Jumat, 30 September 2016

Sinopsis Shopping King Louie Episode 4 Part 1

PS : All images credit and content copyright :MBC

Louis memainkan kotak musik lalu menuliskan dibagian bawahnya [KOBOSHI] setelah itu memasukan ke dalam kotak dan terlihat ada tulisn untuk ayah, ibu dan dirinya Ji Sung. Setelah itu menyembunyikan di lantai yang tertutup oleh karpet.
Pelayan Kim masuk ke dalam kamar Louis, memeriksa semua barang dalam laci lalu ke ruangan lainya dan melihat kotak yang sama tempat Louis menaruh barang rahasinya.
Ada rahasia dalam kenangan yang hilang. Ada kebenaran dalam ingatan yang hilang.” Gumam Louis
Louis melihat dari sela tirainya, Bok Sil menangis sambil memegang jaket milik adiknya. Louis tak tega melihatnya memilih untuk menutup tirai membiarkan Bok Sil untuk menangis sendiri. 

 Bok Si pergi ke taman dan melihat Louis yang memanggil  Koboshi terdengar seperti namanya. Ia pun berteriak menyahutinya, Louis kaget melihat Bok Si datang dengan mata melotot
Aku ingin semua ingatanku kembali.
[Episode 4 – Memory]

Louis merasa mengenal anjing itu dan selalu mengingatnya. Bok Sil kaget berpikir kalau ingatan Louis itu sudah kembali. Louis mengatakan bukan itu maksudnya tapi sangat yakin mengingatnya dan nama anjing itu koboshi. Tiba-tiba datang seorang wanita memanggil si anjing yang bernama Mong Sil.
Namanya Mong Sil.” Ucap Bok Sil kembali kesal, Si ibu memanggil Mong Sil dengan sebutan My precious.
“Sepertinya "My precious"... juga kedengaran familiar.” Ucap Louis lalu mengejar bibi yang membawa anjing.
Maaf... Apa kau mengenaliku? Siapa kau?” tanya Louis berharap, Si ibu menatap dari atas bawah lalu mengelengkan kepalanya

In Sung sedang makan sementara ibunya terus mengoceh. Bibi Hwang tahu pasti Louis melakukan kesalahan dengan  menuliskan "Jangan cari aku." Sampai sekarang masih tak habis pikir Bok Sil mau merawatpnya padahal hidupnya sendiri sudah merepotkan.  In Sung membela ntuk Jangan menjelek-jelekkan Louis.
Kadang dia kelihatan seperti anak orang kaya.” Ucap In Sung membela
“Kau bilang dia Kaya? Yang benar saja. Apa Di drama, kau pernah lihat orang kaya yang bicaranya seperti dia?” kata Bibi Hwang dongkol. 

Bok Sil bertanya kemana uang yang dikirimkan Louis karena jumlah itu tak sedikit, Louis mengaku kalau sebelumnya menerima telp dan mengatakan kalau namanya  Song Joong Ki dan mau mengembalikan ID Cardnya.
Bok Sil. Aku benar-benar ingin menemukan diriku yang sebenarnya. Aku kira ingatanku akan kembali, dan akan mengingat Bok Nam. Maafkan aku...  Sepertinya ada yang tidak beres denganku tadi. Semua seperti berputar-putar di pikiranku.” Cerita Louis
Rasanya.. Aku seperti orang yang biasa menghabiskan 2 juta won tanpa masalah. Itulah yang kurasakan tadi.” Kata Louis
Bok Sil hanya menatap menahan amarah dan berjalan pergi, Louis memanggilnya. Bok Sil menyahut dengan wajah kesal terdengar suara perut kelaparan. Louis mengaku sangat lapar. Bok Sil tak pedul berjalan pulang. 

Louis melihat Bok Sil yang masuk rumah merasa kalau Bok Sil pasti sangat marah. Akhirnya ia masuk rumah dan melihat lirik Bok Sil yang sinis padanya dan bertanya apakah ia harus pergi. Bok Sil tahu Louis itu tak punya tempat dituju. Louis akhirnya masuk rumah dan Bok Sil memilih untuk mandi.
Louis yang kelaparan mengambil semangkuk nasi dan makan dengan menu yang sudah disiapkan Bok Sil. Saat Bok Sil keluar kamar mandi menghela nafas karena Louis bisa-bisanya makan dalam keadaan seperti ini. Louis pun terdiam seperti tak bisa menelan makanan saat mengetahui Bok Sil keluar dari kamar mandi.
Bok Sil melihat ada tumpukan barang yang ditutup kain dan bertanya apa yang ada didalamnya, Louis merasa kalau akan membutuhkannya nanti. Bok Sil membuka dan banyak tumpukan kotak dari belanja online dan membuka kotak pertama, terlihat ada baju kemeja. Louis mengaku kalau bajunya robek saat jatuh kemarin jadi membelinya.
Kotak yang kedua dibuka lagi oleh Bok Sil, isinya pisau cukup elektrik. Louis beralasan kalau harus bercukur. Di kotak ketiga ada jam tangan, Louis pikir membutuhkan jam tangan, Kotak ke empat Bok Sil melihat ikat pinggang. Louis memberitahu kalau celananya terus melorot merasa kalau berat badannya sudah turun banyak. Bok Sil membuka kotak selanjutnya sebuah earphone.
Kalau pikiran dan fisikku stabil, ingatanku pasti akan segera kembali.” Ucap Louis.
Bok Sil tak bisa menahan amarahnya lagi langsung berteriak marah, Louis pun langsung berlari ketakutan keluar dari rumah, lalu melihat tak mengunakan sandal. Perlahan Ia kembali masuk melihat tatapan sinis Bok Sil dan buru-buru mengambil sandalnya lalu pergi. 


Louis mengetuk pintu kamar bawah memanggil In Sung agar keluar dari rumahnya, Bibi Hwang membuka pintu dengan suara berteriak, Louis meminta agar Bibi Hwang tenang, Bibi Hwang mengumpat ternyata Louis yang mengetuk pintu rumahnya. Louis meminta agar Bibi Hwang Jangan berisik.
Akhirnya Louis dan In Sung makan malam bersama. Louis mengeluh karena ibu In Sung itu benar-benar menakutkan. In Sung membela kalau ibunyaitu sangat baik seperti Bok Sil. Louis tak percaya. In Sung menyakinkan dengan menceritakan kalau ayahnya itu yang membuat ibunya bisa jadi seperti itu.
Bibiku yang memberitahuku sambil menangis... Ayahku benar-benar sepertimu.” Cerita In Sung, Louis pun terdiam mendengarnya.

Bibi Hwang datang ke rumah Bok Sil bertanya apakah sudah makan malam, Bok Sil sedang membereskan kardus bekas belanja Louis menyambutnya. Bibi Hwang duduk disamping Bok Sil mengutarakan pendapatnya,  menurutnya Louis sedang berbohong padanya.
“Dia bukan amnesia dan sama sekali tidak paham dengan kenyataan. Coba kau Lihat. Dia bahkan tidak tahu betapa berharganya uang dan hanya memerintahmu. Menurutku, dia itu sakit jiwa, jadi tidak ada gunanya kau mengurusnya.” Ucap Bibi Hwang
Dia bukan orang seperti itu.” kata Bok Sil yakin, Bibi Hwang tak percaya Bok Sil itu  benar-benar bikin orang frustasi.
Jangan-jangan.. dia menemukan jaket adikmu di tong sampah dan memakainya. Apa yang akan kau lakukan jika ingatannya tidak kembali sampai umurnya 80 tahun? Apa kau hanya akan... mengurus si kunyuk yang tidak tahu caranya menghabiskan uang dengan baik.. sampai kau tua nanti?” ucap Bibi Hwang, Bok Sil mulai membayangkan. 

Louis yang sudah tua duduk santai dengan kotak belanjaan disekelilingnya sementara Bok Sil yang sudah sepuh masih saja mengepel lantai. Louis melihat penjualan apartement lalu melihat pada Ipadnya, dan meminta agar Bok Sil membeli apartemen karena Banyak orang membeli. Bok Sil hanya diam saja, Louis merasa lapar dan meminta agar Bok Sil memberikan makan. 

Bok Sil melupakan khayalan merasa yakin Louis pasti Ingatannya akan segera kembali. Bibi Hwang heran apa yang membuat Bok Sil sangat menyukai anak itu sampai mau merawatnya, lalu berpikir kalau ia saja yang membuangnya. 

Louis dan In Sung selesai makan, In Sung menyuruh Louis untuk bersikap Baik-baiklah pada Bok Sil karena mungkin saja yang dilakukan Louis secara tiba-tiba bisa membuat Bok Sil berubah pikiran dan meninggalkannya dan itu juga yang menjadi masalah untuknya. Louis yakin Bok Sil tak mungkin seperti itu.
Coba kau pikirkan ibuku.... Dia juga pernah baik seperti Bok Sil dulu. Tapi Apa yang terjadi padanya sekarang? Kau di rumah sepanjang hari" ucap In Sung. Louis ikut mengkhayal. 
Ia sibuk dengan ponselnya dan Bok Sil membuka tirai dengan wajah marah 
"kau bahkan tidak membersihkan rumah dan mencuci pakaian. Tapi tidak pernah terlambat makan. Aku tidak pernah melihat kunyuk yang tidak berguna sepertimu selama 55 tahun hidupku.” teriak Bok Sil kesal. 

Kuharap ingatanku akan segera kembali.”ucap Louis sedih, In Sung menyuruh Louis harus bersikap dewasa terlebih dahulu.
Keduanya pun tidur-tiduran sambil menonton TV, menayangkan wawancara Tuan Baek yang  terpilih sebagai 1 dari 4 bisnisman paling berpengaruh di Asia. Louis melihatnya merasa mengenal orang itu. In Sung memberitahu kalau Tuan Baek adalah Direktur Gold Group dan semua perusahaan termasuk tempat kerja Bok Sil.
Dia akan menggantikan Presdir sebentar lagi. Pewaris perusahaan baru saja meninggal karena kecelakaan jadi dia yang akan menggantikan.” Kata In Sung, Louis merasak Tuan Baek itu  Benar-benar beruntung.
Kau memang tahu tentang banyak hal.” Puji Louis yang polos

Seorang pencari kerja tentu saja harus tahu banyak tentang dunia ekonomi.” Kata In Sung bangga
“Tapi ini Aneh sekali, kenapa aku merasa mengenalnya Haruskah kita pergi ke Gold Department Store besok?” ucap Louis menatap ke layar TV seperti bisa mengingatnya  
In Sung bertanya apakah Louis benar-benar ingin datang kesana, Louis pikir tak begitu juga.  In Sung mengatakan tidak mau pergi. Louis merengek karena sebelumnya In Sung membantu mengembalikan memorinya. In Sung tetap tak mua pergi ke sana. 

Bok Sil pergi ke sebuah cafe menikmati semangkuk es krim, Detektif datang menyapanya. Bok Sil meminta maaf mengganggunya saat sedang sibuk. Detektif pikir tak masalah karena tetap harus datang untuk investigasi. Bok Sil menawarkan untuk memesan es juga karena  rasanya enak dan sangat menyegarkan.
Aku merasa kesal sepanjang hari, tapi sekarang perasaanku sudah membaik.” Ucap Bok Sil tersenyum
Bok Sil.... Sangat susah mendapatkan uang yang sudah diambil oleh penipu. Ini membuktikan... tidak ada di antara kalian yang tahu bagaimana dunia yang sebenarnya.” Jelas Detektif
Bok Sil pun yang tadinya sedih mencoba untuk tersenyum, Detektif menawarkan apakah Bok Sil ingin menambah es-nya. Bok Sil pun meminta satu untuk dibawa pulang karena pasti Louis sangat menyukainya. 

Keduanya makan semangkuk es krim bersama, Louis merasa kalau Rasanya segar sekali lalu berjanji kalau nanti uangnya sudah banyak maka akan membelikan 100 mangkuk Es. Bok Sil tersenyum bahagia. Louis meminta agar Bok Sil percaya padanya.
Jangan sampai kena tipu lagi.” Sindir Bok Sil, Louis pun akhirnya tertunduk sedih lalu minta maaf.

Nyonya Baek sudah siap pergi keluar dari rumah, Ma Ri melihat ibunya bertanya mau kemana dengan pakaian yang sangat rapih sepagi ini.  Nyonya Baek mengatakan mau pergi kerja dengan menyindir anaknya Memangnya cuma dia saja yang berkerja.
Apa kau bahkan menjual satu barang dalam sehari?” ejek anaknya, Nyonya Baek mengingatkan memang dirinya siapa yang melakukan itu.
Aku mau membuangnya dan sudah memilih pakaian yang tidak mau kau pakai lagi.” Ucap Nyonya Baek memperlihatkan baju-baju dalam kotak
“IBu, bisa kau bisa masukkan itu ke dalam tas? Aku yang akan membuangnya” kata Ma Ri 

Bok Sil berdiri didepan gedung melihat lambang koin dan bertanya-tanya, tiba-tiba Joong Won datang memberitahu kalau itu koin emas. Bok Sil sempat kaget lalu menyapanya. Bertanya Apa koin emas mewakili Gold Group. Joong Won malah menyindir Bok Sil yang tak tahu tentang hal itu.
Apa kau sudah terbiasa dengan pekerjaanmu?” tanya Joong Won
Ya, aku sudah bisa menggunakan komputer dan ponsel sekarang.” Ucap Bok Sil bangga
Ko Bok Sil... Aku memperkerjakanmu bukan untuk itu. Apa Kau tahu, tim kita sedang mempersiapkan sebuah produk hits..untuk musim gugur?” kata Joong Won, Bok Sil mengangguk mengetahuinya.
Kau juga harus ikut mempersiapkannya. Sebuah produk yang akan menjadi hits saat musim gugur. Jadi harus ikut mengerjakannya.” Perintah Joong Won, Bok Sil pun tak bisa menolaknya. 

Ma Ri membawa sebuah tas besar memberitahu kalau sudah memilihkan beberapa pakaian dan  sepertinya ukurannya pas dengan Bok Sil. Min Young yang melihatnya langsung berkomentar mengir kalau Ma Ri itu seperti  Bunda Theresa. Bok Sil pun mengucapkan terimakasih..
Ngomong ngomong, Tuan Cha mengatakan padaku... untuk menyiapkan produk musim gugur. Kau bisa membantuku, kan?” ucap Bok Sil, Ma Ri seperti tak percaya atasanya menyuruh Bok Sil mengikutinya juga.
Diam-diam Joong Won melihat Bok Sil  dan Ma Ri yang terlihat akrab, Ma Ri pun dengan lirikan rubahnya bersedia untuk membantu dan mempersilahkan Bok Sil bertanya padanya. Bok Sil pun tersenyum bahagia. 

Do Jin memberitahu kalau nanti di lobby ada paket untuknya jadi meminta agar diambilkan, Bok Sil pun dengan cepat bersedia mengambilkanya. 

 “Oh Yah... Apa kau tahu "Raja Belanja, Louis" muncul di website kita?” ucap Hye Joo, Ma Ri terlihat kaget mendengarnya.
Benar...  Aneh sekali.... Beberapa orang menulis komentar negatif.” Kata Min Young
“Apa Sudah kau cek daftar blacklist-nya?”tanya Ma Ri tampak gugup.
“Dia Bukan pelanggan yang ada di daftar blacklist. Dari ejaan dan ketikannya yang berantakan, jadi kupikir dia pasti cuma anak-anak yang sedang iseng.” Cerita Hye Joo
Omong-omong.. Kenapa namanya bisa sama dengan nama cucu Presdir yang sudah meninggal? Bagaimana kalau dia masih hidup?” kata Kyung Kook tiba-tiba ada dibelakang mereka.

Ma Ri makin gugup sementara Joong Won yang mendengarnya langsung pergi ke depan komputernya  dengan melihat tulisan komentar Warnanya berbeda dengan yang di layar, Sama sekali tidak mewah., Harganya lebih murah 6 dolar 35 sen dibanding website lain. Ini imitasi Ferragamo model, tapi seperti logo bank. Di beberapa barang,  dan tertulis Rajanya Belanja, Louis lalu bertanya-tanya siapa sebenarnya pria itu. 

In Sung dan Louis pergi ke sebuah mall mewah,  Louis merasa familiar dengan suasana seperti ini tapi In Sung merasa risih denga atmosfer banyak orang kaya disekelilingnya mengajak untuk segera pergi. Sementara Nyonya Baek di sebuah toko tas terkesima dengan tas merek keluaran terbaru.
Akhirnya Louis masuk ke dalam sebuah toko, In Sung menyuruh Louis cepat melihatnya ke dalam dan ia akan pergi kamar mandi. Louis pun duduk di kursi dengan disambut pelayan wanita, dan bertanya Apa ini semua koleksi musim ini. Si pelayan bertanya apa yang sedang dicari pelangganya.  Louis menceritakan punya pakaian dalam yang dibelinya ditempat ini.
Apa mungkin aku bisa tahu... kapan, dimana dan kenapa pakaian dalam itu dibuat, dan untuk siapa pakaian dalam ini... ditujukan?” kata Louis, Si pelayan memberitahu mereka  tidak menjual pakaian dalam.
Aku tahu, tapi lihatlah.... Kalau kau lihat di bagian belakangnya, "Louis" tertulis di situ....” ucap Louis memperlihatkan celana dalam yang dipakainya.

Si pelayan panik tiba-tiba Louis menunjukan bokongnya yang mengunakan pakaian dalam lalu memanggil pelayan lainya untuk menanggil security. Louis binggung beritahu kalau  ia bukan orang jahat. Pelayan mulai melapor dengan ponselnya kalau ada orang aneh. Louis mencoba memberitahu. Si pelayan meminta agar tak menunjukannya dan menyuruh Louis cepet pergi. 
Louis akhirnya pergi dengan wajah sendu, seperti duanya terbalik sekarang. Dulu ia bisa memilih langsung semua barang yang disukainya hanya tinggal menunjukanya, bahkan secara eksklusift dilayaninya, tapi sekarang diusir begitu saja bahkan dianggap seperti orang cabul.
Nyonya Baek sedang melihat tas yang ada dibagian depan, Louis menyandarkan kepalanya dan Nyonya Baek melihat wajah yang sangat dikenalanya. Tiba-tiba Nyonya Baek langsung menjerit histeris, Louis kaget mendengarnya, Joong Won yang datang langsung mengajaknya pergi dan meminta maaf. Nyonya Baek menjerit histeris seperti melihat hantu,  merasa yakin kalau memang Louis.

Di luar Mall
In Sung kesal Louis yang suka sekali bikin masalah. Louis binggung dengan kesalahan yang diperbuatnya. In Sung pikir Louis akan mengingat kembali saat datang ke dalam mall yang mereka datangi.
Kenapa kau menakut-nakuti dia? Apa Kau tidak tahu betapa menyeramkannya para polisi itu? Astaga, kau benar-benar bikin kesal saja jadi Untuk hari ini, kau kerjalah sendiri.... Sebarkan semuanya.” Ucap In Sung pergi meninggalkan. Louis memanggilnya tapi mau tak mau menyebarkan selembaran untuk mencari adik Bok Sil. 

Tim Joong Won mempersiapkan makan siang bersama, beberapa orang ingin makan Naengmyeon, Jjajangmyeon, Jjamppong. Bok Sil menerima pesan dari Louis yang mengeluh lapar dan ada didepan kantornya jadi meminta agar keluar. Bok Sil membalas apakah harus sekarang, Louis mengatakan harus sekarang. Bok Sil akhirnya meminta izin untuk pergi makan lebih dulu dan bergegas pergi.
Do Jin mengejek Bok Sil pengkhianat. Kyung Kook menduga orang itu adalah pacarnya. Do Jin pikir tak mungkin  karena Bok Sil baru saja pindah ke Seoul, bahkan selalu lembur dan belajar keras jadi mana punya waktu berkencan. Joong Won keluar dari ruangan mendengar pembicaran anak buahnya.
Tidak punya waktu sama sekali bukan alasan.” Ucap Min Young, Joong Won akhirnya keluar dari kantor, Min Young bertanya apakah atasanya itu ingin pergi makan. Joong Won menyuruh mereka duluan saja. Hye Joo binggung tiba-tiba Joong Won yang pergi, Kyung Kook pikir pasti mengejar Bok Si. 

Joong Won keluar dari kantor bertanya-tanya diman Bok Sil akan makan, matanya melihat Louis yang duduk didepan kantor lalu teringat saat bertemu tak sengaja di kamar mandi dan berjalan mendekatinya. Louis teringat dengan Joong Won yang mengejarnya karena mengunakan jaket palsu dan ingin kabur kembali.
Berhenti... Kau ini penjahat atau apa sebenarnya? Kenapa malah melarikan diri?” ucap Joong Won, Louis berani menyangkal kalau ia bukan penjahat
“Lalu Kau kerja di bagian mana? Aku sudah pernah menanyakan ini sebelumnya.” Ucap Joong Won, Louis terlihat binggung. 

Nyonya Baek dengan wajah masih gugup menelp suaminya,  memberithu melihat Louis hari ini. Tuan Baek kaget mendengarnya. Nyonya Baek menceritakan sedang di mall,  dan seseorang melihatnya dari jendela. Tuan Baek merasa istrinya itu sedang membual lalu menyuruhnya untuk segera pulang saja.
Saat itu Tuan Baek lewat didepan gedung dan melihat sosok Louis yang benar-benar dikenalinya, lalu meminta sopir agar segera menghentikan mobilnya. 
Joong Wo mulai bertanya apakah Louis tidak kerja di sini dan Bagaimana caranya bisa masuk kamar mandi. Louis memilih untuk segera kabur saja, Joong Won melihat pria itu memang benar-benar aneh. Tuan Baek akhirnya datang dengan terburu-buru dan wajah panik.

“KeMana pria yang barusan kau ajak bicara?” tanya Tuan Baek, Joong Won mengatakan kalau baru saja pergi.
“Apa Kau kenal dia?” tanya Tuan Baek, Joong Won mengelengkan kepalanya. Joong Won bertanya memangnya ada apa. Tuan Baek menutupinya mengatakan tak ada apa-apa. Joong Won pun pamit pergi.
Tuan Baek memberitahu anak buahnya kalau Joong Won bertemu Louis. Si anak buah yakin kalau Kang Ji Sung sudah meninggal dalam kecelakaan hari itu. Tuan Baek pikir Bagaimana kalau itu bukan Ji Sung, Si anak buah merasa yakin kalau itu tak mungkin
Bagaimana kalau Joong Won tahu sesuatu dan sengaja menukarnya dengan orang lain?” kata Tuan Baek. 

Flash Back
Tuan Baek baru keluar dari ruangan kaget karena Joong Won tiba-tiba sudah ada didepan pintu ruanganya lalu bertanya Kapan sampai. Joong Won mengatakan baru saja akan masuk, lalu mengajak segera pergi. Tuan Baek menyuruh Joong Won untuk pergi lebih dulu  karea mau menjemputnya ke bandara dan akan langsung ke pesta penyambutan Ji Sung. Joong Won mengerti dan pergi lebih dulu.
Apa Joong Won ada di pihakmu?” tanya si pria, Tuan Baek pikir Joong Won ada dipihak ibunya dan juga Nyonya Choi
Dia melihat Louis dari dekat tapi pura-pura tidak kenal. Ini Mencurigakan. Cari tahu sesuatu tentang Joong Won. Kemana saja dia pergi dan laporkan padaku.” Perintah Tuan Baek.

Nyonya Baek sudah ada didalam mobil, sebelumnya suaminya menyuruh agar melihat Nyonya Choi di Busan sekarang untuk memeriksa keadaannya dan menghubuginya kalau ada sesuatu yang aneh. Nyonya Baek mengeluh harus pergi ke Busan sendirian. 

Louis pulang ke rumah meliha sebuah sofa yang dibuang didepan rumah,  merasa tidak asing. Akhirnya In Sung dengan badan yang pegal-pegal mengangkat kursi sampai ke atap. Sementara Louis duduk di sofa dengan kacamata hitam dan melihat note yang dituliskanya.  [ANAK-ANAK YANG MENYERAMKAN, KOTAK MUSIK, KOBOSHI, SELANG PEMADAM KEBAKARAN, SOUL CHAIR]
Beberapa saat kemudian, Louis memanggil In Sung kembali, In Sung yang kesal menyahutinya apa lagi sekarang. Karena sbelumnya bilang kursinya akan mengembalikan ingatannya. Louis mengatakan kalau mataharinya terlalu terik jadi meminta agar memayunginya.

In Sung terlihat kesal,  merasa kalau di perlakukan seperti budaknya, bahkan menganggap Bok Sil seperti pembantu dan sekarang berani memerintahnya. Louis dengan santai bertanya apakah In Sung merasa kesal. In Sung akhirnya membuka payung mengaku kalau seperti ini karena Bok Sil
Louis mengatakan kalau harus mulai berpikir jadi menyuruh In Sung untuk berdiri memegang payungnya dari belakang. In Sung pun menurut sambil berjongkok dibelakang  meminta agar Louis cobalah mengingat dan meminta agar ingatan segera kembali. 


Bok Sil pulang ke rumah melihat Louis yang tertidur disofa dengan kacamata hitam, lalu menghela nafas melihat jemuran yang tak diangkat. Saat masuk rumah semua berantakan, sangat yakin Louis itu tidur di luar karena tidak ada tempat di dalam rumah, Louis akhirnya terbangun melihat Bok Sil sudah pulang sedang mencuci piring mengeluh kalau digigit nyamuk...
Bagaimana aku bisa tidur di tempat berantakan macam ini? Berapa harga kursinya? Apa kau tidak tahu cari uang itu susah? Aku mau istirahat di rumah, tapi malah semakin capek.” Ucap Bok Sil kesal,
Aku benar-benar minta maaf.” Kata Louis memegang baju Bok Sil dengan wajah melasnya.
Kenapa kau harus setampan ini? Aku memaafkanmu karena wajahmu yang tampan.” Ucap Bok Sil, Louis pun tersenyum, Bok Sil menyuruh Loius tak boleh tersenyum. 

Akhirnya Louis mencoba mencuci piring, Bok Sil menyuruh agar mengosok lebih keras dan Bagian dalamnya juga. Setelah itu Cuci dengan busanya dan bilas sampai tidak licin lagi. Louis meraa Sepertinya tidak pernah mencuci piring seumur hidupnya.
Bok Sil yakin Louis memang tidak pernah melakukan apa-apa dan bergegas pergi. Louis memangil Bok Sil untuk tak meninggalkanya, tapi Bok Sil sibuk mengerjakan pekerjaan yang lainnya.
Louis terlihat kelelahan setelah mencuci piring lalu Bok Sil meminta agar membuka tanganya dan memberikan 50 Won ucapnya setiap kali mencuci piring. Louis merengek meminta 100 won, Bok Sil mengatakan kalau bayaran itu malah terlalu mahal lalu bertanya bagian mana yang digigit nyamuk. Louis langsung mengangkat bajunya.
Bok Sil kaget melihat badan Louis langsung mendorong dan memukulnya, memperingatkan agar jangan buka pakaiannya. Louis mengeluh kesakitan karena berpikir Bok sil akan mengoleskan obat. Bok Sil mengaku kalau sangat kaget tadi, Louis pun masih mengeluh kesakitan. 
bersambung ke part 2

 FACEBOOK : Dyah Deedee  TWITTER @dyahdeedee09 

2 komentar: