Minggu, 05 Maret 2017

Sinopsis Strong Woman Do Bong Soon Episode 3 Part 2

PS : All images credit and content copyright : JTBC
Min Hyuk bertanya kapan Sek Kong akan bangun dariposisi tiduran tengkurap.  Sek Kong pikir sekrang lebih baik dan bisatidur miring mulai besok. Min Hyuk pun mencoba menekan bagian bokong untuk melihat apakah masih sakit. Sek Kong menjerit kesakitan. Mengaku kalau bokongnya sakit bahkan ketika batuk.
“Kau tahu apa hal hebat nya?Orang-orang yang dihajar oleh Bong Soon berada di dua lantai dibawah kamarku.Tapi yang paling mengejutkansalah satu dokter Residendisini adalah adik kembarnya!Bukankah seperti ini seolah-olah DoBong Soon adalah pusat alam semesta?” ucap Sek Kong
“Jadi kakak nya yang memberikan rasasakit, dan adiknya yang mengobati.Kombinasi yang menarik sekali.” Komentar Min Hyuk. 

Bong Ki berbicara dengan kakaknya, dengan mengingatkan berapa banyak pasienyangmeek terima karena Bong Soon, Ia meminta agar Bong Soon berhanti-hati karena belakang ini terus saja membuat masalah.
“Kenapa kau jadi sepertiini padaku, juga?Aku sudah sangat berhati-hati!Tapi belakangan ini, rasanya sangatsulit untuk mengontrol kekuatanku.” Kata Bong Soon juga merasa kesal.
“aku haruspergi sekarang. Pacar nya Gook Doo ada di sini.” Ucap Bong Ki, Bong Soon kaget dan mengikutinya. 

Bong Ki menyapa Gook Do yang sudah menunggunya, Bong Soon melihat pacar Gook Doo yang terlihat cantik dengan rambut panjangnya. Bong Ki memberitahu Hee Jin yang  harus menunggu 30 menit lagi,jika ingin bertemu dengan Profesor dan akan mengantarnya lebih dulu.
Hee Jin pikir akan menunggu. Gook Doo binggung kenapa Bong Soon ada dirumah sakit. Bong Soon memberitahu kalau Jari kaki Min Hyuk terlukan jadi datang ke rumah sakit.  Gook Do pun memperkenalkan Bong Soon dana adiknya pada Hee Jin. Hee Jin pun menyapa Gook Do mengaku kalau sudah banyak mendengar tentangnya. Bong Ki pun mengajak Hee Jin ruanganya dan lebih baik melakukan X-Raydulu sebelum bertemu Profesor. Gook Do langsung menarik Bong Soon untuk bicara. 

Bong Ki bertanya apa gejala sakitnya, Hee Ji pikir karena konser akan segera diadakan jadi terlalu banyak latihan,  maka pergelangan tangan dan jari-jariku terasa sakit bahkan rasa sakit nya sudah menyebar ke daerah siku maka dari itu tangannya terasa sangat lemas, sampai hampir tidak bisa memegang apapun.
“Kau bilang, kau adalah pemain cello, kan?” ucap Bong Ki melihatnya.
“Ada kemungkinan besar bahwa saraf jari-jarimu telah rusak. Kerusakan saraf yang terjadi ketika otot jari-jarimu digunakan terlalu sering. Kami hanya akan tahu pasti setelah kami melakukan tes darah dan mengambil x-ray.” Kata Bong Ki
Hee Jin terus menatap Bong Ki, Bong Ki pun bertanya tangan yang mana yang sakit. Hee Jin memberitahu tangan kirinya. Bong Ki memegangnya, tiba keduanya seperti merasakan sesuatu dan jadi canggung. 

Gook Do membawa Bong Soon ke lorong lain memarahi karean seharus menetapkan batas-batas dengan pasti untuk tugas-tugas pekerjaannya dan memutuskan untuk bilang ya atau tidak. Bong Soon hanya diam.
“Kenapa juga sekretaris harus bersama nya setiap waktu dan menerima perintah sepanjang hari? Apa Kau perawatnya?” kata Gook Doo marah
“Maksudku... Sekarang, ia tidak memiliki seorang sekretaris, jadi...” ucap Bong Soon, Gook Doo ingin tahu alasanya, Bong Soon pikir suda memberitahu kalau itu karena Tulang ekor patah akibat  adu ayam.

“Apa yang salah dengan semua karyawan di perusahaan itu? Kau terlalu mudah percaya pada pria, Bong Soon. Kalau pria bersikap baik, maka dia playboy! Dan jika dia tidak bersikap baik, maka dia penipu kawakan! Begitulah pria itu! Meskipun begitu, Presdir perusahaanmu terlihat seperti orang aneh.” Kata Gook Doo sinis
“Mengapa kau memperlakukanku seperti ini? Kau sudah punya pacar, lalu kenapa kau bersikap baik padaku?” kata Bong Soon dengan mata berkaca-kaca. Saat itu Min Hyuk mendengar pembicaraan keduanya.
Gook Doo sempat gugup, dan saat itu Hee Jin keluar diantar oleh Bong Ki untuk melakukan x-ray. Min Hyuk memanggil Bong Soon karena sudah menacri kemana-mana. Bong Soon pun langsung menarik kursi roda Min Hyuk dan bergegas pergi. 


Bong Ki mengantar Min Hyuk ke ruangan Sek Kong, Min Hyuk pun bertanya kenapa Bong Soon itu cemberut dan terlihat seperti baru saja melihat pacar nya orang yang disukainya, menurutnya Bong Soon itu sangat mudah dibaca.
Kwang Do dan anak buahnya ingin melihat Bong Soon dari depan ruangan, Bong Soon keluar ruangan. Semua pun langsung bergegas sembunyi. Min Hyuk terus berbicara bertanya apakah ucapanya itu salah, seperti tak sadar kalau Bong Soon sudah pergi.
“Apa Kau mengabaikanku?” ucap Min Hyuk, Sek Kong yang ada diruangan mencoba menjelaskan kalau bukan seperti itu. Min Hyuk akhirnya membalikan badan tak melihat Bong Soon ada bersamanya. 

Dokter bagian Xray menaruh tangan Hee Jin agar bisa mengambil gambar. Bong Ki diluar ruangan berbicara dengan dokter lain,  memberitahu Hee Jin adalah pemain cello, danjari-jarinya terluka jadi meminta agar menjaganya. Hee Jin menatap Bong Ki dari ruangan xray seperti merasakan jatuh cinta pada adik Bong Soon itu. 

Bong Soon pulang kerumah melihat anjing kesayangan yang kelaparan, Nyonya Hwang baru saja keluar rumah, Bong Soon bertanya ibunya itu kemana saja. Nyonya Hwang langsung bertanya apakah anaknya sudah tidur dengan Min Hyuk, Bong Soon menghela nafas mendengar pertanyaan ibunya, akhirnya membenarkan kalau sudah tidur.
“Aku tidur sangat nyenyak!” kata Bong Soon. Nyonya Hwang mengartikan kalau anaknya itu hanya tidur di sampingnya
“Ibu, sudah aku bilang! Orang itu tidak tertarik dengan wanita! Berapa kali aku harus bilang?” kata Bong Soon
“Dulu aku benci anjing sebelum kita mulai memelihara Choong Shim. Dan makanan favoritku adalah anjing rebus! Orang bisa berubah, kau mengerti?" ucap ibunya
“Orang dan anjing bukanlah hal yang sama. Kau tidak masuk akal!” ucap Bong Soon kesal. Ibunya mengumpat Bong Soon itu gadis menyedihkan.
“Kita mungkin miskin, tapi setidaknya kita harus coba untuk mempertahankan harga diri kita.” Kata Bong Soon kesal
“Apa Kau pikir bisa mempertahankan harga dirimu, padahal kau miskin? Kau gadis yang bodoh, bego, bloon... Hei.. Aku meletakkan daging di kulkas! Bakar itu untuk Bong Ki dan untuk makan malamnya, setelah itu buatkan sup lobak, dengan banyak wijen liar!” ucap Nyonya Hwang sebelum Bong Soon masuk rumah. Bong Soon memberitahu kalau harus mandi, ganti baju lalu pergi lagi.

Bong Soon baru saja mengambil pakaian ganti untuk mandi, ponselnya berdering terlihat nama [Pria Angkuh Yang Selalu Berkata Kasar] dengan wajah malas mengangkat ponselnya.  Min Hyuk pun memarahi Bong Ki yang menghilang tanpa mengatakan apa apun dan mungkin  ada orang jahat yang masuk ke rumah sakit. Bong Soon memberitahu kalau pulang untuk ganti baju.
“Ada sesuatu yang salah dengan sopan santunmu itu. Kau tidak memiliki akal sehat dengan yang nama nya pekerjaan.” Kata Min Hyuk menyindir
“Aku juga harus mandi! Apa, orang biasa sepertiku tidak diizinkan untuk mengurus kebersihan dasar mereka?” kata Bon Soon
“Bos-mu berada di sini, di ambang kematiannya, dan kau malah berdebat tentang kebersihan. Itu tidak masuk akal.” Keluh Min Hyuk
“Oh, aku sangat, sangat minta maaf membuatmu jadi peduli dengan kebersihan pribadiku.” Ungkap Bong Soon
“Setelah mandi, kau harus langsung lari kesini. Jangan malah mengeringkan rambutmu. Apa Mengerti?” kata Min Hyuk lalu menutup telp.

Min Hyuk membalikan kursi roda ingin mengisi waktu luang sebelum Bong Soon datang, saat itu melihat Baek Tak dan Agari masuk rumah sakit, seperti mereka para petinggi preman. 
Semua langsung menunduk dan berdiri tegak saat Baek Tak masuk ruangan. Baek Tak melihat keadaan Kwang Bok lalu bertanya apakah terluka parah., Kwang Bok dengan giginya yang hilang tak bisa bicara dengan jelas. Agari mengerti memberitahu Baek tak kalau Kwang Bok membuat kesalahan besar. Bae Tak mendengar kalau seorang wanita yang melakukan semuaini pada semua anak buahnya. Hyun Dong membenarkan.
“Itu sangat memalukan dan kami merasa bahwa telah merusak nama baik perusahaan kami, itulah sebabnya kami tidak bisa memberitahu Anda.Aku tahu ini mungkin sulit dipercaya, tapi ini yang sebenarnya.” Kata Hyun Dong
“Dan kudengar, kalau ini semua bukan ulah dari geng musuh kita yang lain. Apa Itu juga benar?” kata Baek Tak
“kita sudah menelusuri itu semua. Namanya Do Bong Soon, Orangtuanya memiliki toko kenari. Dan dia saat ini bekerja sebagai sekretaris di Ainsoft.” Ucap Hyun Dong
Baek Tak terdiam mendengar nama Ainsoft, menurutnya ituKebetulan yang sangat luar biasa. Ia pun menyuruh anak buahnya agar menemui Bong Soon dan kalau memang benar-benar ahli maka harus mengintainya dan kalau memang tidak bisa maka akan langsung kirim ke neraka. Hyun Dong pikir yang akan menghabisi Bong Soon meminta agar memberikan kesempatan.
“Bagaimana bisa kau membiarkan dirimu dikalahkan oleh seorang wanita? Rumor ini sudah menyebar seperti api! Aku sangat merasa malu sekarang! Kalian bisa dibilang seperti mengolesi wajahku dengan kotoran!” teriak Baek Tak merah
Kwang Bok ingin bicara, Agari kembali mengartikan ucapanya kalau Lidahnya sampai tertelan. Baek Tak menyuruh agar membawa Bong Sook kek hadapanya dan akan memastikan kekuatannya dengan matanya sendiri, kalau itu tak benar maka akan membunuh mereka semuanya. 

Bong Soon duduk diam melihat kacang kenari yang belum dikupas, saat ingin mengupas malam membuat semua kacangnya remuk. Ia bergumam sedih karena semakin kewalahan mengontrol kekuatannya dan kalau dipikirkan semua dimulai setelah hari itu. Ia pun melihat ponselnya yang rusak gara-gara Kwang Bok.
“Kau mengeringkan rambutmu sekarang, kan? Sudah kubilang, untuk cepat lari kesini. Ada tempat yang harus ku kunjungi.” Tulis Min Hyuk
“Jika seperti ini, aku bisa saja membunuh orang ini. Itulah yang aku takutkan.” Kata Bong Soon menahan amarahnya. 

Ketua Genk remaja terlihat tak percaya melihat sisa sol sepatu milik anak buahnya. Anak buahnya merasa ini sangat serius, ketua Genk bertanya wanita berapa umurnya. Remaja itu melihat Bong Soon yang sudah tua, terlihat biasa saja. Ketua Genk ingin marah karena anak buahnya kalah melawan perempuan lalu menyuruh agar membawanya.
Bong Soon baru saja berjalan pergi Min Hyuk mengirimkan pesan kembali agar Bong Soon cepat datang karena ingin segera pulang karena sangat membosankan dirumah sakit. Bong Soon mengeluh Min Hyuk yang selalu suka menyuruh.
Tiga remaja memanggil Bong Soon memberitahu tentang sepatu yang pernah ditariknya. Bong Soon menatap dan seperti mengingatnya. 

Kepala Genk pun bertemu dengan Bong Soon memastika kalau sepatu yang rusak Bong Soon yang melakukanya. Bong Soon membenarkan, kepala Genk meminta agar Bong Soon memperbaikinya dan mengancam akan membuatnya terlihat seperti sepatu itu.
“Aku tidak bisa melakukan itu.” Kata Bong Soon melangkah maju, semua anak buah melangkah mundur karena ketakutan. Kepala Genk merasa Bong Soon sudah tidak waras dan berpikir harus merampoknya.
Ia pun mengambil tas dan menyuruh anak buahnya agar bisa memeriksanya dan menyuruh Bong Soon tetap memperbaiki sepatu itu. Anak buahnya ketakutan memberikan dompet Bong Soon. Kepala Genk melihat isinya ternyata Bong Soon itu miskin dan tidak punya uang dan hanya punya uang 3ribu won dan struk belanja. Bong Soon meminta maaf karena hanya itu yang dimilikinya. Kepala Genk makin marah memukul kepala Bong Soon.

Bong Soon tak bisa lagi menahan amarah memelintir tanganya. Si kepala Genk pun menjerit kesakitan. Bong Soon pun langsung mengangkatnya, tubuh kepala Genk pun melayang. Semua terlihat sangat ketakutan. Bong Soo pikir mereka segera meminta maaf. Kepala Genk pun memohon ampun. Bong Soon pun menurunkanya lalu menyuruh anak buah naik ke mainan seperti komidi putar.

Semua tak melawan naik ke permainan, Bong Soon mendorongnya dan permainan pun berputar dengan cepat. Semua hanya bisa menjerit, saat berhenti semua terpental dan terlihat pusing. Bong Soon pun memberikan waktu 1 jam, dan bisa mengambil setidaknya satu kilogram sampah yang dimulai dari lapangan. Semua mengerti tanpa bisa melawan. Bong Soon pun meminta agar mereka orang yang baik, dan belajar dengan giat sert 3.000 won itu untuk beli makanan enak lalu pamit pergi
Sek Gong sudah bisa berbaring miring membahas tentang Presdir Ki m yang bicarakan sebelumnya dan akan bertemu dengan Min Hyuk minggu depan, Bong Soon pun masuk memberikan hormat. Min Hyuk memuji dengan nada menyindir setelah itu meminta untuk mengikutinya.
Bong Soon pun mengikuti, di depan pintu Min Hyuk dengan kaki yang pincang meminta agar Bong Soon bisa membantunya. Bong Soon pun memeluk membantu Min Hyuk berjalan. Baek Tak melihat sosok Bong Soon dari kejauhan. Kwang Sook yang ketakutan sampai plastik untuk air seninya luber. 


Bong Song masuk ke dalam mobil dan duduk dibelakang kemudi. Min Hyuk memberitahu sedang memeriksa harus memberikan berapa banyak untuk gaji tambahan Bong Soon, jadi meminta agar berhenti mengeluh. Bong Soon pun bertanya memangnya kenapa dengan "Etude" nya karena benar-benar tidak tahan, dengan ejekan Min Hyuk padahal Bosnya itu  tidak memperlakukannydengan adil!
“Yang benar itu “Attitude” kata Min Hyuk, Bong Soon tak peduli menurutnya Min Hyuk itu mengerti yang dimaksud.
“Kau seharusnya belajar di sekolah. Semalas apa kau dulu sampai kau...” kata Min Hyuk dan tak ingin membahasnya lalu mengajak segera pergi saja.
“Tubuh dan pikiranku sangat nyaman sekarang. Jangan bicara padaku. Aku ingin beristirahat.” Kata Min Hyuk, Bong Soon bertanya kemana mereka akan pergi.

Min Hyuk menekan GPS dan mengeluarkan suara ayam yang berkata “Tolong, menyetir tanpa mengatakan apapun.” Bong Soon mengerti dan langsung mengemudikan mobilnya. 
Gook Doo pergi ke sebuah toko coklat karena hari white day tepat tanggal 14 maret lalu bertemu dengan Hee Jin dengan meminta maaf karean membuatnya menunggu. Hee Jin pikir tak masalah karena barus saja sampai.
“Bagaimana jalan nya pengobatan untuk pergelangan tanganmu?” tanya Gook Doo
“Berjalan dengan baik, Temanmu sangat baik.” Cerita Hee Jin
Gook Doo pun memberikan sekotak coklat memberitahu kalau White Day, kan. Hee Jin tahu kalau Gook Doo  bertugas pada hari itu, Gook Doo membenarkan lalu meminta Hee Jin agar mencobanya. Hee Jin meraka coklat yang Sangat lembut dan manis.
“Aku bertanya-tanya, kapan hubungan kita akan manis seperti cokelat ini?” kata Hee Jin. Gook Doo hanya diam karena terlalu sibuk dengan pekerjaanya. 

Min Hyuk memberitahu kalau mereka akan bertemu dengan tiga tersangka yang sangat mencurigakan hari ini jadi meminta Bong Soon agar mCobalah mencari tahu yangmana tersangka yang memungkinkan. Seorang wanita menyapa keduanya saat baru masuk mengataan kalauSemuanya sudah menunggumu.
“Dia sekretaris pribadiku.” Ucap Min Hyuk pada ibu tirinya. Bong Soon pun memperkenalkan namanya.
“Oh, begitu. Ini adalah pertemuankeluarga, jadi harap tunggu diluar...” ucap ibu tiri. Min Hyuk pikir tak perlu karena Bong Soon adalah sekertarisnya.
“Dia tahu kalau kita semua tidak bisa dibilang sebagai keluarga.” Ucap Min Hyuk dan berjalan pergi.

Bong Soon melihat banyak makanan yang sangat enak dan mungkin belum pernah dicobanya, matanya langsung sumringah.  Pesan dari Min Hyuk masuk “Jangan sibuk senang-senang sendiri, coba untuk cari tersangka nya!” Bong Soon melirik sinis karena sudah tahu.
“Alasan mengapa aku memanggil kalian semua bersama-sama hari ini adalah untuk mengumumkan pewaris perusahaanku secara resmi. Alasan mengapa aku tidak membawa pengacara di sini hari ini karena Ini bukanlah masalah pewarisan uang atau saham tapi untuk memperjelas menetapkan pewaris Ohsung Group, dihadapan keluarga. Sudah saatnya untukku, untuk mundur sekarang.” Kata Ketua Ahn, Istrinya merengek pada perkataan suaminya.
“Fakta bahwa aku mendirikan Ohsung Construction dan diperluas untuk mencakup Ohsung Foods itu semua karena keberuntungan. Dan perusahaan kita sedang mengalami titik kritis sekarang. Apa perusahaan kita akan terus menjadi perusahaan konstruksi dan makanan tingkat menengah Atau apakah kita akan bisa memperluas secara lebih lanjut untuk membuat perusahaan kita menjadi perusahaan konglomerat?” kata Tuan Ahn.

“Abaikan semua pesaing kalian.. Jangan hiraukan peringkat kalian!Aku akan mewariskan itu pada bocahyang sangat ahli menangani manajemen! Kau yang ambil alih, Min Hyuk.” Kata Tuan Ahn
“Sebuah keputusan yang bijaksana, Ayah. Min Hyuk akan melakukan pekerjaan dengan baik.” Ucap kakak kedua Min Hyuk
“Kenapa Ayah membuat keputusan tanpamemikirkan pendapat yang lain nya?” protes kakak pertama.
“Dia berbuat semau nya, karenaini adalah perusahaannya.” Protes kakak ketiga.
“Aku mengerti.Tapi karena aku punyaperusahaan sendiriAku akan memikirkan cara untukku, untukmenggabungkan dua perusahaan bersama-sama.” Ucap Min Hyuk.

Kakak Pertama Min Hyuk sangat marah tak terima adiknya mengambil alih perusahaan seperti itu. Bong Soon menganalisis dari wajah Statistik Serangan: 70 dan Statistik Pertahanan: 35, menurutnya kakak yang pertama adalah Kakak yang sangat serakah  dan Mata pembunuh.
“Industri game adalahbinatang buas yang berbeda.Jika Ainsoft menjadibagian dari Ohsung Grup maka citra perusahaan akan menjadihal pertama yang berubah.” Komentar kakak kedua Min Hyuk
Bong Soon melihat Statistik Serangan: 15  dan Statistik Pertahanan: 30, menganalisis kalau Senyum lembut dan tatapan baik hati. Sementara kakak ketiga tak suka dengan Min Hyuk bahwa itu hanya perusahaan video game dan Semua yang dilakukan hanya memanfaatkananak-anak untuk mengambil uang mereka, menurutnya mana mungkin ayahnya memberikan perusahaan pada adik bungsunya.

Mata Bong Soon kembali melihat Kakak ketiga memiliki nilai Statistik Serangan: 80  dan Statistik Pertahanan: 60, dengan Tatapan sini mengartikan Seperti tidak puas dengan keadaan dunia. Ibu tiri Min Hyuk juga berkomentar sambil makan dengan lahap. Bong Soon melihat dua nilai statistiknya nol dan Hanya ingin makan.
Tuan Ahn mengatakan kalau melakukan inidemi perusahaan, lalu mengumpat marah pada anak yang tak menghormatinya. Bong Soon melihat kedua statistiknya bernilai 100  dengan Statistik Fisik diluar kendali karena menggunakan kekuatan fisik dengan senjata dan Seperti tipikal khas penjahat. Istrinya meminta sang suaminya untuk tenang dan duduk kembali. 


Keduanya kembali pulang, Bong Soon meyakini kalau tersangkanya adalah Tuan Ahn. Bong Soon bertanya untuk apa ayahnya melakukan itu padanya dan mengapa dirinya, akhirnya menyerah merasa Bong Soon tak membantunya.
“Dia terlihat seperti tipikal penjahat, di antara orang lain di sana.” Ucap Bong Soon
“Diam dan pergi ke Dobong-dong.” Kata Min Hyuk kesal. Bong Soon pun bertanya bagaimana dengan Min Hyuk.
“Aku bisa menyetir sendiri ke rumah,  yang pasti hanya karena jari kaki ku sakit, aku masih bisa tetap menyetir.” Ucap Min Hyuk
“Wow, padahal tadi kau ribut-ribut tentang itu!” keluh Bong Sook menyindir dengan berbisik. Min Hyuk memberitahu kalau masih  bisa mendengarnya.
Bong Soon ingin menyalakan musik, tapi Min Hyuk merasa kalau nan bicara Bong Soon seperti sedang mengumpat padanya. Bong Soon mengelak langsung mengemudikan mobilnya ke Dobong-dong. 

Seorang wanita sedang pergi minum-minum dengan temanya, lalu memesan sopir penganti. Seorang pria pun datang menghampiri menjadi sopir penganti.
Bong Soon menghentikan mobil akan turun disini, Min Hyuk melihat kalau itu bukan tempat tinggalnya. Bong Soon mengaku hanya sangat stres dan mengumpat dalam hati kalau semua karena Min Hyuk, Jadi akan mampir ke apotek karena perlu beberapa obat penghilang rasa sakit lalu turun dari mobil.
“Sekretaris Do! Langsung berangkat ke rumahku besok pagi. Dan datanglah lebih awal, mengerti?” ucap Min Hyuk
“Apa Kau tidak kembali ke rumah sakit?” tanya Bong Soon, Min Hyuk pikir untuk apa harus ke rumah sakit, padahal hanya patah jarinya saja. Bong Soon kembali mengumpat dalam hati lalu pamit pergi. 

Ibunya sedari tadi melihat dari tangga langsung menghampiri anaknya, dengan wajah berbinar karena Min Hyuk yang mengantarnya pulang hari ini. Bong Soon pikir ibunya sedang berpatroli dilingkungan karena bisa muncul di mana-mana. Nyonya Hwang pikir Min Hyuk itu  memiliki banyak waktu luang untuk mengantar pulang setiap malam.
“Ya, dia adalah orang yang paling menganggur yang pernah aku temui.” Ucap Bong Soon tak peduli dengan Min Hyuk
“Kau mungkin anakku, tapi kau punya kekurangan dalam berbagai bidang, kan? Makanya, kau harus berusaha lebih keras lagi!” ucap Nyonya Hwang,, Min Hyuk tak mengerti dengan ucapan ibunya itu.
“Kenakan pakaian yang lebih seronoh dan seksi! Coba kau lihat aku, Perempuan tidak boleh menghilangkan naluri seksinya meskipun umur nya sudah tua! Meskipun begitu, akan sulit untukmu, untuk dapat jodoh jika kau terus seperti ini. Apa kau Mengerti?” kata Nyonya Hwang, Bong Soon tak mengubrisnya menyuruh ibunya pulang saja karena ingin pergi ke apotik. 

Nyonya Hwang ikut Bong Soon ke apotik, Bong Soon meminta pereda sakit kepala karena stress dan meminta bentuk pil. Nyonya Hwang mengambil salah satu pembunuh serangga, dan menyemportkan pada kaki Bong Soon.
Saat itu seseorang masuk dengan pakaian hitam dan sempat menabrak Bong Soon karena menghindr dari semportan ibunya. Setelah itu pergi begitu saja dan Bong Soon kembali ke kasir dengan terpaksa membeli spray yang sudah disemportkani ibunya. Si pria terlihat melempar barang ke jok belakang dan pergi dengan mobil sedannya.
Keluarga Do makan malam bersama, ayahnya bertanya pada sang anak dengan pekerjaan Bong Soon sekarang,Apa kerja nya menyenangkan. Bong Soon seperti mau tak mau menerimanya. Tuan Do bertanya Apa Bosnya galak. Bong Soon pikir seperti itu danItu yang selalu dilakukan.
“Apakah dia melecehkanmu secara seksual, atau melihatmu dengan tatapan yang aneh?” ucap Tuan Do

“Ya ampun, bersihkanlah telingamu! Sudah berapa kali aku katakan? Bos-nya suka sesama pria! Aku sudah sangat marah tentang hal itu!” kata Nyonya Hwang 
“Apa Kau yakin tentang itu?”kata Tuan Do, Bong Soon mengangguk karena melihat gaya Min Hyuk melihat Gook Doo.
“Kurasa, dia mungkin naksir Gook Doo” ucap Bong Soon, semua kaget mendengarnya.
Bong Ki tak percaya karena Min Hyuk itu termasuk pria yang tampan. Ibu Bong Soon melihat Min Hyuk Dari kepala sampai kaki nya dipenuhi dengan karisma yang sangat menakjubkan. Bong Ki pikir itu bagus Min Hyuk itu gay, karena Jika tidak maka akan dikerumuni oleh perempuan.Nyonya Hwang melihat Gook Du punya cara yang aneh untuk menghalangi Bong Soon.

Bong Soon meminta ibunya berhenti karena membuat diri ibunya itu  terlihat buruk. Nyonya Hwang pun i tetap saja mendukung anaknya dan jangan pernah menyerah karena tak ingin dikalahakn oleh Gook Doo. Bong Ki merasa kalau Min Hyuk itu sangat aneh karena ingin dirawat di rumah sakit lalu dipulangkan dari RS sendiri.
Nyonya Hwang kaget, Bong Ki memberitahu Bong Soon yang menginjak kakinya. Ibu Bong Soon langsung memarahi anaknya menurutnya akan rugi bahkan jika mencuci kakinya.
Saat itu ponsel Bong Ki berdering, Hee Jin menelp mengucapkan terima kasih untuk segalanya di rumah sakit hari ini dan ingin menraktir makan sesekali. Bong Ki pikir Hee Jin tidak perlu melakukan itu. Hee Jin malah merasa bersalah kalau Bong Ki menolak. Bong Ki pun setuju karena  bekerja shift malam besok, jadi lebih baik makan siang. Hee Jin pun setuju akan menelp kalau sudah ada di dekat rumah sakit besok.

Nyonya Hwang bertanya siapa yang menelp anaknya itu, Bong Ki memberitahu kalau itu pacar Gook Doo.  Nyonya Hwang dengan nada sinis bertanya kenapa menelp. Bong Ki mengatakan kalau Hee Jin mengajaknya makan siang.
“Jangan makan siang dengan gadis manapun. Dan kenapa juga dia mengajakmu makan, padahal dia sudah punya pacar?” ucap Nyonya Hwang
“Dia tidak begitu cantik.” Komentar Bong Soon sinis, Bong Ki membela kalau Hee Ji itu benar-benar cantik. Bong Soon melihat Hee Jin itu hanya tersenyum dengan matanya.
“Hei... Kau harus melakukannya juga! Apa itu ilegal? Apa ada denda untuk melakukan itu? Buat gerakan seperti itu pada Bos-mu! Bukannya malah menginjak kakinya!” ucap Nyonya Hwang
Bong Soon tak ingin membahasnya lagi bertanya pada adiknya apakah  akan bertemu dengannya. Bong Ki pikir  akan lebih aneh jika menolak terang-terangan dan mungkin bisa mengajak Gook Doo juga. Nyonya Hwang melarang anaknya untuk bertemu Hee Jin.

Bong Soon protes kenapa tak boleh padahal sebelumnya menyuruh untuk tidur di tempat Min Hyuk dan kenapa tidak mengizinkan Bong Ki makan siang dengan seorang wanita. Nyonya Hwang menegaskan bahwa Bong Soon dan Bong Ki itu berbeda menganggap kalau Yang satu impor, yang satu lagi ekspor
“Kau harus membayar mahal untuk barang ekspor dan membayar murah untuk barang impor!” ucap Nyonya Hwang,
“Tapi Tunggu, jadi siapa yang impor dan siapa yang ekspor?” tanya Tuan Do, Nyonya Hwang tak ingin membahasnya menyuruh Bong Soon membeli bir lagi karena sudah habis. Bong Soon pun keluar dari meja makan. 

Mobil sedan berjalan melalui hujan yang turun dengan deras, si wanita seperti tersadar dari mabuknya, lalu dibuat binggung karena dibawa oleh sopir ke arah yang berbeda. Lalu panik melihat wajah si sopir yang sudah mengunakan topeng.
Bong Soon berjalan pulang dengan payungnya. Si wanita bisa keluar dari mobil dan berusaha kabur. Si pelaku turun dari mobil membawa pisau ditanganya. Si wanita yang ketakutan malah terjatuh, dan berteriak histeris. Saat itu Bong Soon menjatuhkan payungnya seperti bisa mendengar jeritan si wanita.
“Aku punya perasaan tidak enak, setiap kali akan segera menggunakan kekuatanku.” Gumam Bong Soon.
Bersambung ke episode 4

FACEBOOK : Dyah Deedee  TWITTER @dyahdeedee09 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar