Selasa, 13 September 2016

Sinopsis Scarlet Heart Ryeo Episode 6 Part 2

PS : All images credit and content copyright : SBS

Ratu Yoo yakin Ratu Hwang Bo sudah mendengar tentang  rencana pernikahan raja dan bertanya apakah tidak akan menghentikannya. Ratu Hwang Bo pikir Raja  melakukannya untuk suatu alasa jadi tak berhak melarangnya
Kau selalu membawa tasbih Budha itu dan sekarang bersikap seperti seorang malaikat. Gadis yang akan dinikahinya berusia 29 tahun. Dia seharusnya memikirkan keluarganya sebelum memikirkan hal seperti itu. Apa dia berencana membagi negara ini menjadi 25 bagian saat dia meninggal nanti?” sindir Ratu Yoo sinis, Ratu Hwang Bo kaget mendengar istri pertama raja berbicara seperti itu.

Pengawal memberitahu Pangeran Ke-14 sudah datang. Wang Jung masuk melihat ada Ratu Hwangbo memberikan salam lebih dulu, lalu meminta tolong ibunya, membahas Hae Soo dari rumah saudara ke delapan akan menikah dengan raja jadi meminta agar dihentikan. 
“Apa Dia adalah wanita yang akan dinikahi raja? Kau terlihat santai. Apa ini karena dia seseorang yang kau kenal?” sindir Ratu Yoo pada istri kedua
Siapa yang bisa menghentikan pernikahan raja? Ini bukan hakmu untuk ikut campur” kata Ratu Yoo pada anaknya.
Keluarganya memaksa, padahal Soo tidak ingin pernikahan ini.” jelas Wang Jung

Wang Wook datang menemui ibunya dan kaget melihat ada Ratu Yoo dalam ruangan dan menyapanya lebih dulu. Ratu Hwangbo bertanya pada anaknya alasanya datang. Wang Wook binggung menjelaskanya, Wang Jung tahu pasti kakaknya itu datang akan membahas Hae Soo dan meyakinkan ibunya kalau  Ini masalah besar jadi harus menyelesaikannya.
“Wang Wook.... Apa pernikahan ini benar-benar mengganggumu? Kenapa?” tanya Ratu Yoo
Bagiku, dia seperti adikku Dan ini juga terlalu tiba-tiba. Selain itu juga...” kata Wang Wook disela oleh ibunya.
Dia adalah sepupu dari istrinya yang sudah meninggal. Tentu saja dia banyak memikirkannya.” Kata Ratu Hwang Bo
Ini adalah pernikahan raja. Aku penasaran kenapa kau sampai memikirkannya.” Ucap Ratu Yoo sinis, Yeon Hwa akhirnya ikut masuk seperti tak ingin mencegahnya.

Baek Ah meminta pada Wang So  menemukan jalan keluar untuk Hae Soo. Wang Soo menegaskan kalau Hae So datang atas keinginannya jadi biarkan Hae Soo yang mengurusnya sendiri.
Jika dia bersikeras dan tetap tinggal, maka kita semua bisa mati.” Ucap Baek Ah
Apapun alasannya, dia bisa lari jika memang dia yang menginginkannya. Tidak ada yang bisa menghentikan ini sekarang.” Kata Wang So tak peduli, Baek Ah memohon
Apa kau, jangan-jangan memiliki perasaan padanya? Inikah alasannya kau melakukan ini?
Bukan aku...., yang jelas dia sedikit spesial bagiku.” Kata Baek Ah 

Flash Back
Setelah Nyonya Hae meninggal mereka minum bersama sampai mabuk hampir setiap hari. Hae Soo bertanya kalau memang Baek Ah menyukai Nyonya He kenapa tidak pernah  memberitahunya. Baek Ah memberitahu ibunya adalah keluarga kerajaan Shilla yang sudah gugur.
Kami semua mungkin para pangeran, tapi tidak semua berada di level yang sama. Dulu, keluargamu sangat terpandang. Aku tidak dalam posisi untuk meminta Myung Hee.” Jelas Baek Ah
Ah, lagi-lagi kau seperti itu!!! Tolong berhenti berbicara meminta orang atau apapun itu. Di tempat ini semua orang memperlakukan orang lain seperti barang. Tunggu saja seribu tahun lagi. Tidak ada yang namanya kasta-kasta seperti ini lagi dan Tidak ada orang yang lebih rendah darimu.” Kata Hae Soo kesal Baek Ah panik meminta Hae Soo agar  Berhati-hatilah dengan perkataannya.
Pangeran Baek Ah... lihat ini. Kau bisa saja hidup dengan baik, dan tiba-tiba mati suatu hari nanti. Kau bisa saja jatuh dari langit  dan tiba-tiba hidup di tempat seperti ini. Jadi, ikuti saja hatimu dan hidup dengan bahagia. Lakukan apapun yang kau mau dan jalani hidupmu seperti yang kau inginkan.” Ucap Hae Soo 

Wang So heran melihat adiknya hanya mendengar pembicaran Hae Soo yang tak jelas. Baek Ah pikir Hae Soo  tidak mengatakan hal yang salah dengan melihat Goryeo kalau Hubungan keluarga adalah segalanya.
Kau hanya akan diperlakukan dengan baik jika kau lahir dari keluarga yang baik dan tampan. Kau akan mendapat pengakuan jika kau menikah dengan orang yang tepat. Hal seperti ini rasanya sudah buruk untuk kita, padahal kita seorang pangeran. Bagaimana rasanya untuk orang biasa?” ucap Baek Ah.
“Lalu Apa Kau ingin menggulingkan tahta? Apa kau akan mengubah negeri ini?” ucap Wang So
Aku hanya ingin bebas. Kau juga ingin hal itu. Lalu Bagaimana dengan Hae Soo? Bagaimana bisa gadis yatim piatu sepertinya hidup di tempat seperti ini? Setelah hari ini... dia tidak akan pernah bisa bertemu raja. Dia akan tersiksa dan mati seperti ini.” tegas Baek Ah. 

Hae Soo duduk diam di pojokan, Selir Oh mengatakan mereka sudah selesai memeriksanya jadi bisa mandi sekarang. Hae Soo mengatakan ingin sendirian. Selir Oh mengatakan Hae Soo akan menikah setelah matahari terbit dan Raja sudah menunggu, jadi sekarang... Hae Soo menyuruh Selir Oh melepaskanya saat ingin membantunya berdiri.
Bahkan pagi ini, aku tidak tahu apa yang akan terjadi padaku. Aku butuh waktu untuk mengerti ini semua.” Tegas Hae Soo marah
Tunggu disini. Aku akan memeriksa pemandiannya.” Kata Selir Oh membiarkan Hae Soo sendirian. 

Hae Soo lemas karena harus ada pernikahan bahkan ada kamar untuk tidur bersama, dan merasa kalau sekarang waktunya untuk kabur. Teringat sata masuk gua yang menuju ke tempat pemandian. Ia berlari menuju lorong istana yang panjang, lalu bersembunyi saat ada pelayan yang lewat. Ketika akan berlari kembali, Selir Oh sudah ada didepanya dengan tatapan sinis menghalanginya untuk kabur. 

Wang So mencekik Ji Mong meyindir apakah ia sudah puas melakukanya karena sekarang ayahnya terpaksa harus melakukan pernikahan. Ji Mong memohon pada putra Mahkota untuk menyelamatkanya. Wang Mo membiarkan adiknya untuk bertindak. Wang So ingat dengan perkaataan Ji Mong sebelumnya.
“Seekor kelinci selalu menggali dua lubang. Di saat ada pria bodoh menjaga lubang depan..., si kelinci melarikan diri melalui lubang yang di belakang. Choi Ji Mong yang kukenal, biasanya tidak pernah punya satu jalan keluar! Dia setidaknya pasti punya dua jalan keluar atau lebih!” ucap Wang So semakin keras mencekiknya, Ji Mong panik memukul tangan Wang So aga melepaskanya. Wang Wo pun melepaskan tanganya.

“Cari jalan keluar sekarang!” perintah Wang So pada Ji Mong sebagai orang kepercayaan raja. 

Mentri datang menemui Raja memberitahu  Keluarga Hong Ha Jin Hae sudah  menyerahkan putri mereka Hae Soo dan sudah siap untuk pernikahan. Hae Soo seperti kaget mengetahui Hae Soo itu adalah  sepupu dari istri putra kedelapan yang sudah meninggal, Mentri membenarkan.
Kenapa harus gadis itu? Orang-orang itu sungguh serakah.” Kata Raja
Apa kau ingin menghentikan pernikahan ini?” tanya Mentri
Ini akan jadi rumit untuk dilakukan dan dimana aku bisa menemukan gadis lain yang cocok?” ucap Raja, lalu mengajaknya untuk pergi. 

Hae Soo sudah didandani untuk pernikahanya, Raja melewati lorong melihat Wang Wook yang sudah bersujud mengaku memberanikan diri untuk datang  dan ingin mendiskusikan sesuatu dengan Raja. Raja tak percaya orang pintar seperti Wang Wook ingin menghalangi jalannya.
Keluarga kerajaan sudah banyak mempunyai ipar. Keluarga berkuasa yang lainnya mencoba untuk terus menekan keluarga kerajaan. Aku juga ingin tahu kenapa kau harus membawa keluarga lain ke kerajaan.” Kata Wang Wook
Aku punya penilaian yang baik. Aku harus membantu keluarga Hae menghentikan perang dengan Khitan. Dan kau, apa alasanmu ingin menghentikan pernikahan ini?” tanya Raja, Wang Wook binggung menjawabnya, Wang So tiba-tiba datang menemui ayahnya.
Bagaimana jika kau tidak perlu  menggunakan cara ini?” kata Wang So, Raja terlihat sangat marah dengan yang dilakukan kedua anaknya.
Yang Mulia... Kami mohon dengarkan dan hentikan pernikahan ini.” ucap Wang Wook akhirnya berdiri, Hae Soo mendengar suara Wang Wook langsung keluar dari kamar.
Kau harusnya mengkhawatirkan kehidupan kalian!” teriak Raja
Aku punya saksi yang melihat kalau  Hong Ha Jin Hae berkonspirasi dengan Khitan. Kau harus menghukum keluarga Hae. Lepaskan perbatasan untuk keluarga lain. Kau bisa membiarkan keluarga Hae  menghakimi kota mereka sendiri. Rekonsiliasi juga memungkinkan jadi Kau tidak harus menikah. Masih ada cara lain untuk menghentikan kekuatan keluarga Hae. Haruskah kau tetap menjadikan mereka keluarga iparmu?” jelas Wang So

Raja memanggil mentri menegaskan akan tetap melangsungkan pernikahan.Wang So dan Wang Wook kaget karena mereka tak berhasil menghentikanya.
Jika aku menghukum keluarga Hae karena konspirasi seperti yang kau sarankan, maka butuh waktu setengah hari untuk mengirim pasukan dan perbatasan akan dilanggar. Jika aku ingin memberi pelajaran pada keluarga Hae... apa kau tidak takut apa yang  akan dilakukan keluarga yang berkuasa lainnya?” ucap Raja
Di dalam kerajaan, kau tidak boleh mencari-cari alasan untuk bertindak. Kau harus mencari alasan yang baik  untuk menghentikan itu sebelum terjadi. Apa kalian mengerti? Alasanmu... tidak cukup bagus.” Tegas Raja, Wang So pun tak bisa menghalangi jalan raja. 


Saat itu Hae Soo sudah ada di depan kamar dan bertemu dengan Raja, tapi Raja berjalan begitu saja. Terdengar suara pecahan dan tangan Hae Soo sudah memegang pecahan guci dengan tangan berdarah, Wang Wook panik ingin mendekat dan Wang So menahanya.
Alasan itu... Aku yang akan memberikannya untukmu. Tubuhku... jika ada bekas luka di tubuhku... maka Aku tidak bisa menjadi istri raja. Jadi, Yang Mulia, tolong hentikan.... Tolong lepaskan aku sekarang.” Kata Hae Soo memperlihatkan luka dibagian urat nadinya.
Kau lebih berani dari seorang lelaki.... Lepaskan Hong Ha Jin Hae Soo.” Ucap Raja dengan tawanya, Mentri pun mengerti.
Hae Soo pun bisa bernafas lega tapi akhirnya pingsan, Wang Wook langsung berlari sebelum terjatuh. Wang So terdiam tak bisa menolak Hae Soo. 

Akhirnya Wang Wook mengendong Hae Soo keluar dari istana. Baek Ah, Wang Jung, Wang Eun, Wang Won langsung berlari melihat Hae Soo yang digendong oleh kakak mereka. Semua panik melihat Hae Soo yang tak sadarkan diri. 
Hae Soo tertidur seperti tenggelam dalam danau, dalam hatinya bertanya dimanan dirinya berpikir kalau sudah mati tapi ternyata tidak dan berada di Goryeo, pengelihatanya melihat Raja yang jatuh lalu tertelungkup disungai dan
Sesuatu tentang Gwang Jong menggangguku. Aku melupakan sesuatu.< Raja keempat Goryeo, Gwang Jong.” Ucap Hae Soo melihat sosok Raja dengan wajah yang tak terlihat.
Ya, Gwangjong adalah raja keempat. Dia adalah raja yang membunuh saudaranya dengan orang kepercayaannya. Raja keempat Goryeo, Gwangjong. Tapi Siapa dia? Siapa diantara para pangeran itu? Mungkinkah...” gumam Hae Soo 

Saat itu Hae Soo membuka matanya dan melihat sosok Selir Oh berarti masih ada ditempat yang sama. Selir Oh memberitahu Hae Soo  belum mati dan masih hidup serta juga tidak jadi menikah dan sekarang ia akan menjaganya. Hae Soo bertanya untuk memastikan kalau sekarang ia ada diistana.
Kau belum mati, jadi kau masih di istana.” Kata Selir Oh sinis
Apa maksudmu aku tidak bisa meninggalkan tempat ini kecuali kalau aku mati?” ucap Hae Soo binggung
“Tabib bilangnya lukanya cukup dalam  dan akan meninggalkan bekas luka. “ kata selir Oh, Hae Soo memegang pergelengan tangannya merasa sudah menduganya.
Apa kau sebegitu membencinya rencana pernikahan dengan raja? Kau bisa mendapatkan semua kekayaan dan kekuasaan yang hanya bisa kau mimpikan sebelumnya.” Kata Selir Oh heran

Tidak peduli bagaimanapun aku hidup, maka aku yang akan menentukan jalan hidupku.” Tegas Hae Soo
Itulah yang dipikirkan orang saat mereka masih muda. Kau akan segera dihukum. Jadi Kau harus mempersiapkan diri untuk itu.” Ucap selir Oh
Hae Soo menegaskan tidak akan menyesalinya karena ia harus menjaga hal yang diinginkan jadi sudah seharusnya menerima konsekuensinya.Selir Oh tak banyak komentar menyuruh Hae Soo untuk beristirahat. Ketika membuka pintu, Wang Wook sudah menunggu lalu ketika masuk kamar Selir Oh dengan tatapan sinisnya menutup pintu. 


Hae Soo dan Wang Wook saling menatap dengan mata berkaca-kaca, Wang Wook duduk didepan Hae Soo melihat luka yang dibalut dengan kain mengatakan  Semuanya akan baik-baik saja sekarang dan Semuanya sudah selesai sekarang. Hae Soo memalingkan wajahnya menahan tangisnya.
Raja... Karena... Karena luka ditubuhmu, maka dia membatalkan pernikahannya. Keluarga Hae... Sudah diputuskan kalau mereka telah melanggar hukum nasional. Jadi Keluargamu tidak akan menekanmu lagi.” Jelas Wang Wook
Tadi malam... Aku merasa sangat menyedihkan dan benar-benar sangat menyedihkan. Aku mengatakan pada diriku sendiri kalau aku adalah orang yang jahat. Aku berdoa pada istriku yang sudah meninggal. Aku bilang jika kau dikembalikan padaku...maka Aku akan membayarnya dengan memberikanmu perhatian yang tidak pernah kuberikan padanya. AKu memohon maafnya dan meminta agar kau dikirimkan kembali untukku. Aku memohon padanya. Jika kau jadi istri raja... maka Aku tidak akan memaafkan diriku sendiri.” Ungkap Wang Wook, Hae Soo menatap Wang Wook menangis lalu tertunduk.

Aku pikir... Aku tidak akan pernah melihatmu lagi. Aku tidak sempat mengucapkan selamat tinggal padamu. Kupikir ini salah jika kita berpisah seperti ini. Jadi...” kata Hae Soo akhirnya hanya bisa menangis. Wang Wook memeluknya.
Ini tidak akan terjadi lagi Aku pernah kehilanganmu sekali. Aku tidak akan membiarkan itu terjadi lagi, maka dari itu... sekarang semuanya baik-baik saja, Hae Soo.” Ucap Wang Wook memeluk Hae Soo untuk menenangkanya. Hae Soo menangis di pelukan Wang Wook. 

Ji Mong memberitahu raja  bintang sudah tidak terlihat dan matahari akan terbit jadi Raja harus tidur agar bisa tetap mempertahankan tahta. Raja mengerti. Ji Mong bertanya apakah Raja sudah memutuskan apa yang akan dilakukan pada Hae Soo dari keluarga Hae.
Meskipun aku kasihan padanya, tapi aku tidak bisa mengabaikan kalau dia melanggar perintah. Kirim dia untuk jadi budak.” Kata Raja
Kenapa tidak kau biarkan dia menjadi dayang di istana? Baik Ratu Yoo dan Ratu Hwangbo sama-sama membutuhkan dayang. Bahkan Gwangjuwon meminta Hae Soo.” Ucap Ji Mong
Aku yakin anak-anak juga menginginkan itu. Tapi Apa hubungannya dengan para pangeran? Pangeran Ke-8 dan Ke-4 bahkan sampai ikut terlibat. Aku tidak ingin menimbulkan masalah lagi.” Ucap Raja Kesal
Tapi... Selir Oh dari Istana Damiwon juga memintanya. Aku dengar Hae Soo punya ketertarikan  dalam make up dan obat-obatan herbal. Mereka bilang dia tahu banyak. Aku yakin dia akan menjadi keuntungan besar bagi keluarga kerajaan jika kita meninggalkannya dengan Selir Oh.” Jelas Ji Mong, Raja tersenyum lalu bertanya keberadaan Hae Soo sekarang

Hae Soo sedang berjalan-jalan ditaman dengan Wang Wook, keduanya terlihat bahagia berjalan bersama. Wang Wook sempat memegang tangan Hae Soo melihat perban yang masih menempel lalu menarik bajunya agar tak terlihat. Hae Soo mengatakan ingin bertemu dengan Nyonya Hae, Wang Wook setuju kalau mereka akan pergi bersama.
Dia memintaku untuk menjagamu Jika kita pergi bersama, aku tahu itu akan membuatnya bahagia.” Ucap Wang Wook bergumam.
Keduanya saling berpandangan dengan rasa cinta yang terpendam, Ji Mong datang dan Wang Wook melepaskan tangannya, Hae Soo binggung melihat Ji Mong datang dengan terburu-buru.


Ji Mong berkomentar Hae Soo sudah cukup menggagalkan pernikahan tapi kenapa harus menjadi dayang,tapi menurutnya lebih melegakan karena Hae Soo bisa menghindari hukuman dan bisa saja jadi budak. Hae Soo tersenyum bahagia bisa mengerti karena lagipula tidak punya tempat tujuan dan dengan menjadi dayang juga dibayar jadi bisa membiayai dirinya sendiri.
Wang Wook terlihat cemberut, seperti tak suka Hae Soo menjadi dayang pada Selir Oh. Ji Mong pikir Hae Soo gadis yang pemberani jadi akan diperlakukan berbeda walaupun sebagai dayang. Menurutnya jika Hae Soo  bekerja keras, maka raja mungkin mengizinkan menikah bahkan akan memberikan libur.


Hae Soo tak percaya akan diberi hari libur, Ji Mong mengajak mereka segera pergi sekarang dan bergegas lebih dulu. Wang Wook memalingkan wajahnya dengan cemberut. Hae Soo pikir akan sedikit sulit untuk menemui Myung Hee mulai sekarang.
Seperti yang Choi Ji Mong bilang ini melegakan karena kau bisa menghindari hukuman, Tidak usah khawatir.” Kata Wang Wook mencoba tersenyum.
Aku tidak khawatir. Tidak ada yang tidak bisa kulakukan, dan aku pintar. Jadi, aku cepat belajar. Aku akan menjadi seseorang yang berguna. Kau tahu itu ‘kan” ucap Hae Soo,
Wang Wook gugup memberikan selembar kertas Hae Soo melihat itu balasan suratnya dengan gambar emoticon. Dengan malu-malu Wang Wook mengangkat tanganya dan berjanji akan mengunjungi Hae Soo setiap hari

Wang Eun, Wang Jung, Baek Ah, Wang Won datang berlari memanggil Hae Soo, sementara Wang So berjalan dengan gaya eleganya. Semua khawatir berpikir Hae So sudah mati, Wang So berkomentar dirinya tidak akan mati dengan mudah. Terdengar Hae Soo mengucapkan terimakasih karena sudah mengkhawatirkanya.
Berhenti membuat orang khawatir. Bagaimana bisa kau melakukan itu pada badanmu sendiri?” kata Baek Ah
Sudah cukup sekarang. Jika kau melakukan ini padanya di hari pertamanya, maka Selir Oh tidak akan senang.” Ucap Wang Wook, Wang Won setuju. Wang Eun khawatir karena  Selir Oh benar-benar menyeramkan.
Aku akan sering mengunjungimu, jadi jangan khawatir.” Janji Wang Jung, Hae Soo menatap semua wajah pangeran
Salah satu dari mereka bertiga, maka Raja selanjutnya ada disini. Tapi  Siapa dia? Siapa yang akan menjadi Gwangjong dan membunuh saudaranya?” gumam Hae Soo lalu menatap ke arah Wang Wook seperti menduga pangeran itu yang melakukanya.
Hidupmu benar-benar sesuatu. Sudah berapa kali kau hampir mati? Lain kali, kau pasti akan mati...”kata Wang Won, Semua langsung berteriak menyuruh Wang Won berhenti bicara,
Ji Mong juga ikut berteriak menyuruh mereka berhenti dan mengajak Hae Soo untuk segera pergi karean Selir Oh sudah menunggu. Semua pangeran memberikan semangat, Hae Soo menatap Wang Wook lebih dulu sebelum pergi. Wang Wook mencoba tersenyum mengatakan kalau Hae Soo tak perlu takut, Hae Soo berjalan pergi dan pamit.
Wang Wook menatap sedih kepergiaan Hae Soo, Wang So melirik Hae So yang berjalan akan masuk istana ke arah tangan yang masih di perban. Hae Soo hanya tertunduk memberikan hormat dan berjalan pergi. 


Hae Soo masuk ke tempat pemandian istana, melihat sebelumnya adalah tempatnya mandi sebelum menikah. Beberapa pelayan melirik sinis dengan kedatangan Hae Soo.  Akhirnya Hae Soo menaiki tangga lalu melihat selir Oh yang sudah ada didepanya dengan tatapan dingin, seperti siap memberikan pelajaran yang berat untuknya.
bersambung ke episode 7 

FACEBOOK : Dyah Deedee  TWITTER @dyahdeedee09 

2 komentar:

  1. Ditunggu lanjutannya.... semangat!

    BalasHapus
  2. saking terlalu fokusnya, sampai ga bisa berkomentar apa2. daebakkk......!! tetap semangat unntuk melanjutkan sinopnya...

    BalasHapus