Kamis, 08 September 2016

Sinopsis W Two Worlds Episode 14 Part 1

PS : All images credit and content copyright :MBC

Dokter meminta Defibrillator (alat kejut jantung). Kang Chul melihat Yeon Joo yang tak sadarkan diri diberi oleh dokter beberapa kali kejut jantung, bahkan juga mencoba menekan bagian dada untuk mengembalikan denyut jantungnya. Sepertinya tak berhasil juga.
Kang Chul menahan rasa sedihnya dan melihat tangan Yeon Joo sekarang memakai cincin pernikahan bukan dikalung lagi. Dokter melihat monitor dan meminta perawat menekan bagian jatung dan membawakan kantung darah,

Jaksa Han pergi sendirian ke gudang, melihat dua mobil yang saling bertabarakan, dengan sarung tanganya memeriksa mobil pertama dan menemukan sebuah kertas yang ada didalamnya, yang bertuliskan alamat [Pabrik Yoojin. Chilsan-dong 63-2, Eunha-gu, Gwangmyeong]
Flash Back
Jaksa Han menuliskan sendiri note berisi alamat tempat Tuan Han membawa Yeon Joo bersembunyi, dibelakangnya Kang Chul mengancamnya dengan pistol yang mengarah ke kepala.
Ia lalu keluar dari mobil karena yakin mobil itu dikendarai oleh Kang Chul, lalu berpindah ke mobil didepanya. Ia melihat Tuan Han sudah mati dengan luka tembak, lalu mencari-cari sesuatu dalam bajunya dan menemukan sebuah ponsel, setelah itu membuka bagian bagasi, tatapan terlihat binggung. 

Jaksa Han pergi ke bagian gudang melihat ada mobil anak buahnya didepan gudang, Didepan pintu gudang melihat dua anak buahnya tak sadarkan diri karena tertembak dan satu orang masih sadarkan diri sambil menahan rasa sakit lalu mengumpat marah.
Ia merasakan ada sesuatu dibagian ujung gudang karena mengeluarkan suara, dengan membawa pipa milik anak buahnya berjalan mendekat. Ia melihat sebuah bekas darah di lantai, tapi tak ada orang disana lalu ia pun kembali menemui anak buahnya yang masih tersadar.
Apa itu noda darah?” tanya Jaksa Han pada anak buahnya.
Dia menembak... ...seorang wanita.” Ucap Ketua Gangster, Jaksa Han binggung karena tak ada korban wanita disana.
Aku melihat dia terjatuh.” Kata Ketua Gangster yakin, Jaksa Han terdiam mendengarnya lalu bergegas keluar dari gedung. 

Tuan Oh yang sedang duduk terlihat kembali seperti semula, wajahnya sudah kembali. Matanya langsung dikejutkan dengan layar monitor rusak dan sebuah palu di dekatnya. Ia keluar dari ruangan memanggil Soo Bong dan juga Yeon Joo tapi tak ada yang menyahut, lalu mencoba mencari-cari ponselnya.
Karena tak menemukanya mengambil telp rumah, tiba-tiba seperti ingatan Tuan Han masuk ke dalam pikiranya. Saat itu ia menarik rambut anaknya lalu Yeon Joo dibawa ke dunia kartun dengan wajah ketakutan mengangkat tanganya meminta agar menyelamatkanya. Tapi Tuan Han malah menembak Yeon Joo sampai tak sadarkan diri. 

Soo Bong yang ketakutan berjongkok didepan rumah mencoba menelp Yeon Joo, dan berharap segera diangkat. Akhirnya telpnya diangkat, dengan wajah panik langsung bertanya apakah Yeon Joo baik-baik saja sekarang, dimana keadaanya sekarang, apa yang terjadi.
Apa ini kau, Soo Bong?” ucap Tuan Oh mengangkat ponsel anaknya,  Soo Bong kaget yang mengangkat telp Ayah Yeon Joo
“Dimana Yeon Joo?” tanya Tuan Oh, Soo Bong binggung dengan terbata-bata menanyakan keberadaan Tuan Oh sekarang.
Tuan Oh langsung keluar dari rumah, Soo Bong menahanya bertanya mau kemana Tuan Oh sekarang. Tuan Oh mengetahui keberadaan Yeon Joo jadi harus segera datang ke tempatnya. Soo Bong ingin menyetir mobilnya tapi Tuan Oh sudah masuk mobil dan duduk dibelakang kemudi.
Di perjalanan, Soo Bong terlihat ketakutan bertanya apakah mereka mau datang ke tempat persembunyian si pembunuh, Tuan Oh hanya diam saja. Soo Bong khawatir dengan bosnya menanyakan keadaan Tuan Oh sekarang. Tuan Oh hanya diam saja menyetir mobil masuk ke dalam gudang. 

Soo Bong langsung menemui penjaga gudang yang sedang mengecek barang yang masuk, bertanya Apa kebetulan melihat wanita yang terluka disana. Pegawai gudang mengingat wanita yang ditemukanya, lalu memberitahu  korban sudah dilarikan ke Rumah Sakit dengan ambulans. Soo Bong kaget, Tuan Oh pun hanya bisa diam saja.
Akhirnya Soo Bong menyetir dan Tuan Oh duduk diam disampingnya, Tuan Oh binggung bertanya-tanya apa yang akan terjadi pada anaknya. Soo Bong menyakinkan kalau Yeon Joo akan baik-baik saja karena Mereka membawanya langsung ke rumah sakit dan belakang ini kinerja 119 sangat baik.Tuan Oh mengelengkan kepala merasa kalau sesuatu yang buruk terjadi.
Kang Chul membawanya... Kalau begitu dia baik-baik saja, karena Kang Chul membawanya.” Kata Soo Bong gugup. Tuan Oh tetap merasa tak yakin dengan keadaan anaknya yang baik-baik saja. 

Soo Bong dengan memapah Tuan Oh memasuk ke bagian UGD langsung mendekati seorangg perawat yang lewat didepan mereka, bertanya Apa disini ada pasien wanita yang tertembak. Perawat bertanya apakah mereka  walinya dari Oh Yeon Joo. Soo Bong membenarkan. Tuan Oh menanyakan keberadaan anaknya sekarang. Perawat terlihat kebinggungan menjelaskanya. 

Flash Back
Kang Chul mondar mandir didepan ruangan Operasi, wajahnya terlihat tegang. Ponselnya berdering dan melihat Soo Bong yang menelpnya, ketika akan mengangkatnya melihat tanganya kembali menghilang. Dokter keluar dari ruangan akhirnya Kang Chul menyembunyika tanganya dibelakang dan tak mengangkat telp dari Soo Bong.
“Apa Kau suaminya Oh Yeon Joo?” tanya Dokter. Kang Chul membenarkan.
Operasi berjalan dengan baik...,...tapi darahnya sudah sangat terkuras banyak sekali dan dia terkena serangan jantung. Kami melakukan CPR selama lebih dari 30 menit dan dia belum sadar juga.” Ucap Dokter, Kang Chul terus menatap dokter
“Sekarang Dia bernapas dengan bantuan alat, dan pupil matanya terbuka. Tapi Dia tidak bereaksi terhadap stimulus apapun. Jadi... Dia mungkin tidak akan selamat.” Jelas Dokter memberitahu kemungkinan terburuknya.
“Kau bilang Dia mungkin tidak akan selamat?” tanya Kang Chul menahan rasa sedihnya seperti tak akan percaya

Tuan Oh terlihat lemas berpegangan pada anak buahnya, Soo Bong menjerit tak percaya mengetahui keadaan Yeon Joo yang mengalami  Kelumpuhan otak, Perawat menenangkanya kalau mereka belum yakin, menurutnya kalau sampai Yeon Joo tidak bangun juga. Tuan Oh langsung jatuh lemas mengetahui keadaan anaknya.
Yeon Joo-ku... Dimana dia?” tanya Tuan Oh yang duduk dilantai. Perawat binggung menjelaskanya.
Flash Back
Kang Chul masuk ke tempat Yeon Joo sedang dirawat, Yeon Joo mengunakan alat bantu nafas diwajahnya. Kang Chul duduk disampingan dengan air mata mengalir lalu memegang tanganya, cincin mereka terlihat sama-sama memakainya di jari manis, tapi tangan Kang Chul menghilang diatas tangan Yeon Joo. 

Didepan ruangan
Polisi bertanya pada perawat apakah Yeon Joo tidak akan bangun. Perawat membenarkan, Polisi merasa kasihan dengan keadaan Yeon Joo lalu menanyakan Di mana suaminya, karena Yeon Joo itu korban tembak jadi mereka butuh pernyataannya. Perawat memberitahu kalau suami Yeon Joo itu ada didalam ruangan.
Keduanya masuk ruangan, Perawat menunjuk ke tempat Yeon Joo sedang dirawat tapi Yeon Joo sudah tak ada ditempat bahkan Kang Chul juga tak ada disana. Keduanya binggung kemana perginya mereka berdua.
Soo Bong kaget mendengar ceritanya, Perawat binggung karena tiba-tiba Yeon Joo menghilang begitu saja saat dirawat dan juga suaminya. Tuan Oh terlihat bisa menebak kalau anaknya itu dibawa oleh Kang Chul. Perawat juga sampai sekarang belum bisa menemukan mereka berdua, dengan helaan nafas merasa keadaan ini sangat aneh. 

Nyonya Gil menonton TV bersama adiknya, saat melihat jam merasa khawatri karena anaknya belum pulang juga dan berusaha menelpnya dan merasa Yeon Joo selalu telat pulang belakangan ini. Bibi Gil pikir keponakanya itu sedang berkencan dengan seseorang.
Soo Bong duduk sendirian dimeja, melihat ponsel Yeon Joo yang berdering. Tuan Oh langsung keluar dari ruangan. Soo Bong memberitahu kalau itu telp dari Ibu Yeon Joo dan bertanya apa yang harus dikatakanya. Tuan Oh menyuruh Soo Bong kalau tak tahu apapun lalu kembali masuk ke dalam ruang kerjanya.
Akhirnya Soo Bong mengangkat telpnya, Nyonya Gil heran ponsel anaknya diangkat oleh Soo Bong,  Soo Bong memberitahu Ponsel Yeon Joo ketinggalan, Nyonya Gil binggung kenapa ponsel anaknya tertinggal dirumah ayahnya, Soo Bong berbohong menceritakan Yeon Jo yang Tadi mampir lalu dipanggil untuk kembali ke rumah sakit jadi buru-buru pergi dan akan memberitahu kalau ibu Yeon Joo menelpnya.  Nyonya Gil merasa suara Soo Bong yang terdengar sakit, Soo Bong mengaku hanya  tidak enak badan saja dan segera menutup telpnya. 

Tuan Oh duduk diam dalam ruang kerjanya, menatap layar monitor yang pecah dengan palu yang ada didekatnya, Kepalanya mengeleng-geleng seperti tak percaya dengan yang terjadi. Akhirnya ia membuka laci meja mengambil obat tidur dan meminumnya dengan wine.
Beberapa saat kemudian sisa wine hampir habis diatas meja, Tuan Oh berbaring ditempat tidur tapi matanya terbuka dan tak bisa tertidur. Ia menatap jejeran foto Yeon Joo dari kecil sampai menjadi dokter, dengan sedih  melihat foto Yeon Joo tersenyum bahagia dengan jas dokternya sambil memanggil nama anaknya. 

Terdengar bunyi bel rumah dimalam hari, Soo Bong keluar dari rumah berpikir itu Yeon Joo yang datang langsung berteriak memanggilnya, tapi ternyata Kang Chul berdiri didepan pagar. Kang Chul menatap Soo Bong meminta agar membuka pintunya. Soo Bong yang kaget buru-buru membuka pintu.
Kang Chul masuk ke dalam rumah bertanya Apa Tuan Oh sudah kembali normal, Soo Bong mengangguk lalu menahan Kang Chul sebelum masuk ke rumah bertanyaApa yang terjadi dengan Yeon Joo. Kang Chul hanya melirik lalu masuk ke dalam rumah. 

Soo Bong mengejar Kang Chul ingin tahu keberadaan Yeon Joo sekarang, Tuan Oh bersandar di dinding saat melihat Kang Chul masuk ke dalam rumah. Kang Chul melihat wajah Tuan Oh kembali normal seperti semula. Tuan Oh menanyakan keberadaan anaknya sekarang, Soo Bong juga ingin tahu dimana Yeon Joo sekarang.
Aku membawanya ke dunia kartun” ucap Kang Chul. Tuan Oh bertanya kenapa Kang Chul membawa anaknya masuk ke dunia itu.
Kata Dokter tadi, dia tidak akan sadarkan diri. Apa yang sudah terjadi di dunia sini, maka kau tidak bisa mengubahnya lagi. Dia sudah dirawat selama 3 hari. Mereka juga bilang dia tidak akan bangun, jadi aku memindahkan dia ke kamar hotelku karena aku tidak bisa menjelaskan kenapa dia bisa tertembak.” Jelas Kang Chul. 

Yeon Joo dirawat oleh dokter dan perawat di penthous milik Kang Chul dalam dunia Kartun,
Kang Chul memberitahau Yeon Joo sudah berada satu minggu di sana dengan keadaan Yeon Joo yang membuka matanya hanya sekali. Tuan Oh sedih mendengar cerita Kang Chul tentang anaknya.
Flash Back
Yeon Joo terbaring dengan alat bantu nafas di wajahnya, Kang Chul terus menjaganya dengan memegang tangan Yeon Joo. Tiba-tiba Yeon Joo memegang tanganya dengan erat,  mata Yeon Joo terbuka dan melihat Kang Chul. Kang Chul bertanya apakah Yeon Joo bisa melihatnya sekarang. Yeon Joo hanya menatapnya lalu menutup matanya  kembali. 

Kang Chul menceritakan hanya sebentar saja, Tuan Oh dengan mulut bergetar ingin tahu kelanjutannya, bagaimana kondisi Yeon Joo sekarang. Soo Bong juga ingin tahu meminta Kang Chul memberitahu mereka.
Dia  sudah meninggal.” Kata Kang Chul menahan air matanya. Tuan Oh langsung jatuh lemas tak bisa menahan badanya lagi. Soo Bong panik melihat Tuan Oh yang lemas. Kang Chul menangis memikirkan keadaan Yeon Joo sudah meninggal. 

Suk Bum menuangkan kopi ke dalam gelasnya, Prof Park masuk ruangan  menanyakan kebenaranya kalau Tuan Oh yang dirawat di rumah sakit. Suk Bum membenarkan, Tuan Oh yang  baru datang pagi tadi. Prof Park ingin tahu keadaan Tuan Oh sampai harus dibawa kerumah sakit. Suk Bum menjelaskan Tuan Oh yang mengalami stress.
Dia minum obat, tapi pakai alcohol dan Dia baik-baik saja sekarang.” Kata Suk Bum. Prof Park terlihat kesal merasa membuatnya gila, Suk Bum bingung, memangnya kenapa Prof Park merasa seperti itu.
Aku... Aku membuat komentar buruk kalau dia tak perlu lagi menggambar webtoon sampah itu. Aku juga menulis pakai kata-kata umpatan. Bagaimana kalau itu yang membuat dia stres?” Ucap Prof Park merasa menyessal, Suk Bum pikir itu  Mungkin saja.
“Sekarang Dia dirawat di ruangan apa?” tanya Prof Park. 

Tuan Oh sudah berbaring tapi matanya terbuka dan Soo Bong menjaga duduk disofa, lalu ponselnya berbunyi melihat Kang Chul yang menelp dan sambil berjalan keluar ruangan memberitahu Tuan Oh yang baru juga sadarkan diri. Saat itu Prof Park juga akan masuk ke dalam ruangan ingin melihatnya.
“Tuan.... Aku Park Min Soo. Aku dokter bedah yang mengoperasimu. Kau ingat aku kan?” ucap Prof Park, Tuan Oh hanya diam dengan lirikan matanya menatap Prof Park. 
“Aku sudah bilang sebelumnya jangan minum alkohol. Kenapa kau minum lagi? Entah seberapa banyaknya kerjaanmu, Maka kau tak boleh minum.” Kata Prof Park menasehatinya.
“Tapi... Tunggu sebentar. Dimana Yeon Joo? Dia harusnya menemanimu disini.” Ucap Prof Park heran lalu memberanikan diri bertanya  Kenapa Yeon Joo mendadak meninggal
Dia itu karakter yang tidak berguna tapi aku masih kasihan melihat dia mati seperti itu. Akhir yang suram dan sedih memang tidak begitu buruk, tapi...” kata Prof Park terus berbicara. 

Saat itu ingatan Tuan Han kembali datang pada Tuan Oh, Saat mobil Kang Chul dan Tuan Han saling berhapan mereka saling menembak dan Kang Chul terlihat penuh amarah menembak Tuan Han sampai mati. Sebelumnya di gudang, tanpa rasa ampun Tuan Han menebak bagian belakang Yeon Joo yang akhirnya jatuh tak sadarkan diri.
Tuan Oh mengingatnya  merasa bersalah langsung melepaskan jarum infus dan turun dari tempat tidurnya lalu keluar dari ruangan. Prof Park binggung dan tak bisa menahanya. Tuan Oh pergi ke tangga darurat, Kang Chul yang baru datang melihat Tuan Oh yang keluar dari ruang rawat. 

Tuan Oh keluar diatap gedung lalu langsung menaiki pagar dan ingin meloncat untuk bunuh diri, Kang Chul datang langsung berlari menarik Tuan Oh sekuat tenaga agar tak bunuh diri.  Tuan Oh akhirnya jatuh dibatu-batu. Kang Chul bertanya ada apa sebenarnya dengan Tuan Oh sekarang. Tuan Oh merasa kalau ia yan melakukanya.
Aku menembaknya.... Aku menembak Yeon Joo.” Ucap Tuan Oh, Kang Chul menyakinkan bukan Tuan Oh  yang menembaknya.
Aku yang menembaknya... Aku ingat semuanya.. Aku menembak anakku sendiri.” Kata Tuan Oh yakin, Kang Chul menegaskan Tuan Oh yang melakukanya.
Aku tidak bisa... ...hidup lagi.... Aku tidak bisa hidup lagi.” jerit Tuan Oh frustasi karena membuat keadaan anaknya seperti sekarang.
“Tuan Oh... Sadarlah dan dengarkan aku. Apa Kau tahu alasan aku datang menemuimu? Ada hal yang harus kau lakukan. Jangan salahkan diri sendiri. Si pembunuh itu yang menembak putrimu Dan hanya kau yang bisa menyelamatkannya. Jadi Kau harus sada dan Jangan panik. Kau harus menyelamatkan putrimu.” Ucap Kang Chul
Bagaimana caranya? Dia  sudah meninggal.” Kata Tuan Oh menatap Kang Chul binggung
Dia memang meninggal..., tapi kau bisa menyelamatkannya. Karena dia menikah denganku, amak dia menjadi tokoh komik sama sepertiku. Karena itulah dia terluka dan berdarah di dalam dunia sana. Begitulah dia tertembak dan meninggal. Saat dia menjadi karakter komik..., maka dia bisa diselamatkan berdasarkan gambar komik..., sama seperti bagaimana aku bisa hidup lagi. Apa Kau mengerti?” jelas Kang Chul.
Tuan Oh seperti mulai merasakan ada keyakinanya kembal, Kang Chul memberitahu kalau  Gambar yang dibuat oleh Tuan Oh bisa menghidupkan Yeon Joo lagi. Karena itulah ia membawanya ke dunia komik  sebelum  Yeon Joo meninggal. Ia menegaskan ini belum selesai  karena ia takkan pernah menyerah dan akan membuat Yeon Joo hidup apapun yang terjadi. Tuan Oh tak yakin karena mana mungkin bisa mengambar karena komputer yang digunakannya sudah rusak. 


Tuan Oh mengingat kalau ia sendiri yang  menghancurkannya semua karena Tuan Han yang menyuruhnya, jadi komputernya untuk mengambar sudah tak ada lagi sekarang. Kang Chul dengan tenang mengatakan kalau itu masih ada dan Pasti masih ada.
Aku yakin komputer  itu ada di suatu tempat.” Kata Kang Chul yakin, Tuan Oh menatap Kang Chul seperti tak percaya. 

Prof Park dan Soo Bong bingung mencari dilorong kemana perginya Tuan Oh, Soo Bong heran karena tiba-tiba Tuan Oh yang keluar dari ruangan jadi ingin tahu apa yang dikatakan Prof Park pada Ayah Yeon Joo. Prof Park menceritakan tidak bilang apapun selain mengenai webtoon.
Dia langsung bangun waktu, saat aku bertanya kenapa Yeon Joo meninggal.” Ucap Prof Park. Soo Bong melonggo, Prof Park binggung melihat ekpresi Soo Bong yang terkejut.
Kenapa kau menanyakan itu?!!! Kenapa kau mengajukan pertanyaan seperti itu kepada pasien?!!! Apa Kau sudah gila?!!! Kau itu dokter tidak sopan yang tidak bisa memahami situasi. Kenapa kau bertanya seperti itu?!!!” teriak Soo Bong marah, Prof Park kaget mendengar Soo Bong marah-marah padanya.

Kang Chul datang mengendong Tuan Oh dibelakang punggung dari atap rumah sakit, Soo Bong langsung menghampirinya. Kang Chul meminta aga segera dipanggilnya perawat, Soo Bong pun meminta Prof Park  untuk memanggil perawat, setelah itu mengikuti Kang Chul membawa kembali Tuan Oh masuk kamar rawat.
Memang apa salahku? Apa aku tidak boleh... bertanya kenapa karakter komik meninggal? Sepertinya aku sudah menyakiti perasaannya.” Kata Prof Park binggung. 


Tuan Oh akhirnya kembali di baringkan dalam ruang rawat, Soo Bong terlihat masih shock. Kang Chul memberitahu tahu akan kembali ke dunia komik jadi meminta Soo Bong untuk merawat Tuan Oh. Soo Bong mengikuti Kang Chul keluar dari ruangan.  Tuan Oh meliriknya dan mengingat kata-kata Kang Chul Kau mungkin tidak tahu betapa berartinya Yeon Joo bagiku

Flash Back 
Diatap
Kang Chul menceritakan hanya Yeon Joo yang menjadi keluarganya, menurutnya Yeon Joo  bukan keluarga yang diciptakan dari imajinasi tapi keluarga yang sungguhan. Ia  memiliki kenangan nyata bersama Yeon Joo, bukan buatan.
Dia adalah bagian dari takdir yang kupilih. Untuk pertama kalinya, itu didasarkan pada kehendakku.  Karena itulah aku tidak bisa merelakan dia meninggal begitu saja.” Ucap Kang Chul, Tuan Oh menatap Kang Chul yang duduk disampingnya.
Yeon Joo... adalah bukti bahwa aku adalah orang yang sama seperti kalian. Bahwa aku juga manusia. Aku akan menyelamatkan putrimu dan hidup bahagia bersamanya. Aku takkan berhenti lagi kali ini. Tidak ada yang bisa menghalangiku. Aku akan membalikkan semua keadaan ini. Dan aku akan membuatnya... akhir yang bahagia, apapun yang terjadi.” Tegas Kang Chul menatap Tuan Oh penuh rasa keyakinan. 


Kang Chul menuruni atap dengan lift, sambil mengendong Tuan Oh berbicara kalau hidup Tuan Oh juga penting baginya,  semua Bukan karena Tuan Oh yang menciptakan dirinya, tapi karena Tuan Oh adalah ayah dari istrinya sekarang.
Kau juga adalah keluargaku. Kau mungkin tidak setuju, tapi itu artinya dirimu bagiku. Jadi jangan melakukan hal yang bodoh. Apa Kau mengerti?” pesan Kang Chul.
Tuan Oh yang mengingat semuanya mengumpat Kang Chul memang anak yang sombong. 

Soo Bong terlihat khawatir sampai depan rumah sakit menahan Kang Chul sebelum pergi, meminta agar berhati-hati, Kang Chul mengejek Soo Bong meminta agar jangan menangis dan menunggu saja karena  mungkin akan mengirim pesan SOS padanya. Soo Bong binggung mengenai apa. Kang Chul juga belum tahu. Soo Bong terus berpesan agar Kang Chul berhati-hati saat mulai masuk mobil. 

Flash Back
Tuan Oh binggung kenapa masih ada komputer lainya,  karena selama ini hanya menggunakan satu komputer saja. Kang Chul sangat yakin ada komputer lain sebagai  pengganti, Jika tidak ada, si pembunuh pasti takkan menyuruh Tuan Oh untuk  menghancurkannya. Karena komputer itu benda yang penting bagi si pembunuh. Keduanya saling menatap

Tuan Han sebelumnya menatap ke langit meminta agar Tuan Oh mengambarnya lebih dulu, yaitu komputernya. Tuan Oh menuruti perintah Tuan Han
Dia menyuruhmu menghancurkannya supaya kita tidak bisa menggunakannya lagi. Aku yakin dia juga menggambar komputer yang sama di dalam dunia komik. Jika tidak, maka dia tidak akan menyuruhmu menghancurkan tablet yang ada di dunia sini. Apa Kau tidak ingat?” kata Kang Chul. Tuan Oh mengingat saat itu Tuan Han tersenyun melihat  komputer pindah tempat dalam bagasi mobil
Aku memasukkannya ke dalam bagasi.” Ucap Tuan Oh bisa mengingatnya. Kang Chul memikirkan Bagasi mobil karena Polisi tidak menemukan bukti adanya komputer disana. Keduanya saling menatap bisa menebak pasti diambil Han Chul Ho. 

Jaksa Han mengambil ponsel milik Tuan Han agar tak menemukan bukti kalau berhubungan melalui ponsel, lalu memeriksa bagasi dan menemukan sebuah  komputer disana, tatapannya binggung tapi memastikan tak ada CCTV langsung memindahkanya pada mobilnya. Setelah itu baru mengecek ke bagian gudang.
Di Gedung parlement
Pegawai wanita memberitahu kalau komputer itu  biasa digunakan oleh illustrator karena berfungsi untuk menggambar. Jaksa Han terlihat masih binggung, Pegawainya menjelaskan komputer ini biasanya dipakai oleh orang profesional.
Bagaimana cara menggunakannya?” tanya Jaksa Han
Kita bisa menggambarnya seolah menggambar dengan pensil dan Ini pena untuk komputer ini” jelas Pegawainya memberikan contohnya pada layar.

Kenapa dia menaruh tablet ini di bagasi? Ini 'kan bukan senjata.” Kata Jaksa Han heran melihat pena ditanganya, Pegawainya seperti binggung dengan ucapan Jaksa Han.
Jaksa Han mengatakan tak ada apa-apa, Sekertarisnya datang memberitahu Tuan Park menanyakan kapan Jaksa Han sampai disana. Jaksa Han meminta untuk memberitahu akan segera ke sana. Sekertarisnya langsung keluar menyampaikan pesan Jaksa Han. Lalu Jaksa Han menyuruh pegawainya agar mematikan komputernya. 

Tuan On menyimpulkan kalau Gambar duplikat komputer itu berfungsi sama seperti aslinya. Kang Chul belum yakin benar tapi mereka  harus cari tahu apa perbedaannya dan harus menemukan tablet itu.

Kang Chul sudah masuk ruangan dan langsung mengeluarkan pistolnya, tubuhnya langsung pindah ke ruangan yang terlihat gelap karena sudah malam. Ia melihat komputer duplikat ada diatas meja Jaksa Han, pistolnya ditaruh diatas meja ketika akan mengangkatnya ternyata komputer tak bisa diangkat dan melihat itu bukan komputer yang sama.
Ini jebakan. Gumam Kang Chul.
Tiba-tiba dari belakang bahunya dipukul dan lehernya ditusuk oleh jarum suntik, lalu obat pun masuk ke dalam tubuhnya. Saat itu juga pandangan Kang Chul berbayang, sampai akhirnya jatuh. Ia masih sadar sambil menjerit kesakitan, terdengar suara seseorang memanggilnya.
Apa ini yang kau cari?” kata seseorang didepanya, Kang Chul melihat berbayang seperti gambar tablet yang dipeganganya setelah itu tak sadarkan diri. 
bersambung ke part 2 

FACEBOOK : Dyah Deedee  TWITTER @dyahdeedee09 

2 komentar:

  1. Seruuuu banget nie ... menegangkan... makasih sinopnya ya mba... cpt bgt keluarnya

    BalasHapus
  2. lama2 jd bngung.. isinya kok flashback..

    BalasHapus