Minggu, 19 Maret 2017

Sinopsis Strong Woman Do Bong Soon Episode 8 Part 1

PS : All images credit and content copyright : JBTC

Polisi datang menemui Bong Soon dan Gook Doo menanyakan keadaanya. Bong Soon meminta maaf karena terkejut jadi menekan tombol. Polisi pun pamit pergi karena sudah ada Gook Doo. Min Hyuk terlihat melihat keduanya dari atas tangga jembatan penyebrangan.
Gook Doo pun menanyakan keadaan Bong Soon, Bong Soon mengaku baik-baik saja dengan wajah sedih karena mendorong Gook Doo. Gook Goo pikir seharusnya mengantarnya dan  Bong Soon meminta maaf.  Gook Doo menyuruh Bong Soon tak perlu meminta maaf.
“Aku mendorongmu barusan.” Kata Book Soon merasa bersalah

“Ya, kau memang mendorongku, lalu kenapa? Tidak perlu khawatir.” Kata Gook Doo lalu mendekati Kwang Boo yang sudah babak belur.
“ Aku orang yang kena pukul. Apa yang terjadi disini?” kata Kwang Bok membela diri
“Aku hanya mencoba untuk menetapkan TKP. Kau pelaku yang tertangkap langsung di TKP. Kita harus ke kantor polisi dan jelaskan disana.” Kata Gook Doo.
Kwang Bok membela diri kalau dirinya yang kena pukul, Bong Soon memanggilnya ahjussi. Kwang Bok marah dipanggil Ahjussi. Bong Soon memberikan tongkat dan menjulurkan lidah untuk mengejeknya. Gook Doo membawa Kwang Bok dan menyuruh Bong Soon segera pulang. 


[Episode 8 – Satu Langkah Ke Depan]

Bong Soon akan pulang tapi saat itu namanya di panggil, Min Hyuk berjalan dengan Bong Soon menyurug agar Jangan lagi menyebabkan masalah dan Hiduplah dengan tenang. Bong Soon pikir tidak melakukan apa-apa tapi Mereka yang mencoba melawannya lebih dulu. Min Hyuk mengaku meras cemas karena Bong Soon.
“Tapi Omong-omong, ada apa kemari?” tanya Bong Soon.
“Aku mampir untuk membeli pie kenari. Kenapa?” balas Min Hyuk, Bong Soon pun tak banyak komentar
“Dunia ini terlalu berbahaya untuk orang tua yang lemah, dan wanita. Aku tidak akan menahan diri lagi.” Kata Bong Soon
“Bong Soon.. Besok kau harus bekerja di ruangan kantorku.” Ucap Min Hyuk melambaikan tanganya sebelum Bong Soon pergi menjauh, Bong Soon tiba-tiba kembali mendekati Min Hyuk.

“Aku akan menuntutmu. Aku akan menghubungi pihak Administrasi Tenaga Kerja. Kau dengan jelas mengatakan jika aku menangkap pelakunya nya, maka kau akan mengizinkanku untuk bergabung dengan tim Perencanaan dan Pengembangan. Kenapa bisa berubah pikiran seperti itu?” ucap Bong Soon marah
“Kapan aku bilang aku akan mengizinkanmu bergabungdengan Tim Perencanaan dan Pembangunan... Yahh. Aku memang mengatakan itu. Lalu Kapan aku bilang aku tidak akan memenuhi janjiku? Tapi,.. Bong Soon. Kau menangkap orang yang mengancamku. Tapi ada seseorang yang mengintaimu. Saat kau menangkapnya, kau boleh bergabung dengan Tim Perencanaan dan Pengembangan. Sampai saat itu, aku akan bekerja denganmu.” Jelas Min Hyuk
“ Memangnya apa hubungan nya dengan itu?” tanya Bong Soon
Bong Soon pikir dari awal Min Hyuk bahkan tidak berkeinginan untuk mengizinkannya masuk tim itu. Min Hyuk menegaskan bukan itu maksdunya, Bong Soon menegaska akan berhenti bekerja karena merasa sangat tidak adil. Min Hyuk pikir Bong Soon terlalu cepat menanggapi situasi ini, dengan menegaskan bahwa berada di pihak Bong Soon dan akan membantunya. Bong Soon seperti tak percaya dan memastikan dengan bertanya apakah ia  sungguh boleh bergabung dengan Tim Perencanaan dan Pengembangan. Min Hyuk mengangguk.

“Kau tidak boleh mengubah perkataanmu.” Kata Bong Soon, Min Hyuk mengajak berjanji dengan jari jempol dan kelingking.
“Lupakan. Kita keseringan berjanji-janji seperti ini.” Keluh Bong Soon menolaknya.
“Kenapa kau ingin sekali bergabung dengan Tim Perencanaan dan Pengembangan?” tanya Min Hyuk
“Aku ingin mengembangkan permainan.” Kata Bong Soon, Min Hyuk pikir mereka bekerja sama saja dan bisa melakukan itu sama-sama.
“Tidak mungkin... Aku ingin menuliskan laporan resmi pada game yang aku bangun sendiri. Aku ingin punya kartu ID karyawanku. Aku ingin menjadi seorang karyawan Perencanaan dan Pengembangan di Ainsoft.” Ucap Bong Soon yang bisa membanggakan diri dengan ID Card karyawan
“Aku tidak bisa mengerti dirimu. Kenapa kau malah membuang-buang waktu untuk yang tidak berguna?” keluh Min Hyuk
“Bukan begitu. Ini karena aku bersih dan rapi.” Tegas Bong Soon lalu pamit pergi. Min Hyuk menahan amarahnya memanggil Bong Soon melambaikan tangan dengan senyuman bahagia. 


Gook Do menginterogasi dengan Ketua Yook dimulai dari nama, Kwang Bok menyebutkan namanya dengan wajah babak belur.  Gook Doo dengan kesal berpikir seharusnya memasukannya ke dalam penjara tapi  Korban tidak ingin Kwang Doo untuk dihukum.
“Korban mencoba untuk membiarkanmu pergi. Kenapa kau mencoba untuk menculiknya lagi?” kata Gook Doo
“Kau bilang Dia mencoba untuk membiarkanku pergi? Menculik? Korban? Selama ini, aku harus tidur di rumah sakit. Dan aku harus memasang gigi palsu.” Ucap Kwang Bok melepaskan gigi palsunya, Ketua Yook melihatnya seperti jijik menyuruh agar mengunakan lagi.
“Pak, seluruh tubuhku berantakan sekarang. Aku hanya bisa menggerakkan lenganku dengan sangat rendah,  Aku tidak bisa cebok sendiri, jika aku tidak punya bidet. Orang mungkin akan bilang kalau aku orang tolol kalau mengatakan pada mereka bahwa aku dihajar oleh wanita. Jadi aku membiarkannya saja. Dia tidak membayarkan kompensasi atas lukaku. Tapi... Ini sangat tidak adil.” Ucap Kwang Bok
“Jadi, maksudmu, kau dihajar oleh Do Bong Soon dan kehilangan empat gigi, lalu tujuh tulang rusukmu patah.” Kata Ketua Yook, Kwang Sook mengaku sekarang sulit sekali untuk bernapas karena tulang rusuknya yang patah.
“Aku bahkan tidak bisa mengunyah cumi favoritku. Rahangku sudah tidak kuat lagi. Aku harus makan tofu setiap hari.” Cerita Kwang Bok sambil menangs.
“Jadi... Ini semua karena kau dihajar oleh wanita, kan?” ucap Ketua Yook
“Jangan mengatakan seperti itu. Dia bukan wanita.” Komentar Kwang Bok, Ketua Yook berkomentar kalau cerita Kwang Bok itu sangat miris
“Do Bong Soon bukanlah seorang wanita. Hanya orang-orang yang pernah dihajar olehnya, yang akan tahu.” Kata Kwang Bok
Gook Do terlihat marah bertanya apakah Kwang Bok berencana untuk memukuli Bong Soon. Kwang Bok mengaku kalau hanya mencoba untuk melakukan perlawanan. Gook Doo terlihat marah ingin memukulnya, Ketua Yook menahanya agar Gook Doo bisa tenang karena Daya pikir Kwang Bo sedang lemah jadi harus lembut padanya.
“Sudah kubilang, aku yang jadi korban. Sekarang tahun 2017, bukan tahun 1980-an. Apa yang terjadi disini? Aku tidak akan masuk ke sana. Ini bukan demokratis.” Teriak Kwang Bok menolak dimasukan ke dalam sel.
Gook Do tetap menarik Kwang Bok masuk ke sel di kantor, Kwang Bok berteriak marah kalau ini bukan negara demokrasi dan menjadi korban nya. Akhirnya Gook Do duduk di sisi lainya, mengirimkan pesan pada Bong Soon “Apa Kau sudah pulang dengan selamat?”
Lalu teringat saat Bong Soon melemparnya dan merasakan sakit bagian tubuh belakangnya. Seperti tak menyangka Bong Soon memiliki kekuatan seperti itu. Min Hyuk mengambil minum di dalam kulkas mengingat kejadian saat Gook Doo yang berusaha melindungi Bong Soon sampai memukul Kwang Bok berkali-kali.
“Mereka hanya teman... Tapi dia sangat membuatku resah.” Ucap Min Hyuk


Tuan Do mengucap syukur karena Bong Soon baik-baik saja menurutnya Pelakunya itu benar-benar psikopat tapi kenapa pria itu bisa datang lagi. Nyonya Hwang memuji putrinya yang cantik berpikir kalau merasa bersalah  Karena tidak dapat pelakunya. Bong Ki dan Tuan Do melonggo binggung mendengar Nyonya Hwang yang memuji Bong Soon.
“Kenapa hidupku selalu tidak sejalan dengan rencanaku? Sejak aku kecil... Aku tidak pintar  Dan sekarang semua nya tidak ada yang berjalan sesuai rencanaku. Kenapa aku tidak bisa memulai hubungan dengan pria yang aku sukai? Kenapa... aku...” ucap Bong Soon sambil menangis.  Semua bingung melihat Bong Soon terlihat sedih.
“Mengapa... aku... Mengapa aku tidak bisa bekerja dalam tim yang aku inginkan...” kata Bong Soon.
Nyonya Hwang mencoba menenangkan anaknya dengan mempelihat makanan yang baru di bawanya yaitu Ceker pedas kesukaan Bong Soon. Bong Ki juga melihat kalau sudah lama tak makanya, Bong Soon seperti luluh langsung duduk dan ikut makan.
“Kenapa aku sangat sederhana dan mudah dibujuk?” keluh Bong Soon dalam hati sambil makan ceker pedas. 

Bong Soon mengirimkan pesan untuk temanya “Kyung Sim, tidurmu nyenyak? Jangan khawatir, temanku. Aku akan berada disampingmu.Setelah itu ia bergumam sendiri dalam kamarnya.
“Sekarang, kepalaku penuh dengan berbagai pikiran. Aku benar-benar ingin menjadi karyawan penuh waktu di Ainsoft.Keinginanku untuk menangkap pelaku itu semakin kuat.”
Bong Soon pergi ke  kerja melewati jalan dengan rel kereta diatasnya, saat itu tanpa disadari si pelaku melihat Bong Soon seperti mengincarnya karena wanita itu yang membuatnya gagal membawa Kyung Shim menjadi calon pengantin lainya.

Bong Soon masuk lobby memberikan hormat pada super hero wanita impianya, Sek Gong datang membahas kalau menunda pemindahan Bong Soon ke Tim Perencanaan dan Pengembangan. Bong Soon membenarkan. Sek Gong mengeluh dengan sikap bosnya itu.
“Biasanya, aku akan melewati hariku dengan baik, jika aku melakukan ini.” Kata Bong Soon setelah menghormat pada poster Hero wanita.
“Kau sangat menakjubkan dan sudah menangkap pelakunya.” Komentar Sek Gong. Bong Soon mengaku ingin melakukan pekerjaannya dengan benar.
“Aku sangat terkejut. Kau belum pernah melihatnya. Dan dia terlihat psikopat. Aku rasa, pelakunya salah satu saudara Presdir Ahn.” Bisik Sek Gong, Bong Soon hanya diam saja. 


 Bong Soon masuk ruangan tak melihat Min Hyuk yang artinya belum datang, lalu melihat diatas meja sebuah laptop dan membuatnya. Ia dikejutkan dengan foto close up wajah Min Hyuk yang sedang mengedipkan matanya, menurutnya itu laptop bukan miliknya lalu menutup layarnya kembali.
Min Hyuk datang dengan wajah berbinar-binar bertanya apakah tidur Bong Soon nyenyak karena semalam tidrunay sangat nyenyak. Bong Soon bertanya apakah laptop itu miliknya.
“Katanya, kau ingin bergabung dengan Tim Perencanaan dan Pengembangan. Kau harus melakukan presentasi untuk Game-mu. Jadi Kau boleh melakukannya di sini.” Jelas Min Hyuk
“Apa Aku bisa melakukan semauku dengan itu?” tanya Bong Soon memastikanya.
“Ini milikmu. Jangan minta izinku lagi.” Kata Min Hyuk  Bong Soon pun mengucapkan terimakasih. 

Kwang Bok berada didepan sel tahanan, Gook Doo memperingatkan Kwang Bok kalau sampai menganggu Bong Soon lagi maka akan lupa cara mengunyah cumi-cumi, atau bahkan meminum air mungkin tidak akan bisa berjalan.
“Aku akan memastikan kau bahkan tidak bisa merangkak. Jadi Camkan perkataanku.” Ucap  Gook Doo
Kwang Bok keluar dari Sel tahanan dengan tongkatnya lalu memukul tanamanyanga ada didekatnya, sambil berkata kalau itu ternyat palsu bukan hidup.
Berita pun disiarkan oleh TV dan si pelaku bisa mengetahuinya.

“Kasus kejahatan terjadi lagi di Dobong-dong dan insiden penculikan yang membuat kasus ini menjadi kasus beruntun. Untuk menghentikan terjadinya insiden lebih lanjut dan untuk menghentikan protes dari warga sekitar, polisi telah memutuskan untuk melakukan investigasi terbuka.”
“Polisi hanya menggunakan bukti jejak tersangka sebagai petunjuk untuk menemukan pelakunya. Mereka juga berusaha untuk mengumpulkan nformasi untuk menemukan para korban. Profiler pidana menyampaikan pelakunya termotivasi oleh kebencian nya pada perempuan.”
Bong Soon dan Min Hyuk menonton berita dari ruangan dengan wajah serius

“Setelah kami mendapatkan informasi lebih lanjut tentang insiden ini kejadian ini sampai menarik perhatian warga di Inggris. Tujuan dari gerakan aktif ini untuk menghentikan rasa benci terhadap wanita. Pada 1970-an di Inggris, ada seorang pembunuh berantai yang membunuh 13 wanita. Ide gerakan ini datang dari para wanita di tahun 1970-an yang ingin memiliki kebebasan dan berjalan di malam hari tanpa batasan apapun.”
“Meskipun waktu telah lama berlalu masih ada kejahatan yang ditargetkan pada wanita. Kekejaman yang dilakukan orang kuat pada orang yang lemah. Hukum rimba boleh diterapkan di dalam hutan. Tapi dalam masyarakat manusia kekuatan tidak boleh digunakan untuk mengancam lemah. Itu seharusnya tidak pernah terjadi.” Gumam Bong Soon ingin melawan kejahatan pada yang lemah. 


Bong Soon terus mengambar karakter gamesnya terlihat sudah bisa bergerak, lalu memutuskan untuk pergi ke toilet. Min Hyuk melihat Bong Soon yang tekun sekali berkerja, lalu diam-diam ingin melihat ke meja kerjanya.
Ia kesal melihat wajah Jo In Sung yang terlihat pada layar wallpaper sedang memegang bunga, lalu menganti kembali dengan foto dirinya yang m menurutnya itu sempurna. Sek Gong masuk ruangan memberitahu Tuan Ahn datang ingin menemuinya. 

Min Hyuk bertemu dengan ayahnya sambil berjalan di sisi gedung lainya,  Tuan An berharap mereka tidak mendapatkan masalah lagi sebelum Rapat Pemegang Saham. Min Hyuk yakin Tidak akan ada masalah lagi dan hanya akan membiarkannya.
“Aku percaya padamu dan menghormati keputusanmu mengenai itu. Pemegang Saham sedang mengawasi kita. Jika mereka mulai berpikir bahwa sesama saudara berperang melawan satu sama lain, itu tidak baik untuk perusahaan kita. Dan umumkan pertunanganmu sebelum Rapat yang Pemegang Saham. Lalu sebelum kau membuat pengumuman itu, bawa dia ke rumah.” Kata Tuan Ahn
“Aku ingin mengenal dirinya secara perlahan.” Ucap Min Hyuk, Tuan Ahn pikir kalau  Lebih cepat lebih baik.

Bong Soon kembali  ke ruangan tak melihat Min Hyuk dalam ruangan  saat kembali meja di kagetkan dengan wallpapernya yang sudah berubah, akhirnya merubahnya kembali menjadi foto Jo In Sung. Ia pun mencari sesuatu dari internet untuk beristirahat sejenak
Berita online berjudul [Sudah korban keempat! Pelaku yang sama dengan Pelaku di Dobong-dong]. Semua ibu-ibu berkumpul menurutnya lingkungan mereka sudah sangat menakutkan sekali dan tidak bisa tinggal di tempat itu lagi.
“Kita harus berbagi ide, apa yang dapat kita lakukan, demi menjaga lingkungan supaya tetap aman.” Ucap Nyonya Hwang, Sementara di kepolisian dilakukan rapat.
“Pelakunya menargetkan wanita yang berat nya sekitar 40-48 kilogram. Dia menargetkan perempuan kurus.” Ucap Kepala Lee
“Kenapa dia menargetkan wanita yang kurus?” tanya Ibu Myung Soo kesal
“Mungkin dia suka wanita yang kurus. Bisa di asumsikan, itu adalah preferensi pribadi pelaku.” Ucap Kepala Lee seperti saling menyahut dengan ibu-ibu yang tinggal di lingkungan TKP.

“Apa para perempuan itu masih hidup?” tanya Ibu lainya.
“Ya, mereka masih hidup. Kami masih belum menemukan mayat satupun. Yang terbunuh saat wanita yang pertama itu...”kata Ketua Lee 
Ibu lain bertanya alasan si pelaku membunuhnya. Polisi memberikan gambar di layar bekas luka kalau korban melawan keras padahal pelaku tidak bermaksud untuk membunuhnya jadi yakin hanya kecelakaan. Ibu Jae Hoon mengetahui korban sangat kurus. Polisi  membenarkan kalau fitur tubuh yang sama.
“Ibu nya Gook Du bilang, ada drama yang seperti ini.” Kata Ibu Lainya.
“Ini poster dari salah satu drama yang tampil di Daehakno.” Kata kepala Lee
“Dalam drama itu, karakter utama menculik tujuh wanita. Dia akan menikahi mereka semua dalam waktu bersamaan.”cerita wanita lain yang membuat semua wanita ketakutan
“Kami telah mempersempit informasi dan menemukan bahwa ada tersangka yang mengenakan sepatu yang sama yang dikenakan oleh pelaku dan tersangka nya adalah karakter utama dari drama ini. Sepatunya hilang, dan kami pikir itu sangat mencurigakan Kami sedang melakukan penyelidikan mengenai dirinya.” Jelas kepala Lee 
“Korban nya sudah mencapai 4 orang. Kau tidak perlu lagi mengerjakan kasus ini, kirim Unit Investigasi Khusus untuk Divisi Patroli di daerah ini..” Perintah Kepala Kwon
Kepala Yook masuk ruangan memberitahu bahwa Petugas Patroli akan menemukan pelakunya. Detektif Kim kaget mendengarnya kaena mereka harus menangkap pelakunya supaya Detektif In Gook Du dapat di promosikan. Kepala Yook menegaskan mereka harus menangkap pelakunya. sebelum Unit Investigasi Khusus menangkapnya.


Bong Soon berdiri di depan ruangan Tim Perencanaan dan Pengembangan, wajahnya terlihat penuh pengharapan bisa masuk kedalam tim itu.  Min Hyuk mengagetkanya dan bertanay sedang apa. Bong Soon mengaku tak melakukan apa-apa dan mengajaknya untuk pergi.  
“Kita mau kemana?” tanya Min Hyuk
“Aku akan menangkap nya dan Aku tidak akan membiarkan polisi menangkapnya. Ayo.” Kata Bong Soon. Min Hyuk hanya bisa menghela nafas. 

Keduanya kembali berlatih dalam ring, Min Hyuk mengatakan mengajarkan keterampilan bela diri. Dan bertanya Apa keterampilan bela diri yang terbaik. Bong Soon menjawab menyerang. Min Hyuk meminta agar Bong Soo menyeranganya dan akan menunjukkan kemampuan membela diri terbaiknya.
Bong Soon mulai menyerang dan Min Hyuk bisa melawan dan membuat Leher Bong Soon patah dengan tanganya. Bong Soon kembali memberikan pukulan dan Min Hyuk bisa mencekik leher Bong Soon yang mungkin  akan meninggal. Bong Soon ingin melawan satu tangan, Min Hyuk bisa memelintirnya, Bong Soon pun menjerit kesakitan.
Min Hyuk menegaskan Bong Soon yang  tidak boleh menggunakan lengannya, lalu menjatuhkan begitu saja. Bong Soon terhempas begitu saja dengan wajah kesal, Min Hyuk menyuruh Bong Soon segera bangun, sekarang gantian kalau Min Hyuk yang akan menyerang dan Bong Soon yang membela diri.
Min Hyuk menyerang, Bong Soon bisa menahan lalu membantingnya dan memelintir tanganya, lalu mengunci leher dan menarik tangan dengan gaya jitsu. Min Hyuk menjerit kesakitan dan meminta dilepaskan. Setelah itu keduanya berdiri, Min Hyuk pikir Bong Soon itu membuat dirinya ingin menang. Bong Soon pikir ini tidak sulit.
Keduanya saling beradu dengan mata penuh dendam, Min Hyuk ingin membalas tapi Bong Soon lebih dulu membantingnya lalu duduk diatas tubuh Min Hyuk dengan mencekik leher dengan lenganya. Min Hyuk menjerit kesakitan untuk kedua kalinya.
Min Hyuk duduk lemas dengan rambut yang acak-acakan, Bong Soon memberikan minuman tapi Min Hyuk lemas tak bisa membuka sendiri dan meminta Bong Soon agar membuka untuknya. 

Mereka pun kembali berlatih dengan berlari di pinggir sungai Han. Min Hyuk melihat Bong Soon yang sudah mulai pandai berlari sekarang Bong Soon dengan bangga kalau sudah bisa mengatur kecepatan larinya. Min Hyuk menyuruh Bong Soon agar Lututnya  harus sampai ke dada.
Bong Soon mulai berlatih tinju dan menghindarinya, kekuatanya bisa di kontrol seperti manusia pada umumnya, dan mencoba menghindar dari pukulan. Min Hyuk pun memujinya.  Bong Soon juga berlatih melompat tali dengan benar.
“Pasti ada alasan mengapa aku diberi kekuatan khusus seperti ini. Orang yang memiliki kekuatan sedang menyalahgunakan nya. Aku akan menggunakan kekuatanku untuk menghancurkan mereka. Aku si kuat Do Bong Soon... Serang!” gumam Bong Soon yang berlatih tinju. 

Ketua Genk masih memungut sampah yang ada di lingkungan sekitar, Anak buah Baek Tak datang lagi dengan membuang puntung rokok sembarangnya. Ketua Genk menegurnya  agar  Jangan membuang puntung rokok. Tiga pria itu menyuruh mereka saja yang  harus ambil.
“Kau yang membuangnya. Lalu aku yang harus mengambilnya?” ucap Ketua Genk melawan. Tiga pria itu tak mau berurusan dengan anak kecil jadi menyuruhnya pergi saja.
“Hei... Apa Kalian anak SMA? Kalian sangat membantu. Kalian melakukan ini sebagai hukuman, kan?” ejek Pria lainya.
“Tidak. Kami sedang menjaga lingkungan kita supaya tetap bersih.” Kata Ketua Genk dengan mata menatang
Si pria merasa tak suka melihat tatapan matanya,  jadi lebih baik memukulnya. Ketua Genk tak takut, tapi akhirnya mereka kena pukul oleh anak buah Baek Tak bertanya Siapa atasan mereka dan dari kelompok mata. Semua sudah berlutut dengan tangan diangkat keatas lalu  diminta agar memanggil bosnya.
Salah seorang remaja menelp Bong Soon meminta agar datang  karena mereka habis dipukuli. Bong Soon yang sedang berjalan mengeluh karea sebelum sudah menyurh mereka memungut sampah, tapi malah membuat masalah.


Bong Soon akhirnya datang, semua langsung menyambut Bong Soon dan mengatakan kalau tiga pria itu akan mati sekarang.  Mereka salin berbisik kalau wanita itu namanya Do Bong Soon. Bong Soon pun bertanya apa yang mereka lakukan pada anak remaja itu.
“CobaLihatlah wajah mereka. Bagaimana kalian bisa melakukan ini?” ucap Bong Soon, dua pria merasa tak yakin kalau wanita itu Bong Soon.
“Apa kau Do Bong Soon yang terkenal itu?” tanya salah satu pria. Bong Soon pikir mereka lebih baik menyuruh para remaja itu pulang setelah iytu membicarakanya.
“Kami sedang mengawal Dobong-dong dan para perempuan di lingkungan ini. Dan Kami sedang bertugas jadi Sepertinya kami tidak bisa berbicara denganmu.” Ucap si pria. Bong Soon merasa ingin menghajar tiga pria itu.
“Jika kalian sedang bertugas, kalian seharusnya menjaga lingkungan.” Kata Bong Soon dan menyuruh semua anak remaja itu pergi.

“Nunim, aku hanya bilang pada mereka untuk jangan buang puntung rokok disini. Tapi mereka malah melemparkannya ke jalan.” Kata kepala Genk mengadu
Bong Soon terlihat marah, si pria malah dengan sengaja meludah dan mengenai sepatu Bong Soon. Bong Soon tak bisa menahan amarah mengajak mereka berkelahi saja. Si pria menyuruh Bong Soon lebih dulu memukulnay agar bisa membalasnya karena tak ingin dianggap sebagai pria yang memukul wanita lebih dulu.
“Jangan katakan apapun setelah kau kena pukul.” Kata Bong Soon memperingatinya. Si pria itu pun berjanji
Bong Soon bisa menghindar lalu dengan sedikit kekuatan bisa melintir dan menjatuhkan lawanya layaknya orang yang pintar berkelahi. Semua remaja pun bersorak gembira. Bong Soon memperingatakan agar  Jangan berani-berani mengganggu anak buahnya. 

Baek Tak berkumpul diruangan menerima laporan dan langsung berteriak marah kalau anak buahnay dihajar Do Bong Soon lagi dan mengeluh kalau Bong Soon terus menganggu mereka dan bertanya mereka itu dari kelompok genk mana.
“Dia bekerja sebagai freelancer. Ada yang bilang, dia dari Taiwan. Dan ada yang bilang dia dari... Dunia lain.” Ungkap Hyun Do, Baek Tak merasa ini  Sangat memalukan.
“Dia sudah merusak harga diriku lagi! Do Bong Soon bukan wanita tapi Dia adalah musuh kita. Mengerti?” kata Baek Tak, semua menjawab mengerti. Kwang Bo terlihat sibuk sendiri berusaha makan tahu dengan kesusahan.
“Tapi Omong-omong, bagaimana caraku untuk menghancurkan nya?” kata Baek Tak merasa kalau ini membuatnya pusing.
“Tidak semudah itu.” Ungkap Hyun Do, Baek tak lalu meminta Hyun Do agar mendekat
“Apa kau Pikir, aku tidak tahu itu? Siapa bilang itu mudah?” teriak Hyun Do sengaja berteriak dikuping Hyun Do.  Hyun Do terlihat mencoba merasakan kembali kalau kupingnya itu baik-baik saja. 

Kyung Shim berjalan di lorong rumah sakit dengan temanya dan bertanya apakah Bong Soon  tidak tidur di rumah Presdir Ahn lagi. Bong Soon mengatakan akan menjaga Dobong-dong dan melihat Kyung Shin S sudah boleh pulang sekarang. Kyung Shim juga mengaku kalau mulai bosan di rumah sakit.
“Kyung Sim, terima kasih... Terima kasih karena kau sembuh dengan cepat.” Ucap Bong Soon memegang lengan temanya.
“Hei... Tanganmu tidak terasa kuat.”komentar Kyung Shim yang merasakan perubahan
“Aku bisa mengontrol kekuatanku sekarang. Aku sudah mempelajari cara untuk menggunakan kekuatanku. Aku tidak seperti Do Bong Soon yang dulu.” Ucap Bong Soon bangga
Bong Soo lalu bercerita kalau Bong Ki sering bertemu pacar nya Gook Du dan ingin tahu apa yang harus dilakukanya. Kyung Shim melihat itu Cinta segitiga. Bong Soon melihat kalau Hee Jin itu  sangat jahat karean sudah punya pacar seperti Gook Doo tapi malah berbuat seperti itu. Kyung Shim pikir tak ada yang salah karena Bong Ki memang tampan dan akan memilih berkencan dengan Bong Ki saja.

Bong Soon mengeluh dengan sikap Hee Ji karena  tidak boleh mematahkan janji seperti itu menurutnya Setelah memutuskan untuk berkencan dengan seseorang, maka membiarkan dia di dalam hatimu, tapi kenapa perasaan cinta itu malah berubah, Kyung Shim menjelaskan kalau Perasaan bisa berubah dengan mudah saat berada dalam suatu hubungan.
“Cinta itu seperti jungkat-jungkit dan ayunan, Naik dan turun Dan bergerak. Siapa yang tahu itu akan terjadi? Seperti yang Ibumu katakan, kau bisa saja nanti jadi suka pada Presdir Ahn.” Kata Kyung Shim.  Bong Soon melonggo mendengarnya.
“Yah...Begitulah cinta... hei Do Bong Soon, kau ternyata tidak tahu.” Komentar Kyung Shim 

Gook Doo menunggu Hee Ji keluar dari tempat latihan Cello lalu mereka duduk bersama disebuah restoran. Gook Doo mengatakan sudah banyak berpikir dan  mengaku kalau semua ini kesalahanya dan ingat dengan perkataan temanya.
“Jika pria tidak bisa membuat wanita nya percaya bahwa dia mencintainya, maka perasaan wanita itu akan terus goyah. Aku minta maaf.” Ucap Gook Do. Hee Jin pikir bukan seperti itu.
“Tapi... Aku tidak punya pilihan. Karena... Ada orang lain yang selalu ada di dalam hatiku. Kurasa, aku selama ini menyukai seseorang... Sejak lama... Tapi Aku bodoh sekali karena baru sadar sekarang.” Akui Gook Doo
“Maksudmu, kau sedang berkencan dengan yang lain?” kata Hee Ji

“Tidak. Dia teriak padaku dan memarahiku setiap kali aku melihatnya. Dia seperti anak kecil. Aku selalu marah padanya. Tapi hatiku terasa sakit saat dia terluka, atau sakit. Saat seseorang menghina nya, rasanya aku akan gila.” Ungkap Gook Doo merasa menyesal.
Hee Jin melihat Goo Doo pasti sangat menyukai wanita itu. Gook Doo meminta maaf dan berhaap Hee Ji bisa pergi dengan nyaman. Hee Ji terlihat sedikit kecewa tapi tak bisa berbuat apa-apa.
Bersambung ke part 2

FACEBOOK : Dyah Deedee  TWITTER @dyahdeedee09 
INSTRAGRAM dyahdeedee09  FANPAGE Korean drama addicted


Tidak ada komentar:

Posting Komentar