Jumat, 30 September 2016

Sinopsis Shopping King Louie Episode 3 Part 1

PS : All images credit and content copyright :MBC

Bok Sil keluar rumah melihat hujan yang turun denga deras, lalu masuk kembali ke dalam rumah menutupi Louis yang sedang tertidur dengan koran lalu berangkat kerja tak lupa menaruh uang 3000 won. Bok Sil hanya menatap keluar jendela bus yang basah karena hujan. Sementara Louis terbangun menatap ke luar jendela yang masih turun hujan.
“Di awal baruku.. dia ada di sini.” gumam Louis 

Bok Sil yang melamun tak melihat pemberhentian lalu bertanya pada sopir bus, apakah mereka sudah mau sampai Goldline Tower. Sopir bus mengatakan kalau Bok Sil salah naik bus karena itu jalan  arah yang berlawanan, jadi meminta agar Menyeberang dan ambillah bus lain.
Akhirnya Bok Sil turun dari bus dan melihat uangnya hanya cukup untuk pulang, akhirnya ia berlari untuk sampai ke tempat kerjanya dengan mengunakan payung. Sesampai di tempat kerjanya langsung menerima omelan Joong Won untuk membersihkan lantai dengan benar. Bok Sil pun datang untuk membersihkan lantai.
Di awal baruku, wanita itu muncul..” gumam Joong Won akhirnya menemukan Bok Sil yang dicarinya akhirnya memanggil nama Ko Bok Sil. Bok Sil menatapnya lalu teringat dengan Joong Won yang membeli gingseng miliknya. 

[EPISODE 3  - Dia adalah, gadis itu..]

Louis seperti bosan di kamar sendirian tanpa apapun, sampai akhirnya ia menjerit ketakutan karena melihat serangga yang menempel lalu berlari keluar dari rumah. Ia berteduh dibawah tangga karena takut masuk ke dalam rumah, tiba-tiba seorang menyapanya.
Hello, stranger....  Kau mau ke mana? Aku akan jadi payungmu.” Ucap Sosok pria bernama Jo In Sung. Keduanya akhirnya pergi bersama dengan mengunakan payung.
Namamu siapa?” tanya In Sung, Louis menjawab tak tahu, In Sung bertanya berapa umurnya. Louis juga tak tahu. Terlihat dibelakang mereka sosok pria dengan jas hujan menatap keduanya. 

Bok Sil yang melihat Joong Won langsung mencengkram bajunya dengan menuduhnya sebagai pencuri dan Penipu, meminta agar mengembalikan ginseng dan uangnya. Mi Young dan Hye Joo yang melihatnya tak percaya kalau atasan mereka adalah pencuri.
Joong Won terlihat malu mencoba melepaskan tangan Bok Sil dari bajunya, tapi saat itu juga Bok Sil langsung jatuh pingsan. Semua orang berisik kakau Joong Won memukulnya sampai pingsan. Joong Won akhirnya panik meminta agar Telepon 911 dan ambulance.

Hye Joo masuk ke dalam ruangan berteriak kalau ada kabar besar, Do Jin sedang membersihkan pakaian Kyung Kook,  Hye Joo memberitahu kalau Tuan Cha dapat masalah. Keduanya bertanya apa maksud dari ucapanya. Hye Joo memberitahu Ambulance datang, karena tukang bersih-bersih yang bertugas di lobby pingsan
Kenapa memang cerita yan sebenarnya?” tanya Do Jin, Hye Joo menceritakan kalau Joonb Won yang memukulnya dan pingsan.
Bukan dipukul, cuma didorong kuat-kuat saja.” Ucap Mi Young membela, Hye Joo pikir sama saja.
Dan, awalnya Pak Cha berteriak lalu mereka mulai bertengkar. Tiba-tiba saja, si wanita itu berteriak, "Kau penipu, kembalikan uangku!" Setelah itu, dia menyerang Pak Cha.” Cerita Hye Joo dengan mempraketkan pada Mi Young
Do Jin tak percaya menurutnya Joong Won itu bukan orang semacam itu. Kyung Kook pikir Do Gi itu tidak pernah tahu karena mungkin saja di siang hari Tuan Cha adalah seorang direktur yang sering histeris dan  di malam hari, berubah jadi penipu misterius Seperti Jekyll dan Mr Hyde, lalu meminum botol yang tumpah dan membuat Joong Won terjatuh. 

Ma Ri pergi ke ruangan CCTV, ingin minta tolong untuk melihat rekaman CCTV mengecek elevator tiga sekitar jam 10 kemarin. Pegawai pun memperbolehkanya dengan memutar CCTV pada lift. Ma Ri meminta berhenti saat melihat sosok pria yang dicarinya, lalu meminta agar mendekatanya. Wajahnya langsung kaget dan bergumam dalam hati kalau itu memang benar-benar mirip Louis tapi yakin kalau calon suaminya itu sudah meninggal dan bertanya-tanya siapa sebenarnya si pengemis itu. 

In Sung membawa Louis makan sup ikan karena  itu makan paling enak di hari hujan. Louis mulai memakan dengan memasukan semua ke dalam mulut dan mengungkap sangat menyukai makanan itu. In Sung pun meminta agar Louis menceritakan kisahnya.
Saat kau sadar hari itu, lalu kau memakai jaket palsu milik Bok Nam ini, dan tidur di samping seorang pria gelandangan yang menakutkan. Kau tidak ingat kejadian sebelumnya kan? Itu namanya anaplastic amnesia. Apa Kepalamu terluka?” tanya In Sung
Ya...  Kupikir ada bengkak di sebelah sini.” kata Louis menunjuk bagian belakang kepalanya
Sepertinya ada bagian otakmu yang terluka.” Komentar In Sung layaknya orang pintar.
Louis pikir In Sung itu dokter bisa mengetahuinya, In Sung mengatakan bukan  alu bertanya apakah Louis cuma punya 3ribu won saja. Louis menganguk. In Sung bertanya apakah Louis  yakin gadis yang tinggal dengannya ada di Goldline. Louis mengangguk.
In Sung yakin Bok Sil  akan mendapatkan uang sebentar lagi lalu melihat wajah Louis dari dekat merasa kalau Louis kelihatan seperti anak orang kaya karena kulitnya yang bagus, bahkan sangat yakin 100 persen berasal dari keluarga kaya. Louis menduga In Sung itu peramal. In Sung pikir bukan juga karena ia orang yang sedang cari kerja.
Louis seperti tak mengerti maksudnya, In Sung hera Louis itu tidak tahu cari kerja, Louis mengelengkan kepala. In Sung menjelaskan kalau ia  sedang berusaha mendapatkan pekerjaan. Jadi harusbelajar keras sekarang karena itu bisa tahu banyak hal. Louis mengangguk mengerti, In Sung pun meminta agar nambah sup ikannya dan mempersilakn Louis makan sebanyak yang diinginkanya. 


Joong Won menatap Bok Sil dalam ruang IGD tak percaya kalau pingsan itu karena Kurang gizi. Bibi Hwang datang kerumah sakit dan melihat  RUANG PASIEN VIP dengan nama pasien Ko Bok Sil,  menurutnya tak mungkin karena Bok Sil tidak punya uang. Kenapa bisa di ruangan VIP. Joong Won tiba-tiba keluar dari kamar.
Bibi Hwang kaget, Joong Won langsun bertanya siapa bibi itu dan berpikir kalau ia adalah ibunya. Bibi Hwang mengatakan bukan ibunya,  karena Hanya mau mengantarkan  barang yang tertinggal di kantor. Joong Won pun meminta agar mereka bisa bicara sebentar. 

Di cafe
Bibi Hwang mengaku tidak punya hubungan apapun dengan Bok Sil karena pasti Joong Won mau minta untuk bayar biaya rumah sakitnya. Joong Wo mengatakan kalau ia yang bayar jadi meminta bibi Hwang tak perlu khawati dan bicara saja.
“Aku dengar Bok Sil sudah bekerja di perusahaan selama sebulan.” Kata Joong Won
Besok dia gajian karena sudah genap sebulan. Bok Sil adalah seorang pekerja keras, tapi dia kelihatan sedikit berantakan, mungkin karena dia miskin. Aku meminjamkannya ponsel dan mencarikannya tempat tinggal. Hari ini, dia bahkan pinjam uang padaku.” Cerita bibi Hwang

Dia bilang seorang penipu membawa kabur ginseng 5 juta Won. Astaga, dia adalah gadis pemberani tapi dia menangis karena itu. Aku merasa kasihan padanya. Orang jahat mana yang tega menipu gadis polos sepertinya.. yang baru saja sampai ke Seoul dengan membawa sepotong ginseng?” ucap bibi Hwang sedih, Joong Won seperti kaget mendengarnya
“Seharusnya orang seperti itu harus dilemparkan ke Sungai Han, atau dibakar hidup-hidup. Dia harus dihukum.” Kata  Bibi Hwang geram
“Hei... Tidak ada yang menipu dia” kata Joong Won membela iri, Bibi Hwang heran melihat Joong Won malah berpihak pada si penipu.
Aku cuma bilang semua orang punya alasan masing-masing.” Ucap Joong Won
Si kunyuk itu setidaknya menelepon Bok Sil. Dia  meneleponnya jutaan kali. Kalau ketemu akan habislah dia.” Kata Bibi Hwang, Joong Won pun hanya diam saja. 


Joong Won menatap Bok Sil yang masih tertidur lalu melihat sepatu Bok Sil yang sudah usang, Bok Sil membuka matanya dan melihat Joong Won langsung mencengkram bajunya kembali berteriak si penipu, meminta agar dikembalikan ginsengnya. Joong Won menarik bajunya menegaskan kalau ia bukan penipu dan meminta Bok Sil agar tenang lebih dulu.
Kenapa aku di sini?” kata Bok Sil seperti baru sadar ada dirumah sakit. Joong Won memberitahu kalau sebelumnya tiba-tiba pingsan.
Ya. Aku ingat kau melemparkanku ke lantai.” Ucap Bok Sil marah
“Hei... Bicara apa kau ini? Aku tidak pernah melemparkanmu ke lantai atau mencuri ginsengmu.” Kata Joong Won lalu memberikan sebuah amplop.

Bok Sil binggung, Jung Won meminta agar membukanya, karena sebelumnya ingin menjual seharga 1 juta won,  tapi membayarnya dengan harga yang wajar. Bok Sil tak percaya melihat ada lembaran dalam bentuk 1 juta won di dalam amplop
“Ini semua 4.000 dolar setelah di potong komisi. Karena Ada biaya transaksi untuk setiap produk yang ada. Itu peraturannya dan Jangan merasa tersentuh.” Ucap Joong Won, Bok Sil tersenyum mengucapkan terimakasih pada Joong Won.
Mulai sekarang aku bukan penipu tapi penyelamat ginsengmu. Jadi siapa aku?” ucap Joong Won
“Si Penyelamat Ginseng-ku.” Kata Bok Sil, Joong Won pun membenarkanya.
Bekerjalah di Departemen Marchandise mulai besok.” Ucap Joong Won, Bok Sil mengerti lalu tersadar dengan ucapan Joong Won yang tak dimengertinya.

Joong Won menyebut Departemen Marchandise. Bok Sil binggung bertanya dimana itu, Joong Won meminta agar Bok Sil tak complain dan kembali bertanya siapa dirinya., Bok Sil menjawab si  Penyelamat Ginsengnya. Joong Won menegaskan agar Bok Sil melakukan yang sudah di katakan oleh penyelamatnya lalu pamit pergi.
Bok Sil masih melonggo, Joong Won berpesan agar Bok Sil Istirahatlah di akhir pekan dan makanlah banyak daging. Bok Sil hanya mengangguk. 

Louis terlihat menunggu didepan rumah dengan gelisah, saat melihat sosok Bok Sil dari atap rumah langsung berteriak memanggilnya. Bok Sil menatapnya, Louis langsung melambaikan tangan dan menuruni tangga untuk menyambutnya.
Kenapa kau lama sekali? Aku sudah menunggumu dari tadi.” Kata Louis
Hei. Aku sudah menemukan si penipu....!! Ah..bukan.. maksudku Penyelamat Ginsengku..” ucap Bok Sil lalu memperlihatkan amplop ditanganya. Louis tak percaya isinya ada 4 juta won dan bertanya ketemu dimana dengan orang itu.
Di perusahaan. Ini semua Keren, kan?” kata Bok Sil senang hati.
Aku mau mencarikannya untukmu. Tapi ternyata kau sudah menemukannya duluan.” Ucap Louis sedih
Cobalah untuk mengingat-ingat masa lalumu dan temukan Bok Nam untukku.” Kata Bok Sil,
Okay. Bagaimanapun juga,aku akan menemukan Bok Nam. Kau bisa percaya padaku.” Ucap Louis, Bok Sil pun mengandalkan Louis untuk pencarian adiknya, Louis bertanya apa yang dibawa oleh Bok Sil.
Bok Sil mengatakan isinya itu  hotteok. Louis hanya mencium baunya yang terasa enak lalu mengajak mereka untuk segera makan bersama karena sangat lapar lalu berlari lebih dulu menaiki tangga. 

Louis sudah makan di teras dengan wajah belepotan. Bok Sil heran melihat Louis itu makan diluar karena sudah malam. Louis mengatakan kalau  Ada serangga di dalam. Keduanya masuk bersama, Bok Sil bertanya dimana seranganya, Louis mencari-cari di tempat sebelumnya lalu menjerit ketakutan melihat serangga yang ada di dinding dengan Kakinya ada banyak.
Itu serangga rumahan. Dia tidak jahat.” Kata Bok Sil ingin menangkapnya, Louis malah ketakutan melihat Bok Sil yang ingin menyentuhnya.

Bok Sil akhirnya bisa mengeluarkan serangga keluar jendela lalu tersenyum menatap Louis, saat itu Louis seperti merasakan senyuman Bok Sil yang pernah dilihat sebelumnya, lalu bertanya Apa mereka pernah bertemu sebelumnya. Bok Sil heran dengan pertanyan Louis merasa kalau Makan hotteok bikin jadi gila, lalu mengajak untuk cepat tidur karena masih punya banyak pekerjaan besok.


Pelayan Heo memberikan semangkuk bubur dan juga lauk lainya. Nyonya Choi hanya menatap sedih dan merasa tidak selera makan. Pelayan Heo meminta agar Nyonya Choi itu harus makan karena kalau terus seperti ini bisa pingsan.
Nyonya Choi... Apa kau mau sarapan yang biasa dimakan Tuan Louis?” ucap Pelayan Kim tiba-tiba datang
Apa yang biasanya dimakan Louis?” tanya Nyonya Choi, Pelayan Kim meminta agar dibawakan ke atas meja.
Karena nasi sangat penting bagi orang Korea dan kau bilang aku harus selalu menyiapkan nasi untuknya.” Jelas Pelayan Kim
Nyonya Choi melihat menu makanan cucu kesayanganya, seperti tak percaya. Pelayan Kim meyakinkan kalau memang itu menu yang biasanya,  dengan selalu menyajikan yang organik dan natual tanpa pengawet. Pelayan Heo yang biasa melayani Nyonya Choi melirik pada pelayan Kim. 

Pelayan Kim tiba-tiba ditarik oleh Pelayan Heo ke sudut ruangan. Pelayan Heo berpikir kalau Pelayan Kim itu ingin dipukul sampai lebam? Atau dibuat mimisan serta merasakan hidungnya patah. Pelayan Kim bingung apa sebenarnya salahnya.
Menjauhlah dari makanan Nyonya Choi dan kalau kau muncul lagi, maka Kau akan merasakan bagaimana rasanya. Kehilangan semua gigimu. Mengerti?” ancam Pelayan Heo, saat itu Nyonya Choi memanggilnya, Pelayan Heo mulai bersikap ramah dan bergegas pergi. 

Bok Sil dan Louis makan di minimarket, seperti biasa Louis makan seperti orang kelaparan karena baru pertama kali memakanya. Bok Sil melihat mulut Louis yang penuh dan bertanya sebegitu sukanya dengan makanan itu. Louise mengangguk.
Ayo kita beli beberapa perlengkapan rumah setelah makan.” kata Bok Sil
Maksudmu shopping?” ucap Louis dengan memuncratkan isi mulutnya ke baju Bok Sil. Bok Sil mengernyitkan dahinya merasa jijik. Tapi Louis yang hilang ingatan seperti tak peduli

Keduanya pergi ke pasar, Louis menunjuk barang-barang yang ingin dibelinya. Bok Sil mengikutinya dengan membeli pengorengan. Lalu keduanya pergi ke tempat piring dan mangkuk, keduanya memilih barang-barang yang bagus. Joong Won melihat seperti alas tidur memanggilnya agar membelinya.
Akhirnya kedua tangan mereka penuh dengan belajaan, tawa bahagia mereka terlihat. Tiba-tiba keduanya melonggo melihat yang ada didepan mereka. Keduanya saling menatap dan berteriak gembira melihat sekumpulan pedagang penjual makanan. 

Keduanya makan dengan lahap jajanan pasar yang nikmat. Bok Sil bertanya bagaimana bisa Louis itu jago belanja dan Seleranya juga bagus. Louis berceritaa kalau Barang-barang itu yang bicara padanya jadi Mereka meminta untuk membeli. Bok Sil merasa Louis itu memang gila.
Ayo belanja baju. Reputasiku harus dijaga dan Mana boleh aku pakai barang palsu. Darimana sih adikmu dapat jaket ini?” kata Louis mengejek
Aku membelikannya seharga 20ribu won” ucap Bok Sil merasa uang itu cukup banyak untuknya.
“Ahh.. tidak benar...  Ini adalah koleksi SS Louis Ssaton. Sebagai edisi terbatas, hanya 100 jaket yang diluncurkan. Jaketnya bernomor 1 sampai 100 dan Jaket nomor 1 harganya di atas 10 juta won” kata Louis seperti mengingat semua dalam hal belanja.
Aku tidak mengerti apa yang kau katakan.” Kata Bok Sil yang tahu dengan barang-barang seperti itu.
Louis mengejek Bok Sil itu  Terlalu banyak yang tidak tahu. Bok Sil membalas siapa yang seharusnya bicara seperti itu. Louis mengatan kalau ia harus belanja sekarang
Keduanya pergi ke toko pakaian, Louis terlihat sangat tampan dengn pakaian yang beda dan memilih satu buah baju. Bok Sil mulai mencoba beberapa baju, Louis melihat yang cocok sampai akhirnya menemukan baju dengan garis merah yang cocok.
Setelah selesai keduanya kembali berjalan dengan barang belanjan yang banyak, padahal mereka belum beli beras tapi ditangan mereka sudah banyak belanjaan. Louis teringat dan mengajak Bok Sil untuk membeli ponsel.
Dengan ponsel, kita bisa berbelanja sambil tidur-tiduran di rumah. Barangnya bahkan diantarkan ke rumahmu.”ucap Louis, Bok Sil tak yakin ada yang seperti itu.
“Kau ini memang bodoh yah?!” kata Louis, Bok Sil marah karena dianggap bodoh.

“Coba Lihat, semua orang punya ponsel. Kau bisa melakukan apa saja dengan ponsel. Kau bisa belanja, nonton TV, mengambil gambar dan menelp.” Ucap Louis menunjuk semua orang disekitar mereka mengunakan ponsel.
Bok Sil menatap Louis teringat dengan adiknya yang merengek memint dibelikan ponsel karena hanya ia sendiri yang tidak punya ponsel di kelasnya, lalu memberitahu dengan ponselnya bisa mengunakan internet, chatting dengan teman bahkan nonton TV dan bermain games.
Itu seperti yang dikatakan Bok Nam.” Kata Bok Sil mengingat adiknya.
“Ahh.. Benar itu. Bok Nam... Kalau dia punya ponsel, maka kita bisa melacaknya.” Ucap Louis, Bok Sil pun terlihat bersemangat mendengarnya. 

Dua buah ponsel akhirnya dibeli oleh Bok Sil, Louis bisa langsung mengunakan dan mengambil beberapa kali foto Bok Sil dengan sengaja. Bok Sil mengejarnya sampai keluar toko tapi setelah itu kembali masuk karena meninggalkan barang-barangnya.
Keduanya berjalan pulang, Louis memanggil Bok Sil dengan wajah kelelahn. Bok Sil kesal bertanya apa lagi sekarang.  Louis meminta dibantu karena merasa sangat kelelahan. Bok Sil mengomel kalalu Louis itu makan banyak sekali dan bertany Kemana perginya semua energinya, lalu mengambil beberapa barang.
Aku tidak pernah merasa seperti ini sebelumnya.” Kata Louis, Bok Sil bertanya merasakan apa memangya.
Ini semua berat, tanganku sakit, berkeringat dan aku susah bernapas. Dan ini sangat melelahkan” rengek Louis 

In Sung tiba-tiba datang menyapa, Louis kaget melihat In Sung yang datang. Bok Sil melonggo binggung melihat pria yang ada didepanya. In Sung bisa tahu kalau wanita didepan itu pasti Bok Sil. Louis menceritakan kalau In Sung tetangga mereka dan tinggal dilantai bawah.  In Sung pun memperkenalkan dirinya.
Kau lebih cantik dari yang kubayangkan dan kelihatan kuat juga. Usiamu di awal 20-an, kan? Apa Kau tidak pakai make up?” ucap Louis menatap wajah Bok Sil lebih dekat, Bok Sil mengelengkan kepalanya.
Bukankah dia itu keren? Dia bukan cenayang, tapi tahu banyak hal.” Ucap Louis bangga lalu mengingat-ingat nama pekerjaan yang disebutkan In Sung.
Aku pencari kerja.” Ucap In Sung dengan suara tak jelas, Bok Sil bertanya apa yang dikatakanya.
Seorang pencari kerja.” Kata In Sung, Bok Sil mengerti kalau In Sung  sedang mencari pekerjaan. Louis tetap berkomentar kalau itu keren, tiba-tiba seperti sebuah burung gagak lewat. 

In Sung melihat keduanya baru selesai belanja, Bok Sil membenarkan. Louis mengeluh kalau tidak sanggup membawanya lagi. In Sung pun menawarkan bantuanya. Keduanya melongg melihat semua belanjaan yang ada di meja kasir. Lalu In Sung meminta agar diantar ke alamatnya, Keduanya tak percaya kalau semua makanan mereka bisa langsung dikirim ke rumah tanpa harus berat-berat membawanya. 

Bok Sil datang menemui Detektif dengan bangga memperlihatkan ponselnya dan akan memberikn nomornya. Detektif terlihat senang karena akhirnya Bok Sil membeli sebuah ponsel dan itu pasti karea sudah gajian. Bok Sil mengatakan kalau itu karena sudah mendapatkan bayaran dari  uang ginsengnya.
Bok Sil, akhirnya kau bisa hidup dengan benar sekarang.” Ungkap Detektif bahagia.
Detektif… Kudengar kalau punya ponsel, kita bisa menemukan Bok Nam.... Tolong temukan dia.” Kata Bok Sil sangat berharap, Detektif hanya menghela nafas karena Bok Sil benar-benar tak tahu apapun.
Bok Sil.... Bukan begitu caranya. Tapi Bok Nam harus punya ponsel juga, baru kita bisa melacaknya.” Jelas Detektif, Bol Sil sedih ternyata seperti itu seharusnya.
Jadi bagaimana dengan pria gelandangan itu? Apa Kau bisa mengatasinya?” tanya detektif. 

Louis hanya bisa cemberut melihat tirai yang ada didepanya karena tak bisa lagi tidur dengan melihat wajah Bok Sil. In Sung datang memberitahu kalau ada paket yang datang untuk mereka, lalu melihat  tirainya bagus sekali karena miliknya itu terbuat dari plastik. Louis mengeluh Bok Sil haru memasang tirai pembatas untuk mereka.
In Sung menyalakan kompor gas, Bok Sil melonggo seperti terpana melihatnya. In Sung tak percaya kalau Bok Sil belum pernah memakainya, Bok Sil mengelengkan kepalanya karena biasanya membakar kayu di perapian. In Sung tak percay dizaman sekarang masih ada yang masak engn kayu bakar. 

In Sung melihat Bok Sil yang mencuci diluar lalu berkomentar kalau Bok Sil itu  melakukan segalanya dengan baik, bahkan Tangannya juga sangat lincah. Menurutnya sangat dewasa untuk usianya. Louis dengan santai kalau Bok Sil itu  bisa jadi pembantu yang baik. In Sung tak percay kalau Louis bisa  berkomentar seperti itu.
Bok Sil sedang mencuci celana dalam melihat ada nama dibagian belakangnya, Louis mengambil celana dalamnya karena malu. Bok Sil memberitahu Ada tulisan Bahasa Inggris di belakangnya. Louis melihatanya, In Sung yakin itu adalah label desainer dan kaget ternyata ada berlian juga yang tertempel disana.

Brand ini kan tidak memproduksi pakaian dalam!” ucap Louis yakin, In Sung binggung karena Louis bisa mengetahuinya. Louis kembali menyembut nama yang ada dibagian celana dalamnya.
Mungkin itu namamu.” Kata Bok Sil, In Sung menghela nafas mengingatkan kalau Louis itu  tidak sedang wajib militer jadi kenapa celana dalam harus diberikan nama.
Tapi nama Louis cocok denganmu, jadi pakai saja itu jadi namamu.” Saran In Sung, Louis pun setuju dengan nama itu 


Keluarga Baek sedang makan malam bersama, Ma Ri bertanya pada ibunya apakah Louis punya saudara kembar. Ibu Ma Ri heran kenapa anaknya bisa berpikiran seperti itu, karena yakin benar kalau Louis itu  anak satu-satunya.
Apa tidak ada rahasia soal kelahirannya? Mungkin dia punya kembaran atau adik.” Ucap Ma Ri penasaran, Ayahnya mulai bertanya sebenarny ada  apa.
Aku melihat pengemis di perusahaan yang wajahnya sangat mirip dengan Louis.” Cerita Ma Ri
Itu tidak mungkin dia, kecuali dia bereinkarnasi jadi pengemis. Mungkin cuma mirip saja” kata ibunya yakin. Tuan Baek hanya diam saja seperti terlihat gugup.

Flash Back
Tuan Baek menjemput Louis lalu menyuruh untuk duluan saja karena Masih ada urusan kantor yang harus diselesaikan dan sangat penting. Louis terlihat binggung, Tuan Baek pikir Louis bisa menyetir dengan memberikn kunci mobilnya. Louis akhirny pergi sendirian, Tuan Baek berbicara di telpa kalau Louis baru saja pergi.
Setelah itu mobil Louis pun ditabrak oleh truk sampai terjadi kebakaran dan juga jam tangan yang terlepas. Tuan Baek yakin Louis sudah meninggal.

Bok Sil memanggang daging babi untuk makan malam, In Sung langsung memakanya dengan cepat. Louis mengomel karena dagingnya belum matang tapi sudah dimakan, In Sung tidak peduli. Louis menahan sumpit In Sung agar tak mengambilnya. In Sung mengatakan siapa yang dulu maka akan memakanya dengan cepat mulutnya penuh dengan daging babi.
Aku akan bekerja... di Departemen Marchandise mulai besok. Tapi Apa yang dikerjakan orang di sana?” kata Bok Sil bingung, In Sung pikir Bok Sil itu  tukang bersih-bersih.
Ya... memang benar... Seseorang dengan jabatan tinggi memintaku untuk bekerja di sana.” Cerita Na Ri, Louis bertanya apakah maksudnya  si Penyelamat Ginsengnya itu.
Itu jebakan. Nanti kau juga akan dipecat. Banyak perusahaan melakukannya. Dia akan memecatmu, tapi itu juga bisa membuat imagenya jadi jelek. Bahkan dia juga harus bayar kompensasi. Kalau kau tidak mau mengundurkan diri maka perusahaan akan ada dalam masalah. Karena itulah kau dipindahkan ke departemen lain.” Ucap In Sung seperti punya banyak pengalaman. Bok Sil menanyakan kelanjutan dengan wajah iba.
Kau tidak akan sanggup melakukan pekerjaan di sana, dan kau merasa tidak cocok berada di sana. Kau akan merasa tidak berguna dan kepercayaan dirimu akan jatuh. Lalu Kau akan berhenti dengan sendirinya.”ucap In Sung
Louis mengartikan kalau Bok Sil  dipindahkan untuk dipecat. In Sung membenarkan karena  Itu lebih baik untuk perusahaan lalu meminta agar Bok Sil segera memotong dagingnya. Bok Sil yang melonggo memotong kecil-kecil daging babi yang dibelinya.
Kalau mau pecat, kenapa tidak pecat saja langsung? Kenapa harus membuat Bok Sil susah? Kupikir dia direkrut untuk pindah ke bagian lain  karena pekerjaannya bagus.” Komentar Louis
Aduh.. dasar pria tampan. Apa selama ini hidupmu aman sentosa?” ejek In Sung
Tapi dia bayar ginsengku, Dia mungkin seorang pria jujur yang baik hati.” Ucap Bok Sil yakin Joong Won itu orang baik.
Mungkin karena kau selama ini tinggal di hutan, maka kau jadi tidak tahu tentang dunia yang sebenarnya. Sebelumnya Kau menuduhnya menipumu,, lalu Dia membayarmu hanya supaya kau tutup mulut. Yah memang.. Sepertinya aku tidak tahu bagaimana bekerja di perusahaan besar.” Kata In Sung. Bok Sil dan Louis hanya terdiam dengan wajah sedih. 


Bibi Hwang datang melihat anaknya yang sedang makan lahap, berkomentar kalau sangat aneh karena tidak minta makan ternyata makan di atap.  In Sung makin asyik dengan makan daging babi panggang. Bibi Hwang melihat itu daging babi dn paling suka bagian leher. Bok Sil menawarkan Bibi Hwang untuk ikut makan juga, Bibi Hwang pun tak menolaknya bahkan meminta saus juga.
In Sung menyuruh ibunya agar makan juga, sementara Bok Sil mengambil saus didalam. Louis menahan sumpit keduanya karena Bok Sil belum makan, Bibi Hwang mengumpat pelit sekali padahal hanya daging babi saja lalu pergi karena tak akan makan lagi. Bok Sil melihat bibi Hwang akan pergi, Si bibi mengaku tak bisa makan.
Louis berteriak kesal karena disalahkan, In Sung pun bergegas pulang sambil berterimakasih atas  makanannya. Louis sedih karena hanya ada empat potong daging lagi. Bok Sil dengn senyuman mengatakan kalau itu tak masalah.
bersambung ke part 2 

FACEBOOK : Dyah Deedee  TWITTER @dyahdeedee09 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar