Jumat, 23 September 2016

Sinopsis Shopping King Louie Episode 2 Part 1

PS : All images credit and content copyright :MBC

Louis mengemudi sendirian saat dari bandara untuk menemuni neneknya.
Hari itu, Aku menyetir mobil secepat yang kumau untuk pertama kalinya seumur hidupku.
Nenek dan yang lainya sudah menungggu di rumah dan bertanya-tanya keberadan Louis keran belum sampai rumah juga.  Tuan Baek datang bertanya pada Nenek Choi apakah Louis sudah sampai. Nenek Choi binggung karena Tuan Baek yang seharusnya menjemput Louis. Tuan Baek memberitahu kalau Louis menyetir mobil sendiri.
Dan di hari itu, Aku, Louis Si Raja Belanja, Hilang setelah sebuah kecelakaan..
Mobil Louis mengembut dijalan sampai akhirnya menabrak truk, lalu berguling dan terbakar, terlihat jam tangan Louis yang terjatuh dari dalam mobil.

[Episode 2- A Whole New World]

Louis tidur di tangga dengan hanya berselimutkan koran, lalu merasakan udara yang sangat panas, lalu terbangun dan meminta minum pada gelandangan yang lain disampingnya.  Si pria gelandangan terlihat marah karena Louis berani bicara padanya. Louis dengan bahasa inggrisnya memberitahu kalau ia haus “i’m thirsty”
Tapi si gelandang pikir Louis mengejeknya sudah berumur 30 tahun,  lalu berteriak marah kalau ia bukan 30 tahun, dan menendang Louis tanpa ampun. Louis hanya diam saja tak melawanya. Akhirnya si pria mengajak gelandangan lainya untuk pergi karena kesal melihat tingkah Louis. 

Louis merasakan semua tubuhnya sakit sekali. Tiba-tiba beberapa orang yang lewat melemparinya dengan koin, merasa kalau Louis itu tampan dan merasa kasihan.  Beberapa wanita terpesona melihat ketampanan Louis, Pria yang disampingnya berkomentar kalau Louis cuma gelandangan.
Aku di mana? Siapa aku?” ucap Louis kebinggungan, dari kejauhan Bok Sil melihat jaket yang dipakai adiknya dan langsung berlari memanggil adiknya. Louis kaget tiba-tiba ada yang memanggil Bok Nam.
Apa aku Bok Nam?” kata Louis tak ingat apapun. Bok Sil binggung bertanya siapa pria itu.
Bukannya kau bilang aku Bok Nam?” ucap Louis. Bok Sil langsung membuka jaket yang dipakai oleh Louis lalu melihat ada jahitan dibalik jaketnya.

Louis mengumpat Bok Sil sudah gila dengan posisi tiarap, Bok Sil menarik Louis agar bangun dan sangat yakin kalau itu jaketnya Bok Nam dan bertanya darimana mendapatkan jaket itu. Louis juga tak tahu. Bok Sil tak percaya tetap ingin tahu dimana mendapatkanya. Louis yang hilang ingatan benar-benar tak mengetahui sama sekali. Bok Sil tetap bertanya darimana mendapatkan jaket itu
Dari mana katamu? Lalu Aku siapa? Apa kau kenal aku? Jadi Kau kenal aku tidak?” ucap Louis kebinggungan dengan dirinya sendiri. 


Bok Sil datang ke kantor polisi bertanya  Apakah Tidak bisa diperiksa dengan sidik jarinya. Polisi mengatakan kalau Louis  tidak ada dalam database mereka, lalu bertanya apakah Louis  tidak ingat apa-apa. Bok Sil mengangguk karena Louis  tidak tahu kenapa  bisa ada di sana bahkan Namanya saja tidak tahu.
Tapi aku yakin ini jaketnya Bok Nam.” Kata Bok Sil, Polisi mengeluh karena  Semua orang pakai jaket itu dan Hampir semua pria punya jaket seperti itu.
Tidak, ini jaket yang beda.  Jahitan yang pernah kubuat di jaket Bok Nam juga masih ada di situ. Jadi Aku yakin sekali. “ kata Bok Sil
“Ah... benarkah? Itu artinya dia dan Bok Nam memang pernah bertemu sebelumnya. Apa kau sudah menunjukkan foto Bok Nam padanya?” tanya polisi,
“Yah... Aku sudah memberitahunya, tapi dia bilang tidak kenal.” Ucap Bok Sil
Mereka pasti pernah bertemu sebelum dia kehilangan ingatan. Aku akan mencari di sekitar stasiun sebisaku. Kembalilah lagi besok. Bagaimanapun juga kau akan ke sini lagi untuk bertanya soal Bok Nam.” Kata Polisi. Bok Sil mengerti

Polisi bertanya mau dibawa kemana Louis sekarang, karena mungkin Akan mengirimnya ke badan sosial sekarang. Louis berdiri melambaikan tangan pada Bok Sil. Bok Sil memanggil detektif,  bertanya Apa orang yang seperti Louis bisa disembuhkan. Detektif mengatakan tak tahu karena  bukan dokter.
Bok Sil... Akudengar kau masih tinggal di sauna. Tidak mudah menolong orang macam dia.. dengan keadaanmu yang seperti ini.” saran Detektif
Tapi, Bagaimana kalau hanya dia satu-satunya cara untuk bisa menemukan Bok Nam?” kata Bok Sil, Detektif merasa Louis bisa saja jadi beban nanti
Kalau dia dirawat dan mentalnya kembali stabil, Pasti Ingatannya akan kembali.” Ucap Bok Sil yakin 

Keduanya berjalan bersama dari kantor polisi, Bok Sil memberitahu Louis kalau  Sejujurnya tidak punya cukup uang untuk mengurusnya tapi  akan merawat sampai ingatannya kembali dan bisa menemukan Bok Nam. Louis mendengar logat yang berbeda berpikir Bok Sil itu  orang Korea Utara.
Kau kedengeran punya logat Korea Utara” ucap Louis yang mendengar logat daerah Busan
“Lalu  Kau sendiri? Dari tadi terus mengoceh dengan bahasa asing.” Balas Bok Sil kesal, Louis membenarkan dengan mengunakan bahasa inggrisnya.
Come to think of it, I'm used to speaking English.” Ucap Louis dengan fasih berbahasa inggris (Dipikir-pikir aku sepertinya sudah terbiasa berbahasa Inggris, ya)
Bok Sil bertanya apakah sekarang Louis bisa mengingat sesuatu,  dan memperlihatkan kalau Wajah Bok Nam yang ada diselemberan itu. Louis malah bertanya-tanya sendiri apakah ia  pernah tinggal di luar negeri dan bertanya apakah Polisi tidak bilang mereka sedang mencari orang seperti  dirinya. Bok Sil mengatakan tidak ada. 

Keduanya tiba-tiba berhenti melihat sebuah mobil sedan seperti hangus terbakar diangkat dari TKP dan terlihat beberapa petugas berkumpul. Bok Sil melihat itu bekas kecelakaan. Louis menarik nafas panjang, menurutnya Mobilnya sampai terbakar begitu pasti ada yang mati. Bok Sil mengajak segera pergi karena melihatya saja sudah Mengerikan sekali

Polisi memberikan sebuah jam tangan yang ditemukan di lokasi kejaidian pada Nenek Choi. Pelayan Kim yang melihatnya menangis karena jam tangan itu hadiah yang Nenek Kim berikan pada Louis di ulang tahunnya yang ke-20 yaitu merek Patek Pharaoh limited edition. Nenek Choi langsung menangis mengetahui nasik cucu kesayangan yang malang dan merasa kalau semua ini salah dirinya lalu jatuh pingsan, Tuan Baek yang ada disampingnya menahan nenek Choi agar tak terjatuh. 

Keduanya berjalan bersama, Louis bertanya mau kemana Bok Sil sekarang. Bok Sil kesal karena gara-gara Louis jadi terlambat kerja. Louis dengan santainya bertanya apakah Bok Sil tidak mau memberinya makan karena sebelumnya merasakan kelaparan.
“Kau tunggu saja, Nanti akan kubelikan kau makan malam yang enak.” Kata Bok Sil
“Apa kau bilang? Ini kan masih sore, bagaimana bisa kau menyuruhku menunggu sampai malam? Aku bahkan tidak sarapan. Kalau begini aku bisa mati.” Kata Louis merengek
Dengarkan, aku saja tidak makan sehari tiga kali.” Tegas Bok Sil lalu berjalan pergi. Louis mengumpat Bok Sil itu jahat dan Benar-benar keterlaluan.

Bibi pedagang roti sandwich mengoreng telur dan membakar roti diatas panggangnya. Louis menelan air liurnya melihat roti yang sangat nikmat, Si bibi bertanya apakah Louis ingin memakanya. Louis mengangguk dan langsung makan dengan lahap. Bok Sil yang jalan lebih dulu melotot kaget melihat Louis sudah makan sandwich.
“Hei... Kau punya uang memangnya?” teriak Bok Sil, Louis mengelengkan kepalanya.
Jadi kenapa kau makan itu?” ucap Bok Sil kesal dan melihat harganya  2 dolar akhirnya dengan terpaksa membayar roti yang sudah dimakan Louis.
Louis mengatakan kalau rotinya ini sangat enak dan sangat suka lalu menawarkan sisa rotinya pada Bok Sil. Bok Sil melirik sinis dan berjalan pergi. Louis seperti tak peka akhirnya menghabiskan sendiri rotinya. 

Bok Sil datang ke tempat kerjanya sebagai OB langsung kena omel si Bibi Hwang, seniornya karena terlambat datang berkerja.  Menurut Bibi Hwang Bok Sil tidak kelihatan seperti orang yang ceroboh, tapi ternyata memang begitu. Bok Sil meminta maaf. Bibi Hwang bertanya siapa pria yang dibawa Bok Sil dan menunggu diluar.
“Apa dia Pacarmu?” kata Bibi Hwang makin marah, Bok Sil menyangkal menurutnya mana mungkin pria itu menjadi pacarnya.
Dia memang sedikit kurang waras, Tapi aku punya alasan kenapa harus merawatnya.”ucap Bok Sil
Bagaimana bisa kau merawat orang macam dia? Apapun masalahmu, bersikaplah profesional.” Tegas Bibi Hwang, Bok Sil mengerti dan kembali meminta maaf.
“Sekarang Karena ada masalah di perusahaan, mereka jadi tidak begitu peduli tentang kebersihan, jadi Kali ini kau akan aku maafkan.” Kata Bibi Hwang, Bok Sil bertanya memangnya ada apa.
Cucunya Ibu Presdir... meninggal. “ bisik Bibi Hwang, Bok Sil terkejut mendengarnya. 

Louis mengikuti Bok Sil masuk ke dalam gedung berkomentar kalau tadinya berpiki pekerjaan Bok Sil itu bagus tapi ternyata hanya sebagai tukang bersih-bersih. Bok Sil mengatakan kalau ini perkerjan yang bagus daripada menjadi pengemis.
Kau kan... mengemis di jalan.” kata Bok Sil, Louis mengatakan kalau itu tak bisa dipercaya dan merasa dirinya bukan pengemis.
Aku mau kerja. Jadi sebaiknya kau duduk saja dan menunggu disini” kata Bok Sil, Louis menolak ingin ikut karena pasti Bok Sil mau meninggalkan sendirian.

Bok Sil mengatakan tak mungkin menurutnya Mungkin Louis merasa bersalah. Tapi seperti yang dibilang sebelumnya yaitu akan merawat sampai ingatan Louis kembali dan bisa menemukan Bok Nam. Louis masih tak percaya, Bok Sil menyuruh Louis minggir  karena harus kerja lalu memberikan tissue karena mulutnya yang belepotan dengan saus. 


Louis menunggu di lobby, Mi Young dan pegawai lainya datang membicarakan tentang cucu Nyonya Choi  kecelakaan  setibanya di Korea. Mi Young mengingat temanya pernah bilang  soal takdir Presdir Choi yang terlalu kuat jadi menurutnya bukan hal serius. Louis dengan bau kopi yang mengugah hidungnya mendekat keduanya.
Mi Young merasa merinding karena mungkin memang kutukan itu ada. Louis benar-benar ingin minum kopi dengan aroma yang nikmat,  Mi Young merasa sedih sekali melihat nasih Nenek Choi yang punya perusahaan besar, uang, kekuasaan dan segalanya tapi tidak punya keluarga.
Lalu tiba-tiba merasakan sesuatu yan menusuk. Si pegawai kaget melihat Louis sudah ada didekatnya sambil mengendus-endus. Mi Young berpikir kalau Louis itu gelandangan dan memanggil penjaga gedung untuk menangkapnya sambil memarahi kalau mana boleh membiarkan siapa saja masuk ke dalam gedung. 
Si pegawai mengumpat Louis itu pengemis cabul. Louis menyangkalnya kalau itu salah paham dan dirinya tak akan mungkin jadi pengemis dan mengataka cuma mau menciumnya saja. Petugas keamanan tak mau tahu langsung menarik Louis keluar dari gedung. 

Aku bukan pengemis apalagi si cabul dan sedang menunggu seorang karyawan.” Ucap Louis menyakinkan.
Siapa? Siapa namanya? Siapa yang sedang kau tunggu?” tanya petugas
Louis binggung seperti tak bisa langsung mengingatnya,lalu menyebut namanya itu Bok Nam Noona. Petugas tak pecaya dan langsung masuk gedung tak memperbolehkan Louis masuk. Akhirnya Louis mengingat-ingat namanya wanita yang menolongnya Bok.. Ja... Bok Hee... Bok Soon.

Bok Sil menyebut namanya saat di telp, Joong Won  sudah tahu karena bisa kenal suaranya, lalu bertanya apakah  belum punya ponsel juga, Bok Nam mengatakan belum memilikinya karena harga Ponsel terlalu mahal. Joong Won bertanya kapan akan membeli ponsel. Bok Nam mengatakan nanti kalau Joong Won sudah bayar sisa utangnya.
Ginsengnya masih ada padamu, kan?” ucap Bok Nam memastikanya.
Di dalam kulkasku. Kenapa memangnya?” balas Joong Won
Bawa saja ke pasar herbal dan tanyakan pada orang di sana. Mereka pasti tahu itu asli atau tidak.” Kata Bok Nam
Aku sibuk jadi Telepon saja aku setiap hari.” Ucap Joong Won.
Bok Sil memohon dan ingin berbicara tapi ponselnya sudah diambil oleh bibi Hwang. Joong Won kesal karena Bok Sil tidak bilang salam sebelum menutup telponnya. Bok Sil pun memberikan uang pada Bibi Hwang dan mengucapkan terimakasih. Bibi Hwang mengatakan terlalu malu untuk mengatakan sesuatu tapi Bok Sil harus tahu biaya menelpon itu mahal dan Mana ada orang yang akan meminjamkan ponsel mereka begitu saja. Bok Sil mengerti jadi mengucapkan banyak terimakasih pada Bibi Hwang. 

Louis duduk depan gedung melihat Tuan Baek dan Joong Won keluar dan menaiki mobil mewah, mulutnya melongo karena merasa itu sangat keren. Tuan Baek seperti melihat sosok Louis dari dalam mobil, tapi tak jelas karena dari belakang. Joong Won yang duduk disampinganya bertanya ada apa dengan Tuan Baek. Tuan Baek mengatakan kalau tak ada apa-apa.

Sementara Louis melihat Bok Sil datang mengeluh karena sudah menunggu lama. Bok Sil padahal Sudah bilang tunggu di dalam tapi tidak mau dengar. Louis menceritakan kalau orang-orang didalam berpikir dirinya pengemis jadi diusir untuk duduk diluar. Bok Sil membenarkan melihat penampilan Louis yang kotor tak mungkin ada orang yang mau membawanya masuk.
Louis lalu bertanya siapa nama Bok Sil. Bok Sil menyebutkan nama panjangnya Ko Bok Sil. Louis langsung tertawa mendengarnya. Bok Sil kesal kenapa Louis malah tertawa menurutna tak ada yang lucu dengan namanya. Louis mengejek nama Bok Sil yang aneh. Bok Sil menyindir Louis yang tak tahu namanya jadi lebih baik berhenti tertawa.
Bok Sil… Kopi....” kata Louis, Bok Sil bertanya ada apa dengan kopi.
Belikan aku satu cangkir kopi.” Ucap Louis memohon dengan mengangkat satu jarinya. Bok Sil cemberut mendengar permintaan Louis. 

Nisan nama Kang Ji Sung sudah ada dipemakaman, Pelayan Kim memberikan segelas kopi Panama Geisha kesukaan tuannya, sambil menangis meminta agar bisa meminumnya dan  beristirahatlah dalam damai. Nenek Choi duduk di kursi roda yang di dorong oleh Pelayan Heo, Semua keluar terlihat sedih.
Ma Ri membawa bunga langsung menangis mengetahui Ji Sung yang sudah meninggal, diatas pusaran. Joong Won melihat dari jauh merasa Anaknya Tuan Baek dan cucunya Nyonya Choi pasti dekat. Petinggi lain komentar kalau keduanya sudah lama berteman dan Sejak kecil sudah dekat. Joong Won yakin, Ma Ri pasti sangat shock sekarang.

Louis masuk ke dalam sauna, seperti orang norak karena Semua orang pakai baju yang sama. Bok Sil bertanya apakah Louis tak pernah ke sauna. Louis mengelengkan kepalanya. Bok Sil menyuruh Louis segera mandi lebih dulu,Bok Sil menunggu didepan kamar mandi. Louis keluar kamar mandi memanggilnya.
Bok Sil langsung terpana melihat Louis yang memang tampan setelah mandi.  Akhirnya mereka berkeliling sauna yang cukup luas dan tertatap dengan baik. Louis tak berhenti berkata “wow” melihat sesuatu yang tak pernah dilihatnya selama ini.
Mereka bersama-sama mencoba masuk ke dalam tempat sauna, lalu pindah ke ruangan pendingin. Berjalan di batu-batu panas dan Louise melonggo melihat kolam renang yang sangat luas, lalu bermainkan air pancuran. Ia pun  mencoba masuk ke dalam kolam yang penuh dengan bunga. Keduanya kembali bertemu dan akan masuk ruangan, lalu terdiam karena menganggu orang yang ingin berciuman dan buru-buru keluar dari ruangan. 


Keduanya akhirnya berbaring dilantai bersama-sama, Bok Sil melihat Louis yang tidur dengan jarak yang sangat dekat, karena Louis seorang kan pria Jadi mana boleh dekat-dekat begitu dan menyuruhnya untuk menjauh. Louis semakin mendekat karena takut Bok Sil  akan melarikan diri.
Kenapa kau penakut sekali?” ejek Bok Sil, Louis mengaku takut sendirian.
Kau sepertinya sudah dewasa Tapi sikapmu seperti anak-anak.” Komentar Bok Sil
Aku takut dipukuli, dianggap remeh dan diusir. Perasaan itu tidak pernah kualami sebelumnya” kata Louis

“Tapi Kau tidak takut makan toast saat kau tidak punya uang. Aku sudah menghabiskan terlalu banyak uang hari ini. Padahal aku sedang berhemat. Ini semua Gara gara kau.” Ucap Bok Sil mengomel
Terima kasih... Kau harus ada bersamaku terus sampai ingatanku kembali. Oke? Kau mau berjanji” ucap Louis memberikan jari kelingkingnya.
Ingatanmu harus kembali.. jadi aku bisa menemukan Bok Nam.” Kata Bok Sil melingkarkan jarinya, ketika ingin melepaskanya Louis menahanya seperti tak ingin jauh dari Bok Sil. keduanya pun tertidur dengan jari kelingking yang saling melingkar

Ma Ri menangis diruang makan mengetahui Louis yang sudah meninggal, Ibunya ikut sedih meminta agar Mi Ra jangan menangis terus. Mi Ra merasa kasihan pada dirinya sendiri, Padahal ia akan menikah dengan Louis tapi sekarang habislah semuanya.
Kau tahu kan aku juga menyayangi Louis? Kau akan bertemu pria sehebat dia nanti” ucap Ibunya menenangkanya.
Tidak! Dia adalah pewaris satu-satunya Gold Group. Aku harus menikah dengan calon pewaris Gold Group.” Kata Ma Ri, Ibunya kaget ternyata anaknya ingin menikah dengan Louis sebagai pewari Gold
Tunggu... Ibu.. Apa perusahaan... akan diberikan pada ayah karena Louis sekarang sudah tidak ada?” tanya Ma Ri berhenti menangis, Ibunya pikir itu mungkin saja.
Itu artinya.... Aku nanti yang akan mewarisi perusahaan, kan?” kata Ma Ri penuh semangat. Ibunya makin binggung melihat tingkah anaknya langsung berubah. 

Bok Sil ingin pergi kerja, Louise merengek ingin ikut. Bok Sil menyuruh Louise tetap tinggal disauna karena nanti harus bayar lagi kalau akan masuk dan harga untuk masuknya mahal jadi menyuruh agar main-main saja disauna. Louis menanyakan makan siangnya nanti.  Bok sil memberika 500 Won agar memelilah telur rebus dan shikhye.
Louis merengek kalau itu tak cukup dan meminta tambahan uang lagi. Bok Sil mengatakan jangan harap minta tambaha dan harus cukup. Louis jatuh lemas sambil mengeluh 500 won yang ada ditanganya.  Bok Sil seperti tak tega akhirnya kembali dan memberikan 2000 Won berpesan agar Jangan dihabiskan. Louis seperti berubah jadi Gumiho dengan ekornya terlihat bahagia lalu kembali masuk ke dalam sauna. 

Joong Won masuk ke dalam  lift, Ma Ri menahanya dan buru-buru masuk. Joong Won melihat Ma Ri yang terlihat tersenyum bahagia dan penuh semangat tak seperti kemarin yang menangis seperti anak kecil, lalu menanyakan keadaanya. Ma Ri sempat binggung.
Kau menangis terus dan yang akud engar kau sangat dekat dengan cucu Presdir.” Ucap Joong Won
Kami berteman sejak kecil. Aku sampai tidak bisa tidur semalaman.” Ungkap Ma Ri berbohong dengan wajah tertunduk.
Ngomong-ngomong, kau tahu kan, karena ayahku seorang Direktur  makanya aku bisa dekat dengan cucunya Nyonya Choi, Tapi bisakah kau rahasiakan itu?” kata Ma Ri, Joong Won berjanji akan merahasiakanya.
Aku tidak mau orang tahu. Aku mau bekerja dengan normal, dan aku ingin pekerjaanku dinilai dengan sejujurnya” ucap Ma Ri, Joong Won pikir tak perlu memberitahunya lalu keluar dari lift, Ma Ri mengeluh bosnya itu  Benar-benar tidak bisa ditebak.

Louis pergi ke kedai makanan di sauna ingin membeli kopi, Si bibi bertanya mau kopi jenis apa. Louis melihat di papan pilihanya Cold Coffee, Brewed Coffee, Hot Coffee, akhirnya meminta kopi yang paling murah. Si Bibi membuatkan kopi instant dengan segelas air dengan 100 Won, Louis melihat bentuk kopi yang aneh, Si bibi memberitahu kalau itu  jenis Maxim Gold.
Akhirnya Louis pergi ke bagian meja untuk makan lalu mulai meminumnya, wajahnya terlihat bahagia saat meminumnya ternyata rasanya sangat enak dan menyukainya. Ia kembali membeli bergelas-gelas kopi karena sangat menyukainya.

Setelah selesai minum kopi, Louis mencari kesibukan lain dengan berjalan tanpa melihat ke depanya. Seorang wanita tambun baru keluar sauna, langsung menabrkany. Tapi Louis kena omelan karena tak berjalan dengan baik.  Akhirnya Louis masuk ke dalam sauna dengan berbaring berbantalkan bambu.
Dunia ini sudah penuh dengan orang-orang yang menakutkan. Hanya Bok Sil yang baik.” Ucap Louis lalu matanya melihat selembar uang 50ribu Won yang terjatuh di lantai, wajahnya bahagia bisa menemukan uang. 


Nenek Choi masih lemah berbaring ditempat tidur, bersama pelayan Heo dan Kim. Tuan Baek datang untuk melihatnya. Nenek Choi langsung meminta agar Tuan Baek  harus mengurus perusahaan. Tuan Baek sedih mendengarnya meminta agar Nenek Choi harus tetap kuat, harus sembuh dan kembali bekerja secepatnya.
Aku... akan ke Busan. Aku akan ke pergi kesana, Ke tempat di mana aku dan Louis pernah tinggal, dan menghabiskan hidupku di saana.” Kata Nenek Choi, Tuan Baek hanya diam saja seperti sengaja membiarknya. Pelayan Kim menatap Tuan Baek seperti bisa mengetahui ada sesuatu yang buruk dari Tuan Baek. 

Di mobil
Salah satu petinggi mengaku  merasa sedih kehilangan Tuan Louis tapi menurutnya Tuan Baek yang sudah membuat Gold Group menjadi besar seperti sekarang dan berhak atas posisi itu, menurutnya jangan merasa tidak enak.
Aku akan menyiapkan acara pengangkatanmu.” Kata si Petingi, Tuan Baek tak membalasnya hanya tersenyum dengan memandang keluar jendela. 

Joong Won memberitahu semua pegawainya kalau Penjualan saingann mereka menyamainya dengan bulan ini jadi nanti hasilnya pasti mereka akan bisa kalah.  Ma Ri tahu saingan mereka mulai menggunakan cara penjualan yang agresif bulan lalu dengan Menawarkan produk pilihan untuk social commerce dan itu memberi keuntungan lebih.
Itu benar. Bagi pelanggan, memilih produk-produk koleksi pilihan terasa lebih mudah.” Kata Mi Young
Mereka juga menyediakan jasa pengiriman yang cepat.” Kata Pegawai pria
Kita juga cepat. Kau tahu pesaing kita mengembangkan teknologi mobile UI kan? Mulai bulan ini, kita juga akan fokus pada social commerce.” Ucap Joong Won
Kita harus mencari lebih banyak tenaga Untuk memilih produk dan mengatur kerjasama, mendesain, dan mempublikasikan satu iklan saja sudah memakan banyak tenaga.” Kata Kyung Kook, Semua pegawai tersenyum bahagia mendengarnya.
“Tuan Lee Kyung Kook ... Kau adalah orang pertama yang tahu saat beban kerja kita bertambah. Jadi Itu adalah bakatmu.” Ucap Joong Won, Kyung Kook pun hanya bisa diam saja.
Kyung Kook membawakan segelas kopi pada Joong Won karena merasa tenggorokannya pasti sakit gara-gara dirinya jadi harus minum-minuman yang hangat. Joong Won menolaknya dan melihat ada nomor yang tak disimpanya, ketika ingin mengangkat Kyung Kook tetap maksa agar Joong Won mencobanya. Akhirnya ponselnya terkena tumpahan kopi dan tak menyala. Joong Won kesal dengan tingkah anak buahnya. 


Bok Sil mencoba berkali-kali menelp Joong Won tapi tak aktif padahal selama ini tidak pernah terjadi. Bibi Hwang langsung mengambil ponselnya dan melihat Hanya tinggal sebaris lagi yang tersisa, kembali mengomel kalau Bok Sil itu menghabiskan baterainya.
Kau memang sudah menelponnya berapa kali ?!! Sudah jelas dia tidak mau menerima panggilan.” Kata Bibi Kwang kesal, Bok Sil meminta agar bisa meminjamnya sekali lagi saja.
Kau ini bodoh sekali.... Kau itu sudah ditupu! Kalau dia berutang padamu, kenapa harus menghindari telponmu? Sudah jelas dia tidak mau bayar.” Kata Bibi Hwang Seperti sudah mengetahui orang semacam itu.

Ya ampun... Kenapa juga kau... menjual ginseng seharga 5.000.000 won dengan menerima uang 100.000 won saja? Astaga... Butuh berapa bulan kau baru bisa menghasilkan uang sebanyak itu? Seperti kau punya mesin uang saja.” Ucap Bibi Hwang Geram
Tidak.... Dia tidak mungkin menipuku.” Kata Bok Sil yakin. 


Di tempat sauna
Si wanita tampun berteriak menuduh Louis itu pencuri, di meja terlihat ada satu papan telur dan banyak minuman. Louis mengataka kalau salah paham. Si wanita yakin kalau sebelumnya itu aneh, dengan cara Louis yang menabraknya tadi.
Aku tahu kau mencuri uangku. Kembalikan uangku” ucap Si ibu langsung mencengkram Louis ingin memukulnya. Bok Sil datang merelai keduanya.
Siapa kau?” tanya si wanita tambun, Bok Sil mengatakan kalau ia wali dari Louis.
Baiklah. Kalau begitu kau saja yang mengembalikan uangku.” Kata Si Wanita, Bok Sil mengeluarkan dompetnya bertanya berapa yang harus dibayar.

Si wanita mencari kesempatan dengan mengatakan 100ribu won,  Louis memberitahu kalau hanya menemukan uang 50ribu won di lantai. Si wanita mengumpat Louis itu Cerewet sekali dan menyuruhnya diam. Bok Sil akhirnya memberikan uang 100ribu won dan juga uang sisa dari yang dipegang Louis.
Aku dengar banyak orang sengaja datang ke sauna untuk mencopet. Apa kau salah satunya? Mereka pasti komplotam.” Ucap si wanita menuduh, Bok Sil meyangkalnya dengan menyakinkan mereka itu bukan pencopet lalu mengajak Louis untuk segera pergi. 
bersambung ke part 2

FACEBOOK : Dyah Deedee  TWITTER @dyahdeedee09 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar