PS; yang udah baca blog / tulisan aku.. Tolong minta follow account IG aku yah dyahdeedee09 & Twitter @dyahdeedee09 jadi biar makin semangat nulisnya. Kamsahamnida.

Rabu, 14 September 2016

Sinopsis Love In The Moonlight Episode 8 Part 2

PS : All images credit and content copyright : KBS

Byung Yun menemui seorang nenek yang sedang mengangkat jemuran sambil bercerita Pada awalnya, ia pikir wanita itu adalah seorang janda karena hanya tinggal bersama putrinya, tapi kadang-kadang mendengar ada suara perkelahian dan beberapa pria datang dan meninggalkan gandum di pintu.
Jadi, aku berpikir bahwa orang itu adalah ayah... tapi pria itu adalah Hong Gyeong Nae.” Bisik Nenek
Pernahkah kau mendengar tentang wanita itu  sejak kerusuhan itu?” tanya Byung Yun,
Ya ampun, aku yakin dia meninggal. Para penjaga menggeledah seluruh negara ini untuk menangkapnya Jadi Tidak mungkin dia akan diampuni” cerita si nenek
Byung Yun bertanya apakah Nenek itu tak ingat dengan anaknya itu. Di belakang semak-semak terlihat anak buah Ui Gyo sedang mencari tahu uga tentang klan Hong. Nenek itu pikir tak mengingatnya karena masih kecil, tapi yang ia ingat anak itu memiliki mata yang terang dan cantik. Byung Yun bertanya siapa nama anak itu, si nenek mencoba mengingat-ingat dan menyebut nama Ra On. 

Pangeran Lee sudah masuk rumah, berkomentar Sepertinya Feng Shui di rumah PM Kim itu menakjubkan, melihat bahwa pejabat yang tidak bisa datang ke pertemuan karena sakit dan semua sudah pulih sekarang adi berpikir untuk memindahkan pertemuan partai politik ke rumah PM Ki daripada mereka harus ke istana.
Bagaimana pendapatmu tentang itu?” tanya Pangeran Lee menyindir
Kau harus tahu bahwa pejabat berkumpul secara terpisah untuk membahas politik karena loyalitas mereka kepadamu dan bangsa ini. Tanah ini, Joseon, sudah berjalan selama 400 tahun di bawah kekuasaan 4 klan. Bagaimanapun juga, ini untuk membantumu yang mengabaikan sejarah ini dan bersikeras mengambil jalanmu sendiri, bukankah tugas kami untuk membantumu... mengambil jalan yang benar?” kata PM Kim
Bagaimanapun uga , sepertinya "jalan yang benar" yang kau dan aku pikirkan menuju arah yang berbeda.” Balas Pangeran Lee dengan senyuman

Kalau bunga merah yang cerah tumbuh di antara hijaunya hamparan rumput, sudah menjadi sifat manusia untuk ingin memetik bunga itu.” Ucap PM Kim memberikan perumpaman
"Kau akan terluka kalau kau terlalu menonjol?" Apa itu yang ingin kau katakan?” kata Pangeran Lee dengan tatapan sinis.
PM Kim pikir kalau Pangeran Lee ingin memetik bunga itu maka rumput di sekitarnya akan terinjak terlebih dulu, lalu mengingatkan Raja memiliki begitu banyak penyesalan setelah kehilangan istrinya 7 tahun yang lalu jadi memperingatkan Pangeran Lee agar Jangan menganggap kesetiaanknya sebagai hal yang sia-sia dan kalau memang membutuhkan bantuan maka datang menemuinya kapanpun.
Ada pepatah: "Cukup dari Cincin saja". Melakukan pekerjaanmu dengan benar bukanlah sesuatu dimana kau harus merasa malu.” Ucap PM Kim, Pangeran Lee hanya menatap dengan mata berkaca-kaca. 


Yoon Sung dan Ha Yeon bertemu disebuah restoran,  Ha Yeon bertanya apakah Yoon Sung terkejut karena tiba-tiba meminta untuk bertemu. Yoon Sung pikir tidak juga karena merasa yakin Ha Yeon  memiliki alasan dan mempersilahkan untuk duduk.
Meskipun pernikahan ini dirahasiakan, aku sangat ingin tahu tentang pria yang mungkin akan menjadi suamiku, jadi aku dengan tidak hormat meminta untuk bertemu.” Akui Ha Yeon
Jadi, apa rasa penasaranmu sudah mulai hilang sekarang ?” tanya Yoon Sung
Ya, tapi... aku khawatir. Untuk menjadi istri seseorang sebesar dirimu, aku sangat kurang dalam banyak hal.” Kata Ha Yeon, Yoon Sung bertanya hal apa yang maksud dibicarakanya.
Aku dibesarkan sebagai putri tunggal jadi aku kurang perhatian kepada orang lain... dan aku kurang sabar.” Akui Ha Yeon, Yoon Sung tersenyum berkomentar kalau  Itu sebuah masalah.

Terlebih lagi, aku lebih suka membaca buku daripada menjahit... Aku sudah hafal beberapa cerita rakyat yang mungkin akan membuatmu ketakutan. Orang tuaku sangat khawatir.” Akui Ha Yeon mencoba memperlihatkan sisi buruknya
Yah, aku tidak sama dengan rumor yang beredar. Jadi, jangan khawatir dengan apa pun.” Kata Yoon Sung
Ha Yeon kaget merasa kalau Yoon Sung bisa menerimanya, Yoon Sung tersenyum mengaku bisa tahu apa yang diinginkan Ha Yeon jadi tidak perlu khawatir dan tahu apa yang dingin dikatakan Ha Yeon adalah "Aku tidak ingin menikahimu... tapitakut dengan konsekuensinya kalau menolak." Ha Yeon binggung lalu menduga  kalau Yoon Sung memiliki wanita lain di hatinya.
Yoon Sung pikir mereka tidak melihat perbedaan, Ha Yeon pun bertanya apa yang mereka lakukan sekarang.  Yoon Sung pikir mereka untuk mencari cara membatalkan pernikahan ini secara damai.


Pangeran Lee pulang melewati pasar, seorang pedagang memanggilnya agar melihat barangnya, kalau iutu adalah gelang keabadian yang akan mengikat nasib kalian berdua bersama-sama selamanya. Pangeran Lee bingung apa maksunya  Gelang keabadian
Kalau kau membagi gelang ini dengan kekasihmu, bahkan jika kalian berdua berpisah,maka kalian hanya akan berputar-putar sampai kalian berdua bertemu lagi.” Ucap pedagang. Pangeran Lee ingin mengambilnya saat itu juga seseorang ingin mengambilnya.
Ha Yeon dan Pangeran Lee menatap kaget dan Ha Yeon pun melepaskan tanganya dari gelang tak percaya  akan bertemu dengannya di tempat seperti ini. Pangeran Lee hanya menatap dengan senyuman karena pasti merasa dibuat-buat. Ha Yeon heran Pangeran Lee menatapnya sepert itu.
Apa ini juga sebuah kebetulan yang direncanakan?” sindir Pangeran Lee
“Ah, kali ini benar-benar sebuah kebetulan. Kalau begitu... ini benar-benar takdir? Kau tidak tahu bagaimana caranya berbasa-basi.” Kata Ha Yeon
Pangeran tak mendengarnya malah melihat ke arah depanya,  melihat sosok Byung Yun yang sedang dikejar-kejar oleh seseorang dan berusaha menghalangi jalan.

Flash back
Pangeran Lee bertanya apakah Byung Yun sudah memiliki rencana khusus untuk besok. Byung Yun mengatakan Ada pelatihan untuk para penjaga, jadi  akan berada di tempat pelatihan sepanjang hari besok.
Akhirnya Pangeran Lee pun berlari ke arah Byung Yun, Ha Yeon mengikuti Pangeran Lee dari belakang. Byung Yun melawan banyak orang dengan pedangnya, saat itu Pangeran Lee yang hanya melihat ikut di kepung akhirnya Byung Yun melempar pedangnya.
Pangeran Lee mulai berkelahi dengan pedang dan memegang Ha Yeon agar tak terkena pukulan. Ha Yeon bisa pindah ke tempat yang aman, lalu terlihat ketakutan karena berada ditengah-tengah perkelahian.
Aku akan masuk ke kerumunan setelah hitungan ke-3, jadi kau bisa melarikan diri lewat belakang.” Kata Byung Yun yang saling berpunggungan dengan Pangeran Lee.

Saat hitungan ketiga Pangeran Lee tetap melawan semua orang yang tak dikenalanya, sampai akhinya hanya satu orang saja masih hidup memilih untuk pergi. Pangeran Lee menemui Ha Yeon untuk menanyakan kedaaanya. Ha Yeon yang berjongkok sambil menangis langsung memegang tangan Pangeran Lee. Wajah Pangeran Lee binggung di pegang tanganya oleh seorang wanita.
Aku sangat lega bahwa kau aman, Putra Mahkota.” Ucap Ha Yeon, Pangeran Lee pun membantunya agar bisa bangun, Saat itu melihat sebuah topeng yang terjatuh ditanah, lalu memegang erat-erat seperti sudah bisa menebak siapa orangnya. Byung Yun akan kembali melihat pangeran Lee memegang topengnya kaget dan memilih untuk bersembunyi lebih dulu. 

Pangeran Lee berjalan dengan diam dan Byung Yun mengikutinya dari belakang. Byung Yun memberanikan diri bertanya alasan Pangeran Lee yang  tidak bertanya kepadanya. Pangeran Lee bertanya siapa sebenarnya Byung Yun sampai harus dikejar-kejar oleh banyak orang.
Kau tidak akan merahasiakannya kalau itu adalah sesuatu yang bisa kau beritahukan kepadaku.” Kata Pangeran Lee, Byung Yun memanggilnya
Aku ingin sendirian untuk sementara waktu, kau pergi saja.” Ucap Pangeran Lee berjalan pergi, tapi kembali membalikan badanya.
Byung Yun... Kalau aku hanya bisa mempercayai satu orang di dunia ini, itu adalah kau... Kau tahu itu kan?” kata Pangeran Lee, Byung Yun hanya diam saja.

Pangeran Lee pergi ke sebuah teman mengingat kembali perkataan PM Kim “Betapa sedihnya Yang Mulia Raja setelah dia kehilangan Yang Mulia Ratu tujuh tahun yang lalu?” lalu saat masih kecil berbicara pada ayahnya kala  sudah mendengar dari perkataan orang-orang kalau ibunya itu  meninggal bukan karena penyakit.
Siapa orang-orang yang mencoba untuk menyakiti ibuku?” kata Pangeran Lee, Raja terlihat sangat marah
Kau tidak boleh berbicara tentang hal ini lagi! Apa kau mengerti?!!” ucap Raja marah
Ayah, tolong katakan kepadaku... Tolong temukan mereka. Tolong temukan orang-orang yang menyebabkan penyakit ibu!” kata Pangeran Lee menangis.
Pangeran Lee terdiam dengan menatap sedih kedaaan sekarang tanpa ibunya. 


Ra On masuk ke ruangan bertanya kemana saja Pangeran Lee dari tadi. Pangeran Lee mengatakan bertemu dengan seseorang yang sudah lama dirindukan. Ra On penasaran siapa orangnya. Pangeran Lee menjawab kalau itu ibunya. Ra On bertanya seperti apa Ratu sebelum meninggal.
Dia ingin tahu tentang kehidupan di luar istana dan merasa jenuh di dalam istana.” Cerita Pangeran Lee, Ra On berkomentar itu seperti Pangeran Lee saat seperti ini.
Dia membuat staf kerajaan menderita karena dia tidak pernah berhenti bersikap konyol” cerita Pangeran Lee. Ra On yakin itu memang seperti Pangeran Lee sekarang.
Tapi dia lebih hangat dan lebih bijaksana daripada orang lain. Aku tidak bisa melindunginya, Aku tak bisa melakukanya. Saat itu aku tahu Bahwa aku harus menjadi kuat untuk melindungi mereka yang berharga bagiku.” Ucap Pangeran Lee dengan mata berkaca-kaca menatap Ra On.
Apa kau sangat khawatir karena aku menghilang tanpa sepatah kata pun?” ucap Pangeran Lee berjalan mendekati Ra On, Ra On hanya tertunduk tak bisa menjawabnya.
Kau tidak harus mengatakan sepatah kata pun. Bahkan berdiri diam seperti ini, bukankah kau adalah obat penyemangatku?” kata pangeran Lee sambi menyentil topi Ra On, Ra On hanya bisa menatap Pangeran Lee yang tersenyum padanya. 


Ha Yeon membuat sulaman dari benang membentuknya menjadi sampul buku yang sangat bagus dan mengingkatanya dengan kain. Esok Pangeran Lee binggung tiba-tiba Kasim Jang memberikan seperti hadiah, bertanya apa itu. Kasim Jang mengatakan itu untuk Pangeran Lee dari rumah PM Kim. Pangeran Lee melihat surat yang diselipkan.
Ra On baru saja menuruni tangga dan melihat Pangeran Lee keluar dengan membawa bungkusan, Akhirnya ia mengikutinya dan melihat Pangeran Lee pergi ke taman dan bertemu dengan seorang wanita. Betapa kagetnya Ra On melihat wanita itu adalah Ha Yeon yang sebelumnya meminta nasehat tentang perjodohan padanya.
Ra On bersembunyi sambil mengingat cerita Ha Yeon sebelumnya,   Beberapa waktu yang lalu, dia menyelamatkanku dari bahayamungkinkah ini hal selain takdir? Aku berencana untuk secara serius mengungkapkan hatiku yang tulus kepadanya sesuai saranmu.” Ucap Ha Yeon

Ra On sedih melihat dirinya yang harus mengunakan pakaian pria tak bisa mengungkapkan perasaanya pada Pangeran Lee. Lalu Pangeran Lee memberikan hadiah pada Ha Yeon. Ha Yeon bertanya apakah Pangeran Lee tidak senang dengan hadiahnnya. Pangeran Lee mengatakan kalau ia  bahkan tidak membukanya jadi tidak tahu apa yang ada di dalamnya. Ha Yeon merasa Pangeran Lee sudah menyelamatkan hidupnya. Pangeran Lee pikir itu  hanya kebetulan.

Aku terjaga beberapa malam untuk membuatnya, karena kurangnya keterampilan jariku dan minat dalam menjahit. Aku terus berpikir tentang kau dan merindukanmu.” Akui Ha Yeon, Pangeran Lee hanya menatapnya. Ra On melihat keduanya dengan mata berkaca-kaca menahan tangis dan memilih untuk pergi. 

Ra On pergi ke perpustakaan melihat Pangeran Lee yang sedang membaca. Pangeran Lee tersenyum bisa merasakan kedatangan Ra On, lalu membalikan badanya. Ra On panik dan buru-buru pergi, Pangeran Lee menghalangi jalannya dengan berjalan sesuai dengan langkah Ra On.  
Pangeran Lee mengoda kalau Ra On itu tidak ingin satu langkah pun jauh darinya. Ra On memilih untuk berbalik arah ke jalan yang lain. Pangeran Lee binggung lalu melihat Ra On kembali membalikan badanya.
Boleh aku bertanya? Pernahkah kau jatuh cinta dengan seorang wanita?” tanya Ra On, Pangeran Lee mengaku pernah.
“Apa Kau memang ssudah pernah? Kapan dan perempuan seperti apa dia?” tanya Ra On penasaran
Sekarang.... Seorang wanita yang sangat cantik.” Akui Pangeran Lee yang tertuju pada Ra On
Lalu... kenapa kau terus melakukan hal ini kepadaku? Beberapa kali dalam sehari... aku merasa senang, marah dan sakit hati. Itu sulit bagiku. Aku tidak seharusnya mempertanyakan atau penasaran tentang.. perasaan apa yang kau miliki untukku? Meskipun aku kasim di istana... Bukan berarti perasaanku adalah milikmu.” Kata Ra On  menahan rasa sedihnya lalu pergi, Pangeran Lee terdiam dan tak bisa menghentikan langkah Ra On.  

Ra On berbaring di alas tidurnya, mengingat saat Pangeran Lee memberikan sebuah hadiah ke tangan Ha Yeon dan berpikir kalau wanita itu adalah orang yang disukainya sekarang.
Pangeran Lee terdiam dalam kamarnya mengingat kata-kata Ra On “ Meskipun aku kasim istana... bukan berarti perasaanku adalah milikmu.

Byung Yun mengikuti ayah tiri Ra On dari belakang lalu menyadari kalau ada orang yan membuntutinya dari belakang. Dengan cepat Byung Yun mencari jalan lain dan Ayah Tiri Ra On sedang berjalan langsung ditari oleh Byung Yun dan menyuruhnya agar tak bersuara. Saat itu beberapa orang yang mengikuti Byung Yu berjalan melewati mereka.
Sementara Pangeran Lee berjalan masuk ka Jahyeodong, keduanya sempat saling menatap sampai akhirnya Ra On tertunduk menanyakan kenapa Pangeran Lee datang menemuinya. Pangeran Lee terlihat seperti memegang sesuatu. 

Ayah tiri Ra On melihat pedang yang dibawa Byung Yun, bertanya apakah ia sedang mencari Ra On dan Bagaimana ia bisa mengetahui nama itu. Byung Yun memastikan kalau Ra On adaalh gadis yang ditemukannya saat festival lentera sepuluh tahun yang lalu dan membesarkannya sejak saat itu.
Aku bukan mencoba untuk menyakiti dia, tapi melindunginya. Jadi tolong beritahu aku.” Ucap Byung Yun meyakinkan.
Terlepas dari apa yang kau coba lakukan, dia melarikan diri pada malam hari.” Cerita Ayah tiri Ra On
Apa kau tahu ke mana dia pergi?” tanya ByungYun, Ayah Tiri Ra On mengaku tak tahu makanya datang ke tempat ini karena mengira Ra On ada dirumah lamanya. Byung Yun menatapnya seperti ini melihat apakah orang itu berbohong.
Kalau orang lain mengunjungimu untuk mencari keberadaannya, beritahu mereka bahwa kau tidak tahu.... Ah tidak... Sebelum itu, lebih baik Larilah. Kau akan berada dalam bahaya di sini.” pesan Byung yun lalu pamit pergi, Ayah Ra On menahanya sebelum pergi.
“Tapi.... Tidak akan ada yang terjadi pada Ra On, kan?” ucap Ayah tiri Ra On khawatir 

Pangeran Lee berjalan mendekati Ra On lalu meraih tanganya, Ra On menariknya bertanya apa yang ingin dilakukanya. Pangeran Lee memasangkan gelang berwarna pink pada tangan Ra On dan ditanganya sudah dipasang gelang berwarna biru. Ra On binggung bertanya apa maksudnya Pangeran Lee memasangkan itu.
Ini adalah aksesori yang cocok untuk wanita cantik. Apa kau tidak melihatnya?” ucap Pangeran Lee
“Kau bilang  Seorang... wanita cantik?” kata Ra On binggung
Sudah kukatakan aku memiliki seseorang... Seorang wanita yang aku cintai... tepat di depanku.” Akui Pangeran Lee yang sudah mengetahui kalau Ra  On seorang wanita cantik yang dicintainya. 

Byung Yun akan pergi, Ayah tiri Ra On memanggilnya  memastikan kaalu Byung Yun itu benar-benar mencari Ra On untuk melindunginya. Byung Yun sedikit menoleh lalu mengangukan kepalanya. Ayah tiri Ra On menyebut nama Sam Nom, Byung Yun kaget bertanya apa yang dikatakanya tadi.
Hong Sam Nom. Dia ada di istana. Dia dijual oleh rentenier untuk melunasi hutang. Aku hanya mendengar itu.” Kata Ayah tiri Ra On, Byung Yun benar-benar kaget ternyata orang yang dicarinya sangat dekat denganya. 

Ra On terlihat shock berjalan mundur, Pangeran Lee menatap Ra On berkaca-kaca lalu meraih tanganya kembali mengungkapkan  akan memperlakukan Ra On sebagai wanita yang paling berharga, Ra On melongg mendengarnya. Pangeran Lee dengan senyuman bertanya apakah Ra On tak masalah dengan hal itu. Ra On terdiam benar-benar kebinggungan.
bersambung ke episode 9

FACEBOOK : Dyah Deedee  TWITTER @dyahdeedee09 

1 komentar:

  1. Seruuuu banget. Akhirnya Young ngakuin juga klo dia ah tau Ra On itu cewek... ditunggu eps selanjutnya ya... semangat dan terima kasih

    BalasHapus