Minggu, 11 September 2016

Sinopsis Cinderella and Four Knights Episode 10 Part 1

PS : All images credit and content copyright : TVN

Aku... tidak ingin menangis karena Hyun Min lagi. Sekarang Aku ..ingin terlepas darimu” kata Hye Jin menatap Hyun Min
Aku... ingin bersamamu Apa kau... mau menerimaku?” kata Hye Ji menatap Ji Woon, Ha Won keluar dari kamar ingin memberikan jam pada Ji Woon menahan rasa sedihnya karena Hye Ji meminta agar Ji Woon bersamanya.
Hyun Min yang mendengarnya langsung masuk ke dalam kamar, Hye Ji tetap diam melihat keduanya. Ji Woon  tak percaya Hye Ji mengatakan itu padanya, Hye Ji pikir Ji Woon tidak perlu menjawabnya sekarang lalu segera pamit pulang karena sudah larut. Ji Woon masih terdiam kebinggungan dengan perkataan Hye Ji. 

Ha Won meraba jam tangan Ji Woon, seperti perasaan sangat sedih. Ketika akan masuk kamar Ji Woon melihat Ha Won berdiri didepan kamar, Ha Won yang akan masuk kamar melihat Ji Woon menatapnya,  dengan menahan sedihnya memberitahu ingin  mengembalikan jam tanganya lalu berjalan mendekatinya.  Ji Woon tak berani menatap Ha Won saat menerimanya.
Aku yakin kau tidak bisa tidur malam ini” ucap Ha Won berusaha untuk tersenyum. Ji Woon hanya diam saja.  
Maksudku, Kau benar-benar menyukai Hye Ji, kan? Ah, jadi... Apa sekarang Kalian berdua berkencan?” kata Ha Won, Ji Woon hanya diam dengan tatapan kosong, akhirnya Ha Won mengucapkan selamat malam lalu masuk kamar dengan menahan rasa sedihnya. 

Ji Woon pun masuk ke dalam kamar, menyadarkan badanya diatas tempat tidur, teringat kembali kata-kata Hye Ji sebelumnya Aku... ingin bersamamu Apa kau... mau menerimaku. Apa Kau......mau menerima ku?Ji Woon benar-benar kebinggungan mendengar permintaan Hye Ji.
Flash back
Ji Woon keluar dari ruangan bengkelnya dengan membawa sebuah kamera, menurutnya itu sangat kuno sekali dengan masih mengunakan roll film. Tak sengaja blitznya menyala karena menekan shutternya. Hye Ji sedang berjongkok sambil menangis. Hye Ji sempat menatapnya, lalu Ji Woon  memilih masuk lagi ke dalam ruangan karena tak enak.
Hye Ji masuk ke dalam ruangan dengan tatapan sinis bertanya siapa pria itu. Ji Woon hanya diam dengan wajah gugup. Hye Ji pikir tadi Ji Woon baru saja mengambil gambarnya. Ji Woon mengatakan tak mengambilnya. Hye Jin meminta agar melihat kameranya langsung mengambil dari tangan  Ji Woon.

“Apa Kau yakin tidak mengambil fotoku?” ucap Hye Ji seperti tak mengerti karena kamera model lama. Ji Woon mengangguk.
Apa kau bekerja disini?Apa yang Kau lakukan disini?” tanya Hye Ji tak mengenal Ji Woon,
Aku tidak melakukan apa-apa, Lalu Kenapa Kau menangis sendirian disana? Jika Kau akan terus menangis..... lebih baik lakukan saja disini. Aku akan pergi” kata Ji Woon lalu keluar ruangan. 
Hye Ji kembali menangis tersedu-sedu di ruangan bengkel, Ji Woon berjongkok didepan ruanganya, bisa mendengar Hye Ji kembali menangis.  Ia mengingat kembali saat dengan ibunya yang menangis sendirian dimalam hari, tapi tak mengeluarkan suara, seperti tak ingin didengar olehnya.

Ji Woon yang kelelahan akhirnya tertidur didepan ruanganya, Hye Ji keluar dari ruangan memberikan jaketnya lalu pergi. Ji Woon melihat Hye Ji yang memberikan jaketnya di pundaknya. Sementara Hyun Min seperti tak percaya melihat ke ponselnya masih ada gambar Hye Ji lalu menatap foto mereka bertiga. 

Ja Young main ke sky House, sambil berjalan berkeliling kamar temanya berbicara tentang cerita Ha Won yang anak sepupu laki-laki teman ibunya, Akhirnya mendapat pengakuan cinta dari gadis yang selama ini disukainya, lalu bertanya apakah gadis itu cantik. Ha Won membayangkan saat di Villa wajah Hye Ji, lalu mengatakan wajahnya cantik.
Sepertinya pasangan baru telah lahir!! Kapan aku dapat kesempatan dengan Seo Woo-ku!” kata Ja Young membayangakan dapat pengakuan cinta dari Seo Woo.
Tapi... si pria belum membalas jawabannya.” Ucap Ha Won masih berharap.
“Memang Apa perlu dijawab? Lagipula, si wanita itu cantik.” Kata Ja Young
Hei, cantik itu bukan segalanya!” tegas Ha Won tak setuju, Tapi Ja Young pikir memang begitulah kenyataannya.

Tapi tetap saja. Si pria harus bilang, "Ayo kita berkencan!", barulah mereka resmi pacaran.” Ucap Ha Won
Ja Young mengejek temanya itu kuno sekali, karena Sekarang ini banyak orang cuma main mata, dan menunggu hasilnya bagaimana. Ha Won duduk lemas, Ja Young kembali berkata Tapi tentu saja, jika pria itu sudah lama punya perasaan cinta sebelah tangan maka bisa jadi ceritanya berbeda sama sekali. Ha Won kembali duduk bersemangat bertanya bagaiman bisa seperti itu.
Misalnya, dia bisa saja mulai menyukai perempuan lain.” Kata Ja Young dengan menopang dagunya,
“Kau bilang itu Perempuan lain?” ucap Ha Won memikirkan siapa wanita selain Hye Ji. 

Ha Won mengintip dari depan pintu ruangan bengkel melihat Ji Woon sedang asyik dengan memberesihkan barang-barang bengkelnya, lalu perlahan menutup kembali. Ketika akan pergi, Ha Won membalikan badan merasa tak mungkin Ji Woon menyukai wanita lain karena selama ini selalu sendirian.
Satu-satunya perempuan di sisinya selain Hye Ji cuma...” ucap Ha Won lalu mengingat saat Ji Woon menciumnya, dengan senyuman bahagia maksudnya  wanita lain itu dirinya.
 “Ahh, tidak mungkin... Tidak mungkin.” Kata Ha Won dengan senyuman tak percaya, tapi seperti berharap Ji Woon memang menyukainya dan buru-buru pergi dari ruangan bengkel. 

Ha Won duduk dikamarnya, masuk ke dalam sebuah forum dengan menuliskan pertanyaanya “Darimana aku tahu jika  seorang pria menyukaiku? lalu komentar mulai masuk.
Apa kau cantik? tulis seseorang, Ha Won mengatakan tentu saja ia cantik.
Jangan berharap. Dia itu tidak menyukaimu. Tulis yang lainya.
Jangan menanyai semua orang, tanya saja sendiri sama orangnya langsung!
Ha Won kesal sendiri menurutnya tak mungkin bertanya padanya jika tahu perasaan pria itu padanya, menurutnya tak ada yang bisa memecahkan masalahnya. Komentar lain masuk Jika dia tidak pernah marah atas kelakuanmu, dia sudah pasti menyukaimu. Pria takkan pernah marah dengan perempuan yang dia sukai

Ha Won memikirkan kalau Ji Woon marah dengan apa yang akan dilakukan padanya. Akhirnya ia membaca buku diruang tengah dengan mata mengintip, Ji Woon datang setelah dari ruangan bengkelnya, Ha Won berpura-pura sibuk membaca buku. Ji Woon hanya tersenyum melihat tingkah Ha Won lalu berjalan melewatinya.
Saat itu juga dengan sengaja Ha Won melempar bukunya dan mengenai kepala Ji Woon, Ji Woon mengaduh kesakitan sambil memegang kepalanya, Ha Won berpura-pura tak sengaja dengan mengangkat dua tanganya lalu meminta maaf. Ji Woon menahan amarahanya lalu pergi ke dapur. Ha Won terdiam karena Ji Woon tak marah seperti biasanya. 

Ji Woon mengambil segelas jus untuk menghilangkan dahaganya, Ji Woon melihat Ha Won yang datang dengan senyumanya bertanya ada apa. Ha Won hanya tersenyum. Ji Woon melihat ada sesuatu, Ha Won hanya mengangkat dua bahunya seperti tak ingin melakukan apapun.
Akhirnya Ji Woon akan kembali ke kamarnya, Ha Won sengaja berjalan lalu menabraknya membuat semua jus tumpah mengenai baju Ji Woon. Ji Woon berteriak marah, Ha Won meminta maaf mengaku tak sengaja. Ji Woon mengumpat kalau Ha Won sudah gila dan menghabiskan sisa jus dalam gelas lalu pergi. Ha Won bisa tersenyum melihat sikap Ji Woon. 

Ha Won pergi ke ruangan bengkel dengan sengaja mengacak-ngacak yang ada di dalamnya,bahkan sampai seprai di tempat tidur lipat juga dibuka olehnya. Ji Woon masuk ruangan binggung melihat semua barang-barangnya berantakan, lalu berteriak marah memanggil Eun Ha Won.
Sementara Ha Won sudah ada didalam kamar mengintip dari pintu dan buru-buru berjalan ketempat tidurnya lalu berbaring dengan memiringkan badanya. Ji Woon bertanya ada apa dengan tingkah Ha Won, Ha Won yang berbaring seperti ketakutan.
Kau 'kan yang melakukannya!” teriak Ji Woon marah, Ha Won sempat kaget mendengarnya.
Bicara apa kau? Kenapa kau kejam sekali pada orang yang lagi sakit?” ucap Ha Won berakting lemas didalam selimutnya. Ji Woon tak habis pikir melihatnya lalu  membuka selimut mengancam Ha Won itu mau mati ditanganya sekarang.

Hei, kenapa kau memperlakukan orang yang sakit seperti ini?” ucap Ha Won ketakutan menarik selimutnya
Kau pura-pura  sakit saja, 'kan? Kalau kau bosan hidup,  lebih baik tidur saja kau. Mengerti?” kata Ji Woon sinis dan pergi
Ha Won kesal melempar bantalnya kearah Ji Woon yang pergi, Ji Woon berteriak marah, Ha Won mengeluarkan amarahnya kalau hanya Ji Woon yang tak khawati kalau dirinya itu sakit, padahal semuanya memberikan makan, tapi Ji Woon seperti tak peduli bahkan tak membelikan makananya yang enak. Ji Woon terdiam ternyata Ha Won mengharapkan makanan darinya, lalu dengan sinis kalau Ha Won itu bukan anak-anak dan sangat menyusahkan saja lalu keluar dari kamar.
Dia pasti tidak suka padaku!” ucap Ha Won kesal melihat sikap Ji Woon yang tak peduli. 


Hye Ji akan pergi lalu melihat kembali fotonya bertiga dengan kakaknya dan juga Hyun Min, tak ada senyuman  dan langsung menelungkupkan bingkainya, seperti sudah melupakan semuanya. Lalu ia mengirimkan pesan dari ponselnya “Ayo kita bertemu hari ini.”. Sebelum pergi Hye Ji melihat ke kotak surat, terlihat banyak tumpukan surat dari beberapa perusahaan.
Kenapa banyak sekali surat-nya?” ucap Hye Ji bingung lalu menaruh kembali suratnya dan pergi dari rumahnya
Dibalik pohon terlihat Hyun Min yang bersembunyi melihat Hye Ji pergi sendirian, pikiranya kembali teringat pada perkataan Hye Ji semalam Aku ingin bersamamu, Apa Kau... ...mau menerima ku?”  Lalu masuk kedalam mobilnya

Hyun Min mondar mandir di depan workshop tempat Hye Ji bisa berkerja tapi belum datang juga. Hye Ji akhirnya dengan dengan beberapa macam bahan ditanganya, Hyun Min mendekatinya untuk mengajak bicara.  Hye Ji memangilkan wajahnya merasa tidak ada yang perlu dibicarakan
Apa itu juga karena aku? Apa Kau memanfaatkan Kang Ji Woon karena Aku?” kata Hyun Min
Apa.. cuma itu yang bisa kau pikirkan?”balas Hye Ji sinis
Lalu, untuk apa lagi kau bersikap seperti ini?” tanya Hyun Min
Karena aku baru sadar. Kalau orang yang selalu ada disisiku  bukanlah dirimu tapi Ji Woon.” Ucap Hye Ji 


Ji Woon datang berdiri diantara ketiganya lalu bertanya apa yang membuat Hyun Min jauh-jauh datang ke tempat Hye Ji. Hyun Min dengan sinis balik bertanya kenapa Ji Woon datang. Ji Woon mengatakan  mereka punya rencana
Apa kalian berdua sudah selesai bicara?” tanya Ji Woon pada Hye Ji hanya diam saja.
Maaf, Kami boleh pergi kan?” kata Ji Woon lalu mengajak Hye Ji pergi dengan membawakan gulungan kain dari tangan Hye Ji., Hyun Min menatap diam melihat keduanya masuk ke dalam workshop. 

Nyonya Park baru selesai masak menyuruh anaknya untuk segera duduk karena harus berkerja. Yoo Na bertanya Apa ada kemajuan dengan  istri PresDir Haneul Group. Nyonya Park kesal merasa anaknya itu tak tahu  penderitaan yang di alami saat ini karena hal itu.
Kenapa kau jadi kesal sendiri?” tanya Yoo Na heran
Aku selalu memberikan ekstra waktu  pemijatan agar terlihat baik dimatanya! Coba Lihat tanganku jadi kekar! Dasar gadis tidak berperasaan! Apa kau tidak sadar  betapa kekarnya tanganku saat ini?” ucap Nyonya Park memperlihatkan tanganya, Yoo Na langsung mendekati ibunya merayu dengan memijit tanganya.
“Oh.. Ibu.... Tentu saja aku tahu perasaanmu! Tunggu saja sampai aku  menikah dan tinggal di Sky House. Maka Aku akan berikan ratusan suntikan botox  untukmu, oke?” kata Yoon Na
“Kau bilang  Ratusan? Bagaimana tanganku bisa tahan dengan itu?” keluh Nyonya Park lalu menyuruh anaknya kembali duduk.
Tapi, Kau tahu... Aku mendengar sesuatu yang aneh Ternyata, ada gosip kalau  ini bukan pernikahannya yang pertama” cerita Nyonya Park, Yoo Na melonggo tak percaya
Kalau begitu....PresDir Haneul Group benar-benar sudah ditipu, menikahinya!” kata Yoo Na menyimpulkan sendiri.
Nyonya Park juga tak tahu  tapi akan tahu kebenarannya  begitu menanyakannya. Yoo Na berpikir Bagaimana jika mereka hanya menyebarkan  gosip karena perasaan iri. Nyonya Park pikir itu benar dan meminta anaknya agar membayangkanya, Yoo Na menangguk setuju.
Ahh, di usianya saat ini,  dia orang penting ke-5 di Haneul Group Jadi aneh jika ada gosip beredar di sekitar dia, kan?” ucap Nyonya Park
Kalau begitu, bukankah ini peluang kita? Ini kesempatan besar untuk ibu agar terlihat baik dimatanya!” kata Yoo Na, Nyonya Park tak mengerti.
“Kau bisa jadi pendukungnya,  lalu katakan semua gosip soal Nyonya Haneul padanya !” ucap Yoo Na
Jadi, dengan kata lain,  Kau jadi tangan kanannya Haneul Grup” kata Nyonya Park
Kemudian, kau bisa menjadi besan dengan keluarga Haneul Grup!” ucap Yoo Na menyusun rencannya, keduanya menjerit bahagia membayangkan rencananya yang akan berhasil nanti. Nyonya Park memuji anaknya yang memang sangat cerdas. 


Ji Woon membawakan kain kedalam ruangan, Hye Ji langsung membahas tentang yang terjadi waktu itu... Apa ada yang ingin dikatakan. Ji Woon terdiam lalu mengaku ada yang ingin dikatanya, dan membalikan badan dengan mendekat pada Hye Ji. Mata Hye Ji tak berani menatapnya mengarah ke tempat lain.
Yang Kau katakan saat itu... Apa kau sungguh-sungguh?” tanya Ji Woon
Hye Ji terdiam teringat kata-kata Hyun Min tadi Apa itu juga karena aku? Apa kau memanfaatkan Kang Ji Woon karena aku? wajahnya terlihat ragu menjawab pertanyaan Ji Woon.
“Yah.. aku sungguh-sungguh mengatakanya” kata Hye Ji, Ji Woo mengerti lalu langsung keluar dari ruangan. 

Hyun Min pulang kerumah membaringkan tubuhnya di atas tempat tidur teringat kata-kata Ji Woon sebelumnya Kami punya rencana. Apa kalian sudah selesai bicaranya? Maaf, Kami boleh pergi kan? Ia kesal menedang kakinya ke udara dan mengacak-ngacak selimutnya, tiba-tiba ia bangun melirik ke  arah kamar Ji Woon yang ada didepanya.  
Ha Won tak bisa tidur lalu duduk dikamarnya, merasa heran Kenapa ia berputar-putar seperti ini, karena sifatnya yang sebenarnya tak akan seperti ini. Jadi lebih baik tanyakan langsung pada Ji Woon siapa yang disukainya, lalu turun dari kamarnya. 

Hyun Min pergi ke kamar Ji Woon mengambil replika mobil diatas meja sengaja menjatuhkanya dan langsung menginjaknya sampai rusak. Ha Won masuk berteriak kaget melihatnya, Hyun Min terdiam karena ketahuan oleh Ha Won merusak barang Ji Woon. Keduanya akhirnya duduk disofa bersama.
Apa kau anak TK? Sebaiknya kau katakan pada Kang Ji Woon  dan minta maaf, saat dia pulang nanti.” Ucap Ha Won
Kenapa harus melakukanya? Kenapa?” kata Hyun Min terlihat gugup dengan tanganya yang meraba pinggiran sofa.  
Karena aku melihat apa yang Kau lakukan!” tegas Ha Won
Bukan masalah besar jika barang ini rusak!” ucap Hyun Min menunjuk mobil-mobilan Ji Woon dengan kakinya.
Hei. Kau tahu bagaimana cintanya  Kang Ji Woon dengan mobil. Dia akan anggap ini sebagai pembunuhan” ucap Ha Won melihat semuanya.
Hyun Min malah semakin mengejek untuk mencari-cari barang yang harus dihancurkanya. Ha Won memanggil Hyun Min yang akan pergi, lalu mengatakan kalau Hyun Min bersikap seperti ini karena Hye Ji karena melihat saat Hye Ji minta Ji Woon untuk berkencan dengannya
Tapi tetap saja, seharusnya kau tidak  menyalahkan Ji Woon!” tegas Ha Won
Kenapa Aku peduli apakah mereka  berkencan atau tidak? “ kata Hyun Min seolah tak peduli.
Ha Won bertanya apakah Hyun Min sungguh-sunggu mengatakanya, Hyun Min hanya diam. Ha Won pikir itu tak sungguh-sunguh, Hyun Min menyuruh Ha Won berhenti bicara karena Berapa kali Ha Won sudah menanyakan soal itu yang membuatnya benar-benar merasa kesal.
Tapi... kenapa kau masuk ke kamar Ji Woon?” tanya Hyun Min, Ha Won bingung menjawabnya
Kang Ji Woon sedang bersama Park Hye Ji sekarang” ucap Hyun Min, Ha Won kaget mengetahuinya dan lalu membanting kruk dengan kesal saat Hyun Min keluar dari kamar


Ha Won membaringkan tubuhnya disofa dengan wajah sedih, Seo Woo datang menyapanya dan duduk diatasnya, bertanya apa yang dilakukanya hari ini karena jadwalnya hanya ada satu tempat saja, jadi mengajak Ha Won untuk jalan-jalan denganya.
Hari ini Aku tidak akan kemana-mana..” kata Ha Won tak punya gairah, Seo Woo bertanya apakah terjadi sesuatu.
“Apa Kau tahu... Semua laki-laki lebih memilih gadis  yang cantik dan feminin seperti Hye Ji, kan?” ucap Ha Won langsun duduk, Seo Woo heran kenapa Ha Won  tiba-tiba saja membicarakan Hye Ji.
Oh, Aku hanya berpikir apa ada  orang yang menyukai gadis seperti aku” ucap Ha Won
Tidak ada masalah denganmu! Jika dilihat,  Aku rasa kau lebih cantik dari dia” kata Seo Woo memujinya.
Oh, Kau ini!!! Mungkin karena kau sudah lelah bekerja. Tapi Kau.. memang layak dipuji.” kata Hye Ji tersenyum bahagia dengan memberikan jempolnya lalu pamit pergi. 

Ji Woon mengendarai mobilnya berhenti di lampu merah sambil mengingat pertanyaan Hye Ji apakah sungguh-sungguh mengatakanya dan Hye Ji menjawab kalau ia sungguh-sungguh. Ia menghela nafas panjang, lalu matanya melihat ke arah toko roti yang baru buka, teringat kembali kata-kata Hye Ji.
Tidak pernah sekalipun Kau mengkhawatirkanku,  atau membelikanku sesuatu yang lezat!” Ji Woo mengingatnya piki tak peduli dengan Ha Won lalu menginjak gas karena lampu sudah berubah. 

Tuan Kang dan yang lainya berkumpul untuk makan jajamyung bersama, lalu melihat alas korannya yang berjudul  [PRESDIR KANG JONG DU: RAJA REAL ESTATE DI KOREA] sedikit mengeser mangkuknya melihat wajah Presdir Kang.
Orang-orang di Haneul Group mungkin  punya uang yang banyak, kan?” ucap Tuan Kang pada temanya.
Oh, tentu saja! Lahan ini juga milik Haneul Group! “ ucap temanya.
“Ya.. tepat sekali.. Aku yakin mereka punya banyak  properti lain yang seperti ini” kata Tuan Kang melihat gedung yang belum selesai dibangun. 

Seo Woo melakukan pemotretan dengan beberapa gayanya, lalu dimulailah wawancara dengan album Seo Woo yang berjudul “Just Say Love You”  dengan membahas  Lagu andalan dari albummu kali ini  judulnya "Pengakuan." Apa Kau menuliskannya karena  sedang memikirkan seseorang. Managernya langsung maju menjawab kalau tak seperti itu.
Ah, Kau hanya tidak ingin mengatakannya, kan? Ayo kita ambil beberapa gambar dan  menyelesaikan wawancara hari ini” kata Si wartawan, Manager pun mengucapkan terimakasih kembali ketempatnya.
Oh, ya. Kami sudah menyiapkan  hadiah untuk album terbarumu,  Kau ingat bagaimana kau membuat  kaligraphi di album terakhirmu, kan? Letakkan cangkir panas di atasnya. Jika kau melakukannya,  maka akan muncul beberapa kata” ucap si wartawan memberika tatapan cangkir pada Seo Woo sebagai hadiah, 

Nyonya Ji membawakan minuman dan juga obat, sambil memarahi Tuan Kang kalau harus meminumnya sehari sekali meskipun ia tidak ada, Tuan Kang mengerti. Nyonya Ji mengancam  Jika mengabaikan kesehatannya seperti ini, maka akan marah. Tuan kang malah mengodanya karena melihat istrinya itu sedang kesal denganya. Nyonya Ji terlihat masih kesal, Tuan Kang memegang tangan istrinya ingin merayu, terdengar bunyi ketukan pintu.
Yoon Sung datang bertanya apakah Tuan Kang memanggilnya, Nyonya Ji menatap Yoon Sung seperti penuh arti. Tuan Kang  mengatakan Tidak ada yang penting lalu memberitahu kalau istrinya itu ada pertemuan besok.

Apa kau bisa mengantarkannya?” tanya Tuan Kang, Yoon Sung kaget mendengarnya.
Kau pasti sangat sibuk.  Maafkan Aku karena menambah pekerjaanmu” kata Nyonya Ji berseri-seri menatap Nyonya Ji
Aku belum menemukan orang yang  pantas untuk melayani istriku Jadi Kau yang mengurusnya sampai Aku  mendapatkan orang yang layak.” ucap Tuan Kang memegang tangan istrinya,
Kau tidak keberatan, kan Sekretaris Lee?” tanya Nyonya Ji.  Yoon Sung pun tak bisa menolak perintah dari Tuan Kang, melihat tangan Nyonya Ji yang dipegang oleh Tuan Kang.


Seo Woo menaruh gelas diatas tatakan dan menuangkan kopi panas agar bisa melihat tulisanya, lalu menghitung sampai tiga ingin melihat tulisanya. Ha Won tiba-tiba datang bertanya apa yang dilakukanya. Seo Woo kaget langsung menumpahkan kopi panasnya.
Ha Won panik bertanya apakah baik-baik saja, Seo Woo langsung menyembunyikan tatakan gelas dan menutupnya mengatakan kalau baik-baik saja. Ha Won menahan Seo Woo pergi terlihat khawatir, Seo Woo menyakinkan kalau ia baik-baik saja segera pergi dari dapur, Ha Won bingung ada apa sebenarnya dengan Seo Woo yang bersikap seperti itu. 
bersambung ke part 2


 FACEBOOK : Dyah Deedee  TWITTER @dyahdeedee09 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar