Selasa, 13 September 2016

Sinopsis Love In The Moonlight Episode 7 Part 1

PS : All images credit and content copyright : KBS

Pangeran Lee masuk ke dalam istana lalu menyuruh Byung Kyu untuk pergi saja. Byung Kyu pikir akan menemaninya sampai ke Dongungjeon. Pangeran Lee bertanya apakah Byung Kyu tidak melihat bahwa Ra On akan mati dengan melirik wajah Ra On sudah pucat. Ra On mengaku kalau ia baik-baik saja.
Kasim Jang datang dengan wajah panik memanggil Putra Mahkota, menanyakan kemana saja setelah menyebabkan masalah, lalu kaget melihat Pangeran Lee yang benar-benar menyelamatkan Kasim Hong, dan bertanya apakah tak ada yang terluka.
Pangeran Lee menyuruh Kasim Jang bertanya satu-satu, Kasim Jang ingin bicara, Pangeran Lee langsung menutup mulut Kasim Jang dengan satu jarinya, mengatakan kalau mulai besok. Byung Kyung memilih untuk pamit pergi. Pangeran Lee mengatakan mulai besok, akan menemui Ra On lagi di Dongungjeon. Ra On tak percaya mendengarnya, Pangeran Lee pergi tak ingin Kasim Jang lebih banyak bicara lagi. 

Ra On membereskan alas tidurnya dan melihat badan Byung Kyu penuh luka, bahkan dilenganya diperban, lalu bertanya dengan wajah sedih apakah Byung Kyu terluka lagi karena dirina. Byung Kyu Ini adalah pekerjaannya jadi bukan karena Ra On.
Itu tidak benar. kau selalu khawatir tentang aku. Kau menyelamatkan hidupku dan merawatku sepanjang malam... di saat aku sakit.” Kata Ra On, Kyung Kyu menegaskan kalau bukan ia orangnya.
Kalau bukan karena kau, lalu siapa? Satu-satunya orang yang tinggal di Jahyeongdang...” kata Ra On binggung,
Teringat saat di pesta lentera, Ra On bertanya bagaiama bisa Pangeran Lee tahu ia berpisah dari ibunya. Ia pun baru menyadari kalau orang yang diajak bicara bukan Byung Kyu tapi Pangeran Lee. 

Ra On berbaring dengan senyuman, sementara Byung Kyu duduk diatas dengan berjaga-jaga. Ra On merasa kedaaanya sangat luar biasa, setelah kembali ke istana membuatnya  merasa begitu damai. Ia ingta dengan kata-kata Byung Kyu sebelumnya.
Bahwa tidak ada yang menyukai istana. Dan bahwa kalau kau sampai menyukai seseorang di istana, Maka itu akan menjadi tempat yang layak untuk menjalani hidup.” Kata Ra On, Byung Kyu merasa kalau kalimat itu terdengar tidak asing, lalu menyuruhnya untuk tidur karena pasti lelah.
Byung Yun.... Kau tahu... Aku khawatir bahwa aku akan bisa... menyukai istana lagi.” Kata Ra On memiringkan badanya sambil tersenyum. 

[Bab 7, Profesi]

Yoon Sung berlari ke lorong dan wajahnya tersenyum bahagia melihat Kasim Hong akhirnya kembali ke istana dan tak jadi bawa ke Qing.  Ra On bingung melihat Yoon Sung datang, Yoon Sung mengaku kalau  perlu memeriksa sesuatu. Ra On makin binggung.
Apa kau tidak terluka?” tanya Yoon Sung, Ra On mengatakan baik-baik saja dan balik bertanya apakah Yoon Sung mengkhawatirkanya.
Iya. Jangan membuatku khawatir lagi... karena kau sangat istimewa bagiku. Kau adalah satu-satunya kasim yang sudah membuatku berlari ..” Kata Yoon Sung, Ra On tersenyum bangga mendengarnya. 

Tiba-tiba terdengar bunyi suara berdeham. Pangeran Lee sudah berdiri di depan keduanya, Yoon Sung mengaku senang melihat Pangeran Lee dalam keadaan aman. Pangeran Lee mendengar dari Byung Yun bahwa Yoon Sung memainkan peran besar dalam membawa penyidik ​​dari Qing.
Itu juga sangat penting bagiku, jadi aku sedikit membantu.” Ucap Yoon Sung, Ra On kaget karena Yoon Sung ikut membantu juga.
Sesuatu yang cukup penting untuk menentang kehendak ayahmu. Kurasa maksudmu tidak perlu khawatir karena itu bukan untukku.” Sindir Pangeran Lee lalu berjalan masuk ke ruangan. Ra On pun pamit pergi mengikuti kemana perginya Pangeran Lee. 

Ratu Kim tertawa dengan perut yang sudah mulai membesar, Kasim Sung meminta izin pada Ratu untuk bertanya apa yang membuatnya tertawa. Ratu Kim pikir itu sesuatu yang menarik kenapa Pangeran Lee  bersikap begitu murah hati hanya untuk kasim itu dan  Sejak kapan Putra Mahkota peduli dengan hal itu
Itulah sebabnya ada rumor aneh yang beredar, mempertanyakan apa dia menyukai laki-laki.” Kata Kasim Sung berbisik.
Itu tidak masuk akal. Nama kasim itu adalah Sam Nom, benarkan?” ucap Ratu Kim, Kasim Sung membenarkan.
Pelayan memberikan semangkuk obat ketika Ratu akan meminumnya, tiba-tiba mulutnya langsung mual dan ingin muntah. Ratu langsung marah melempar mangkuknya, karena menurutnya sudah cukup sulit tapi pelayan malah membuatnya makin tak ingin minum obat. Pelayan meminta maaf karena sedang mengalami masalah bagian lambung, Ratu tidak ingin mendengarnya menyuruh pelayan segera membawanya keluar. 

Do Gi menusukkan jarum akupuntur pada pelayan, Wol Hee duduk bersama pelayan lainya seperti khawatir, karena Tanaman obat yang dipakainya itu membuatnya membengkak kalau menyentuhnya. Do Gi mengatakan memasukkannya sedikit untuk mengencangkan keriput jadi akan membuat dahi bulat dan mengencangkan bagian bawah mata. Semua terlihat bersemangat.
 “Hei...  Apa Kau sudah mendengarnya? Aku mendengar tungku istana panas hari ini.” cerita salah satu pelayan, Do Gi yang polos binggung merasa tidak cuaca terlalu panas untuk menyalakan tungku.
Aku mendengar kasim yang kesepian dan petugas istana perempuan... berkunjung ke sana setiap malam. Mereka diam-diam bersembunyi di sana.” Cerita si pelayan dengan dua jarinya merasa keduanya seperti berkencan d didapur.
Wol Hee terlihat gugup lalu mengalihkan Matahari sudah terbenam jdai paling enak untuk bermain dan buru-buru mengajak semuanya pergi. 

Kasim Sung melapor pada Kasim Han bahawa Ratu sudah khawatir dengan rumor itu, tapi pelayan melakukan seperti mual-mual di depan Yang Mulia. Kasim Han pikir Raja tidak mengunjungi dayang selama bertahun-tahun. Kasim Ma pikir kalau bukan raja  pasti anggota keluarga kerajaan atau pengawal istana.
Siapa yang tahu? Ada beberapa kasim yang dibangkitkan kembali.” Kata Kasim Sung
Semuanya pasti jadi kacau... di antara pelayan istana perempuan sekarang.” Komentar Kasim Ma terlihat gugup sambi minum tehnya.
Ratu memerintahkan kita untuk membawa.. semua kasim yang dicurigai.” Kata Kasim Sung
Kita akan melakukan tes narkoba... pada semua kasim itu.” Ucap Kasim Han, Kasim Sung pikir Itu adalah keputusan yang bijaksana.

Ra On masuk ke dalam kamar Pangeran Lee heran kenapa tidak menyentuh makanannya. Pengeran Lee mengatakana kalau Putra Mahkota tidak makan tanpa pencicip makanan. Ra On binggung kemana perginya si  petugas pencicip makanan dan akan mencarinya.
Kau harus melakukannya, jadi Mendekat dan duduklah.” Perintah Pangeran Lee
Apa kau ingin aku untuk mencicipi makanan?” kata Ra On binggung, Pangeran Lee menganguk.
Ra On mencoba satu persatu dengan senyuman bahagia karena rasanya enak, lalu dengan wajah tertunduk mengatakan kalau makanan tidak beracun. Pangeran mulai mencoba dari sup berkomentar  Rasanya asin dan melihat makana yang lainya seperti mencurigakan. Ra On dengan wajah kesal melihat Pangeran Lee itu masih tetap pemilih. Pangeran mengatakan  tidak bisa memakannya jadi Ra On saja yang memakanya.
Ra On mememinta Tolong pikirkan pekerja istana yang mempersiapkan semua makanan itu. Pangeran Lee pikir kalau Ra On tak mau maka meminta pelayan menyingikirnya. Ra On langsung setuju sebelum Pangeran Lee berteriak untuk menghabiskanya. 

Pangeran Lee tersenyum melihat Ra On makan dengan lahap, hanya dalam beberapa saat semua habis dimakanan. Pangeran Lee tertawa kemana semua pergi makanan itu dalam tubuh yang mungilnya itu. Ra On berkata kalau menurut kakeknya,  Orang bijak tidak perlu ragu untuk bertanya. Pangeran Lee mengerti lalu menyuruh Ra On bertanya saja.
Apa yang kau maksud dengan tinggal bersamamu?” tanya Ra On mengingat saat diatas kuda.
Sesuai dengan yang aku katakan. Apa yang salah kalau aku ingin menjaga kasim kesukaanku?” ucap Pangeran Lee, Ra On hanya bisa mengangguk mengerti walaupun dengan wajah gugup.
Pangeran Lee berdiri melihat Ra On sudah lima langkah darinya, Ra On pun langsung berjalan mendekati Pangeran Lee dengan jarak hanya satu langkah dibelakangnya. 

Yoon Sun kembali mengambar dengan kuasnya, senyumanya terlihat saat mengambar wanita berjubah yang mengingatkan pada Ra On saat memakai jubah warna orange. Terdengar suara pengawal yang menyapa PM Kim baru datang. Yoon Sung buru-buru menyembunyikan gambarnya. Keduanya pun bertemu didalam ruangan.
Aku berbicara tentang pernikahanmu dengan putri dari... Menteri Pendidikan dan Kebudayaan. Setelah pernikahanmu, maka aku akan menjadikan salah satu dari keluarga dari istri putra mahkota.” Kata PM Kim, Yoon Sung kaget mengatakan kalau belum siap.
Ini bukan tentang menemukan mitra yang tepat untukmu. Sampai kapan kau akan bersikap santai seperti itu?” tegur PM Kim, Yoon Sung ingin menyela tapi kakeknya lebih dulu bicara.
Yang perlu kau lakukan adalah mengikuti perintahku. Jangan khawatir. Dia dikenal cantik dan bijaksana.” Tegas PM Kim. 

Ra On sedang melihat bahan makan didapur, tiba-tiba terdengar seseorang yang masuk dan buru-buru Ra On bersembunyi dan betapa kagetnya melihat Wol Hee yang ditarik masuk oleh Kasim Ma ke dalam dapur. Wol Hee pikir sebelumny sudah meminta mengakhirinya karena sebelumnya ada pelayan yang hamil lalu menghilang.
Itu sebabnya aku akan berhati-hati untuk sementara waktu.” Kata Kasim Ma
Aku tidak ingin terus bertemu denganmu secara rahasia seperti ini.” tegas Wol Hee
Apa lagi yang bisa kita lakukan dengan status kita? Semua orang bertemu satu sama lain secara diam-diam.” Balas Kasim Ma
Bisakah kau mengatakan di depan orang lain bahwa kau menyukaiku?”ucap Wol Hee
Ra On bersembunyi terlihat kaget mendengarnya,  Kasim Ma pikir Wol Hee Sudah gila karena mungkin ada sesuatu yang buruk terjadi padanya. Wol Hee pikir Cinta mereka hanya akan saling menyakiti. Terdengar suara orang yang lewat, Kasim Ma buru-buru menariknya dibalik jerami.
Kasim Ma pun bsia melihat Ra On yang bersembunyi di kolong, sementara Wol Hee yang kesal memilih untuk pergi mengumpat Kasim Ma itu pengecut. Ra On dengan gugup menjelaskan Bukan maksudny untuk berada di tempat kejadian. Kasim Ma memperingatkan sebaiknya Ra On menutup mulut demi kebaikanya. 


Putri Myung Eun memasang gambar wanita sexy didepanya sambil melakukan sit up, dengan wajah kelelahan bertanya sudah berapa kali. Ha Yeon dengan malas menjawab sudah 25 kali lalu bertanya  Apakah ada banyak petugas di sekitar Putra Mahkota.
Iya.. Sesekali dia pasti ingin menghabiskan waktu sendirian. Terkadang dia berjalan-jalan sendirian di taman.” Ucap Putri Myung Eun
Ia pun kembali melakukan sit up ketika ingin bertanya jumlahnya, Ha Yeon udah tak ada dikamar dan Wol Hee sedang melamuni nasibnya juga tak sadar Ha Yeon keluar dari kamar. 

Ha Yeon berjalan di taman lalu melihat sosok orang yang dicarinya sedang membaca buku, dan berpura-pura mendekatinya dengan bertanya “apakah itu putra mahkota”. Pangeran Lee hanya melirik melihat Ha Yeon, lalu Ha Yeon bertanya apakah masih mengingatnya. Pangeran Lee menganguk lalu bertanya apa tujuanya datang ke taman.
Aku sedang dalam perjalanan untuk menemui tuan putri...” ucap Ha Yeon, Pangeran Lee pikir Ha Yeon tersesat lagi.
Bunga-bunga yang indah seakan menuntunku ke sini.” kata Ha Yeon
Ini bukan tempat di mana kau akan dituntun. Apa Myung Eun memberitahu lubang yang mengarah ke sini kepadamu?” kata Pangeran Lee bisa menebaknya.

Akhirnya Ha Yeon mengaku Rencananya adalah untuk berpura-pura bahwa bertemu dengannya secara tidak sengaja lalu melirik ke arah buku yang dibawa Pangeran Lee.
Menurut "Perubahan Klasik", melatih tubuh dan pikiran seseorang itu penting, tapi dia harus beristirahat saat hari gelap. "Kitab Dokumen" mengatakan seseorang harus menjaga dirinya dari... rasa puas tapi harus mengtahui kesulitan terlebih dahulu.” Ucap Ha Yeon
Maksudmu aku harus sepenuhnya beristirahat disaat sedang beristirahat?” kata Pangeran, Ha Yeon membenarkan.
Kalau kau tidak keberatan, kenapa kau tidak... berjalan-jalan denganku sebentar saja?” tanya Ha Yeon, Pangeran Lee tersenyum. 


Ra On berjalan masuk ke taman untuk membawakan buku, lalu melihat pangeran Lee yang tersenyum tak seperti biasanya, dan melihat sosok wanita cantik didepanya akhirnya ia pun memilih untuk mundur perlahan meninggalkan keduanya.
Ha Yeon keluar dari taman dengan wajah kesal mengingat kata-kata Pangeran Lee tentang ajakanya "Tidak, terima kasih. Tidak ada alasan khusus"? tapi kenapa ia harus tersenyum kalau memang menolaknya tapi membuatnya jadi lebih bersemangat untuk mendekati Pangeran Lee. 

Kasim Ma yang mabuk pergi ke tempat para pelayan sambil berteriak kalau Ia Man Jong Ja jadi meminta agar segera keluar. Wol Hee terbangun dan mengintip dari jendela melihat Kasim Ma yang datang lalu tiba-tiba seseorang langsung menarik dan menutup mulutnya, ketika ingin memanggil nama Wol Hee. Wol Hee pun kembali menutup jendela kamarnya dengan wajah khawatir. 

Ra On tak bisa bernafas karena Kasim Ma mencekiknya, kasim Ma Marah kenapa Ra On mengikutinya karena lebih baik meninggalkan Wol Hee sendiri. Ra On mengaku kalau mengkhawatirkan seniornya, Kasim Ma mamin mencekiknya karena tidak dalam poisisi untuk mengkhawatirkannya.
Byung Kyu datang langsung memberikan totokan dan saat itu juga Kasim Ma jatuh pingsan,  Ra On terbatuk-batuk karena tak bisa bernafas, Byung Kyu ingin mengecek bagian leher saat itu juga tiba-tiba tanganya di tepi oleh Pangeran Lee. Ra On dan Byung Kyu kaget, Pangeran Lee dengan tatapan dingin mengatakan kalau Ra On baik-baik saja selama tidak mati dan menyindir supayaBersikaplah seperti laki-laki.

Ketiganya  berjalan beriringan, Ra On berbisik pada Byung Yun apakah  Setelah seorang gadis menjadi seorang dayang, maka ia tak bisa kembali lagi, kaena ia sedang berbicara tentang pembantu istana. Byung Yun mengatakn tak Tidak mungkin tanpa izin Raja.
Aku akan berpura-pura bahwa aku tidak mendengarnya, Jadi jangan menyebutkan tentang itu lagi.” Ucap  Pangeran Lee berhenti berjalan, Ra On tak tahu kalau putra Makhota mendengar pertanyaan lalu mengatakan kalau ada cara,
Itu melawan hukum.” Tegas Pengeran Lee.
Ya, itu melawan hukum, tapi kau bisa melakukan apapun tentang... apa yang ingin dilakukan hatimu.” Kata Ra On, Pangeran Lee pun menyuruh Ra On diam saja 

Kasim Ma melihat Ra On yang sedang duduk bersandar di pohon langsung memarahinya karena berlari setelah memukul kepalanya. Ra On panik karena bukan dia yang melakuanya dan menjelaskan kalau Kasim Ma membuat keputusan terburuk pada hari itu dengan pergi ke tempatnya setelah minum dan berteriak "Keluar kau, Wol Hee." Kasim  Ma menyuruh Ra On tak bisa lagi.
Apa yang bisa aku lakukan sekarang ? Aku tidak bisa melakukan apapun.” Kata Kasim Ma duduk lemas.
Apa kau ingin aku membantumu? Bagaimana kalau aku memiliki ide yang bagus?” ucap Ra On seperti memikirkan sebuah ide. 

Raja mengetahui  Kantor Bantuan Pangan diserang Dan Menteri Perpajakan, Kim Jang Suk ingin mengundurkan diri. PM Kim berkomentar Itu adalah keputusan yang tepat sebagai orang yang memimpin. Raja juga mendengar Mentri Kim menyembunyikan beras yang disimpan untuk keadaan darurat dan banyak orang membencinya karena hal itu.
Kenapa fakta-fakta itu tidak ditulis di sini?” ucap Raja heran
Kenapa kau dibutakan oleh apa yang orang-orang bodoh katakan, lebih baik fokus hanya pada kesalahan kecil yang dilakukan pejabat? Apa kau belum mendengar... siapa yang menyerang Kantor Bantuan Pangan?” ucap PM Kim, Raja meminta aga memberitahunya.
Mereka yang menyebabkan serangan mencurigakan baru-baru ini... dengan memakai topeng. Sosok penting dari kelompok... adalah Hong Kyung Nae.” Kata PM Kim memberikan topeng yang ditemukanya.

Raja mengingat kejadian saat istana diserang dan dibakar oleh seseorang, matanya langsung ketakutan, merasa yakin pelakunya itu sudah mati.  PM Kim menjelaskan itulah sebabnya mereka secara putus asa mencari anaknya. Raja tak percaya mendengarnya.
Apa mereka mencari anaknya untuk membuatnya... menjadi tokoh penting yang baru?” ucap Raja makin melotot
Aku tidak bisa memberitahumu sampai sekarang karena aku khawatir tentang kesehatanmu, tapi kelompok ini bergerak secara mencurigakan belakangan ini.” jelas PM Kim
Tangkap mereka semua. Apa yang terjadi di masa lalu tidak boleh terulang.” Perintah Raja 


[Jahyeondang]
Ra On sedang menjahit lalu melihat Byung Yun sedang melamun dan bertanya apakah mengkhawatirkan sesuatu lalu memberitahu kalau Menjahit adalah kegiatan terbaik untuk menyingkirkan pikiran yang tidak perlu, Byung Yun dengan sinis menyuruh Ra On diam saja.
Baiklah, lagipula aku tidak berharap kau akan membantuku. Dan ini tidak semudah yang kau pikirkan. Kau mungkin tidak akan bisa memasukan benang dalam jarum.” Ejek Ra On
Byung Yun duduk didepan Ra On dengan lihainya tanganya menjahit sebuah boneka tangan. Ra On sampai melongo melihatnya berkomentar Byung Yun  benar-benar luar biasa bahkan tahu bagaimana menggunakan tubuhnya. Byung Yun menyuruh untuk mematikan lampu agar bisa tidur. Ra On
Saat seorang pria memasukan benang melalui jarum... Bisakah kau melakukan ini juga?” kata Ra On memberikan boneka lainya, Byung Yun mengeluarkan pisau dan langsung mematikan lilin.

Pangeran Lee bersama Ra On baru keluar kamar dan melihat perkelahian antara Kasim, Dengan terikan Pangeran semuanya berhenti dan terlihat Kasim Jang sudah babak belur dengan hidung berdarah.  Di ruangan, Pangeran kesal karena Kasim Jang tidak akan mengatakannya sama sekali lalu berpikir kemana Kasimnya itu akan diserahkan, Kantor Pelayan Kasim atau  Departemen Kehakiman.
Putra Mahkota... Beberapa kasim bodoh berbicara omong kosong.” Ucap Kasim Jang, Pangeran yakin Kasim itu pasti menghujatnya bukan omong kosong dan meminta segera memberitahukanya.
Mereka berkata... Putra Mahkota... menyukai pria.” Kata Kasim Jang langsung berlutut meminta ampun, Ra On melonggo kaget mendengarnya. Pangeran Lee melirik ke arah Ra On, Ra On buru-buru menunduk tak berani menatapnya.  
Pangeran Lee tertawa mendengarnya karena itu masalah yang serius, Kasim Jang  memberitahu kalau para Kasim itu melihat Pangeran Lee menatap Kasim Hong dengan begitu hangat. Pangeran Lee meminta agar Kasim Jang tak membahasnya, Kasim Jang tetap memberitahu kalau rumor itu sudah menyebar di seluruh istana, bahkan menganggap Pangeran memperlakukan Kasim Hong seakan-akan adalah kekasihnya. Pangeran Lee mneyuruh Kasim Jang cukup berbicara.
Karena kau akan segera menerima kekuasaan, Maka aku sangat khawatir itu mungkin membahayakanmu. Aku harus membelamu. Tolong maafkan aku.” Ucap Kasim Jang, Ra On terdiam seperti merasa bersalah membuat romur tak baik untuk pangeran. 
bersambung ke part 2

FACEBOOK : Dyah Deedee  TWITTER @dyahdeedee09 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar