Selasa, 27 September 2016

Sinopsis Scarlet Heart Ryeo Episode 10 Part 1

PS : All images credit and content copyright : SBS

 
Hae Soo mencoba mendorong Wang So yang memaksa menciumnya, Wang Soo tetap saja mencium Hae Soo seperti ingin memberikan tanda kalau miliknya. Setelah mencium Hae Soo, Wang So melihat tangan Hae So mengepal dengan bergetar ketakutan. Akhirnya ia menarik Hae Soo pergi dari tepi danau. 

Wang Jung seperti barus selesai berkelahi melihat Hae Soo dan Wang Soo menaiki kuda bersama, lalu pergi menemui Wang Wook yang ada di ruang perpustakaan. Wang Wook mengatakan tak mungkin  menurutnya adiknya itu pasti salah lihat karena Hae Soo tak mungkin meninggalkan Istana dan juga bagimana caranya.
Aku yakin sekali dan Mana mungkin aku tidak mengenalinya? Kau saja Tanya saja pada penjaga gerbang.” Kata Wang Jung
Mana bisa dayang istana keluar dari Istana?” ucap Wang Wook masih tak percaya
Apa So Hyungnim pernah peduli dengan aturan? Dia mungkin membawanya secara paksa. Jika mereka tertangkap, Kakak Soo akan dihukum mati. Ayo kita cari mereka sekarang. Pinjami aku kuda dan...” ucap Wang Jung khawatir, Wang Wook menyuruh adiknya untuk pulang saja, Wang Jung kaget kakaknya malah menyuruhnya pulang.
Tidak baik kalau kau juga keluar malam-malam, Jadi Kembalilah ke Istana. Aku yang akan mencari mereka.” Kata Wang Wook berdiri dari tempat duduknya.
Terima kasih sudah khawatir padaku, tapi aku tidak bisa kembali ke Istana. Kalau Kakak Soo ketahuan keluar dari Istana..., maka akan berada dalam bahaya. Kita berdua harus mencari mereka, Hyungnim.
Baiklah.... Aku lupa kalau kau sudah dewasa.... Maaf... Aku percaya padamu.” Kata Wang Wook. 


Wang So pergi membawa Hae Soo kesuatu tempat dengan kudanya, Keduanya berbicara sambil bergumam, Hae Soo merasa mereka  berdua tak akan aman lagi sekarang. Wang So pikir  lebih baik mereka melarikan diri saja sekarang dan kalau memang Hae Soo menginginkan maka ia tak keberatan melarikan diri bersamanya. Keduanya sudah ada di tepi pantai dengan matahari yang mulai terbit.
Meski aku harus meninggalkan Songak suatu hari nanti, tapi aku sangat ingin membawamu kesini. Aku selalu dipaksa pergi dari sini dan sampai sekarang Aku masih tak mengerti alasan kenapa aku harus pergi.” ungkap Wang Soo, Hae Soo hanya menatap lurus ke depan.

“Padahal Aku tak pernah membawa kesialan. Aku tidak membantai binatang untuk senang-senang. Aku juga tak menghunuskan pedangku begitu saja pada orang. Apa aku masih harus pergi?” ucap Wang So 
Ini halusinasi.... Pasti ini semua halusinasi. Aku tidak boleh panik lagi..., dan harus membuat dia  jangan sampai murka.” Gumam Hae Soo ketakutan menatap Wang So
Aku ingin kau hidup dengan tenang, Yang Mulia. Meski hidup di luar Istana sekalipun..., hiduplah tanpa menderita atau menumpahkan darah, dan jalani hidupmu dengan senyuman.” Ungkap Hae Soo
Aku akan hidup seperti itu... jika kau mau pergi denganku.” Kata Wang So tak ingin jauh dari Hae Soo

Aku seorang dayang istana dan harus tinggal di Istana.” Ucap Hae Soo
Wang So menegaskan kalau begitu tak akan pergi dari istana, Hae Soo lalu memberitahu kalau sudah menyukai orang lain. Wang So menebak apakah itu Baek Ah. Hae Soo mengatakan bukan dia orangnya.  Wang Sopikir tak masalah Selama bukan Baek Ah orangnya dan kalau pun orang lain mungkin sudah membunuhnya. Hae Soo kaget mendengarnya.
Saat aku bilang kalau kau milikku pada hari Yeon Hwa mencambukmu..., maka semenjak itulah, kau kuanggap sebagai orangku hari itu. Kau sudah melihat diriku apa adanya. Tidak perlu ada penjelasan atau alasan.” Kata Wang So

“Lalu Kau bilang kau takut padaku? Aku tak percaya itu. Hanya kau orang yang berada di sisiku. Jadi, aku tidak perlu minta maaf atas apapun..., tapi minta maaf karena aku menciummu atau membawamu kesini. Selain itu Juga... aku tak perlu minta maaf karena menyuruhmu jangan menyukai orang lain...Aku takkan menyesalinya.”jelas Wang So
Hae So hanya diam saja, Wang So tiba-tiba mengeluarkan sebuah jepitan dan memberikan pada Hae Soo, karena ingin memberikan sesuatu padanya. Hae Soo menolak merasahanya berusaha untuk membantunya dan tidak pernah meminta perasaan sayangnya. Wang So menantang agar Hae So mencoba lari darinya dan bisa membuang aksesori rambut itu kalau tak mau menerimanya. Hae Soo hanya diam memegang jepitan karena tak ingin Wang So marah. 

Hae Soo akhirnya kembali dengan Wang Soo melewati hutan dengan wajah ketakutan. Wang Jung dan Wang Wook akhirnya datang dari arah berlawanan, Hae Soo kaget melihat Wang Wook yang datang bersama dengan adiknya. Wang Jung langsung turun dari kuda, Hae Soo binggung darimana mereka tahu keberadanya.
Apa orang istana mencariku?” tanya Hae Soo panik
Untungnya, Wook Hyung dan aku saja yang tahu. Tapi yang lain akan segera tahu nantinya. Kita harus kembali sekarang.” Kata Wang Jung ingin membantu Hae Soo turun tapi Wang So malah mendekap Hae So agar tak turun dari kudanya. Wang Jung binggung dengan yang dilakukan kakaknya.

Aku yang membawanya keluar, jadi aku yang akan membawanya kembali ke Istana.” Tegas Wang So
Jika ada yang melihat kalian berdua kembali ke Istana..., maka pasti akan ada rumor. Semuanya akan jadi jadi masalah” jelas Wang Wook mencoba tenang meminta Hae Soo turun
Raja telah memberikan izin padanya sebagai milikku. Jadi Dia sudah menjadi tanggung jawabku.” Ucap Wang So, Wang Wook seperti tak terima karena menganggap Hae Soo sebagai milik Wang So.
Aku akan pergi bersama dengan Pangeran ke-4. Jangan khawatir, kembalilah. Dia bilang yang akan bertanggung jawab, jadi kalian kembali saja.” Kata Hae Soo membuat keputusan

Wang Jung dan Wang Wook kaget mendengarnya. Hae Soo menatap Wang Wook seperti meminta pengertianya lalu tertunduk. Wang Wook bertanya apakah Hae Soo benar-benar akan pergi bersamanya. Hae Soo membenarkan dengan wajah tertunduk.
Kau sebaiknya menepati perkataanmu tadi, yaitu Kau tidak boleh membiarkan Hae Soo terluka.” Tegas Wang Wook
Aku juga tak mau itu terjadi.” Ucap Wang So lalu pergi lebih dulu dengan kudanya. Keduanya akhirnya hanya bisa melihat Wang So dan Hae Soo pergi .
Hyungnim, kau tidak bisa membiarkan mereka pergi begitu saja. Wang So Hyungnim bisa saja tidak kembali ke Istana.” Kata Wang Jung panik
Kalau memang benar begitu, maka aku takkan diam saja.  Ini terakhir kalinya, aku membiarkan Hae Soo pergi seperti ini.” tegas Wang Wook tak ingin kejadian seperti ini terulang lagi. 


Hae Soo kembali ke istana bersama dengan Wang So, Selir Oh tiba-tiba sudah datang dengan tatapan dinginnya. Hae Soo langsung menghampirinya ingin menjelaskan tapi Wang So lebih dulu bicara kalau ia yang mengajaknya keluar jadi tak perlu menyalahkan Hae Soo.
“Apa Maksudmu keluar dari istana?” tanya Selir Oh kaget
Raja memberikan tugas padaku jadi aku harus pergi ke luar denganya.” Kata Wang So
Meskipun begitu, membawa salah satu dayang kerajaan keluar dari Istana bisa dianggap sebagai pembangkangan.” Tegas Selir Oh,
Jadi,Apa kau mau menghukumnya? Apa harus kau melakukannya?” ucap Wang So seperti menantang.
Yang Mulia, Anda harus kembali dan Anda tak boleh kelihatan disini, dengan begitu kami tak perlu menjelaskan apapun pada yang lain.” Kata Selir Oh.
Aku akan percaya padamu, Selir Oh.” Kata Wang So lalu pergi meninggalkan keduanya. 

Selir Oh melihat kalau jelas kebaikan kecil yang dibuat oleh Hae Soo  itu telah membuat Pangeran ke-4 menyukainya, karena itulah sebelumnya pernah bilang kalau Hae Sootidak cocok berada di tempat ini dan tidak boleh terlalu baik pada siapa pun di Istana.
Kau harus mengambil setiap langkahmu seolah kau berjalan di atas lapisan es yang sangat tipis. Dengan begitu, kau bisa bertahan hidup.” Tegas Selir Oh memperingati, Hae Soo bertanya apa yang harus dilakukan sekarang.
Kau harus menunggu sampai Pangeran ke-4 meredakan perasaannya padamu.” Ucap Selir Oh, Hae Soo pun hanya bisa terdiam. 

Wang Yo berlatih panah sendirian, beberapa kali melepaskan busur panahnya terkena sasaran semuanya. Wang Wook datang melihat kakakna yang berlatih lalu mulai mengambil busur panah dan hasilnya berada di luar sasaran. Wang Yo berkomentar kalau sasaran adiknya itu meleset.
Sekarang aku mengerti kemampuanmu.” Sindir Wang Yo
Aku butuh hari-hari seperti ini supaya kemampuan memanahku lebih baik.” Balas Wang Wook
Aku selalu membayangkan seseorang sebelum menargetkan sasaranku. Orang yang akan menggantikanku sebagai pahlawan. Jika aku membayangkan anak panah ini menusuk jantung orang yang menggantikan kedudukanku... maka, panahanku takkan meleset.” Jelas Wang Yo lalu kembali melepaskan busur panah dan tepat ada di bagian lingkar merah.
“Lalu Kalau kau, bagaimana? Siapa targetmu?” tanya Wang Yo penasaran

Aku tidak pernah... membayangkan siapapun saat menargetkan anak panah ini.” ucap Wang Wook kembali tak bisa memahan dengan tepat.
Orang yang tidak punya target jelas sepertimu lebih mudah dipengaruhi. Aku akan pergi dari Songak sekarang. Raja sepertinya bermaksud mengutusku untuk mati, maka aku harus kembali kesini hidup-hidup.” Ucap Wang Yo
Kau akan aman dan baik-baik saja.” Komentar Wang Wook,
Tentu saja. Aku akan kembali kesini dengan selamat. Jadi, pikirkanlah baik-baik selama aku sedang pergi, yaitu Pikirkanlah siapa targetmu. Kau dan aku... bukankah cara berpikir kita ini sama?” kata Wang Yo lalu saling menatap dengan adiknya lalu pergi.
Wang Wook mengambil busur panah kembali seperti mengikuti saran kakaknya untuk membayangkan target lalu melepaskan busur panahnya hasilnya adalah tepat ada ditengah-tengah bagian merah. 


Wang Yo akan menuruni tangga tak sengaja bertemu dengan Yeon Hwa, lau dengan saling membalikan badan berbicara dengan adik Wang Wook tersebut.
Aku akan segera kembali jadi Sampai saat itu, kau sudah selesai memutuskan apa rencanamu.” Ucap Wang Yo
Aku akan menunggu kau kembali kesini.” Kata Yeon Hwa lalu mengajak para dayang pergi denganya. 

Wang Wook dan Hae Soo kebali bertemu di gua, Wang Wook hanya diam saja tak seperti biasanya. Hae Soo akhirnya memulai lebih dulu pembicaran dan bertanya apakah Wang Wook marah, lalu menceritakan kalau bersama Wang So  hanya keluar untuk melihat matahari terbit.
Aku tidak ingin kau berada dalam masalah, karena itu, aku kembali bersama Pangeran ke-4.” Jelas Hae Soo dengan pilihanya.
Aku tidak marah tapi Aku hanya kecewa. Aku selalu mengkhawatirkan sesuatu, sampai terus membuatmu tetap berada di Damiwon. Sedangkan Wang So, berhasil mengeluarkanmu dari Istana hanya sekali coba. Aku akan mendapatkan izin Raja untuk menikahimu.” Ucap Wang Wook
“Kau bilang  Pernikahan?” tanya Hae Soo kaget
Waktu aku tahu kau pergi dari Istana..., maka aku teringat saat kau masuk istana untuk menikah dengan Raja. Kau tak tahu betapa takutnya aku kehilanganmu lagi. Jadi Aku tidak ingin membuat kesalahan itu untuk kesekian kalinya.” Ungkap Wang Wook, Hae Soo terdiam mendengarnya.

Sama seperti perkataan istriku yaitu aku jarang bisa tidur secara teratur., karena Orang lain berharap banyak padaku dan masa depan membuatku khawatir. Ketika Aku bisa tidur saja itu rasanya aku sudah berbuat dosa.” Cerita Wang Wook
Tapi kemudian, kau membawa tawa, sukacita..., dan, kau memberikan puisi itu padaku. Hae Soo.... Kaulah orangnya. Aku ingin meninggalkan Istana, pergi ke Hwangju, dan hidup bahagia bersamamu. Aku ingin hidup memberikan kasih sayang padamu, yang tak pernah kubalas pada istriku.” Ungap Wang Wook
“Hae Soo... ...maukah kau menjadi istriku?” kata Wang Wook melamar Hae Soo.
Orang ini tidak akan berubah.  Dia tidak akan menyakitiku. Aku bisa bahagia bersamanya. Jika Gwangjong membunuhnya... gumam Hae Soo menatap Wang Wook seperti ingin meyakinkan dirinya.
Wang Wook bertanya apakah Hae Soo tak ingin bersama dengannya lagi. Hae Soo mengatakan kalau bukan itu maksudnya. Wang Wook pikir Hae Soo tak percaya padanya, Hae Soo mengatakan bukan seperti itu juga. 

Wang Wook ingin Hae Soo menjawab pertanyaan dengan memegang pipi Hae Soo kembali bertanya “Maukah kau menikah denganku?
Apa yang kalian lakukan disini?” teriak Selir Oh tiba-tiba datang, Hae Soo dan Wang Wook langsung berdiri.
Dayang yang bersembunyi saat pangeran sedang mandi, rupanya kau!” kata Selir Oh karena Hae Soo tahu jalan pintasnya. Hae Soo meminta maaf, Wang Wook berusaha menjelaskan tapi disela lebih dulu oleh Selir Oh.
Kalau mereka tahu kalian selama ini bertemu diam-diam... menurutmu siapa yang akan dibunuh duluan? Tempat ini akan segera ditutup. Siapapun yang berhubungan dengan dayang istana... maka akan kehilangan pangkatnya dan menerima hukuman berat.” Tegas Selir Oh lalu mengajak Hae Soo segera keluar. Hae Soo pun mengikuti dayang keluar dari gua. 

Diruangan Selir Oh
Selir Oh mengatakan ingin Hae Soo pergi dari Istana bersamanya, Hae Soo kaget mendengarnya.  Selir Oh menceritakan kalau Tabib Kerajaan menganjurkannya untuk pergi dari Istana agar bisa memulihkan diriku karena kesehatanya yang makin parahm jadi mengajak Hae So agar bisa pulang ke kampung halamanya saja.
“Aku tahu hubunganmu dengan Pangeran Wang Wook. Dengan menghindarinya adalah keputusan yang baik.” Ucap Selir Oh
Pangeran ke-8... memintaku untuk menikah dengannya, dan aku juga ingin mengiyakannya.” Ucap Hae Soo yakin dengan pilihanya.
“Kau Pikirkanlah Pangeran 4! Apa Kau pikir k bisa bertahan hidup di antara dua pangeran? Jika salah satu dari mereka berubah, maka hidupmu akan berada dalam bahaya.” Tegas Selir Oh memperingati

Pangeran ke-8 itu berbeda... Dia tidak akan pernah berubah.” Kata Hae Soo yakin
Tidak mungkin!!  Istana adalah tempat dimana siapa saja... bisa berpaling pada keputusan yang mereka buat. Apa Kau ingat aku pernah cerita, kalau aku memberikan hatiku pada panglima perang itu?” ucap Selir Oh
Ya, memang betul. Seperti yang kau duga, orang itu sedang duduk di atas takhta. Dia dulu ingin menikahiku, tapi kenyataanya dia harus melindungi takhta. Jadi, dia melupakanku, seorang putri rendahan dari seorang penjual tanaman herbal dari desa kecil. Tapi, aku tetap saja ingin berada di sisinya.” Cerita Selir Oh.


Selir Oh akhirnya memilih untuk hidup diistana sebagai dayang istana, dengan membuatkannya teh dan mencuci rambutnya bahkaan membantu mengenakan pakaiannya, sekarang ia memanggil mantan kekasihnya "Yang Mulia.". Hae Soo terdiam dengan mendengar ternyata selir Oh dulu saling mencintai dengan Raja. Selir Oh juga memandikan tubuh wanita yang menjadi istri dari orang yang dicintainya dulu.
“Hae Soo, pertimbangkanlah keputusanmu dan lihatlah sekelilingmu. Kau bisa berada dalam bahaya jika kau tidak pergi dari Istana sekarang.” Ucap Selir Oh memegang tanganya.
Pangeran ke-8 memintaku untuk meninggalkan istana dan pergi ke Hwangju. Selama dia tidak serakah untuk mengejar takhta... maka aku tahu kami bisa bahagia. Aku percaya padanya...” ucap Hae Soo yakin. 


Hae Soo duduk sendirian dalam kamarnya, melihat kembali pejepit rambut yang diberikan Wang So padanya. Esok paginya Wang So sudah mondar mandir di tempat para pelayan menyiapkan makanan. Hae Soo baru keluar dan kaget melihat Wang So lalu berusaha membungkuk dengan memberikan hormat.
Aku cuma mau melihat keadaanmu baik-baik saja atau tidak. Aku akan bicara baik-baik dengan Selir Oh. Kau harus beristirahat hari ini.” kata Wang So dengan bagian luka yang masih sedikit terlihat.
Yang Mulia... Masuklah ke dalam ruang berhias... Aku akan membantumu.” Kata Hae Soo. 

Hae Soo kembali memberikan make up untuk menutupi bekas luka Wang Soo, sambil bergumam “Bukannya aku takut padamu atau tidak menyukaimu, tapi hanya khawatir saja.” Selama Hae Soo memberikan make up pada wajahnya, Wang Soo terus menatap Hae Soo tanpa berkedip.
Kebanyakan orang, siapapun itu... saat seseorang membantu mereka menghadapi masa yang sulit..., maka mereka pasti akan menghargai orang itu. Mereka percaya bahwa hanya orang itu yang berada di pihak mereka. Orang itulah yang bisa kau anggap teman.” Jelas Hae Soo

Persahabatan atau cinta, itu semua adalah jenis kasih sayang, tapi... Dua hal itu berbeda.  Sepertinya kau tidak mengerti perbedaan antara 2 hal itu. Karena itu, aku khawatir.” Ungkap Hae Soo sambil memberikan sentuhan make up, Wang So berani memegang tangan Hae Soo
Aku malah lebih khawatir padamu. Aku bukan orang yang sering menerima kasih sayang seperti itu. Entah itu persahabatan atau cinta... menurutku semuanya sama saja.. Ini semua sama saja.” Kata Wang So, Hae Soo menarik tanganya.

Kau sepertinya ingin membuatku menjauhimu. Tapi itu takkan mempan padaku.” Kata Wang So berdiri dan menarik Hae Soo untuk lebih dekat denganya.
Hae Soo panik, Wang So mengingatkan kalau Sebelumnya
bilang Hae Soo harus siap lalu mendekatkan wajahnya. Hae Soo langsung menutup mulutnya. Wang So meminta Hae Soo jangan khawatir karena tidak akan melakukannya tanpa izin dari Hae Soo lalu melepaskan tanganya. 

Hae Soo keluar dari setelah mendadani wajah Pangeran ke empat, Wang Jung melihat Hae Soo terlihat bahagia memanggilnya. Hae Soo langsung mengajak bermain uji konsentrasi dengan memainkan tanganya, ke kanan dan kiri dan Wang Jung harus memalingkan wajahnya sebaliknya dari arah tanganya.
Oh, kau sudah jago sekarang.” Kata Hae Soo karena Wang Jung bisa menang darinya.
Aku pasti orang yang bodoh kalau belum bisa mengerti permainan itu.” ucap Wang Jung bangga
Hae Soo kembali memainkanya, tapi kali ini Wang Jung harus kalah.  Wang Jung pun menyuruh Hae Soo untuk memukunya sebagai hukuman., Hae Soo sudah siap untuk memukulnya, tapi mengurungkan niatnya karena pasti bisa ditangkap kalau ada yang lihat seorang dayang istana memukul seorang pangeran.

“Apa kau tahu, aku sangat takut waktu saudara keempat-ku membawamu pergi. Kau tidak terluka, 'kan?  Sebenarnya, kemana dia membawamu pergi?” ucap Wang Jung
Kami cuma menunggang kuda mencari udara segar Aku sangat senang menikmati udara segar berada diluar istana.” Ungkap Hae Soo tak ingin membuat Wang Jung khawatir
“Wang So Hyungnim selalu berbuat sesukanya. Aku tidak suka dia.” Kata Wang Jung kesal.
Cobalah pahami kakakmu. Sewaktu kecil, kau bermandikan kasih sayang, Tapi, kakakmu tidak. Selain itu Dia tidak dekat dengan keluarganya” ungkap Hae Soo

“Dia jarang menerima perlakuan baik dari orang lain. Semua itu juga diperoleh melalui usaha. Sejak Wang So Hyungnim datang ke Songak, maa Ibu dan Yo Hyungnim berubah drastis.” Ungkap Wang Jung merasa khawatir
Hae Soo pikir Wang Jung tidak menyalahkan Pangeran ke-4 karena hal itu,  Wang Jung tahu itu bukan kesalahannya Wang So, menurutnya kalau bukan  kakaknya itu pasti tidak tahu masalah yang disebabkan oleh Ibu dan Wang Yo. Lalu mengungkapkan pada Hae Soo kalau merindukan moment dulu disaat mereka semua saling akur.
Kau paling cantik tersenyum saat tinggal di rumah Wook Hyungnim.” Komentar Wang Jung
Aku juga sering berpikir seperti itu dan ingin kembali ke masa itu.” ungkap Hae Soo merasa masa-masa itu memang yang paling indah. 


Yeon Hwa kaget mengetahui niat kakaknya. Wang Wook memberitahu adik dan juga ibunya kalau  Pada Festival Double Yang (pesta di hari ke-9 bulan ke 9 menurut Kalender Cina) akan meminta izin Raja menikahi Hae Soo dan Jika Hae Soo diperbolehkan meninggalkan istana, maka akan tinggal bersamanya di Hwangju.
Aku tahu kalian sekeluarga banyak berharap padaku, tapi aku tidak ingin menjadi raja. Politik kerajaan membuatku muak, Aku hanya ingin hidup dengan tenang.” Tegas Wang Wook pada pilihanya.
“Jadi Kau tak mau menginginkan tahta... dan ingin mengesampingkan Ibu dan diriku hanya untuk hidup sebagai pria normal? Lalu nasib kita bagaimana? Siapa yang akan melindungi Keluarga Hwangbo?” ucap Yeon Hwa marah

Ada banyak cara melindungi keluarga tanpa harus menjadi raja. Percayalah padaku.” Tegas Wang Wook
Apa aku pernah melarangmu melakukan apa yang kau inginkan? Jika kau sudah yakin apa keinginanmu, maka lakukan saja. Ambillah dia untuk jadi milikmu. Namun, itu takkan mudah jadi Kau harus mempersiapkan dirimu.” Kata Ratu Hwang Bo bijak
“Hae Soo pasti akan sangat berterima kasih padamu, Ibu.” Ucap Wang Wook lalu keluar dari ruangan ibunya. 

Yeon Hwa benar-benar marah pada ibunya karena seharusnya mencoba untuk melarangnya. Hwang Bo mengaku kalau ia saja sudah muak mengincar takhta jadi apalagi anak laki-lakinya itu. Ia bisa melihat Beban Wang Wook itu jauh lebih berat dari yang dibayangkan jadi lebih baik biarkan saja dengan pilihanya.
Ibu diasingkan karena membuat seorang pelayan istana yang dicintai Raja keguguran. Itu terjadi 10 tahun silam, dan Semua orang tahu itu ulah Ratu Yoo, tapi tidak ada orang yang membela kita. Selir Kang dari Shinju, Selir Park, Selir Hong, Selir Wang! Jika kita tidak bisa merebut takhta, maka mereka akan menyerang kita lagi.” Ucap Yeon Hwa penuh dendam

Putra Mahkota Moo dan Raja berbeda, selain itu Negeri ini juga sudah berbeda. Jangan panic dan gegabah.” Ucap Hwang Bo
Sepertinya... ini saatnya bagiku untuk keluar dari sarang perlindunganmu, Ibu. Mulai sekarang, aku punya tujuan baru. Aku tidak akan lagi menjadi seorang putrid atau adik dari seorang raja. Tapi Aku sendiri yang akan menjadi dewa di atas raja. Ibu juga tidak perlu memaafkanku.” Kata Yeon Hwa lalu keluar dari kamar ibunya, Ratu Hwang Bo berkaca-kaca terlihat shock melihat sikap anaknya 
bersambung ke part 2

FACEBOOK : Dyah Deedee  TWITTER @dyahdeedee09 


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar