Minggu, 25 September 2016

Sinopsis Cinderella and Four Knights Episode 14 Part 1

PS : All images credit and content copyright : TVN

Ha Won membereskan semua pakaian ke dalam koper dengan wajah sedih melihat kotak yang diberikan Ji Woon sebelumnya. Ia teringat saat Ji Woon memberikannya ketika menuruni bukit, Ha Won melihat tak ada isi hanya kotak biasa.
“Apa Kau tidak lihat? Itu perasaanku.” Ucap Ji Woon lalu menciumnya.
Ha Won menangis mengingat kenanganya dengan Ji Woon, ponselnya berdering dan wajahnya terlihat kaget. 

Seo Woo sedang memberikan tanda tangan pada album barunya, dengan menuliskan pesan Berbahagialah! lalu di album selanjutnya bertuliskan Tidak perlu bersedih karena cinta yang tak terbalas...
Ia mengingat saat makan bersama Ha Won yang memujinya kalau memang orang yang terbaik. Ia mengatakan kalau  akan menikahi wanita yang memperbolehkannya makan 2 sayap ayam. Ha Won juga akan menikah dengan pria yang memperbolehkan makan 2 paha ayam.
Setelah mengetahui Ha Won dengan Ji Woon, Ia berkata Selalulah bersamanya dan tersenyum padanya..., sama seperti yang kau lakukan sekarang. Ha Won hanya berkomentar kalau Seo Woo itu pasti sedang menuliskan lagu cinta lagi.
Seo Woo kembali menuliskan pesanya Tetap saja, kau harus  saling mengasihi. Lalu ponselnya pun berdering. 

Hyun Min terdiam sendiri di dalam taman bermain, teringat kembali saat memberikan cincin sebagai tanda melamar Hye Ji untuk menikahnya saat masih kecil. Ia mengeluarkan cincin yang masih disimpanya akhirnya meningalkan begitu saja. Ketika akan pergi menerima telp wajahnya terlihat kaget. 

Ji Woon mengemudikan mobilnya dengan membawa album foto yang ditemukanya, Yoon Sung menelp bertanya keberadaannya. Ji Woon mengatakan harus bertemu dengan kakek jadi ingin tahu keberadanya.
Di mana kau sekarang?” tanya Yoon Sun panik
Aku sedang jalan ke kantor perusahaan. Apa Kakek ada di rumah Atau ada di kantor?” kata Ji Woon
Dia tidak ada di sana” ucap Yoon Sung, Ji Woon ingin tahu dimana kakeknya sekarang. Yoon Sung memberitahu kalau Tuan Kang pingsan. Ji Woon kaget mendengarnya. 

Ha Won datang kerumah sakit menanyakan keberdaaan  Ketua Kang Jung Du karena yang ia dengan tadi pingsan. Perawat memberitahu  Ketua  langsung dilarikan ke ruang ICU. Ha Won kaget lalu bertanya apakah kondisinya sangat parah. Perawat ingin menjelaskan tapi Nyonya Ji langsung datang bertanya
“Dimana Dokter Park? Dia harusnya berada di sini.” kata Nyonya Ji
Dokter Park ada di ruang kerjanya.” Ucap perawat lalu pergi. 

Nyonya Ji melihat Ha Won menyapanya lebih dulu karena sudah lama tak bertemu.  Ha Won bertanya Apa yang akan terjadi pada Ketua dan merasa bersalah. Nyonya Ji melihat Ha Won binggung bertanya apa maksud dari ucapanya kalau semua ini kesalahanya.
Aku melarang aturan yang dibuat oleh Ketua dan mulai pacaran dengan Ji Woon. Lalu Ketua sangat marah karena hal itu.” cerita Ha Won, Nyonya Ji sempat terdiam karena Ha Won merasa bersalah dengan pingsanya ketua
Aku belum lama tadi bertemu dengan Ketua... Jika dia jatuh sakit seperti ini setelah aku menemuinya, apa yang harus kulakukan?” ucap Ha Won menangis, Nyonya Ji mengambil kesempatan dengan wajah marah mendorong Ha Won
Apa yang telah kau lakukan? Beraninya anak binatang sepertimu... Apa yang kau katakan padanya, sampai dia dilarikan ke Rumah Sakit?” kata Nyonya Ji marah, Ha Won kebinggungan menjelaskanya.

Apa kau tahu kondisi kesehatan Ketua? Dia berjuang melawan kanker hati dan tidak punya harapan hidup jika dia tidak mendapatkan donor transplantasi! Satu-satunya harapan adalah menemukan donor yang cocok dengan dia..., Jadi karena itulah, kami berjuang melawan waktu.” Ucap Nyonya Ji
Yang harus dia lakukan adalah menunggu sedikit lebih lama lagi. Tapi kau mencuri waktunya yang sedikit itu. Apa Kau mengerti?” kata Nyonya Ji sengaja menyalahkan Ha Won yang terjadi pada suaminya. Ha Won meminta maaf karena tak mengetahuinya.
Kami memberimu tempat tinggal  karena kau tak punya tempat tujuan..., tapi beginikah caramu membalas kebaikan kami? Jadi kau berkencan dengan Ji Woon?” kata Nyonya Ji, Ha Won membenarkan.
Nyonya Ji lalu ingin tahu pendapat Ketua atas hal itu. Ha Won menceritakan Tuan Kang yang menyuruhnya memilih antara dibayar atas pekerjaannya di Kediaman Haneul atau tetap bersama dengan Ji Woon. Nyonya Ji menyindir kalau Ha Won sudah dapat jawaban yang jelas, sekarang.

Pergilah dari kediaman itu secepat mungkin.” Ucap Nyonya Ji, Ha Won kaget mendengarnya.
Tanpa sepatah kata pun..., buatlah Ji Woon atau yang lain  tidak tahu tentang kepergianmu. Lupakanlah kalau kau datang ke sini, dan apa yang kita bicarakan ini dan pergilah. Jika kau melakukannya, maka aku akan merahasiakan bahwa kau yang membuat Ketua seperti ini.” ucap Nyonya Ji, Ha Won seperti berat meninggalkannya.
Semua orang sangat khawatir  pada Ketua sekarang. Apa hubungan asmara konyolmu itu lebih penting dari kesehatan Ketua? Apa kau tak mau pergi?. Yang lain akan segera datang kesini. Kalau begitu,  haruskah kuberitahu semua orang Kalau Ketua pingsan karena kau membodohinya?” kata Nyonya Ji dengan nada mengancam.
Ha Won mengatakan tak perlu dan meminta maaf. Nyonya Ji memperingatkan agar Jangan pernah dekat-dekat dengan Haneul Grup atau Kediaman Haneul lagi. Akhirnya Ha Won mau tak mau pergi meninggalkan rumah sakit sambil menangis. Saat itu Ji Woon datang langsung menaiki tanga ekskalator tanpa melihat Ha Won.

Ji Woon pergi ke depan ICU, Yoon Sung dan Nyonya Ji masih menunggu didepan ruangan. Yoon Sung memberitahu akalu Jam besuk sudah selesai hari ini. Ji Woon bertanya apa yang terjadi pada kakeknya. Yoon Sung memberitahu keadaan Tuan Kang  dalam keadaan koma hepatik.
Kata dokter, mereka belum tahu kapan dia  mulai siuman. Tuan Kang mengidap kanker hati,. Dan kami  merahasiakan kesehatan Ketua pada kalian.” Jelas Yoon Sung, Ji Woon kaget mengetahui keadaan kakeknya.
Tapi... katamu, ada yang ingin  Kau bicarakan dengan Ketua. Apa yang ingin kau bicarakan dengannya?” tanya Yoon Sung, Ji Woon menutupinya mengatakan hanya sesuatu yang tak penting.
Hyun Min dan Seo Woo juga sedang berangkat kesini. Jam besuk sudah selesai, jadi kau tunggu saja di luar.  Aku akan menginap disini.” Kata Yoon Sung, Ji Woon  bertana dimana Ha Won sekarang, Yoon Sung mengatakan kalau Ha Won akan datang. Ji Won pun berjalan keluar dari tempat ICU untuk menunggunya, Nyonya Ji melirik sinis pada Ji Woon. 

Ji Woon duduk di ruang tunggu sambil berusaha menelp Ha Won karena tak diangkat juga. Nyonya Ji tiba-tiba datang duduk disamping Ji Woon bertanya apakah cucunya itu sedang menelepon Eun Ha Won. Ji Woon binggung tiba-tiba didekati oleh nenek tirinya.
Dia tidak akan mengangkat telepon dan tidak bisa mengangkatnya. Kakekmu tahu tentang hubungan kalian.” Ucap Nyonya Ji, Ji Woon kaget lalu bertanya lalu apa masalahnya.
Dia memang anak yang kasar. Ha Won tipe orang yang tahu apa keinginannya. dan melakukan tipu muslihat murni untuk mewujudkan keinginannya.” Komentar Nyonya Ji sinis.
Jangan beraninya kau bicara seperti itu tentang dia.” Tegas Ji Woon marah

Yang kumaksud adalah uang. Selain itu Kakekmu juga agak kasar. Anak itu masih sangat muda, tapi kakekmu menyuruhnya memilih antara uang dan cinta...” kata Nyonya Ji, Ji Woon tak mengerti maksud ucapan nenek tirinya.
“Apa Kau tidak mengerti kenapa dia tidak mengangkat telepon darimu? Anak itu, Eun Ha Won, sedang merenungkan perbuatannya. Kakekmu tidak akan pernah setuju kau berkencan dengan orang rendahan seperti dia. Aku yakin Kakekmu pasti sangat kasar padanya, sampai dia harus pergi malam ini. Tapi tetap saja, kau datang kesini, karena khawatir dengan kakekmu.” Kata Nyonya Ji sengaja membuat Ji Woon marah
“Cukup Hentikan... sekarang” ucap Ji Woon akhirnya berdiri dari tempat duduknya.
Tidak, aku hanya mengira kau sangat khawatir, makanya aku memberitahumu hal ini.” kata Nyonya Ji, Ji Woon tak peduli lalu pamit pergi. Nyonya Ji terlihat senang karena bisa membuat Ji Woon akhirnya pergi meninggalkan rumah sakit. 


Yoon Sung bertemu dengan Hyun Min dan juga Seo Woo memberitahu kalau Satu-satunya harapan tersisa bagi Tuan Kang adalah untuk mendapatkan donor hati jadi Karena itulah dia tidak ingin  cucunya semua tahu tentang hal ini supaya mereka takkan merasa tertekan.
Apa yang akan terjadi padanya jika dia tidak dioperasi? Apa perawatannya akan lebih menyulitkan?” tanya Seo Woo khawatir. Yoon Sung membenarkan.
Jadi dia tidak ingin kami semua tahu tentang kesehatannya? Lalu , haruskah aku terus berpura-pura kalau aku tidak tahu tentang hal ini?” kata Hyun Min marah, Seo Woo meminta sepupunya agar bisa tenang.
Kakek menceramahi kami tentang keluarga..., tapi dia sendiri  mengabaikan keluarganya!!” ucap Hyun Min marah, Yoon Sung yakin Hyun Min tahu kalau bukan seperti itu maksud dari Tuan Kang.
Aku hanya akan mengabaikan semua ini, sampai Kakek sendiri yang memberitahuku.” Tegas Hyun Min
Hanya kita satu-satunya  keluarga kandung yang dia miliki.” Kata Seo Woo, Yoon Sung menjelaskan maka dari itu mereka sulit  menemukan donor.
Hyun Min ingin tahu kenapa kakeknya tiba-tiba pingsan, Yoon Sung telihat sedikit kebinggungan menjelaskanya. Seo Woo juga tak percaya kakeknya bisa langsung pingsan tiba-tiba karena biasanya bekerja terus menerus dan tak ada masalah.
“Apa Kau tidak tahu kenapa kondisinya jadi sangat memburuk?”tanya Seo Woo
Aku juga tak tahu, sepertinya dia pingsan secara tiba-tiba.” Ucap Yoon Sung berbohong. Hyun Min akan pergi menemui dokter Park lebih dulu, Seo Woo pun akan ikut denganya. Yoon Sung mencoba menelp Ji Woon tapi ponselnya tak aktif. 

Hye Ji pergi menemui temanya yang sudah memiliki toko, temanya merasa seharusnya Hye Ji menghubunginya lebih cepat lagi karena betapa khawatirnya saat mendengar semua berita itu. Hye Ji hanya bisa tersenyum menahan rasa sedihnya. Temanya meminta agar Hye Ji tinggal di tokonya  untuk sementara waktu.
Aku bahkan membersihkan ruang penyimpanan untukmu supaya bisa ditempati.” Kata temanya
Aku sungguh tidak ingin membebanimu seperti ini.” kata Hye Ji merasa tak enak hati.
“Tak masalah... Rumahku sempit, jadi hanya ini yang bisa kulakukan untukmu.” Ucap temanya, Hye Ji pun mengucapkan terimakasih pada temanya yang sudah membantu dan minta maaf.

Hyun Min dan Seo Woo bertemu dengan Dokter Park diruanganya. Dokter Park memberitahu Operasi donor hati susah dilaksanakan, walaupun keduanya siap untuk operasi tapi prosedurnya sangat mustahil dilakukan kecuali dua orang yaitu pendonor dan penerima donor sangat cocok. Seo Woo mengerti dengan hal itu.
Bisakah Dokter menjalankan  pemeriksaan ini secepat mungkin?” tanya Hyun Min, Dokter Park mengerti. 

Keduanya berjalan dilorong, Hyun Min memberitahu kalau saat datang ke rumah sakit memarkirkan mobilnya di suatu tempat lalu naik taksi karena tidak bisa mengemudi gara-gara tanganya sangat gemetar.  Seo Woom mengejek Hyun Min ternyata bisa kehilangan sikap kerennya juga.
Aku kehilangan ayahku saat aku berumur 10 tahun, dan semenjak itu hanya Kakek orang yang kupunya.” Kata Hyun Min
“Yah... Benar juga... Aku sangat khawatir padanya. Apa mereka akan berhasil mengoperasinya?” ucap Seo Woo khawatir. 

Ha Won keluar dari kamar dengan kopernya, lalu melihat Ji Woon sudah ada didepanya. Ji Woon bertanya mau kemana Ha Won sekarang.  Haw Son pikir tidak berhak berada di sini lagi. Ji Woon melotot kaget,  Ha Won merasa Kerja paruh waktunya sudah selesai sekarang. Ji Woon binggung melihat sikap Ha Won seperti ini sekarang dengan menahannya.
Sepertinya aku salah paham. Seorang pria sepertimu  Menyukaiku jadi kupikir aku akan menjadi Cinderella, atau semacamnya. Aku hanya datang ke sini untuk bekerja paruh waktu. Sebelumnya Aku diusir dari rumahku dan tak punya tempat tujuan..., tapi kakekmu bilang akan memberiku  tempat tinggal, dan uang. Jadi Siapa yang bisa  melewatkan kesempatan itu?” kata Ha Won
Hentikan.... Aku tak mau mendengarnya.” Kata Ji Woon, Ha Won menegaskan kalau lebih baik mereka sudah saja hubungan ini dan membiarkanya pergi, dengan melepaskan tangan Ji Woon.
Jangan seperti ini, Ha Won... Aku sekarang saja sudah kacau. Lalu, kenapa kau juga bersikap seperti ini padaku? Aku tahu itu bukan perasaanmu yang sesungguhnya.” Kata Ji Woon, Ha Won memilih untuk berjalan pergi. Ji Woon akhirnya berteriak memangil Ha Won
Jika kau pergi sekarang..., maka aku takkan pernah bertemu  denganmu lagi.” Ancam Ji Woon, Ha Won tetap pergi meninggalkan rumah

Ha Won menangis harus meninggalkan Sky House dan juga Ji Woon, teringat saat dibukit Ji Woon meminta agar Ha Won tetap ada disana karena mulai sekarang ia yang akan mendekatinya lalu menciumnya.
Saat itu sedang terkena ganguan pencernaan, Ji Woon yang membantu dengan menusukan jarinya. Lalu menemukan kalung ibunya yang hilang dan keduanya jatuh bersama di rumput dengan saling berpandangan. Ketika di villa, Ji Woon menciumnya untuk pertama kali.
Ji Woon membantunya untuk mencuci rambutnya, walaupun setelah itu keduanya sama-sama gugup karena tangan mereka saling bersentuhan. Ji Woon juga memeluknya dari belakang dan mencium pipinya saat memasak makan malam bersama didapur. Ji Woon yang memeluknya saat di tempat ibunya, menyuruhnya agar menangis saja karena ia akan tetap bersamanya. 

Ha Won yang berjalan sambil menangis sempat menoleh kebelakang seperti berharap kalau Ji Woon akan mengejarnya sekarang. Tapi Ji Woon duduk diam dirumah, terlihat shock dengan keadaanya sekarang. Teringat kembali dengan perkataan Ha Won Kupikir aku salah paham. Seorang pria sepertimu menyukaiku..., jadi kupikir aku akan jadi Cinderella, atau semacamnya. Kita sudahi saja hubungan ini. Biarkan aku pergi.

Nyonya Beolgyo binggung membawa barang-barang dari gudang bertanya-tanya harus dikemanakan barang-barang ini. Hyun Min melihatnya bertanya apa yang dibawanya. Nyonya Beolgyo memberitahu kalau Ini barangnya Nn. Hye Ji tai ditinggalkan begitu saja dan sayang kalau semua dibuang, jadi mau menaruhnya di tempat lain. Hyun Min melihat itu alat-alat jahit milik Hye Ji.
Akhirnya Hyun Min membawa semua barang Hye Ji ke dalam kamarnya dan melihat sebuah gaun warna biru, pikiranya melayang. 

Flash Back
Hye Ji datang ke acara penikahan kakeknya lalu mendatangi kamar Hyun Min dengan dress yang sudah dibuatnya. Ia bertanya apakah Hyun Min datang dengan orang lain. Hyun Min dengan sinis berkata tidak ada hubungannya dengan Hye Ji jadi jangan ikut campur.
Ketika menghindari perjodohan, Hyun Min dengan sengaja mencium Hye Ji lalu meminta maaf tanpa ada rasa perasaan bersalah. Ketika di villa, Hye Ji mengambar wajah smile pada tanganya lalu menciumnya, saat itu tangan Hyun Min memegang erat tangan Hye Ji.
Esok harinya, Hye Ji mendekatinya didapur ingin membahas kejadian semalam. Hyun Min dengan santai mengatakan pura-pura saja itu tidak terjadi. Mengingat semua yang diperbuat pada Hye Ji, Akhirnya Hyun Min mengumpat kalau dirinya memang pria yang Brengsek.

Hye Ji duduk diam dalam toko temanya, melihat foto saat masih kecil dengan kakak dan juga Hyun Min, teringat kembali cerita Hyun Min Aku bersama Jung Hyun Hyung saat itu,  sepuluh tahun silam. Aku melihat ada mobil yang menabraknya, dan pergi meninggalkaknya.  Aku takut, aku tak tahu apa yang harus kulakukan..., itulah sebabnya... aku lari.
Flash Back
Setelah Hyun Min  menciumnya direstoran, Hye Ji bertanya apa ia bagi Hyun Min sekarang. Hyun Min mengatakan kalau Hye Jin itu seperti Teman semasa kecil. Hye Ji tak percaya kalau hanya itu artinya dirinya bagi Hyun Min, Hyun Min pikir Wajar saja semua berubah selama sepuluh tahun penuh.
Ini pertama kalinya kita ada disini setelah sepuluh tahun berlalu. Apa ini Kenyataan kalau kau dan aku berada disini sekarang tidak berpengaruh padamu?” kata Hye Ji saat datang ke villa, Hyun Min mengatakan tidak ada arti apapun sama sekali.
Ketika menemukan foto mereka bertiga dikamar Hyun Min, Hye Ji kembali bertanya apa arti dirinya bagi Hyun Min sebagai Seorang teman Atau... adik dari Temannya yang sudah lama mati. Hyun Min menjawab kalau mereka tidak punya hubungan apapun. Hye Ji melihat foto mereka bertiga bertanya kalau itu artinya Hyun Min tak mengangapnya.
Jika kau terus bersikap seperti ini, aku takkan mau bertemu denganmu lagi.” Ancam Hyun Min. Hye Ji mengingat semua kenanganya, mengelus foto Hyun Min saat masih kecil. 


Yoon Sung menemui Nyonya Ji yang menunggunya di lorong. Nyonya Ji mempertanyakan kalau Tidak ada yang tahu bahwa mereka ada bersama Ketua saat pingsan, Yoon Sung membenarkan. Nyonya Ji heran darimana sebenarnya Tuan Kang tahu mereka berdua ada di restoran itu.
Apa itu yang kau khawatirkan sekarang?” ucap Yoon Sung tak percaya ibunya terkesan dingin pada keadaan Tuan Kang.
Aku sudah temui Dokter Park. Kita tidak tahu kapan Ketua akan sadarkan diri. Haneul Grup membutuhkan pemimpin sekarang.” Kata Nyonya Ji, Yoon Sung binggung apa maksud perkataan Nyonya Ji.
Siapa lagi yang akan cocok  untuk posisi itu jika bukan kau?” ucap Nyonya Ji menyakinkan anaknya. Yoon Sung memalingkan wajahnya merasa kalau  Ini bukan waktunya berbicara tentang hal-hal seperti itu.
Aku akan menempatkanmu di posisi yang sangat cocok untukmu sekarang.” Ucap Nyonya Ji, Yoon Sung mengatakan kalau ini bukan hak Nyonya Ji melakuan hal ini.
Aku yang akan buat keputusan dan bertindak sebagai ibumu. Aku akan melakukannya mulai sekarang” tegas Nyonya Ji, Yoon Sung hanya terdiam. 

Ha Won pergi menemui ibunya, sambil menangis menceritakan kalau Tuan Kang itu pingsan karena dirinya dan membuat semuanya jadi khawatir sekarang.
Mereka semua penting bagiku. Tapi, karena aku... Apa yang harus aku lakukan? Apa yang harus kulakukan, Ibu? Aku sangat takut. Aku tak tahu harus berbuat apa.” Kata Ha Won  dengan menatap foto ibunya.

Tuan Kang sudah dibawa ke kamar rawat dari ruangan ICU. Yoon Sung menelp memberitahu sudah memindahkan Ketua Kang ke ruang rawat untuk sementara. Setelah itu ia bertemu dengan Dokter Park diruanganya. Dokter Park memberitahu  hasilnya Tak satu pun orang yang cocok. Yoon Sung tak percaya kalau tak ada yang cocok.
Ya, tak ada satu pun orang yang cocok. Apa dia tidak punya kerabat kandung lagi? Menurutku... sulit menemukan orang asing yang  cocok dengan Ketua..., meskipun itu juga kerabat jauh.” Ucap Dokter Park, Yoon Sun terlihat makin khawatir dengan nasib Tuan Kang sekarang. 

Nyonya Park dan Yoo Na pergi ke toko dengan membawa tas koleksi mereka. Nyonya Park dengan bergaya seperti orang kaya kalau sudah beli banyak tas baru jadi mau jual tas yang lamanya.  Pegawai toko ingin memeriksanya lebih dulu.
Kami bahkan nyaris tidak menggunakan tas-tas ini.” ucap Yoo Na, Nyonya Park pikir mungkin bisa dibilang tas mereka itu masih baru.
Aku akan melihat kondisinya dulu. Apa tas ini ada sertifikat keasliannya?” tanya si pegawai, Nyonya Park beralasan kalau sudah  membuangnya.
Apa kau tidak tahu kalau  sekali lihat saja ? itu tas asli yang kami miliki Sudah jelas sekali meski tak ada sertifikatnya..., dan ini semua dibeli di department store.” Kata Yoo Na
Sepertinya ini tidak asli.” Ucap si pegawai, keduanya terlihat kaget,Yoo Na memberitahu harga dari tas yang dibelinya itu dengan mengejek pegawai itu tidak tahu tas sama sekali.
Maaf, tapi kalau yang asli ada jahitan di sepanjang garis ini. Tapi lihatlah ini, jahitannya tidak bersambung, dan berhenti di sini. Kami tidak bisa membeli tas ini.” kata si pegawai
Tapi, kau bisa memberi kami harga rendah. Bagaimana kalau sekitar 50.000 won per tas?” ucap Nyonya Park memohon karena sudah tak memiliki uang sama sekali. 

Ji Woon berada di dalam mobil melihat foto ibunya sendirian disebuah tempat, lalu melihat nama restoran yang ada difoto ibunya. Akhirnya ia sampai didepan sebuah restoran dan turun dari mobil memastikan kalau memang tempat itu adalah tempat yang sama dengan ibunya saat ada di dalam foto.
Ji Woon bertanya-tanya apakah tempat itu adalah foto yang dipotret saat21 tahun silam, lalu masuk ke dalam restoran yang terkesan unik dan juga banyak note ditempel disana. Seorang paman menyapa Ji Woon yang baru datang. 

Hye Ji sedang beres-beres di toko, temanya membawa dua pasang baju meminta agar memakaikan di depan toko. Hye Ji mengerti da menyuruh temanya bisa pergi sekarang. Temanya merasa tak enak hati kalau Hye Ji  bisa menangani toko ini sendirian. Hye Ji menyakinkan bisa menanganginya dan tak perlu khawatir.
Temanya pun menitipnya tokonya pada Hye Ji dan bergegas pergi. Di depan toko Hyun Min ternyata mengetahui keberadan Hye Ji yang sedang memasangkan baju di manekin, tapi tak mendekatinya. Lalu ia menelp seseorang  meminta agar bertemu sebentar.

Paman pemilik restoran datang membawakan secangkir kopi, Ji Woon melihat note yang tertempel pada dinding restoran. Paman bertanya apakah Ji Woon itu putus dengan seseorang baru-baru ini. Ji Woon mengaku tidak seperti itu.
Banyak orang datang kesini lagi, hanya unutk mencari catatan kecil yang mereka tulis, sama sepertimu. Aku tahu hanya dengan sekali lihat... bahwa sebagian besar mereka datang kemari karena mantan kekasihnya.” Kata si paman, Ji Woon mengatakan kalau datang bukan karena hal itu.
Oh, sepertinya itu foto lama. Apa Boleh kulihat?” ucap si paman melihat foto diatas meja. Ji Woon mempersilahkanya.
Si paman melihat kalau foto itu diambil pada tahun 1995 lau bertanya siapa wanita difoto itu. Ji Woon mengatakan itu ibunya. Si paman merasa ayah ji Woon yang sengaja mengambil foto didepan restoran lalu meminta agar Ji Woon menunggunya sebentar. 

Paman kembali dengan sebuah kotak, memberitahu kalau itu Note pada tahun 1995, dan bertanya apakah Ji Woon mau melihatnya, karena mungkin bisa menemukan catatan kecil yang ditulis oleh orang tuanya. Ji Woon pun mengucapkan terimakasih pada paman, lalu mulai mencari dan menemukan sesuatu yang ditulis ibunya.
“Sayang... Aku takkan pernah membuatmu meninggalkanku lagi. Tulis Ayah Ji Woon
Terima kasih telah menemukanku tulis ibunya dibalik kertasnya.
Ji Woon membuka bagian kertas dan tertulis tulisan ibunya "Maaf, aku pergi... tapi aku sangat takut.Akhirnya ia memanggil Paman agar memberikan juga  Note ditahun 1996 juga, Paman pun memberikan kotak-kotak Note yang masih disimpanya. Akhirnya Ji Woon menemukan tulisan milik ibunya.

Aku terus datang lagi ke sini siapa tahu aku bisa bertemu denganmu.
Aku menamainya Ji Woon, aku bisa melihat dia mirip denganmu. Setiap kali aku datang ke sini,  aku memikirkan dirimu.
Aku tak masalah tidak punya suami..., tapi sulit melihat anakku tidak punya ayah. Aku mohon , berbahagialah. Jangan terlalu membenci ayahmu.
“Dan Juga, aku menyembunyikan Ji Woon, karena aku sangat membenci Ketua Kang, Aku ingin menyembunyikannya supaya anakku bisa hidup dengan wanita yang dicintainya... tanpa harus khawatir tentang status sosial. Karena itulah aku tidak bisa kembali padamu, Sayang... Maafkan aku. Aku juga tidak akan datang ke sini lagi.
Ji Woon menangis membaca semua tulisan yang dibuat oleh ibunya, tak percaya kalau kakeknya melakukan hal itu pada ibunya juga
bersambung ke part 2

FACEBOOK : Dyah Deedee  TWITTER @dyahdeedee09 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar