

Soo Bong datang ke gudang, menanyakan pada pegawai disana  Sejak kapan itu. Pegawai mengatakan  20 menit yang lalu. Ponsel Soo Bong berbunyi, Yeon Joo bisa menelp Soo Bong, Soo Bong menjerit kaget mengetahui itu Yeon Joo yang menelpnya. Yeon Joo membenarkan dan bertanya apa sebenarnya yang terjadi.
“Apa Kau serius ini Yeon Joo Noona?” ucap Soo Bong tak percaya, Yeon Joo membenarkan dan mengatakan  kalau ia pasti sudah selamat.
Di mana kau? Di mana kau sekarang?” tanya Soo Bong panik
Aku di sebuah hote dan baru saja kembali ke dunia ini.” ucap Yeon Jo yang duduk di kantor khusus pegawai.
“Apa Kau baik-baik saja? Apa Kau bisa bicara? Oh iya, kita lagi bicara sekarang, jadi kau pasti bisa bicara… Apa Kau terluka? Apa tangan dan kakimu bisa bergerak? Apa kau ingat segalanya? Bagaimana lukamu?” kata Soo Bong terlihat sangat bersemangat mengetahui Yeon Joo bisa kembali.

“Aku Tidak sakit.... Aku sungguh baik-baik saja.” Kata Yeon Joo
Kau membuatku takut setengah mati.” Ungkap Soo Bong, Yeon Joo pun bertanya bagaiman ia bisa hidup lagi.
Itu karena gambarnya Tuan Oh.” Kata Soo Bong, Yeon Joo bertanya apakah ayahnya sudah kembali normal. Soo Bong memastikanya
Yeon Joo tak percaya karena Ayahnya itu tidak menjawab teleponnya. Soo Bong pikir mungkin ada Tuan Oh  di hotel sekarang karena sedang menunggu webtoonnya akan diposting. Tuan Oh dengan infus yang masih menempel mengecek postingan komik dari komputernya.
Dia mungkin pergi ke sana setelah melihat webtoon itu. Aku disini mencari Kang Chul.” Jelas Soo Bong, Yeon Joo bertanya dimana. Soo Bong mengatakan gudang itu Tempat Kang Chul disiksa.
Yeon Joo binggung kenapa Kang Chul bisa disiksa, Soo Bong menceritakan datang mau menjemputnya, tapi ternyata Kang Chul tidak ada di sini.

Flash Back
Dua perkerja membawa Kang Chul ke depan toko dan terlihat benar-benar kelelahan. Salah satu pegawai berpikir mereka itu harus memanggil ambulance sekarang dan meminta teman lainya agar memberitahu bos mereka. Kang Chul memegang tangan satu pria meminta agar dipanggilkan Taksi karena ia mau pergi ke hotel. Tapi pegawai itu piki Kang Chul harus segera dibawa ke rumah sakit sekarang. 

Soo Bong menceritakan saat pegawai memanggil Ambulance tapi tiba-tiba Kang Chul menghilang menurutnya itu karena ingin melihat Yeon Joo di hotel. Yeon Joo panik bertanya apakah Kang Chul terluka parah, lalu menanyakan tentang ayahnya apakah baik-baik saja.
Dia khawatir kalau kau sudah mati. Kau tak perlu jadi orang yang khawatir sekarang.” Kata Soo Bong, Yeon Joo mengerti.
Aku akan membaca webtoon untuk melihat kelanjutannya. Semoga itu lebih cepat.” Ucap Yeon Joo
Setelah menutup telpnya, pegawai hotel masuk. Yeon Joo mengucapkan teimakasih karena boleh meminjam telp lalu meminta izin  menggunakan internetnya juga. Yeon Joo membaca webtoon terkejut melihat Kang Chul yang terluka parah mengatakan [Aku harus menyelamatkan seseorang.] Ia hanya bisa menangis karena Kang Chul harus disiksa oleh Jaksa Han. 

Yeon Joo menunggu didepan hotel menunggu Soo Bong  yang belum datang juga, ketika membalikan badan ingin masuk hotel mendenga ada bunyi petir yang sangat keras. Yeon Joo kaget melihat hujan yang turun dengan deras lalu melihat sosok So Hee datang ke hotel dengan membawa payung.
Keduanya saling menatap tapi sepertinya So Hee tak mengenalinya masuk kedalam hotel dengan membawa payungnya. Yeon Joo binggung dan melihat ada tulisan [Episode terakhir]
bersambung ke episode 15

FACEBOOK : Dyah Deedee  TWITTER @dyahdeedee09 

7 komentar:

  1. Haduuh .. Mesti komen gmn y .. Di tunggu eps selanjutnya mbk .. Selalu berharap happy ending

    BalasHapus
  2. Makin lama ceritanya makin berat, harus fokus bgt biar ngeh ini dunia nuata ato dunia W.. tqvm unni,lanjut yaa ceritanyaa....

    BalasHapus
  3. duhh penasarannn....
    ditunggu ep selanjutnya ya
    berharapp happy ending

    BalasHapus
  4. Keren abis ni.. Gak sbar nunggu eps slnjutnya. ..Smga happy ending..

    BalasHapus