Sabtu, 10 September 2016

Sinopsis Cinderella and Four Knights Episode 9 Part 1

PS : All images credit and content copyright : TVN

Ji Woon mencium Ha Won dua kali di tempat barbeque. Pagi hari, Ha Won sudah ada di tempat tidur memeluk erat Ja Young yang tidur bersamanya. Ia terbangun merasakan kepalanya sangat sakit, lalu berpikir kalau tadi itu mimpi yang aneh. Dengan memukul kepalanya kelapanya yang sakit keluar kamar, betapa kagetnya melihat Ji Woon terbaring dilantai depan kamarnya.
Ha Won melihat Ji Woon tertidur pulas dan bajunya ada bekas wine yang tumpah, teringat saat di teras Ji Woon menghabiskan wine sampai tumpah ke bajunya setelah itu menciumnya. Ha Won melonggo karena ternyata bukan mimpi berciuman dengan Ji Woon.
Tiba-tiba Ji Woon terbangun dan Ha Won perlahan-lahan mencoba berjalan meninggalkanya. Ji Woon terlihat belum sadar sepenuhnya saat Ha Won berlari kabur ke dalam kamar mandi. 

Ha Won mengumpat dirinya itu sudah gila dengan menutup mulutnya, tapi tiba-tiba senyumanya terlihat karena ternyata bukan mimpi. Ia menyadarkan dirinya dengan menampar wajahnya karena kenapa harus merasa senang dengan kejadian ini. Tapi senyuman bahagianya kembali datang mengingat kejadian semalam, kakinya tiba-tiba tak sengaja menginjak sabun yang ada dilantai akhirnya terpeleset.
Hyun Min sedang ada dibalkon, Seo Woo didalam kamar, dan Ji Woon didapur mengambil sebotol air mendengar suara orang terjatuh. Ja Young pun sampai terbangun dari tidurnya, semua bergegas pergi menuju kamar mandi. Semua melihat Ha Won sudah tak sadarkan diri di lantai. Ji Woon berjalan dengan kepala yang masih sedikit pusing, lalu melihat Ha Won dan menatap bajunya, seperti merasakan sesuatu. 

Yoon Sung dan Ja Young menunggu didepan ruang UGD. Dokter memberitahu Ha Won terkena gegar otak ringan. Yoon Sung khawatir bertanya apakah Ha Won akan segera tersadar, Dokter membenarkan dan sekarang Ha Won sedang tertidur.
Kalau begitu, apa boleh kami mengirimkannya ke RS di Seoul?” tanya Yoon Sung
Ya. Jika ada RS yang biasa dia kunjungi Kau bisa membawanya. Aku yakin dia akan segera sadar” jelas Dokter
Baiklah. Aku akan mengurus administrasinya dulu kalau begitu” ucap Yoon Sung, Dokter mengerti lalu pamit pergi.
Setelah itu  Yoon Sung menelp memberitahu akan bawa Nona Ha Won keSeoul jadi menurutnya lebih baik mereka pulang dengan mengurus kepulangan masing-masing jadi mereka tidak perlu khawatir Ha Won. Seo Woo yang menerima telp mengerti. 

Seo Woo memberitahu sepupu dan juga Hye Ji memberitahu keadaan Ha Won baik-baik saja dan Yoon Sung yang akan membawanya ke Seoul. Ji Woon yang mendengarnya terlihat masih binggung, Hyun Min bertanya dengan nasib mereka sekarang, apakah tak bisa melihat Ha Won sekarang.
Benar. Dia bilang kalau itu hanya gegar otak ringan Dan Yoon Sung minta Kita pulang dan menunggunya” ucap Seo Woo
Kenapa dia bisa jatuh di kamar mandi dan jadi seperti ini? Dia benar-benar...” kata Hyun Min terdiam melihat Hye Ji yang sedari tadi menatapnya.
Dia benar-benar gadis yang aneh” komentar Hyun Min lalu bergegas pergi akan segera pulang,
Ayo Kita berkemas dan segera pulang” ajak Hye Jin,
Ya. Lagipula, tidak ada yang bisa kita lakukan jika dia tidak disini” kata Seo Woo lalu pergi masuk ke dalam kamarnya

Ji Woon terlihat masih saja diam seperti memikirkan sesuatu tentang Ha Won, Hye Jin bertanya apakah Hyun Min tidak akan mengemasi barang-barangnya. Ji Woon tersadar dari lamunanya mengatakan  tidak butuh lama untuk berkemas. Hye Ji pun akan berkemas juga sekarang. 


Ha Won membuka matanya lalu memanggil perawat yang sedang mengecek kedaaan pasien disebelahnya. Perawat melihat Ha Won yang akhirnya sadar lalu mendekat. Ha Won bertanya Tanggal berapa sekarang. Perawat memberitahu sekarang tanggal 15, Ha Won langsung terbangun dengan mata melotot.
Apa-apaan ini... bahkan belum lewat seharipun?” ucap Ha Won kaget, Perawat binggung.
Maksudku, biasanya jika orang pingsan  Lalu baru terbangun setelah lewat satu minggu Bukankah biasanya begitu? “ kata Ha Won
“Kau harusnya bersyukur, itu tidak terjadi padamu, jadi jangan khawatir” kata Perawat lalu meninggalkan Ha Won. 

Ja Young datang melihat temanya yang sudah tersadar, menayakan keadaanya. Ha Won pikir merasa baik-baik saja walaupun ada wajah khawatir. Ja Young dengan menahan rasa sedihnya,  sangat mengkhawatirkan karena Ha Won pingsan di kamar mandi. Ha Won memeluk temanya agar tak khawatir. 
Oh ya! Dimana yang lainnya?” tanya Ha Won
Hanya Ahjussi Yoon Sung yang membawamu kesini Dia sangat tergesa-gesa” kata Ja Young
Tapi, Ja Young.... Saat seseorang pingsan, bukankah biasanya mereka terkena amnesia sementara Atau hal seperti itu dan tidak ingat  apapun yang terjadi malam sebelumnya, benarkan?” kata Ha Won seperti ingin melupakan kejadian kemarin.
Ada apa denganmu?” tanya Ja Young heran dengan temanya, Ha Won masih mengingat saat Ji Woon menciumnya, lalu mengalihkan meminta agar Ja Young melupakan saja kata-katanya. 

Yoon Sung datang dengan wajah panik mengaku sangat mengkhawatirkannya tapi melihat Ha Won yang sudah sadar bisa merasa lega. Ha Won meminta maaf karena dirinya, lalu mengajak semua untuk segera pulang karena semua pasti menunggu.
Tidak. Kau harus kembali ke Seoul dan memberi gips pada kakimu Aku sudah mendaftarkanmu di RS milik Haneul Group. Yang mereka lakukan disini, hanya pertolongan pertama” jelas Yoon Sung
“Kau bilang  kaki ku di Gips?” ucap Ha Won tak percaya
Mereka bilang, pergelangan kakimu terkilir” kata Ja Youngg, Ha Won merasa mereka hanya bercanda saja lalu melihat kakinya dibalik selimutnya yang sudah digips. Yoon Sung membawakan kursi roda  dan akan membantunya jalan ke mobil

Ji Woon baru selesai berkemas melewati kamar Ha Won melihat semua pakaian tertinggal begitu saja dan melihat ada diatas tempat tidur bahkan kopernya masih ada didalam kamar, lalu melihat ada lembaran kertas rencana yang dibuatan Ha Won selama mereka di vila.
“Dasar.. norak sekali Kenapa dia selalu fokus dengan hal yang tidak penting?” komentar Ji Woon sambil tersenyum.
Hye Ji datang melihat Ji Woon bertanya apa yang sedang dilakukanya,  Ji Woon terlihat gugup menggaku tidak ada yang dilakukanya, lalu mengajak mereka segera pergi. Hye Ji tediam seperti merasakan sesuatu yang berubah dari Ji Woon. 

Di dalam mobil.
Ja Young sudah tertidur dengan bersandar di pundak temanya, Ha Won bertanya  Bagaimana dengan yang lainnya, Yoon Sung mengatakan mereka ada di mobil lain dan dalam perjalanan kembali ke Seoul. Ha Won merasa karena dirinya membuat liburan ini jadi singkat. Yoon Sung pikir tak masalah.
Lagipula, tidak satupun dari mereka akan pergi jika bukan karena dirimu” kata Yoon Sung, Ha Won tiba-tiba tersenyum melihat Yoon Sung, sekertaris Tuan Kang bertanya ada apa dengan Ha Won.
Sepertinya kau tidak tahan dengan alkohol! Kau bahkan tidak banyak minum tapi, tiba-tiba saja kau mabuk dan tertidur! Aku melihat sisi dirimu yang belum pernah. Aku lihatnya, Ahjussi!” kata Ha Won mengodanya, Yoon Sung terlihat gugup
Tolong... ahh... hapus semua itu dari ingatanmu, Nona” ucap Yoon Sung malu, Ha Won makin mengoda Yoon Sung karena wajahna tiba-tiba berubah merah
Aku rasa... kalau begitu, semalam Kau tidak mabuk, nona Ha Won?” ucap Yoon Sung, kal ini gantian Ha Won yang gugup.
Tidak. Semalam, Aku juga mabuk berat Dan karena itu, aku tidak ingat apapun yang terjadi semalam” ucap Ha Won
Apa terjadi sesuatu semalam?” tanya Yoon Sung, Ha Won panik mengaku  Tidak terjadi apa-apa
Tapi kau bilang  tidak ingat apa-apa” ucap Yoon Sung, Ha Won menjelaskan masalahnya... adalah tak ingat apapun dan menyakinkan kalau tidak terjadi apa-apa, Yoon Sung terlihat binggung. 


Dokter memeriksa kaki Ha Won memberitahu kalau Ligamen di kaki tertarik tapi bukan luka yang serius, jadi tak akan ada masalah jika hati-hati menggunakan kakinya beberapa hari kedepan. Ha Won mengerti dan mengucapkan terimakasih pada dokter.
Apa kau sebelumnya pernah menggunakan kruk? Sulit untuk menggunakannya pertama kali tapi, itu akan sangat membantumu” ucap Dokter mengambil alat bantu untuk berjalan. Ha Won melihatnya tak bisa berkata-kata.
Apa dia boleh pergi sekarang?” tanya Ja Young mengambil kruk untuk temanya.
“Yah.. dia bisa pulang sekarang dan Daftarkan saja untuk kunjungan berikutnya, selain ekstra hati-hati untuk beberapa hari kedepan!” jelas Dokter, Ha Young mengerti lalu Ja Young membantu temanya turun. 

Ha Won berjalan dilorong melihat Yoon Sung yang lewat didepanya tapi jalanya seperti terburu-buru sampai tak mendengar pangilan Ha Won. Akhirnya keduanya mengikuti Yoon Sung kemana perginya, keduanya kaget melihat Yoon Sung pergi ke bagian transplatasi organ.
Di dalam ruangan.
Dokter wanita memberitahu Ini benar-benar tidak mudah untuk mendapatkan pendonor. Yoon Sung mengerti dengan wajah sedih, Dokter menyarankan  Yang terbaik baginya adalah untuk memberitahukan keluarga soal kondisinya sekarang ini lalu cari pendonor yang cocok dalam keluarga.
PresDir sangat menentang ide itu” ucap Yoon Sung mengetahui Tuan Kang yang sangat keras kepala.

Sekarang ini, Kita tidak punya pilihan lain selain itu Yang bisa Aku katakan padamu saat ini adalah menunggu” ucap Dokter
Baiklah. Jika Kau menemukan pendonornya, tolong hubungi Aku” ucap Yoon Sung, Dokter pasti akan segera menghubunginya.
Yoon Sung membawa mobil ke depan lobby, lalu membantu Ha Won masuk ke dalam, Ha Won menatap Yoon Sung penasaran sebelum masuk lalu ingin bicara, tapi mengurungkan niatnya dan segera masuk ke mobil agar mereka segera pulang


Di Sky House
Hyun Min dan Seo Woo duduk berhadapan dengan tangan sibuk bermain ponsel, Hye Ji duduk disebelah Seo Woo dengan menatap Hyun Min yang terlihat gelisah. Sementara Ji Woon terlihat masih memikirkan kejadian semalam dengan Ha Won sambil berdiri.
Akhirnya Hyun Min pergi ke dapur untuk mengambil minuman, Hye Ji mengikutinya dan mengajak mereka untuk bicara.  Hyun Min bertanya mengenai masalah apal. Hye Ji mengatakan Soal semalam. Hyun Min mengingatnya dan memutuskan anggap saja tidak terjadi apa-apa. Hye Ji kaget mendengarnya.
“Kita bukan Sederhana saja, jadi kita  anggap hal itu tidak terjadi.. Oke?” ucap Hyun Min lalu kembali ke ruangan tengah. Hye Ji terdiam melihat Hyun Min menganggap kemarin itu bukan hal yang istimewa. 

Ji Woon mondar mandir dengan wajah gelisah seperti merasa bersalah, lau melihat  Hye Ji keluar dari dapur dengan wajah sedih menatap Hyun Min, Hyun Min pun menatap Hye Ji seperti terjadi sesuatu antara mereka berdua di dapur. Ji Woon menghampiri Hye Ji dan bertanya apa yang terjadi, Hye Ji mengaku tidak terjadi apa-apa.
Ha Won masuk rumah dengan kruknya, matanya langsung menatap Ji Woon yang berdiri tak jauh darinya, begitu juga Ji Woon. Seo Woo langsung menghampiri Ha Won dengan wajah khawatir. Ji Woon buru-buru memalingkan wajah tak ingin menatap Ha Won.
Kau tidak apa-apa? Kau bahkan... menggunakan kruk sekarang!!” ucap Seo Woo khawatir, Ji Woon kembali melihat Ha Won dan melihat kakinya yang sudah di gips.
Oh, ini hanya untuk beberapa hari saja” kata Ha Won, lalu mencoba menuruni tangga tapi karena belum terbiasa membuatnya hampir terjatuh saat menuruni tangga.
Ji Woon langsung refleks memegang tanganya agar tak terjatuh, dan kembali saling menatap. Hye Ji melihat keduanya yang terlihat gugup. Ha Won mengatakan kalau baik-baik saja sekarang dengan mengatur nafasnya, karena jantungnya berdebar sangat kencang. 

Hye Ji melihat kedaaan Ha Won pasti tak nyaman dengan mengunakan kruk dan bertanya apakah terasa sangat sakit. Ha Won memberitahu  kalau dokter mengatakan ligamen kakinya sedikit ketarik jadi tak ada yang serius.
Seharusnya kau lebih berhati-hati! Aku akan membantumu” ucap Hyun Min akan maju, Seo Woo langsung menghalanginya.
Meskipun dia bukan tunanganmu?” sindir Seo Woo dan mengatakan akan membantunya. Ha Won langsung menolaknya seperti tak ingin Ji Woon salah paham.
Ah, Ini hanya aku belum terbiasa menggunakannya Aku akan segera terbiasa” ucap Ha Won, Yoon Sung pun memutuskan akan membantu Ha Won. Ji Woon melirik sinis.
Kalau begitu, apa kau bisa memegang ini untukku, Ahjussi?” kata Ha Won memberika kruknya lalu berlari dengan satu kaki dan  segera masuk ke dalam kamar.
Seo Woo heran melihat tingkah Ha Won seperti sedang menghindari mereka. Hyun Min bertanya-tanya ada apa lagi dengan sikap Ha Won, Ji Woon pura-pura acuh mengajak Hye Ji pergi dan akan mengantarnya pulang. Hye Ji seperti penasaran dengan tingkah Ha Won dan berjalan keluar dari rumah. 

Tuan Kang sudah menganti pakaian rumah sakit, Yoon Sung datang dengan Dokter pribadi. Tuan Kang merasa kalau  Ha Won baik-baik saja sekarang. Yoon Sung membenarkan kalau  sudah membawanya kembali ke Sky House. Tuan Kang mengatakan berencana untuk beristirahat d dan rahasiakan soal ini pada mereka Tapi malah hampir ketahuan
PresDir, sampai kapan kau akan menyembunyikan kondisimu ini?” kata Dokter khawatir
Entahlah, mungkin sampai aku mati.” Kata Tuan Kang, Nyonya Ji marah pada suaminya yang bicara sembarangan.
Apa tidak apa-apa kalau beliau keluar sekarang?” tanya Yoon Sung pada dokter.
Siosis hatinya, dari hari ke hari semakin buruk dan  Tidak lama lagi dia akan menderita gagal ginjal. Satu-satunya pilihan yang ada adalah...” kata Dokter langsung disela oleh Tuan Kang.

Tidak apa-apa. Lupakan saja, Aku akan behenti minum, dan....” ucap Tuan Kang kembali disela oleh Dokter kalau Tuan Kang harus melakukan transplantasi
Aku pikir kau sudah mendaftarkanku di daftar penunggu donor” kata Tuan Kang
Ya. benar tapi mencarikan donor bagimu tidak bisa segera...” jela Yoon Sung
Ah, Aku yakin kita akan segera menemukan donor yang cocok bukan begitukan? Apa untungnya jika memberitahukan semua orang kalau aku sedang sakit?” kata Tuan Kang mengajak mereka segera pergi.
Yoon Sung ingin membawakan tas yang dibawa oleh Nyonya Gil, tatapan Nyonya Gil terlihat berbeda sedikit tersenyum lalu mengucapkan terimakasih. Yoon Sung tertunduk merasa kalau itu memang sudah menjadi tugasnya, Tuan Kang berkomentar Pasti akan menyenangkan jika ia memiliki putra seperti Yoon Sung. Yoon Sung pikir ini semua karena Tuan Kang yang  sangat baik


Ji Woon berjalan bersama mengantar Hye Ji ke pulang, Hye Ji bertanya  Apa terjadi sesuatu antara Ji Woon dan Ha Won kemarin. Ji Woon melotot kaget dan terlihat gugup lalu bertanya kenapa Hye Ji menayakan hal itu.
Sepertinya kalian berdua saling menghindar di Sky House.” Kata Hye Ji, Ji Woon pikir tak seperti itu
Sepertinya, Ha Wonlah yang sedang menghindarimu” ucap Hye Ji
Mungkin dia merasa malu soal dia kesandung lalu jatuh.” Pikir Ji Woon
“Coba Bayangkan. Kita semua mabuk berat kemarin, bahkan Kepalaku masih sedikit pusing” kata Hye Ji, Ji Woon membenarkan karena kepalanya juga masih pusing.
Kau terlihat sangat manis saat kau mabuk, Kang Ji Woon.” Ejek Hye Ji, Ji Woon memperingatkan agar jangan bergurau seperti itu.
Tidak, Sungguh! Sudah lama sekali aku tidak melihatmu tersenyum seperti itu” kata Hye Ji, Ji Woon seperti baru menyadarinya

Dua orang pria datang, bertanya apakah Hye Ji adalah putri dari orang yang tinggal di rumah itu. Hye Ji membenarkan. Pria itu bertanya apakah ayahnya ada dirumah. Hye Jin mengatakan ayahnya melakukan perjalanan bisnis.
Ji Woon melihat keduanya seperti preman langsung maju, berusaha melindungi Hye Jin menanyakan siapa mereka berdua.  Dua pria itu mengataka bukan siapa-siapa dan bergegas pergi karena akan kembali lain waktu. Ji Woon heran melihat dua pria yang tiba-tiba langsung pergi. Hye Ji  tak ambil pusing merasa kalau mereka teman ayahnya. 


Pagi hari di Sky House.
Yoon Sung sedang berjalan keluar dari teras menerima telp, terlihat tak percaya dan mengatakan akan segera mendatanginya. Sementara Ji Woon sedang Jogging mengitari rumahnya dengan kacamata hitamnya, langkahnya tiba-tiba terhenti lalu membuka kaca matanya.
Ia teringat saat refleks membantu Ha Won yang hampir terjatuh, lalu Hye Ji yang bertanya ada yang terjadi Ji Woon dan Ha Won kemarin, karena melihat seperti Ha Won yang berusaha menghindarinya dan Ha Won pun langsung berlari kabur dengan satu kaki seperti tak ingin melihat Ji Woon. 

Hyun Min melewati kamar Ha Won melihat mantan tunangan itu baru turun dari tempat tidur terlihat kesusahan berjalan dengan kruk-nya. Akhirnya ia membuka pintu dan mengetuk jendela, Ha Won melihatnya dengan tatapan binggung. Hyun Min bersandar di pintu merasa pasti sudah bisa menduga sebelumnya kalau ini akan terjadi.
Apa kau tidak butuh bantuanku?” kata Hyun Min
Aku ingin berganti pakaian” ucap Ha Won.
Hyun Min mengangguk, Ha Won menyuruh Hyun Min segera keluar, tapi Hyun Mi mengelengkan kepala. Ha Won heran karena Hyun Min tak mau keluar dari kamarnya. 

Nyonya Beolgyo menaruh semangkuk samgetyang diatas trolly makanan ang sudah dibuat seperti meja mewah. Seo Woo datang tak percaya kalau semua makanan itu untuk Ha Won, Nyonya Beolgyo tahu Ha Won sdang terluka jadi harus banyak makan. Seo Woo setuju dan akan membawakan untuk Ha Won. 

Hyun Min keluar dari dress room dengan wajah lemas, merasa tak percaya. Ha Won binggung kenapa Hyun Min tak membawa pakaianya. Hyun Mi mengatakan Pakaiannya bertentangan dengan fashion dan Tidak ada yang layak untuk dipakai disana
Itu tidak benar. Aku yakin ada ribuan orang yang memakainya diluar sana” kata Ha won, Hyun Min meminta agar Ha Won menunggu. Ha Won bertanya mau kemana.
Beli pakaian yang sedikit lebih layak!” kata Hyun Min dan bergegas pergi keluar kamar.
Tiba-tiba dua saudara sepupu kaget, Hyun Min yang keluar kaget melihat Seo Woo yang sudah ada didepan pintu, begitu juga sebaliknya. Seo Woo marah karena hampir saja menabraknya. Hyun Min dengan sinis bertanya kenapa Seo Woo datang.
Seo Woo menunjuk trolly makannya kalau itu semua untuk Eun Ha Won karena Makanan adalah hal terpenting baginya dan bertanya balik kenapa Hyun Min ada dikamar Ha Won. Hyun Min mengatakan ada beberapa hal yang harus diurus, lalu menyuruh Seo Woo untuk minggir dengan mendorong trolly makanan. 

Seo Woo kesal Hyun Min yang hampir meyenggol trolly makananya saat keluar dari kamar, lalu masuk kamar membawakan semuanya untuk Ha Won sebagai Sarapan paginya. Ha Won benar-benar merasa terharu melihat semua makanan diantar ke rumahnya. Seo Woo mengaku Bukan ia yang membuatnya samiil memasangkan serbet di leher agar tak mengotori baju Ha Won.
Aku tahu,. pasti nyonya Beolgyo yang membuatnya Dia benar-benar baik hati!” kata Ha Won
 Tidak, bukan karena dia yang baik hati. Itu karena kau punya selera makan yang gila!” ucap Seo Woo
Ha Won makan dengan garpu terlihat lesu, Seo Woo yang melihatnya merasa aneh. Ha Won bingung, Seo Woo heran Kenapa Ha Won makan sedikit sekali. Ha Won mengaku benar-benar tidak berselera. Seo Woo tak percaya lalu memeriksa dahi Ha Won, lalu pergelengan tangan mengecek denyut nadinya. Ha Won menarik tanganya merasa kalau ia baik-baik saja.

Mana mungkin Eun Ha Won tidak punya selera makan? Apa ada bagian tubuh lainmu yang terluka Selain kakimu? Oh! Apa kepalamu terbentur? Mungkin gegar otakmu, apakah berdampak pada otakmu?” kata Seo Woo memegang kepala Ha Won
Aku bilang, Aku tidak apa-apa!” kata Ha Won tersenyum. Seo Woo terlihat masih khawatir lalu mencoba masakan buatan Nyonya Beolgyo, merasa makanan itu enak.
Sepertinya aku harus makan banyak, melihat kekhawatiranmu Kau bahkan mengurusiku karena aku sakit! Terimakasih.” Ucap Ha Won
Aku ada pertunjukkan besok jadi, Aku tidak akan ada di rumah seharian” ucap Seo Woo
Ha Won pikir tak masalah karena keadanya baik-baik saja, Seo Woo merasa tak yakin, Ha Won menyakinkan kalau ia akan baik-baik saja. Seo Woo tiba-tiba menatap Ha Won lebih dekat, bertanya apakah ia sudah mencuci wajahnya hari ini. Ha Won mengelengkan kepala.
Seo Woo kesal kalau itu memastikan Ha Won tidak baik-baik saja, lalu mengambil serbet dileher dan mencelupkan ke dalam teko menyuruh untuk membersihkanya. Ha Won hanya tersenyum, Seo Woo merasa Ha Won berpikir agar ia membawakan baskom untuk membasuh wajahnya.
Ha Won pikir Seo Woo itu memiliki pikiran yang genius. Seo Woo meminta Ha Won memberikan ponselnya. Ha Won bingung untuk apa. Seo Woo masing mengingat password yang rumit lalu  menyuruh untuk mengubah kode kuncinya, Ha Won bingung apa yang dilakukan Seo Wo pada ponselnya.
Seo Woo mengatakan akan mendowload beberapa permainan yang menyenangkan untuk dimainkan karena Ha Won mungkin akan bosan karena harus terus dikamar. Ha Won tersenyum mendengarnya, Seo Woo menceritakan  Banyak sekali permainan yang dimainkan saat ada di ruangan make up jadi  Ini hal yang terbaik agar tidak bosan
Terimakasih, Kawan!” kata Ha Won, Seo Woo terdiam karena dianggap teman saja oleh Ha Won. 


Dokter bertemu lagi dengan Yoon Sung memberitahu untuk sekarang ini Tuan Kang  harus menunggu setidaknya 2 sampai 3 tahun Tapi, jika ada keluarga yang bersedia memberikan donor maka Urutan daftarnya bisa dipercepat
PresDir minta aku untuk menyembunyikan soal ini pada keluarganya, apapun yang terjadi” jelas Yoon Sung
Ya, tentu saja. Aku tahu soal itu” kata Dokter lalu melirik keluar ruangan, Yoon Sung keluar ruangan melihat seseorang yang sudah menunggunya. 

Keduanya bertemu dicafe,
Orang yang membutuhkan donor sangat keras kepala Tapi pendonornya masih belum ada Mereka yang peduli dengannya pasti sangat khawatir Tapi, beliau menolak kondisinya diketahui oleh anggota keluarganya, benarkan?” ucap si pria, Yoon Do membenarkan  Itulah keadaannya sekarang
Jika pendanornya dari keluarga, beliau bisa langsung di operasi maka tidak perlu mendaftar” kata si pria.
Yoon Do binggung maksudnya, Si pria menjelaskan  Saat ini ada lebih dari 200 pasien yang koma yang berpotensi sebagai pendonor. Tapi, lebih dari ribuan pasien yang mendaftar untuk di transplantasi. Namun jika si pasien memiliki hubungan dengan si pendonor Maka urutan pasien akan naik ke nomer teratas Ini juga berlaku pada mereka yang memiliki hubungan keluarga hanya di atas kertas. Yoon Do terdiam, si pria mengatakan  tentu saja, memalsukan dokumen seperti itu butuh biaya sedikit besar karena bukan hanya ia yang mengerjakannya
“Tapi Bukankah menyelamatkan nyawa seseorang hal yang terpenting saat ini?” ucap Si pria, Do Yoon terdiam si pria mengunakan jalur ilegal. 

Seo Woo merenung sendirian dalam kamarnya, seperti masih shock karena Ha Won hanya menganggapnya sebagai teman saja, Managernya menelp menanyakan keberadaan Seo Woo sekarang. Seo Woo mengatakan kalau sedang berlibur.
Ha Won keluar dari kamar melemaskan otot tangan dan badannya karena selalu berada dikamar membuat badanya jadi kaku. Lalu melirik ke arah kamar Ji Woon bertanya-tanya kemana orang itu, sambil melongokan kepalanya.
Kenapa kau mengintip kamar orang lain?” sindir Ji Woon akan masuk kamar, Ha Won kaget dengan gugup menyangkal kalau tidak mengintip. Ha Won memanggilnya sebelum masuk kamar, keduanya saling menatap lalu sama-sama memalingkan wajah karena gugup.
Ahh...soal yang terjadi kemarin malam...” kata Ha Won langsung disela oleh Ji Woon.
Itu pertama kalinya bagiku” akui Ji Woon, Ha Won melonggo berpikir itu ciuman pertama Ji Woon.
Itu pertama kalinya aku mabuk... dan lupa semuanya” ucap Ji Won. Ha Won mengangguk mengerti.
Ji Woon bertanya bagaimana dengan Ha Won, Ha Won binggung lalu mengatakan karena terkena gegar otak Jadi melupakan semuanya. Ji Woon pikir sudah pasti, lalu sambil mengacak-ngacak rambut Ha Won menyuruh agar Mulai sekarang, kontrol minum alkoholnya itu, lalu masuk ke dalam kamar. Ha Won hanya bisa menghela nafas panjang. 


Tuan Kang seperti pasangan muda lainya, berjalan di mall sambil mengandeng istrinya meminta maaf karena sudah membuatnya menghabiskan waktu di RS menurutnya hal ini tidak pantas dilakukan oleh wanita seperti istrina, jadi kalau memang ada yang Nyonya Ji ini beli katakan saja padanya.
Kau pikir aku mendampingimu agar aku juga bisa berbelanja? Beli sesuatu untukmu! Aku tidak butuh apa-apa” ucap Nyonya Ji
Apa kau ingin aku membelikan semua pakaian yang dijual di toko? Itu yang terpaksa aku lakukan jika kau tidak memilihnya sendiri!” kata Tuan Kang,
Oh, sayang! Kau ini sangat bodoh!” ejek Nyonya Ji
Benarkah? Tidak bisa dihentikan dan tidak bisa berhenti” balas Tuan Kang. 

Nyonya Ji pergi ke bagian tempat dasi melihat jejeran dasi itu yang tersusun rapi. Pegawai datang bertanya apakah Nyonya Ji sedang mencari hadiah untuk seseorang. Nyonya Ji mengatakn ingin berikan sebagai hadiah yang berharga.
Kebanyakan para pria menyukai pola yang seperti ini” kata pelayan menunjuk ke bagian dasi berwarna biru, Nyonya Ji merasa corak itu terlalu membosankan.
Berapa usia orang yang akan kau berikan?” tanya Pelayan, Tuan Kang baru selesai dari kamar mandi melihat istrinya yang sedang memilih dasi.  
Dia masih muda sehingga bisa pakai yang lebih terang” kata Nyonya Ji, Si pelayan memilihkan satu dasi berwarna merah. Nyonya Ji tersenyum bahagia melihatnya
Tentu saja.... Aku masih muda yaitu  Hatiku. Coba Lihat dia, beli hadiah untukku saat Aku minta dia beli sesuatu untuk dirinya sendiri” komentar Tuan Kang merasa bangga dengan istrinya. 

Seo Woo datang ke kantor managementnya bertanya ada apa memanggilnya untuk datang, Sang manager melirik sinis tak percaya dengan tingkah artisnya, sang Assistant memberikan sebuah amplop, Seo Woo kaget melihat foto saat ia bersama Ha Won dan bertanya apa semua ini.
Aku menerima telp dari paparazzi. Mereka akan menerbitkan foto ini, yang mengatakan kau punya kekasih” jelas Manager.
Omong kosong apa ini? Itu tidak benar!” teriak Seo Woo menyangkalnya, manager terlihat tak percaya kalau itu memang tak benar.
Kalian berdua tidak ada apa-apa, kan? Ah, kita tidak bisa berbuat apa-apa jika kenyataannya foto ini ada. Jadi jika mereka menerbitkanhya, Apa Kita sangkal kalau Kau punya kekasih?” kata Managernya, Seo Woo terdiam,
Mereka bilang, akan berencana menerbitkannya besok pagi” jelas assitant manager.
Tidak. Ini tidak oleh tersebar!” tegas Seo Woo

Manager merasa mereka akan menerima banyak telpon dan Semuanya akan sulit untuk sementara waktu Tapi ayakin ini tidak menjadi dampak bagi Seo Woo, karena bukan seperti ciuman atau yang lainya.  Karena yang harus Kau lakukan hanya mengatakan "Kami tidak sedang kencan!" Seo Woo berteriak marah kalau ia tak boleh melakukan itu.
Apa kalian tidak memikirkan dampaknya pada how Eun Ha Won? Waktu itu, dia menderita karena masalah soal dia dan Hyun Min! Menurutmu bagaimana perasaan dia jika dia harus melalui hal seperti ini lagi?” teriak Seo Woo marah
Hei, kenapa tiba-tiba sikapmu seperti ini?” ucap Manager dan assitant sampai kaget mendengar teriakan Seo Woo
Cari cara lain” perintah Seo Woo, Manager binggung karena orang-orang itu  benar-benar gigih dan mereka jadi gila jika ada hal menarik terlihat.

“Ahh... Benarkah? Kalau begitu, berikan mereka berita yang lebih heboh untuk diberitakan!” kata Seo Woo.
Dan darimana kita mendapatkan berita itu?” jerit Manager frustasi tiba-tiba terdiam berpikir kalau bukan “itu” yang dimaksud Seo Wo.
Ya. Aku punya berita yang bahkan lebih heboh dari foto itu. Jangan buat imajinasimu bertambah liar. Ini bukan hal seperti itu, oke?” tegas Seo Woo sebelum keluar gedung.
Manager memegang dadanya merasa Jantungnya baru saja berhenti berdetak dan bertanya-tanya  Kapan si Seo Woo itu jadi tambah dewasa. Assitantnya meminta agar Manager Seo Woo untuk sadar sekarang juga. 
bersambung ke part 2 

FACEBOOK : Dyah Deedee  TWITTER @dyahdeedee09 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar