Sabtu, 24 September 2016

Sinopsis K2 Episode 1 Part 1

PS : All images credit and content copyright : TVN

Seorang anak sedang tertidur di kamarnya, terlihat sangat gelisah dan ketakutan. Akhirnya ia memilih untuk berdoa dikamarnya untuk mengurangi rasa gelisahnya. Terdengar suara pintu terbuka, sang anak keluar dari kamar memanggil ayahnya.
Lalu ia melihat sesuatu didalam kamar ibunya, perlahan mendekatinya dan membuka pintu kamar. Ia melihat ibunya sudah tergeletak di lantai dengan obat-obatan yang berserakan di lantai, sambil menangis memanggil ibunya berharap bisa kembali bangun, lalu melihat seperti seseorang yang keluar dari kamar ibunya melalui jendela kamar. 

Si anak kecil akhirnya dibawa ke Spanyol dengan diantar oleh seseorang ke gereja. Seorang biarawati sudah menunggunya dalam gereja, Si Anak terlihat ketakutan karena dibawa ke tempat yang sangat asing baginya. Si biarawati mengajak Si anak masuk ke dalam bagian asrama gereja, anak kecil itu pun melihat ke arah belakang dengan tatapan sedih seperti merasa akan dikurung ditempat itu selamanya. 

Beberapa tahun kemudian si anak kecil sudah tumbuh besar, bernama Ko An Na berusaha keluar dari gereja saat bunyi lonceng berbunyi. Ia berusaha menghentikan mobil di jalan tapi tak ada yang mau memberikan tumpangan. An Na akhirnya bisa sampai di area perkotaan, karena ketakutan terus saja berlari seperti akan ada orang yang mengejarnya.
Ketika menyebarang jalan tak sengaja bertabrakan dengan seseorang yang membuat semua uang koinya jatuh berantakan. An Na buru-buru mengambilnya dan melihat lampu hijau untuk mobil berjala mulai menyala, semua orang berteriak menyuruhnya minggir, tapi An Na tetap berusaha mengumpulkan uang receh yang bertaburan dijalan.

Seorang pria bernama Kim Je Ha berbaring dengan penuh bekas darah ditubuhnya dan juga ada luka dibagian pinggannya. Ia berusaha bangun dari tempat tidurnya lalu mengambil botol minum dan menghisap sedikit rokok, lalu bersembunyi dibalik dinding dan melihat keluar jendela ternyata masih pagi.  
Je Ha berjalan dengan sengaja menutupi wajahnya dengan jaket dan topi, berjalan keluar dari rumah. Seorang pengemis mendekati meminta uang receh, Je Ha berusaha menghindar agar tak terekam CCTV. Salah seorang wanita hamil tiba-tiba menghentikan jalanya, dan pria lain langsung memarahinya, Si wanita langsung menarik suaminya agar tak berkelahi. Je Ha terus berjalan menghindari kamera yang akan merekamnya. 

An Na berlari masuk ke dalam sebuah stasiun kereta bawah tanah, seorang pria yang ada didalam mobil seperti menemukan targetnya dan langsung mengikutinya. An Na terus berlari sampai ke loket, agar segera membelikan tiket kereta.
Si pegawai terlihat curiga melihat An Na yang terlihat kotor dengan uang receh untuk membayar tiket. An Na menjerit meminta agar segera diberikan tiketnya. Si pria yang mengejarnya bisa melihat An Na yang masuk ke dalam stasiun.
Ketika akan masuk menuruni tangga, An Na kembali bertabrakan dan terjatuh lalu meminta maaf dengan bahasa korea. Si pria menengok, ternyat Je Ha baru akan turun dari kereta menanyakan keadaanya. An Na tak percaya bisa bertemu dengan orang Korea juga lalu meminta tolong.
“Tuan , tolong selamatkan aku... Beberapa orang jahat sedang mengejarku! Tolong selamatkan aku!” ucap An Na memohon, Tapi Je Ha tak peduli membiarkanya.
Seorang pria datang ingin menangkapya, An Na langsung berlari ke menuruni tangga dan Je Ha pun menerima kedipan mata dari si pria seperti tanda terimakasih karena tidak membantunya. 

An Na berlari ke bagian depan stasiun lalu bersembunyi dibalik pilar dan berharap agar si pria tak menemukanya. Kakinya yang terlihat kotor pun disembunyikan agar tak terlihat. Si pria seperti akan kembali karena tak menemukanya, tapi ia pindah ke sisi lainya dan melihat An Na yang bersembunyi dibalik pilar.
Nona... Kau sudah tidak bisa kemana-mana sekarang. Ayo kita kembali ke rumah sekarang.” Kata Si pria, An Na menolaknya. Si pria meradang karena An Na sudah membuatnya kesal.
An Na berusaha kabur tapi tanganya bisa ditahan oleh si pria agar tetap diam. Tiba-tiba Je Ha dari belakang meminta agar menghentikanya dan menyuruh An Na agar segera pergi. Keduanya akhirnya berkelahi dan An Na sempat melihatnya lalu berusaha kabur dari si pria. Je Ha beberapa kali memberikan pukulan dan tendangan sampai akhirnya mencekik tubuh si pria sampai mati, ketika melihat di dompetnya ternyata orang itu adalah polisi. 

Dari CCTV, terlihat Je Ha yang berkelahi lalu polisi kereta melaporkan Terjadi penjambretan di Platform Dua dan meminta bantuan. Je Ha pergi berjalan meninggalkan stasiun dengan berhati-hati agar wajahnya tak terekam camera CCTV. Tiba-tiba An Na yang masih menunggu Je Ha langsung mendekatinya.
“Tuan ! Ayahku ada di Madrid... Tolong, bawa aku ke sana!!! Aku mengatakan yang sebenarnya! Jika kau membawaku ke sana, ayahku akan memberikan imbalan yang besar. Aku Mohon” kata An Na
Hei... Aku tidak mau berurusan lagi denganmu… Jadi Pergilah.” Ucap Je Ha seperti salah membantu orang
Aku tidak bohong! Beberapa orang jahat terus mencoba membawaku pergi, Tuan! Jadi aku mohon” kata An Na
Jika bagimu polisi adalah orang-orang jahat... maka kau sebenarnya yang jahat, mengerti ?” ucap Je Ha marah lalu menyuruh An Na melepaskan tanganya.
“Dan Juga, jangan hidup seperti ini.” tegas Je Ha, An Na tetap memohon agar Je Ha bisa mempercayainya. 

Tiba-tiba dua polisi datang melihat keduanya,  An Na memohon aga bisa diselamatkan oleh Je Ha. Je Ha yang melihat polisi datang menyuruh An Na cepat pergi. Akhirnya An Na pun berlari pergi keluar dari staisiun. Dua polisi mendekati Je Ha dengan mengangkat pistolnya meminta agar mengangkat tanganya.
Je Ha menjatuhkan tas dan mengangkat tanganya, tapi saat itu juga ia kembali berkelahi dengan polisi dan bisa melepaskan isi peluru dari pistol, memukul menendang dan akhirnya melintir tanganya, dua polisi pun tak berdaya lagi di lantai.  Je Ha keluar dari stasiun, saat itu An Na ternyata sudah ada didalam mobil melihat Je Ha yang lewat didepanya langsung mengedor-gedor jendela agar bisa menyelamatkanya. Je Ha terkejut dan melihat pria yang ada didepanya seperti memanggil temanya yang ada distasiun bawah tanah.
Si Polisi melihat Je Ha yang menatap An Na meminta agar pergi karena ia adalah seorang polisi, An Na terus memohon agar bisa diselamatkan. Je Ha akhirnya terpaksa pergi  menaiki taksi didepanya meminta diantar ke bandara. An Na hanya bisa menangis tak bisa kabur dari tempatnya sekarang. 

[SEOUL, ENAM BULAN KEMUDIAN]
Je Ha terlihat sedang sibuk mengecat dengan alat dan juga penutup wajahnya, lalu beristirahat sebentar sambil mengunyah cumi asin dan mendengarkan lagu spanyol . Seekor kucing mengeong mendekatinya, Je Ha berbicara kalau itu tidak boleh karena terlalu keras untuk giginya.
Kucing itu terus mengeong, akhirnya Je Ha memberikan cuminya pada si kucing agar memakanya. Saat itu ponselnya berdering, seperti bosnya menelp. Je Ha menaiki mobilnya dengan Label  [TAE SHIN ADVERTISING]
Didalam mobil, Je Ha mengingat kembali dengan Bosnya kalau sangat marah karena pihak gedung bilang banner itu semakin longgar karena angin Jadi mereka ingin segera diperbaiki, tapi mereka  tidak bisa melakukan itu besok. Akhirnya ia pun pasrah menurutnya tidak akan bangkrut. 

Di sebuah gedung terlihat gambar besar wajah Jang Se Joon, dengan bagian bawah talinya yang terlepas. Je Ha menurunkan tali dan peralatan lainya dari dalam mobil lalu masuk ke dalam gedung. Petugas keamanan menahanya bertanya tujuanya datang. Je Ha memberitahu kalau untuk memperbaiki banner.
Ini sudah lewat jam kerja.” Ucap Petugas keamanan,
Aku kesini karena seseorang meminta padaku untuk datang dan harus memperbaikinya” kata Je Ha
Apa kau memiliki kartu identitas?” tanya Petugas, Je Ha mengatakan tak punya
Maka kau tidak bisa masuk, Silahkan datang kembali besok.” Kata Petugas, Je Ha mengumpat kesal.
Seorang Nenek petugas kebersihan melihat Je Ha yang akan keluar menahanya, agar tak pergi. Lalu menegus si petugas karena mengusirnya, padahal Manajer meminta agar banner itu segera diperbaiki Dan Je Ha juga kemarin-kemarin datang untuk memperbaikinya.
Si petugas menegaskan tidak bisa membiarkan orang  masuk tanpa kartu identitas. Si Nenek mengatakan si petugas berada dalam masalah besar sekarang dan Manajer juga dimarahi akan dimarahi oleh Nyonya. Si petugas langsung panik kalau Nyonya yang memintanya akhirnya memanggil petugas lainya.
Ketiganya akhirnya naik lift bersama, Si petugas  bertanya Berapa lama Je Ha akan memperbaikinya, Je Ha pikir  Mungkin sekitar 20 sampai 30 menit. Si petugas yang diberitugas untuk mengikuti Je Ha terlihat kesal. Je Ha mengucapkan terimakasih pada si Nenek yang sudah membantunya.
Orang-orang seperti kita yang dibayar per hari tidak boleh menyia-nyiakan satu hari pun. Anakku juga dalam masalah besar, karena persaingan kerja yang cukup ketat. Tapi sekarang cukup berangin. Apa kau akan baik-baik saja?” ucap Nenek memegang tangan Je Ha dengan wajah khawatir, Je Ha mengatakan akan baik-baik saja.


Je Ha mulai mempersiapkan tali dan juga semua peralatan, si petugas melihat Je Ha mulai bersiap-siap hanya diam saja.  Je Ha akhirnya mulai menuruni dengan talinya. Si petugas kemanan melonggo kaget melihat Je Ha turun dengan cepat.
Saat itu dua buah mobil berisi dengan pria bertopeng seperti ingin menyerang sebuah tempat dan masuk ke parkiran. Je Ha sibuk dengan bergantungan di gedung tinggi untuk memperbaiki tali banner yang terlepas. 

Sementara di lantai bawahnya, seorang wanita dengan pakaian dalamnya mempersiapkan segelas wine dan memasukan beberapa butir obat. Jang Se Joon masuk ke dalam kamar langsung memeluk dari belakang bertanya apa yang sedang dilakukan wanita itu, Si Wanita berpura-pura kalau ia sedang menuangkan anggur.
Se Joon seperti sudah tak tahan langsung mencium si wanita terus menerus, Si wanita meminta agar Se Joon bisa bersantai, Se Joon mengaku tidak mengenal kata itu dan benci melakukan semuanya pelan-pelan lalu mulai mencium si wanita terdengar suara dari TV yang menyala akhirnya mengentikan dan memilih untuk menonton TV lebih dulu.
Si wanita memberikan segelas Wine dan duduk dipangkuan Se Joon yang menonton acara Talkshow,  bertanya Apa tidak bosan melihat wajah Choi Yoo Jin karena sudah melihatnya setiap hari. Se Joon mengatakan mereka akan mendengarkan saja apa yang dikatakan Yoo Jin sekarang. 

Dalam studio,
Si pembaca acra membahas mereka melakukan survei untuk mengetahui siapa yang akan dipilih sebagai First Lady dan Yoo Jin ternyat pilihan yang paling popular dikalangan orang usia dua puluhan sampai tujuh puluhan, Yoo Jin terlihat terkejut dan malu-malu. Si pembawa acara pun memberikan selamat.
Semua orang memuji anda, menyebut anda istri yang sempurna.” Ucap si Pembawa acara
Oh, tidak seperti itu sama sekali! Aku hanya memastikan agar dia makan sarapan, cukup itu saja.” Kata Yoo Jin, Pembaca acara seperti tak percaya Yoo Jin yang  membuat sarapan sendiri
Ini sedikit memalukan, tapi kupikir aku yang membuat dia memiliki kebiasaan buruk. Dia suka pilih-pilih makanan, jadi dia tidak mau makan kecuali aku membuat makanan untuk dia sendiri.” Kata Yoo Jin tentang suaminya Tuan Jang Se Joon
Oh, seperti itu! Anda juga terkenal pandai memasak.” Komentar si pembawa acara. Yoo Jin meminta agar menghentikan dengan rendah hati takut  Orang-orang mungkin benar-benar percaya pada ucapan Si pembawa acara.
Para tamu yang berkunjung ke rumah kami hanya mengatakan itu agar aku senang.” Kata  Yoo Jin, Si pembaca cara makin tak percaya kaau Yoo Jin  juga menyiapkan makanan untuk tamu dengan tanganya sendiri.
Yoo Jin pikir tak perlu di besarkan, Si pembaca acara memuji kalau Yoo Jin  benar-benar luar biasa. 

Se Joon yang menonton acara istrinya menghabiskan wine yang ada didalam gelas, Saat itu juga para pria bertopeng berhasil masuk kedalam gedung denga melewati semua penjaga. Si wanita mematikan TV merasa sudah cukup Se Joon menonton acara istrinya. Se Joon mengumpat si wanita itu mulai nakal.
Aku akan benar-benar nakal hari ini.” kata si wanita langsung mendorong Se Joon ke atas tempat tidur. Se Joon tak percaya wanitanya kali ini begitu liar, sudah ada diatas tubuhnya dengan membuka kancing kemejanya.
Aku akan menghukummu jika kau terus berperilaku seperti ini!” ucap Se Joon langsung membalikan posisi dengan si wanita yang ada dibawah dan mulai menciumnya. 

Sementara itu komplotan bertopeng terus memasuki gedung, Je Ha mulai menuruni bagian bawah banner yang terlepas tepat di jendela kamar Se Joon, terlihat Se Joon dengan wanita sedang berciuman sangat panas. Sementara Si Nenek yang membantu Je Ha sedang membersihka lantai dengan beberapa poster wajah Se Joon yang bertuliskan  [TIM KAMPANYE KESEJAHTERAAN SOSIAL]
Tim bertopeng mulai menaiki lift, ketuanya memberitahu akan buahnya agar membawa kamera dan merekamnya dengan benar. Se Joon sudah bertelanjang dada dan tiba-tiba matanya melihat kearah jendela, Je Ha sedang memperbaiki banner melonggo melihat keduanya sedang berciuman dengan jendela terbuka, dan berpura-pura tak melihatnya dengan sibuk mengikat tali.
Se Joon melepaskan pelukanya dengan membalikan badan menyuruh agar menutup tirai segera. Si wanita hanya diam saja, Se Joon tiba-tiba merasakan pusing dan bisa tahu kalau winenya di beri obat tidur sampai akhirnya terjatuh tak sadarkan diri.  Si wanita menyuruh Se Joon Tidurlah yang nyenyak karena semuanya akan segera berakhir setelah itu menutup tirai dan memberikan kedipan matanya pada Je Ha. 
bersambung ke part 2 

FACEBOOK : Dyah Deedee  TWITTER @dyahdeedee09 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar