Jumat, 23 September 2016

Sinopsis Shopping King Louie Episode 2 Part 2

PS : All images credit and content copyright :MBC

Keduanya berjalan keluar dari sauna, Louis mengumpat kesal karena menurutnya tak adil padahal ia belanja dengan uang yang ditemukan di lantai dan menyakinkan Bok Sil kalau tak berbohong. Bok Sil sudah bisa tahu.
Kalau lain kali kau menemukan uang, jangan kau belanjakan tapi lebih baik Simpan saja. Kau tidak tahu apa yang akan terjadi.” Kata Bok Sil, Louis mengangguk mengerti
Ini sudah malam, lalu Kita tidur di mana sekarang?” ucap Bok Sil binggung, Louis pikir mereka bisa pergi ke rumah Bok Sil.
Aku mana punya rumah.” Kata Bok Sil kesal, Loius heran  Mana ada orang di dunia ini yang tidak punya rumah. Bok Sil bertanya apakah Louis punya rumah sekarang. Louis akhirnya terdiam lalu bertanya kenapa Bok Sil tak memiliki rumah.
Aku baru saja pindah ke Seoul. Nanti aku akan cari tempat tinggal kalau uangnya sudah cukup.” Cerita Bok Sil, Louis bertanya sebelumnya tinggal dimana.
Di Gangwon.” Kata Bok Sil, Louis seperti tak tahu tepatnya ada dimana.  Bok Sil menjelaskan yang di Gangwon dan mengejek kalau Louis itu tak tahu tepatnya lalu teringat kalau nama saja tak ingat. 

Keduanya tiba-tiba berhenti dan langsung menelan air liur melihat dua pelajar yang makan ramyun dengan lahap di minimarket. Akhirnya Bok Sil dan Louis makan ramyun di minimarket seperti orang kelaparan, kali ini gantian dua pelajar yang menatap heran melihat keduanya.
Ada yang aneh...” kata Louis, Bok Sil bertanya apanya yang aneh.
Ini enak, tapi sepertinya aku tidak pernah makan ini sebelumnya.  Tapi Aku pernah makan tidak ya?” ucap Louis binggung, Bok Sil menawarkan kalau memang Louis mau tambah lagi. Louis pun dengan senang hati ingin nambah. 

Tuan Cha datang kerumah anaknya membawa dua botol minuman meenceritakan kalau Ibu Joong Won benar-benar bikin stress. Joong Won sedang asik menikmati es krim bertanya apakah ibunya  memberikan makan yang aneh-aneh lagi.
“Dia bahkan memasukkan sirup plum ini ke dalam ramyeon. Butuh waktu setahun untuk menghindari plum sialan ini.” kata Tuan Cha
Bilang padanya itu tidak enak dan jangan makan lagi.” Ucap Joong Won santai
Kau kan tahu aku mana bisa bicara begitu.” Kata Tuan Cha, Joong Won kesal sendiri kenapa ayahnya masih mau memakanya juga.
Aku harus pergi kerja pagi pagi besok jadi Aku tidak akan sempat berpamitan besok. Selamat malam...” ucap Joong Won masuk kamarnya

Joong Won... Anak laki-laki memang tidak berguna.” Keluh Tuan Cha lalu membuka kulkas dan melihat sebuah kotak makana dan membukanya ternyata Gingseng milik Bok Sil masih disimpan.

Akhirnya Louis makan ramyun banyak sekali, Bok Sil melihat Toko ini pasti buka 24 jam. Louis pikir mereka akan tidur di toko malam ini. Bok Sil kesal menyuruh Louis melihat sekelilinnya mana mungkin bisa tidur disana. Louis merasa sangat kenyang sekali dan meminta agar dibelikan minuman.
Mana Bok Sil melihat ke arah depanya, sosok wanita yang pernah dilihatnya. Lalu teringat saat di kereta api nenek itu yang mengambil tasnya. Akhirnya ia berlari keluar minimarket  berteriak kalau itu Pencuri dan meminta menangkapnya, si nenek tak kalah gesitnya bisa menghindari kejaran Bok Sil bahkan berbalik arah.
Louis yang merasa kekenyangan berusaha menangkapnya tapi yang terjadi malah kena hantam dan jatuh. Bok Sil khawatir sempat menanyakan keadaanya lalu meminta aar menunggunya dan jangan ke mana mana. 

Louis binggung karena tak tahu keberadanya sekarang. Bok Sil menunjuk ada pedagang dalam mobil sebagai patokanya.
“Bok Sil... Jangan tinggalkan aku. Kau harus kembali kan?” jerit Louis sambil meringis kesakitan. Bok Sil terus mengejarnya sampai akhirnya di sebuah halte si nenek langsung masuk ke dalam bus yang berhenti.

Bok Sil berusaha mengejar bus seperti tak bisa berhenti, Si nenek akhirnya bisa duduk tenang dibagian belakang sambil mengumpat Bok Sil itu gadis keras kepala. Tapi dari bagian belakang Bok Sil bergelantungan dibus tak ingin kehilang si nenek.
Sesampai di halte berikutnya si nenek turun, Bok Sil pun diam-diam turun dari belakang bus dan berusaha menangkapnya seperti kelelawar. Sang nenek kembali kabur ke taman bermain, dengan lincah masuk dan keluar dengan cepat. Bok Sil tak mau kalah bisa menangkap si nenek dari dalam perosotan dan sang nenek pun terjatuh. 

Bok Sil meminta agar mengembalikan uangnya,  Si nenek berkomentar kalau Bok Sil benar-benar gigih sekali untuk menangkapnya. Sementara di depan minimarket, Louis melihat si pedagang yang sudah menutup datangan dan akan pergi. Louis memohon agar paman itu bisa menunggu sebentar lagi. Si paman mengatakan kalau sudah waktunya untuk tutup.
Kalau tidak ada truk ini aku takut Bok Sil tidak bisa menemukanku. Ini Tidak akan lama.” Ucap Louis panik, Si paman mengejak Louis itu aneh dan naik ke truknya untuk pulang. 

Bok Sil memberikan obat pada luka di lutut nenek yang terluka, Si nenek bertanya apakah Bok Sil itu si Tupai Terbang, lalu mengatakan kalau ia adalah si Musang yang Berlari dan akhirnya minta maaf soal uang itu.
Sebenarnya aku ke Seoul untuk mencari cucuku. Setelah dia kabur dari rumah aku tidak bisa menemukannya. Aku naik kereta api dalam keadaan cemas dan tidak punya uang. Sesuatu pasti sedang merasukiku waktu itu. Kalau kau mau membawau ke kantor polisi tidak apa apa. Aku sudah tua tapi tidak bisa menjadi teladan, jadi Penjarakan saja aku.” Kata Si nenek pasrah
Ya ampun, Nenek.... Tidak apa-apa. Berikan saja baju itu padaku...” ucap Bok Sil. 

Bok Sil akhirnya kembali dengan mengunakan baju yang diberikan oleh si nenek dan melihat ke dalam minimarket, tak melihat ada Louis lalu mencari ke minimarket lainya juga tak melihat keberadaan Louis.
Louis berjongkok di depan minimarket, ketakutan karena Bok Sil belum juga kembali. Tiba-tiba tiga orang pelajar wanita datang menghampirinya , dengan sinis bertanya apakah ia seorang idol, satu lagi pikir Lois itu calon aktor karena terlihat tampan.
Karena kau tampan, belikan kami makan malam.” Ucap si ketua Gank, Louis berdiri  mengatakan tidak punya uang jadi lebih baik makan saja sendiri sana.
Ganteng tapi bodoh...” umpat Si pelajar lalu mengeluarkan stapler dan sengaja menekanya dibagian pipi Louis.
Louis memegang pipinya karena kesakitan, lalu sala seorang pelajar mengeluarkan palu yang sudah ditempel stiker imut, Louis tak bisa bergerak karena dilehernya ada palu, akhirnya berteriak meminta tolong. Salah pelajar langsung menutup mulutnya menarik Louis denga memberitahu mereka itu berteman dan hanya berdebat sedikit.

Bok Sil terus mencari Louis masuk ke minimarket satu dan yang lainya, sampai akhirnya merasa pusing tak menemuikan si pria hilang ingatan.  Di sebuah taman yang gelap, Ketua Genk mengancam akan memukulnya kalau sampai mendapat uang, dan akan memukul sesuai dengan  sebanyak jumlah uang yang kami temukan.
Akhirnya dua yang lainya mengeledah tubuh Louis, ternyata memang tak punya uang. Si ketua Genk makin marah langsung memukul Louis. Louis langsung terjatuh melihat tiga orang seperti ingatan sedikit kembali kalau pernah dipukul oleh banyak orang. Ketua Genk menyuruh Louis tak perlu berpura-pura sakit dengan mengejeknya hanya ganteng tapi seorang pengemis.
Bok Sil akhirnya datang dengan wajah marah melihat Louis sudah kena pukul, Loius mengeluh kalau merasakan sakit. Ketua Genk mendengar nama Bok Sil mengejeknyasempurna sekali untuk jadi pengemis dan meminta uang. Bok Sil makin marah karena tiba-tiba meminta uang padanya. Keempatnya akhirnya berkelahi di semak-semak saling memukul, Louis tak bisa berbuat apa-apa karena masih merasakan sakit. 

Bok Sil duduk diam dengan wajah babak belur lalu menangis, Louis tak enak hati meminta agar Bok Sil tak menangis.  Bok Sil kesal karena Louis bisa –bisanya pingsan di saat-saat seperti ini dan akhirnya ketiganya itu mengambil semua uang yang ada didompetnya. 

Tiga pelajar itu memiliki banyak uang lembaran 50ribu dari dompet Bok Sil, si ketua tak percaya  Bok Sil kelihatan kampungan tapi uangnya banyak juga lalu mengajak makan daging sapi dan cari tempat yang nyaman untuk menginap.
Omong-omong jaket yang dipakainya tadi mirip dengan milik Bok Nam. Bukankah menurutmu begitu?” ucap temanya satunya.
Sama-sama terlihat kampungan seperti punya Bok Nam dan desainnya sama.” Ejek teman satunnya.
Sudah lama aku tidak lihat Bok Nam. Apa dia sedang bersembunyi?” tanya si ketua Genk heran 

Keduanya kembali berjalan, Louis mengucapkan terimakasih pada Bok Sil karena kembali datang menjemputnya, karena ia sangat takut. Bok Sil tahu karena Louis itu tidak punya rumah dan uang juga tidak punya teman dan pasti  Sangat menyedihkan.
“Ditambah lagi kau tidak ingat apa-apa. Itu jauh lebih buruk.” Ucap Bok Sil
Kau harus membawaku ke manapun kau pergi. Kau mau kan?” kata Louis merengek.
Astaga... Kau memang seperti anak-anak.” Ejek Bok Sil
Louis tiba-tiba berlari ke dekat semak lalu menemukan sesuatu dan menunjuk pada Bok Sil kalau itu uang koin. 

Bok Sil mencoba menelp Joong Won tak aktif, diluar Louis seperti berharap kalau ponselnya bisa diangkat dan mereka mendapatkan uang. Tapi memang ponsel Joong Won mati karena ketumpahan kopi. Keduanya kembali duduk didepan telp umum.
“Kau tunggu disini saja, Bok Sil... Aku akan menemukan Bok Nam dan pria yang mencuri ginsengmu. Kau bisa mengandalkanku.” Ucap Louis, Bok Sil malah tertawa mendengarnya, Louis binggung kenapa Bok Sil malah tertawa.
Kau terdengar sepert orang yang bisa diandalkan.” Ucap Bok Sil, Louis bertanya kemana mereka akan pergi sekarang. Bok Sil berdiri menyuruh Louis untuk mengikutinya saja. 

Keduanya berjalan menyusuri jalan yang mulai terlihat terang, Louis sudah mulai kelelahan bertanya apakah mereka sudah sampai. Bok Sil mengatakan hampir sampai.  Bok Sil ternyata sampai didepan gedung dan mengatakan harus pergi kerja sekarang jadi meminta agar Louis menunggu sampai ia selesai berkerja. Louis merengek ingin ikut.

Akhirnya diam-diam Bok Sil masuk dengan Louis tanpa ada orang yang melihat karena belum ada yang datang. Louis mengeluh kalau merasa haus. Bok Sil masuk ke bagian ruangan tim Joong Won lalu mencari dispenser. Louis makin terkesima melihat  semua terlihat mahal. Bok Sil melihat pantry dan ingin mengambil minum, Louis melihat kopi instant kesukaanya, Bok Sil tak memperbolehkanya. Louis berjanji Tidak ada orang, jadi  akan minum dengan cepat.


Keduanya akhirnya minum kopi bersama sambil bersandar di pantry, Bok Sil merasakan kopinya itu rasanya manis seperti madu. Louis juga tak salah kalau memang kopi itu rasanya memang enak, lalu meluruskan kakinya karena merasa pegal terus-terusan berjalan lalu menanyakan keadaan Bok Sil sekarang.
Aku baik-baik saja. Kau tidak tahu ya aku ini siapa? Aku ini Ko Bok Sil si Tupai Terbang.” Kata Bok Sil tak masalah berjalan jauh karena selama ini rumahnya tinggal didekat hutan.
Pemilik perusahaan ini pasti sangat kaya. Bagaimana kalau kita tinggal di sini diam-diam?” ucap Louis, Bok Sil pikir Louis itu sudah gila.
“Lalu Kau dapat baju itu dari mana?” tanya louis
Ini punya ibuku... Aku sampai menangis waktu kehilangan baju ini.” cerita Bok Sil
Louis pun bertanya apakah Bok Sil tak  memiliki seorang ibu. Bok Sil mengatakan tidak ingat wajahnya. Louis pikir kalau Bok Sil juga hilang ingatan seperti dirinya. Bok Sil menceritakan kalau orang tuanya meninggal saat ia masih sangat kecil. Louis mengerti lalu memberitahu Bok Sil kalau merasa sangat ngantuk. Bok Sil menahan mata Louis sebelum benar-benar tertidur. 

Bok Sil membawa Louis ke toilet pria, Louis tak habis pikir Bok Sik itu menyurunya tidur di tempat itu. Bok Sil mengatakan kalau Ini tempat teraman yang bisa ditemukan karena ia harus berkerja jadi meminta Louis untuk menunggunya disana. Akhirnya Louis pun masuk ke dalam pintu toilet.
Joong Won baru sampai kantor merasakan perutnya yang bergejolak, Bok Sil sudah mengunakan pakaian OB sedang bekerja membersihkan ruangan Joong Won. Sementara Louis terlihat sudah tidur dengan lelap bahan sambil mendengkur dilantai toilet.
Akhirnya Joong Won ke toilet dan mendengar orang yang mendengur langsung mengedor-gedor dinding. Louis terbangun dan keluar dari toilet, Joong Won sedang mencuci tanganya, melihat Louis tak mengenalnya langsung bertanya dari bagian mana. Louis memilih langsung kabur dan masuk ke dalam lift.

Joong Won masih berteriak marah melihat Louis yang mengunakan jaket palsu. Mi Young dan pegawai lainya melihat Louis mengingat kalau itu gelandangan cabul yang kemarin, keduanya bingung kenapa bisa masuk gedung. Min Young langsung menyuruh Hye Joo, panggil polisi.
Saat itu ada Ma Ri didalam lift melihat seperti sosok Louis yang dikenalnya, Louis mengetahui akan di panggil polisi memilih segera keluar dari lift saat terbuka. Ma Ri yang penasaran mengerjarnya. Louis menuruni tangga dan bertemu dengan Bok Sil sedang mengelap pintu jendela.

Ia meminta agar membuka pintu, Bok Sil binggung melihat Louis seperti dikejar-kejar orang. Ma Ri akhirnya sempat bertanya apakah melihat seorang pria yang  seperti gelandangan. Bok Sil tak ingin memberitahu, saat itu Ma Ri ingin lewat depan pintu tapi Bok Sil menahanya dan memberitahu kalau Louis sudah menuruni tangga, Ma Ri pun kembali mengejarnya.
Sudah kubilang jangan ke mana-mana. Kenapa kau keluar? Kau tidak pernah mendengarkan aku” ucap Bok Sil memukul lengan Louis
Kenapa kau memukulku? Bukan aku yang mau keluar.” Kata Louis mengelus lengannya yang kesakitan.

Bok Sil menemui Bibi Hwang sedang ada diloker, Bibi Hwang sampai kaget dan mengatakan tak  bisa meminjamkan ponselnya lagi. Bok Sil mengatakan sengaja datang bukan untuk tidur. Bibi Hwang bertanya jadi untuk apa datang menemuinya. Bok Sil bertanya apakah Bibi Hwang tahu ada tempat murah yang bisa disewa?
Keduanya melewati jalan mendaki, Bibi Hwang mengatakan kalau karena dirinya makan Bok Sil mendapatkannya. Bok Sil mengucapkan Terima kasih banyak. Louis yang berjaan dibelakang terlihat kelelahan karena terus berjalan bertanya apakah mereka sudah sampai karena merasa sangat lelah.
Apa kau mau tinggal dengannya?”tanya bibi Hwang, Bok Sil mengangguk. “Dia sangat menyebalkan.” Komentar bibi Hwang, Louis berjalan mengeluh membutuhkan oksigen sekarang karena tidak bisa bernafas.
Ketiganya menaiki tangga tepatnya ada diatap rumah, Bibi Hwang menyuruh Bok Sil membersihkan saja dibagian depan rumah. Bok Sil merasa beruntung bisa mendapatkan rumah, sementara Louis tak percaya kalau mereka akan tinggal dirumah itu. 

Bibi Hwang mengajak mereka untuk masuk, Bok Sil melihat ruanganya cukup luas dan sangat menyukainya. Louis melihat hanya ada satu tempat saja di dalam rumah,  Bok Sil mengatakan kalau Louis bisa tidur di luar
Hei, membayar 400.000 Won sebulan tanpa deposit itu namanya kemurahan hati.” Ucap Bibi Hwang, Bok Sil mengucapkan terimakasih pada bibi Hwang yang mau membantunya
“Tapi... Bau apa ini?” ucap Bok Sil.  Bibi Hwang terlihat sedikit panik memberitahu kalau itu bau bahan pemutih.
Kau akan menciumnya setiap hari karena pemilik menggunakannya untuk membersihkan ruangan.” Kata Bibi Hwang, Bok Sil memuji  pemiliknya pasti sangat baik.
Louis merasa ada sesuatu yang aneh, Bibi Hwang langsung segera pamit pergi lebih dulu saja.  Bok Sil bertanya memang apanya yang aneh. Louis mengatakan tak ada apapun dalam ruangan,  televisi, tempat tidur dan kulkas dan kembali bertanya apakah memang akan tinggal ditempat ini.  Ia juga merasa tiba-tiba merasa merinding, lalu membuka kamar mandi ternyata hanya ada satu saja. Bok Sil hanya bisa diam saja melihat tingkah Louis. 

Bibi Hwang bertemu dengan si pemilik dilantai bawah,  meminta agar diberikan sesuatu yaitu 100ribu Won dari uang sewa mereka. Si Pemilik menjerit mendengarnya. Bibi Hwang tahu bukan cuma satu orang tapi Ada tiga orang yang sudah mati di rumah itu bahkan bisa mencium bau orang mati. Si pemilik panik menutup mulut Bibi Hwang agar tak terdengar yang lain. 

Joong Won pergi ke tempat service ponsel, ternyata  harus mengganti mainboardnya, jadi teleponnya diset ulang. Joong Won bertanya apakah  semua panggilan masuk akan terhapus. Pegawai membenarkan.
Akhirnya Joong Won ada dirumah, teringat kembali dengan Bok Sil “Aku akan menelponmu setiap hari. Kau harus membayar sisanya begitu kau memastikan keasliannya.
Kenapa Bok Sil tidak menelponku? Perasaanku tidak enak.” Kata Joong Won. 

Ayah dan ibunya tiba-tiba datang ke rumahnya, kembali membawakan makanan. Joong Won binggung Untuk apa obat herbal yang dibawa orang tuanya. Ibu Joong Won bertanya darimana anaknya mendapatkan ginseng langka itu. Joong Won kaget
“Ibumu dan aku menjual... ginseng liar milikmu” kata Tuan Cha dengan bangga
Kenapa tidak bertanya dulu?” jerit Joong Won kesal melihat sudah tak ada lagi dalam lemari esnya.
Kami dapat bayaran 5.000.000 Won. Semua pemilik took ingin membelinya karena barangnya bagus. Kau tahu ginseng itu tidak bagus untukmu dan ayah. Makanya kami menjualnya dan membelikanmu obat dengan uang itu. Lalu sisa uangnya boleh untuku kan?” ucap Ibu Joong Won, Joong Won hanya bisa diam saja. 

Nenek Choi tak bisa tidur lalu meminta pelayan Kim agar  menceritakan tentang Louis dengan bertanya apakah Louis yang berharga punya kebiasaan ketika tidur. Pelayan Kim menceritakan Louis yang memiliki Kulitnya sensitif, jadi suka memakai selimut dari kain alami dengan ringan dan lembut seperti sutra.
Louis yang tertidur diluar hanya berselimutkan koran dan tanda mengunakan apapun pada kakinya.
“Dia bilang tidak bisa tidur tanpa selimut itu dan kakinya harus tertutup. Dia suka menyentuh selimut yang lembut itu dengan ujung kakinya. Saat hujan dia akan... membuka jendela untuk melihat hujan. Aku harus selalu memperhatikannya.
Louis merasakan hujan yang mulai deras akhirnya dengan menutup kepalanya mengunakan koran berjongkok didepan rumah. Bok Sil keluar rumah terlihat khawatir dan sedih melihat Louis berjongkok didepan rumah. 

Akhirnya keduanya tidur tanpa alas dan berselimutkan koran, Bok Sil mengunakan tumpakan koran sebagai bantalnya dan Louis mengunakan botol air sebagai bantalnya.
“Tapi Tuan Louis pasti sudah tenang sekarang
Di bawah derasnya hujan terlihat sosok pria yang mengunakan jas hujan menatap ke arah rumah  Bok Sil yang sudah dihuni kembali. 

Hujan masih turun dengan deras beberapa orang masuk kantor dengan membawa payung. Kyung Kook masuk lobby, tak sengaja menjatuhkan air minumnya karena payungnya tiba-tiba terbuka, Akhirnya genangan air pun terlihat dilantai tapi Kyung Kook memilih untuk kabur.
Joong Won datang tak melihat ada genangan air langsung terpeleset, Min Young dan Hye Joo hanya melihatnya sambil menahan tawa. Joong Won buru-buru bangun  lansgung memangil OB agar memersihkan lantainya dengan benar. Bok Sil datang ingin mengelapnya, keduanya saling menatap karena saling mengenal. Sementara Louis yang menunggu dirumah disapa oleh seseorang dengan pakaian baju yang sama, dibalik sebuah payung.
bersambung ke episode 3

FACEBOOK : Dyah Deedee  TWITTER @dyahdeedee09 

3 komentar:

  1. Makin seru kaya nya tambh penasarn d tunggu lanjutan nya mba

    BalasHapus
  2. mbak semngat yah and thanks ... selalu menunggu sinopsisnya ...

    BalasHapus