Kamis, 29 September 2016

Sinopsis Jealousy Incarnate Episode 11 Part 2

PS : All images credit and content copyright : SBS

Jung Won sampai di depan kantor SBC dan masuk dengan wajah menahan amarah, saat itu Soo Jung baru datang melihat mantan tunangan masuk ke dalam kantornya. Di dalam kantor Na Ri mengejar Hwa Shin  bertanya apakah menyukai cumi-cumi hidup karena akan pergi ke pantai.
Haruskah kita menangkap beberapa cumi-cumi dan memasaknya menjadi sup? Aku cukup ahli membuatnya jadi Maafkan aku untuk kemarin.” Ucap Na Ri mencoba membujuknya.
Kita tinggal di lingkungan yang sama,  jadi tidak enak membiarkan masalah ini berlarut-larut. Jika kau tidak suka sup cumi,  maka kita bisa membumbuinya saja. Tapi kau harus lebih dulu bertempur dengan mereka saat memotongnya di papan. Apa Kau bisa membantuku melakukannya?” kata Na Ri, Hwa Shin hanya diam saja.,
Kalau begitu, ayo makan cumi segar dan minum soju di atap saat aku kembali nanti. Ayo lakukan bersama Go Jung Won.” Ucap Na Ri, Hwa Shin tetap diam melirik Na Ri yang terlihat memang cantik lalu masuk kedalam. Na Ri tak melihat kalau yang dimasuki Hwa Shin toilet pria dan tetap mengikutinya, akhirnya ia buru-buru keluar dari toilet sambil meminta maaf. 

Na Ri keluar dari toilet dengan wajah kesal karena Lee Hwa Shin mudah sekali marah. Jung Won baru datang mendengar Na Ri yang seperti baru berbicara dengan Hwa Shin lalu bergegas masuk ke toilet, lalu memeriksa semua pintu kalau tak ada orang selain mereka berdua.
Semakin aku pikirkan,  maka aku tidak sanggup menahannya karena diriku semakin marah. Kemarin, aku tidak bisa berkata apa-apa karena kau membuatku sangat terkejut.Aku tidak akan membiarkanmu mencuri Pyo Na Ri dariku. Jangan pernah menatapnya, ataupun bicara padanya.” Ucap Jung Won memperingatinya, Hwa Shin mengangguk mengerti.

Kau adalah si bodoh yang menjodohkan kami, karena kau tidak menyadari perasaanmu yang sebenarnya. Selain itu Kau idiot gila yang menggunakan Ppal Gang sebagai alasan untuk pindah ke dekat tempat tinggalnya. Ditambah lagi, Kau si mesum yang menatap wanita sahabatmu dan menjadi bersemangat karena. Kau bajingan yang bahkan memukulku dari belakang saat kita sedang latihan tinju.” Kata Jung Won penuh rasa amarah
Hwa Shin membenarkan, Jung Woon menyuruh Hwa Shin mengunci mulutnya dan tetaplah diam lalu keluar dari toilet. Hwa Shin terlihat menahan rasa sedihnya, Jung Won pun sudah sampai di lobby tapi akhirnya memutuskan untuk kembali lagi masuk ke dalam gedung.


Hye Won sedang berlatih distudio untuk membawakn berita, Hwa Shin datang menemuinya dengan wajah sendu. Hye Won menyuruh seniornya untuk menyadarkan dirinya karena pasti  akan kehilangan keduanya,  baik cinta maupun sahabatnya.
Jung Won dan aku tidak akan pernah putus hubungan hanya karena seorang gadis.  Hubungan kami tidaklah seenteng itu.” kata Hwa Shin yakin
“Apa Kau berpikir begitu?” ucap Hye Won melirik melihat Jung Won masuk ke dalam ruangan studio.
Kenapa kau membiarkan Pyo Na Ri  menyimpan cinta sepihak padamu selama tiga tahun?” tanya Jung Won marah , Hwa Shin menyuruh Hye Won untuk pergi. Hye Won pun tak ada alasan untuk keluar.
“Aku tidak pernah melihat Presdir Go seperti ini. Biarkan aku menyaksikan sesuatu yang menyenangkan, Senior.” Ucap Hye Won, Hwa Shin pun tak bisa berbuat apa-apa
Kau seharusnya menegaskan padanya,  agar dia lebih cepat mengakhiri perasaan itu. Apa Kau tidak berpikir betapa berat baginya selama itu? Lalu Kau menyebut dirimu pria, tapi menggantungkan perasaannya selama tiga tahun? Bahkan meski itu cinta sepihak,  kau menerimanya secara gratis selama tiga tahun! Dasar Kau bajingan arogan.” Ucap Jung Won, Hwa Shin meminta agar Jung Won menghentikanya.
Hentikan apa maksudmu ? Aku bahkan belum bicara lebih dari tiga menit. Kau harusnya, memikirkan perasaan seorang gadis yang menahannya selama tiga tahun. Tapi Kau saja tidak kuat bertahan selama tiga menit!” tegas Jung Won marah

Aku tahu bahwa aku menyebabkan masalah itu terjadi,  jadi hentikan sekarang! Jika saja aku menerima perasaan Pyo Na Ri saat itu,  semua ini tidak akan terjadi. Kau tidak akan terlibat dan kita tidak perlu bertengkar. Apakah begitu maumu? Apa Kau marah padaku karena aku tidak melakukannya? Jadi, haruskah aku mengubah pikiran Pyo Na Ri sekarang?” kata Hwa Shin dengan nada tinggi.
Jung Won mengumpat temanya itu sudah gila, lalu menyarankan agar sebaiknya tidak sampai ketahuan oleh Pyo Na Ri dan jangan pernah menunjukan perasaannya karena sudah terlambat dan tidak bisa melakukannya tiga tahun lalu jadi tidak punya kesempatan lagi sekarang. Hwa Shin mengejek Jung Won itu tak percaya diri sekarang.
Jung Won tak percaya lalu bertanya apakah Hwa Shin tidak.... Hwa Shin tahu kalau temanya meminta melepaskannya. Hye Won memberitahu kalau Na Ri datang. Na Ri masuk ruangan heran melihat Jung Won ada didalam ruang siaran.

Jangan pernah ketahuan.. Kau akan mati kalau sampai ketahuan.  Aku mempercayaimu.” Tegas Jung Won
Jangan mempercayaiku.” Balas Hwa Shin, Jung Won pun berjalan pergi sambil merangkul Na Ri keluar dari ruangan.
Hwa Shin berteriak memanggil temanya tapi Jung Won tak mengubrisnya,  Hwa Shin berteriak histeris agar tak mempercayainya berkali-kali, karena dengan begitu ia bisa melakukan apa pun yang dinginkanya. Hye Won melihat Hwa Shin terlihat frustasi berkomentar kalau  sangat menyedihkan sekali melihatnya langsung.
Aku tidak bisa melakukan apa pun karena  kau terus saja mempercayaiku. Tolong jangan memercayaiku.” Kata Hwa Shin, tiba-tiba terdengar suara Soo Jung dari ruang kontrol dibagian atas.
Reporter Lee.... Kau bisa melakukannya!” ucap Soo Jung memberikan semangat. 

Di dalam lift
Na Ri melihat wajah Jung Won tak seperti biasanya, lalu bertanya apakah terjadi sesatu antara mereka berdua dan berpikir kalau mereka itu bertengkar. Jung Won hanya diam saja, Na Ri tak menyangkan mereka itu bisa bertengkar juga. Jung Won mengatakan kalau mereka tidak bertengkar dan tidak pernah bertengkar.
Keduanya akhirnya keluar dari lift, Na Ri pikir seharusnya Jung Won  menelepon sebelum dating, lalu bertanya apakah ia sekarang tidak datang untuk menemuinya. Jung Won hanya diam saja. Na Ri memberitahu  akan pergi ke luar kota besok pagi dengan Reporter Kye dan menginap semalam di sana.
“Apa Kau tidak suka melihat laut? Menurutku dkan lebih baik melihatnya bersama.” Kata Na Ri seperti mengajak Jung Won
Jung Won terdiam mengingat saat kejadian diatap, perkataan Hye Won “ padamu selama tiga tahun. Kau bisa menang hanya dengan mengakui perasaanmu padanya.

“Apa Kau lebih menyukaiku atau Hwa Shin?” tanya Jung Won, Na Ri binggung karena tiba-tiba Jung Won menanyakan hal itu.
“Aku tanya apakah Kau lebih menyukaiku atau Hwa Shin?” ucap Jung Won, Na Ri ingin menjawab tapi Jung Won pikir tak perlu menjawabnya karena Pertanyaannya kekanakan. Na Ri hanya tertawa mendengarnya.
Apanya yang lucu? Jadi Siapa yang lebih kau sukai?” kata Jung Won, Na Ri mencoba menjawab dan Jung Won kembali tak ingin Na Ri menjawabnya merasa Pertanyaannya tidak dewasa dan bergegas pergi meninggalkanya.
Dia tidak akan menang jika aku merayunya di pantai.” Ungkap Na Ri tersenyum bahagia.

Nyonya Kim menuruni mobil ke tempat adiknya,  lalu membahas perintahnya pada Sek Cha untuk mencaritahu nomor si penyiar cuaca itu, tapi  kenapa belum ada kabar juga. Sek Cha pikir Nyonya Kim  tidak perlu mengetahui nomornya. Nyonya Kim kaget mendengarnya.
Saat pria dan wanita terlibat cinta yang bergairah, lambat laun hal itu sendiri yang akan membuat mereka terpisah. Kelihatannya, mereka dalam situasi semacam itu sekarang. Kau lihat Presdir bertingkah aneh saat rapat, Bahkan menyuruh saya yang datang menjemput Pyo Na Ri pagi tadi.” Kata Sek Cha, Nyonya Kim mulai mempercayainya.
Jika Anda mengawasi dari jauh, maka sebentar lagi pun mereka akan putus.” Kata Sek Cha, Nyonya Kim pun menyuruh pergi lalu masuk ke dalam restoran milik adiknya. Sek Cha melaporkan pada Jung Won kalau sudah melakukan perintahnya. 

Nyonya Kim bertanya apakah adiknya sudah meminum obatnya. Kim Rak senang melihat kakaknya datang jadi memintanya agar membantu mencuci piring. Nyonya Kim tak peduli mengambil botol kotak obatnya dan mengocoknya seperti terdengar kalau obatnya berkurang, tak percaya akhirnya sang adik mau melakukannya.
“Apa Kau mengalami efek sampingnya?” tanya Nyonya Kim
Aku berdandan seperti ini karenamu, kau harus tahu itu” ucap Kim Rak kesal dengan kacamata hitamnya lalu menyuruh kakaknya untuk segera mencuci piring.
Kau memang harus melakukan hal-hal semacam itu.  Satu-satunya cara agar kau dapat memiliki anak dan bisa menikah.” Kata Nyonya Kim senang 

Na Ri mendapatkan selama dari para temanya karena pergi dengan  Reporter Kye bahkan bisa minum soju juga dengan seniornya. Na Ri mengatakan akan melakukannya lalu menerima telp dari dokter.
Hwa Shin baru pulang kantor memasuk ke dalam mobil, saat itu Na Ri tiba-tiba ikut masuk mengajak Hwa Shin segera pergi ke rumah sakit sekarang. Hwa Shin hanya memalingkan wajahnya seperti menahan perasanya, Na Ri meminta Hwa Shin agar menatapnya.
Bagaimana bisa kau tidak menatapku seharian ini? Apakah melemparkan es krim padamu adalah kesalahan besar? Apa yang sedang kau lakukan padaku?” kata Na Ri sedih
Aku tidak mau melihatmu.” Tegas Hwa Shin dengan marah, Na Ri tak percaya kalau Hwa Shin benar-benar tidak ingin melihatnya.


Aku akan terlibat masalah jika bersamamu.” Ucap Hwa Shin, Na Ri bertanya oleh siapa. Hwa Shin mengaku kalau itu ibunya.
Sejak kapan kau mendengarkan Ibumu dan Sejak kapan kau pernah mendengarkan orang lain?” sindir Na Ri tahu Hwa Shin berbohong, Hwa Shin menyuruh Na Ri keluar dari mobilnya.
Mereka ingin kau datang sekarang dan tadi Dokter meneleponku. Mereka bilang kau tidak pergi terapi lagi sejak terakhir datang bersamaku. Apa Kau benar-benar ingin mati?” kata Na Ri lalu memberikan satu es krim untuk Hwa Shin
Hwa Shin hanya diam saja, Na Ri meminta Hwa Shin untuk memakanya setelah itu mereka pergi bersama, Hwa Shin hanya diam saja. Na RI dengan baik hati akan membukakannya untuknya jadi setelah itu mereka bisa segera pergi ke rumah sakit. Hwa Shin tetap diam, Na Ri akhirnya memakanya sendiri dengan sengaja memberitahu kalau es krimnya itu sangat nikmat.

Memangnya aku anak kecil? Apa kau pikir Aku ini anak-anak?” teriak Hwa Shin marah
Ya, benar... Kau seperti anak-anak yang takut pergi ke rumah sakit. Semua Anak-anak kecil selalu membenci rumah sakit. Jadi Ayo pergi sekarang” ucap Na Ri mencoba merayu dengan es krim yang lainya.  Hwa Shin menatap bibir Na Ri yang belepotan dengan es krim,
Kapan kau mulai berkencan dengan pria... kalau kau selalu seperti ini? Apa Kau belepotan makan es krim di depan pacarmu juga?” tanya Hwa Shin
Entahlah... Tapi Sepertinya hanya di depanmu.” Kata Na Ri, Hwa Shin dengan tanganya membersihkan es krim yang ada di bibir Na Ri lalu mengumpat itu kotor dan menyuruhnya keluar. Na Ri seperti tak berhasil membunjuk Hwa Shin. 


Di sekolah
Chi Yeol bertanya Ibu mana yang akan datang nanti, Bbal Gang mengatakan  tidak punya Ibu. Chi Yeol bertanya apakah keduanya akan datang bersamaan. Bbal Gang tak bisa membayangkan kalau keduanya datang maka akan membuatnya merasa sangat malu lalu bergegas keluar kelas, Dae Goo berteriak memberitahu Bbal Gang kalau harus kembali pada pukul 10.
“Dan Na Ri akan ada di sini, kan? Apa Dia tidak datang?” ucap Dae Goo,
Saat itu Na Ri sedang dalam perjalan bersama dengan Sung Sook pergi menuju pantai. 

Bagaimana bisa dia tidak datang pada hari seperti ini? Dia semestinya datang meskipun sedang sibuk. Apa Kau tidak mengtakan apa-apa padanya?” ucap Dae Goo
Aku akan mengurusnya.” Ucap Chi Yeol, Dae Goo masih tak setuju dengan keputusan temanya
Dia tidak memikirkan soal uang dan  berusaha menguliahkanku di Fakultas Kedokteran. Aku ingin meringankan bebannya saat masuk kuliah.” Ucap Chi Yeol duduk di kursinya.
Dae Goo memperingatkan kalau sampai Na Ri tahu Chi Yeol  mengambil jurusan lain  tanpa persetujuannya, maka akan dibakar hidup-hidup di Rak Villa., selain itu  pasti akan buru-buru kemari. Jadi meminta agar menelp  Na Ri sekarang dan Jangan sampai dibakar hidup-hidup olehnya. Chi Yeol berdiri didepan jendela.
Kau pikir kenapa dia berangkat pagi-pagi untuk siaran cuaca? Kau bilang dia akan berusaha menjadi pembaca berita  untuk membayar biaya kuliahmu. Apa kau gila?” kata Dae Goo mencoba menyadarkanya. 

Sung Sook yang ada di mobil menerima telp dari Kim Rak, Kim Rak sedang mengemudikan mobilnya hanya ingin tahu apakah Ppal Gang memberitahunya tentang rapat wali murid pukul 10 nanti. Sung Sook terlihat kaget.
Maksudku, kau tidak harus datang. Karena Pembaca Berita Bang akan datang,  jadi kau harus mengalah kali ini.” ucap Kim Rak
Sung Sook langsung menutup ponselnya dan melihat jam ditanganya, setelah itu meminta sopir berhenti setelah itu menyuruh Na Ri untuk membeli kue beras, Na Ri turun dari mobil dengan wajah binggung, saat itu juga Sung Sook menyuruh sopir segera pergi menuju sekolahGureum, Na Ri hanya bisa melonggo ditinggal begitu saja dan mobil Sung Sook berputar balik arah didepan matanya. 

Hwa Shin pergi ke minimarket membeli mie ramen, lalu melihat Pyo Bum mengambar dengan bertuliskan [Pyo Na Ri] dan bertanya Apakah gambar itu miliknya. Pyo Bum hanya diam saja, Hwa Shin bertanya apakah Pyo Bum ingin menjual padanya.
Pyo Bum mengelengkan kepalanya, Hwa Shin akhirnya penasaran memutarkan kursinya, memberikan penawaran 1000 won. Pyo Bum tetap tak memberikanya, Hwa Shin menaikkan jadi 2000 won, lalu mengeluarkan lembaran uang sebanyak 3000 won. 

Kim Rak berjalan dengan Ja Young berkomentar, kalau ibu tiri Bbal Gang itu akan jadi paling mencolok di antara para wali murid lainya. Ja Yung mengaku gugup karena Ini pertama kalinya menghadiri rapat wali murid. Kim Rak pikir tak perlu gugup.  Ja Young berharap Ppal Gang senang melihatnya.
Tiba-tiba sebuah motor lewat dan membuat mereka kaget, Ja Young heran karena tempat  ini area sekolah. Kim Rak pikir orang itu pasti seorang wanita. Ja Young lalu melihat sosok Sung Sook turun dari motor dengan membanting begitu saja dan bergegas pergi dengan menenteng sepatunya. Akhirnya keduanya kejar-kejaran berusaha masuk lebih dulu siapa yang akan sampai sekolahan. 

Di ruang kelas, Dae Goo melihat dua ibu Bbal Gang datang den bertanya dimana keberadaan temanya itu karena keduanya akhirnya datang.  Bbal Gang sudah ada didalam kelas, gurunya bertanya apakah ibunya tak akan datang. Bbal Gang mengelengkan kepala.
Dae Goo dan Chil Yeol akhirnya masuk kelas, saat itu juga Sung Sook da Ja Young masuk bersama dengan Kim Rak. Gurunya merasa ketiganya pasti sangat sibuk dan mengucapkan terimakasih karena sudah datang dan meminta mereka semua untuk duduk.
Semua duduk bersama, Gurunya mulai memanggil wali Dae Goo, Kim Rak mengangkat tanganya. Lalu gurunya bertanya siapa Ibu Bbal Gang, semua terlihat binggung akhirnya Sung Sook mengangkat tangan kalau ia sebagai ibunya. Gurunya merasa Sung Sook pasti takut datang terlambat jadi harus berlari sampai kesekolah dan memberikan sapu tangan untuk mengeringkan wajahnya dari keringat.
“Oh... Anda terlihat tidak asing.” Kata Gurunya seperti menyadari kalau didepanya itu para pembaca berita.
Maafkan aku, Guru.... Aku pasti tampak kacau sekali sekarang. Aku meninggalkan puteriku dalam pengasuhan Anda  dan baru bisa muncul sekarang.” Ucap Sung Sook bersikap ramah
Tidak perlu meminta maaf akan hal itu.” komentar gurunya.

Guru.... Jika Anda bisa membuat Ppal Gang masuk ke universitas,  aku bersedia melakukan apa pun. Aku tahu dia tidak pintar dalam belajar,  tapi itu juga bukan segalanya, kan? Mari temukan bakatnya saja. Kita masih bisa mengirim dia ke universitas bagus jika mengetahui bakatnya, kan? “ ucap Sung Sook bersikap selayaknya ibu, Bbal Gang hanya diam saja.
Masalahnya adalah hanya ada satu orang yang bisa berada di posisi pertama. Kita seharusnya melihat kriteria lain, bukan hanya dari pelajaran saja. Bukankah masyarakat akan lebih bahagia  jika semua orang bisa menjadi posisi satu. Apakah kau tidak merasa ada sesuatu yang sangat dikuasi Bbal Gang-ku? Semua anak, setidaknya.. maksudku, mereka pasti memiliki suatu hal yang di sukai.” Ucap Sung Sook
Sung Sook percaya  bahwa setiap anak mampu berada di posisi pertama dan akan melakukan segalanya, karena hanya ingin puteriya menemukan sesuatu yang disukai dan bisa berada di posisi pertama. Ia meminta agar gurunya bisa membantu menemukan universitas yang cocok dengannya dan memita agar menginformasikan. Bbal Gang yang duduk disampingnya terlihat terharu. 

Gurunya mengerti lalu menanyakan pada Ja Young yang ikut datang. Ja Young akhirnya mengaku sebagai Ibu tiri Chi Yul. Semua kaget mendengarnya, Sang guru merasa seharusnya datang lebih awal, memberitahu kalau Chi Yeol sangat berbakat dan akan menjadi murid terbaik.
Tapi, anak itu mengatakan bahwa biayanya terlalu mahal dan tidak ingin merepotkan kakaknya. Jadi Dia menolak masuk ke Fakultas Kedokteran. Aku bisa gila karena hal ini.” kata Gurunya, Chi Yul ingin bicara tapi Ja Young lebih dulu bicara.
“Kau bilang Fakultas Kedokteran? Tentu saja aku akan mengirimnya ke sana. Dia memiliki kemampuan.” Ucap Ja Young, Chi Yul tak percaya Ja Young akan berkata seperti itu.
Jangan cemas.... Dia akan menjadi dokter handal, karena Chi Yeol sangat dewasa. Jadi Serahkan saja padaku.” Kata Ja Young, Guru pun akan memulai pertemuan satu persatu.
Sung Sook memasang kembali sepatunya meminta maaf  karena anaknya pasti malu karena datang dalam keadaan seperti ini, Bbal Gang hanya bisa terdiam saja dengan wajah haru karena ibunya tak maksakan untuk menjadi nomor satu, tapi dari wajahnya seperti tak bisa berdamai begitu saja pada ibunya. Kim Rak melihat Sung Sook yang memberikan perhatian pada anaknya.  


Na Ri akhirnya sampai ke pantai dan langsung berlari-lari kesana kemari dengan sedikit bermain ombak. Sementara Jung Won selesai menandatangi berkas lalu mencoba menelp Na Ri, tapi ponsel Na Ri yang sedang ada ditas. Sementara Na Ri asik bermain di pantai.
Jung Won terdiam teringat kata-kata Na Ri saat di kantor SBC “ Apa Kau tidak datang untuk menemuiku? Aku akan pergi ke luar kota bersama Reporter Kye besok pagi dan tinggal semalam di sana. Apa Kau tidak suka melihat laut? Akan lebih baik melihatnya bersama.
Ia tahu Na Ri yang  pergi dengan Reporter Kye lalu meminta Sek Cha agar mengubungi kantor penyiar cuaca dan caritahu di mana  Pyo Na Ri setelah itu bergegas keluar dari ruangan. 

Hwa Shin akhirnya pulang dengan membawa lembaran Gambar Pyo Bum tentang Na Ri, wajahnya terlihat tersenyum. Direktur Oh menelp mengatakan kalau Kye Sung Sook tidak bisa mencurinya dan bertanya apa yang akan dilakukanya. Hwa Shin terlihat hanya bisa diam saja. 

Hwa Shin masih ada di pingiran pantai dengan lumpur,  berbicara sendiri kalau Chi Yul sudah ada di tingkat akhir SMU tapi ia bahkan tidak bisa membelikannya makanan enak jadi akan menangkap cumi-cumi hidup dan memasakkan untuknya.
Jung Won melihat Na Ri dari kejauhan saat menangkap cumi-cumi dilumpur lalu ingin mendekatinya, Sek Cha menahanya karena akan meminjamkan pakaiannya. Jung Won pikir tak perlu  karena harus segera ke sana.
Tim berita baru selesai, melihat Ada seseorang di tengah lumpur. Kru tak percaya Na Ri  pergi menangkap cumi-cumi untuk adiknya dan masih tetap di situ. Hwa Shin panik karena Sebentar lagi pukul 10:30 dan merasa Na Ri itu  berencana mati hanya gara-gara menangkap cumi-cumi lalu meminta agar menyuruh Na Ri kembali. Semua kru seperti tak peduli, akhirnya Hwa Shin berteriak menyuruh Na Ri kembali tapi Na Ri tak mendengarnya. 

Hwa Shin merasa Tenggorokannya sakit tapi Na Ri tidak bisa mendengarnya jadi menyuruh kru agar kembali ke mobil lebih dulu, lalu ia pun berjalan masuk ke dalam lumpur. Di sisi lainya Jung Won juga berjalan ingin menghampiri Na Ri, sampai akhirnya keduanya menyadari mereka sama-sama menuju tempat yang sama. Keduanya berjalan mendekat, sementara Na Ri sedang asik dengan mencari cumi-cumi.
Apa yang membawamu kemari?” kata Jung Won sinis
Aku tidak berada di tempat yang terlarang.” Balas Hwa Shin
Kau datang dengan sengaja. Apa Kau tidak bisa menyerah atas dirinya? Apa Kau mau mencoba melakukan sesuatu saat aku sedang tidak ada?” sindir Jung Won, Hwa Shin benar-benar tak percaya melihat temanya.
“Apa Kau tidak pergi bekerja? Apa Kau tidak bisa melakukan hal yang lebih baik selain menguntit seorang gadis Atau kau melakukannya karena tidak memercayaiku? Dan Kau kemari untuk melihat kami?”kata Hwa Shin dingin
“Kau mulai menyukainya karena aku menyukai dia, kan? Kau ingin mengambilnya dariku karena dia adalah wanitaku.” Teriak Jung Won marah

Hwa Shin langsung memberikan pukulan lebih dulu. Jung Won bisa menghindarinya dan menendang Hwa Shin sampai jatuh ke lumpur, sambil berkata kalau Hwa Shin selalu menginginkan semua yang dimiliki dan selalu merasa iri padanya. Keduanya saling bergulinga di lumpur, sementara Na Ri tetap sibuk mencari cumi tanpa sadar dibelakangnya ada perkelahian memperebutkanya.
Jalani hidupmu dalam kecemburuan terhadapku. Jika kau melakukan 10 hal untuknya, maka aku akan melakukan 100 hal demi dirinya. Aku akan melakukan segala hal yang bahkan tidak  mungkin akan kau coba seumuur hidupmu.” Teriak Jung Won mulai berdiri. Hwa Shin mendorong Jung Won sampai terjatuh kembali, Na Ri terlihat senang melihat cumi yang didapatkan cukup besar sekarang.
Aku tidak pernah cemburu sebelumnya... Kau bisa menghabiskan seluruh hidupmu dalam kecemburuan, jadi Lakukan yang terbaik semampumu.” Teriak Jung Won dengan posisinya ada diatas badan Hwa Shin sekarang.
Keduanya kembali berkelahi dan Jung Won bisa membuat Hwa Shin terjatuh kembali, tiba-tiba Hwa Shin merasakan sakit dibagian dada lalu mengejek temanya itu milyuner atau gangster karena pintar sekali berkelahi. Lalu mencoba menyerangnya tapi Jung Won bisa membalikan badan Hwa Shin kembali membuat poisisinya diatas temanya.

“Apa Kau pikir mudah bagiku membencimu? Apa kita masih berteman?” teriak Jung Won, Hwa Shin menjawab tentu saja.
“Apa Kita masih berteman?” teriak Jung Wo, Hwa Shin kembali menjawab dengan teriakan. Akhirnya keduanya berbaring di lumpur bersama-sama.
Kau gelisah karena aku, kan?” ucap Hwa Shin
Itu karena kau sangat pencemburu!” teriak Jung Won, Hwa Shin mengaku kalau ia memang cemburu.
Dan kau cemas serta gelisah karena aku. Ini semua karena seorang gadis dan sangat memalukan.” Kata Hwa Shin, Jung Won memperingatakan agar temanya itu tak cemburu.
Kau seharusnya tidak tertangkap basah takut akan keberadanku. Kau adalah seorang pria “ ucap Hwa Shin
“Dan Pria macam apa yang pencemburu?” teriak Jung Won, akhirnya keduanya kembali berdiri
Hwa Shin memegang dadanya yang sakit, Jung Won menegaskan kalau Na Ri itu miliknya, Hwa Shin mengatakan kalau ia suadh tahu. Jung Won merasa kalau Hwa Shin tak mengetahuinya jadi akan mengonfirmasinya untuk temanya. Dengan cepat menjatuhkan Hwa Shin lalu menyeratnya di lumpur, Hwa Shin  berteriak agar lepaskanya.
Lepaskan aku! Aku tidak perlu melihatnya.” Teriak Hwa Shin, Na Ri melihat hasil tangkapan cumi yang besar dengan bahagia.
Pyo Na Ri menyukaiku.” Ucap Jung Won, Hwa Shin berteriak kalau tak ingin melihatnya.
Kau tidak perlu menunjukkanya padaku! Lepaskan aku!” teriak Hwa Shin tapi Jung Won terus menyeretnya. Hwa Shin memejamkan matanya merasa tak perlu menunjukanya, Na Ri yang tak tahu apa-apa berteriak bahagia melihat hasil tangkapanya. 
bersambung ke episode 12


FACEBOOK : Dyah Deedee  TWITTER @dyahdeedee09 

4 komentar:

  1. Hhadeuh....khirnya bertwngkar juga dua sahabat ini, parahnya yg dipertengkarkan gak tau, tetep manizzz ajah.....
    Lucu aja dua sahabat yg tentu saja saling cemburu, kesal, tapi masih sangat mencintai persahabatan mereka.....
    Dipikir2, hwa shin kasian sih, tapi kalo kelakuan dia sama nari sepereti di flashback, kayaknya penderitaan hwa shin gak ada apa apanya deh, bener kata jung won....
    Dan saya excited bgt karena di episode ini ada han ji min unni kd cameo, yeay!!,,,, meski sebentar rasanya sudah rada terobati rindunya sama unii cantik bermuka imut satu inih, hehehe.....kamsahamnida bak diyah, udah ekspresss bgt nulksnya, dan buat bak Dian!hwating utk episode selanjutnya, annyong!(nurhasanah,nurilasoka@gmail.com)

    BalasHapus
  2. Haha... Kesel2 gemes liat kelakuan mereka bertiga :D

    BalasHapus
  3. pyo na rii pyo na rii wkwkwk.....

    BalasHapus
  4. Nga sabr nunggu epsode 12.semuanya bikin gemes

    BalasHapus