Kamis, 01 September 2016

Sinopsis Jealousy Incarnate Episode 3 Part 2

PS : All images credit and content copyright : SBS

Jung Won dan Hwa Shin sudah asik main game dengan kacamatanya, seperti ada di dalam ruangan, kalau orang melihat seperti orang gila. Keduanya saling mencari satu sama lain dalam sebuah istana. Hwa Shin memperingatkan akalu itu tidak akan mudah berhadapan denganya, Jung Won menanyakan keberaan Hwa Shin sekarang. Akhirnya Hwa Shin bisa menembak temanya dan memenangi games.
Keduanya membuka kacamatanya, Hwa Shin mengajak main satu putaran lagi. Jung Won setuju karena akan lebih lebih serius kali ini. Hwa Shin sudah ada dikamar mandi, Jung Won memberitahu usdah mengambil sikat gigi baru. Hwa Shin mulai menyikat giginya saat didepan cermin, Jung Won memberitahu Toner di sisi kiri lebih baik. Hwa Shin langsung menyemprotkan kebagian wajahnya agar tak kering.
Setelah itu mengambil bir dan  memberikan pada temanya, Jung Won bertanya apakah Hwa Shin akan tidur dirumahnya.  Hwa Shin mengatakan harus pulang.  Jung Won pikir Hwa Shin bisa tidur di rumahnya, karena sudah lama tak bertemu dan temanya juga  belum mulai bekerja. Hwa Shin bingung temanya bisa tahu, Jung Won meminta temanya berhenti bermain “sulit untuk ditangkap.” denganya.

Jangan pergi kemana-mana mulai sekarang. Aku hampir mati kebosanan.” Ucap Jung Won.
“Apa Kau menemukan gadis lain?” tanya Hwa Shin, Jung Won berpikir seorang gadis,
“Ahh. Apa Kau ingat Soo Young?  Dia akan menikah” ucap Jung Won, Hwa Shin binggung seperti tak mengingatnya 
Jung Won mengingatkan Soo Yoong adalah  Gadis yang dulu menyukainya. Hwa Shin menebak ituOh Soo Young, Jung Won membenarkan. Hwa Shin memberitahu Soo Young itu tidak menyukai temanya karena  selalu mengikutinya. Jung Won merasa Hwa Shin sedang bercanda karena Ciuman pertamanya dengan Soo Young.
Keduanya saling menatap, sampai akhirnya sama-sama menjerit karena sudah dibohongi oleh wanita yang sama. Hwa Shin tak percaya, berpikir kalau Soo Young itu menyukai mereka berdua. Jung Won melihat Soo Young memang gads pemberani. Hwa Shin merasa wanita itu memperlakukan mereka seperti satu set ayam goreng yang dibagia dua.

Jung Won bertanya siapa yang akan menjadi ayam dengan saus, Hwa Shin pikir sudah pasti Jung Won karena penuh dengan uang. Jung Won bertanya jadi temanya itu jenis ayam apa.  Hwa Shin mengaku akan jadi ayam goreng biasa yang lezat. Jung Won hanya tertawa melihat tingkah temanya.
Apakah kau pikir dia menyukai kita sebanyak dengan yang lain?” tanya Hwa Shin
Haruskah kita tanyakan padanya di hari pernikahan nanti?” ucap Jung Won,
“Kau bilang Di pernikahannya? Kau akan bilang padanya "Apa kau menyukai kita sebanyak  seperti dengan yang lain?"” kata Hwa Shin. Jung Won juga akan bertanya "Apakah aku ayam dengan saus?" lalu Hae Shin membalas "Aku ingin menjadi ayam...tanpa lemak." Keduanya tertawa bersama seperti benar-benar teman dekat. 

Didepan rumah
Jung Won bertanya apakah Hwa Shin benar-benar ingin pulang dan tak menginap dirumahnya, mengeluh temanya itu memang keras kepala sekali.  Hwa Shin menatap temanya dengan menyebut namanya, Jung Won bertanya ada apa. Hwa Shin seperti ingin memberitahu tentang dadanya, tapi memilih untuk merahasiakanya dan pamit pulang. Jung Won sempat melongokan kepalanya sampai Hwa Shin hilang dari pandanganya. 

Chi Yeol mengosok gigi didepan rumah, lalu mendengarkan bunyi ponsel milik kakaknya yang tertinggal didepan [Kau memiliki janji pertemuan dengan Dr Geum Suk Ho jam 11 siang.] Ia masuk kamar kakaknya memberitahu kalau ada janji pertemuan hari ini.  Na Ri yang masih tidur mengangguk mengerti.
Ponselnya berdering, dengan mata tertutup mengangkat telpnya.  Jung Won menelp dengan posisi menahan tangan di meja, menyinggung Na Ri yang bilang akan memberi info cuaca secara pribadi selama seminggu, lalu bertanya apakah sudah melupakanya,  Na Ri binggung, Jung Won mengatakan tidak memaksanya. Na Ri melihat ponselnya ternyata itu telp dari “Pengeluh” dan langsung bangun sambil sedikit berdeham.
Masalahnya... aku dipecat dan.” Kata Na Ri ,  Sementara Jung Won melihat di layar tabnya ada orang yang bisa melayang dengan dua tangan diatas meja dan ia pun bisa juga melakukanya, setelah itu duduk diatas meja mengambil telp mengatakan sedang mencari tahu

Tunggu sebentar.... Biar aku bangun dulu dan Beri aku satu menit.  Tidak masalah kalau aku cuci muka lebih dulu, kan?” kata Na Ri
“Telp ini tak akan bisa aku bisa melihat wajahmu.” Kata Jung Won, Na Ri langsung bergegas keluar dari rumah. Paman Kim datang membawa semangkuk sup agar bisa menghilangkan rasa mabuknya. Na Ri pun mengucapkan terimakasih.
“Sekarang Kau tinggal di mana?” tanya Na Ri, Jung Won menjawab Di Cheongdam-dong, Seoul.
Okay, kemana kau akan pergi hari ini?” tanya Na Ri, Jung Won pikir itu tergantung dengan ramalan cuaca yang dikatakan Na Ri.
Oh, kau pasti berencana untuk kencan di luar Seoul.” Pikir Na Ri, Jung Won rasa mungkin seperti itu.
Baiklah, mari lihat sekarang cuacanya, Tidak hujan, atau lembab... dan anginnya semilir. Aku pikir kau bisa pergi kemana saja di Korea hari ini.” kata Na Ri memberikan ramalan cuaca.

Chi Yeol dari jauh melihat kakaknya yang tadi masih tidur sudah berbicara di telp dan terlihat segar.  Na Ri mengatakan tidak akan ada awan di langit malam ini, jadi bisa melihat bintang. Jung Won terlihat tak percaya, Na Ri menyakinkan,  Jung Won mengatakan akan keluar malam hari ini, Na Ri langsung melarangnya, menurutnya lebih baik pergi di sore hari dan menyetir dengan aman untuk menemukan tempat yang tepat untuk melihat bintang.
Okay, mari kita bertemu jam 3 sore” kata Jung Won, Na Ri mengerti lalu tersadar kalau tadi fans itu sedang mengajak bertemu bertanya apa sebenarnya yang sedang dilakukanya.
Lupakan soal bintang.... Mari kita minum kopi jam 3.” Ucap Jung Won, Na Ri langsung menolaknya, Jung Won bertanya kenapa tak bisa.
Aku tidak mau karena Jadwalku penuh dengan hal-hal yang harus dilakukan.” Kata Na Ri
Kau bilang kau kesepian.” Ucap Jung Won, Na Ri kaget bertanya kapan mengatakan hal itu menurutnya fansnya itu sedang berusaha untuk melucu dan langsung menutup ponselnya. Jung Won binggung karena sebelumnya Na Ri berkata butuh teman atau pacar. 

Chi Yeol bertanya siapa yang menelp apakah Pria semalam. Na Ri merasa kalau suara yang menelpnya itu seperti pernah dikenalnya. Chi Yeol berteriak kalau ia bertanya siapa yang menelp kakaknya. Paman Kim baru keluar rumah sampai menengok mendengar teriakan Chi Yeol
Aku dengar ada seorang pria yang memukul pembaca berita... dan peramal cuaca yang berpura-pura menjadi pemirsa. Ini pria aneh.  Dia berpikir dirinya ini kesepian.  Aku kira dia fans, tapi dia sangat aneh.” Cerita Na Ri heran
“Kau bilang Kesepian?  Bukankah dia mesum?” kata Paman Kim, Chi Yeol langsung berteriak kesal dan masuk ke dalam rumah. Paman Kim heran melihat tingkah Chi Yeol bertanya kenapa adiknya seperti itu.
Aku tidak tahu. Dia memang aneh.  Seharusnya dia senang, karena ada lelaki yang menyukai kakaknya.” Kata Na Ri heran 

Pelayan membawakan beberapa pakaian yang diminta dengan model sama dengan pembaca berita, lalu bertanya apakah lima buah sudah cukup. Jung Won mengatakan tak perlu karena orang itu terlalu sibuk untuk datang.
Didalam kamar, Hwa Shin membuka kaleng bir berikutnya sambil mencari keyword  (Benjolan di dadamu). Ja Young sedang berendam dalam battub, ponselnya berdering,  penelp memberitahu kalau ia adalah Kim Min Chul, dari unit investigasi lanjutan dari Pengadilan Daerah Seoul.  Ja Young berkomentar  Tuan Kim itu bekerja keras di pagi hari lalu menutup ponselnya.
Sementara Sung Sook berbicara di telp membahas tentang  Kim Jung Ho, yang ditahan kemarin dan Ada 200 orang atau lebih yang namanya digunakan secara illegal, lalu memuji kalau sangat cerdas bahkan  Bahasa Koreanya luar biasa bahkan terdengar seperti penyiar.

Hwa Shin berbicara di telp dengan seseorang mengatakan kalau dua rekening bank atas namanya nya ditemukan dengan orang yang bekerja di Gonghyup dan digunakan untuk penipuan lalu korban telah menggugat. Hwa Shin binggung karena tidak ada di Korea selama tiga tahun dan belum menggunakan rekeningnya untuk waktu yang lama, lalu bertanya apa yang harus dilakukanya sekarang. Pegawai seperti memberitahu caranya dan Hwa Shin bisa masuk ke dalam log in. 
Na Ri mengomel keluar rumah karena  sudah check up dan tak ada masalah, ibu tirinya tetap merasa khawatir.  Na Ri yakin kalau dokter tidak pernah menemukan apapun.  Ibu Tiri dan Pyo Bum merasa Anggota keluarga harus pergi ke rumah sakit bersama-sama.
“Pyo Bum, kau harus diperiksa saat pergi ke rumah sakit.” Ucap Na Ri menakutinya jarum suntik yang besar, Pyo Bum tahu kakaknya itu pasti  bohong karena tidak sakit.
Apa yang kau bicarakan?  Kau mengalami sembelit jadi perlu suntikan besar untuk pergi ke kamar mandi.” Kata Na Ri mengikutiya, Pyo Bum mengadu pada ibunya, Ibunya menenangkan kalau tak benar.
“Jadi Kau tidak akan pergi, kan?  Kalau kau mau ayo kita pergi ke rumah sakit.  Kau akan disuntik di bagian belakangmu. “ kata Na Ri
Pyo Bum akhirnya menangis ketakutan, Ibunya berusaha untuk menenangkanya. Na Ri mengambil kesempatan untuk segera pergi. 

Hwa Shin keluar dari rumah dengan mengeluarkan mobil dari garasi, tak jauh dari rumah Ja Young melihat adik iparnya sudah keluar rumah lalu turun dari mobil dan berdiri didepan rumah. Ia berpikir sebelum mengetik passwordnya, lalu menekanya. Hanya sekali coba pintu bisa terbuka, lalu mengejek mantan ibu mertuanya memang sudah sangat tua menggunakan nomor yang sama lalu masuk ke dalam rumah. 

Jam 12 siang, Dong Gi mulai menjadi PD siaran berita siang dengan meminta semua standby lalu mulai siaran, lalu meminta pindah laporan dari luar negeri, seorang reporter melaporkan dari Amerika. Direktu Oh mengeluh sudah mengatakan untuk tidak terlihat begitu jelas lalu mengajak untuk makan naengmyeon hari ini.
Dong Gi setuju lalu meminta kamera nomor 1 stand by, Direktur Oh langsung memukul anak buahnya karena Semua orang mengeluh, Dong Gi yang selalu melakukan itu. Saat itu Hwa Shin masuk melihat keduanya sedang berbicara.
Kau menyuruh kamera 1 untuk bersiap dan mulai kamera 2 lalu menyuruh kamera 2 untuk bersiap dan mulai kamera 3.  Apakah kau akan senang jika seseorang menerobos ke bilik kamar mandimu?” keluh Direktur Oh mengomel.

Aku hanya berusaha untuk membuat semua orang... tetap terjaga selama bekerja.” Kata Dong Gi membela diri, Direktur Oh merasa anak buahnya itu minta di pukul olehnya.
Hwa Shin memanggil Direktur Oh dari jauh, DirekturOh melihat Hwa Shin bertanya apa yang dilakukan dalam ruangan kontrol. Hwa Shin mengaku sengaja datang untuk membelikan naengmyeon. Dong Gi dan Direktur Oh saling menatap bingung, Direktur Oh bertanya apakah Hwa Shin mendengar pembicaraan mereka.  Hwa Shin tahu kalau Direktu Oh itu selalu suka naengmyeon.
Direktur Oh menolak kalau Hwa Shin yang mentraktirnya makan siang, Dong Gi dengan polos ingin makan siang. Hwa Shin tersenyum melihat tingkah keduanya, Dong Gi berpura-pura sibuk mengontrol kamera saat Direktur Oh menatap sinis padanya. 


Direktur Oh makan mie tanpa di potong dan langsung memakannya sampai tak terlihat penuh di mulutnya. Hwa Shin dengan guntingnya bertanya apakah ia boleh membantu untuk memotongnya. Direktur Oh melihat gunting yang digunakan Hwa Shin seperti sedang mengancanya, lalu menyuruh untuk menurunkan guntingnya, setelah itu menyuruh mengatakan apa yang ada dalam pikiranya lalu membayar semuanya dan pergi.
Saat aku kembali bekerja, maka aku akan ikut audisi untuk posisi pembaca berita” kata Hwa Shin  
“Maksudmu untuk penyiar utama di berita jam 9?” kata Dong Gi terkejut dengan mie yang ada dalam mulutnya begitu juga Direktur Oh.
Aku dengar kita butuh penyiar di berita jam 9. “ kata Hwa Shin, Dong Gi mengatakan kalau Hwa Shin harus melawan kakak iparnya.
Aku tahu kakak iparku... Maksudku Reporter Kye... Aku tahu dia ingin pekerjaan ini, tapi tolong beritahu padanya.  Aku butuh pesaing dan orang-orang untuk membuatku terlihat baik. Semakin baik pesaingku, maka aku akan terlihat lebih baik.” Ucap Hwa Shin
Bagaimana kau akan mengalahkan Reporter Kye? Dia lebih baik dari kebanyakan pria.” Kata Dong Gi, Hwa Shin menyuruhnya makan saja dan diam.
Yang dia katakan benar. Jadi hanya Itu yang ingin kau katakan?” kata Direktur Oh
Aku tidak akan meminta bantuanmu tapi Cukup jangan menjadi penghalang. Itulah yang aku minta.” Tegas Hwa Shin
Direktur Oh tak percaya mendengarnya, Dong Gi mendengar  pembacr berita harus menyerahkan laporan medis sekarang.  Direktur Oh tahu karean mereka harus melakukannya lebih awal menurutnya pembaca berita yang duduk di kursi yang sama setiap hari pasti sehat da itu adalah janji dengan pemirsa.
Pada ruang berita terakhir bertemu seorang atletik, lalu aku melawan Gye Sung Sook. Dan hasilnya aku kalah.” Cerita Dong Gi, Direktur Oh mengaku juga kalah. Hwa Shin hanya diam mendengarnya.
Haruskah kita ajukan laporan medis kita?” tanya Hwa Shin terlihat tegang. 


[RS Taeyang]
Na Ri bertemu dengan Dokter Geum dalam ruanganya, Dokter Geum melihat layar komputernya terlihat memikirkanya. Na Ri melihat tatapan Dokter Geum merasakan ada sesuatu yang tak beres padanya. Dokter Geum mengatakan Na Ri harus segera di operasi. Na Ri merengek seperti ketakutan.
“ Ini ada Nodul dan kalsifikasi... belum memburuk.  Kita hanya perlu mengawasi, tapi Masalahnya ini.  Ada benjolan yang tampaknya baru.” Jelas Dokter Geum menunjuk di layar
Apa aku terkena kanker?” tanya Na Ri khawatir, Dokter Geum mengatakan bukan kanker. Na Ri bisa bernafas lega dan tersenyum bahagia. Dokter Geum bertanya apakah Na Ri sangat senang.
Aku sangat lega ini bukan kanker.” Ucap Na Ri dengan senyumanya.

Meskipun tesnya positif, mungkin berkembang menjadi sesuatu yang serius. Kita harus menyingkirkan itu dengan operasi.” Jelas Dokter Geum
Setelah operasi, maka payudaraku akan lebih kecil, kan? Bagian Di sisi kiri atau di sisi kanan? Apakah payudara lain akan jadi lebih besar? Ahh... Ketika orang menempatkan sesuatu ke dalam payudara mereka tapi aku mengeluarkan sesuatu. Padahal Setiap gram payudaraku sangat berarti. Aku tidak bisa kehilangan apapun.” Kata Na Ri mengeluh kesal
Dokter Geum heran dengan Na Ri padahal tadi sudah tersenyum tapi sekarang malah mengeluh kesal. Na Ri bertanya apakah ia perlu anestesi biasa, Dokter Geum membenarkan, Na Ri menghela nafas karena ternyata itu termasuk operasi besar.
Na Ri pergi ke atm untuk mengecek saldo tabunganya, lalu menghela nafas setelah mengambil kartu atmnya. Sambil melihat ke arah langit berharap bisa memulai semua yang terjadi padanya.
Sekarang aku kehilangan pekerjaanku, jadi aku butuh lebih banyak uang.” Kata Na Ri, tetap dalam bilik ATM. 

Seorang wanita dengan high heels masuk ke bagian genekologi payudara, terlihat ada sepatu pria yang duduk diruang tunggu. Dokter Geum memberitahu hasil tes pasien pria yaitu Hwa Shin kalau terkena Kanker Payudara. Hwa Shin terdiam mendengar ucapan Dokter Geum.
Kau bukan yang pertama.  Kasus ini telah terjadi pada sekitar 100 pria di Korea sejauh ini.” kata Dokter Geum, Hwa Shin merasa cukup terhibur mendengarnya lalu beranjak pergi.
“Tuan Lee.... kau akan pergi kemana?” tanya Dokter Geum, Hwa Shin pikir dokter itu berharap akan percaya tentang hal itu.
“Apa Kau Serius?  Aku seorang pria... Kenapa kau lakukan ini padaku?” ucap Hwa Shin tak percaya
Lebih baik menjalani operasi secepat yang kau bisa.  Kau masih muda.” Tegas Dokter Geum lalu menyuruh Hwa Shin untuk duduk kembali. Hwa Shin menatap seperti tak yakin.
Ini kanker stadium pertama.  Kita harus membukanya untuk memastikan, tapi tampaknya itu tidak serius. Apa Karena ini kanker payudara? Pria juga bisa terkena kanker payudara.  Ini tidak berarti bahwa itu mutasi atau sulit untuk disembuhkan.  Kau sama dengan pasien wanita lainnya.  Dari gejala ke tes, operasi dan perawatan, kau akan lalui semua yang pasien wanita alami. Itu tidak akan lebih sulit. “ jelas Dokter Geum kembali meminta Hwa Shin untuk duduk.
Hwa Shin terdiam, Dokter Geum menyakinkan pasienya  akan membaik setelah operasi dan ingin menjelaskan dari gambar CT Scan.  Hwa Shin menegaskan kalau ia tidak bisa terkena kanker sekarang, Dokter Geum mengatakan Tak ada waktu yang tepat untuk datangnya kanker. Hwa Shin memberitahu kalau ia ada audisi dalam sebulan.  Dokter Geum binggung, Hwa Shin meminta agar membuatnya jadi normal. Dokter Geum menyuruh Hwa Shin duduk kembali.

Tidak ada yang harus tahu soal itu.” Tegas Hwa Shin duduk kembali, Dokter Geum binggung apa maksudnya tak ada. Hwa Shin menegaskan tak ada yang boleh tahu tentang hal ini.
Staf medis...tidak seharusnya mengungkapkan rahasia pasien. Ini akan dirahasiakan. Jadi Kau tidak perlu khawatir.  Pastikan kau mendapat check up tambahan.. sebelum kau pergi.” Jelas Dokter Geum.
“Sekarang anggap saja,  ini dadamu.  Lalu bagian Ini disebut areola, yang kau kenal sebagai puting.” Ucap Dokter Geum ingin menjelaskan penyakit pada pasien.
Kenapa aku terkena kanker payudara, dari semua kanker?” kata Hwa Shin marah dengan menahan rasa sedihnya.
Pria juga bisa terkena kanker payudara.  Kita memang belum yakin sekarang, tapi kau ada di stadium pertama.  Kau bisa menyingkirkan kanker atau memotong seluruh dadamu.  Kau harus... membuat pilihan sebelum operasi.” Jelas Dokter Geum mencoba untuk tenang menghadapi pasienya.

Hwa Shin binggung kenapa Dokter harus memotong dadanya dan bagimana ia bisa hidup tanpa memiliki dada dan bagiamana ia nanti bisa berenang.  Apabila Jika setengah dari dadanya  hilang ketika memakai baju, berpikir bagaiaman penampilanya nanti, dan merasa tak mungkin bisa menikah, menurutnya dada pria itu juga sangat penting seperti wanita.
Jika kau hanya menyingkirkan kanker,maka kanker mungkin akan kembali.  Kau harus menerima pengobatan radiasi selama 10 menit setiap hari dalam 6 minggu.” Jelas Dokter Geum
Bagaimana bisa aku melakukan dalam 6 minggu?” keluh Hwa Shin, Dokter Geum menanyakan pilihanya sekarang.
Apa yang bisa aku lakukan? Aku tidak bisa hidup dengan hanya setengah dari dadaku. Jadi Tolong hilangkan kankernya. “ kata Hwa Shin menahan rasa sedihnya, Dokter Geum bisa menerima pilihan pasienya.

Apa akan ada bekas luka?” tanya Hwa Shin, Dokter Geum menjawab Hanya akan ada sedikit bekas luka.
“Coba Tolong perhatikan... seperti yang kau lakukan pada pasien wanita.  Apa mungkin jika tidak meninggalkan bekas? Sepertinya akan terlihat mengerikan jika ada bekas luka di dadamu.” Kata Hwa Shin
Kau tak bisa membantu.. Mereka akan memudar pada akhirnya.” Jelas Dokter 
Hwa Shin melihat ada replika payudara diatas meja, lalu mengambilnya, dengan mengambil spidol menjelaskan  dengan membuat setengah lingkaran dibagian puting menurutnya Karena areola lebih gelap dari bagian lainnya, maka apabila dibedah di sekitar areola, maka bekas luka tidak akan terlihat jadi Tidak akan mungkin bagi wanita untuk menyadari.
Dokter Geum membenarkan, berjanji akan lakukan yang terbaik. Hwa Shin meminta agar tak seharusnya terlihat. Dokter Geum bertanya apakah ada lagi yang ingin dikatakan pasienya. Hwa Shin menaruh spidol hanya meminta agar  Dokter Geum melakukan pekerjaan dengan baik sehingga terlihat normal.

Hwa Shin keluar dari ruangan terlihat lesu sambil menyandarkan kepalanya, mengingat kata-kata Dokter kalau terkena Kanker payudara lalu menuruni tangga eskalator. Dokter Geum melihatnya seperti kasihan melihat pasien pria yang terkena kanker payudara.
Di lantai bawah, Na Ri menaiki tanga eskalator terlihat lesu karena harus melakuka operasi karena penyakit turunan dari ibunya. Perawat datang memberikan jadwal untuk operasi. Dokter Geum terus melihatnya dan Na Ri masih menaiki tangga. 

Bbal Gang menemani ayahnya yang sudah bisa membuka mata walaupun terlihat kosong, menurut dokter Refleks pupil sudah terlihat dan  bernafas sendiri jadi Kondisinya jauh lebih baik sekarang. Bbal Gang melepaskan earphone lalu mengatakan pada ayahnya akan memutar lagu favoritnya dan memasakan pada telinga Tuan Lee. Judul lagunya "Manusia lebih indah dari bunga"
Nenek Bbal Gang datang menjenguk anaknya dengan pakaian putih, memegang pipi anaknya. Tuan Lee menengok melihat ibunya yang datang, Sung Sook datang membawa bunga, begitu juga Ja Young, keduanya terlihat akur menaruh bunga di samping tempat tidur. Kim Rak, Dae Goo, Chi Yeol, Jung Won ikut datang menjenguk dengan membawakan sebuket bunga ditaruh disekeliling tempat tidur.
Na Ri dan Hwa Shin juga datang, senyuman Tuan Lee terlihat menatap semua yang datang menjenguknya. Akhirnya keduanya membawa Tuan Lee pergi ke keluar dari rumah sakit dengan senyuman bahagia.

Lampu disko berputar, Bbal Gang, Dae Goo dan Chi Yeol mulai menari mengikuti irama musik. Tuan Lee tersenyum bahagia melihat anaknya yang bisa menari dengan lincah. Jung Won juga ikut menari, bergantian dengan Na Ri, Kim Rak, Ja Young, Sung Sook, ibunya dan terakhir Hwa Shin memperlihatkan gerakan break dancenya. Tuan Lee bisa turun dari tempat tidur berputar-putar menari bergantia dengan semua yang menjengkuknya, wajahnya terlihat sangat gembira lalu setelah itu tubuhnya seperti diangkat kembali sampai ke atas tempat tidur. 
Tuan Lee seperti membayangkan dirinya sangat bahagia dengan orang-orang yang memperhatikanya saat mendengar musik. Bbal Gang seperti sudah hapal ikut mengerak-gerakan kepalanya dan melihat lagu yang diputarnya sudah habis, lalu mengambil foto ayahnya yang masih terbaring.
Perawat melihat Bbal Gang bertanya apakah ingin menemui ayahnya, Bbal Gang membenarkan dan akan kembali besok jadi meminta perawat agar menjaga ayahnya, perawat merasa pasti akan melakukanya. Keduanya pun berpisah di lorong. 


[RS Taeyang]
Na Ri sudah membawa tasnya dan masuk ke ruangan rawat inap, menyapa mungkin ada orang di dalam tapi tak ada sahutan. Ia melihat disamping tempat tidurnya semua ditutup tirai mencoba untuk menyapanya, tetap tak ada sahutan berpikir mungkin tak ada orang tapi melihat dibagian bawah ada sandal pink tanda kalau ada orang disisi tempat tidurnya.
Perlahan Na Ri menaruh tas dan beberapa makanan ke dalam kulkas, lalu mengambil remote TV sebelumnya meminta izin apakah boleh menyalakan TV. Tetap tak ada sahutan hanya melihat bayangan dari balik tirai, Na Ri pun menyalakan TV untuk menonton berita.
Dua pasien kolera di Korea... terinfeksi dengan jenis yang sama dari bakteri... yang mana tipe El Tor.” 
Na Ri merasa kurang bisa mendengar jelas lalu meminta izin untuk membesarkan volumenya,  tetap tak ada sahutan. Na Ri membesarkan volume TV dan meminta kalau memang terlalu besar mengatakan padanya saja. Sambil menonton TV, Na Ri mengeluarkan sandal rumah sakit yang sama lalu membuka bajunya, dari balik tirai terlihat bayangan saat Na Ri melepaskan baju dan juga Branya.

Terdengar suara batuk dari balik tirai, Na Ri kaget saat memakai baju rumah sakitnya, lalu seolah tak peduli. Saat itu juga terdengar suara batuk sangat keras, Na Ri binggung lalu berbaring ditempat tidur sambil melipat celana yang kepanjangan.
Stasiun TV tampaknya baik-baik saja tanpa aku. Aku pikir itu akan ditutup atau sesuatu hal akan terjadi” keluh Na Ri kesal
Ia ingin menganti channel yang lainya, terdengar suara agar tak mengantinya. Na Ri kaget langsung terjatuh dari tempat tidurnya, Hwa Shin membuka tirainya, Na Ri kaget ternyata disampingnya itu adalah Reporter Lee. 
bersambung ke episode 4

FACEBOOK : Dyah Deedee  TWITTER @dyahdeedee09 

2 komentar:

  1. Makasih yaa mba dee utk sinopsisnya.. Ditunggu episode 4 nya yaa mba...

    BalasHapus
  2. di tunggu episode selanjutnya mba dee

    BalasHapus