Rabu, 28 September 2016

Sinopsis Love In The Moonlight Episode 12 Part 2

PS : All images credit and content copyright : KBS

Ibu Ra On baru saja akan keluar rumah dikagetkan dengan melihat Kasim Han yang datang menemuinya, dengan wajah sinis bertanya tujuanya datag menemuinya.
Sementara Pangeran Lee datang ke Jahyeondang mencari Byung Yun,  dengan melihat keatas atap tak melihat temanya itu ada disana, Ketika membalikan badan untuk pergi tak sengaja menjatuhkan sesuatu. Lalu melihat ada bekas darah dan juga sebuah topeng, teringat saat melihat Byung Yun dikejar-kejar oleh seseorang dan ditemukan topeng juga. Byung Yun datang menemui Pangeran Lee, wajah Pangeran Lee terlihat sedikit kaget. 

Kasim Han menanyakan kabar Ibu Ra On selama ini, menceritakan kalau setelah bertemu dengan bertemu anggota keluarganya setidaknya, bisa percaya bahwa akan tahu apa mereka hidup atau mati. Ibu Ra On menegaskan  sudah memutus hubungan dengan Kasim Han  karena tahu sikapnya akan seperti ini.
Dalam 10 tahun yang dia habis untuk mempersiapkan pemberontakan, apa kau pernah berpikir tentang bagaimana Ra On dan aku hidup?” ucap Ibu Ra On marah besar
Sekarang, kami akan melindungimu.” Ucap Kasim Han menyakinkan
Tidak, aku tidak mau itu. Apa yang akan kau lakukan kepada Ra On sekarang?” ucap Ibu Ra On khawatir
Agar kematian dari orang yang tidak bersalah tak terhitung jumlahnya tidak sia-sia, Jadi tolong bantu kami.” Kata Kasim Han memohon
Kami tidak tahu apa-apa....Tolong... tolong jangan tertarik pada kami lagi.” Pinta Ibu Ra On yang hidup selalu dikejar-kejar oleh pengawal istana. 

Pangeran Lee akhirnya berdiri melihat Byung Yun yang datang lalu bertanya apakah ia terluka di suatu tempat. Byung Yun panik dan melihat kain bekas lukanya bisa terlihat, lalu mengaku kalau terjadi kecelakaan., yaitu selama pelatihan kemarin, seorang pendatang baru membuat kesalahan dan Sesuatu yang mengerikan bisa saja terjadi.
Bagaimana dengan cederamu? Apa kau baik-baik saja sekarang?” tanya Pangeran Lee, Byung Yun mengaku kalau ia baik-baik saja 

Pangeran Lee bertamu dengan panglima seperti kaget mengatahui Kim Byung Yun yang sudah  meninggalkan istana. Panglima memberitahu Byung Yun mengirim pemberitahuan bahwa tidak akan ikut dalam pelatihan ini karena sakit.
Apa cederanya dari latihan kemarin separah itu?” tanya Pangeran Lee khawatir
Tidak ada latihan kemarin, Putra Mahkota.” Kata Panglima, Pangeran Lee kaget mengetahui tenyata Byung Yun berbohong padanya 

Yoon Sung sedang berjalan-jalan tak sengaja bertemu dengan Chul Sung. Chul Sung mengenalinya kalau Yoon Sung adalah anak dari Menteri Ritus dan sedang dalam perjalanan menuju tempat tinggalnya sekarang. Yoon Sung bertanya apa yang membuatnya datang selarut ini.
Aku akhirnya tahu... Tentang wanita bernama Hong Ra On itu.” ucap Chul Sung. Yoon Sung mencoba menutupi rasa kagetnya, bertanya apa yang diketahuinya.
Wanita yang berbahaya itu ada di istana sekarang.” Bisik Chul Sung, Yoon Sung berpura-pura tak percaya kalau ada diistana.
Apa kau yakin tentang itu?” tanya Yoon Sung berpura-pura baru mengetahuinya.
Iya. Kurasa aku harus cepat-cepat dan memberitahu mereka tentang ini, karena mereka ingin membawanya terlebih dulu.” Kata Chul Sung memperlihatkan sebuah surat
Kalau begitu, Apa kau belum melaporkan hal ini kepada orang lain?” tanya Yoon Sung, Chul Sung membenarkan karena baru saja kembali untuk mencari tahu. Yoon Sung menyuruh Chul Sung untuk pergi lebih dulu dan akan mengikutinya dari belakang. 

Chul Sung berjalan lebih dulu dari belakang terlihat bayangan orang yang mengikutinya, dengan cepat langsung mengeluarkan pedangnya. Ternyata Yoon Sung yang mengikutinya dari belakang, Chul Sung pun bisa bernafas lega.
Ada sesuatu yang aku lupa untuk kukatakan kepadamu.” Kata Yoon Sung, Chul Sung pun mempersilahkan. Yoon Sung meminta agar Chul Sung mendekatinya, saat Chul Sung mendekat sebuah pisau langsung menyobek urat nadi dilehernya.
Yoon Sung berhasil membunuh Chul Sung lalu mengambil surat yang akan disampaikan pada keluarganya, ketika membacanya matanya langsung melotot kaget mengetahui tentang Ra On. 

PM Kim menatap bulan sabit yang semakin lama ditutupi oleh awan, saat itu penyusup memasuki istana Pangeran Lee dan bisa mengantikan penjaga istana yang sedang meyamar. Saat itu juga didalam kamar Yoon Sung sedang menemui Pangeran meminta maaf karena sudah mengunjungimu selarut ini.
Kalau ini adalah tentang Sam Nom, jangan katakan apapun. Kalau anak itu membutuhkan sesuatu dan apapun itu maka aku yang akan melakukannya.” Tegas Pangeran Lee
Tidak, aku harus memberitahukan ini kepadamu. Yang dibutuhkan oleh Kasim Hong... adalah untuk meninggalkan tempat ini.” ucap Yoon Sung
Kim Yoon Sung, sudah kukatakan bahwa ini adalah sesuatu yang tidak perlu kau khawatirkan.” Tegas pangeran Lee
Kasim Hong seharusnya tidak berada di sini! Istana ini...” kata Yoon Sung ingin memberikan peringatan tapi Pangeran Lee lebih dulu memotongnya.
Aku akan... menemukan jalannya.” Tegas Pangeran Lee
Ia teringat saat Yak Yong berkata padanya “  Selama kalian berdua bersama-sama, maka kau juga akan berada dalam bahaya, Putra Mahkota. Kalau  anak itu bertemu ibunya akan menjadi bahaya besar untukmu, apa yang akan kau lakukan, Yang Mulia?
Sebenarnya aku akan berada dalam bahaya semacam apa?” tanya Pangeran Lee penasaran, Yoon Sung seperti tak bisa mengucapkanya.
“Sudahlah... Lupakan... Kalau aku berencana untuk goyah dengan kata-kata itu, aku bahkan tidak akan memulainya, jadi pergilah sekarang.” Ucap Pangeran Lee. 


Geun Gyo sedang minum bersama dengan Ui Gyo, keduanya terlihat bahagia. Geun Gyo yakin kalau  Tari pedangnya seharusnya sudah mulai sekarang. Ui Gyo pun tersenyum licik bisa menghancurkan Pangeran Lee dengan tak bisa bergerak didepan mereka. 

Ra On ingin membawakan minuman tiba-tiba mulutnya dibekap dan ditarik pergi, nampan yang dibawanya juga jatuh berantakan. Dibagian depan sudah ada pelayan yang mati. Pangeran Lee mendengar kegaduhan bertanya apakah ada orang diluar sana. Tak ada sahutan siapapun.
Akhirnya ia mengambil pedang dan mencoba membuka pintu kamarnya, saat itu Ra On sudah disandera oleh orang-orang bertopeng. Ra On terlihat ketakutan, berjalan mendekati Pangeran Lee. Yoon Sung baru keluar dari tempat pangeran dan melihat ada keganjalan dari penjaga istana. Ketika berbalik ketiganya mulai bertarung dengan pedangnya, setelah memmbunuh keduanya teringat dengan Pangeran Lee. 

Ra On berjalan mendekat dengan pedang siap menyayat lehernya dengan wajah ketakutan. Pangeran Lee pun berjalan mundur akhirnya melepaskan pedangnya memberitahu kalau ia sekarang sudah tidak bersenjata.
Aku tidak tahu apa yang kau inginkan, tetapi ayo kita mulai... setelah kau melepaskan anak itu.” tegas Pangeran Lee lalu mengulurkan tanganya, setelah Ra  On ada dipelukanya pertarungan pun dimulai.
Yoon Sung datang membantu melawan penyusup yang masuk ke dalam kamar Putra Mahkota. Keduanya langsung mengadu pedang sementara Ra On terlihat ketakutan sambil menangis. Seseoran berusaha ingin membunuh Pangeran, saat itu juga tangan Yoon Sung menahan pedangnya. Pangeran Lee dan Ra On kaget melihat darah yang keluar dari tangan Yoon Sung.

Ra On melemparkan pedang pada Pangeran Lee, Keduanya kembali berkelahi dengan ilmu bela diri yang mereka miliki. Saat itu tiba-tiba salah seorang ingin membunuh Ra On, Pangeran Lee langsung melindunginya tapi yang terjadi malah terkena sebetan dan tusukan pedang. Ra On panik, Pangeran Lee setengah sadar melihat wajah sipelaku bertopeng seperti melihat Byung Yun ada yang ada dibaliknya.
Si pria ingin menusukan pedangnya, Byung Yun membenarkan saat itu si pria terlihat mati terkena pedang dari belakang. Terlihat Byung Yun berdiri dibelakang meminta maaf karena datang terlambat lalu pergi mencari penyusup lainya. Pangeran Lee pun tak sadarkan diri dalam pelukan Ra On. 


Raja terlihat gelisah mondar mandir dalam kamarnya, Perdana Menteri datang menghadap bertanya apa yang harus dilakukan dan memastikan kalau memang benar bahwa para pemberontak menyerbu tempat Putra Mahkota. Perdana mentri membenarkan.
Kau harus kuat terutama di saat-saat seperti ini.” kata Perdana Mentri, Kasim Han melirik sinis seperti sudah tahu akal busuk PM Kim
Bahkan saat Putra Mahkota melalui suatu cobaan yang berbahaya,sebagaia ayahnya, yang aku lakukan adalah khawatir dan merengek kalau sampai rumornya menyebar.” Ucap Raja
Aku tahu kau ingin memanggil Kepala Investigasi Kantor Kerajaan untuk memulai interogasi, tapi apa gunanya kalau masyarakat tahu? Para pemberontak pasti akan menggunakan sentimen public untuk memulai sesuatu yang lebih besar. Aku akan mengurus ini untuk memastikan bahwa orang-orang tidak datang secara bergerombol karena ini.” kata PM Kim, Kasim Han makin curiga kalau semua ini pasti kerjaan dari PM Kim. 

PM Kim bertemu dengan Ui Gyo dan juga Geun Gyo memastikan kalau  sudah membersihkannya dengan benar. Ui Gyo mengatakan sudah melakukanya bahkan Terlebih lagi, karena Yang Mulia Raja berencana untuk merahasiakan  maka  sangat bersyukur.
Bagaimanapun, kau tidak boleh lengah sampai akhir.” Tegas PM Kim
Ah, tentu saja. Tidak ada masalah dengan hal itu.” ucap Ui Gyo menyakinkan. 

Dua saudara Kim mulai berisik, Geun Gyo panik berpikir apa yang harus dilakukanya karena Ada 10 pembunuh yang hilang. Ui Gyo tak melihat kalau tak ada mayat dimana-mana yang ditemukan. Geun Gyo memastikan kalau mereka itu  sudah melarikan diri, Ui Gyo mengaku  tidak bisa melaporkan ini, tapi juga tidak bisa diam saja.

Di luar tempat tabib, Ra On melihat dari pintu dengan wajah khawatir. Seorang tabib akhirnya keluar dengan seorang dayang, Ra On langsung menghentikanya dan memberitahu seorang kasim dari tempat Putra Mahkota jadi meminta izin untuk bisa mengunjunginya sebentar. Tabib langsun menolaknya dengan ketus.
Apa Putra Mahkota baik-baik saja? Tolong setidaknya beri aku jawaban.” Kata Ra On khawatir, Tabib menyuruh Ra On minggir dari jalanya juga.
Tolong... jangan sampai kau kalah, Putra Mahkota.” Ucap Ra On menatap sedih. 

Yoon Sung membentangkan kertas seperti akan mulai mengambar tapi ia terdiam sejenak seperti memikirkan sesuatu. Pangeran Lee ada didalam kamar tabib dengan posisi tertelugkup dan terlihat ada bekas luka dibagian punggungnya. Tabibi mulai menaruh obat untuk mengobati lukanya.
Ra On duduk sendirian dalam kamar Pangeran Lee, sambil menangis bertanya-tanya kapan pangeran Lee akan datang. 

Tubuh Pangeran Lee sudah dibalut kain, wajahnya terlihat masih pucat perlahan membuka matanya. Tabib kaget dan bertanya apakah Putra Mahkota, bisa melihatnya. Pangeran Lee mengangguk melihat tabib didepanya. Tabib menjelaskan Karena ada noda darah dari pembunuh dan mayat-mayat di tempatmu, jadi sementara membawanya ke tempat ini.
Ada perintah tegas dari Yang Mulia untuk melarang siapa pun kecuali para tabib untuk masuk.” Kata Tabib, Pangeran Lee mencoba untuk bangun. Tabib memberitahu kalau Pangeran Lee belum boleh bergerak!
Ada sesuatu yang aku butuhkan.... Kirimkan aku seseorang dari tempatku...” kata Pangeran Lee. 

Ra On datang dengan langkah perlahan didepan pintu memberitahu kalau ia sudah datang, tak ada sahutan akhirnya Ra On bertanya keadaan Pangeran Lee. Tetap tak ada sahutan. Ra On mulai menangis.
Putra Mahkota... Apa kau ingat saat aku mengatakan kepadamu bahwa aku takut karena terlalu menyukaimu? Kalau kau jatuh... maka aku sangat takut. Kalimat "Pada akhirnya, mereka membawa pergi kebahagiaanku..." itulah yang aku pikirkan. Jangan pernah melepaskan tanganku... Aku sendiri tidak akan pernah melepaskannya ” Kata Ra On sambil terus menangis sambil meraba pintu ruangan yang tak bisa didatanginya. 

Tangan Ra On tiba-tiba di pegang oleh seseorang dan memeluknya dari belakang. Wajah Pangeran masih terlihat pucat lalu mengumpat Ra On yang Kurang ajar sekali.
Tidak ada yang bisa mengambil kebahagiaanmu tanpa izinku. Jadi jangan menangis… Aku tidak akan pernah melepaskan tangan ini.” kata Pangeran Lee lalu memeluk erat Ra On dengan erat, Ra On hanya bisa menangis dalam pelukan Pangeran Lee.

Pangeran Lee akhirnya sudah sehat, lalu bertanya kapan Ra On akan kembali. Ra On mengatakan  Sebelum penjaga membunyikan bel jam malam, Pangeran Lee langsung melarangnya, Ra On cemberut mendengarnya. Pangeran Lee memerintahkan Ra On untuk kembali  sebelum matahari terbenam.
Tidak peduli apa yang terjadi, kau harus berada dalam pandanganku sebelum matahari terbenam. Apa kau mengerti?” ucap Pangeran Lee, Ra On pun mengerti 

Dirumah
Yak Yong binggung Mau pergi kemana  Ibu Ra On  dan anaknya pergi terburu-buru seperti itu. Ibu Ra On merasa tak mungkin bisa membiarkan anaknya   berada di istana bahkan samping Putra Mahkota, mneurutnya Hal ini terjadi saat sedang tidak melakukan apapun selain hidup dalam ketakutan.
Bagaimana aku bisa duduk di sini dan melihatnya lagi?” kata ibu Ra On, saat itu Ra On melihat dua buah sandal didepan pintu rumah.
Ra On dan Putra Mahkota... saling memiliki satu sama lain sebagai kekasih di hati mereka... Apa kau tidak tahu artinya itu?” ucap Ibu Ra On, Ra On yang mendengar ucapan ibunya kaget. 

Pangeran Lee sedang membaca buku dikamarnya melihat pelayan yang mulai menyalakan lilin lalu bertanya apakah matahari sudah terbenam. Kasim Jang mengatakan kalau ini sudah hampir waktunya bagi Pangeran Lee untuk kembali.Pangeran Lee mengerti dan meminta agar mereka bersiap-siap untuk pergi.
Aku mengatakan kepadanya untuk datang kembali sebelum matahari terbenam berulang-ulang..” kata Pangeran Lee kesal tapi tersenyum dengan mengingat sikap Ra On. 

Apa kau tahu berapa banyak aku sudah menderita untuk keluar dari nasib yang menyedihkan ini ? Aku memukul dan memaksa gadis cantik itu untuk hidup sebagai anak laki-laki... Aku tidak bisa membiarkan dia berada di istana lebih lama lagi. Kalau ada yang tahu bahwa Ra On adalah putri dari Hong Gyeong Rae...” kata Ibu Ra On
Yak Yong hanya diam saja, saat itu Ra On membuka pintu ruangan. Keduanya terkejut melihat Ra On dan bisa mendengarkan semuanya. 

Pangeran Lee menunggu didepan Jahyeondong dengan gelisah teringat kembali perkaataan saat dibukit “Kalau kau harus melepaskan sesuatu dalam situasi yang sulit, Jangan melepaskan aku. Bisakah kau berjanji?
Lalu Ra On menjawabnya saat duduk dipangkuanya, “Jangan khawatir, Yang Mulia. Apa kau pikir aku akan pergi tanpa izin darimu?” Pangeran Lee terdiam seperti ragu kalau  Ra On akan kembali ke istana. Tiba terdenga suara seseorang dari belakang.
Apa kau sudah menunggu cukup lama, Yang Mulia?” kata Ra On, Pangeran Lee melihat Ra On yang kembali, matanya sempat melirik kesal sampai akhirnya tersenyum. Ra On pun  tersenyum bahagia bisa bertemu kembali dengan Ra On.
bersambung ke episode 13

FACEBOOK : Dyah Deedee  TWITTER @dyahdeedee09 
INSTRAGRAM dyahdeedee09  FANPAGE Korean drama addicted 

4 komentar:

  1. aaargh co cuwiittt .... hehehe thanks sinop nya ..

    BalasHapus
  2. stiap episode bikin dag_dig_dug ... tkut'ny antar Ra On dan Putra Mahkota,,bakaln melanggar janji mrka .. utk tdk saling melepas kn,dlm situasi apapn 😘
    eishhhhh ... jinjja,,msti nunggu snin dpn lgi 😱

    BalasHapus
  3. Rasanya tiap liat dan baca sekalu terbawa perasaan. Baper tingkat dewa.....
    Aaaaaaaaa.....😂😂😂

    BalasHapus
  4. ga sabar nunggu episode selanjutnya..
    makin kesini makin seru.. :* :*

    BalasHapus