Kamis, 22 September 2016

Sinopsis Shopping King Louie Episode 1 Part 1

PS : All images credit and content copyright :MBC

Dunia dengan bentuknya yang bulan terlihat ada sebuah satelit diatasnya.
Sekarang, dunia sudah terhubung menjadi satu.
Di Seoul terlihat banyak orang yang sibuk dengan menaiki kereta dan juga mengunakan ponselnya dengan fasilitas internet. Di kantor polisi pun berusaha membeli kaos kaki dengan cara online, semua mengunakan ponselnya dengan mengunakan belanja online.  Wanita berkacamata bernama Kwan Mi Young sibuk dengan membeli alat untuk mengencangkan wajahnya pada online shopping.
Kau bisa membeli apa saja di mana saja kau mau.
Mereka akan mengantarkannya padamu ke manapun kau mau.
Semua orang yang membeli online diantar oleh jasa kurir dengan sesuai dengan yang mereka beli, sampai ke depan rumah.
Ini zamannya foya-foya.
Konsumsi yang tidak berhentilah yang membuat dunia terus berputar.
Siaran di TV memperlihatkan artis yang mengunakan jaket dan seserang mencari tahu harganya, semua orang juga ingin memiliki jaket yang dipakai oleh Lee Min Ho., 

[EPISODE 1-  PICK ME ]

Seorang pra bernama Cha Joong Won memberitahu dengan jaket Louis Ssaton, mereka akan memasarkan ke tempat yang mewah. Baek Ma Ri yang ada disampingnya berkomentar Walaupun Louis Ssaton adalah brand ternama setelah Lee Min Ho muncul di drama dengan mengenakan jaket itu, banyak sekali barang tiruannya yang muncul
Di sisi korea lainya, terlihat seorang anak yang mengunakan jaket tiruan yang sama dengan bangga mengatakan kalau itu jaket tinggal satu-satunya, bahkan adalah tiruan terbaik yang kualitasnya sangat mirip dengan yang asli. Ko Bong Sil melihat adiknya Ko Bok Nam terlihat pantas dengan jaketnya.
Ini adalah jaket yang sedang digilai semua orang. Tidak peduli umur dan jenis kelamin, semua orang memakai jaket Louis Ssaton. Apakah tidak sulit mempromosikan hall dengan jaket?” ucap Ma Ri, Joong Won tiba-tiba berhenti berjalan.
Apa kalian setuju dengannya?” tanya Joong Won, ada yang mengangguk dan juga ada yang melambaikan tangan tanda tak setuju. Joong Won hanya tersenyum lalu pergi. 
Pria berkacamata hitam sibuk dengan komputernya, Joong Won memberitahu  Tanggal 15, sore hari di Korea  pada sebuah toko barang mewah di website mereka menjual hanya 110 buah edisi spesial dari jaketLouis Ssaton.
Sebagai edisi spesial, Louis Ssaton akan dinomori di bagian belakang dari nomor 1 sampai 100. Ini hanya tersedia di website kami, Goldline. Istilahnya, ini adalah barang ekslusif yang sudah ditandai.” Kata Joong Won, terlihat di atas kepala Ma Ri memperlihatkan sebuah lampu yang menyala seperti tanda cemerlang.


Si pria dengan kacamata hitamnya sibuk dengan komputernya. Joong Won akhirnya keluar dari lift berserta pegawainya.
Nomor 1 harganya 10,000 dolar. Nomor 2 akan jadi 9,990 dolar. Setiap pengurangan satu nomor, ada pengurangan harga sebanyak 10 dolar. Nomor 100 harganya menjadi 9,000 dolar. Ini adalah cara unik pertama untuk membedakan harga.” Jelas Jooong Won dan masuk ke dalam ruang rapat.
Setelah semenit, para penggila belanja akan bersusah payah membeli jaket ini dari situs kami. Mereka akan membeli dengan harga terendah. Kenapa? Karena ketika sebuah jaket diberi nomor, itu akan menjadi satu-satunya yang ada di dunia. Itulah kekuatan limited edition.” Kata Joong Won semua yang ada ruangan rapat bisa tersenyum. 

Dalam Website terlihat, Poster 2016 FW LOUIS SSATON, 29 DETIK SEBELUM PENJUALAN. Di seluruh penjuru dunia sudah siapa dengan smartphonenya ingi membeli barang tersebut. Semua langsung mengaksen Golden line untuk membeli jaketnya.
Louis yang ada didapan laptop membaca tulisan [TUAN LOUIS, TERIMA KASIH SUDAH MEMBELI YANG NOMOR 1.] Louis berteriak gembira karena bisa mendapatkan nomor satu. Di pesawat VVIP, orang juga terlihat bahagai, sementara di beberapa negara lain tak bisa mendapatkannya karena sudah sold out.
Aku terlalu keren untuk memakai yang nomor dua. Bukan begitu, Pak Kim?” kata Louis, Pelayan Kim membenarkan dan mengucapkan selamat.

Di kantor
Salah satu pegawai melaporkan pada Joong Won kalau mereka  dalam masalah. Semua terliha tegang, Ia memberitahu Louis Ssaton edisi spesial. terjual habis dalam waktu 10 detik, semua pegawai tak percaya mendengarnya.
“Jumlah pengunjung website kita meningkat 100 kali lipat.” Kata Lee Kyung Kook, si pria berambut klimis.
“Bahkan Jumlah page view nya juga sangat tinggi.” Kata Si perempuan berambut pendek
Promosinya berjalan baik.” Kata Ma Ri lalu semua pun memberikan tepuk tangan dan juga acungan jempol untuk Joong Won.
Omong-omong, Aku penasaran siapa yang membeli jaket nomor 1 seharga 10.000 dolar.” Ucap si pegawai perempuan. 

Di Prancis
Sebuah jasa pengiriman datang ke sebuah rumah yang terlihat seperti istana. Pelayan Kim menerimanya didepan pintu rumah, di dalam rumah sudah banyak pelayan yang menata barang-barang. Semua orang sudah tahu kalau yang membeli adalah “Raja Shopping”. Di seluruh dunia tahu, sampai akhirnya seorang pria pun keluar dari rumah dengan bentuk istana.   Ma Ri tahu pasti pembeli pertama adalah Louis, si Raja Belanja.
Louis sedang asik dengan komputer dan mengunakan baju jaketnya yang bertuliskan nomor satu dibagian belakang, Pelayan Kim datang memberitahu kalau  Waktunya sarapan. Louis membuka kacamata hitamnya, terlihat kalau lingkaran hitam karena kurang tidur.
“Aku mau tidur sebentar lagi dan makan brunch saja nanti.” Kata Louis sambil  mengambil penutup mata elektrik
Barang baru akan masuk butik hari ini. Menurut analisisku, kalau kau tidak sampai di sana siang ini, maka kaca mata yang sudah kau incar, akan terjual habis.” Ucap Pelayan Kim, Louis langsung bangun dan mengajaknya agar segera pergi. 


Louis mandi dalam bathtub sambil sesekali bermai air, lalu dengan bertelanjang dada membuka jendela rumahnya. Setelah itu berpakaian dengan kacamata hitamnya sambil menatap ke cermin kalau itu adalah sempurna.
Pelayan sudah menyiapkan sarapan, Louis turun memberitahu kalau sudah siap pada pelayanya dan melihat ada menu makanan korea yang lengkap, lalu memberitahu kalau sibuk jadi meminta agar makan sandwich. Pelayan Kim mengatakan akalu Louis harus makan nasi ketika sarapan.
Bukannya kita sudah terlambat?” ucap Louis, Pelayan Kim memberitahu kalau itu perintah dari Nyonya Choi dan meminta agar Loius segera duduk.
Kalau aku jadi kau, aku akan makan sekarang.” Kata Pelayan Kim,Louis menghela nafas karena harus segera bergegas  karena Barang barunya sudah mau habis. Pelayan Kim mengatakan kalau itu perintah dari  Nyonya Choi.

Akhirnya Louis pun duduk di meja makan, dua pelayan memisahkan daging ikan dan juga udang lalu menuangkan minuman. Louis makan dengan cepat, Pelayan Kim mengingatkan kalau  Nyonya Choi bilang makanlah dengan santai. Louis mengatakan kalau tidak punya waktu.
Kenapa hari ini nasinya banyak sekali?” teriak Louis kesal dan akhirnya menyelesaikan sarapanya.
Louis sambil berjalan meminta Panama Geisha. Pelayan Kim memberikan segelas minuman, Louis pikir itu adalah minum yang dipesan langsung diminumnya, tapi setelah memuntahkanya karena rasanya Menjijikkan. Pelayan Kim tahu karena itu  vitamin herbal yang baik diminum saat musim panas jadi Nyonya Choi melarangnya minum kopi selama dua minggu.

Louis yang kesal akhirnya memilih kabur keluar dari rumah tak mau minuman herbal, Pelayan Kim tak mau tahu mengejar Louis sampai berkeliling taman yang sangat luas. Pelayan wanita dan tukang kebun melihat keduanya seperti anak kecil yang tak mau makan. Sampai akhirnya keduanya kelelahan.
Jangan mendekat” ucap Louis punya jarak yang cukup jatuh, Pelayan Kim sambil berjongkok meminta agar Louis bisa mengambil minumanya.
“Sudah aku bilang tidak mau.” Kata Louis lalu melihat Pelayan Kim ingin bangun dan menyuruh agar tak berdiri.
Tolong jangan dekat-dekat.” Perintah Louis, akhirnya mereka pun kembali lagi kejar-kejaran.
Lalu diatas jembatan keduanya kembali kelelahan. Louis meminta agar Pelayan Kim jangan bergerak karena akan datang dan meminumnya. Pelayan Kim pun diam dengan gelas ditanganya, Louis lewat didepan pelayan Kim merasa tak bisa meminumnya. Pelayan Kim mengancam tidak akan membawanya ikut belanja. Loius mengeluh kalau cara itu tak adil.
Akhirnya ia pun mendekat meminta agar berikan minuman itu, tapi kakinya tersandung batu dan jatuh. Pelayan Kim panik ingin mendekat, kakinya malah kena sandung juga. Minuman pun tumpah dan posisinya berada diatas tubuh Louis dibagian bokong dan kepala Loius berada diatas bokng Pelayan Kim.
Pelayan yang ada diatas terkejut sampai akhirnya tertawa, Pelayan Kim pun bangun dan melihat keadaan Louis, Louis bangun dan Pelayan Kim makin panik melihat hidung tuanya itu berdarah. 


Pelayan di rumah nenek Choi panik masuk ke dalam kamar, Nenek Choi bangun bertanya Ada kekacauan apa lagi ini. Pelayan bernama Heo Jung Ran memberitahu kalau  Hidung Tuan Louis Berdarah. Nenek Choi panik sampai akhirnya ikut jatuh dari tempat tidurnya, Pelayan Heo membantunya agar duduk kembali, Nenek Choi meminta agar segera panggilan dokter Ko. Pelayan Heo pun langsung bergegas keluar dari kamar.
“Oh.. Cucuku tersayang.. Bagaimana bisa begini? Hati Nenek sakit melihatnya. Ohhh... Kesayanganku.” Ucap Nenek Choi sedang memegang foto Louis, wajah Louis yang tadinya tersenyum jadi ikut sedih. 

Louis sudah menyumpat hidungnya dengan kapas mengeluh tidak punya waktu untuk ini dan Barangnya akan segera habis terjual. Pelayan Kim memberitahu kalau  Sebentar lagi Dokter Ko akan sampai. Louis kesal karena merasa baik-baik saja dan kenapa harus memberitahu neneknya dan membuat keributan.
Ini salahmu. Kalau saja tadi kau tidak berniat kabur..” ucap Pelayan Kim, Louis makin kesal karena dianggap itu salahnya.
Kau yang membuatku begini Dan tonik herbal sialan itu!” ucap Louis kesal
“Ini sudah tugasku menuruti semua perintah Nyonya Choi dan menjagamu. Aku hanya melakukan tugasku.” Kata Pelayan Kim
Kau yang keras kepala. Itu sebabnya kau masih sendirian sampai sekarang.” Ejek Loius lalu pergi keluar dari ruangan, Pelayan Kim terlihat marah karena Louis menyindirnya seperti itu.

“Tuan Kau mana boleh bilang begitu? Aku mempersembahkan seluruh masa mudaku untukmu. Aku sibuk mengikutimu ke mana mana. dan jadi setua ini tanpa sempat berkencan dengan siapapun.” Kata Pelayan Kim membela diri
Apa tidak salah? Aku tidak bisa punya teman atau pacar karena kau selalu mengikutiku ke mana-mana. Saat waktu kuliah, kau bahkan mengikutiku ke kantin dan kamar mandi. Dengan keadaan seperti ini, siapa yang mau berteman denganku? Aku bahkan dibully di sekolah. Mereka bilang aku anak manja.” Ucap Louis kesal
Pelayan Kim tak ingin Louis mengatakan itu membuatnya  merasa sedih mendengarnya. Louis mengatakan maksud ucapanya adalah merkea harus membeli kaca mata itu sekarang dan itu yang dapat menenangkan hati mereka dan semua ini hanya akan menyakiti mereka saja. Pelayan Kim hanya diam saja. Louis lalu membisikan sesuatu pada Pelayan Kim, Pelayan Kim tersenyum bahagia lalu highfive dengan kepalan jari. 


Nenek Choi video call dengan cucu kesayanganya, Louis terlihat ngambek sambil menutup wajahnya di tempat tidur,  mengatakan benci semuanya. Pelayan Kim memberitahu kalau Tuan Louis  menangis dan tidak mau berhenti. Nenek Choi bertanya kenapa dengan cucunya itu.
Aku tidak mau makan.” kata Louise kesal, Nenek Choi sedih meminta agar cucunya jangan menangis.
Kau mau aku berbuat apa?” ucap Nenek Kim, Pelayan Kim pun akhirnya mematikan ponselnya. Louis membuka selimutnya seperti triknya berhasil mengelabuhi sang nenek. 

Dengan mobil sport merah, Louis keluar dari rumah bersama dengan Pelayan Kim, Sampai di pertengahan jalan Louis mengeluh  karena Pelayan Kim seperti banteng yang bergerak 60 kilometer per jam dan membuatnya sangat membosankan.
Aku harus menjaga kecepatan dalam posisi aman.” Kata Pelayan Kim, Louis mengumpat pelayanya itu tidak fleksibel dan menyuruhnya meminggirkan mobil karena ingin menyetir.
Tidak... Kau tidak diizinkan menyetir untuk selama-lamanya.” Kata Pelayan Kim
Aku sudah mengatakannya sejuta kali, yaitu Kau tidak mengizinkanku menyetir atau pergi travelling dan makan apa yang aku inginkan. Aku tidak boleh melakukan apapun. Dasar tukang ngomel!” keluh Louise
Kau yang ingin diomeli.” Balas Pelayan Kim, Louise makin kesal mendengar kalau ia yang  ingin diomeli
Itu tidak penting. Kau yang mau pergi berbelanja sekarang.” Kata Pelayan Kim, Louis akhirnya pasrah meminta agar Pelayan Kim  Menyetirlah dengan hati-hati.

Di sebuah toko seorang pria menyapa Louis dengan ramah, Loius masuk ke dalam toko melihat ada banyak perhiasan berjejer, lalu tiba-tiba seperti ada yang memanggilnya “Louis.” Agar bisa dilihatnya. Louis melihat dua cincin yang sangat bagus dengan bentuk seperti mulut macan.
Akhirnya di pergi ke lantai dua mencari yang lainya, mondar mandir memilih barang dan Pelayan Kim sibuk membawa barang belanjaanya. Sampai akhirnya di lantai satu Louis melihat sebuah syal yang terbang ke arahnya lalu menangkapnya dengan bahagia menyapanya. 

Louis ingin minum wine yang disediakan tapi Pelayan Kim terus berdeham tanda tak boleh meminumnya. Si Pegawai tok memberitahu kalau semua barang itu baru, langka dan edisi terbatas, tapi Loius mengambil semuanya dan bertanya apakah ia memiliki sebuah rahasia.
“Apa kau Pernah dengar "inframince"?” kata Louis, si pegawai mengelengkan kepalanya.
Itu adalah perkataan Marcel Duchamp. Tuan Louis punya mata sakti yang bisa membedakan sedikit saja perbedaan antara barang-barang yang dibelinya.” Ucap Pelayan Kim, Si pegawai itu tak percaya mendengarnya.
“Akan kuberitahu satu rahasia, Sebenarnya, barang-barang itu yang bicara padaku.” Bisik Loius
Si pegawai mengatakan kalau ia memiliki sebuah hadiah, dengan memberikan sebuah kotak hadiah karena hanya Loius yang berhasil mencapai gelar "Raja Belanja" di butik mereka periode ini jadi ingin menunjukkan rasa terima kasih.  Louis membuka terlihat seperti pakaian dalam pria
Sepasang pakaian dalam istimewa yang dibuat hanya untukmu. Dibuat dengan campuran katun supima dan rica yang istimewa. Dibuat oleh seorang seniman yang memamerkan hasil karyanya di museum, Tuan Jean-Sebastien Moore. Dia bahkan menuliskan namamu di situ. Ini adalah sepasang pakaian dalam istimewa Dan Juga... dibagian depan tertempel berlian”jelas Si pelayan dengan detail  Louis berkomentar kalau itu tak buruk. 


Nyonya Choi masuk ke dalam kantor dengan beberapa petinggi yang mengikutinya dan terlihat pegawai dari Joong Won membunngku menyapanya. Sementara di toilet dua pegawai menceritakan Nyonya Choi sepertinya tumbuh besar dan hidup di lingkungan yang sangat baik. Tapi..
Kudengar ia pernah mengalami masa sulit.” Bisik si wanita, Mi Young bertanya memang kenapa.
Di sisi lain, Istri dari Tuan Baek menceritakan  Ibu menjalani hidup yang sulit dengan kehilangan suaminya di usia 42 tahun, dan kehilangan anak dan istrinya di usia 52 tahun jadi Satu-satunya anggota keluarga yang ia miliki adalah Ji Sung.
Dia sering menemui Tuan Hong... dari Mount Gyeryong. Seorang peramal. Dia diberitahu bahwa takdirnya terlalu keras, sampai bisa membuat seluruh keluarganya meninggal. Takdirnya memiliki energi sekuat harimau putih atau apapun itu”cerita si istri Tuan Baek

Ya ampun. Apa dia Terlalu banyak energi harimau putih?” komentar teman lainya, Istri Tuan Baek membenarkan.
Dia juga disarankan untuk tinggal jauh dari Ji Sung. kalau dia mau Ji Sung tetap hidup.” Jelas Istri Tuan Baek 
Mi Young yang mendengar cerita Nyonya Choi merasa kasihan karena harus berpisah dengan cucunya, Pegawai lain pun merasa yakin Nyonya Choi tidak bisa melupakan apa yang pernah didengarnya dan pasti sangat cemas, karena pasti akan seperti itu. Mi Young bertanya berapa umur dari cucunya. Ma Ri tiba-tiba keluar dari kamar manci
Ya ampun. Kami bicara terlalu kencang sampai tidak sadar kau ada di sini. Maafkan kami.” Ucap Mi Young meminta maaf pada Ma Ri
Umurnya 25 tahun... Cucunya Presdir.... Kau mengenali pelanggan dari IDnya. Louis, sebagai  raja belanja setiap tahun, kan Louis yang itu... adalah cucunya Nyonya Choi.” Kata Ma Ri 

Louis sedang bersantai sambil membaca bukunya, Pelayan Kim memberikan ponsel yang berdering kalau itu dari Nona Baek, Louis menolak karena tidak mau menerimanya. Pelayan Kim meminta agar Louis menerimanya karena merasa Louis akan menikahinya musim gugur tahun depan. Louis kaget mendengarnya.
“Apa Kau sudah gila ? Kenapa juga aku mau menikah dengannya?” teriak Louis kesal
Kegigihannya untuk mendapatkan hatimu.. pasti akan membuat kalian berdua berakhir di pernikahan. Coba Lihat saja. Dia pasti akan menelponmu lagi.” Kata pelayan Kim dan melihat nama Baek Ma Ri kembali menelpnya. Akhirnya Louis mau tak mau mengangkat telpnya 

Ma Ri memanggil nama Ji Sung bertanya apakah ia baik-baik sajalau mengatakan kalau ia baik dan sepertinya Ma Ri sudah membuat daftar pertanyaan yang dituliskan.
Bagaimana cuaca di sana? Di Seoul panas... Kuharap kau tidak sakit karena AC. Aku mencemaskanmu.” Ucap Ma Ri terus nyerocos
Hey, Baek Ma Ri. Apa Kau mencintaiku atau bagaimana ? Kau menelpon hanya untuk bertanya kabarku, bagaimana kesehatanku dan bagaimana cuaca di sini. Kau hanya bertanya tentangku. Apa Kau tergila-gila padaku dan sebegitu merindukanku? Kalau kau mau menggilaiku, silakan saja, tapi aku tidak suka padamu. Jadi tolong, jangan pernah mimpi bisa menikah denganku. Aku tutup!” kata Louis lalu menutup telpnya.
Dia sangat narsis dan tahunya cuma menghabiskan uang. Memangnya siapa dia sampai berani bilang tidak menyukaiku? Dasar aneh.” Kata Ma Ri kesal
“Tapi Baiklah. Lihat saja, kalau kita sudah menikah apa kau masih bilang begitu nanti.” Ucap Ma Ri dengan senyuman bahagia. 

Louis bertanya pada Pelayan Kim, apakah pendapatnya kalau Ma Ri memang menyukainya. Pelayan Kim melihat dari analisisnya, Ma Ri menelpon sekali seminggu di waktu yang sama dan bertanya tentang kesehatannya dan bagaimana cuaca di sini.
Menurutku, itu hanya pembicaraan yang tidak tulus dan dilakukan karena terpaksa.” Kata Pelayan Kim
Bingo. Itu dia!... Ya Tuhan. Aku tidak punya teman dan harus menerima telpon dari orang-orang semacam itu.” keluh Louis kesal. 

Louis masuk ke dalam rumah menyalakan TV tapi tanganya tetap melihat Ipad yang dipegangnya. Sebuah acara Dokumenter menceritakan tentang  Bok Sil mengumpulkan obat herbal dan menjualnya karena Nona Bok Sil berumur 21 tahun  harus menghidupi tiga anggota keluarganya.
Bok Sil berjalan dihutan meminta agar kameramen yang mengikutinya agar berhati-hati jatuh dan mungkin ada ular. Tiba-tiba seekor ular terbang dan mengenai kamera, Louis yang menontonya ketakutan sampai menutupi wajahnya dengan Ipad karena membuat terkejut. Bok Sil tanpa takut memegang ular yang ada diatas kamera lalu tersenyum pada kamera.
Louis terdiam melihat Bok Sil, seperti tersentuh dengan senyumanya.  Pelayan Kim melihat tatapan Louis yang berbeda saat melihat Bok Sil.

Barang langka terdeteksi. Pupil membesar... Ah.. Tidak... Ada sedikit perbedaan.” Gumam Pelayan Kim lalu memanggil Louis tapi Louis masih terdiam melihat senyuman Bok sil di layar TV.
“Tuan... Apa kau tak enak badan?” tanya Pelayan Kim
“Tuan Kim... Apa orang-orang di Korea masih tinggal di tempat seperti ini?” kata Louis
Tentu saja. Makanya acara seperti ini masih dibuat. Kau lihat judul acaranya, "Pedalaman Korea", kan?” ucap Pelayan Kim, Louis binggung apa maksudnya "Pedalaman Korea"
Maksudnyatempat-tempat seperti itu, berada Di pinggiran.” Kata Pelayan Kim, Louis bisa mengerti. 


Ia kembali menonton kembali kali ini Bok Sil meminta agar mencium yang baru saja diambilnya, yaitu   Akar bunga balon ampuh untuk obat batuk da kata neneknya itu bisa meredakan radang di paru-paru jadi Bagus sekali untuk menghadapi peralihan musim.
“Tuan Kim, ambilkan aku itu. Kau tau kan aku ada gangguan hidung. Dia bilang ini luar biasa.” Ucap Louis
Tuan.... Kau bukan sedang menonton acara home shopping. Ini film dokumenter.” Kata Pelayan Kim, Louis pun meminta maaf. 

Bok Sil kembali kerumah menyalakan lilin, lalu Kamerana piki Pasti tidak enak hidup tanpa listrik. Bok Sil mengaku memang Tidak enak. Kameramen bertanya Apa Bok Sil pernah mempertimbangkan untuk tinggal ke daerah yang lebih dekat ke kota. Bok Sil mengatakan tidak bisa pindah karena nenek.
Di rumah yang tidak nyaman ini,  Bok Sil mengurus nenek dan adiknya. Kulkas adalah yang paling penting baginya.”  Ucap Narator
Membuat lauk menjadi tantangan di musim panas. Karena cepat basi, aku harus masak setiap hari. Yang paling kubutuhkan adalah kulkas.” Cerita Bok Sil dengan neneknya yang sudah duduk didepanya. 

Louis seperti kasihan meminta agar Pelayan Kim  Cari tahu di mana Bok Sil tinggal dan kirimkan kulkas terbaru dengan teknologi yang paling canggih. Pelayan Kim memberitahu Tapi di rumahnya tidak ada listrik Jadi Mana bisa pakai kulkas dan Kalau diberi kulkas, cuma bisa dijadikan rak di dapur.
Lagipula, itu adalah acara yang menjadi bagian kampanye pengumpulan dana UNICEF. Dan satu lagi Itu cuma film dokumenter.... Dokumenter.” Kata Pelayan Kim, Louis pun bisa mengerti. 

Sepasang suami istri masuk ke dalam sebuah rumah, Si istri meminta suaminya agar membawa barang mereka diatas meja lalu terkejut melihat kulkas yang masih penuh dengan makanan berpikir anaknya itu tak makan dirumah selama ini dan tidak makan salah satu lauknya dan meminta agar menganti dengan makanan yang baru.
Sudah kubilang itu cuma buang buang waktu. Joong Won tidak pernah makan di rumah.” Ucap Tuan Cha Soo Ill pada istrinya.
Kalau dia mau sehat, dia harusnya makan di rumah, bukannya jajan di luar. Sudah kuberi tahu berkali-kali tapi dia tidak mau dengar. Aku penasaran dia itu mirip siapa.” Keluh Istri Tuan Cha
Jangan membuat makanan sehat dengan bahan yang kau lihat di TV. Joong Won sangat pemilih, kau tahu? Dia mana mau makan makanan seperti itu.” kata Tuan Cha
Sayang. Kau tahu betapa susahnya aku membuat semua ini. Kenapa malah bicara begitu? Jadi Yang mana yang tidak kau sukai?” kata Istrinya sedih
Jangan salah paham... Aku suka semua yang kau buat. Tapi, apakah menurutmu mencampurkan plum dengan mudfish.. itu sedikit keterlaluan? Bayangkan bagaimana rasanya Biji perilla sangat enak dicampur mudfish.” Kata Tuan Cha
Sayang.... Aku pergi jauh-jauh ke Gwangyang dengan ibunya Sang Yeob... untuk membeli plum organik dan membuatnya jadi makanan. Apa Kau lupa?” ucap sang istri
Tuan Cha tahu, Istrinya pikir jadi mana mungkin tidak memakainya dan Plums bagus untuk kesehatan. Tuan Cha pun hanya bisa pasrah membenarkan ucapan istrinya. Sang istri masuk ke dalam kamar kerja anaknya, seperti matanya mengeluarkan sinar laser lalu ke kamar mandi dan tempat tidur anaknya.
Tinggalkan semua dan lihatlah... apakah dia bersama wanita.” Ucap  Istri Tuan Cha keluar dari kamar anaknya, Suaminya pun mengerti.
Dia akan segera berumur 40 tahun.  Kenapa dia tidak pernah membawa perempuan ke rumah? Aku mau dia menikah secepatnya supaya bisa punya cucu... Aissh Bikin kesal saja.” Ucap Ibu Joong Won menatap foto anaknya.
Dia bisa melakukan segalanya. Kenapa cari jodoh saja tidak bisa?” keluh Tuan Cha. Ibu Joong Won memanggil suaminya untuk pergi ke suatu tempat. 


Keduanya pergi ke tempat peramal,  lalu mengatakan untuk menunggu sebulan saja, Ibu Joong Won tersenyum bahagia karena anaknya akan bertemu seseorang dalam sebulan. Peramal memberitahu bahwa disaat ini  wanita dan pria jauh dari jangkauannya.
Apa maksudmu pria?” tanya Ibu Joong Won binggung.
Aku tidak tahu tapi Aku melihat pria dan wanita.” Kata si peramal. Ibu Joong Won menatap suaminya dengan wajah panik
bersambung ke part 2
 FACEBOOK : Dyah Deedee  TWITTER @dyahdeedee09 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar