Sabtu, 17 September 2016

Sinopsis Cinderella and Four Knights Episode 11 Part 2

PS : All images credit and content copyright : TVN

Ji Woon masuk kamar Hyun Min memberitahu sudah melakukan apa yang diminta, Hyun Min pun mengucapkan terimakasih Ji Woon heran dengan sepupunya malah bersembunyi dikamarnya dan memperingatkan kalau ini yang terakhir kalinya.
Aku akan minta bantuanmu lagi nanti... Hye Ji, tolong urus dia..” kata Hyun Min memohon, Ji Woo pikir Tidak ada alasan untuk melakukannya
Aku juga tidak punya hak... Aku mahir dalam melukainya tapi Aku tidak mahir untuk mengobati lukanya” ucap Hyun Min
Jadi Aku harus melakukan hal-hal yang baik  untuknya seperti yang Kau minta tadi?” kata Ji Woon kesal
Tidak ada bedanya dengan apa yang selama ini sudah kau lakukan. Dia tidak akan merasa terbebani jika dia piker kau lah yang melakukannya” ejek Hyun Min
Ji Woon menegaskan bukan karena Hyun Min melakukannya, tapi semua dilaukan sebagai seorang teman dan Karena menghargainya. Hyun Min terdiam mendengarnya, Ji Woon memperingatkan Hyun Min agar  mulai sekarang, jangan buat Hye Ji menangis dan berharap mereka berdua menjalin hubungan yang baik

Ha Won berjalan sendirian keluar rumah sambil mengumpat pada dirinya kalau ia itu sudah kalah beberapa kali. Ji Woon tiba-tiba dtang bertanya Ha Won Sedang bicara dengan siapa. Ha Won terlihat gugup, bertanya kenapa Ji Woon kesini. Ji Woon bertanya balik apakah ia dilarang untuk datang ke tempat itu.
Ah, pergilah. Urusi saja Hye Ji atau apalah itu” kata Ha Won kesal
Sepertinya kau ini sudah kecewa kalau perhatianku hanya padanya” goda Ji Woon, Ha Won menyangkalnya dan merasa itu Tidak benar
Maafkan Aku... Maafkan aku karena waktu aku sudah meninggalkanmu” ucap Ji Woon merasa menyesal
Oh, tidak apa-apa. Itu sudah berlalu. Kenapa kau membicarakannya lagi sekarang?” kata Ha Won
Ji Woon ingin mengeluarkan kotaknya lalu terlihat gugup dan bertanya kapan Ha Won ada waktu luang.  Ha Won binggung kenapa Ji Woon tiba-tiba bertanya seperti itu. Ji Woon meminta agar Ha Won Pergi dengannya. Ha Won menanyakan alasanya dengan menahan senyuman bahagia. Ji Woon mengatakan kalau waktu itu mereka pulang begitu saja dan bertanya apakah Ha Won tak mau.
Ha Won langsung menjawab kalau ia mau pergi lalu terlihat gugup. Ji Woon mengaku kalau Ada yang ingin dikatakan, Ha Won binggung apa yang ingin dikatakan. Ji Woon yang terlihat gugup memilih untuk pamit pergi saja. Ha Won tersenyum melihat Ji Woon yang pergi dengan wajah gugup. Ji Woon pergi ke sisi rumah kesal sendiri karena tidak bisa memberikan hadiah itu pada Ha Won. 


Ha Won duduk dibalkon dengan senyuman bahagia, memikirka apa maksdunya Ji Woon yang ingin mengatakan sesuatu padanya. Seo Woo datang bertanya apa yang sedang dipikirkan Ha Won, Ha Won menyangkal bukan apa-apa. Seo Woo yakin itu pasti ada sesuatu. Ha Won tetap mengatakan kalau bukan apa-apa.
Apa itu  karena Hye Ji?” ucap Seo Woo, Ha Won terdiam karena Seo Woo berpikir Hye Ji
Kenapa? Apa keadaan ini membuatmu tidak nyaman untuk berbagi kamar dengan Hye Ji?” tanya Seo Woo, Ha Won mengatakan  bukan seperti itu
Bersikap baiklah padanya saat dia disini, dia itu kasihan sekali ‘kan.  Tiba-tiba saja hal buruk terjadi pada ayahnya dan kehilangan rumah juga Bersikap baik padanya dengan cara Eun Ha Won” pesan Seo Woo, Ha Won terdiam karena Seo Woo pun memberikan perhatian pada Hye Ji 

Ha Won dikamar sambil membaca buku, Hye Jin sibuk membuka koper lalu memasukan beberpa baju ke dalam kotak dan akan keluar kamar. Ha Won bertanya mau kemana,  Hye Ji mengatakan ingin mencuci pakaian, Ha Won meminta Hye Jin  agar memberikan saja padanya. Hye Ji pikir tak perlu.
Ruang cucinya bukan di rumah ini. Aku akan membawanya kesana!” kata Ha Won ingin membantu.
Kau tidak perlu  melakukan itu untukku.” Ucap Hye Ji menolaknya.
Aku merasa aku belum melakukan apa-apa padamu sejak kau tinggal disini, Jadi Serahkan saja padaku” kata Ha Won, Hye Ji pun membiarkan bajunya dicuci oleh Ha Won. 

Hye Ji melihat bajunya yang terkena luntur dan menciut, Ha Won meminta maaf dengan wajah bersalah, kaena ingin cepat mengeringkannya jadi masukkan ke mesin pengering tapi... Hye Ji tak mempermasalahnya karena memang sudah terjadi. Ha Won lalu memberikan baju training yang biasa digunakanya karena setidaknya bisa mengunakan pakaian itu sementara.
Aku akan mengganti pakaian itu nanti.” Kata Ha Won berjanji, Hye Ji pikir tak perlu karena tadi itu  hanya baju lama, Ha Won pikir tetap saja harus mengantinya.
Atau, apa aku belanja pakaian saja dengan Ji Woon nanti” kata Hye Jin, Ha Won terdiam karena Hye Ji ingin pergi dengan Ji Woon lagi.

Aku sudah mengakui perasaanku pada Ji Woon. Apa kebetulan kau sudah tahu?” ucap Hye Ji, Ha Won terdiam karena memang sudah mengetahuinya.
Saat aku terluka karena Hyun Min Dan aku tidak tahu apa yang harus kulakukan karena masalah ayahku... Orang yang selalu ada disampingku adalah  Ji Woon. Itu sebabnya.... Aku akan coba kencan dengannya.” Kata Hye Ji lalu pamit pergi karena akan keluar untuk membuang bajunya.
Ha Won langsung bertanya apa yang dikatakan oleh Ji Woon, Apa dia.... sudah memberikan jawaban. Hye Ji menjawab sudah memberikan jawaban,  menurutnya mungkin Ji Woon punya perasaan yang sama dengannya dan pasti Ha Won juga berpikiran seperti itu. 


Tuan Kang duduk dalam ruanganya, teringat kembali saat istrinya membeli dasi di mall, mengatakan ingin membelikan hadiah yang mahal, pada pria yang masih muda sehingga bisa memakai sesuatu yang mencolok lalu memilih dasi warna merah, tapi ternyata hadiah itu bukan untuknya.
Yoon Sung masuk ruangan menemui Tuan Kang yang memanggilnya. Tuan kang memerintahkan agar Yoon Sung mengawasi istrinya. Yoon Sung kaget mendengarnya. Tuan Kang meminta agar melaporkan padaku kemana dia pergi dan dengan siapa dia bertemu secara detail. Yoon Sung ingi tahu alasanya, tapi Tuan Kang hanya diam akhirnya Yoon Sung mengatakan sudah mengerti perintah Tuan Kang. 

Nyonya Park memijat kembali Nyonya Ji mengajak ngobrol dengan membaas kalau mendengar nyonya dan suami nyonya hidup bahagia sebagai pengantin baru, menurutnya walaupun bukan pertama kalinya nyonya Ji menikah Namun, mereka berdua sangat bahagia dan itu Sungguh menyenangkan
Apa maksudmu, bukan pertama kali aku menikah?”kata Nyonya Ji membuka matanya, Nyonya Park pura-pura kaget kalau itu memang tak benar.
Aku hanya mendengar kalau ini bukan pernikahanmu yang pertama, jadi...” kata Nyonya Park binggung, Nyonya Ji bertanya siapa yang mengatakanya.
Oh, ahh...soal itu... Sejujurnya... para istri presdir Joonmyung Group dan Jaeil Group Mereka berdua datang belum lama ini, dan tidak sengaja mendengar pembicaraan mereka” cerita Nyonya Park, Nyonya Ji tak percaya kalau keduanya itu membicarakanya.
Aigoo, mungkin karena kau lebih cantik dan lebih kaya daripada mereka, jadi mereka buat gosip palsu karena iri Tapi jangan khawatir, nyonya! Mulai sekarang, Aku akan menyampaikan padamu  semua yang aku dengar, sebagai pelayanan khusus” ucap Nyonya Park bangga, Nyonya Ji malah bangun dengan mata melotot marah.
Ada apa denganmu?!! Aku rasa dari awal kau sudah terlalu banyak bicara tapi... Apa kau senang menggosipkan orang lain?” teriak Nyonya Park marah, Nyonya Ji binggung karena bukan ia yang mengatakan hal itu semuanya  dan hanya mengatakan apa yang didengar..
Cukup! Aku akan bicara ke manajer untuk memecatmu jadi bersiap-siaplah” kata Nyonya Ji marah, Nyonya Park panik memohon agar tak melakukanya.
Nyonya Ji keluar dari tempat spa, lalu menelp Nyonya Kim dengan senyuman mengajak agar mereka bisa main golf bersama, lalu nada suaranya berubah sinis kalau Nyonya Kim yang sudah membicarakan dibekanngnya.
“Jika aku mendengar gosip yang aneh  soal diriku lagi... Kau akan menerima konsekuensinya” kata Nyonya Ji memperingatinya. 


Ha Won duduk dengan wajah sedih diatas tempat tidurnya, teringat kembali saat Ji Woon menciumnya di villa, lalu keduanya gugup saat tak sengaja tanganya menyentuh tangan Ji Woon ketika mengeringkan rambutnya. Ji Woon membelikan kue yang enak saat dirinya sakit, Ha Won tersenyum apakah kue itu untuknya, Ji Woon sinis memangnya kue itu untuknya.
Ketika didepan kuil, Ji Woon tiba-tiba menariknya lalu menatapnya dalam-dalam. Terakhir Hye Ji yang mengatakan Itu sebabnya ingin mencoba kencan dengan Ji Woon. Ha Won tertunduk sedih karena kesempatan dekat dengan Ji Woon hilang begitu saja. 

Hye Ji datang ke bengkel tempat biasa Ji Woon menyendiri. Ji Woon masuk ruangan bertanya kenapa Hye Ji datang ke tempat itu.  Hye Ji mengaku tidak bisa tidur. Ji Woon bertanya apakah ada yang dikhawatirkanya. Hye Ji mengatakan tidak ada.
Aku harus membeli sesuatu besok. Apa kau bisa menemaniku?” tanya Hye Ji, Ji Woon langsung setuju bisa mengantarnya. 

Nyonya Park menyapa receptionist masuk ke tempat kerjanya, si pegawai bingung bertanya apakah tak ada yang memberitahunya. Nyonya Park bertanya mengenai apa. Si pegawai memberitahu kalau Manajer bilang, mulai sekarang Nyonya tidak lagi bekerja disini. Nyonya Park kaget dan bertanya memangnya kenapa.
Jangan berlagak bodoh, Ini karena yang kemarin kau lakukan!” ucap si pegawai
Nyonya Park teringat saat Nyonya Ji marah besar  berteriak kalau Nyonya Park itu senang menggosipkan orang lain. Nyonya Park mengaku hanya mengatakan apa yang didengar, Nyonya Ji menegaskan akan bicara dengan managernya untuk  memecatnya. Nyonya Park berusaha menjelaskan pada pegawai itu kalau semua itu hanya salah paham, tapi si pegawai seperti tak bisa berbuat apa-apa. 

Nyonya Park pulang kerumah sambil menangis, Yoo Na binggung bertanya ada apa dengan ibunya,  Nyonya Park mengatakan melakukan hal gila karena anaknya dan sekarang, Yoo Na makin binggung kenapa ibunya menangis.
Aku hanya ingin menikahkan putriku tapi aku malah dipecat!” kata Nyonya Park, Yoo Na kaget mengetahui ibunya itu dipecat.
Bagaimana aku bisa mendapat pekerjaan lagi dengan usiaku ini?” keluh Nyonya Park
“Lalu Bagaimana dengan rencanamu untuk menjadi orang kepercayaan Nyonya Heneul Group?” kata Yoo Na panik
Diam! Bukan itu masalahnya sekarang!” teriak Nyonya Park kesal, lalu keduanya sama-sama menangis karena tak bisa dekat dengan haneul grup. 

Nyonya Ji sedang melakukan perawat tanganya, lalu melihat dari kaca seperti melihat bayangan anaknya, saat menengok tak melihat siapapun. Pegawai pun bertanya apakah membutuhkan sesuatu. Nyonya Ji mengaku seperti melihat seseorang.
Yoon Sung bersembunyi dibalik pintu teringat kembali perintah Tuan kang  Laporkan kemana dia pergi dan  dengan siapa dia bertemu secara detail. Ia seperti berat hati melaporkan semua yang dilakukan ibunya pada Tuan Kang. 

Hyun Min baru saja keluar dari kamar, melihat dari belakang sosok wanita yang mengunakan baju training dengan rambut yang berbungkus handuk berjalan ke dapur, merasa kalau Ha Won pasti keluar karena mau makan lagi, sambil mengejek kalau keadaanya bukan sedih tapi  Pasti ada parasit didalam tubuhnya
Hei, Kau harus mengeringkan rambutmu sebelum kau makan, Sudah lama kau tidak makan jeruk ‘kan?” goda Hyun Min sambil merangkul dan memegang kepala Ha Won, tapi ketika menengok ternyat bukan Ha Won tapi Hye Ji
Keduanya terdiam seperti tak bisa melakukan apa-apa, Hyun Min akhirnya ingin melepaskan tanganya tapi malah menarik handuk dan memperlihatkan rambut Hye Ji yang masih basah.  Hye Ji hanya terdiam, Hyun min dengan gugup meminta maaf karena berpikir kalau tadi adalah Ha Won. Hye Ji dengan kesal pergi dari dapur. 

Ha Won keluar dari kamar teringat kembali kata-kata Hye Ji yang ingin  mencoba berkencan dengan Ji Woon. Lalu ia memberanikan diri mengetuk pintu kamar Ji Woon, tapi tak ada sahutan. Hye Ji sudah mengunakan pakaian rapih keluar dari rumah, Ha Won bertanya apakah Hye Ji akan pergi.  Hye Ji menjawab  akan pergi bersama Ji Woon. Ha Won sedih mendengar keduanya kembali pergi bersama. 

Hye Ji masuk ke dalam mobil dengan Ji Woon yang sudah menunggunya. Ji Woon memeriksa saku celananya ternyata meninggalkan dompet di rumah, lalu bertanya apakah Hye Ji akan membayar semuanya hari ini. Hye Ji terdiam karena tak memiliki uang, Ji Woon berkata kalau hanya bergurau dan akan segera kembali
Akhirnya Hye Ji duduk sendirian dalam mobil teringat kembali pertanyaan Ha Won, apakah Ji Woon sudah menjawab. Hye Ji pikir Sudah jelas perasaan Ji Woon sama dengannya  dan pasti menurut Ha Won juga berpikir seperti itu. 

Ha Won yang kesal meminum air didapur berpikir mereka berdua memang akan pergi berkencan, lalu melihat Ji Woon yang berlari masuk ke dalam kamar. Ji Woon mengambil dompet dalam jas dan teringat kembali dengan kotak hadiah yang akan diberikan pada Ha Won.
Saat itu Ha Won datang melihat Ji Woon yang memegang kotak hadiah berpikir itu pasti untuk Hye Ji. Ji Woon langsung menyembunyikan dibalik badanya dan bertanya ada apa. Ha Won dengan sinis membalikan badanya. Ji Woon bertanya  Apa tidak ada yang ingin dikatakan Ha Won padanya. Ha Won mengatakan tidak ada.
Lalu, kenapa kau masuk?” tanya Ji Woon
Maaf karena aku tidak memberitahukanmu sebelumnya” ucap Ha Won dengan wajah serius, Ji Woon binggung dengan yang dikatakan Ha Won.
Aku pasti sudah gila jadi salah paham seperti ini” kata Ha Won kesal sendiri, Ji Woon pikir Ha Won katakan sesuatu yang bisa dimengerti
Aku sudah dengar semuanya dari Hye Ji. Jadi... jangan lakukan sesuatu yang membuatku salah paham lagi.. Aku Mohon..” kata Ha Won lalu pergi meninggalkan kamar. Ji Woon binggung melihat sikap Ha Won. 

Ha Won keluar rumah sambil menangis merasa  benar-benar bodoh dan sikapnya itu sangat memalukan sekali. Tuan Kang sudah ada didepan Sky House, Ha Won baru masuk rumah didatangi oleh Nyonya Beolgyo memberitahu Ayahnya datang. Ha Won tak percaya kalau ayahnya akan datang ke Sky House menemuinya.
Kapan dia datang? Dimana dia?” kata Ha Won lalu berlari memanggil ayahnya.  Tuan Kang sudah duduk diruang tengah menyambut Ha Won yang datang.
Ah, kau ini siapa?” tanya Ha Won binggung ternyata bukan ayahnya tapi orang yang tak dikenalnya.
Ini Aku! Apa Kau tidak ingat Aku? Aku, Ahjussi  Kang Young Jin! Aku yang menjalankan Dojo Tae Kwon Do dojo bersama ibumu!” kata Young Jin, Ha Won seperti mencoba mengingat ingat. 

Akhirnya keduanya bertemu dialam kamar dan Ha Won membawakan teh untuk Young Jin.  Young Jin berkomentar Ha Won benar-benar tinggal di tempat yang bagus, Ha Won mengatakan kalau hanya sementara tinggal dirumah itu,
Oh. Aku dengar Kang bersaudara yang kaya itu tinggal disini Wuaah,  ternyata kau benar-benar sudah hidup enak!!” komentar Young Jin iri
Kenapa kau menemuiku?” tanya Ha Won tak ingin berbasa basi. Young Jin sedang minum teh meminta Ha Won sabar karena bahkan baru saja sampai dirumhanya.
Apa kau tidak penasaran dengan kehidupan yang sudah aku jalani sampai sekarang?” kata Young Jin
Aku rasa Nyonya Beolgyo mengira  Ahjussi adalah ayahku Dan Aku piker ayahku benar-benar dating” komentar Ha Won
“Ah... mengenai hal itu...  Apa ibumu pernah bicara denganmu soal ayahmu? Maksudku, soal ayah kandungmu” kata Young Jin, Ha Won terkejut mendengarnya. 

Ji Woon sedang menyetir mobil teringat kembali kata-kata Ha Won “ Aku dengar semuanya dari Hye Ji. Jadi... jangan lakukan sesuatu yang bisa buatku salah paham lagi. Aku mohon”
Akhirnya Ji Woon menghentikan mobilnya, Hye Ji binggung kenapa Ji Woon tiba-tiba berhenti.  Ji Woon bertanya apakah Hye Ji mengatakan sesuatu pada Ha Won. Hye Ji binggung, Ji Woon ingin tahu apa yang dikatakan Hye Ji pada Ha Won.
Aku katakan padanya kalau  aku akan coba kencan denganmu” kata Hye Ji, Ji Woon kaget mendengarnya.
Selain itu kalau... kemungkinan perasaanmu sama dengan apa yang kurasakan. Apa itu... tidak benar?”ucap Hye Ji , Ji Woon hanya menatap ke arah luar jendela.
Aku terlalu cepat ambil kesimpulan. Jika kau tidak memiliki perasaan itu... Kenapa kau datang?” ucap Hye Jin
Maafkan Aku... Aku rasa, hari ini kau harus pergi sendiri Aku akan menemuimu nanti dirumah” kata Ji Woon, Hye Jin pun akhirnya turun dari mobil dengan sedih melihat mobil Ji Woon yang pergi meningalkanya. 

Ha Won menjatuhkan gelas tehnya, Young Jin panik melihat tangan Ha Won apakah ada yang terluka. Ha Won bertanya apakah Young Jin itu memang ayah kandungnya. Young Jin terlihat binggung tapi sangat mengerti jika Ha Won terkejut. Ha Won yakin Young Jin dengan ibunya itu  hanya berteman saja.
Ya, memang... Itu sebabnya aku selalu tidak enak dengan ayah yang sudah mengasuhmu. Aku benar-benar ingin menjadi ayah yang baik bagimu. Sekarang Kau punya ayah disini, jadi sebaiknya kita tidak hidup terpisah Jika kau bisa membantuku sedikit saja, maka Kita bisa tinggal bersama” ucap Tuan Kang memegang tangan Ha Won meminta izin.
Tolong, pergilah.... Aku bilang pergi!” teriak Ha Won berdiri dari tempat duduknya. Tuan Kang tetap diam, Ha Won pikir kalau begitu ia saja yang pergi lalu keluar dari kamar.
Nyonya Beolgyo melihat Tuan Kang seperti ada sesuatu yang aneh, Tuan Kang keluar dari rumah mengatakan akan kembali lagi nanti. Ji Woon baru datang melihat sosok Tuan Kang baru keluar dari rumah, sampai didalam rumah menanyakan kemana Ha Won pada Nyonya Beolgyo.
“Apa Kau tidak berpapasan dengannya? Seorang pria yang mengaku sebagai ayahnya Ha Won datang Tapi...sepertinya dia tidak senang. Dia mengaku kalau dia ayahnya, Tapi nona memanggilnya "Ahjussi. Itu agak aneh” cerita Nyonya Beolgyo. 

Ha Won berjalan di jembatan mengingat kata-kata Tuan Kang “ Kau punya ayah disini, Jadi sebaiknya kita tidak hidup terpisah. Jika kau bisa membantuku sedikit saja, maka Kita bisa tinggal besama.” Lalu mencoba menelp ayahnya tapi tak juga diangkat.
Ji Woon mengemudikan ayahnya, sambil bertanya-tanya dimana sebenarnya Ha Won sekarang. Ia teringat saat ditaman, Ji Woon melihat Ha Won yang masih memiliki ayah. Ha Won menceritakan tidak juga karena ternyata ia bukan anak kandungnya, lalu mencoba tersenyum menurutnya itu lucu.
Tapi, Apa kau tahu... Aku ingin pecaya kalau ayahku adalah ayah kandungku” kata Ha Won.
Ji Woon mencoba menelp Ha Won tapi ponselnya itu sibuk, Ha Won mencoba menelp ayahnya ternyata ponsel ayahnya  tertinggal di truk dan terlihat foto keluarga mereka.
Ha Won mencoba beberapa kali menelp Ayahnya tetap tak diangkata akhirny batterynya hampir habis. Lalu telp Ji Woon pun masuk, Ha Won langsung mengangkatnya sambil menangis. Ji Woon bertanya  keberadaan Ha Won sekarang. Saat itu ponsel Ha Won pun mati, Ji Woon berteriak memanggil Ha Won. Ha Won berjongkok menangis sendirian memikirkan nasibnya sekarang sambil memanggil ibunya. 
bersambung ke episode 12


FACEBOOK : Dyah Deedee  TWITTER @dyahdeedee09 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar