Selasa, 13 September 2016

Sinopsis Love In The Moonlight Episode 7 Part 2

PS : All images credit and content copyright : KBS

Ra On mencoba menaruh boneka di rak paling atas tapi malah terjatuh, Pangeran Lee melihat langsung mengambil bertanya apa itu, keduanya saling tarik-tarika karena Ra On tak ingin memberitahunya sampai akhirnya tangan boneka kasim robek. Pangeran Lee bertanya apa yang sebenarnya ingin dilakukan Ra On.
Ini akan memperlihatkan ketulusan... jadi tidak akan ada yang terluka.” Kata Ra On
Aku memperingatkanmu untuk tidak peduli dengan urusan Kasim Ma.” Kata Pangeran Lee memperingatinya.
Aku tidak akan melakukan apapun yang melawan hukum.” Tegas Ra On. Pangeran mengatakan tak ada gunanya
Menyampaikan bagaimana perasaanmu... tidak akan mengubah apapun.” Ucap Pangeran Lee berjalan pergi

Ini tidak seperti meregangkan lenganmu... berpikir kau akan menggapai langit. Semua orang tahu dayang adalah untuk Raja.” Kata Ra On, Pangeran bertanya lalu kenapa
Kau tahu itu tidak ada gunanya, tapi kau tidak bisa menahan diri untuk jatuh cinta kepada seseorang. Bahkan disaat tidak ada yang berubah, maka Kau masih berharap dia mengetahui perasaanmu.” Ucap Ra On dengan wajah tertunduk tak berani menatap Pangeran
Mengakui cintamu hanya untuk membuat dirimu nyaman.. adalah suatu hal yang egois untuk dilakukan.” Balas Pangeran Lee
Apa salah untuk mengakui kepada seseorang yang tidak  bisa bersama denganmu? Sebuah kata perpisahan yang tepat sama tulusnya seperti cinta. Siapa yang tahu kalau kenangan tentang perasaan dicintai... bisa memberikan kekuatan untuk melanjutkan hidupmu? Meskipun kau tidak akan pernah mengerti bagaimana rasanya.” Ucap Ra On lalu beranjak pergi, Pangeran Lee menatap Ra On dengan mata berkaca-kaca

Mentri Jo melihat ankanya yang mengatakan apapun seperti tidak mau kalah bahkan kepada seorang pria. Ha Yeon binggung mendengar ayahnya tiba-tiba mengatakan hal itu.
Siapa yang akan menyukai menantu yang manja sepertimu?” komentar Tuan Jo, Ha Yeon kaget mendengar Seorang menantu

Sementara Yoon Sung sedang melamun dengan kotak ditanganya, Ra On datang dengan bersandar di pohon merasa harus duduk di bawah pohon ini. Yoon Sung bertanya siapa yang membuatnya sedih, Ra On mengatakan kalau ia sendiri yang membuatnya dirinya  merasa sedih.
Kurasa aku hanya membebani Putra Mahkota.  Aku merasa tidak enak.” Kata Ra On, Yoon Sung bertanya apakah maksudnya Sebagai seorang kasim. Ra On menjawab tentu saja.

Ini mungkin karena kau tidak seharusnya berada di sana Pakaian kasim ini juga tidak cocok denganmu.” Ucap Yoon Sung lalu membuka kotaknya, Ra On kaget karena baju itu yang pernah dibeli mereka sebelumnya untuk seseorang yang istimewa
Itu benar. Aku sedang menunggu hari dimana dia akan menerima ini dengan senang hati.” Ucap Yoon Sung, Ra On binggung kenapa Yoon Sung harus membawanya.
Aku berencana untuk... bertanya kepadanya hari ini. Apa kau tidak ingin hidup sebagai seorang wanita?” kata Yoon Sung memberikan kotaknya, Ra On kaget menerimanya. 

Ha Yeon kaget bertanya apakah PM Kim menyarankan itu. Mentri Jo pikir anaknya tak perlu terkejut karena  sekarang bukan anak-anak lagi, lalu menceritakan PM Kim memiliki seorang cucu yang bisa diandalkan. Ha Yeon memastika ayahnya belum memberinya jawaban
Apa kau tidak ingin menikah dengannya?” tanya Mentri Jo
Aku bingung karena ini tidak terduga.... Ayah.... Kalau aku harus menikah dengan seseorang, Aku ingin menikahi seseorang yang aku inginkan.” Ucap Ha Yeon, Mentri Jo terlihat kaget mendengarnya. 

Ra On menatap Yoon Sung mengatakan  nyaman hidup seperti ini. Yoon Sung menjelaskan kalau Ra On terus berpura-pura diistana terlalu berbahaya jadi akan membantumu meninggalkan istana dan hidup sebagai seorang wanita.
Maksudku... Apa kau tidak bisa membiarkan aku melakukannya untukmu? Aku ingin mengatakan ini... sejak aku membeli baju ini.” kata Yoon Sung, Ra On ingin bicara tapi disela oleh Yoon Sung.
Aku akan menunggu... sampai aku menyadari apa yang benar-benar kau inginkan.”ucap Yoon Sung lalu berjalan pergi. 

Sebuah panggung boneka dibuat dengan penonton para pelayan dan juga kasim yang memaikan alat musik termasuk Ra On, Do Gi dan Sung Yul menceritakan Do Hwa adalah gadis tercantik di seluruh negeri, menjadi seorang dayang untuk menjadi wanita raja.
Lalu datangnya Kasim Wang mengejarnya, Do Hwa menolaknya menyuruh Kasim Wang untuk pergi. Tapi tetap saja Kasim Wang terus mendekatinya. Beberapa Pelayan datang membawa Wol Hee untuk ikut menonton acara panggung boneka. Ra On yang melihat Wol Hee sudah datang memberitahu Kasim Ma yang sudah bersembunyi.
Kasim Jung melihat beberapa pelayan terlihat bahagia dan bertanya ada apa pada kasim lainya, Kasim memberitahu  Dayang yang sedang bebas tugas berkumpul dan Beberapa peserta pelatihan kasim melakukan pertunjukan untuk mereka. Kasim Jung marah tak percaya dalam situasi seperti ini mereka malah membuat pertunjukan dan bertanya siapa orangnya. Kasim memberitahu namanya Kasim Hong Sang Nom. 

Kasim Ma masuk ke kotak memegang boneka kasim, Do Gi berakting sebagai Dayang yang meminta Kasim Ma untuk mengakui perasaanya. Kasim Ma mengatakan kalau antara kasim dan dayang tak bisa bersama. Wol Hee yang mendenganya kaget, kasim Ma mengatakan mereka ditakdirkan untuk tinggal di istana bersama sampai mati. Si dayang mengancam akan pergi.
“Yah.. Pergi saja semaumu!! Kau hanya akan mati kalau kau tetap bersamaku!” teriak Kasim Ma, Wol Hee tak bisa menahan sedihn meninggalkan tempat pertunjukan saat itu terdengar kembali suara Kasim Ma.
Tapi... aku ingin mengatakan ini untuk terakhir kalinya. Aku ingin mengatakan ini keras-keras di depan semua orang! Aku cinta padamu! Aku mencintaimu sepenuh hati! Apa kau mendengar betapa aku peduli kepadamu? Kau hanya salah satu dari sekian banyak dayang untuk Yang Mulia, tetapi bagiku, kau adalah dunia!” ucap Kasim Ma berteriak sambil menangis, Wol Hee juga ikut menangis mendengarnya.

Diam-diam Pangeran Lee melihatnya dan mengingat kata-kata Ra On Apa salah untuk mengakui kepada seseorang yang tidak bisa bersama denganmu? Sebuah kata perpisahan yang tepat sama tulusnya seperti cinta. Siapa yang tahu kalau kenangan tentang perasaan dicintai... bisa memberikan kekuatan untuk melanjutkan hidupmu? dan Ra On terlihat berkaca-kaca menontonya. 
Tiba-tiba Kasim Sung datang memarahi semuanya, lalu meminta agar Siapa pun yang merencanakan maju menghadapnya. Ra On terdiam menatap Kasim Sung karena memang ia yang merencankanya. Beberapa saat kemudian, Ra On sudah ada ditempat Ratu dengan bersujud dan Pangeran pun datang dengan Byung Yun bersama pengawal
Apa yang membawamu ke Jungungjeon pada jam seperti ini? Kau tidak pernah datang menemuiku... bahkan saat aku memanggilmu.” Sindir Ratu Kim
Aku mengambil umpan yang kau lemparkan dan datang ke sini. Sekarang setelah kau melihat wajahku seperti yang kau inginkan, maka Aku akan membawanya bersamaku.” Ucap Pangeran lalu menyuruh Byung Yun membawa Ra On, tapi Ratu melarangnya.
Dia hanya seorang peserta pelatihan kasim, yang sudah melakukan sesuatu yang lancang. Apa kau tidak tahu setiap dayang adalah untuk Raja?!!” kata Ratu sinis
“Kau tak perlu marah. Sebuah kisah cinta antara seorang kasim dan seorang dayang... sangat umum untuk pertunjukan tari-tarian. Mereka bahkan mengatakan bahwa Raja itu... bodoh karena membiarkan Ratu mengontrol dirinya seperti wayang dan bahwa dia adalah seorang pemikat wanita. Apa kau ingin menghukum mereka semua?” sindir Pangeran Lee

Ratu tak bisa mengontrol emosinya, Pangeran Lee menyuruh Ra On untuk berdiri, Ra On malah terus bersujud tidak layak mendapatkan ampunan dari Ratu. Pangeran Lee berteriak menyuruh Ra On berdiri. Byung Yun menarik Ra On agar berdiri.
Ra Tu mengatakan Ra Ja tidak bisa tidur karena kerusuhan terus meningkat setiap hari dan bertanya apakah Pangeran Lee  tidak takut dengan rumor tentang Putra Mahkota. Pangeran Lee memperingatkan Ratu untuk cukup membahasnya karena semua ini  adalah kesalahan yang dibuat oleh seorang peserta pelatihan kasim.
Kalau kau terus menunjukkan emosimu seperti itu, itu akan menjadikan semuanya semakin rumit.” Tegas Pangeran Lee lalu pergi.
Itu bukanlah mata yang menatap seorang kasim. Itu adalah mata... dari seorang pria yang menatap kekasihnya.” Ucap Ratu melihat sikap Putra mahkota. 

Kasim Jang yang ikut  memuji Pangeran yang sudah melakukannya dengan baik dalam menahan diri dari kemarahan, karena Ratu bermaksud untuk memprovokasi dengan menggunakan Kasim Hong dan itu membuatnya lega. Pangeran Lee menatap Ra On yang berdiri dibelakangnya, Ra On hanya bisa tertunduk, tak berani menatapnya.

Ra On duduk diam dengan memegang boneka kasim dan teringat kata-kata Pangeran Lee “Apa salahnya kalau aku ingin menjaga kasim kesukaanku?” lalu kata-kata Kasim Jang “Karena kau akan segera menerima kekuasaan, aku sangat khawatir itu mungkin bisa membahayakanmu. Aku harus membelamu.” Lalu Kata-kata Ratu “Apa kau tidak takut rumor tentang dirimu?” Ia hanya memukul-mukul bonekanya karena merasa bodoh. 


Kasim Sung terlihat kepanasan merasa kalau Ra On sedang mengoba mengodanya dan sekarang harus melepas celanamu untuk tes obat-obatan. Ra On ingin memberitahu sesuatu, Kasim Sung merasa tidak perlu mendengarnya dan meminta Ra On untuk segera melepaskan celananya. Tiba-tiba Kasim Ma masuk dengan membawa kotak, kasim Sung kesal melihatanya bertanya ada apa.
Seseorang mengirim ikan croaker sebagai hadiah. Ratu mengatakan untuk mengirimkannya ke rumah Perdana menteri Kim... jadi Aku akan pergi...” ucap Kasim Ma, Kasim Sung melarangnya kalau ia kasim yang melayani Ratu setelah itu menyuruh Kasim Ma agar memeriksa Ra On. 

Ra On terlihat gugup kalau akan diperiksa dan ketahuan kalau ia adalah perempuan. Kasim Ma berjalan ke meja lalu mengambil cap dan memberika tanda lulus. Ra On kaget karena Kasim Ma langsung memberikan tanda lulus tanpa mengeceknya.
Keduanya bersandar di pohon, Ra On bertanya Sudah berapa lama Kasim Ma tahu tentang ini. Kasim Ma mengatakan Sejak festival ulang tahun Raja. Ra On meminta maaf. Kasim Ma pun menerima permintaan maafnya dan mengucapkan terimakasih. Ra On mengungkapkan Melihat kmereka berdua membuatku merasa nyaman.
Kau bisa lolos kali ini, tapi istana tidak aman bahkan untuk Raja. Kau tahu itu, kan?” ucap kasim Ma memperingatkan, Ra On tahu.
Kurasa aku harus pergi... kalau aku bisa.” Ucap Ra On sedih. 

Ra On berjalan dibelakang Pangeran Lee dengan tertunduk, Pangeran Lee menyuruh Ra On untuk  Berdiri dengan tegak dan tatapnya. Ra On pikir  seorang kasim harus berdiri dengan jalan tertunduk. Pangeran Lee tahu dan bertanya Apa ada yang memarahi Ra On karena berjalan di sampingnya dan menatap matanya. Ra On mengatakan tidak ada.
Kalau tidak, aku berasumsi kau marah kepadaku.” Ucap Pangeran Lee mendekatkan wajahnya, Ra On melangkah mundur.
Putra Mahkota, jangan terlalu baik kepadaku Aku tidak bisa menjadi temanmu atau apa pun itu.” Kata Ra On, Pangeran tahu Ra On tidak bisa... menjadi temanku atau apa pun
Aku diberitahu bahwa kasim harus berada satu langkah di belakangmu dan bahwa aku tidak boleh lebih dekat atau lebih jauh.” Ucap Ra On
Kau adalah milikku. Siapa yang bisa menentukan jarak di antara kita?” tegas Pangeran
Ra On pun meminta agar Pangeran Lee  memperlakukanya seperti kasim lainya karena itu akan membuatku cukup bersyukur. Pangeran kembali berjalan dengan wajah cemberut dan Ra On pun mengikuti dengan wajah tertunduk. 

Pangeran dalam kamar mengingat kata-kata Ra On Kau tahu itu tidak berguna, tapi kau tidak bisa menahan diri jatuh cinta dengan seseorang Bahkan kalau tidak ada perubahan, maka kau masih berharap dia mengetahui perasaanmu. Lalu menulis pada sebuah kertas
Ra On duduk dengan meraba baju dari Yoon Sung, teringat juga kata-kata Yoon Sung  Apa kau tidak ingin hidup sebagai seorang wanita? lalu kata-katanya pada Kasim Ma kalau ia mau pergi kalau memang bisa keluar dari istana. 

Ra On berjalan ke taman melihat Pangeran Lee sedang duduk sendirian, lalu mendekatinya bertanya apakah Putra makhota ingin menemuinya. Pangeran Lee langsung menatap Ra On, mengaku kalau ia berbohong saat berkata  agar Ra On untuk tinggal bersamanya,  itu tidak berarti sebagai seorang kasim.
Lalu kenapa... aku mengatakannya kepadamu? Itu Yang aku butuhkan untuk menenangkan kebingungan yang luar biasa ini, jadi aku terus bertanya kepada diriku sendiri setiap malam Dan aku sudah menemukan jawabannya..” Ucap Pangeran Lee lalu menarik  tangan Ra On lebih dekat. Ra On kebinggungan
Sebelum menjadi Putra Mahkota, aku adalah manusia... dan juga seorang pria. Aku... Aku menyukaimu... Itulah jawabanku.” Akui Pangeran Lee, Keduanya saling menatap.
Tunggu... Tapi... Si Sendok Perak, kau adalah Putra Mahkota. Bagaimana bisa kau menyukai seorang pria? Maksudku, seorang kasim? Kau tidak boleh melakukanya”ucap Ra On menarik tangannya.

Jangan katakan kalau perasaanku salah. Kau sendiri yang mengatakannya... kau tidak bisa menghakimi, hatimu yang sudah pergi dengan caranya sendiri.” Ucap Pangeran
Tapi... bahkan dengan cinta, ada cinta yang baik... dan cinta yang buruk. Ini adalah... Siapapun bisa melihat... Tidak ada yang akan merestui... Hal ini dilarang...” kata Ra On panik dengan terbata-bata
Pangeran Lee tahu tapi Bagaimanapun juga berencana untuk melakukannya dengan Cinta yang buruk itu, lalu berjalan mendekat. Ra On berjalan mundur, Pangeran Lee meraih pinggang Ra On agar mendekat, dan topi Ra On akhirnya terjatuh. Ra On tertunduk dengan tangan menyentuh bahu Pangeran Lee.
Tangan Pangeran Lee memegang leher Ra On, Keduanya saling menatap akhirnya Ra On memejamkan matanya. Pangeran Lee tersenyum melihatnya lalu mencium Kasim kesayanganya. 
bersambung ke episode 8


FACEBOOK : Dyah Deedee  TWITTER @dyahdeedee09 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar