Senin, 27 Maret 2017

Sinopsis Tomorrow With You Episode 15 Part 2

PS : All images credit and content copyright : TVN
Doo Sik datang ke rumah Ma Rin berbicara di interkom dengan wajah gugup meminta agar bicara sebentar, pintu pun akhirnya terbuka. Ma Rin duduk bersama ayahnya merasa kalau Saat ini kurang tepat jadi lebih baik bicara lain waktu. Doo Sik mengatakan kalau So Joon tidak akan datang.
“Bagaimana bisa kenal So Joon?” tanya Ma Rin heran
“Aku sudah lama kenal dengan So Joon. Sejak 2009... itu Sudah sangat lama sekali. Aku ada di kereta itu juga... Di Stasiun Namyeong... Aku melihatmu di sana.” Kata Do Sik, 


[25 Maret 2009]
Doo Sik menjual sikat gigi dalam kereta api, saat melewati ayah So Joon beliau membeli beberapa sikat gigi dan uang kembali diberikan. Tapi Do Sik menolak memilih untuk memberikan barangnya sebagai kembalian. Saat pindah gerbong mendengar suara Ma Ri nyang menuduh So Joon mengambil fotonya dan salah satu penumpang mengenal Ma Rin sebagai Bap Soon.
Keduanya akhirnya turun, Do Sik yang kaget pun ikut turun melihat keduanya yang masih adu mulut, Ma Rin meminta agar menghapus sementara So Joon enggan memberikan ponslnya. Do Sik ingin mendekat tapi saat itu juga ledakan besar terjadi, So Joon panik langsung berlari turun ke rel sementara Ma Rin berteriak agar So Joon tak melakukanya. Do Sik pun shock untuk kedua kalinya. 

Ma Rin pun mengartikan Do Sik juga bisa menjelajah waktu bersama So Joon dan Juga yang membantu untuk mempertemukanya dengan So Joon. Do Sik membenarkan dan meminta Maaf karena Terlalu menyakitkan mengatakannya.
“Ma Rin... So Joon mungkin tidak akan kembali... dia tidak bisa kembali.Tapi, ...So Joon mengambil keputusan itu dengan sadar penuh akan resikonya.” Ucap Doo Sik sambil menangis.
“Kenapa tidak kembali? Katanya kau bisa ke masa depan juga. Apa Tidak bisakah menemukan dia? Cukup caritahu kapan dan dimana dia. Apa dia terluka?” ucap Ma Rin menjerit histeris.
“Tidak ada... Aku sudah mencarinya, Aku sungguh minta maaf harus mengatakannya. Tapi... So Joon tidak akan bisa kembali. Jadi, kau...harus menerima realita itu. Mulailah hidup baru. .” Kata Do Sik
“Tidak bisa... Kau tiba-tiba muncul di depanku. Kau bilang "Aku akrab dengan So Joon. Aku tahu masa depan." So Joon tidak bisa kembali." Apa Aku harus menerimanya begitu saja? Lalu aku mengatakan "Aku tidak akan menunggunya." Begitukah?” ucap Ma Rin marah. Do Sik hanya bisa meminta maaf sambil menangis.
“Kau muncul tiba-tiba setelah 20 tahun! Dan, apa yang sekarang kau katakan? Menyelamatkanku sekali... Apa Kau pikir lantas berhak meruntuhkan langitku? Kau menyuruhku melakukan ini dan itu.  Apa hakmu? Kau bisa melihat masa depan dengan jelas. Mestinya hari itu kau menyelamatkan So Joon, bukan aku! Kau bilang tahu segalanya! Kenapa kau membiarkan So Joon sendirian? Kenapa!? Aku ingin So Joon. Temukan dia sekarang!” ucap Ma Rin sangat berharap So Joon kembali. 


Gun Sook terlihat bermimpi buruk sambil mengingau agar diselamatkanya, lalu terbangun dengan wajah ketakutan da membangunkan So Ri karena merasa sangat ketakutan. So Ri seperti tertidur lelap tak medengarnya. Gun Sook akan mengambil minum dan dikagetkan dengan bunyi suara, ternyata suara TV dengan remote yang tak sengaj diinjak.
Ketika mengambil minum ponselnya berbunyi, Gun Sook langsung menjerit ketakutan sambil berjongkok. So Ri akhirnya bangun mendekati karean temanya itu terus berteriak dan menyuruhnya untuk pergi  ke psikiater. Gun Sook mengaku ketakutan dan membuatnya mimpi buruk.
“Aku tidak percaya ini, Dia bahkan menculik Ma Rin. Bagaimana kalau terjadi sesuatu yang buruk? Dia tidak akan kemari membunuhku, 'kan?  Ayo kabur!” kata Gun Sook takut pada Yong Jin, So Ri binggung kenapa Gun Sook mengajak dirinya. Gun Sook mengaku kalau kabur sendirian takut jadi meminta So Rin menemaninya. 

Ponsel Gun Sook berdering, melihat nama yang menelp merasa tidak sanggup menjawabnya. So Rin menyuruh Gun Sook menjawab karena Pasti ada yang ingin dikatakan. Gun Sook akhirnya mengangkat telp dari Bap Soon. Suara Ma Rin terlihat lemas
“Aku sudah dengar semuanya dari kantor polisi. Apa Kau tidak apa-apa?” kata Gun Sook khawatir
“Soal kecelakaan So Joon, siapa saja yang tahu?” tanya Ma Rin, Gun Sook mengatakan kalau hanya So Ri.
“Mulai sekarang, yang terjadi pada So Joon adalah rahasia. Aku mohon Tolonglah, demi aku... Beritahu So Ri untuk diam juga. Jangan biarkan dia memberitahu Ibuku. Dan Juga, kau jangan beritahu orang lain lagi, oke?” ucap Ma Rin, Gun Sook mengerti dan menyudahi pembicaraan. 

Ma Rin akhirnya hanya bisa menangsi lalu berhenti, kembali mennagis berhenti dan berulang-ulang sepanjang malam. Teringat kembali ucapan Ki Doong kalau harus menemui So Joon. Pagi hari Ma Rin datang ke rumah Ki Doong. Ki Doong membuka pintu dengan senyuman memberitahu kalau  So Joon belum sampai dan mengajaknya masuk. 

Jika masa lalu berubah, aku tidak tahu masa kini akan seperti apa.” Kata Ma Rin
“Saat So Joon sampai di sini, maka kita beritahu dia agar tragedi ini tidak terjadi. Agar dia tidak terluka.” Kata Ki Doong, Ma Rin langsung menolaknya.
Kau temui dia sendiri, Ki Doong.” Ucap Ma Rin, Ki Doong binggung apakah Ma Rin tidak akan menemui So Joon hari ini
“Meski kita ceritakan soal Kim Yong Jin, kedua orang itu tetap bernasib buruk. Dia akan dalam bahaya lagi. Saat So Joon sampai, katakan saja padanya bahwa dia ke luar negeri,  itu sebabnya kita tidak bisa menghubungi dia. Kurasa itu yang terbaik.” Kata Ma Rin
Ki Doong kaget mendengarnya, Ma Rin meminta pada Ki Dong agar mengatakan aklau hubungan mereka tidak berhasil dan So Joon merasa lelah, kemudian pergi jadi menyuruh supaya mengakhiri hubungan secepatnya dengannya. Ki Doong tak mengerti maksud So Joon.

“So Joon... Dia pernah berkata kami sebenarnya tidak ditakdirkan bertemu. Dia semestinya bisa hidup bahagia sendirian. Masa depan dia berubah setelah bertemu aku. Begitupun insiden dengan Kim Yong Jin. Seharusnya tidak terjadi.” Kata Ma Rin sedih
“Tidak. Ma Rin.... Jangan menyalahkan dirimu dan Bukan seperti itu. Kali ini, jelaskan saja apa adanya.” Kata Ki Dong
“Meskipun ia tahu, dia tetap terluka! Aku memikirkannya semalaman. Hanya ada satu jawaban. Satu-satunya cara adalah mengembalikan semua ke semula. Oleh Sebab itu, suruh dia cepat mengakhiri hubungan dengan aku. Katakan, kami sangat tidak bahagia. Jadi, minta dia mengakhiri secepatnya.  Bisakah kau lakukan? Kurasa, itu caranya menyelamatkan So Joon.” Ucap Ma Rin 



Saat itu Ma Rin berjalan pulang dengan melalui salju yang sedang turun, So Joon datang berlawanan arah dengan Ma Rin yang pergi.  Ki Doong melihat So Joon yang akhirnya datang senyumnya pun terlihat, So Joon dimasa lalu menyapa Ki Doong memastikan lebih dulu siapa dirinya.
Ki Doong tahu kalau itu So Joon di masa lalu, Ki Doong membenarkan  karena mereka janji ketemu tanggal 3 Desember dan Rasanya aneh bertemu dengan temanya seperti ini. Ma Rin masih tetap berjalan, sementara Ki Doong dan So Joon duduk bersama. 

“Aku menghilang, Ki Doong. Apa yang terjadi padaku?” ucap So Joon, Ki Doong mengatakan kalau So Joon ke luar negeri. Dan berpisah dengan Ma Rin. So Joon kaget mendengarnya.
“Sejak menikah, situasi kalian tidak pernah baik.”kata Ki Doong mengikuti sesuai yang diminta oleh Ma Rin, So Joon pikir temanya itu salah dan sedang mempermainkannya.
So Joon pikir tak mungkin seperti itu, karena Seburuk apa pun hubunganny dengan Ma Rin, tidak mungkin melarikan diri dan Ada alasan tidak mungkin melakukannya. Ki Doong sebelumnya minta maaf mengatakan agar So Joonn bisa kembali sekarang dan akhiri hubungan dengan Ma Rin Demi kebaikan keduanya. So Joon memperingatakan Ki Doong agar Jangan bicara omong kosong lalu keluar dari rumah. 

Soo Joon pergi dan melihat Ma Rin yang berjalan lewat didepanya, ia pun mengikuti Ma Rin dari belakang lalu melihat sebuah motor hampir menabraknya, Ma Rin pun terjatuh menghindarinya. Seorang pria mabuk mendekat ingin membantu tapi malah mengodanya.
Ma Rin pun berusaha untuk bergegas pergi, So Joon tak bisa mendekat karena ia sedang statusnya menghilang. Ma Rin pun sudah masuk ke dalam rumah, So Joon pun langsung memberi pelajaran pada pria yang mengoda istrinya. 

Ma Rin berbaring di rumahnya, merasa menyesal karena seharusnya melihat So Joon walaupun hanya dari kejauhan saja. Saat itu Ki Doong mengirimkan pesan
“Dia Datang lalu pergi.. Aku ada kabar bagus. Fakta bahwa So Joon datang dari masa lalu,  berarti So Joon masih hidup. Dia sempat mengatakan padaku dulu,  tapi aku baru ingat. Dia hanya bisa menjelajah waktu selagi dia masih hidup. Jadi So Joon jelas masih hidup.”
Ma Rin langsung bisa bernafas lega dan mengucap syukur mengetahuinya.

 [1 Bulan Kemudian]
Nyonya Cha terlihat sudah berdandan rapi dengan rambut yang terlihat modis, berkaca di depan spion mobil. Salah satu tetangganya menyapa bertanya apakah Nyonya Cha mau bertemu Ayah Ma Rin lagi. Nyonya Cha mengeluh kalau Doo Sik itu menjengkelkan karena terus minta bertemu.
“Aigoo...tapi kau kelihatan senang ! Kenapa tidak rujuk saja dengan dia?” ucap tetangga mengodanya.
“Ahh... apa kurangnya aku sampai melakukannya?” kata Nyonya Cha dan berjalan layaknya model. Si tetanga mengeluh melihat Nyonya Cha yang berjalan mengoyangkan pinggul. 


Keduanya bertemu disebuah cafe dan terlihat gugup, lalu Do Sik memberikan sebuah hadiah yang menurutnya sulit sekali didapat jdai meminta agar jangan berikan pada orang lain dan Jangan tunjukkan pada siapapun, karena memberikan hanya pada Nyonya Cha. Nyonya Cha berseri ingin melihatnya, tapi langsung cemberut melihat isinya ramyun Ohri.
“Apa Kau punya teman peneliti juga?” ucap Nyonya Cha kesal,  Do Sik pikir tak mungkin karena ia saja tak lulus SMA.
“Apa Kau minta aku datang untuk memberiku ramyeon? Ini lebih menjengkelkan lagi.” Kata Nyonya Cha, Do Sik mengaku kalau itu adalah oleh-oleh.
“Ada yang ingin kukatakan. Aku tidak ingin berdebat denganmu. Jadi Jangan marah, oke?! kelihatannya kau berbohong banyak pada Ma Rin soal aku.” Ucap Do Sik, Nyonya Cha merasa tak seperti itu.
“Saat kau berusia 20 tahun, kau bilang padanya, aku merayumu yang seorang gadis lugu.” Ucap Do Sik, Nyonya Cha pikir itu benar.
“Coba Lihat ekspresimu itu. Kau harus ingat, waktu itu aku baru 17 tahun. Kau yang menggoda murid SMU lugu sepertiku dan Sejujurnya, kau tukang bully di Naju jadi Aku takut padamu dan mencoba kabur, tapi tertangkap. Aku bahkan tidak lulus SMU gara-gara kau.” Kata Do Sik kesal
“Berhenti bilang aku lebih tua darimu! Kau yang bohong soal umurmu padaku! Apa Ini alasanmu mencariku? Kau menjadikan masa lalu sebagai alasan. Sebenarnya kau mencoba mencabik-cabik perasaanku.” Ucap Nyonya Cha marah
Do Sik mengaku kalau hanya khawatir soal Ma Rin. Nyonya Cha mrasa itu taktik kuno dengan menggunakan Ma Rin sebagai alasan mendekatinya, melihat Do Sik yang tidak menua, menurutnya ia juga tak menua  ndan menjadi keren jadi lebih baik mengaku saja. Do Sik heran mengakui apa maksdunya.
“Nada suaramu itu... Niatku tulus,  berada di sini karena mencemaskan Ma Rin.” Kata Do Sik
“Ma Rin hidup bahagia. So Joon ke Amerika memeriksa tanah,  mereka akan semakin kaya. Hidupnya luar biasa. Dia kesana kemari memperlajari sesuatu,  menonton pertunjukan, atau berlibur. Dia sibuk sekali akhir-akhir ini sampai aku sulit bertemu.” Ucap Nyonya Cha yakin
“Apa Kau sering menelepon dia?” tanya Do Sik, Nyonya Cha sudah mengatakan kalau Ma Rin sibuk
“Kalau begitu, apa kau tidak meneleponnya saat dia sendirian begini?” kata Do Sik marah. Nyonya Cha heran melihat Do Sik yang mendadak muncul dan marah-marah
“Kau ibunya dan dia kesepian! Kau mestinya sering telepon atau menengoknya.” Kata Do Sik kesal. Nyonya Cha heran dengan ucapan Do Sik. 



Ma Rin duduk dalam kamar dengan sengaja tirai yang tak dibuka, sambil melihat foto kenangan dengan So Joon mengunakan piama couple. Nyonya Cha menelp, Ma Ri mengaku sedang di jalan mau memotret. Jadi Kalau datang sekarang, mereka tidak bisa bertemu dan sampai larut malam.
“Kenapa juga aku menghindari Ibu?” ucap Ma Rin lalu turu dari tempat tidurnya.
Didepan pintu rumahnya, ia sengaja membuka lalu menutupnya kembali menyakinkan ibunya kalau sedang pergi keluar dari rumah mengatakan kalu So Joon juga baik-baik saja dan menutup telpnya. 

Ma Rin membawa surat dalam kotak pos ke rumah lalu dikagetkan dengan surat yang dituliskan So Joon padanya, lalu membuka ternyata itu suarat yang dikirimkan So Joon dari tepi pantai.  
“Untuk Song Ma Rin di masa depan... Hai, Song Ma Rin di masa depan. Sekarang bulan Oktober, 2016... Kita liburan ke pantai sebelum keberangkatan Se Young. Sudah lama aku tidak menulis surat. Baru saja , kau mengirimiku fotomu yang sangat cantik. Saat ini, kau belum tahu aku penjelajah waktu dan kita sangat bahagia.”
“Aku berharap tidak memiliki kekuatan menjelajah waktu. Sebagai gantinya, kekuatan untuk menghentikan waktu saja. Aku berdoa bahwa saat kau menerima surat ini, kau tidak akan membenciku. Bahkan meski masa depan kita tidak bahagia, aku cukup bahagia dengan keadaan kita sekarang. Jika aku bisa kembali ke masa lalu dan memilih lagi, aku memilihmu. Tolong jangan lupakan kenangan berharga kita. -Suamimu, So Joon.” 

Ma Rin langsung bergegas pergi ke lantai atas masuk ke ruangan kerja So Joon merasa tidak terpikir seperti itu, karena apabila  mengatur tanggal pengiriman e-mail ke masa depan, maka So Joon di sana bisa membacanya dan mulai mengetik.
“Halo... Aku baru saja menerima surat yang kau kirim saat kita berlibur ke pantai, dan aku membalasnya. Apa kau bisa membaca e-mail ini jika kukirim untuk tahun depan? Atau 2 tahun mendatang Atau lebih lama lagi?”
Ma Rin mengingat kenangan dengan suaminya saat membelikan kamera dan So Joon membuatkan ramyun. So Joon mengatakan kalau sedang membuat Ohri Ramyeon.Lalu So Joon diam-diam meengambil gambar saat Ma Ri tertidur, Ma Rin tersenyum setelah So Joon pergi karena suaminya mengambil foto saat tertidur.
Mereka pun punya foto kenangan saat ada di tempat tidur, wajah keduanya terlihat bahagia. Ma Rin pun berada di pangkuan So Joon saat melihat hasil foto, So Joon pun memeluk Ma Rin dengan erat.
“Aku menyuruhmu di masa lalu untuk berpisah dariku. Namun, di masa depan, aku menunggumu kembali padaku.< Bahkan meski butuh satu atau dua tahun aku akan menunggu. Saat menantimu, aku akan memikirkan cintaku padamu. Saat menggali kenangan berharga kita... Saat bermimpi bertemu lagi denganmu... Saat mendoakanmu tidak terluka... Bahkan meski kau berada di 10, 20, atau 30 tahun mendatang, aku tetap menunggu di sini. Aku mencintaimu. -Januari, 2017. Isterimu, Ma Rin.-”


 [2 Tahun Kemudian : Februari, 2019]
Ma Rin sedang mengecek tata cahaya pada fotonya dan terlihat gelap, So Ri datang memberitahu ada tamu yang ingin menemuinya. So Ri dan manager Chang datang mengucapkan Selamat atas pameran pertamanya. Ma Rin tak enak hati karena belum buka dan  mereka datang awal sekali?
“Kami harus membantu anggota keluarga, Apa kau Butuh bantuan?” ucap Manager Chang. So Ri mengaku butuh bantuan dan mengajak Manager Chang keluar sambil menanyakan umurnya secara blak-blakan.
“Dia diburu usia, jadi menggoda semua pria. Itu Bukan mustahil dia akan mempermalukan diri sendiri.” Kata Ma Rin melihat temanya itu sangat malang. 

Se Young memberikan sekotak kue dengan menanyakan persiapanya, M Rin mengucapkan terimakasih dan persiapannya hampir selesai. Se Young melihat Ma Rin juga mempromosikan Happiness. Ma Rin pikir dapat banyak foto di Happiness.
“Kau terlihat seperti fotografer profesional sekarang.” Komentar Se Young, Ma Rin pikir itu agak aneh. Karena tidak mungkin ditulis di dahinya 'fotografer'. Se Young pikir lebih baik begitu dengan nada mengejek
“Kau Berkelilinglah dan Aku mau memeriksa sesuatu dan Terima kasih banyak dengan kuenya”kata Ma Rin, Se Young pun berkeliling. 

Ma Rin keluar melihat standing banner [Pameran Foto Song Ma Rin] lalu bergumam dalam hati
“Di sini tahun 2019. Secepatnya aku akan menggelar pameran foto pertamaku Akan menyenangkan jika kau bisa menyaksikannya. Dimana kau sekarang? “ gumam Rin
Seorang wanita seperti pelayan rumah menjemur handuk di halaman, terlihat ada kantung infus dan juga alat pengantur detak jantung. So Joon berada di tempat tidur terlihat tanganya mulai bergerak.
Bersambung ke episode 16

FACEBOOK : Dyah Deedee  TWITTER @dyahdeedee09 
INSTRAGRAM dyahdeedee09  FANPAGE Korean drama addicted

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar