Rabu, 07 September 2016

Sinopsis Love In The Moonlight Episode 6 Part 1

PS : All images credit and content copyright : KBS


Pangeran Lee menatap dalam-dalam pikiran seperti membayangkan kalau mata dari wanita bercadar itu  Ra On yang berdiri didepanya. Ra On binggung kenapa Pangeran Lee menatapnya seperti itu.
Aku tahu ini pasti terdengar konyol. Aku tidak tahu kenapa... Aku terus melihat orang lain di dalam dirimu.” Ungkap Pangeran Lee, Ra On binggung
Aku melihat... seorang wanita.” Kata Pangeran Lee, Ra On kaget mendengarnya.
Yoon Sung datang memanggil Kasim Hong, lalu berjalan mendekat menapa Pangeran Lee dengan menundukan kepala lalu meminta maaf pada Ra On karena datang terlambat. Pangeran Lee melirik sinis mengetahui ternyata Ra On janjian bertemu dengan Yoon Sung.

Putra Mahkota, mohon maafkan aku. Kami memiliki rencana.” Kata Yoon Sung pada Putra Mahkota. Ra On dan Pangeran Lee saling melirik.
Kau tidak melupakan rencana kita, kan? Apa Kau akan pergi denganku sekarang?” kata Yoon Sung pada Ra On,
Akhirnya Ra On yang terlihat gugup dan kebinggungan lalu meminta maaf pada Pangeran Lee karena harus pergi. Pangeran Lee tiba-tiba menarik tangan Ra On mengatakan kalau tak memberikan izin. Ra On kaget begitu juga Yoon Sung. Pangeran Lee menarik Ra On untuk berdiri disampingnya.

Dia adalah orangku.” Kata Pangeran Lee yang menegaskan kalau Ra On tak boleh bersama dengan yang lain selain dirinya.
Ya, dia bekerja untuk Dongungjeon.” Balas Yoon Sung
Oleh karena itu, kau lebih baik menyingkir.” Perintah Pangeran Lee.
Apa kau tidak setuju... karena aku yang membawanya?” tanya Yoon Sung
Pangeran Lee menyindir apakah Yoon Sung sepenting itu sampai ia harus melakukan hal ini, Yoon Sung pikir kalau memang tidak makan apa alasanya.  Pangeran Lee sempat terdiam. Suasana terasa sangat tegang. Pangeran Lee menatap Ra On terlihat kebinggungan. 

Tiba-tiba datang dua Gisaeng, mengenali Tuan Kim dan langsung menghampirinnya. Yoon Sung tertunduk malu karena harus bertemu Gisaeng didepan Putra Mahkota karena pasti berpikir yang tidak-tidak.  Si Gisaeng merangkul tanga Ra On karena mengenali Kasim Hong Sam Nom yang terkenal.
Apa yang kau lakukan hanya dengan para lelaki? Datanglah bermain dengan kami.” Ajak Gisaeng, Pangeran Lee menatap sinis pada Dua Gisaeng yang merangkul Ra On dan juga Yoon Sung.
“Kau menjauh dariku.” Ucap Yoon Sung tak ingin disentuh oleh Gisaeng.
Tuan. Apa kau tidak senang melihatku?” tanya Gisaeng merayu, Ra On melihat ke arah Pangeran.
Ayo... Ayo kita pergi.... Ayo kita bersenang-senang malam ini.” ajak Ra On mencoba seperti lelaki yang suka wanita cantik langsung memeluk pinggang Gisaeng.
Yoon Sung dan Pangeran Lee kaget melihat tingkah Ra On mau menerima ajakan Gisaeng. Sang Gisaeng memuji Ra On kelihatan cantik, tapi begitu jantan. Pangeran Lee terlihat marah menyuruh Ra On pergi saja  mengatakan kalau ia baik-baik saja. Ra On sedih menatap Pangeran Lee yang pergi sendirian.  

[Bab 6, Saat kau Ingin Memberitahukan Rahasiamu]

Seseorang penyusup dengan topengnya mengambil beberapa berkas didalam lemari dengan menghabisi penjaga, saat itu teriakan Penjaga terdengar kalau ad pencuri, dengan cepat Byung Yun keluar ruangan dengan berlari cepat.
Ra On dan Yoon Sung akhirnya berjalan bersama dengan jalan yang sudah sepi. Yoon Sung meminta Ra On untuk tak salah paham dengan banga pasti Ra On sudah melihat betapa patuhnya dirinya itu jadi ia tak khawatir tapi.... kata-kata terhenti saat melihat Ra On. Ra On dengan senyuman mengatakan tak akan khawatir.
Aku baru saja tahu... kau sering datang ke  tempat Gisaeng sendirian. Tidak ada yang perlu disalah pahami.” Kata Ra On lalu berjalan pergi, Yoon Sung terdiam karena pikiran salah tentang Ra On dan akhirnya mengakui kalau ucapan si Kasim Hong itu benar.
Kau datang terlambat, jadi lenteranya sudah dimatikan... dan tidak ada yang bisa kau lihat.” Kata Ra On yang berjalan lebih dulu.
Siapa yang mengatakan... aku ingin melihat festival lentera? Aku tidak bisa mengambil langkah lain.” Ucap Yoon Sung menghentikan langkahnya, Ra On panik bertanya apakah terjadi suatu masalah.
Langkah-langkahku... tidak pernah terasa begitu berharga sebelumnya.” Ucap Yoon Sung dengan wajah mendekati Ra On, Keduanya saling menatap lalu Ra On ikut mendekatkan wajahnya.
Apa seperti ini sampai kau bisa berada di tempat Gisaeng?” ejek Ra On, Yoon Sung terlihat kesal memilih lebih dulu pergi, Ra On mengejarnya dengan memanggil Tuan Kim. 


Pria bertopeng berlari dari kejaran penjaga istana, Ra On dan Yoon Sung sedang berjalan melihat pria bertopeng yang berlari ke arah mereka. Yoon Sung sengaja menarik Ra On agar bisa memeluknya. Si Pria bertopeng pun berlari keatap rumah, semua penjaga melepaskan busur panah untuk menangkapnya.
Sebuah busur panah mengenai tali topeng yang membuat terlepas dari wajah, terlihat wajah Byung Yun mencoba menahan rasa sakit terkena panah.  Pejaga mengejar pelaku yang mencuri, Ra On langsung melepaskan pelukan Yoon Sung. Byung Yun sempat melihat Ra On dengan memalingkan wajahnya karena menahan sakit.
Ra On menatap orang yang di kejar-kejar penjaga istana adalah Byung Yun, mata melotot tak percaya. Byung Yun langsung kabur saat melihat Yoon Sung akan melihatnya melewati atap rumah. Penjaga masih mengejar Byung Yun mengikuti kemana arahnya.
Yoon Sung terlihat khawatir menanyakan kedaaan Ra On lebih dulu, Ra On yang masih terkejut mengatakan kalau ia baik-baik saja, lalu melihat topeng yang terjatuh. Penjaga istana datang meminta agar memberikan padanya. Ra On pun memberikan topeng pada penjaga istana, sang penjaga langsung berteriak pada pasukanya kalau berhasil mendapatkan topengnya

Byung Yun terluka dibagian lengan mengingat sendiri lukanya dengan perban, Ra On memanggilnya dari bawah, Byung Yun buru-buru memakai baju agar tak terlihat lukanya dengan nada dinginya bertanya ada apa memanggilnya.
Kapan kau kembali?” tanya Ra On, Byung Yun mengyuruh Ra On  harus pulang lebih awal.
Apa kau khawatir aku?” ejek Ra On, Byung Yun melirik sinis menyuruh Ra On diam dan segera tidur saja. Ra On mengedus kesal dan langsung pergi tidur.

Pagi hari
Geun Gyo memberitahu perdana mentri Kim kalau  Tiga tempat terkena pencurian hanya dalam satu malam, Perdana Mentri Kim tahu Ini bukan pertama kalinya pencuri merajalela jadi meminta agar  Jangan membuat keributan di depan utusan dari Qing. Semua mengangguk mengerti.
Tapi aku punya firasat buruk tentang ini. Hanya rumah-rumah orang kaya... yang terkenal memiliki sikap kasar saja, dirampok. “ ucap Ui Gyo lalu menyuruh Geun Gyo untuk menunjuk pada perdana mentri.
Mereka semua mengatakan dia memakai topeng ini.” kata Geun Gyo menaruh topeng diatas meja.
Perdana Mentri kaget melihat topeng didepanya, teringat saat ada pesta penyusup datang dengan memberikan busur panah yang berisi surat. Ui Gyo menyakinkan kalau topeng itu adalah topeng yang sama pada saat malam pesta dan bertanya-tanya siapa orang yang ada dibalik topeng sebenarnya.
Rumor yang beredar di pasar sangat membingungkan.” Kata Geun Gyo, perdana mentri bertanya rumor apa yang beredar.
Mereka mengatakan klan Hong Gyeong Nae sudah mulai bergerak lagi. “ ucap Geun Gyo berisik
Mereka mencuri dari orang kaya... dan membagikannya kepada orang miskin seperti sebelumnya. Mungkin, pencuri ini... dan klan Hong Gyeong Nae entah bagaimana terkait dengan itu semua” ucap Ui Gyo yakin, Perdana mentri terlihat panik mendengarnya. 


Ra On terlihat gugup saat memasangkan ikat pinggang untuk Pangeran dengan cara memeluknya berusaha untuk memasangkanya, tapi Pangeran Lee mendorong tangan Ra On agar tak memakaikanya. Ra On binggung dan langsung meminta maaf pada  Putra Mahkota dan bertanya apakah merasa  tidak nyaman.
Apa kau menikmati tamasya-mu ke tempat gisaeng ini?”tanya Pangeran Lee dingin Ra On menatap bingung lalu menjawab kalau ia  menikmatinya. Pangeran Lee menatap sinis dan Ra On hanya bisa tertunduk.
“Yah... Benar. aku pasti lupa... bahwa kau adalah seorang laki-laki.... bahkan seorang kasim... ingin merangkul seorang wanita cantik. Abaikan apa yang aku katakan tadi malam. Aku tidak akan pernah melihat orang lain di dalam dirimu lagi.” Tegas Pangeran Lee lalu memanggil Kasim Jang.

Kasim Jang langsung masuk menghadap putra Mahkota. Pangeran Lee mengambila ban pingganganya dari tangan Ra On lalu menyuruh pergi. Ra On kaget mendengarnya, Kasim Jang memberikan kode agar Ra On segera pergi daripada Pangeran semakin marah besar. Ra On menatap sedih dan berjalan pergi. 


Mentri Jo datang dengan anak gadisnya, Ha Yeon turun dari kendaraanya dengan jubah yang biasa digunakan oleh wanita. Perdana mentri Kim menyambut kedatangan temanya didepan pintu istana. Perdana Menteri Kim bertanya sudah berapa lama terakhi kali datang  ke istana. Menteri Jo memikirkanya kira-kira sudah berapa lama.
Sudah tiga tahun, Ayah.” Kata Ha Yeon, Mentri Jo pun menyampaikan jawabanya lalu meminta anaknya agar menyapa  Perdana Menteri Kim Hun.
Aku Jo Ha Yeon.” Ucap Ha Yeon memperkenalkan diri, Perdana Mentri Kim melihat Ha Yeon iu sama cantiknya Seperti saat biasa bermain dengan tuan Putri.
“Ahh.. kau maksud itu Dulu? Dia sering dimarahi karena berdebat dengan Tuan Putri.” Cerita Mentri Jo, Perdana mentri Kim tak percaya dengan tawanya.
Aku akan berada di dalam kantor Istana. Kalau Tuan Putri menolak untuk membiarkanmu masuk, maka datanglah ke sana.” Ucap Mentri Jo mengoda anaknya. Ha Yeon merengek pada ayahnya yang suka mengoda. Perdana mentri mengajak keduanya untuk segera masuk. 

Seorang pegawai istana datang terburu-buru memanggil Kasim Jang memberitahu bahwa Para kasim dari Daejeon diminta untuk mengirim beberapa peserta pelatihanmnya. Ra On bertanya apakah itu yang dimaksud dirinya.
Jangan mengatakan apapun.” Bisik Kasim Jang pada Ra On
“Kau Cari tempat lain saja, Yang Mulia tidak suka mengirimkan anak buahnya ke tempat lain.” Ucap Kasim Jang menolaknya.
Sepertinya mendesak, Apa setidaknya kau bisa memintanya lebih dulu?” ucap pegawai istana.
“Lebi baik Lihat di tempat lain sebelum kau terkena petir!” tegas Kasim Jang
Kirim Kasim Hong dan Hanya Hoon Nam yang aku butuhkan.” Kata Pangeran Lee keluar dari kamarnya dan berjalan pergi.
Si pegawai istana bertanya siapa Hoon Nam, Kasim Jang melihat nama dibajunya adlah Jang Hoon Nam, lalu memberitahu kalau yang dimaksud adalah dirinya.  Ra On sedih melihat sikap Pangeran Lee yang mengacuhkan dirinya setelah malam Chuseok. 

Ha Yeon berjalan melewati lorong istana, tapi karena sudah lama tak datang terlihat kebinggungan karena merasa yakin  ada di sekitar sini,  lalu mencoba berjalan ke arah depan mungkin itu tempat tinggal Putri Mahkota.
Pangeran Lee terlihat masih kesal berlatih panah dan beberapa kali busur panah tepat beda ditenga-tengah. Terdengar suara panggilan Ra On padanya “si sendok perak, Pangeran Lee ingin melepaskan busurnya menengok melihat Ra On yang sendang tersenyum padanya. Ra On memuji Pangeran Lee yang terlihat luar biasa. Tapi bayangan Ra On itu tiba-tiba hilang didepan matanya.
Tanpa sadar Pangeran Lee melepaskan busur panah tanpa melihat dan menancap di tiang bendera, Ha Yeon sedang berjalan berteriak ketakutan saat melihat tiang bendera yang akan jatuh menimpanya. 

Pangeran Lee pun menengok melihat Tiang yang akan jatuh dan langsung berlari untuk menyelamatkanya. Untungnya, tiang hanya jatuh didepan Ha Yeon tapi membuatnya kaget. Pangeran Lee bertanya keadaan Ha Yeon terlebih dahulu,
Keterampilan memanahmu yang mengerikan mengejutkanku, tapi aku baik-baik saja. Tapi kenapa kau berbicara banmal...” ucap Ha Yeon lalu menantap Pangeran Lee teringat saat mereka bertemu di tempat anak penjual Lentera.
“Kau yang bertemu di penjual Lentera” kata Ha Yeon masih mengingatnya, Pangeran Lee hanya diam dan ikut kaget.
Bisakah kau berdiri?” tanya Pangeran Lee, Ha Yeon mengulurkan tanganya menyindir apakah Pangeran Lee hanya melihatnya saja, Pangeran Lee akhirnya membantu  Ha Yeon untuk bangun. 


Kasim Jang datang memanggil Putra Mahkota bertanya apa yang terjadi. Ha Yeon kaget mengetahui kalau Pangeran Lee adalah Putra mahkota,  lau dengan ramah menyapanya sebagia putri Menteri Jo, dan Jo Ha Yun dan mengaku benar-benar ingin bertemu dengannya lagi. Pangeran Lee seperti tak peduli dengan orang-orang yang bersikap manis didepanya. 

Byung Yun menaruh buku diatas meja yang berhasil dicurinya, lalu menatap satu buku dibagian paling atas.
Flash Back
Didepan istana Byung Yun melaporkan pada Pangeran Lee, Seperti yang diharapkan, pergerakan dari utusan Qing memang mencurigakan. Pangeran Lee meminta Byung Yun mengAwasi para pejabat dan orang lain yang dekat dengan Utusan Mok.
Kita mungkin bisa mengetahui kesepakatan apa yang mereka lakukan.” Kata Pangeran Lee.
Diam-diam, Byung Yun mengambil salah satu buku dan menyelipkan dibajunya. 

Orang yang memerintahknya pun datang, Byung Yun memberitahu  itu adalah daftar orang-orang yang menyalahgunakan uang. Si pria bertanya apakah semuanya sudah didapatkanya. Byung Yun sempat terdiam lalu mengatakan kalau semua sudah ada diatas meja.
Ini adalah informasi tentang anak-anak yang menjadi yatim piatu atau yang dijual sebagai budak 10 tahun yang lalu. Cari tahu apa salah satu dari mereka terkait dengan Hong Gyeong Nae.” Kata Si pria memberikan sebuah amplop. Byung Yun akan  melakukannya.
Kau harus mencari tahu sebelum orang lain tahu. Ini akan membantu mengumpulkan kekuatan yang sudah terpisah.” Tegas Si pria, Byung Yun mengatakan kalau akan selalu mengingatnya.

Pelayan memberikan sepiring kue untuk Putri, wajah putri seperti ketakutan melihat kue meminta agar pelayan menyingkirnya karena akan ingin memakannya kalau melihatnya. Pelayan pun menarik kembali kue diatas meja memberitahu Ha Yeon kalau  Yang Mulia sedang mencoba untuk menurunkan berat badan.
Jangan katakan itu di depannya... Dia pasti berpikir "Aku yang terlihat seperti seorang putri."” Kata Putri pada pelayanya.
Aku diperolok sebagai saat masih kecil. Kau menjadi semakin cantik setelah kehilangan berat badan.” Komentar Ha Yeon ramah.

Sejak kapan kau begitu baik kepadaku?” tanya Putri heran melihat sikap Ha Yeon lalu meminum teh dengan wajah bahagia.
Yang mulia. aku akan mengunjungi istana lebih sering mulai sekarang.” Kata Ha Yeon,  Putri langsung menanyakan alasanya.
Tolong jadilah lebih terbuka lagi sikapmu.  Lain kali, aku akan membawa teh yang akan membantumu menurunkan berat badan.” Ucap Ha Yeon ramah, Putri heran dengan sikap Ha Yeon tak seperti biasanya. 


Pangeran Lee membaringkan kepalanya diatas meja melihat buku yang ada didepanya, lalu tersadar ada gambar bagian atas halaman, lalu melihat halaman berikutnya juga sama. Ia bisa melihat Ra On yang ada didepan sedang menuliskan buku untuknya, dibagian hidungnya tertempel bekas tinda  karena terlalu banyak  mencatat.
Senyuman Pangeran Lee sedikit terlihat, tapi setelah itu tersadar kalau Ra On sudah tak ada lagi dalam ruanganya. Ia mengerakan bukunya seperti gambarnya itu berjalan dengan cepat, teringat kenangan jari telunjuknya.

Ra On sedang mabuk mengigit Jari Tangan Pangeran tanpa tahu kalau sebenarnya Putra Mahkota yang harus dihargainya. Pangeran Lee tersenyum melihat adegan itu digambarkan kembali di atas buku oleh Ra On. Akhirnya Pangeran Lee yang sedang kesal dengan Ra On memilih untuk menutup bukunya. 


Kasim Ma menemui Utusan Mok yang ada didalam kamarnya dengan bersujud, Utusan Mok bertanya Kenapa Kasim Ma perlu segera menemuiknya. Kasim Ma meminta maaf karena datang secara tiba-tiba.
“Aku sudah menemukan sesuatu yang sudah kau... sangat kau cari-cari dan Hanya aku yang bisa membawanya kepadamu.” Kata Kasim Ma masih membungkuk.
Apa yang sangat aku cari-cari?” tanya Utusan Mok
Iya. Setelah kau mendengarnya, maka kau pasti akan tertarik.” Ucap Kasim Ma. 

Pangeran Lee terlihat pusing dengan memegang kepalanya, Tabib istana memeriksa denyut nadinya,  mengatakan akan membuatkan tonik yang bagus untuk insomnia. Pangeran Lee menceritakan keluhan tidak bisa bernafas, tiba-tiba memerah dan berhalusinasi, jadi ingin tahu penyebabnya.
Menurutku tubuhmu sehat. Bagaimanapun juga, kalau kau sering merasakan gejala-gejala itu, itu adalah... Itu adalah...” kata Tabib gugup. Pangeran Lee penasaan meminta Tabib segera menjawab.
Mempertimbangkan gejalanya, maka kedengarannya seperti suatu penyakit yang diderita janda dan biarawati.” Ucap Tabib

“Kau bilang aku terkena Penyakit yang diderita janda dan biarawati?” kata Pangeran Lee tak percaya tabib membenarkan.
Maafkan aku, Putra Mahkota... Kau lihat... Wajar bagi seorang pria dan wanita untuk bersama. Tapi kalau kau menginginkan seseorang yang tidak bisa kau miliki, maka itu akan menggerogotimu dari dalam..” Jelas tabib terkejut mendengar Kasim Jang cekukan karena Shock
Beraninya kau mengatakan hal-hal seperti itu?!! Keluar sekarang!!!” teriak Pangeran Lee marah. Tabib dan pelayan buru-buru keluar dari ruangan. Pangeran Lee terlihat pusing memegang kepalanya. 


 (Jahyeondang)
Byung Yun melihat Ra On masih mengunakan pakaian Kasim dan segera keluar bertanya Seorang peserta pelatihan harus bekerja semalaman. Ra On membenarkan kalau baru saja diberi tahu jadi  tidak akan kembali malam ini dan menyuruh Byung Yun tidur saja terlebih dulu.

Ra On sudah berjalan dengan Kasim Ma di lorong, dengan wajah binggung bertanya Kenapa ia bekerja semalaman di tempat utusan Mok. Kasim Ma pikir Ra On akan tahu setelah nanti datang ke tempatnya.  Ra On hanya bisa menghela nafas.
Utusan Mok sudah menunggu sambil meminum teh, Kasim Ma membuka pintu dan langsung mendorong Ra On masuk dan kembali menutup pintu. Ra On bingung lalu kaget melihat Utusan Mok sudah ada didalam ruangan. Utusan Mok tersenyum melihat Ra On dan memintanya agar segera mendekat.
Aku datang untuk bekerja di bagian malam jadi akan berdiri di luar.” Kata Ra On gugup membalikan badanya.
Penari yang cantik itu... adalah kau ‘kan? Tapi kenapa kau berpura-pura menjadi seorang kasim... dan tinggal di istana?” ucap Utusan Mok berjalan mendekatinya, Ra On panik.
Aku penasaran, jadi kemari dan duduklah.” Pinta Utusan Mok, Ra On berjalan mundur bertanya apa yang akan dilakukan Utusan Mok padanya.

Apa kau seorang anak laki-laki dengan wajah cantik... atau gadis yang berpura-pura menjadi seorang kasim?” kata Utusan Mok memegang wajah  Ra On, Ra On mendorong tangan Utusan Mok meminta agar menghentikanya. Utusan Mok marah langsung menamparnya.
Kau seorang kasim Dongungjeon, benarkan? Apa kau benar-benar tidak tahu... bahwa nasib Putra Mahkota ada di tanganku? Seorang kasim... harus bersedia mati untuk Putra Mahkota.” Kata utusan Mok mencengkram lenganya dengan mata melotot.
Ra On menangis memohon agar Utusan Mok untuk melepaskanya, akhirnya bisa mendorong sampai terjatuh. Utusan Mok makin marah ingin memukulnya, saat itu pintu terbuka dengan pengawal yang terlempar masuk ke dalam ruangan. Utusan Mok kaget bertanya siapa yang berani datang ke tempatnya. 


Pangeran Lee masuk langsung menendang dan mengarahkan pedang pada Utusan Mok, Ra On kaget dan binggung karena Pangeran Lee mencoba menolong dengan melawan Utusan Mok. Utusan Mok kaget melihat Putra Makhota yang datang. Pangeran Lee mengangkat pedangnya dan ingin mengayunkanna, Utusan Mok sangat ketakutan. Tapi Pangeran Lee hanya melemparkannya saja. Utusan Mok benar-benar shock lalu Pangeran Lee menarik Ra On untuk segera keluar.
Apa ada orang di luar sana?” teriak Utusan Mok meminta pertolongan, Pangeran Lee menarik Ra On sampai menembus penjaga istana yang ada di kediaman utusan Mok. Para Kasim kebinggungan melihat Putra Mahkota yang menarik Ra On keluar dari kediaman Utusan Mok. 

Raja membanting tangan dimeja terlihat sangat marah mengetahui anaknya membuat kekacauan,  dan bertanya apa yang harus dilakukan dengan keadaan seperti ini. Ratu Kim menenangkan dengan memegang tangan suaminya mengaku  sangat khawatir bahwa akhirnya ini akan terjadi,
tapi bagaimana bisa dia melakukan itu kepada utusan?” kata Ratu Kim merasa tak percaya, Raja memegang kepalanya seperti merasa sangat sakit.
“Yang Mulia... Jangan terlalu cemas. Aku akan meminta Perdana Menteri Kim untuk datang.” Kata Ratu Kim mencari kesempatan. Raja sempat menatap percaya pada istrinya. Ratu Kim melirik licik pada suaminya. 

Setelah menjauh dari kediaman utusan Mok, Pangeran  Lee melepaskan tanganya lalu berteriak marah dengan mata melotot pada Ra On yang melakukan itu dan bertanya Bagaimana bisa masuk ke tempat itu dan memikirkan terjadi sesuatu disana.
Aku minta maaf, Putra Mahkota. Aku diperintahkan untuk bekerja...” ucap Ra On tak bisa menolak perintah seniornya.
Kau seharusnya melarikan diri saat kelihatan ada yang aneh!” teriak Pangeran Lee sudah tahu Utusan Mok itu licik.
Bagaimana mungkin seorang peserta pelatihan seperti aku menolak perintah? Dan dia adalah utusan dari Qing. Aku tidak bisa menempatkanmu di tempat yang buruk...” kata Ra On
Kenapa kau berpikir tentang hal itu? Siapa yang peduli tentang utusan?!! Sebenarnya Siapa kau... Kenapa kau begitu peduli kepadaku?” teriak Pangeran Lee, keduanya saling memantap dengan mata berkaca-kaca.

Tiba-tiba beberapa Penjaga istana langsung menangkap Ra On, Pangeran berteriak marah pada penjaga yang berani menangkapnya. Pengawal meminta maafkan karena diperintahkan untuk mengurung Kasim Hong. Pangeran meminta agar melepaskan Kasim Hong sekarang juga dan ia sendiri yang akan bertemu dengan ayahnya.
Penjaga tak menuruti perintahnya, bahkan berani mengeluakan pedangnya saat Pangeran ingin mendekati Ra On, meminta agar Putra Mahkota mundur,  dengan ancaman kalau melawan maka mereka harus membunuh atau membawa Kasim Hong. Pangeran Lee marah karena Penjaga berani  mengancamnya. Penjaga meminta maaf atas tindakanya. Ra On ingi menangis karena harus dikurung tanpa berbuat kesalahan apapun, Pangeran Lee tak bisa berbuat apa-apa hanya menatapnya saja. 


Pagi hari
Pangeran Lee bersujud didepan kediaman Raja meminta agar Yang Mulai menganggap Utusan Mok dapat dipercaya dan menghukumnya saja karena melanggar.
Kenapa kau mengklaim kasim tidak berdaya yang bersalah Kalau kasim itu melakukan kesalahan apapun, maka ditujukan sebagai subyek dan warga negara. Batalkan perintahmu.” Kata Pangeran Lee dengan mata berkaca-kaca, Raja terlihat sangat murka memanggil pejaga istana.
Kurung Putra Mahkota di Dongungjeon dan jaga dia.” Teriak Raja marah besar. Penjaga bersiap-siap untuk membawa Pangeran Lee, Kasim Jang kebinggungan melihat nasib majikanya, Pangera Lee terus memohon agar Raja mengabulkan pemintanya. 

Ra On tak memakai baju kasim, duduk sendirian didalam penjara terlihat gelap dan hanya ada jerami sebagai alasanya, wajahnya terlihat sangat ketakutan.
Sementara Pangeran Lee sedang dikurung Raja tak boleh keluar dari kamarnya, keduanya terlihat sedih dengan keadaanya. Sementara Yoon Sung dipagi hari melihat Jahyeodong seperti mengingatkan kembali pada masa kecilnya setelah itu berjalan pergi. 

Kasim Sung memberikan buah persik ke tangan Kasim Jang,  merasa sudah mengatakan kepada temanya bahwa hidup ini penuh dengan pasang surut dan bersikap arogan karena Putra Mahkota akan mengambil tahta sementara. Kasim Jang kesal karena selama ini tak pernah melakukanya.
Apa yang akan kau lakukan sekarang? Bagaimana kalau dia diturunkan dari tahtanya?” ucap Kasim Sung
Jaga mulutmu! Kenapa kau bisa mengatakan itu?!!” teriak Kasim Jang marah, Kasim Sung berpura-pura kaget mendengarnya.
Jangan berteriak kepadaku, tapi Putra Mahkota yang menyebabkan kekacauan ini. Sebenarnya Ada masalah apa dengan peserta pelatihannya?” kata Kasim Sung.
Astaga.... Kalau begitu apa rumor itu benar? Pangeran Dung... Menyukai pria...” ucap Kasim Sung
Hentikan itu! Kalau kau menyebarkan rumor konyol itu, maka aku tidak akan memaafkanmu!” teriak Kasim Jang makin marah sambil berdiri. Kasim Ma yang membawa Ra On hanya duduk diam sambil memejamkan matanya, Kasim Sung memberitahu kalau  Semua orang akan mendengarnya karena suara temanaya itu yang keras, bukan dari dirinya lalu beranjak pergi. 
Kasim Ma mulai berbicara kalau mengetahui  bahwa Putra Mahkota tidak menyukai laki-laki. Kasim Jang kaget dan buru-buru mendekatinya,  Kasm Ma membuka matanya dan memberitahu kalau Orang lain itu mungkin bukan seorang pria. Kasim Jang tak mengerti.
Aku benar-benar tidak ingin mengatakan ini.” kata Kasim Ma ingin berbisik, saat namanya dipanggil.

Kasim  Ma melihat Yoon Sung sudah datang ke tempat Kasim dan meminta agar mengikutinya sekarang. 
bersambung ke part 2

FACEBOOK : Dyah Deedee  TWITTER @dyahdeedee09 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar