Minggu, 05 Maret 2017

Sinopsis Strong Woman Do Bong Soon Episode 4 Part 2

PS : All images credit and content copyright : JTBC
Kepala Genk kembali bicara kalau Bong Soon adalah satu-satunya cahayayang bersinar di dunia yang gelap ini meminta agar menerima mereka agar menjadi anak buahnya. Seorang berteriak pada Bong Soon meminta gaar menendang bola yang ada didekatnya.
Bong Soon melirik seperti  anak remaja itu mengejeknya karena perempuan. Akhirnya Bong Soon menendang dengan kekuatanya, bola itu pun melayang ke udara melewati lapangan. Semua remaja melonggo melihatnya.
Baek Tak dan Agari baru saja keluar kaget melihat sesuatu yang melayang cukup cepat diatas kepala mereka. Baek Tak yakin kalau itu Ada UFO, menurutnya Dobong-dong sangat menakjubkan jadi harus menempatkan sebuahbangunan besar tempat itu.  Bong Soon dengan bangga berjalan pergi, Semua remaja menyambutnya seperti ratu. 

Bong Soon pergi ke sebuah gedung sekolah dengan banyak anak SMA yang lalu lalang didepanya, seperti ingatan kembali saat masih SMA dengan Kyung Shim menjadi teman dekatnya.
Flash Back
“Anak SMA. Makhluk yang menjelma sebagai kecemasan remaja. Ada saat nya ketika anak-anak berpikirsemau jidat mereka, sampai mereka percaya bahwa Bumi tidak melingkari Matahari Dulu aku juga pernah jadi anak SMA yang seperti itu. Sekarang, kalau dipikir-pikir masa-masa SMA-ku merupakan masa-masa yangpenting dan menyulitkan dalam hidupku.Apa karena aku diharuskan untukbelajar dengan giat, bagimana menurut kalian?”
Seorang pemandu wisata memberitahu kalau batu didepan mereka  disebut "the Shaking Stone," yang tidak akan bisa bergerak, tidakpeduli sekeras apapun mendorongnya. Bong Soon datang dengan Kyung Shim yang mengambil gambarnya, saat itu tangan Bong Soon hanya menyentuhnya karena ingin foto.
Batu langsung bergerak dan jatuh, pemandu wisata dan turis Jepang melonggo kaget karena batu tersebut bisa bergerak. Bong Soon pun memilih untuk kabur merasa kalau terkadang membuat masalah untuk negara sendiri.

Bong Soon berolahraga ingin melatih otot tangan dengan bergelayut, tapi malah membuat tiangnya bengkok. Kyung Shim melihatnya langsung mengajak Bong Soon segera pergi. Di sore hari, Bong Soon kembali datang untuk memperbaiki tapi petugas sekolah memegokinya, Bong Soon memilih untuk kabur. Petugas sekolah dengan senter melonggo kaget karena tiang didepanya bengkok.
“Dan aku tidak sengaja merusak benda-bendayang sudah tak terhitung lagi jumlah nya. Semasa aku SMA adalah tahun terakhir,aku harus menyembunyikan kekuatan superku.”
Bong Soon sedang mencuci tanganya, Gook Doo lewat memberitahu kaluu menyukai  perempuan yang lemah lembut, seperti bunga kosmos karena akan inginmelindunginya. Bong Soon yang kesal tak sengaja mematahkan keran dan membuat dirinya basah kuyup.
“Fakta bahwa aku akan dikutuk jika aku menggunakankekuatan superku untuk hal-hal yang buruk tidak ada arti nya jika dibandingkan dengan betapatakutnya aku jika Gook Doo tahu tentang semua ini dan aku merahasiakan semuaini sekeras yang aku bisa.”
Bong Soon pun akhirnya pergi mengikuti kelas  merajut sebagai aktivitas ekskul, walaupun  kelas nya sudah di bubarkan sebelumbisa selesai merajut satu buah syal. Dan setelah masa penerimaan masuk perguruantinggi di adakan Ia  tidak tertarik dalam belajar dan hanya tertarik merajut, terpaksa menghadapi kenyataan.

[September 2009]
Nyonya Hwang bersujud berkali-kali di depan patung buddha bersama dengan Bong Soon, setelah itu Nyonya Hwang berdoa pada Buddha, agar membantu Bong Ki untuk masuk ke sekolah kedokteran Universitas Hansae dan memberitahu Bong Soon untuk bisa masuk ke perguruan tinggi mana saja.
“Aku tidak peduli di mana itu, selama itu masih sebuah perguruan tinggi. Hei... Kau Katakan dengan tulus, dan berdoa dengan segenap kekuatanmu! Kau tidak belajar, jadi yang hanyabisa kau lakukan hanyalah berdoa!” perintah Nyonya Hwang melihat anaknya hanya diam saja.
“Kau bisa lakukan apapun sesukamu mengenai perguruan tinggi. Tapi tolong, biarkan aku menjadi pacar nya In Gook Doo!” ucap Bong Soon dalam hati memohon pada Buddha.
“Aku membaca tentang Buddha dalam sebuah buku ketika aku berumur sembilan tahun Dan aku sangat tersentuh dengan apa yang aku baca. Aku berpikir bahwa harus mempercayai reputasi dan pengetahuan miliknya, dan berdoa. Namun, anehnya, aku tidak merasa lebih setia kepada Tuhan Buddha hari itu. Dia menertawakanku.”Bong Soon melihat patung buddha seperti tersenyum padanya. 

Bong Ki memberikan selamat pada Gook Do melihat papan pengumuman. Bong Soon melihat keduanya dan sudah siap dengan syal yang dirajutnya dan juga kartu. Bong Ki membahas Gook Doo yang pacaran dengan Ju Young. Gook Doo membenarkan, Bong Soon kaget mendengarnya ternyata Gook Doo sudah punya pacar.
“Wah, kau masuk ke akademi polisi seperti yang selalu kau inginkan dan bahkan bisa memacari Seo Ju Young, gadis terpopuler di sekolah! Kau beruntung sekali!” ungkap Bong Ki bangga. Bong Soon menahan rasa sedihnya karena tak bisa berkencan dengan Gook Doo padahal sudah berdoa lalu melihat kartu berbentuk love bertuliskan “Selamat atas penerimaanmu!” dengan syal buatanya ingin diberkn sebagai hadiah. 

Nyonya Hwang kembali ke wihara, mengucapkan terima kasih, Tuhan Buddha karan berkat doanya Bong Ki diterima di sekolah kedokteran Hansae. Ia pun meminta agar membantu Bong Soon, anaknya yang malang untuk masuk ke perguruan tinggi tahun depan. Bong Soon cemberut menatap Buddha karena tak mengabulkan doanya.
“Meskipun bukan perguruan tinggi empat tahun, tidak apa-apa. Tolong bantu dia masuk ke perguruan tinggi manapun,meskipun perguruan tinggi dua tahun, juga tak apa! Aku tidak peduli apakah itu perguruan tinggi yang banyak korupsi nya! Jadi tolong, Tuhan Buddha, bantulah dia!” ucap Nyonya Hwang
Bong Soon hanya diam menatap patung Buddha dengan tatapan sinis, ibunya memanggil menyuruh Bong Soon agar segera keluar. Bong Soon berjalan melewati jembatan dengan tebing yang cukup tinggi. Beberapa biksu kaget saat masuk ruangan doa, patung buddah berubah jadi menghadap belakang.
“Dia yang memunggungiku dan mengabaikanku duluan.” Gumam Bong Soon kesal. 

Bong Soon masuk kamar memperlihatkan pada Kyung Shin kalau membeli pakaian baru dari uang yang ayahnya berikan. Saat itu Gook Doo menelp, bertanya keberadaanya. Bong Soon memberitahu sedang ada dirumah. Gook Doo menyuruh agar keluar karena akan segera datang. Bong Soon ingin bicara tapi Gook Doo lebih dulu menutupnya.  Kyung Shim bertanya siapa yang menelp temanya itu,  Bong Soon mengatakan kalau itu Gook Do dan ingin mampir ke rumahnya sekarang.
Gook Doo memutar rekaman suara dari tunangan nya Kim Ji Won, wanita yang diculik itu dan ingin tahu apaka terdengar seperti suara yang didengar. Bong Soon mengingat saat dokter meminta agar memberitahu polisi karena pasien akan dibawa ke ruang operasi. Bong Soon rasa Bukan itu orang ini. Gook Doo pikir juga seperti itu.
“Ah, padahal tersangka itu harus dibawa ke pengadilan.”kata Bong Soon kesal
“Hati-hati... Ada banyak orang jahat di luar sana yang akan menargetkan wanita lemah sepertimu.” Pesan Gook Do. Bong Soon mengerti meminta agar Gook Doo menangkap tersangka itu.
“Apa semua nya baik-baik sajaantara kau dan Hee Ji-ssi?” tanya Bong Soon

“Dia sedang konser di luar Seoul hari ini, Orkestra kota tidak hanya tampil di Seoul saja. Bagaimana denganmu? Apa semuanya lancar-lancar saja? Maksudku Di tempat kerja.” Kata Gook Doo
Bong Soon menjawab Semuanya biasa-biasa saja. Gook Doo seperti tak begitu peduli lalu menyuruh Bong Soon untuk masuk. Bong Soon bertanya apakah Gook Doo  ingin kembali ke kantor polisi lagi sekarang. Gook Doo membenarkan ingin berjalan pergi. Bong Soon tiba-tiba memanggilnya.
“Semangatlah. Dan jangan sampai melewatkan makan. Kau adalah temanku.” Ucap Bong Soon seperti merelakan Gook Doo
“Berhenti mencemaskanku, pergilah.”ucap Gook Doo lalu pamit pergi. Bong Soon hanya bisa terdiam melihat sikap Gook Doo yang acuh padanya 


Bong  Soon pulang ke rumah, Kyung Shim berkomentar  temanya itu selalu lemas setelah bertemu In Gook Doo. Bong Soon mengajak Kyung Shim untuk nonton midnight karena benar-benar merasa suram. Kyung Shim setuju karna Pasti banyak sekali kursi yang kosong. Bong Ki baru pulang meminta minum dan Kyung Shim memberikanya.
“Hei, Do Bong Ki. Apa kau bertemu dengan pacar nya Gook Doo?”tanya Bong Soon sinis, Bong Ki membenarkan sore tadi.
“Aish. Padahal dia bilang kalau dia sedang ada konser di luar Seoul. Dasar Jalang licik.” Umpat Bong Soon kesa
“Hei, Bong Ki. Aku ingin nonton film jam midnight dengan Bong Soon. Apa kau Mau ikutan?” ucap Kyung Shim, Bong Ki seperti ingin menolak karean jadwal jaganya,  tapi akhirnya setuju dan bertanya mau nonton apa hari ini. 

Min Hyuk terlihat gelisah dalam rumahnya menelp Dong Suk kakaknya,  Dong Suk pun menanyakan kabar adiknyam merasa  Sulit sekali ingin bertemu, karena tidak ingin belajar main golf. Min Hyuk dengan nada serius meminta tolong pada kakaknya. Dung Suk mulai panik bertanya apakah terjadi sesuatu pada adiknya.
“Aku sering menerima ancaman belakangan ini Dan sekarang mereka bahkan menembakkan butiran baja padaku. Bukankah itu konyol? Padahal ini bukan taman bermain anak-anak.” Ungkap Min Hyuk kesal
“Apa?!! Siapa yang melakukan hal seperti itu?” tanya Dong Suk kaget.
“Aku juga ingin mencari tahu itu. Tapi aku mengasumsikan bahwa itu ulah dari salah satu kakakku yang lain.” Kata Min Hyuk, Dong Suk pikir itu Tidak mungkin!
“Apa kau tahu yang dikatakan bajingan itu padaku? Dia menyuruhku untuk menolak untuk mewarisi perusahaan Ayah. Siapa lagi pelaku nya? Jika mereka ingin aku untuk menyerahkan warisan itu?” ucap Min Hyuk


Dong Suk makin kaget, Min Hyuk merasa para kakaknya itu mengancam dengan cara yang sangat kekanakan mengunakan taktik yang akan menakutinya seolah dirinya yang masih 7 tahun yang selalu merasa takut, tapi bukan ancaman yang ditujukan untuk Presdir Ainsoft. Dung Suk meminta maaf pada adiknya merasa  tidak bisa membantu.
“Bukan itu maksud perkataanku tapi Bantu aku mencari tahu siapa di balik ini. Pasti pelaku nya antara Ahn Dong Ha, atau Ahn Kyung Hwan.” Ucap Min Hyuk. Dun Suk pun bertanya apa yang harus dilakukanya.
“Katakan pada mereka berdua jika aku menangkap mereka, maka aku akan membunuh mereka. Dan aku bukan lagi bocah berusia tujuh tahun.” Tegas Min Hyuk. 

Min Hyuk yang masih kecil di bully oleh dua kakaknya karena masuk kamar, lalu menghukumnya dengan masuk kedalam lemari. Min Hyuk hanya bisa menangis ketakutan dalam lemari. Dua kakaknya terlihat senang, Min Hyuk sambil menangis meminta maaf dan berharap agar bisa diselamatkan. Saat itu Duk Hwan datang meminta agar dua adik dan kakaknya menghentikanya, karena adiknya itu  tidak akan bisa bernapas.
Min Hyuk duduk didepan lemari pakainya menatap lemari yang selama ini menjadi kurungan oleh kakaknya dan menatap lukisan sebagai pintu masuk ruangan bawah tanahnya. 

Kyung Shin memberitahu Bong Soo kalau ada film yang diputar pukul 09:40, 10:40, dan 11:00 malam dan meminta agar memilihnya. Bong Soon pikir terserah temanya saja, pesan dari Min Hyuk masuk bertanya apa yang sedang dilakukan Bong Soon.
Bong Soon membalas akan nonton film. Min Hyuk bertanya Dengan siapa. Bong Soon kembali membalas dengan Seorang teman. Min Hyuk mengatakan ingin ikut. Bong Soon mengumpat marah karena Min Hyuk itu tak sadar kalau seharusnya jangan ikut.
Kyung Shim pun bertanya siapa yang mengirim pesan, Bong Soon menjawab itu Presdirnya kalau mau ikut nonton dengan mereka. Kyung Shim dengan wajah berbinar agar mengajaknya saja. Bong Soon langsung menolak karena bosnya itu bajingan gila. Kyung Shim tak peduli menyuruh Bong Soon agar mengajaknya saja.
“Aku akan membeli tiket nya. Berapa banyak orang yang akan ikut?” tulis Min Hyuk. Kyung Shim makin bersemangat mengajak agar temanya pergi. 

Ketiganya pun pergi bersama dari rumah. Agari melihat dengan teropong didalal mobil merasa  mereka akan pergi ke suatu tempat. Baek Tak bertanya Kira-kira mereka ingin pergi kemana. Agari dengan polos mengatakan kalau tak tahu. Baek Tak pun menyuruh agar mengikuti mereka secara diam-diam.

Bong Soon menonton film tiba-tiba menangis, Min Hyuk binggung melihat Bong Soon yang menangis. Kyung Shim panik karena membuatnya jadi pusat perhatian duduk disamping Bong Soon. Baek Tak dan Agari yang mengikutinya juga tampak binggung.
“Film Superhero adalah film yang paling menyedihkan di seluruh dunia! Dasar Sialan, aku berharap mereka akan berhenti membuat film seperti ini!” gumam Bong Soon.
Bong Soon memoles bibirnya dengan lipstik lalu menemui ketiganya yang sudah menunggu. Min Hyuk masih menatap heran dengan kejadian dalam bioskop. Bong Ki menjelaskan kalau kakaknya memang selalu menangis setiap kali melihat film superhero Seperti "Hulk", "Avengers," dan "Spider-Man."

“Kenapa? Apa kau merasa sedih disaat Hulk merobek celana nya itu? Apa kau sedih karena Spider-Man akan sulit bernapas karena topeng nya? Kau benar-benar aneh dan sungguh menakjubkan kadang-kadang.” Ungkap Min Hyuk mengejek, Bong Soon hanya bisa cemberut
“hei, Apa  karena perasaanmu masih kacau sekarang, Apa kau mau ke club?” kata Kyung Shim, Min Hyuk mengajak mereka pergi dan akan membayar. Mereka pun terlihat bersemangat untuk pergi ke club. 

Agari melihat Bong Soo dkk pergi ke club menurutnya  sedang bersenang-senang. Baek Tak yakin Bong Soon itu pasti memiliki kepribadian yang sangat ceria. Tapi Agari melihat Bong Soon yang menangis seperti orang gila selama nonton film
“Ya. Kurasa, dia memiliki sisi yang sentimental, juga.” Kata Baek Tak
“Mereka saling berpasang-pasangan dan sedang bersenang-senang.” Ucap Agari
“Dan pola kencan dia tampaknya cukup normal.” Komentar Baek Tak
“Tapi ia memegang tangan gadis itu saat pergi.” Kata Agari melihat Bong Soon yang mengandengn tangan Kyung Shim.
Baek tak tak banyak komentar mengajak pergi karena merasa lapar. Agari bertanya apakah mereka akan pergi ke club.  Baek Tak kesal apakan merekan akan pergi ke club untuk menghilangkan rasa lapar sambil mengumpat marah. Agari melihat salah satu orang yang bersama Bong Soon adalah Ahn Min Hyuk dari Ainsoft menurutnya Baek Tak harus masuk.

Bong Soon dan Kyung Shim minum banyak dalam club, Bong Ki khawatir melihat kakaknya yang terus minum meminta agar Jangan minum terlalu banyak. Kyung Shim pun mengajak agar turun dilantai dansa, Bong Soon dengan setengah mabuk pun ikut menari disamping tiang.
Min Hyuk melihat Bong Soon menari memberitahu Bong Ki kalau kakaknya  benar-benar mabuk. Bong Ki sudah melihatnya dan tahu kalau kakaknya itu tidak boleh mabuk. Min Hyuk pikir Bong Soon  sudah cukup aneh, disaat tidak dalam keadaan mabuk.
“Apa yang akan dia lakukan jika dia mabuk, memang nya?” tanya Min Hyuk, saat itu Bong Soon pindah ke tempat lain mencari tiang untuk menari sendirian.

Bong Ki mulai panik. Bong Soon memegang tiang dan dibuat binggung karena tiangnya malah lepas. Semua orang terdiam melihat Bong Soon yang sangat kuat. Bahkan Bong Soon menaruh tiang diatas pundaknya dan memutar-mutar seperti pedagang yang mengunakan pikulan. Min Hyuk hanya tersenyum melihat tingkah Bong Soon saat mabuk bisa mengeluarkan semua kekuatanya tanpa sadar. 


Bong Soon terbangun dari tidurnya dan berjalan ke ruang makan untuk mengambil minum. Ibunya langsung memukul dan mengumpat anaknya memang gadis gila. Bong Soon heran pagi-pagi ibuny ayang sudah memukulnya. Nyonya Hwang dengan nada tinggi bertanya apakah anaknya itu tak ingin yang sudah dilakuakan semalam.
“Apa? Memangnya apa yang aku lakukan? Kemarin... kemarin, aku menonton film Dan pergi ke klub lalu menari di klub...” ucap Bong Soon panik seperti merasakan sesuatu sudah terjadi
“Presdir tampanmu mengantarmu pulang semalam. Tapi apa kau tahu apa yang kau lakukan selanjut nya?” ucap Nyonya Hwang
“Apa??!! Apa yang aku lakukan? Apa aku muntah?” kata Bong Soon. Nyonya Hwang pikir Lebih baik  anaknya muntah saja semalam.
“Apa aku memukulnya?” kata Bong Soon makin panik. Nyonya Hwang pikir itu lebih baik memukul sampai babak belur. Bong Soon makin penasaran apa yang sudah dilakukanya. 


Flash Back
Bong Ki membawa Kyung Shim yang mabuk masuk dalam rumah dan membawanya ke kamar kakaknya. Sementara Min Hyuk memapah Bong Soon yang sangat mabuk, Nyonya Hwang panik melihat Min Hyuk yang mengantar anaknya pulang.
“Kau adalah Presdir dari perusahaan tempat kerja nya Bong Soon, kan?” ucap Nyonya Hwang, Min Hyuk membenarkanya.
“Ibu. Orang ini adalah brengsek total.”umpat Bong Soon, Nyonya Hwang panik memarahi anaknya yang sudah  diajari untuk bersikap sopan santun lebih baik dari ini dan terlalu banyak minum. Min Hyuk pun tahu.
“Ibu, dia gay! Hei, "log out" (keluarlah) dari sikap gay-mu itu sekarang!” kata Bong Soon, Ibunya pikir seharusnya "login?" dan meminta anaknya agar berhenti. Bong Soon tiba-tiba mencubit pipi Min Hyuk
“Hei, kau, isssh. Jika kau terusberkeliaran di dekat Gook Du Aku akan membunuhmu...” kata Bong Soon. Bong Ki melihat kakaknya panik menurutnya itu kebalikan dan mengajak agar segera pergi ke kamarnya.
“Hei.. Berhenti menatap pantat nya Gook Du! Dan jika kau menyentuh pantat nya Gook Du, aku akan membuat pantatmu menghilang dari tubuhmu! Ibu, ia seorang brengsek yang tak tahu diri! Aku ingin melepaskan diri dari orang ini,  Dan kembali ke kehidupan pengangguran dengan terhormat!” ucap Bong Soon. Keduanya panik langsung mengajak Bong Soon masuk kamar saja. 


Bong Soon benar-benar merasa menyesal dan frutasi, Nyonya hWang pikir Sekarang, lupakan saja rencana untuk menikahi dengan Min Hyuk tapi berlutut di hadapan nya dan memohon untuk jangan memecatnya. Bong Soon benar-benar hidupnya seperti diujung tanduk karena mabuk.
“Sekarang ini aku selalu pergi untuk berdoa di hadapan Sang Buddha, lalu semua ini terjadi!” keluh ibunya pergi ke ruang tengah
“Hidupku, yang sudah cukup memalukan seperti ini, semakin buruknya menjadi-jadi. Seperti nya sel-sel yang memperbaiki liverku secara mekanisme berpesat cepat ke tubuhku saat aku mulai mabuk semalam. Semalam, aku seorangwanita yang gila.” Gumam Bong Soon membaringkan kepalanya.
“Cepat Kenakan pakaian putih, gerai rambutmu, dan gelar tikar lau memohon pengampunan di tempat bos-mu! Memohonlah padanya!” teriak Nyonya Hwang pada anaknya. 

Gook Doo masuk ruangan memberitahu ketua tim mendapat laporan orang hilang, tapi ada sesuatu yang mencurigakan, korbannya wanita berusia 32 tahun, pemilik sekolah balet. Ketua Tim yakin kalau korban pasti sangat kurus, danmemiliki tubuh semampai.
“Ya, itulah yang sedang aku pikirkan. Ada sesuatu yang mencurigakan tentang itu.” Kata Gook Doo
“Cepat cari tahu... Mulailah, dengan tempat yang terakhir ia kunjungi.” Perintah Ketua Yook
Dua anggota lain datang,  memberitahu Hasil dari laboratorium forensik nya sudah sampai dan Jejak sepatu yang mereka temukan adalah model edisi terbatas dari tahun lalu merupakan Barang Designer. Ketua Yook makin tersenyum bahagia karena  semua nya jadi jauh lebih mudah untuk mereka.
“Haruskah kita melakukan investigasi tindak lanjut?” tanya anak buahnya. Ketua Yook menganguk. Semua pun bergegas. 

Wanita berbaju merah tersadar denga tangan yang sudah diikat, lalu terlihat ketakutan meminta tolong. Si pria memberitahu wanita itu kalau harus segera cepat sembuh, pengantin keduanya dan mengaku sangat suka  wanita yang kurus jadi harus kurus untuk mengenakan gaun pengantin dan makan hanya satu hari sekali.
“Aku mohon selamatkan aku.” Ucap si wanita ketakutan,
“Tentu saja. Apa kau pernah bertemu suami yang membunuh istrinya?” kata si pria seperti memiliki kelainan jiwa.
“Aku mohon selamatkan aku.” Ucap Si wanita kembali memohon, akhirnya si pria menamparnya.
“Diam kau... Aku benci wanita yang terlalu banyak bicara.” Kata si pria misterus.
Nona Kim dalam penjara masih mengunakan dress putih ketakutan memlih untuk makan yang diberikan untuknya. Sementara wanita kedua meminta agar diselamatkan dalam penjara disampingnya.

Gook Do memberitahu korban bernama Lee Joo Young. Pemilik sekolah balet, terakhir terlihat dua hari yang lalu sekitar pukul 23:00 di sebuah bar. Detektif Kim memberitahu Sebelumnya Nona Lee memanggil supir pengganti saat mememeriksa nomor telepon pengemudi nya, itu adalah nomor telepon Burner, yang  tidak bisa terpakai lagi
“Lacak nomor telepon burner nya. Dan kau tahu plat nomor nya Nn. Lee?”kata ketua Yook
“Ya, tapi tidak ada sesuatu yang menonjol. Kurasa, kita harus mencari aktivitas terbaru dari mobil nya.” Kata Gook Doo
“Pastikan semua yang kalian selidiki, harus dilakukan dengan diam-diam.” perintah Ketua Yook. Semua mengerti. 

Bong Soon menyikat gigi sambil bergumam tentang nasibnya yaittu Pilihan Pertama: Membawanya untuk di diagnosis oleh psikiater Dan bilang kalau ia  punya masalah mental yang membuatnya jadi bersikap gila secara mendadak.
“Dengan melakukan itu, aku bisa mencoba untuk mendapatkan simpati dari dia. Lalu Pilihan Kedua: Bersikap seolah-olah tidak ada yang terjadi. Dan Pilihan Ketiga: Berpendapat bahwa ia mengingat hal-hal yang salah karena dia juga mabuk.” Gumam Bong Soon.
Kyung Shim baru bangun membahas tentang Min Hyuk, merasa yakin dia tidak gay. Bong Soon pikir Pilihan Keempat: Memperkenalkan Min Hyuk dengan pria yang keren, tapi akhirnya ia mengeluh sendiri apakah itu saja pilihan terbaik yang dimilikinya. 

Sementara Min Hyuk baru saja selesai mandi mengingat saat Bong Soo mencubit pipinya menyuruh agar  "log out" (keluarlah) dari sikap gay itu sekarang Dan kembali ke kehidupan pengangguran dengan terhormat. Senyuman Min Hyuk malah terlihat saat mengingatnya.
Bong Soon yang gelisah melihat Min Hyuk yang lebih dulu menelpnya, Min Hyuk bertanya dengan gaya lembut apakah Tidur Bong Soon  nyenyak semalam. Bong Soon mengaku menyenyak dan bertanya balik. Min Hyuk pikir Untuk tidur nyenyak seperti itu rasanya tidak pantas. Bong Soon mulai panik dan mengaakan kalau ingin memberikan kesempatan lagi maka akan.... Min Hyuk menyela.
“Apa kau Sudah sarapan?” tanya Min Hyuk. Bong Soon binggung dan menjawa belum.
“Bong Soon. Kau tahu 'kan, aku akan bekerja hari ini? Baiklah, kalau begitu. Aku akan bertemu denganmu di sana. Makanlah sarapan dengan lahap dan jangan buru-buru untuk datang bekerja! Aku akan bekerja setelah olahraga. Kau tidak perlu datang lebih awal.” Ucap Min Hyuk lembut. Bong Soon mengerti walaupun terlihat binggung ponsel pun ditutup
“Apa begini rasanya, saat kau tidak mengerjakan PR tapi gurumu tidak masuk karena sakit? Dan kenapa suaranya jadi terdengar sangat enak di dengar dan manis? Ohh. Yesus dan Buddha akan begitu baik padaku!” gumam Bong Soon.
Ia duduk ditempat tidurnya merasa Min Hyuk itu  lumayan juga. Sementara Min Hyuk melihat Bong Soon itu mut sekali karena akan menghilangkan pantatnya dari tubuhnya, menurutnya Bong Soon sungguh sesuatu Dan aneh serta seksi. Ia dengan bahagia kalau Bong Soon iu si imut yang menggemaskan itu dan tidak bisa membencinya.


“Hei, tidak peduli berapa banyak aku memikirkannya. Kurasa dia tidak gay.” Kata Kyung Shim baru saja selesai mandi.
“Kyung Shim! Bukan itu yang penting sekarang tapi Kepribadiannya yang penting! Presdirku seperti orang yang hebat!” kata Bong Soon bangga
“Kau waktu itu menjuluki dia pria gila yang gay, kenapa malah berubah pikiran?” komentar Kyung Shim heran
“Saat seseorang bertanggung jawab menjalankan sebuah perusahaan besar mereka kadang-kadang.bisa sedikit gila” ucap Bong Soon membela
“Kau menghinanya habis-habisan, menjuluki dia kalau isi kepalanya dipenuhi kotoran. Dan kau pernah bilang kalau cara berpakaian dia seperti gisaeng yang sudah sinting!” kata Kyung Shin heran. Bong Soon langsung mengelak
“Dia hanya memiliki selera pakaian yang luar biasa, itu saja.” Ucap Bong Soon lalu pamit pergi berkerja dengan wajah bahagia.  Kyung Min merasa kalau temanya itu sudah sinting rupa. 

Bong Soon berjalan dengan riang pergi ke kantor, tak sengaja saat menyeberang  bertabrakan dengan seseorang lalu pria itu meminta maaf. Bong Soon terdiam mengingat saat dirumah sakit bertabrakan dengan dokter yang memiliki suara yang sama, seperti ia menemukan pelaku penculikan.
Bersambung ke episode 5

FACEBOOK : Dyah Deedee  TWITTER @dyahdeedee09 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar