Minggu, 04 September 2016

Sinopsis Cinderella and Four Knights Episode 7 Part 2

PS : All images credit and content copyright : TVN

Nyonya Gil sedang spa yang dipijat oleh Nyonya Park, Ponselnya bergetar Nyonya Park sengaja melirik ingin tahu siapa yang menelp ke Nyonya Haneul Group terlihat nama [Ketua Jang dari Chungdam-dong] lalu bertanya dengan sopan apakah harus memegang telpnya untuk pelangganya. Nyonya Gil mengizinkanya, lalu Nyonya Park mengangkat telp lalu menaruh ditelinga Nyonya Gil.
Ah, seusianya... akan lebih baik jika dia terlhat semuda mungkin. Tapi aku tidak suka dengan gadis yang terlalu cantik kau mengerti maksudku, kan?” ucap Nyonya Gil pada Ketua Jang, Nyonya Park sengaja menguping.
Tidak baik jika dia jatuh hati dengan gadis yang belum dia kenal... Yah...Tentu saja, karena aku percaya denganmu, Ketua Jang. Dia tidak perlu bertemu dengan banyak wanita Aku ingin yang pertama harus orang yang tepat kalau begitu, tolong siapkan pertemuan...” kata Nyonya Gil, sebelum menutup telpnya Nyonya Park dengan sengaja mengingat nomor telp Ketua Jang.

Setelah selesai berkerja Nyonya Gil menelp Yoo Na, merasa kalau istri PresDir sedang mempersiapkan pernikahan bagi cucu-cucunya. Yoo Na kaget mengetahui ada Pertemuan pernikahan dan berpikir dengan nasibnya yang mengharapkan berpasangan dengan Hyun Min, sambil merengek menurutnya Mereka harus menikah karena cinta, dan ia harus punya kesempatan dengan salah satu dari mereka.
Tenanglah! Apa kau tidak tahu kemampuanku? Aku sudah mengambil nomer telpon orang yang mengatur pertemuannya!” kata Nyonya Park, Yoo Na tersenyum bahagai mendengarnya.
Yang harus kita lakukan adalah memasukanmu saat pertemuan berlangsung Ayolah, Apa kau tidak tahu kemampuanku? Seakrang  Rawat saja kulitmu sampai saat itu, Sambil membayangkan Kang bersaudara yang mana yang terlebih dulu kau temui. Mengerti?”kata Nyonya Park
Yoo Na berpikir kira-kira siapa diantara ketiganya, mengkhayal kalau itu  mungkin Kang Hyun Min, lalu meminta agar dibawakan masker muka saat ibunya pulang. Nyonya Park dengan bangga merasa sudah membuat anaknya itu beruntung. Yoo Na pun melayani ibunya seperti ratu yang akan menyiapkan makan malam.

Ha Won menghela nafas sedih karena berpikir ketiganya itu ingin pergi dengannya. Yoon Sung yakin kalau Ha Won yang mengajaknya mungkin tiga bersaudara itu akan menyanggupinya. Ha Won memuji Yoon Sung memang hebat. Yoon Sung menerima telp mengunakan hands free, dengan wajah tegang langsung menolaknya dan menutup telpnya. Ha Won menatap Yoon Sung dan berusaha tak membahasnya. 

Ha Won keluar dari kamar mengetuk pintu tak ada sahutan, ketika membuka pintu melihat Hyun Min yang sudah tertidur dengan lelap. Ia masuk ke kamar Ji Woon juga tak ada orang dan masih gelap. Didepan kamar mondar mandir dengan ponselnya memohon agar orang yang ditelpnya bisa mengangkatnya. Wajahnya terlihat senang karena telpnya diangkat.
Hei, kenapa kau tidak angkat?” keluh Ha Won
Kenapa kau menelponku, saat kita tinggal satu atap?” ucap Ji Won, Ha Won bertanya kenapa Ji Woon datang terlambat tapi tersadar suaranya sangat dekat, saat berbalik Ji Won sudah ada didepanya.

Kapan kau kembali?” tanya Ha Won, Ji Woon mengatakan kalau baru saja datang. Ha Won langsung menurunkan ponselnya.
Ahh, aku ada permintaan Ayo kita semua pergi liburan.  Kita sama-sama pergi liburan! Kita bisa melihat-lihat dan makan makanan enak!”ucap Ha Won merengek.
Ji Woon memperlihatkan nama Ha Won masih ada di layar ponselnya, lalu menekan tombol merah dan mengatakan kalau telpnya sudah terputus lalu masuk ke dalam kamar. Ha Won tak percaya sikap Ji Woon masih saja dingin padanya. Ponsel Ha Won bergetar, Wajah Ha Won bahagia mengangkat telp dari Ja Young.


Ja Young membawakan tas Ha Won karena  sudah tahu pasti lupa dengan barang-barangnya dan pergi begitu saja.  Ha Won tersenyum bahagia memeluk tasnya, Ja Young bertanya apa sebenarnya yang terjadi karena  Kang Seo Woo jauh-jauh datang ke cafe hanya untuk mencarinya. Ha Won mengaku hanya ada sedikit salah paham
Jadi, apa sekarang kau sudah kembali ke Sky House?” tanya Ja Young, Ha Won membenarkan lalu melihat surat kelulusanya.
“Aku sunggu bersyukur.... akan tunjukan ini pada Omma!” kata Ha Won bangga
Ya, seharusnya kau memikirkan jerih payah yang sudah kau dapat!” ucap Ja Young, Ha Won mengatakan melakukannya sekarang dengan senyuman.
Ahh. Berhenti tersenyum! Kau jadi buat marahku berkurang” kata Ja Young, Ha Won mengucapkan terimakasih pada temanya yang selalu membantunya.
Kau tahu, kau tidak perlu berterimakasih padaku” ucap Ja Young mengeluarkan ponselnya dan memperlihatkan sebuah foto.

Ha Won kaget melihat foto Seo Woo mengunakan pakaian sekolah wanita, Ja Young menceritakan ini cara Kang Seo Woo berhasil keluar dari sekolah dengan selamat dan ia yang merencanakan semua ini. Ha Won benar-benar tak percaya Seo Woo keluar dari sekolah  dengan pakaian seperti ini. Ja Young merasa tersentuh melihat Seo Woo memakai seragam yang ia pakai setiap hari selama 3 tahun.
Tapi, bukankah ini sedikit keterlaluan? Ini terlihat sangat aneh!” komentar Ha Won
Anggap ini sebagai rasa kesetiakawananku! Jika orang lain yang melihat, pasti akan ada keributan!”ucap Ja Young mengambil ponselnya.
Ya, jaga saja rahasia ini seperti pusaka keluarga,benarkan? Hei... Ja Young, Apa kau bisa mengirimkan foto itu padaku?”kata Ha Won mikirkan sesuatu,
Ja Young menanyakan alasanya. Ha Won mengatakan akan gunakan itu untuk penawaran. Ja Young heran melihat tatapan mengerikan temanya itu, Ha Won mengatakan bukan itu maksudnya dan meminta agar Ja Young segera mengirimkan padanya. Ja Young menolaknya, Ha Won memberikan penawaran kalau temanya harus ikut denganya. Ja Young bertanya mau kemana, Ha Won dengan rahasia mengatakan pergi hanya ke suatu tempat 


Manager datang ke sebuah gedung yang belum jadi, melihat sosok orang yang sudah menunggunya berpikir orang itu  tidak menyebarkan foto bugil atau apapun itu, lalu mengumpat kesal.  Ha Won  menutupi wajahnya dengan topi saat Manager Seo Woo datang mendekatinya.  Manager Seo Woo mengatakan datang sendirian, seperti yang dijanjikan lalu menanyakan barangnya,  Ha Won memberikan sebuah amplop.
Ahh, apa yang kau inginkan? Sebenarnya kan lebih baik jika hanya foto bugil!” jerit Manager Seo melihat foto Seo Woo dengan memakai seragam wanita.
Tidak banyak yang aku butuhkan” kata Ha Won,  Manager Seo Woo sudah tahu dan menanyakan berapa jumlah uang yang dibutuhkanya.
Aku tidak butuh uang... Yang harus kau lakukan adalah  mengosongkan jadwal seo Woo untuk 3 hari kedepan” pinta Ha Won
Manager Seo Woo memeriksa jadwal Seo Woo untuk tiga hari kedepan, Ha Won menuruni tangga dengan bahagia karena bisa berhasil membuat Seo Woo untuk pergi bersama denganya untuk berlibur. 

Di sebuah klinik
Hyun Min memohon pada dokter karena benar-benar terpuruk dengan situasi sekarang ini. Dokter bertanya bagian mana yang ingin diubah. Hyun Min menjawab semuanya dengan menunjuk bagian wajahnya. Dokter melonggo dengan permintaan Hyun Min ingin mengubah semua wajahnya lalu menahan senyumanya, Hyun Min yakin dokternya itu melihat juga videonya. Dokter mengangguk
Ahh, kalau begitu, Aku yakin kau mengerti bagaimana perasaanku.. Aku tidak bisa berjalan diluar dengan wajah ini. Aku jadi kesal dan jadi frustasi! ” kata Hyun Min memohon
“Menurutku... Bagaimana jika kau memanjangkan rambutmu  dan menemui psikiater daripada di operasi?” saran Dokter, Hyun Min kaget diminta agar menemui psikiater.
Gadis itu, cinta pertamamu, kan?” ucap Dokter, Hyun Min binggung karena Dokter mengatakan kalau Ha Won itu cinta pertama lalu mengatakan bukan dia orangnya.
Ada orang lain yang menjadi cinta pertamaku” tegas Hyun Min memikirkan seseorang. 

Hye Ji masuk ke dalam kamar mengingat kembali video saat Hyun Min mengajak Ha Won untuk berkencan yang sebenarnya, lalu menyalakan ponselnya dan melihat pesan Ji Woon yang masuk “Aku ada di depan studiomu. Aku rasa kau sedang cuti? Aku mengkhawatirkanmu. Telpon aku balik! Kau tidak apa-apa, kan?
Pesan yang lain masuk kali ini dari Ha Won “Aku berterimakasih karena sudah diperbolehkan menginap di rumahmu.  Jadi aku ingin bertemu denganmu. Apa kau ada waktu?Hye Ji awalnya ingin menghapusnya tapi memutuskan untuk membalasnya.
Tentu. Bagaimana jika bertemu di studioku?balas Hye Ji seperti percaya dengan Ha Won dan menganggapnya sebagai teman.
Ha Won keluar dari kamar melihat Hyun Min seperti orang linglung berjongkok sambil bermain mematahkan helaian daun dengan bergantian berkata Aku mencintainya... Aku tidak mencintainya Ha Won melihatnya kasihan dengan Hyun Min seperti frustasi setelah di tolak pernyatan cintanya,

Hei,  Kang Hyun Min! Apa yang kau lakukan?” tanya Ha Won berjongkok disamping Hyun Min.
Jangan bicara denganku. Kau akan menggangguku” ucap Hyun Min terus memetik daun
Ha Won binggung melihat tingkah Hyun Min seperti orang hilang ingatan, Hyun Min terus mematahkan helaian daun. Ha Won merasa  tidak bisa membuat Hyun Min seperti ini, sambil melambaikan tanganya didepan wajah mengajak Hyun Min untuk pergi liburan sama-sama. Hyun Min tak peduli terus mematahkan helaaian daun.
Apa kau  ingin aku memina maaf secara resmi  keseluruh negeri melalui YouTube?” jerit Ha Won,  Hyun Min tetap asik dengan permaiananya.
Siapa yang kau pikirkan, saat kau melakukan ini?” tanya Ha Won melihat hanya tinggal dua helai daun lagi.
Hyun Min tetap diam, Ha Won pikir ia harus mengagetkannya lalu menarik daun yang tinggal sehelai pada batangnya. Hyun Min sempat menengok tapi setelah itu berjalan jongkok mencari tanaman lain untuk melakukan permainan yang sama. 


Ji Woon duduk dalam kamarnya, mencoba menelp Hye Ji tapi tetap tak diangkat, teringat saat terakhir kali pertemuan mereka ketika Hye Ji melihat Hyun Min menyatakan perasaanya pada Ha Won.  Akhirnya kembali mengirimkan pesan pada Hye Ji.
Kenapa kau tidak mengangkat telponku? Aku akan pergi ke studiomu.
Ha Won datang ke tempat studio Hye Jin berkomentar Tempat kerjanya itu sangat keren, Hye Ji memberikan secangkir kopi bertanya apaka Ha Won sudah kembali ke Sky House. Ha Won membenarkan,  tapi ia merasa harus mengatakan sesuatu padanya
Bukankah akan membuatmu tidak nyaman untuk tinggal bersama Hyun Min Atau mungkin Hyun Min yang lebih merasa tidak nyaman?” kata Hye Jin, Ha Won pikir Hye Jin sudah melihat videonya, Hye Ji membenarkan.

Aku tidak ingin kau salah paham, Tidak terjadi apa-apa antara kami berdua” kata Ha Won meyakinkan.
Baguslah,,, Hyun Min harus diperlakukan seperti itu, sesekali” ucap Hye Jin, Ha Won berusaha menjelaskan artinya bukan menolaknya
Semua orang bicara betapa kerennya kau ini” komentar Hye Ji, Ha Won merasa tak seperti itu.
Itu bukan seperti pengakuan  jadi kau tidak perlu khawatir padaku,  tak perlu ada yang dipermasalahkan dalam hal ini” ucap Hye Jin,  Ha Won mengucapkan terimakasih atas pengertianya.

Hye Jin bertanya apa karena itu ingin menemuiny. Ha Won ingin memberitahu tujuanya, Ponsel Hye Ji bergetar terlihat nama Ji Woon yang menelp tapi Hye Jin memilih untuk tak menolak telpnya. Sementara Ji Woon berjalan ke arah tempat Hye Ji biasa berkerja,  Ha Won mengaku butuh bantuannya, dan bertanya apakah ingin pergi liburan bersama-sama. Hye Ji binggung mereka pergi pergi berlibur.
Ya. Kau . Aku, Kang Hyun Min, Kang Ji Woon, dan Kang Seo Woo. Sejujurnya, aku tidak berani menyarankan  mereka untuk liburan sama-sama” jelas Ha Won, Hye Ji bertanya kemana tujuan mereka berlibur.
Sepertinya, ke villa yang biasa digunakan  orang-orang dari Haneul Group. Mereka bilang tempatnya indah!” kata Ha Won, Hye Ji seperti tak percaya akan pergi ke  Villa tempat biasa anggota Haneul berlibur.
Jika Aku saja yang mengajak mereka semua, pasti sangat sulit bagiku. Makanya... jika kau ikut, aku rasa mereka akan ikut. Maksudku, Kang Ji Woon dan Kang Hyun Min” kata Ha Won.
Hye Ji hanya terdiam dan terlihat murung, Ha Won meminta maaf  karena seharusnya tidak mengatakan apa-apa. Tiba-tiba Ji Woon datang menegurnya apakah harus bertindak seperti ini. Ha Won kaget dan binggung ingin menjelaskanya. Hye Ji langsung memutuskan akan ikut. Ji Woon kaget mendengar Hye Ji akan ikut.
Kalau begitu, ayo  kita liburan sama-sama dan kau juga harus ikut” ucap Hye Ji pada Ji Woon,
Aku sudah bilang tidak ikut” tegas Ji Woon sinis, Hye Ji heran dengan sikap Ji Woon.
Aku khawatir denganmu” ucap Ji Woon, Ha Won melihat keduanya saling menatap, karena merasa tak enak diantara keduanya segera pamit pergi
Aku katakan sekali lagi... Aku tidak akan pergi” tegas Ji Woon pada Ha Won sebelum meninggalkan studio. Ha Won hanya melirik dan bergegas pergi. 

Ji Woon berdiri didepan Hye Ji bertanya apakah benar-benar akan pergi.  Hye Ji bertanya balik, apakah ia tak boleh pergi.  Ji Woon ingin bicara tapi disela oleh Hye Ji lebih dulu. Hye Ji mengatakan sudah memikirkannya
Apa aku harus senang karena Hyun Min ditolak atau harus cemburu?” kata Hye Jin, Ji Woon mengeluh selalu saja seperti itu menurutnya Hye Jin tidak perlu terlalu cemas!
Ayo kita pergi sama-sama” ajak Hye Ji, Ji Woon menanyakan alasan Hye Jin ingin pergi ikut berlibur.
Aku ingin pergi ke villa Haneul Group lagi” kata Hye Jin, Ji Woon bertanya apakah Hye Ji sudah pernah kesana
Aku sering kesana saat kecil dulu Dengan Hyun Min dan keluarga kami” cerita Hye Ji, Ji Woon mengatakan benar-benar tidak ingin pergi. Hye Ji piki tak masalah kalau memang Ji Woon  tidak ingin pergi,
Tapi kau pasti tahu, Aku... Belum punya keberanian untuk  berhadapan dengan Hyun Min.” Ucap Hye Ji, Ji Woon hanya bisa menatapnya. 

Nyonya Park mencatat nomor telp Ketua Jang dimajalah, sambil berbicara di telp kalau Lebih bagus bagi seorang  wanita terlihat semuda mungkin dan memberitahu calon wanita untuk kencan butanya itu sifatnya baik dan ramah  daripada yang lainnya. Ketua Jang ingin tahu dengan lingkungan rumahnya, Nyonya Park sedikit binggung.
Ahh, dia berasal dia keluarga biasa-biasa  tapi dia bisa menjadi istri yang baik” kata Nyonya Park, Yoo Na ikut tegang duduk disamping ibunya. Ketua Jang menanyakan pekejanya, Nyonya Park binggung menjawanya.
“Ah.... pekerjaannya? Aku akan telpon lagi nanti” ucap Nyonya Park buru-buru menutup telpnya.
Yoo Na penasaran apa hasilnya, Nyonya Park  kesal anaknya itu harus punya sesuatu  untuk ditunjukkan, karena apabila Yoo Na kuliah maka sebelumnya bisa bilang seorang mahasiswi dan tak mungkin bisa mengatakan yang sesunggunya. Yoo Na pikir ibunya bisa bilang  Calon wanita itu lebih ingin menikah daripada bekerja. Nyonya Park tak ingin berpikir lagi terlihat kesal.
Lalu, apa yang harus kita lakukan sekarang? Kau bilang ingin membawaku masuk ke Sky House, seperti si sial Eun Ha Won!” kata Yoon Na kesal, Ibunya meminta agar menunggu saja.

Tiba-tiba tuan Eun pulang ke rumah tanpa memberi kabar, keduanya kaget dan langsung menyambutnya dengan ramah.  Nyonya Park bertanya kenapa suaminya pulang tanpa memberitahunya lebih dulu. Tuan Eun mengaku pekerjaanya sudah selesai. Yoo Na merengek pada ayahnya kalau sangat merindukanya. Tuan Eun mencoba untuk tersenyum lalu melihat ke dalam rumah, seperti mencari Ha Won.  
Ahh, soal Ha Won... dia belum pulang sejak kejadian itu” ucap Nyonya Park bisa mengerti suaminya.
Aku agak lelah setelah menyetir seharian jadi akan tidur dulu” kata Tuan Eun
Nyonya Park mempersilahkanya, lalu menanyakan tas kerjanya. Tuan Eun teringat kalau ada di dalam mobil dan meminta agar diambilkan dengan memberikan kunci truknya. Nyonya Park menyuruh suaminya agar masuk kamar dan beristirahat, setelah itu menyuruh Yoo Na mengambilkan tas milik ayahnya. Yoo Na yang lagi kesal menolaknya memilih untuk berbaring disofa. 
Nyonya Park mau tak mau mengambilkan tas milik suaminya didalam truk, saat itu terdengar bunyi suara ponsel  mengeluh kalau suaminya itu sampai meninggalkan ponselnya. Ia membuka ada pesan yang masuk ke dalam ponsel suaminya.
Aku sudah menemukan keberadaan Kang Young Jin. Kau akan benar-benar membayarku, kan?
Nyonya Park heran suaminya itu akan membayar untuk orang yang menemukan seseorang, tapi bertanya-tanya siapa itu Kang Young Jin lalu mencari sesuatu dan menemukan selembaran kalau suaminya sedang mencari orang bernama Kang Young Jin dengan baju taekwondo. 

Nyonya Park berlari masuk ke dalam rumah langsung menarik tangan anaknya masuk ke dalam kamar. Yoo Na kesal dengan ibunya, apalagi sekarang. Nyonya Park memperlihatkan selembaran yang diambil dari truk,  Yoo Na binggung siapa itu Kang Young Jin. Nyonya Park memberitau itu Orang yang sedang dicari ayahnya.
Tahun 2006, Kebakaran di apartemen Yeongak...” ucap Yoo Na membaca selembaran lalu merasa pernah mendengar nama Apartemen Yeongak
“Ahh.... Omma Eun Ha Won meninggal disana, kau ingat ‘kan? Ternyata, orang yang dia latih tinggal disana. Banyak orang mengatakan,  "Kenapa dia meninggal di rumah orang lain?" Pasti di rumah laki-laki ini!” kata Nyonya Park yakin.
Tapi... dia kan laki-laki! Kalau begitu, mungkin... laki-laki ini  ayah kandung Eun Ha Won?! Ayah pasti sudah gila! Kenapa dia mencari laki-laki ini?” ucap Yoo Na kesal

“Apa Kau tidak tahu, betapa baiknya ayahmu itu? Aku yakin dia berusaha mencari orang ini agar Ha Won diberikan padanya Berapa banyak uang yang dia habiskan  demi anak itu?” kata Nyonya Park
Yoo Na yang mendengarnya menjadi makin kesal, tapi Nyonya Park merasa  Sebenarnya ini bagus untuk mereka. Yoo Na binggung, berpikir mereka harus memanfaatkan ini agar bisa dapat uang. Nyonya Park mengatakan kalau ini bisa menggantikan Yoo Na yang tidak bisa tinggal di Sky House. Yoo Na masih tak mengerti tapi wajahnya bisa tersenyum bahagia, Nyonya Park  menegaskan mereka bisa gunakan kesempatan ini Untuk membuat Eun Ha Won tidak menjadi  gadis kaya selamanya


Ha Won memukul pintu kamar Hyun Min seperti drum tapi tak ada sahutan saat membuka pintu kamarnya ternyata Hyun Min masih tertidur lelap. Di lorong kamar bertanya pada Yoon Sung Kenapa yang dilakukan Kang Hyun Min sekarang  hanya tidur saja.
Dia pecinta tidur bahkan tidak akan tahu  kalau ada orang yang mengangkatnya” jelas Yoon Sung
“Kau bilang, dia Tidak tahu jika ada yang mengangkatnya?” kata Ha Won tak percaya, Yoon Sung membenarkan. 

Ji Woon berdiri didepan jendela kamarnya, teringat saat di mini market melihat Ha Won yang menangis duduk sendirian memberitahu ibunya kalau tak bisa kuliah. Lalu Ha Won yang menemui Hye Ji agar mau ikut berlibur dengan keluarga Haneul.
Eun Ha Won... Apa kau harus sampai sejauh ini?” kata Ji Woon sinis, Ha Won berusaha menjelaskanya
Aku khawatir denganmu” ucap Ji Won menatap Hye Ji, saat itu Ha Won binggung dan langsung keluar dari ruangan.
Ha Won keluar dari kamar, Ji Woon langsung buru-buru bersembunyi sebelum Ha Won melihatnya berdiri didepan jendela. 

Ha Won berusaha mengendor-gedor pintu kamar berteriak memanggil Hyun Min agar bangun, tapi tetap saja Hyun Min tak bergeming. Ia tak percaya Hyun Min benar-benar tak bisa mendengarnya lalu kembali mengedor pintu memanggil Hyun Min, tiba-tiba Ji Woon sudah ada dibelakanganya sambil berbisik bertanya apa yang sedang dilakukanya.
Oh. Dia mengunci diri di kamarnya  dan tidak kemana-mana, jadi...” ucap Ha Won khawatir.
Apa kau pikir sekarang ini kau bisa  melakukan misimu?” ucap Ji Woon measa tak yakin,  Ha Won yakin semuanya itu ingin ikut pergi kecuali Ji Woon.
Bagaimana cara kau membawa orang yang  mengunci diri di kamarnya? Apa kau ingin menculiknya?” ejek Ji Woon

Aku sedang tidak suka diajak bergurau sekarang” tegas Ha Won ingin kembali mengedor pintu  Ji Woon membahas kejadian tadi di tempat Hye Ji.
Jika kau berhasil mengajaknya... maka Aku juga akan ikut Liburan” ucap Ji Woon, Ha Won tersenyum tak percaya mendengarnya.
Apa kau ingin aku berjanji atau apalah itu?” ucap Ji Woon, Ha Won mengangguk dan memperingatakan agar jangan berubah pikiran nanti lalu melingkarkan jari kelingking dan mencapnya dengan jempol. Ji Woon langsung menarik kelingkingnya setelah berjanji, Ha Won tersenyum misinya bisa berhasil kalau membawa Hyun Min ikut berlibur. 

Ha Won masuk kamar Hyun Min melihat si pria playboy masih tertidur pulas, mencoba mendekat dengan memanggil dan mengoyankan tubuhnya. Tapi Hyun Min seperti orang mati saat tertidur tak mendengar apapun. Ha Won merengek meminta Hyun Min untuk ikut berlibur bersama mereka.
Aku minta maaf padamu.... Aku mengaku bersalah! Ayolah, apa kau tidak bisa dengar permintaanku setidaknya memikirkannya!” ucap Ha Won melihat Hyun Min hanya diam saja.
Ha Won mengoyangkan tangan didepan wajah dan menyentuh bagian pipinya, Hyun Min hanya mengaruk pipinya seperti terkena nyamuk tanpa terbangun. Ha Won memohon pada Hyun Min, tapi Hyun Min tetap tidur dengan mengubah posisinya. Ha Won heran dengan Hyun Min yang bisa tertidur sangat lelap.
Teringat kata-kata Yoon Sung “Hyun Min memang bisa tidur lama. Dia tidak akan tahu bahkan jika  ada orang yang mengangkatnya!  lalu ejekan Ji Woon kalau Ha Won akan menculiknya pada orang yang tak ingin keluar dari kamar, senyuman Ha Won terlihat. 

Seo Woo membereskan kopernya,  pesan dari managernya masuk Semoga pertunjukkanmu di Thailand sukses!Senyuman Seo Woo terlihat bahagia. Hye Jin duduk didepan mesin jahit melihat foto saat masih kecil duduk dibangku taman, lalu mengirimkan pesan pada Ji Woon memastikan kalau besok akan ikut pergi berlibur.
Ji Woon sedang termenung diruangan, membalas pesan Hye Jin “tak akan ikut pergi berlibur”.  Ha Won berjalan masuk ke dalam Hyun Min menatap si playboy masih tertidur lelap, senyumanya terlihat saat wajahnya sangat dekat dengan Hyun Min.
bersambung ke episode 8 

FACEBOOK : Dyah Deedee  TWITTER @dyahdeedee09 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar