Selasa, 27 September 2016

Sinopsis Love In The Moonlight Episode 11 Part 1

PS : All images credit and content copyright : KBS

Ra On kaget melihat Kasim Han datang menemuinya di tempat yang tak biasa. Kasim Han mengaku sudah mencarinya kemana-mana. Ra On makin binggung karena Kasim Han mencarinya, Kaism Han mengatakan ingin memberitahukan sesuatu kepadanya dengan memanggil nama Ra On. Ra On kaget Kasim Han bisa mengetahui nama aslinya.
Bagaimana kau bisa tahu namanya? Hong Ra On.” Kata Pangeran Lee sudah berdiri dibelakanganya, Kasim Han kaget melihat pangeran Lee yang datang.
Putra Mahkota... Dia tidak ingat tapi aku mengenal dia saat dia masih kecil.” kata Kasim Han dengan sedikit gugup. Ra On menatap Kasim Han terlihat kebingungan begitu juga Pangeran Lee 

Kasim Han dan Pangeran Lee bertemu di ruanganya, Pangeran Lee mengaku  terkejut bisa bertemu dengan Kasim Han di tempat yang tidak  terduga. Kasim Han juga mengaku merasa seperti itu juga.  
Apa hubunganmu dengan dia sampai kau mencarinya selama ini?” tanya Pangeran Lee
Aku sangat berhutang budi kepada Ibu dari Kasim Hong dan berharap untuk bisa meringankan hutangku dengan tetap menjaga Ra On selalu dekat, namun karena perpisahan kami yang tiba-tiba aku tidak mampu melakukannya.” Jelas Kasim Han
Jadi itu adalah hubungan sebelum dia kehilangan ibunya. Kalau begitu kau sudah mengetahui situasinya?” kata Pangeran Lee
Bahwa dia bukanlah seseorang yang bisa menjadi kasim?” ucap Kasim Han
Sepertinya kau akan bisa membayar hutangmu. Sebagai Kepala Kasim, tolong jaga dia untuk sementara ini di istana.” Kata Pangeran Lee, Kasim Han sempat kaget dan mengatakan akan mengikuti perintah Pangeran. 

Kasim Han keluar dari tempat raja, Ra On berlari memanggil Kasim Han ingin mengetahui sesuatu. Kasim Han hanya melirik merasa yakin Ra On memiliki banyak pertanyaan jadi memintanya agar menunggu beberapa saat sampai memanggilnya untuk datang. Ra On pun hanya bisa diam dengan wajah penasaran, Kasim Han keluar dari tempat Pangeran dengan wajah dingin. 

[Episode 11 Janji]

Ra On mengaduk-ngaduk tinta sementara Pangeran Lee sibuk menulis. Pangeran Lee mengatakan  akan menjadwal ulang pertemuan dengan gurunya. Ra On bisa mengerti lalu bertanya orang seperti apa gurunya itu. Pangeran Lee mencerita gurunya itu Seseorang bisa banyak belajar  kecuali satu saja yaitukebiasaan minum.
Apa yang dia lakukan saat dia minum?” tanya Ra On
Dia berteman dengan setiap makhluk kecil dan besar, dan berkomunikasi dengan mereka.” Cerita Pangeran Lee
Aku tahu seseorang seperti itu, mirip dengan Kakekku. Saat dia minum, maka  setiap orang di desa, dan bahkan anjing, menghindarinya.” Cerita Ra On dengan senyuman bahagia.
Ra On.... Apa ini menyenangkan untukmu?” ucap Pangeran tiba-tiba mendekat.
Ra On gugup Pangeran Lee tiba-tiba menatap dan mendekatkan wajahnya, Pangeran Lee langsung memberikan tanda di dahi Ra On mengatakan kalau itu adalah hatinya. Ra On binggung kenapa itu sebagai bentuk Hatinya.  Pangeran Lee menceritakan sudah menandainya sejak lama. Ra On pun hanya bisa tersenyum melihat tanda di dahinya. 


Byung Yun bertemu dengan Kasim Han diam-diam, bertanya Apa Kasim Han menyembunyikan identitasnya untuk menghancurkan istana. Kasim Han mengaku  tidak pernah khawatir kepada Byung Yun, lalu bertanya apakah ia tahu siapa yang akan menghancurkan nama keluargannya dan membawa kematian pada seluruh keluarganya.
Selama satu dekade terakhir, aku sudah dengan sangat ketat merawat tiga Raja. Aku mulai dengan harapan kecil saat mereka mulai bertahta, dan berakhir dipenuhi dengan kemarahan serta rasa putus asa untuk mereka semua. Tidak ada lagi harapan untuk Dinasti Yi Joseon.” Jelas Kasim Han
Lalu, apa tugas 'Topeng Putih' untuk harapan baru? Apa sebuah pemberontakan baru?” tanya Byung Yun
Itu hanya trik. Bagaimana mungkin pemberontakan akan membawa harapan? Apa yang anak itu ingat dari pemberontakan 10 tahun yang lalu?”ucap Kasim Han, Byung Yun mengatakan kalau Ra On  tidak ingat apapun.

Pangeran Lee dan kasim Jang pergi ke penjara melihat si anak kecil yang menangis sendirian, seperti merasa ketakutan. Wajah Pangeran Lee sepeti itu sedih melihat si anak kecil yang harus di penjara tanpa tahu apapun. Teringat kembali saat pertemuan dengan si anak kecil.
Apa itu negara yang baik?” tanya Pangeran Lee
Bukankah Raja yang khawatir kepada rakyatnya akan tahu jawabannya?” kata si anak kecil 

Pangeran Lee bertemu dengan semua perdana mentri, dengan wajah marah mengatakan Tidak dapat menerima keputusanya, karena tu  adalah hukuman yang terlalu keras untuk orang dewasa dan bertanya lalu bagaimana seorang anak bisa bertahan dengan hal itu.
Dia seorang penjahat yang sangat tidak layak. Dia mengancam istana, maka usia tidak ada hubungannya.” Kata Geun Gyo
Kalau begitu bawakan aku bukti yang menghubungkan dia dengan kejahatannya secara langsung.” Tantang Pangeran Lee
Dalam rangka untuk mendapatkan bukti, kita akan  menginterogasinya.” Ucap Geun Gyo, PM Kim hanya diam saja seperti memang sengaja membiarkan semuanya.
Ada pepatah "sesuatu yang besar dimulai dengan sesuatu yang  kecil." Kita tidak bisa membiarkan api semakin besar setelah mengabaikan api yang kecil.” ucap Ui Gyo dengan nada sedikit menyindir.
Aku tidak akan mendengar apapun lagi. Kalau benar dia sudah  belajar perdagangan sebelum membaca. Orang-orang yang harus dihukum adalah aku dan juga kalian... Lepaskan dia sekarang!” perintah Pangeran Lee
Tolong pertimbangkan kembali” kata semua Mentri sambil membungkuk selain PM Kim dan juga Mentri Jo. 

Pelayan istana sedang mencicipi masakan raja seperti biasanya, tiba-tiba penutup makannya terlempar dan juga sumpitnya terlihat ada noda hitam seperti berkas racun. Raja panik bertanya apa yang ada didalam makananya. Kasim Han juga kaget bagaimana bisa makanan itu untuk raja.
Semua langsung lalu lalang di dalam istana seperti ada kegaduhan, Kasim Jung yang melihatnya mencoba menghentikan pelayan  bertanya apa sebenarnya yang terjadi. Pelayan memberitahu Ada racun di atas meja Yang Mulia Raja. Kasim Jung kaget lalu bertanya kedaaan Raja sekarang.  Pelayan mengatakan kalau bersyukur Raja yang tidak terluka. Kasim Jung mengeluh kalau Kantor Kasim akan menjadi kacau lagi

Geun Gyo melihat jejeran makanan raja diatas meja, lalu bertanya pada Panglima apakah sudah membawa semua pelayan istana yang memasuki dapur istana hari ini. Panglima mengatakan sudah tapi ada satu orang lain yang masuk dan bukan merupakan pelayan istana.
“Apa memang ada seseorang yang bukan pelayan istana? Lalu Siapa itu?” tanya Geun Gyo
Dia orang yang mengirimkan bahan-bahan makanan yang diletakkan di atas meja raja. Saat ditemukan bahwa ada sesuatu yang mencurigakan, maka dia melarikan diri dan menghilang.” Jelas Si Panglima. Geun Gyo penasaran siapa orangnya.
Dia adalah ayah dari gadis yang ditemukan bersama propaganda  itu.” ucap Si Panglima, Geun Gyo bisa tersenyum karena menemukan bukti yang kuat kalau si anak kecil terlihat dalam pemberontakan. 

Tuan Jung diam-diam mengintip dari depan kamar Putri Myung Eun, seperti rasa rindu yan datang. Putri Myung Eun tiba-tiba keluar dari  kamar, Tuan Jung buru-buru bersembunyi. Pelayan mengatakan seharusnya tidak makan dan langsung pergi seperti itu.
Apa kau tidak tahu bahwa kehilangan berat  badan lebih sulit daripada mempertahankannya? Jangan ikuti aku, Kau hanya akan menghalangiku.” Ucap Putri Myung Eun kesal lalu bergegas pergi.
Putri Myung Eun berjalan lalu menatap wajahnya di cermin yang sudah terlihat langsing kembali, Tuan Jung diam-diam mengikutinya dari belakang. Putri Myung Eun kaget melihat bayangan Tuan Jung terlihat di cermin dan buru-buru pergi. Tuan Jung berusaha mengikutinya dan tiba-tiba Putri Myung Eun sudah ada didepanya.
Siapa kau?” tanya Putri Myung Eun, Tuan Jung mulai gagap ingin memasukan tanganya ke dalam baju.
“Kau Menjauh dariku, kalau tidak aku akan memanggil penjaga!” ancam Putri Myung Eun, Tuan Jung berusaha ingin memberitahu tujuanya, tapi gagapnya tak bisa hilang dan berusaha mendekat.
“Hei..... Lihat di sini! Apa tidak ada seorang pun di sana ?!” teriak Putri Myung Eun berjalan mundur
Karena tak melihat kebelakang langkahnya malah membuatnya tersandung, Tuan Jung langsung menariknya agar tak terjatuh. Keduanya saling menatap dengan jarak yang sangat dekat. Tuan Jung tak tahan akhirnya jatuh lemas, Badan Putri Myung Eun yang bersandar padanya ikut jatuh berada diatasnya.
Putri Myung Eun langsung berdiri menamparnya, Tuan Jung menanyakan keadaan putri, tapi putri Myung Eun tetap menamparnya karena marah. Tuan Jung dengan wajah khawatir menanyakan keadaan putri Myung Eun sekarang. Putri Myung Eun menahan tanganya yang ingin menampar lalu memperingatkan kalau mendekatinya lagi, maka tidak akan memaafkannya. Tuan Jung melihat di dalam bajunya sebuah kotak berisi kue bunga yang ingin dberikanya. 


Geun Gyo melaporkan kalau anak yang dilepaskan beberapa hari berdasarkan perintah Pangeran Lee, memang benar sebagai bagian pemberontakan dengan menaruh racun di makanan raja.
Pangeran Lee teringat saat bertemue dengan si anak menceritakan tujuanganya, Si Anak mengatakan mengikuti ayahny  yang mengirimkan sayuran ke istana.
Tapi apa kau mengatakan bahwa anak itu melarikan diri bersama  ayahnya?” tanya Pangeran Lee masih tak percaya, Geun Gyo membenarkan.
Putra Mahkota , itu adalah penjahat yang mencoba untuk  menyakiti Yang Mulia. Tolong beri kami perintah untuk menemukan dan menghukumnya.” Ucap Ui Gyo, Pangeran Lee hanya bisa terdiam seperti merasa kecewa yang mendalam. 

Pengawal istana dan beberapa yang lainya masuk ke Jahyeondong mencari-cari sesuatu. Panglima binggung kalau Pencarian dari tempat Kasim sudah selesai, kenapa mereka harus pergi ke tempat seperti ini. Kasim Jung memberitahu kalau Satu kasim juga tinggal dan seorang pria yang aneh jadi meminta agar mencoba lakukan pencarian secara diam-diam.
Salah satu pengawal istana menemukan sesuatu, yaitu baju wanita. Kasim Jung  melihatnya merasa kalau penemuan ini benar-benar luar biasa

PM Kim menemui raja bertanya seberapa besar kekhawatiran sekarang. Raja pikir  Kalau seseorang memiliki keinginan yang kuat, maka siapapun bisa melakukan kesalahan tapi Sungguh melegakan karena pelaku yang melarikan diri sudah ditangkap. PM Kim membenarkan.
Bagaimanapun juga, kejadian ini tidak akan terjadi kalau bukan  karena Yang Mulia Putra Mahkota.” Ucap PM Kim sengaja menyalahkanya, Kasim Han melirik seperti tak suka dengan PM Kim.
Apa yang terbaik untuk dilakukan sekarang?” tanya Raja
Aku mengerti kalau dia masih berusia muda, jadi kita harus memperingatkan dia karena sudah mengulangi  kesalahannya. Untuk menenangkan kemarahan rakyat, tolong cepat dan lanjutkan pernikahan kerajaan.” Saran PM Kim, Kasim Han makin melirik sinis
Tapi Putra Mahkota tidak berkeinginan untuk menikah...” kata Raja mencoba menjelaskan
Kebaikan apa yang sudah terjadi dengan mengikuti keinginan Putra Mahkota? Aku sudah mengatakan kepada mereka untuk membuat daftar calon dalam organisasi pernikahan kerajaan. Sekarang Aku akan meringankan kerja keras Mulia.” Ucap PM Kim, Raja hanya diam saja sementara Kasim Han masih melirik sinis. 

Pangeran Lee membaringkan kepalanya di meja sementara Ra On menuliskan catatan dibuku. Pangeran Lee terlihat menyesal karena membuat keputusan yang sama telah melepaskan yang membahayakan ayahnya sendiri.
Flash Back
Pangeran Lee bertanya pada ibunya,  apa harapan ibunya pada dirinya kelak nanti akan menjadi orang seperti apa. Ibunya mengatakan kalau akan suka kalau putra mahkota menjadi raja dengan mata yang cerah. Pangeran Lee binggung apa maksud mata dari ibunya.
Kalau kau berada dalam posisi yang terlalu tinggi, pada  akhirnya kau tidak akan bisa melihat orang-orang yang lebih rendah darimu.” Jelas Ratu, Pangeran Lee bertanya apa lagi.
Aku akan suka kalau kau tidak tuli. Kau seharusnya tidak hanya mendengarkan orang-orang yang berteriak keras di depanmu.” Kata Ratu
“Tapi Lihatlah pada semua orang terlepas dari posisi mereka yang tinggi atau rendah, perhatikan perkataan para pelayan, tetapi bedakan pujian dan  ejekan...benar begitu kan?” kata Pangeran Lee.

Tolong jaga semua orang seolah-olah mereka semua adalah satu-satunya orangmu. Maukah kau berjanji kepada ibumu bahwa kau pasti akan menjadiraja yang seperti itu?” kata Ratu dengan memegang erat tangan anaknya. Pangeran Lee mengatakan akan selalu mengingatnya.
Ra On.... Entah apa yang matamu lihat adalah kebenaran... Perkataan siapa yang harus kau percaya... Bagaimana kalau apa yang kau anggap benar  ternyata salah? Apa yang harus kau lakukan saat semuanya menjadi sulit?” ucap Pangeran Lee tetap membaringkan kepalanya diatas meja.
Putra Mahkota.... Aku akan memberikan beberapa kata dari kakekku... Dia mengatakan bahwa saat hatimu sedih, maka segala sesuatu terlihat meragukan.” Kata Ra On
“Kau bilang "Saat hatimu sedih, segala sesuatu terlihat meragukan." Kalau begitu, aku membutuhkanmu dan Singkirkan keragu-raguanku dengan kebahagiaan.” Ucap Pangeran Lee menopang wajahnya dengan menatap Ra On
Apa itu tidak masalah untukmu, Putra Mahkota?” balas Ra On ikut menopang wajahnya menatap Pangeran.
Ya, aku dipenuhi olehmu.” Kata Pangeran Lee, keduanya saling menatap dengan saling menopang wajah mereka dengan tanganya. 


PM Kim kembali bertemu dengan Mentri Ko membahas Kalau pernikahan kerajaan sudah berjalan, maka pihak kerajaan akan  memerintahkan untuk larangan pernikahan dan pernikahan anak mereka pun akan tertunda. Mentri Jo membenarkan karena tidak pernah berharap bahwa Raja akan mempercepat upacara Putra Mahkota seperti itu.
Kita sudah memutuskan orangnya, jadi prosesnya akan segera  berakhir.” Ucap PM Kim
“Apa Kau mengatakan kalau pengantin wanitanya sudah dipilih?” tanya Mentri Jo kaget.
Kalau bukan seseorang dari keluarga Kim, siapa lagi yang bisa menangani posisi itu?” kata PM Kim, Mentri Jo terlihat dingin mendengarnya karena PM Kim ingin menjodohkan anggota keluarganya pada Pangeran
Aku pernah mendengar bahwa beberapa hari yang lalu, Apa Kau dipanggil oleh Yang Mulia?” ucap PM Kim
Ah, iya. Aku sudah merasa tidak enak kepadamu sejak kejadian  itu.”akui Mentri Jo, PM Kim pikir  Tidak perlu merasa seperti itu. Santai saja.
Bukankah aku sudah memberitahumu? Tidak perlu berpikir terlalu keras, lebih baik Genggam tanganku atau terima saranku. Kau hanya perlu memilih salah satu diantara keduanya.” Kata PM Kim meminta dukungan, Mentri Jo hanya bisa terdiam. 

Kasim Jung memberikan pakaian wanita yang ditemukanya pada Ratu Kim, Ratu Kim menanyakan pedapat Kasim Jung dengan pakaian itu. Kasim Jung juga tak tahu tapi ingin mengetahui tentang keduanya sampai mati. Ratu Kim mulai berpikir-pikir kalau mungkin memang Kasim Hong itu seorang wanita.
Aku tahu dia memiliki wajah yang cantik tapi.. Kalau kau penasaran, kau hanya perlu memeriksanya..” ucap Ratu Kim dengan mata mendelik sinis.  
“Apa Kau berpikir bahwa Istana akan membiarkannya begitu saja?” tanya Kasim Jung khawatir.
Tentu saja tidak. Karena itulah kenapa menjadi begitu menarik. Kenapa di tengah pemilihan Putri Mahkota?” ucap Ratu melotot menatap baju milik Ra On. 

Ra On melamun di kantor kasim, Do Gi mendekatinya  bertanya ada sesuatu yang terjadi Ra On mendengar kalau Do G itu tahu banyak tentang racun, Do Gi mengaku tidak banyak tahu tapi hanya mendengar hal-hal tentang itu semua dari waktu ke waktu.
“Tapii Apa itu? Setidaknya katakan kepadaku.” Ucap Do Gi, Ra On melirik ke kanan dan kiri memastikan tak ada yang melihatnya.
Ini tentang racun dalam makanan Raja... Sepertinya mereka memberikan sisa makanannya kepada hewan, dan tidak ada satupun yang mati.” Cerita Ra On, Do Gi bertanya apakah sendok peraknya menjadi hitam. Ra On membenarkan. 

Do Gi memperlihatkan sendok yang menghitam lalu memberitahu didepanya adalah  air Gleditsia yang terbuat dari air yang direbus dengan belalang madu. Ra On dan Pangeran Lee melihat Do Gi yang mulai merendam sendok pada cairan didepanya. Do Gi mulai menghapus dibagian hitam sendok dengan kain, dan noda hitamnya menghilang.
Sebuah sendok perak yang tercemar dengan racun tidak akan terkikis dengan air gleditsia. Oleh karena itu, ini bukan racun.” Jelas Do Gi, Pangeran Lee dan Ra On kaget melihatnya.
Lalu... apa alasan di balik perubahan warna yang terjadi?” tanya Ra On, Do Gi mengatakan mereka harus memeriksanya. Pangeran Lee hanya bisa terdiam dan menatap Ra On seperti memang merasa dikelabuhi. 

Pangeran Lee berjalan keluar istana dengan pakaian biasanya, saat memasuki sebuah rumah terlihat Ibu Ra On yang keluar dengan mengunakan jubah wanita, seperti Pangeran Lee tak mengenalinya dan hanya melihatnya saja.
Yak Yong kaget mengetahui tentang Racun pada makanan Raja dan menanyakan keadaanya sekarang. Pangeran Lee menceritakan ayahnya yang sulit menerima karen bersamaan dengan insiden propaganda sebelumnya.
“Lalu Kapan kau akan menerima permintaanku dan datang ke istana?” tanya Pangeran Lee menagihnya.

Aku minta maaf, Putra Mahkota... Aku sangat sibuk dengan membantu orang sakit dengan keterampilan akupunktur milikku yang buruk. Ada banyak tabib yang lebih berbakat daripada diriku di  istana.” Ucap Yak Yong
Ini bukan tentang praktik tabis, tapi untuk menyelamatkan seorang anak yang tidak bersalah. Apa kau ingat saat kau mengatakan kepadaku untuk tidak  melepaskan satu orang pun? Aku butuh bantuanmu, Guru.” Ucap Pangeran Lee memohon, Yak Yong pun hanya bisa terdiam. 


Ra On dibawa ke tempat ratu Kim sudah ada Kasim Jang yang ada disana. Ratu Kim mengatakan menemukan sesuatu yang sangat menarik dalam huniannya lalu melempar baju wanita milik Ra On, Ra On kaget melihat baju miliknya ada ditangan Ratu Kim.
Apa kau akan memberitahuku bahwa itu bukan milikmu?” ucap Ratu Kim, Ra On benar-benar binggung menjawabnya
“Yah... Baiklah. Aku tidak butuh jawaban. Karena Aku hanya akan memeriksanya secara langsung dengan dengan  mataku sendiri. Sekarang Telanjangi dia.” Perintah Ratu Kim ingin melihat dengan mata kepalanya sendiri. 

Pangeran Lee sudah kembali ke istana sambil melihat bulan sabit yang mulai ditutupi awan saat berjalan menuruni tanga tiba-tiba Ha Yeon datang menghampirinya bertanya apakah ia sedang keluar untuk berjalan-jalan. Pangeran Lee berkomentar Ha Yeon itu tidak mengenal rasa takut.
Maafkan kekasaranku.... Kalau aku mengganggu...” ucap Ha Yeon langsung disela oleh Pangeran Lee.
Aku mengatakannya karena kau berjalan sendirian di malam hari.” Jelas Pangeran Lee.
Aku sendiri menyadari bahwa aku adalah seorang wanita yang  berani berkat kau, Putra Mahkota. Tapi Putra Mahkota, boleh aku mengajukan pertanyaan?” tanya Ha Yeon, Pangeran Lee menganggukan kepalanya.

Apa kau tidak menyukaiku karena aku begitu sombong saat kita pertama kali bertemu? Apa kau merasa bahwa aku membosankan karena menunjukkan perasaanku secara naif?” tanya Ha Yeon karena mengetahui Pangeran Lee yang menolak pernikahan.
Aku memiliki wanita lain dalam pikiranku. Aku mencoba untuk memberitahumu bahwa itu bukan kesalahan siapa  pun. Apa ini menjawab pertanyaanmu?” jelas Pangeran Lee
Ha Yeon ingin tahu wanita seperti apa yang ada dalam pikiranya,  Kasim Jang tiba-tiba datang dengan wajah panik memberitahu kaalu mereka mendapatkan masalah, Pangeran Lee bertanya apa yang terjadi. Kasim Jang memberitahu tentang Kasim Hong tapi tak bisa mengeluarkan kata-katanya karena panik. Pangeran Lee kembali mengulangi perkataanya.  
Kasim Hong mengatakan Pangeran Lee pergi ke istana Ratu sekarang. Pangeran Lee langsung bergegas pergi dengan wajah panik, sementara Ha Yeon terdiam karena melihat Pangeran Lee yang membiarkan begitu saja dan lebih mementingkan seorang Kasim. 
bersambung ke part 2

FACEBOOK : Dyah Deedee  TWITTER @dyahdeedee09 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar