Jumat, 23 September 2016

Sinopsis Jealousy Incarnate Episode 9 Part 2

PS : All images credit and content copyright : SBS

Na Ri Pergi ke toko make up, dengan senyuman bahagia memilih lipstik yang cocok dengan bibirnya. Hwa Shin mengejek kalau Na Ri sedang senang dan bertanya kenapa sebahagia itu, Na Ri hanya tertawa mencoba lipstiknya, Hwa Shin merasa Na Ri itu sudah gila.
Kenapa kau bertengkar seperti itu?” tanya Hwa Shin, Na Ri dengan lipstik yang dicobanya bertanya apakah ia terlihat cantik. Hwa Shin pikir  Nari sudah tidak waras.
“Apa Aku tidak terlihat cantik?” tanya Na Ri, Hwa Shin mengaku kalau Na Ri itu cantik. Na Ri ingin mengoleskan lipstik juga pada seniornya, Hwa Shin menolak.
Kenapa tidak mau? Pembaca berita pria akan terlihat menarik jika memiliki bibir lembab dan bersinar.” Ucap Na Ri, Hwa Shin mengajak Na Ri untuk makan saja karena sepertinya lapar. Na Ri merengek meminta agar dibelikan lipstik oleh Hwa Shin, Hwa Shin pikir kenapa harus membelikanya.
“Apa ini Perayaan rumor kencan kita?” ucap Na Ri mengoda, Hwa Shin berbisik agar Na Ri sadar. Na Ri langsung memegang pundak Hwa Shin seperti sedang merayunya. Hwa Shin panik apa sebenarnya yang sedang dilakukan Na Ri padanya.

Aku sangat bahagia hari ini, Harga diriku telah kembali dan sepenuhnya baik-baik saja sekarang. Semua orang di stasiun TV tahu bahwa aku memiliki cinta sepihak padamu selama tiga tahun. Apa Kau tahu betapa malunya aku karena hal itu? Tapi sekarang orang-orang mengatakan bahwa kita sedang berkencan Itu luar biasa.” Ucap Na Ri mengalungkan tanganya di leher Hwa Shin.
“Mereka pasti berpikir  "Dia akhirnya jatuh cinta pada Pyo Na Ri. Dia menyukai Pyo Na Ri." Dan Itulah yang akan orang-orang katakan. Sebelumnya, aku hanya pura-pura marah dan  bertengkar seolah itu tidak benar. Tapi Sejujurnya, aku sangat bahagia. Rasanya semua kesedihan dan bebanku terangkat, menguap begitu saja.” Akui Na Ri
Akan lebih baik lagi jika beredar rumor kau berbalik memiliki cinta sepihak padaku. Itu akan lebih baik. Bagaikan menabur gula di atas cake. Aku jadi terlalu serakah, kan?” ucap Na Ri 

Hwa Shin terdiam mengingat kembali ucapan Hye Won “ Kau menyukai dia seorang diri. Itu cinta sepihak... Sendiri... dan diam-diam.” Lalu menyuruh Na Ri menyingkirkan tanganya. Na Ri menarik ID Card Hwa Shin mengatakan hanya ingin meminjamnya, lalu pergi ke kasir. Pegawai toko memberitahu  Ada diskon 20% untuk pegawai tetap. Hwa Shin bertanya apakahPegawai kontrak tidak mendapatkannya.
Pegawai Toko mengelengkan kepala. Hwa Shin mengeluh kalau itu  Itu diskriminasi. Na Ri pikir hanya perlu mengajak Hwa Shin setiap kali membeli make up.

Keduanya berjalan pergi, Na Ri sempat bersin seperti mulai terkena flu lalu membahas Tidak masalah selama mereka berdua tahu itu tidak benar jadi kenapa Hwa Shin peduli sekali dengan pemikiran orang lain, karena menurutnya Gosip itu akan segera hilang dan Mungkin bertahan selama tiga hari saja. Hwa Shin melihat kalau hidung Na Ri meler dan memberikan tissue.
Apakah kau merasa nyaman denganku?” tanya Hwa Shin melihat Na Ri yang membuang ingusnya tanpa malu. Na Ri membenarkan.
Berikan padaku. Haruskah kubuang itu untukmu?” ucap Hwa Shin, Na Ri pikir  akan sangat berterima kasih jika mau melakukannya dan menurutnya Tidak seperti Hwa Shin biasanya,
Apa kau bahkan menganggapku pria? Buang saja sendiri.” ucap Hwa Shin berjalan pergi.Na Ri heran kenapa dengan Hwa Shin padahal tidak meminta membuangkannya padahal diayang menawarkan diri dan menjadi marah.
Ini karena kanker payudara itu.. Pyo Na Ri berubah setelah operasi kanker payudaraku... Dia tidak seperti itu sebelumnya.” Ucap Hwa Shin menyakinkan dirinya. 

Na Ri mengejarnya memberitahu Hwa Shin harus membawa kembali ID Cardnya. Hwa Shin langsung mengambil dan mengalungkan pada lehernya  Na Ri pikir Selama Go Jung Won tidak mendengar rumor ini, maka tidak masalah.
Hey, apakah Jung Won satu-satunya yang kau cemaskan? Aku korban dari rumor ini.” kata Hwa Shin kesal
Kau yang menjodohkanku dengan dia. Apa kau tidak akan merasa canggung jika dia sampai mendengar rumor ini? Akan terasa aneh antar teman jika hal itu terjadi.”ucap Na Ri
Sejak kapan kau lebih peduli pada temanku dibanding diriku ?” balas Hwa Shin
Apa aku mengatakan hal yang salah? Kau yang menjodohkanku dengan dia, lalu kenapa kau bersikap seperti ini? Kau bilang kami semestinya mencoba.” Ucap Na Ri bahagia dan pergi meninggalkanya.
Kalau kanker ku sampai tumbuh lagi, itu semua salahmu.” Umpat Hwa Shin kesal. 

Ja Young dan Sung Sook dikagetkan dengan dua koper diruang tengan dan juga seseorang yang berbaring di lantai. Ibu Hwa Shin sudah berbaring seperti melakukan protes bertanya apakah ia tidak diperbolehkan berada di sini karena ia sudah berencana tinggal bersama cucunya jadi meminta mereka berdua untuk pergi. Ja Young sedang ibu mertuanya datang dan berjalan masuk kedalam kamar melewati ibu mertuanya
Ibu terlambat datang. Kami pikir Ibu akan datang saat kami pindah kemari.” Kata Sung Sook lalu pamit permisi agar bisa  berjalan melewati Ibu mertuanya. Ibu Hwa Shin heran melihat keduanya malah senang.
Semua kamar penuh. Jadi Ibu harus menggunakan ruang keluarga.” Ucap Ja Young keluar kamar dengan pakaian rapih
Hanya ada satu kamar mandi, jadi kita harus bergantian Kami harus pergi bekerja, Kurasa Ibu harus menggunakannya pagi-pagi buta. Ibu tidak pernah bangun kesiangan ” Kata Sung Sook

Ja Young meminta ibunya menekuk kakinya sedikit, Ibu Hwa Shin menurutinya, keduanya langsung bergegas ke meja makan. Akhirnya Ibu Hwa Shin berteriak berpikir kalau keduanya menganggap dirinya sedang bergurau. Ja Young berpesan pada ibu mertunya Jangan menggunakan seluruh kekuatannya di hari pertama karena mereka sungguh-sungguh sambil bersulang minum kopi dengan Sung Sook.
Karena Ibu ada di sini,  maka Ibu bisa memasak sarapan untuk Ppal Gang. Lalu Kami juga bisa ikut makan.” kata Ja Young santai
Ibu bisa mencucikan pakaian kami saat mencuci pakaian Ppal Gang. Ini Bagus sekali.” Kata Sung Sook, Ibu Hwa Shin melihat pakaian kotor dan cucian piring yang menumpuk, menurutnya keadaan rumah sangat buruk.
Itulah maksud kami... Kondisinya jadi begini jika hanya ada kami.” Kata Ja Young lalu keduanya pamit pergi dan berpesan agar ibu Mertuanya mengunci pintu. Ibu mertuanya menjerit histeris dengan mantan dua menantunya. 


Ibu Jung Won sudah ada di sebuah restoran sambil menelp memberitahu anaknya Hari ini ulang tahun pernikahan orang tuanya, karena ayahnya akan datang jadi Jung Won tidak perlu datang, Jung Won mengatakan kalau sudah sampai dan mengajaknya untuk sarapan bersamanya.
Ayah menyuruhku memberikan ini pada Ibu, jadi bukala” kata Jung Woon memberikan sebuah amplop
Pasti sama seperti biasanya, tiket bepergian. Kenapa Ayahmu selalu mencoba menyuruhku bepergian?” ucap Ibu Jung Won, Jung Won membuka amplop dan ternyata isinya adalah pengajuan surat cerai.
Ini ulang tahun pernikahan kami, Tidak peduli sesibuk apa pun dia, semestinya dia makan bersamaku hari ini. Bagaimana bisa dia hanya mengirim tiket?” keluh Ibu Jun Won
Ayah mengirim tiket berlayar di Laut Mediterania. Pergilah makan sesuatu yang lezat dengan pria tampan lainnya” kata Jung Won menghibur ibunya dengan menemaninya makan. 

Na Ri masuk ke dalam ruangan penyiar cuaca, tanpa sadar ada berita di komputer temanya [PEMBACA BERITA SBC GEUM SOO JUNG, GRUP L GO JUNG WON BERKENCAN] dengan foto paparazi yang memperlihatkan mereka berada dalam mobil.
Setelah menaru baju dari Jung Won dalam loker, Na Ri duduk dimejanya memastikan kalau tak ada orang lalu mengiriman formulir untuk rekruitmen sebagai pembaca berita. 

Direktur Oh sedang rapat dengan Soo Jung membahas tentang berita pagi pertama mengenai gempa. Beberapa penyiar lain datang melihat Soo Jung lalu berkomentar kalau  sangat beruntung, menurut mereka  Tidak heran kenapa Soo Jung  begitu glamour ternyata berkencan dengan pria kaya. Semua merasa kalau Soo Jung pasti bahagia dan sangat iri dengan itu.
Hwa Shin melihat ke belakang meja pegawai lain sedang membuka layar berita dengan gambar Soo Jung dan Jung Won ada didalam sebuah mobil lalu mengecek pada komputernya sendiri kalau Jung Won da Soo Jung dikabarkan sudah berkencan. 

Jung Won meremas surat cerai yang diberikan ayahnya, lalu berteriak marah di telp pada sekertaris ayahnya agar memberikan ponselnya pada sang ayah.
Ayah.... Setidaknya, temui Ibu untuk ketiga kalinya jika Ayah ingin bercerai. Setelahnya, jika Ayah tetap ingin bercerai maka  aku akan membantu mengurusnya, jadi kumohon... jangan meninggalkan Ibu seperti itu. Temuilah dia... Dia itu Ibuku, Ayah!!” teriak Jung Won
Apa kesalahan yang Ibu lakukan? Padahal Ibu memaafkan semua kesalahan yang Ayah perbuat.” Kata Jung Won sambil menuruni tangga ekskalator tapi ayahnya malah langsung menutup telpnya

Jung Won yang kesal melampiskan menendang tempat sampah sangat keras. Beberapa pelayan yang mendengarnya sampai melonggo. Sek  Cha memberanikan diri memberikan Ipadnya pada Jung Won memberitahu kalau  Ibu Jung Won memerintahkan ini kemarin. Jung Won melihat foto dirinya bersama Soo Jung didalam mobil dengan berita kencang terdiam sejenak seperti ingin mengontrol emosinya.
Sek Cha terlihat binggung, Jung Won kembali menaruh tempat sampah dengan benar lalu mengajak untuk pergi ke stasiun TV. Sek Cha binggung karena Pembaca Berita Geum juga ada di sana jadi tidak bisa melakukannya.
Na Ri meninggalkan ponselnya diatas meja dan Jung Won berusaha menelpnya tapi tak diangkat-angkat, lalu bertanya pada Sek Cha  Berapa harus membayar agar beritanya tidak dirilis, Sek Cha binggung. Jung Woon menegaskan Na Ri tidak boleh melihat artikel ini.

Rapat di ruangan Direktur Oh selesai, Ja Young melihat Soo Jung baru keluar memberikan selamat tak percaya kalau mereka akan menikah, Soo Jun membenarkan kalau mereka akan menikah. Na Ri masuk ruangan karena ingin fotokopi, Hwa Shin menatap Na Ri seperti belum tahu apapun.
Sung Sook juga memberikan selamat pada Soo Jung berkomentar kalau sangat serasi. Semua teman penyiar langsung memberikan selamat pada Soo Jung.  Na Ri binggung dan melihat berita kalau Soo Jung dan Jung Won berkencan bahkan terlihat seperti Jung Won mencium Soo Jung.
Kau harus membicarakannya dengan Jung Won.” Kata Hwa Shin, Na Ri tak percaya kalau ini terjadi setelah tiga hari.

Rumor kencan kita hanya perlu dua jam untuk menghilang. Tapi akhir bersyukur,  Apa Kau tidak merasa rumor itu tidak benar seperti gosip kita?” kata Na Ri, Hwa Shin sedang sibuk menelp hanya diam saja.
Seorang kurir membawa sebuket mawar putih yang sangat  banyak dan besar lalu  memberitahu kalau itu paket bunga Tuan Go Jung Won. Dan bertanya keberadaan Nona Geum Soo Jung berada. Na Ri menunjuk yang wanita yang ada diluar sana. Soo Jung terlihat sangat bahagia menerimanya.
Wow, cantik sekali. Aku bisa membayar biaya sewa tempat tinggalku selama setahun dengan harga bunga itu.” ucap Na Ri iri lalu meninggalkan fotokopianya, Hwa Shin dengan wajah khawatir menanyakan kemana Na Ri akan pergi. 

Na Ri keluar dari gedung di lobby banyak orang berkumpul menonton berita dengan foto-foto saat Jung Won menjemput Soo Jung didepan kantor.
Group L Go Jung Won dan Pembaca Berita SBC Geum Soo Jung dikabarkan sedang berkencan.Pemegang saham menantikan dengan penuh ketertarikan. Kemarin malam, Presdir Go Jung Won menjemput Nona Geum dari acara perusahaan. Dia tampak mengantar Nona Geum pulang. Kedua keluarga dikabarkan sedang membicarakan...
Na Ri teringat saat semua orang memberikan selamat dan berkomentar keduanya  serasi dan cocok saat bersama bahkan memuji Jung Won sangat tampan dan juga Jung Won sengaja memberikan bunga pada Soo Jung.
Sebelumnya ditoko pakaianya, Na Ri mendengar pujian Ibu Jung Won kalau Semua perkataan Nona Geum terdengar indah maka dari itu sebabnya ia menginginkan menantu seorang pembaca berita

Ketika pemilihan pembaca berita Na Ri bertanya kekurangan dibanding dua yang lainya. Sung Sook dengan sinis mengatakan tak perlu merasa sedih dan menyesal karena Penyesalan akan membuat kehidupannya lebih sulit di masa depan. Sepertinya Na Ri bisa mengerti kalau keduanya itu dari orang kaya sementera ia hanya orang biasa yang tinggal diatap.
Hwa Shin mencari Na Ri tapi tak melihatnya ada di lobby, Na Ri sudah berjalan keluar dari gedung untuk menyebrangi jalan lalu melihat ke langit merasa tak peduli lagi akan turun hujan atau tidak. Ketika menyebrangi jalan teringat kembali kata-kata Jung Won tadi pagi “Kalimat "Aku menyukaimu." Kapan aku akan mendengarnya darimu?
Jung Won yang tengah kebingungan didalam mobil tak melihat Na Ri yang menyebrang jalan didepanya, saat lampu hijau menyala mobilnya berbelok ke arah stasiun TV dan sementara Na Ri sudah pergi meninggalkanya. 

Hwa Shin mencari Na Ri di ruangan Penyiar prakiran cuaca tak menemukan di dorm, lalu menemukan ponselnya yang tertinggal diatas meja. Jung Won masuk ke lobby seperti sudah mengetahui banyak orang yang membahas tentang beritanya. Hwa Shin terus mencari Na Ri diruangan make up. Jung Won masuk studio sambil menelp Na Ri tapi ponselnya tak diangkat.  Lalu ke atap bertemu dengan Hwa Shin yang sudah menunggunya.
“Apa kau tahu dimana Pyo Na Ri? Dia tidak menjawab teleponnya. Apa dia masih ada di sini?” kata Jung Won khawatir
Bukankah dia bersembunyi karenamu? Kau membuatnya bersembunyi, lalu kenapa kau mencarinya?” ucap Hwa Shin sinis
Ini bukan apa-apa. Aku ingin menjelaskannya pada Pyo Na Ri. Jadi Bantu aku.” Kata Jung Won
Dia terluka karena hal ini. Entah itu akan berakhir,  masih di tengah, atau baru dimulai... jika Pyo Na Ri harus mengalami kesulitan karenanya,  aku tidak ingin lagi menjodohkan kalian. Lakukan apa pun yang kau bisa untuk menemukannya. Pastikan kau yang menemukan dia duluan. Jangan meninggalkannya seperti itu.” pesan Hwa Shin lalu meninggalkanya.
Jung Won hanya terdiam, Hwa Shin duduk dimeja kerjanya sambil bertanya-tanya kemana dan apa yang dilakukan Na Ri sekarang. 

Na Ri pergi ke toko milik Jung Won, terlihat sudah banyak wartawan. Ketika akan masuk semua menyerbunya berpikir kalau Soo Jung yang datang ketika melihat wajah Na Ri, semua wartawan menjauhinya karena bukan wanita itu yang mereka cari.
Aku ingin bertemu Go Jung Won.” Ucap Na Ri pada pegawai toko
Beliau sedang tidak ada di sini sekarang. Apa Anda sudah membuat janji?” tanya pegawai toko
Tidak, aku hanya mampir. Tolong berikan ini padanya.” Kata Na Ri mengembalikan baju yang diberikan Jung Won padanya.
Ibu Jung Won melihat dari tangga lalu bertanya Na Ri itu  pembaca berita atau seorang penyiar cuaca. Pegawai toko memberitahu kalau Ia  Penyiar cuaca.

Jung Won keluar dari stasiun TV langsung dikerubungi wartawan yang meminta konfirmasi, Sek Cha bisa menghalanginya sampai ke masuk ke dalam mobil. Lalu teringat dengan perkataan Soo Jung saat menjemputnya.
Apa kau tahu soal temanmu, Reporter Lee Hwa Shin? Kudengar dia mengencani penyiar cuaca, Pyo Na Ri... Rumor itu tersebar di seluruh kantor.
Jung Won terdiam memikirknya seperti tak percaya, sementara Na Ri pergi ke minimarket makan ramyun seperti merasa hatinya sangat sakit karena mengetahui Jung Won yang berkencan dengan Soo Jung. 

Ibu Jung Won melihat bentuk kaki yang di pajang anaknya dalam toko bertuliskan nama Pyo Na Ri, Jung Won akhirnya kembali ke tokonya. Ibu Jung Won menyindir pada anaknya kalau mengetahui Na Ri adalah penyiar perakiraan cuara.
“Bersikap Baiklah padanya. Pinjamkan dia pakaian dan sepatu bagus. Tapi, cukup sampai di situ saja.” Ucap Ibu Jung Won
Aku bisa memahami Ayah dalam situasi seperti ini. Pergilah berlayar daripada ikut campur urusan puteramu. Ibu bersikap seperti ini karena kau punya banyak waktu luang!” kata Jung Won berteriak marah
“Apa Kau menyuruhku bercerai dengan ayahmu?” teriak Ibu Jung Won lalu melempar bentuk kaki Na Ri sampai akhirnya mengenai wajah Jung Won. 

Hwa Shin pergi ke ruang editing, lalu melihat ponselnya ada janji kontrol ke Rumah sakit Taeyang, Perawat mengirimkan pesan Lee Hwa Shin,  kau ada janji kontrol pukul 6.30 petang ini. Tolong datang ke lantai tiga RS.  Akhirnya Hwa Shin mengendarai mobil dengan berharap Na Ri tak pergi kesana biasa tempat mereka biasa janjian, bahkan tidak boleh berada di sana.
Jika kau berada di sana pada hari seperti ini,  jika kau menunggu di sana... apa yang harus kulakukan?” ucap Hwa Shin lalu terdiam melihat Na Ri yang sudah menunggunya, dan melambaikan tanganya saat melihat Hwa Shin yang datang menjemputnya lalu menyebrang jalan
Aku tidak bisa melepaskanmu pada pria lain.” Kata Hwa Shin melihat Na Ri yang akhirnya masuk ke dalam mobil. 

Hwa Shin bertanya kenapa Na Ri ada disana dan berdiri di halte. Na Ri  pikir mereka sudah bicara soal rumah sakit jadi harus pergi terapi pukul 6.30 petang dan harus pergi ke sana. Keduanya saling menatap, Na Ri pikir mereka sudah sepakat bertemu di tempat ini 30 menit sebelum waktu control dan Hwa Shin tidak akan mau pergi sendiri.
Apa yang kau lakukan sepanjang hari? Apa Kau sendirian?” tanya Hwa Shin, Na Ri menceritakan kalau ia sangat lapar jadi makan Ramyun. Hwa Shin bertanya apakah ia hanya sendirian.
Mulutku sakit. Jangan bicara padaku.” Kata Na Ri tak ingin membahasnya, Hwa Shin pun mengemudikan mobilnya lalu berbalik arah.
Kemana kita? Kita harus ke rumah sakit. Kau menuju arah yang berlawanan.” Ucap Na Ri binggung. 

Kau bisa mempercayai Jung Won. Ada rumor juga tentang kita berkencan. Orang-orang mengatakan kita saling menyukai, tapi apakah kita benar berkencan? Pada kenyataan Tidak. Seperti rumor yang salah mengenai kita,  begitu pula dengan Jung Won.” Ucap Hwa Shin menyakinkan Na Ri
Kita harus kontrol tepat waktu. Apa kau sudah gila? Kenapa kau mengebut? Pelan-pelan saja.” Kata Na Ri
Aku merasa akan gila jika kita menundanya meski hanya satu menit. Tidak akan ada kesempatan lain untukmu atau Jung Won.” Ucap Hwa Shin, Na Ri binggung.
Ia tahu kalau ini bukan jalan menuju RS, kemana sebenarnya Hwa Shin akan membawanya. Hwa Shin memberitahu kalau Jung Won sudah menyukai Na Ri sejak pertama bertemu  saat penerbangan ke Thailand dan berharap duduk di sampingnya saat penerbangan pulang.


Dia melalui ratusan ribu mil, yang bahkan tidak bisa kau hitung dengan pasti. Dia terbang berkali-kali ke seluruh dunia Dan kau orang pertama yang dia inginkan untuk berada di sisinya. Jung Won mungkin bukan orang yang mengirim bunga itu. Dia tidak menyukai mawar putih.” Tegas Hwa Shin
Jung Won, berandal itu, si gila yang bahkan mengirim bunga padaku. Dia mengirimiku bunga saat aku memenangkan  penghargaan jurnalis. Dia hanya mengirim bunga berwarna biru pada semua orang. Gaun yang dia rancang semalaman untukmu juga berwarna biru.” Ucap Hwa Shin

Na Ri hanya bisa terdiam, Hwa Shin meminta Na Ri agar bisa mempercayai Jung Won  karena temanya itu lebih kesepian daripada dirinya, bahkan lebih bijaksana dibanding dirinya dan bisa memperlakukan seorang gadis lebih baik darinya, terlebih lagi lebih kaya dan sehat tak seperti dirinya, terlihat keren dan tinggi
Dia ingin memberikanmu sepatu bagus dan membawamu  ke tempat yang lebih baik, yang tak dapat kulakukan. Dia lebih baik... Lagi pula, apa kau pikir aku menjodohkan kalian tanpa alasan? Jung Won adalah korban! Kelihatannya dia melakukan apa pun yang dia inginkan. Faktanya tidak dan Aku tahu itu.” kata Hwa Shin  
Kenapa kau menjodohkanku dengan seseorang sebaik dia?” ucap Na Ri sedari tadi hanya diam menatap Hwa Shin
Dia meneleponmu lebih dari 100 kali.” Kata Hwa Shin memberikan ponsel Na Ri dan Na Ri  berkaca-kaca melihat ada 113 miss call dari Jung Won. Hwa Shin mengatakan akan mengantarkan Na Ri padanya.


Jung Won melihat bingkai kaki Na Ri yang kosong, lalu Sek Cha datang memberitahu Pyo Na Ri datang mengembalikan ini dan juga  Para reporter sudah pergi ketika ia mengatakan Jung Won akan membuat pengumuman besok. Jung Won dengan wajah marah mengambil tas dan keluar dari toko.
Hwa Shin sudah mengantar Na Ri dan menyuruhnya untuk masuk, Na Ri masih khawatir pada Hwa Shin karena seharusnya pergi ke rumah sakit sekarang.  Hwa Shin menyuruh Na Ri segera keluar lalu turun dari mobil dan membuka pintu agar Na Ri turun dari mobilnya. Saat itu Jung Won keluar melihat Na Ri yang datang bersama Jung Won. Na Ri akhirnya berjalan mendekat Jung Won.

Kau bergerak sangat cepat. Apa maksudnya ini? Kenapa kau mengembalikan ini? Apa ada hal mendesak hingga kau bahkan tidak bicara padaku... Kenapa kau mengembalikannya tanpa mengatakan apa pun padaku? Apakah seseorang sedang mengejarmu atau semacamnya? Apakah aku orang yang harus kau ragukan, Pyo Na Ri?” kata Jung Won marah,
Na Ri terdiam lalu melihat wajah Jung Won yang terluka, Jung Won menahan tangan Na Ri agar tak menyentuh wajahnya dan bertanya apakah Na Ri tidak memercayainya. Hwa Shin melihat keduanya yang sedang berbicara. Na Ri pikir  mungkin terlambat tapi akan mengatakannya sekarang.
Aku menyukaimu.” Kata Na Ri, Jung Won terdiam teringat kembali saat sebelumnya menemui Na Ri berkata “Kalimat  "Aku menyukaimu." Kapan aku akan mendengarnya darimu?

Jung Won mengatakan kalau ini Belum terlambat lalu menciumnya. Hwa Shin terdiam melihat keduanya berciuman, lalu petir tiba-tiba terdengar sangat keras. Jung Won masih tetap mencium Na Ri seperti ingin melampiaskan rasa sayangnya. Hwa Shin tak percaya melihatnya lalu berjalan pergi dengan menahan perasaanya, lalu hujan pun turun dengan deras.
“Pyo Na Ri melakukan kesalahan, Sekarang Turun hujan. Dia bilang cuacanya bagus untuk berkencan. Pyo Na Ri... melakukan kesalahan.” Gumam Hwa Shin berjalan pergi. 
bersambung ke episode 10


FACEBOOK : Dyah Deedee  TWITTER @dyahdeedee09 

6 komentar:

  1. Hmmm so sweet diatas duka.hati yg lain 😂😂😂

    BalasHapus
  2. Suka endingnya. Pdahal hs lg sedih tp pas nonton bawaannya pengen ketawa terus liat hs. So sweet banget jw n' nari 😆 ga sabar nunggu sinop ep 10. Semangat ya min... fighting!!

    BalasHapus
  3. Suka endingnya. Pdahal hs lg sedih tp pas nonton bawaannya pengen ketawa terus liat hs. So sweet banget jw n' nari 😆 ga sabar nunggu sinop ep 10. Semangat ya min... fighting!!

    BalasHapus
  4. BeruntuNya na ri.... hembb.. dtggu sinop selanjtnya

    BalasHapus
  5. Hwa shin mmg kebalikan dari apa yg diucapkan ya!!!!!kalo kau menungguku seperti ini, aku tidak bisa melepaskanmu utk laki2 lain!!!!nyatanya ttp dilepas juga ke sahabatnya....poor you!!!!
    Waktu scene itu saya berharap sekali "andwee hw shin~@"
    Meski semanis dan sebaik apapun gkp, ttp ajah, second lead mah nasibnya yah,,,,,biasanya gagal pada akhirnya.miris bgt.....gara gara gengsinya hwa shin gak ketulungan masak ia, mesti ngorbanin perasaan nya sendiri, nari, nantinya pasti jung won juga.....
    Gumapshimnjda bak diyah!annyong! (Nurhasanah, nurilasoka@gmail.com)

    BalasHapus
  6. drama nya ammppyyuunnn bgt deh.. hubungan pemerannya berantakan bgt.... bisa sedih sekaligus ketawa nontonnya...apalg liat hwa shin...sedih tp sambil ketwa...

    BalasHapus