Rabu, 07 September 2016

Sinopsis Love In The Moonlight Episode 5 Part 2

PS : All images credit and content copyright : KBS

Keluarga Kim menjamu Utusan dari China dengan minum-minum, Utusan dari China bertanya pendapat Perdana menteri Kim, Apa Putra Mahkota layak menjadi raja sementara. Perdana menteri mengatakan Pangeran Lee lebih dari sekedar layak. Tiga anggota keluarga Kim yang lain kaget termasuk Yoon Sung karena mendukung Pangeran Lee
“Tapi Bagaimanapun juga, ini bukan waktunya.Dia adalah seorang anak yang bahkan tidak bisa makan sendiri.Kalau kita memberinya pedang sekarang, maka dia hanya akan melukai dirinya sendiri.” Ucap Perdana menteri Kim. Yoon Sung kecewa mendengar ternyata ayahnya masih tak mendukung Pangeran Lee.
Jadi ini bukan waktunya?Aku akan menyampaikan kekhawatiranmu terhadap Putra Mahkota kepada Kaisar.” Kata Utusan dari china sambil tertawa dan Ui Gyo menuangkan teh untuk tamu jauhnya.
Aku minta maaf, tapi aku harus pergi mempersiapkan perjamuan.” Ucap Yoon Sung pamit pergi pada semuanya.

Utusan China sambil mengipas wajahnya dengan kipas bulu berkomentar Joseon memiliki sungai yang indah, dan laut yang mengitari wilayahnya sangat luar biasa. Saat itu Kasim Ma datang dengan membawakan dua cangkir Teh untuk utusan dan juga Keluarga Kim
Tapi yang paling indah dari semuanya... adalah perempuan di Joseon.” Kata Utusan dari china.
Apa ada wanita yang kau sukai?” tanya Ui Gyo menawarkan diri karena bisa mengerti.
Di festival, Aku ingat gadis yang melakukan tarian solo. Aku berharap bisa melihatnya menari lagi.” Kata Utusan dari China, Kasim Ma yang mendengarnya tersenyum licik mengetahui ternyata yang disukai adalah Ra On saat berubah jadi wanita. 

Yoon Sung tersenyum melihat di depan Jahyeondang, teringat saat berlatih melempar panah dirinya mengejek Pangeran Lee yang tak bisa memasukan ke dalam tabung didepanya. Pangeran Lee yakin kalau ia bisa melakukannya. Yoon Sung pun menantang agar Pangeran Lee mencobanya lagi.
Flash Back
Pangeran Lee melempar panahnya tapi tetap tak masuk juga, Yoon Sung memberitahu itu sudut yang paling baik dalam melempar.  Semua langsung menjerit bahagia karena Pangeran Lee berhasil memasukan panah ke dalam tabung, bersama dengan Byung Yun terlihat sangat akrab sekali.
Beberapa saat kemudian, Pangeran Lee yang ingin melihat keadaan diluar istana mencoba memajat dinding dengan bantuan Byung Yun yang  mengendongnnya. Yoon Sung datang memberitahu Yang Mulia Raja menuju kemari. Ra On panik dan langsung terjatuh lalu bersiap-siap merapihkan bajunya dan bertanya Dimana Yang Mulia. Yoon Sung tertawa kalau ia hanya mengejek, Pangeran Lee yang kesal mengejar-ngejar Yoon Sung. Keduanya kejar-kejaran seperti anak kecil yang memiliki teman dekat. 

Yoon Sung tersenyum bisa mengingat kenanganya, Pangeran Lee datang melihat Yoon Sung didepan Jahyeondang, bertanya apa yang dilakukan ditempat ini.  Yoon Sung bertanya apakaha Pangeran Lee  masih menghabiskan waktu di Jahyeondang.
Tempatnya tidak penting. Semua yang sudah aku lakukan adalah makan dan bermain.” Kata Pangeran Lee sinis lalu berjalan meninggalkan Yoon Sung
Lalu kenapa... kau menerimanya? Kenapa kau berencana untuk menjadi raja sementara?” tanya Yoon Sung, Pangeran Lee terdiam lalu membalikan badanya.
Apa kau ingin tahu? Itu semua Untuk menjauhkan Joseon... dari musuhnnya.” Tegas Pangeran Lee sengaja berjalan mendekati Yoon Sung, mata Yoon Sung kaget mendengar ucapan Pangeran Lee. 

Pangeran Lee terdiam lalu melirik melihat Yoon Sung sudah pergi dari tempatnya berdiri. Matanya mengarah ke depan mengingat saat mereka bertiga sedang belajar didepan Jahyeondang.
Itu yang aku pikirkan. Teman-teman dari masa muda... bahkan seperti garis vertikal ini. Tapi kepatuhan dan subjek... bahkan tidak seperti garis vertikal ini.” ucap Guru membuat dua garis vertikal dan horizontal diatas kertas.
Kalau kau harus memilih salah satu, maka hubungan seperti apa itu?” tanya guru. Semua terdiam dan terlihat binggung, lalu Yoon Sung mengambil pena mengambarkan garis vertikal dan horizontal menjadi satu.
Aku akan memilih seperti ini.” kata Yoon Sung, Pangeran Lee melihatnya. Guru bertanya apa maksud dari gambar Yoon Sung.
Apa yang aku harus lakukan sebagai teman dan pelayan adalah sama. Kalau Putra Mahkota mencoba untuk mengambil jalan yang tidak benar maka aku harus menghentikannya. Jadi, aku akan membantu dia memilih jalan yang benar... sebagai teman dan pelayannya selama sisa hidupku.” Jelas Yoon Sung  Guru bertanya pendapat Putra Mahkota
Dengan teman dan pelayan yang hebat seperti dia di sisiku, maka Aku bisa menjadi raja yang hebat.” Kata Pangeran Lee, keduanya saling menatap penuh senyuman bahagia terlihat tanpa dendam sedikitpun.
Pangeran Lee yang mengingatnya memilih untuk berusaha melupakanya dan berjalan masuk ke tempat tinggal Byung Yun dan Ra On.  

Ra On mengetuk pintu, lalu membuka pintu bertanya apakah ada orang di dalam sambil tapi tak ada sahutan, dengan senyuman berpikir pasti tak ada orang dalam ruangan, menurutnya tidak punya pilihan selain untuk kembali lain waktu, ketika membalikan badanya, Yoon Sung sudah ada didepanya. Keduanya duduk dimeja bersama-sama.
Apa kau di sini karena insiden Kasim Do dan Kasim Ma?” ucap Yoon Sung, Ra On membenarkan dan bertanya Bagaimana Yoon Sung bisa mengetahuinya.
Aku memeriksa daftarnya dan melihat sesuatu yang aneh. Jadi sekarang Aku akan mengirim seseorang... ke Kantor Disiplin Kasim.” Ucap Yoon Sung, Ra On mengucapkan  Terima kasih.
Aku selalu berterima kasih kepadamu.” Kata  Ra On, Yoon Sung merasa itu hanya kata omong kosong saja, Ra On binggung.
Bagaimana aku harus menunjukkan rasa terima kasihku?” tanya Ra On

Seperti itu jauh lebih baik. Aku mendengar kalau kau mendapatkan liburan khusus. Berikan kepadaku... setengah hari saja.” Kata Yoon Sung meminta
Ra On meminta maaf karena harus melakukan sesuatu di festival lentera... Yoon Sung pikir mereka bisa bertemu setelah selesai. Ra On terdiam kebinggungan, Yoon Sung menganggap diam itu sebagai tanda jawaban “ya” lalu mengambil sesuatu dari rak bukunya dan memberikan pada Ra On. 
Ra On melihat bola emas didalam kita mengatakan kalau ia
sudah memakanya satu buah karena Putra Mahkota memberikan satu padanya.
Yoon Sung kaget mendengar Putra Mahkota memberikan pada seorang Kasim. Ra On dengan wajah kesal menjelaskan kalau Pangeran Lee sengaja memberikan obat itu karena ia bisa saja menularkan sakitnya bahkan juga putra Mahkota berteriak untuk memintanya menjauh ketika sedang bersin-bersin. 


Putri dan Pelayanya datang ke tempat ayunan dengan tambang, Putri menyakinkan kalau tempat ini  adalah tempat yang  Tuan Jung katakan dalam surat pertama, Pelayan membenarkan karena Tuan Jung berkata kalau itu adalah di mana dia pertama kali melihat Putri. Wajah Putri terlihat sedih mendengarnya.
Flash Back
Putri menaiki ayunan dengan berdiri wajahnya terlihat bahagia dikelilingi banyak orang dan juga bunga sakura yang berguguran. Tuan Jung dan pelayanya melihat dari kejauhan dengan kipasnya, wajahnya langsung terpesona melihat wanita didepanya.
Teringat kembali kata-kata Ra On diatas perahu Aku mendengar kalau kau juga sakit karena flu sebelumnya.
Pelayan yang melihat Putri terbatuk-batuk karena terserang flu, Tuan Jung menatap pelayan yang terlihat cantik dimatanya.
Apa kau tahu apa kesamaan yang dimiliki flu dan cinta? Itu adalah bahwa kau tidak bisa menyembunyikannya. Ada satu lagi. Kesamaan lain antara flu dan cinta... adalah bahwa itu terasa menyakitkan.

Putri cemberut karena selama ini ternyata Tuan Jung menyukai pelayanya bukan dirinya dan surat-surat cinta itu untuk pelayanya. Pelayan binggung melihat putri terlihat cemberut lalu menatap sedih ke arah ayunan didepanya.
Kenapa aku peduli tentang seorang pria yang belum pernah aku lihat sebelumnya? Sudahlah.... Lupakan. Itu sudah cukup baik. Gumam Putri sedih
Putri kembali menatap pelayanya dengan sedih, Pelayan merasa Putrinya sedih karena Tuan Jung lalu mengajak mereka segera pergi untuk menerbangkan lentera. Putri masih cemberut sampai akhirnya Pelayan menariknya untuk segera pergi. 
Tuan Jung datang dengan pelayannya menyentuh tali ayunan yang terbuat dari tambang,  menurutnya Tempat ini masih tetap sama. Tapi wanita itu pasti sudah lupa kepadanya. Pelayan pikir tentu saja wanita itu sudah lupa karena Tuan Jung  berhenti menulis surat kepadanya.

Bagaimanapun juga , aku berharap... Aku bisa melihatnya sekali lagi.” Ucap Tuan Jung duduk diatas ayunan, Pelayannya juga berharap seperti itu. Saat itu tak jauh dari sana Pelayan sedang berjalan dengan Putri. Tuan Jung tak melihatnya karena menatap ke arah depan. 

Perdana mentri Kim memperkenalkan pada anaknya,  Menteri Jo Man Hyung, mantan gubernur dari Provinsi Gyeongsang yang ditunjuk sebagai.. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan dan meminta Yoon Sung untuk menyambut Menteri Jo. Yoon Sung menyapa Mentri Jo sebagai tamu ayahnya.
Dia sama tampannya seperti yang sudah aku dengar. Aku bisa melihat kenapa dia terkenal bahkan di Provinsi Gyeongsang. “ Komentar Mentri Jo
Kau sangat bermurah hati. Putrimu jauh lebih terkenal daripada dia. Tolong layani dia dengan baik.” Balas Perdana Mentri Kim.
Aku hanya seorang pria dari desa yang datang ke kota. Aku akan lebih membutuhkan bantuan dari dia daripada yang bisa aku berikan.” Kata Mentri Jo keduanya saling merendah satu sama lain.

Aku diberitahu bahwa kalian sudah beberapa tahun tidak bertemu. Boleh aku permisi agar kalian bisa menikmati reuni kalian?” kata Yoon Sung seperti canggung diantara keduanya
Ayahnya dengan tatapan sinis menyuruh anaknya untuk tetap duduk,  karena Pertemuan ini juga untuk anaknya. Yoon Sung pun tak bisa melawan. Perdana mentri menawarkan untuk menuangkan minuman. Mentri Jo dengan senang hati menerimanya, Tuan Kim menyuruh Yoon Sung untuk menuangkan minuman, Yoon Sung menurut dengan menuangkan minuman untuk Mentri Jo. 


Diatas jembatan sudah banyak orang yang berjualan dan sangat ramai menyambut perayaan Chuseok. Ra On berdiri sendirian dengan pakaian prianya, melihat orang mondar-mandir didepanya, tatapan sedih melihat banyak orang tua yang mengandeng anaknya ke perayaan Chuseok.
Pangeran Lee menatap langit yang sudah mulai gelap, tatapanya terlihat kosong mengingat saat merawat Ra On yang sakit.
Aku bermimpi tentang hari saat aku terpisah dari ibuku. Setidaknya, aku bisa melihat ibuku lagi.” Ucap Ra On sambil menangis.
Pangeran Lee  terdiam seperti bisa merasakan kehilangan ibunya secara tiba-tiba. 

Ra On kecil keluar dari persembunyian sambil menangis mencari ibunya, lalu berjongkok menangis sendirian. Dan Ra On seperti  baru saja berjongkok dan langsung berdiri melihat ibunya dari kejauhan, sang ibu semakin mendekat dengan senyuman ingin mendekati anaknya. Matanya berkaca-kaca melihat ibunya yang akhirny datang juga.
Tapi ketika tatapan matanya sadar didepanya bukan ibunya, tapi Pangeran Lee yang dimatanya dibayangkan seperti ibunya. Keduanya saling menatap dengan orang yang lalu lalang disamping mereka. Pangeran Lee menjalan mendekat dengan senyuman, tepat saat didepan Ra On di langit terlihat letusan kembang api yang terlihat sangat indah.
Aku pikir kau akan bersenang-senang. Apa yang sedang kau lakukan?” ejek Pangeran Lee melihat Ra On dengan mata berkaca-kaca
Aku sedang bersenang-senang, Putra Mahkota.” Kata Ra On menyangkalnya.
Tapi sekali lagi, anak anjing suka... bermain di salju dan melihat cahaya di langit.” Ucap Pangeran Lee terus mengejeknya.
Kau berkata kalau tidak ingin pergi ke luar. Apa yang kau lakukan disini? Bahkan Tanpa pengawalan.” Ucap Ra on, Pangeran Lee mengatakan kalau ia sekarang bersama dengan Ra On.
Ra On memberitahu  harus menemui seseorang. Pangeran Lee mengejek dengan gaya tangan gemulai seperti wanita, mereka anggap saja kalau Ra On harus bertemu seseorang. Ra On cemberut mendengarnya, Pangeran Lee bertanya apakah Ra On akan terus berdiri di tempat ini  karena sekarang hanya memiliki empat jam tersisa dari  hari liburan yang berharga lalu mengajak untuk ikut dengan saja.
Maafkan aku, Putra Mahkota... Aku sedang berlibur sekarang, jadi tolong...” kata Ra On
Ya ampun. Kau tidak pernah mematuhiku... Apa yang diajarkan oleh Kasim Jang kepada para peserta pelatihan? Ayo pergi.” kata Pangeran Lee memiting kepala Ra On dan memegang wajahnya. Ra On memohon tapi Pangeran Lee sudah menarik pergi dengan suara seperti mengajak anjing yang berjalan-jalan dengan tuanya. 

Perayaan ChuSeok seperti ramai denga pasar malam, semua orang menari-nari dan banyak permainan. Beberapa orang tua sengaja mengendong anaknya di pundak untuk melihat letusan kembang api di langit, Pangeran Lee dan Ra On melihat kembang api bersama-sama dan juga menonton orang yang bermain gasing yang terbuat seperti piring. Pangeran Lee sempat melirik Ra On, begitu juga Ra On, Keduanya tertawa bahagia seperti tak ada perbedaan antara Putra Mahkota dan seorang Kasim.
Ra On mencoba bermain panah untuk mendapatkan boneka pajangan sebagai hadiah, Pangeran Lee memberitahu cara memegang busur dan panah dengan benar, ketika mencoba sekali Ra On gagal. Lalu di kesempatan kedua Ra On berhasil memanah satu boneka, wajahnya terlihat tak percaya saat menengok ke belakang. Pangeran Lee sengaja menyembunyikan busur panahnya untuk membantu Ra On. 

Yoon Sung berlari ke tempat Perayaan Chuseok, seperti karena menjamu Mentri  Jo jadi membuatnya terlambat datang. Di jembataan tak menemukan Ra On yang menunggunya dengan nafas terengah-engah terus mencari Ra On di dalam pasar.
Seorang anak kecil menjual lentera harapan dengan membeli ini maka keinginannya akan terkabul. Pangeran Lee sedang lewat, berjongkok untuk mendekati anak itu bertanya apakah ia yang membuat sendiri lenteranya, anak itu mengangguk.
Harganya adalah 5 bun, tapi aku akan memberikannya kepadamu dengan harga 3 bun saja.” Ucap si anak kecil terlihat pintar berjualan.
“Kau ambil saja uang ini. Aku tidak butuh sebuah lentera.” Kata Pangeran Lee memberikan uangnya.
Kalau kau tidak akan membeli ini, silakan pergi. Aku menjual lentera harapan dan bukan pengemis.” Kata si anak kecil sinis. Pangeran Lee meminta maaf karena bukan maksudnya seperti itu.

Sebuah lentera yang membuat keinginanmu terwujud. Apa keinginan yang akan kau buat?” tanya Pangeran Lee
Harapanku adalah bahwa aku bisa bertemu... Raja sekali saja.” Ucap si anak kecil, Pangeran Lee bertanya apa yang akan dilakuka ketika bertemu dengan Raja.
Aku akan meminta dia untuk membuat Joseon menjadi negara yang lebih baik.” Kata si anak
Pangeran Lee tersenyum lalu berdiri bertanya Apa yang membuat sebuah negara menjadi besar, Anak itu pikir Raja tahu lebih baik karena ia pasti peduli tentang rakyatnya. Pangeran Lee mengelus rambut sang anak. Datang seorang wanita bernama Jo Ha Yeon akan membeli salah satu lenteranya, si anak memberikan harga hanya 3 bun saja.

Ketika akan membayarnya Ha Yeon kebinggungan karena tak menemukan dompetnya Pangeran Lee akhirnya membeli semua lenteranya. Ha Yeon terlihat kegeeran merasa Pangeran Lee itu tidak perlu melakukan itu. Pangeran Lee hanya meliriknya.
Kau mengatakan kalau ini akan membuat keinginanmu menjadi kenyataan. Aku percaya padamu.” Kata Pangeran Lee, anak kecil itu tak percaya, Ha Yeon merapihkan rambutnya seperti sudah siap untuk menerima lentera dari Pangeran Lee.
“Yang Satu Ini untukmu. Kau bisa Tunggu dan lihat apa keinginanmu akan menjadi kenyataan.” Kata Pangeran Lee memberikan satu lentera untuk anak kecil, si anak kecil pun mengucapkan terimakasih. Ha Yeon menahan senyumanya untuk menunggu Pangeran Lee memberikan padanya.

“Sementara untuk ini... Berikan kepada orang-orang yang tidak mampu untuk membelinya.  .” Ucap Pangeran Lee melirik pada Ha Yeon seperti tak merasa tertarik.
Ha Yeon kaget karena Pangeran Lee tak memberikan langsung, Pangeran Lee pamit pergi begitu saja. Si anak kecil memberikan satu lentara berharap keinginannya akan terwujud. Ha Yeon masih melonggo melihat Pangeran Lee yang berjalan sudah menjauh darinya dengan membawa satu lentera tapi wajahnya terlihat tersenyum bahagia. 


Tuan Jung dan pelayan sedang berjalan di pasar lalu langkahnya terhenti melihat sosok wanita yang dikaguminya selama ini, Putri dan pelayana berjalan melewatinya karena tak mengenal Tuan Jung yang mengirimkan surat selama ini. Tuan Jung gugup dengan gagap mencoba memanggi dua wanita, si pelayan membantu untuk memanggilnya.
Putri dan Pelayanya menengok bersamaan, Tuan Jung menatap penuh rasa haru dan melangkah mendekat. Dua wanita itu melotot kaget melihat Tuan Jung dan langsung berlari kabur ketakutan, tanpa sadar lentera milik Putri jatuh. Tuan Jung mengangkat tanganya seperti harapan untuk temu hilang kembali.

Sementara dibelakangnya, ternyata ada Pangeran Lee melihat adik dan pelayanya ketakutan, senyuman terlihat seperti bisa memaklumi adiknya keluar istana, lalu berjala melewati Tuan Jung. Tuan Jung jatuh lemas sedih karena dua wanita itu melihat wajahnya dan langsung lari, Pelayanya membantu Tuan Jung berdiri merasa Putri bahkan tidak tahu bagaimana wajah orang yang mengiriminya surat, tapi menurut Tuan Jung putri itu  masih tetap cantik.
Putri dan pelayanya berlari cepat menghindari Putra Mahkota, saat ditempat yang cukup sepi Putri memastikan kalau yang lihat itu Pangeran Lee. Pelayan Lee membenarkan kalau yang mereka lihat tadi adalah Putra Mahkota, lalu bertanya diaman lentera yang dipegang oleh Putri tadi. Putri melihat tanganya yang kosong dan hanya bisa menangis karena menjatuhkanya. 


Tuan Jung melihat lentera yang jatuh milik Putri, dengan menatap sedih berharap mereka bisa bertemu lagi. Pelayan ikut sedih mendengarnya, lentera pun mulai diterbangkan, terlihat harapan Putri yang ditulis diatas lentera Aku berharap bisa menjadi secantik dia.
Tuan Jung melambaikan tanganya seperti mengucapkan salam perpisahan pada putri. Semua yang ada di pasar mulai menerbangkan lentera yang sudah dituliksan keinginan dan berharap semoga bisa terkabul. 

Raja melihat dari istana lentera yang diterbangkan berwarna-warni terlihat sangat indah diatas langit.
Masing-masing lentera... memiliki keinginan yang berbeda dari rakyatku. Mereka menuliskan "Aku ingin memiliki cukup makanan. Aku ingin menjadi sehat." Semua keinginan mereka adalah yang ingin mereka katakan kepadaku.” Ucap Raja bisa mengetahui keinginan rakyatnya.
Kasim Han.... Aku tidak memiliki lentera untuk diterbangkan. Tapi apa aku bisa minta tolong?” ucap Raja, Kasim Han mempersilahkan
Tolong jaga Putra Mahkota... Bantu dia dan bimbing dia... agar dia tidak akan bisa dikalahkan atau terguncang seperti aku, si raja yang bodoh.” Kata Raja
Hamba akan menjalankan perintahmu dengan sepenuh hati.” Kata Kasim Han yang setia pada perintah raja. 

Byung Yun melihat kertas ditanganya, terdengar suara dari bayangan orang didepanya berbicara memberitahu  kalau adalah waktu dan tanggal saat para utusan akan pergi jadi Sampai saat itu, temukan jalur darat untuk kembali.
Upeti kepada Qing didapat dari keringat rakyat. Kita harus mengembalikannya kepada mereka.” Kata si pria, Byung Yun terlihat kaget.
Apa kau takut Putera Mahkota akan disalahkan?” ucap si pria terlihat wajah saat membalikan badanya.
Kalau kau bisa menunggu sampai Putra Mahkota memutuskan...” kata Byung Yun
Jangan lupa siapa dirimu. Kau bukan... teman dari Putra Mahkota.” Tegas si pria 

Ra On menatap lentera yang terbang dengan mata berkaca-kaca, Pangeran Lee datang bertanya apa yang sedang di lihat oleh Kasim Hong, Ra On sempat terkejut lalu mengaku tak melihat apapun. Pangeran Lee tersenyum karena tahu apa yang ada dipikiran Ra On lalu memberikan sebuah lentera yang dibelinya.  Ra On terdiam melihat Pangeran Lee memberikan padanya lalu tersenyum bahagia.
Semua orang yang lalu lalang berkomentar Bagus untuk bisa melihat lentera keinginan yang terbang di langit seperti bintang. Ra On mengajak Pangeran Lee untuk menulis keinginan Putra Mahkota di atasnya. Pangeran Lee merasa tak perlu melakukanya.
“Hei... Tolong katakan kepadaku apa keinginanmu. Kalau hanya salah satu dari keinginan kita yang dikabulkan, akan lebih baik kalau keinginanmu yang menjadi kenyataan.” Kata Ra On, Pangeran Lee melirik pada Ra On disampingnya.
Yoon Sung masih kebingungan mencari Ra On karena belum menemukanya, senyuman terlihat saat melihat Ra On ada diatas dengan memegang lentera, tapi senyuman hilan melihat orang yang ada didepanya adalah Pangeran Lee. Keduanya sudah naik ke tempat yang tinggi untuk menerbangkanya setelah menaruh api dibagian bawahnya.

Yang Mulia, haruskah kita terbangkan sekarang?” kata Ra On, Pangeran Lee terdiam saat melihat wajah Ra On yang ditutup setengah oleh Lentera, ingatanya kembali pada mata yang sama dengan Penari saat acara festival.
Semua orang yang ada disana mereka ikut menerbangkanya dengan penuh harapan yang baik.  Tolong bantu desa kami mendapatkan panen yang baik! Tolong bantu desa kami agar makmur! mereka semua berteriak mengucapkan permintaanya saat menerbangakan lentera. Warna lentera yang warna warni terlihat sangat indah di langit Joseon.
Tolong buat keinginan Pangeran Mahkota menjadi kenyataan.” Kata Ra On saat melepaskan lentera untuk diterbangkan, lalu terkejut melihat tulisan diatas lentara (Aku berharap Kasim Hong akan menemukan ibunya.)
Ra On menatap Pangeran Lee bertanya apakah itu memang harapanya. Pangeran Lee membenarkan, karenan harapannya  untuk membuat harapan Ra On menjadi kenyataan. Ra On berkaca-kaca mendengarnya lalu seperti ingin bicara lagi dengan Pangeran yang melihat lentara di terbangkan. 

Yoon Sung ingin berjalan pulang dengan wajah tertunduk lesu, langkahnya terhenti teringat dengan sesuatu. Saat terteduh dari hujan Pangeran Lee melihat Yoon Sung bersama dengan seseorang dan bertanya  apakah ia seorang pekerja istana dan meminta agar mengangkat wajahnya.
Ra On terlihat ketakutan menutupi wajahnya dengan jubah wanita, Yoon Sung sengaja menghalanginya lalu mengaku kalau Ra On adalah wanitanya. Lalu setelah Ra On tercembur ke dalam sungai, ia meminta agar Ra On  tidak menganggap bahwa ia berbagi rahasia denganmu?
“ Kau pasti berpikir "Sangat bisa diandalkan." Bisakah kau tidak berpikir seperti itu terhadapku?” ucap Yoon Sung, Ra On hanya diam saja.
Mengingat semuanya, Yoon Sung membalikan badanya menatap jalan lurus didepanya. 

Ra On binggung bertanya bagaimana Pangeran Lee  tahu bahwa ia berpisah dari ibunya. Pangeran Lee menatap dalam-dalam pikiran seperti membayangkan kalau mata dari wanita bercadar itu  Ra On yang berdiri didepanya. Ra On binggung kenapa Pangeran Lee menatapnya seperti itu.
Aku tahu ini pasti terdengar konyol. Aku tidak tahu kenapa... Aku terus melihat orang lain di dalam dirimu.” Ungkap Pangeran Lee, Ra On binggung
Aku melihat... seorang wanita.” Kata Pangeran Lee, Ra On kaget mendengarnya.

Yoon Sung datang memanggil Kasim Hong, lalu berjalan mendekat menapa Pangeran Lee dengan menundukan kepala lalu meminta maaf pada Ra On karena datang terlambat. Pangeran Lee melirik sinis mengetahui ternyata Ra On janjian bertemu dengan Yoon Sung.
Putra Mahkota, mohon maafkan aku. Kami memiliki rencana.” Kata Yoon Sung pada Putra Mahkota. Ra On dan Pangeran Lee saling melirik.
Kau tidak melupakan rencana kita, kan? Apa Kau akan pergi denganku sekarang?” kata Yoon Sung pada Ra On,

Akhirnya Ra On yang terlihat gugup dan kebinggungan lalu meminta maaf pada Pangeran Lee karena harus pergi. Pangeran Lee tiba-tiba menarik tangan Ra On mengatakan kalau tak memberikan izin. Ra On kaget begitu juga Yoon Sung. Pangeran Lee menarik Ra On untuk berdiri disampingnya.
Dia adalah orangku.” Kata Pangeran Lee yang menegaskan kalau Ra On tak boleh bersama dengan yang lain selain dirinya. Ra On dan Yoon Sung kaget mendengarnya.

bersambung ke episode 6


FACEBOOK : Dyah Deedee  TWITTER @dyahdeedee09 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar