Selasa, 20 September 2016

Sinopsis Love In The Moonlight Episode 9 Part 2


PS : All images credit and content copyright : KBS

Ra On datang ke tempat Putri Young Eun melihatnya hanya duduk dengan wajah tertunduk, ia mendekati lalu memberitahu kalau Kasim Hong sudah datang. Putir Young Eun hanya diam saja, Ra On mengatakan sengaja datang karena ingin menceritakan kisahnya.
Kalau kau tidak ingin bicara, bagaimana pendapatmu tentang berkomunikasi denganku menggunakan isyarat tangan? Jadi Sekarang. Saat kau senang, lakukan hal ini. Kalau kau tidak menyukai sesuatu...” ucap Ra On tapi Putri Young Eun tetap saja diam.
“Sudah... Lupakan. Kau tidak harus menjawab di saat aku mengajukan pertanyaan. Sejujurnya, ada banyak hal yang aku sembunyikan juga.” Kata Ra On, Young Eun berani menatp Ra On seperti bisa mengerti.
Aku tidak tahu tentang apa ini tapi kurasa aku bisa sedikit memahami tentang bagaimana perasaanmu... karena... aku juga masih terjebak. Aku mencoba yang terbaik untuk menyembunyikannya, tetapi karena seseorang mungkin membuka pintu itu, karena aku mungkin akan tertangkap, Aku gemetar ketakutan. Kapan kita akan... bisa membuka pintu dengan tangan kita sendiri dan melarikan diri?” cerita Ra On, Young Eun hanya diam saja dengan terus menatap Ra On. 

Pangeran Lee bertanya pada PM Kim  Bagaimana rasanya berada di partai politik, Perdana Menteri, karena Di mana-mana mereka begitu sibuk dengan tugasnya tapi tempatnya sekarang begitu tenang di istana. PM Kim bertanya apakah Tujuan Pangeran Lee memintanya datang untuk mengetahui pendapatnya.
Aku akan melanjutkan dengan pemeriksaan, jadi kembalilah ke istana.” Kata Pangeran Lee, PM Kim kaget.
Tentu saja, apa aku akan berbohong? Alasan kenapa aku ingin melakukan pemeriksaan di bawah perintah Raja adalah karena... aku ingin pemeriksaan ini adil seperti di masa lalu, bukan karena aku ingin menentang pejabat senior.” Jelas Pangeran Lee.
Putra Mahkota, mengatasi masalah yang muncul... tanpa mengikuti prosedur bukanlah solusi yang tepat. Kalau kau membuat penilaian yang bijaksana dan melanjutkan dengan prinsip-prinsip asli, kami akan kembali ke istana dan membantumu.” Kata PM Kim
Jangan khawatir. aku akan melanjutkan dengan pemeriksaan sesuai dengan aturan yang benar dan prinsip-prinsip yang kalian inginkan.” Ucap Pangeran Lee. 

Tabuhan beduk tanda dimulai ujian, Yoon Sung berdiri didepan orang yang mengikuti ujian. Kasim memperlihatkan lembaran kertas sebagai tugas ujian dengan pertanyaan “Siapa pemilik Joseon?” Tuan Jung yang ikut juga terlihat binggung merasa pertanyaan itu. Tiba-tiba terdengar kalau Pangeran Lee datang lalu kasim Jang membawakan selembar kertas.
Akhirnya kertas pun diberitahu sebagai pada semua peserta [Menentang oposisi; bagaimana kau akan meyakinkan mereka?]
Tidak ada jawaban yang benar, Yakinkan saja aku dengan pendapatmu. Aku akan menunggu jawaban yang baru dan beragam yang bisa mencerahkan masa depan Joseon.” Kata Pangeran Lee, semua terlihat kebinggungan sementara Tuan Jung seperti bisa menjawab pertanyaan dari Pangeran Lee. 

Ra On melihat gelang yang ada ditanganya lalu melepaskanya, saat akan berbalik Pangeran Lee ternyata sudah datang. Pangeran Lee menyindir Ra On sangat pintar dalam hal pergi ke tempat dan pada waktu yang tepat untuk menghindarinya.
Karena kau mengenalku lebih baik daripada siapa pun, tidak mungkin bagiku untuk menang kalau kau memutuskan untuk bersembunyi.” Ucap Pangeran Lee
Ada banyak mata dan telinga yang terfokus ke arahmu. Kalau kau bersamaku, maka tidak akan ada perdamaian bahkan untuk sebentar saja.” Ucap Ra On
Kalau begitu... Apa kau pikir aku bahagia tanpa kau di sisiku?” ucap Pangeran Lee, Ra On tertunduk.
Putra Mahkota, Saat aku berada di sampingmu sebagai seorang kasim... aku merasa seperti orang yang berguna untuk setidaknya 1/10 dari waktu yang ada. Walaupun,  bukan itu yang aku rasakan sekarang.” Kata Ra On menatap Pangeran Lee.
Mungkin kau akan mendapatkan masalah, atau kau akan terluka karena aku... Aku takut untuk melangkah maju karena sangat khawatir.” Akui Ra On
Pangeran Lee ingin mendekat tapi  Ra On seperti ketakutan, Ra On menaruh kembali gelang pemberian Pangeran Lee, menyadari  tidak boleh meminta hal seperti ini, tapi kalau Pangeran Lee membiarkan dirinyakeluar istana maka akan hidup dengan baik, tidak melupakan kebaikan yang sudah diberikan padanya, tak lupa meminta maaf juga.
Apa itu benar-benar yang kau inginkan?” tanya Pangeran Lee, Ra On membenarkan.
Aku memiliki ratusan dan ribuan hal yang ingin dilakukan, dan bisa melakukan sesuatu untukmu... dan  Apa itu yang kau inginkan? Lari untuk hidup di pengasingan agar tidak bisa melihatku... Jadi Itu permintaan pertama dan terakhir yang ingin kau minta kepadaku ?!” kata Pangeran Lee dengan nada tinggi, Ra On membenarkan.
“Sekarang aku tahu dengan baik... Kau boleh pergi sekarang.” Tegas Pangeran Lee. Keduanya saling menatap karena akhirnya akan berpisah. Ra On pun pamit pergi. 


Putri Young Eun menatap serius ke arah sebuah pintu, tanganya mengengam tasnya untuk menguatkan diri, pelahan berjalan masuk lalu membuka pintu seperti melihat sesuatu didalamnya.
Flash back
[3 tahun yang lalu]
Putri Young Eun masih sangat kecil bermain petak umpet, lalu bersembunyi didalam lemari, saat akan keluar tiba-tiba ada orang yang masuk akhirnya kembali bersembunyi dalam lemari. Seorang pelayan masuk dan PM Kim pun datang dengan  dua pengawal.
Apa yang kau coba untuk berikan kepada Putra Mahkota?” kata PM Kim marah
“kenapa? apa ada sesuatu yang tidak seharusnya aku berikan kepadanya?! Kalau kau percaya bahwa kau bisa menyembunyikan kebenaran dengan membunuhku, Lakukan sesukamu!” ucap Si pelayan tak takut,

PM Kim langsung memberikan kode agar membunuhnya, pedang pun langsung menusuk ke bagian perut pelayan. Young Eun kaget dan melihat wajah PM Kim karena pelayan sudah terjatuh. Si pelayan dengan terbata-bata mengatakan Bahkan jika dirnya mati maka tidak akan meninggalkan istana dan akan mengungkapkannya!
Kematian yang tidak adil... dari... Yang Mulia Ratu.” Ucap si pelayan lalu tak sadarkan diri.
Young Eun benar-benar ketakutan dan menutup mulutnya rapat-rapat sambil menahan tangis. PM Kim melihat celah lemari sedikit terbuka, Young Eun makin ketakutan karena bisa ikut mati terbunuh juga. PM Kim semakin mendekat dan saat itu juga terdengar suara orang yang mencari Putri Young Eun, akhirnya ia keluar dari ruangan.


Pangeran Lee kaget mendengar berita dari Kasim Jang bertanya apakah dia terluka. Kasim jang mengatakan tak ada yang terluka.  Pangeran Lee pu mengajak Kasim Jang agar segera menuju ke Jipbokheon.

Ra On berjongkok didepan Putri Myung Eun bertanya kenapa  pergi ke sana, Putri Myung Eun hanya diam, Ra On piki kalau memang tak suka dengan pertanyaan maa  tidak harus menjawabnya. Putri Myung Eun mengeluarkan pena dan bukunya lalu mulai menuliskan dan memberikan pada Ra On.
Bukankah kau berkata seperti itu, kita akan bisa membuka pintu dengan tangan kita sendiri?” tulis Putri Myung Eun
Ra On tersenyum lalu Putri Myung Eun juga ikut tersenyum. Pangeran Lee melihat keduanya dari depan pintu seperti tak ingin mendekat. 

Keduanya berjalan ke belakang istana, Pangeran Lee mengaku menyesal. Karena harus berpura-pura tidak tahu. Menurutnya kalau saja Ia tahu bahwa Ra On  sedang mempertimbangkan untuk melarikan diri setiap kali mendapat kesempatan yang dimilikinya.
“Aku tidak akan mengeluh entah kau seorang kasim atau wanita. Aku hanya khawatir tentang bagaimana bisa membuatmu lebih lama... berada disampingku. Aku menyesal bahwa... Aku tidak mengerti dirimu secara mendalam.” Ucap Pangeran Lee
Jaga dirimu, Putra Mahkota.” Kata Ra On akan pergi, Pangeran Le menahan tangan Ra On untuk tak pergi.

Bagaimanapun juga, terlepas dari segala sesuatunya... Apa kau tidak bisa menahannya? Bukan di tempat yang berbeda, tapi di sini....Disampingku..” kata Pangeran Lee memohon, Ra On terdiam menatapnya. 


Tuan Jung sudah mengunakan pakaian calon pegawai pemerintahan, Dal Bong tak percaya kalau Tuanya itu sudah tumbuh dewasa dan bisa lulus ujian. Tuan Jung khawatir kalau nanti dirinya itu akan baik-baik saja tanpa Dal Bong dalam istana.
Berhati-hatilah terhadap satu hal, wanita dari bukit magnolia.” Kata Dal Bong, Tuan Jung langsung panik dan kembali gagap.
Tuan Putri tidak tahu wajahku.” Kata Tuan Jung yakin, Dal Bong berpesan agar berhati-hati  jangan sampai tertangkap. Tuan Jung pun mengerti dan ingin mereka saling berpelukan tapi terlihat malah kebinggungan.

Sebuah kendaran berhenti dan turunlah seorang wanita, Putri Myung Eun kembali dari kuil dan terlihat berbeda dengan wajah yang tirus dan badanya yang langsing. Putri Myung Eun jalan dengan percaya diri, tapi yang terjadi adalah kesandung dan akhirnya terjatuh.
Tuan Jung dengan baik hati mengulurkan tanganya ingin membantu bertanya apakah baik-baik saja. Putri Myung Eun sempat tersenyum, lalu saat melihat wajah Tuan Jung langsung bangun sendiri mengatakan kalau ia baik-baik saja dan masuk ke dalam istana.  Dal Bong dan Tuan Jung melihat merasa seperti pernah melihat wanita itu dari suatu tempat.
Dia... terlihat seperti orang yang dingin. Semua tajam di sana-sini. Secara tradisional, seorang wanita seharusnya terlihat gemuk seperti Tuan Putri kita.” Ucap Tuan Jung, Dal Bong sedih mendengar Tuan Jung yang menyukai wanita gemuk. 


Pangeran Lee kembali bertemu dengan PM Kim memberitahu  pemeriksaan berjalan lancar. PM Kim mendengar bahwa Pangeran Lee mengubah bidangnya pada hari pemeriksaan dan menanyakan sendiri pertanyaan akhirnya.
Meskipun kita benar-benar mengurus prosedurnya, 7 dari 33 peserta ujian yang sukses berasal dari keluargamu. Mengherankan karena keluargamu masih mampu menghasilkan orang-orang berbakat dalam keadaan yang adil.” Ucap Pangeran Lee
Aku merasa sangat tersentuh bahwa kau memuji keluargaku.” Ucap PM Kim
Aku akan berjanji kepadamu, Perdana Menteri. Bahwa mulai sekarang, di bawah aturan dan prinsip-prinsip yang adil, tanpa mengizinkan adanya ketidakjujuran atau kolusi, bahwa hanya orang-orang dengan bakat... yang akan dipilih sebagai calon yang berhasil. ucap Pangeran Lee. PM Kim mengerti. 

Raja bertanya pada Kasim Han apakah tidak semua pejabat senior akan kembali. Kaism Han membenarkan dan memberitahu Konferensi istana berjalan dengan baik. Raja merasa itu bisa melegakan dirinya, lalu bertanya pada Kasim Jang apakah ia tahu kenapa dirinya ampai menjadi raja yang tidak kompeten seperti ini.
Itu karena aku tidak memiliki seorang pun... Tidak ada.” Kata Raja, Kasim Han mengatakan kalau keberasara hati Raja itu tidak terukur

Tidak, tidak ada orang yang jujur kepadaku di istana ini. Tidak satu pun menteri dari Dewan Enam, pejabat publik atau Remonstran... Mereka semua adalah orang-orang Perdana Menteri. Aku tidak bisa membiarkan Putra Mahkota menjadi seperti aku. Kita harus membuat seseorang... Seseorang yang sepenuhnya untuk Putra Mahkota.” Ucap Raja ketakutan
Kepala Kasim.... Persiapkan pernikahan Putra Mahkota!” Perintah Raja pada Kasim 


Ra On ditarik-tarik oleh Putri Myung Eun ke sebuah tempat, Ra On binggung mau dibawa kemana sebenarnya. Putri Myung Eun memberikan kode agar melihat kearah depan, Ra On melihat Pangeran Lee ada diatas jembatan penghubung, Putri Myung Eun pun sengaja meninggalkanya.
Keduanya saling menatap, lalu Ra On membalikan badanya. Pangeran Lee seperti ingin memanggilnya tapi diurungkan niatnya, Ra On kembali berbalik dengan melihat tangan Pangeran Lee disatukan didepan dadanya. 

Flash Back
Putri Myung Eun memberikan tulisan pada Pangeran Lee pada bukunya Meskipun alfabet yang sudah kau ajarkan kepadaku juga bagus, isyarat tangan yang Kasim Hong ajarkan kepadaku jauh lebih baik!
Kalau semua orang di istana belajar isyarat tangan yang kau dan Kasim Hong ajarkan kepadaku, buku catatan ini akan menjadi tidak berguna? Karena apa yang ingin kau katakan akan dimengerti tanpa perlu berkata-kata.” Kata Pangeran Lee, Putri Myung Eun mengangguk. Pangeran Lee pun meminta agar diajarkan juga. 
Ra On membaca bahasa isyarat yang diberikan pada Pangeran Lee dengan perlahan.
Aku.... suka.. padamu.” Lalu mengubah perkataanya bahwa Pangeran Lee itu  mencintainya.
Jadi tolong....”ucap Ra On berkaca-kaca melihat tangan Pangeran yang disatukan seperti sedang berdoa.

Flash Back
Putri Myung Eun bertanya dengan tulisanya agar diajarkan cara  ingin mengatakan "jangan pergi". Ra On menyarankan dengan gerakan yang sama dilakukan pada Pangeran Lee, dengan menyatukan dua tangan lalu ditaruh didada.
Jangan pergi..... Tetap di sisiku.... “ gumam Pangeran Lee dalam hati dengan isyarat tanganya. Ra On menatap Pangeran Lee seperti bersungguh-sungguh memintanya, terlihat berkaca-kaca.
Kasim Jang yang melihat tangan  Pangeran Lee bertanya apa maksudnya itu, Pangeran Lee mengatakan kalau itu artinya menjauh darinya, Kasim jang dan pelayan langsung berjalan mundur menjauh dari Pangeran Lee. Ra On tersenyum begitu juga Pangeran Lee. 

Ra On duduk diam dalam kamarnya sambil melihat beberapa alat make upa dan baju wanita yang disimpanya, dalam hatinya bergumam “ Kapan kita akan... bisa membuka pintu dengan tangan kita sendiri dan melarikan diri?
Flash Back
Ra On bertanya pada ibunya apa alasan ibunya dan kapan akan memberitahukanya, apakah saat ia berusia 10 tahun, 20 tahun atau tidak akan memberitahukanya sampai dirinya mati.
Sampai hari kau bisa melindungi dirimu sendiri. Saat kau bisa tumbuh besar tanpa aku. Hiduplah sebagai seorang gadis saat itu.” kata ibunya, Ra On pun mengalirkan air matanya.
Ra On teringat dengan kata-kata Pangeran Lee bertanya apakah Tak bisa bertahan,  Bukan di tempat lain tapi di istana yaitu disampingnya.
Ibu, aku baik-baik saja sekarang, kan? Dalam sepuluh tahun terakhir tanpamu, aku sudah hidup dengan berani, karena aku sudah tumbuh sampai aku bisa melindungi diriku bahkan saat sendirian.” Gumam Ra On berbicara pada ibunya. 

Pangeran Lee sedang membaca ditaman, Ra On masuk ke dalam taman dengan pakaian wanita. Pangeran Lee melihat tak percaya Ra On yang biasanya mengunakan pakaian Kasim terlihat sangat anggun dengan pakaian wanita.
Kau sebagai seorang wanita... Bagaimana aku harus memanggilmu?” ucap Pangeran Lee sumringah
Hong Ra On, Putra Mahkota.” Kata Ra On sudah tak mengunakan nama Hong Sam Nom. Pangeran Lee memanggil nama Ra On untuk pertama kalinya dengan senyuman bahagia. Ra On pun ikut tersenyum karena bisa membuat jati dirinya kembali sebagai seorang wanita. Keduanya saling menatap penuh cinta.
bersambung ke episode 10 

FACEBOOK : Dyah Deedee  TWITTER @dyahdeedee09 

10 komentar:

  1. Wah..., penasaran bgt episode 10 nya...., semoga happy ending deh. Mudah2an pangerannya bisa milih sndiri calon istrinya. G pake acara jodoh2an......
    Mksih ya sinopsisnya.....

    BalasHapus
  2. Thankss sinopsisnya. g sabar for the next episode nya.

    BalasHapus
  3. Thankss sinopsisnya. g sabar for the next episode nya.

    BalasHapus
  4. Masih episode 9 gak mungkin juga kisah cinta ra on dan putra mahkota dapat bersatu sekarang..tp berharap putra mahkota tidak menikah dgn orang yg di jodohkan raja. . #berharap happy ending ^_^

    BalasHapus
  5. Hwaaa so sweeet walau udah lihat tetep perlu baca sinopsis hahaha

    BalasHapus
  6. Cieee park bo gum so sweet. kena bnget feelnya
    jdi baper ckckck .. walau uda nnton tpi ngk lngkp
    klo ngk baca sinopsisnya😃

    BalasHapus
  7. Cieee park bo gum so sweet. kena bnget feelnya
    jdi baper ckckck .. walau uda nnton tpi ngk lngkp
    klo ngk baca sinopsisnya😃

    BalasHapus
  8. gak sabar baca lanjutanny..semoga happy ending..Aamiin

    BalasHapus
  9. Syuka sekali....terimakakasih unni sinopsis nya...membuat hati berbunga2 buar awet muda♡♡♡

    BalasHapus
  10. Nunggu 2sinopis monlight sama scarlet....

    BalasHapus