Sabtu, 11 Maret 2017

Sinopsis Strong Woman Do Bong Soon Episode 5 Part 2

PS : All images credit and content copyright : JTBC

Kyung Min berjalan sendirian setelah berbelanja di supermarket, lalu merasakan ada seseorang yang mengikutinya dari belakang dan langsung berusaha berjalan lebih cepat.
Bong Soon sudah memasakan supnya tapi heran karena Kyung Min belum datang padaha. Supermarket dekat. Ia menelp temanya, Kyung Min yang sedang ketakutan mencoba mengeluarkan ponselnya dan ternyata si pelaku sudah ada didepanya. Kyung Min pun kenapa pukul beberapa kali dan berusaha untuk meraih ponselnya.
Si pelaku ingin memukul Kyung Min dengan pipa kayu agar pingsan. Saat itu Bong Soon dengan wajah penuh amarah menahan dan membuat besi bengkok, si pelaku menjerit kesakitan dan Bong Soon pun langsung menendangnya sampai mental. Bong Soon pun memeriksa keadaan Kyung Min yang pingsan. 

Bong Soon menangis didepan ruang UGD, Bong Ki keluar menenangkan kakaknya agar tak khawatir dan keadaan Kyung Min dengan lukadi rusuk nya memang cukup parahtapi tidak ada kerusakan permanen, jadi sudah sadar sekarang serta segera pulih karena temanya itu adalah seorang atlet. Bong Soon pun bisa mengucap syukur.
“Aku akan memindahkan dia keruang pasien umum sekarang.” Kata Bong Ki, Bong Soon menganguk mengerti walaupun wajahnya terlihat masih panik. 

Kyung Min akhirnya sadar melihat Bong Soon yang ada didekatnya. Bong Soon melihat temanya meminta maaf karena seharusnya ia sendiri yang pergi untuk membeli tahu. Kyung Min menanyakan sup buatan temanya itu.
“Jangan berani-berani nya kaumakan makanan enak sendirian.” Goda Kyung Min, Bong Soon menyuruh temanya agar beristirahat saja. 

Semua ibu-ibu berkumpul di cafe Tuan Do. Nyonya Hwang sebagai pemimpin merasa Jika seperti ini, maka gadis muda di lingkungan rumah mereka tidak akan ada yang tersisa jadi mengajak mereka agar berpencar menjadi 3 kelompok, untukmelindungi gadis muda dari Dobong-dong serta mereka semua yang harus melindungilingkungan mereka sendiri.
“Bagaimana dengan rentang usia?” tanya ibu bertubuh tambun. Nyonya Hwang pikir Dari usia 17 tahun sampai 30 tahun.
“Kami tidak bisa melakukan itu. Ada beberapa wanita di usia 40-an yang terlihat seperti seusia 18 tahun. Yang pasti, tersangka nya juga tidak akan bertanya dulu berapa umur mereka sebelum menyerang.” Kata Si wanita bertubuh tambun.
“Meskipun begitu, tampaknya ia hanya mengincar wanita muda yang kurus, jadi kita harus memprioritaskan mereka yang...” kata ibu Jae Hoon langsung disela oleh Ibu Myung Soon.
“Jadi maksudmu, wanita yang gendut tidak layak untuk dilindungi? Aku tidak percaya diskriminasi ini!” kata Ibu Myung Soon tak percaya.
“Penculik mungkin tidak terlalu ingin menculik wanita yang beratBerhenti membesar-besarkan masalah seperti ini!.” Kata Ibu Bong Soon 
“Apa penculik nya bilang padamu kalau dia tidak bisa mengangkat wanita yang berat? Kau bukan penculik nya!” kata Ibu Myung Soon marah 

Saat itu Baek Tak dan anak buahnya masuk,  memberikan selebaran. Nyonya Hwang memberitahu kalau mereka memiliki pertemuan darurat karena ada suatu keadaan yang memprihatinkan. Baek Tak pikir mereka bisa meyimpanya nanti.
“Apakah Anda Ketua kelompok ini di sini?” kata Baek Tak, Nyonya Hwang binggung karena tak mengenalnya. Baek Tak meminta Nyonya Hwang duduk karena ingin mengatakan sesuatu.
“Aku Baek Tak, Presdir Konstruksi Baek Tak yang mengawasi Sebit Redevelopment Project. Izinkan karyawanku untuk menyambut kalian semua.” Ucap Baek Tak, semua pun memberikan hormat sambil membungkuk.
“Pertama, aku ingin menyampaikan kata-kata turut berduka secara tulus pada kalian semua dikarenakan lingkungan kalian telah terlibat masalah akhir-akhir ini. Dalam masa sulit, aku yakin kalian mungkin berkata "Apa gunanya pembangunan ulang di tengah-tengah kekacauan ini." Namun, aku percaya bahwa kolaborasi antara kita semua akan sesuai bagi kita semua.” Kata Baek Tak, Nyonya Hwang melonggo lalu ingin tahu apa sebenarnya yang ingin dikatakanya.

“Pada dasarnya, aku mengatakan bahwa kami akan melindungi Dobong-dong. 60 karyawanku sangat terlatih dalam Judo, Hapkido, Jiu-Jitsu, tinju, muay thai, dan taekwondo Mereka akan terpecah menjadi 3 kelompok untuk melindungi lingkungan ini.” Kata Baek Tak membanggakan diri anak buahnya yang tinggi besar.
“Itu akan menjadi hal yang baik untuk mengurangi tingkat kejahatan di jalan itu. Energi negatif yang berasal dari penentang terhadap upaya pembangunan ulang kami telah melemparkan bayangan nya ke lingkungan ini selama tiga tahun!” kata Baek Tak
“ Kita harus bergegas melakukan upaya pembangunan ulang untuk mencegah kejahatan yang berasal dari gangitu, dan anak muda dari Dobong-dong!Oleh karena itu, sangat penting bahwa kamiakan segera melakukan tindakan konstruksi.Tapi yang paling utama, aku yakin bahwa mengutamakan keselamatan warga Dobong-dongakan menjadi tindakan yang sempurna dari seorang noblesse oblige.” Ucap Baek Tak
“Tersangka itu pasti tidak akan bisa menyerang lagi! Dia akan kehilangan keinginannya untuk melakukan kejahatan setelah melihat sekilas orang-orang ini! Maka, kami akan membuat tindak lanjut dengan memberikan Dobong-dong layanan perlindungan Mulai besok.” Ucap Baek Tak menyakinkan lalu keluar cafe.
Semua hanya terdiam, Tuan Do mulai berkomentar menrutnya orang-orang itu lebih menakutkan dari penjahat yang sebenar nya dan juga bagaiman bisa membedakan antara penjahat dan pelindun. Ibu Myung Soo merasa Akhir-akhir ini, lingkungan mereka jadi semakin aneh.
“Pertama, kita abaikan orang-orang itu. Dan kita harus menjaga daerah dari stasiun bus sampai ke gang resapan air. Mulai dari jam 10 malam. Oke? Lalu, kita akan patroli ke sekitar lingkungan.” Kata Nyonya Hwang, Semua setuju akan melakukan bersama-sama. 

Bong Soon menemani temanya dirawat dirumah sakit, mengeluh melihat wajah cantik temanya jadi babak belur dan mengumpat akan  menangkap bajingan itu dengan mematahkan setiap tulang di tubuhnya itu. Kyung Min meminta agar menghentiknya dan melihat hidungnya jadi rusak dari cermin.
“Tidak, katanya, hidungmu baik-baik saja.” Kata Bong Soon, Kyung Min pikir kalau  Puncak hidungnya tadinya jauh lebih tinggi dan menjadi datar sekarang!
“Itu karena wajahmu membengkak.” Komentar Bong Soon, Kyung Min pikir dirinya yang lebih tahu jadi ini lebih turun.
“Sepertinya kau sudah kembali ke dirimu yang biasa.Aku kira aku bisa bekerja sekarang.” Ucap Bong Soon.
Kyung Min pun mengaku kalau masih sakit jadi tak ingin Bong Soon pergi. Lalu menceritakan kemarin malam sangat takut dan mengira kalau akan mati begitu saja, tapi bertahan karena  punya teman yang kuat seperti Bong Soon, sementara wanita-wanita yang lain dengan membayangkan yang terjadi pada korban sebelumnya menurutnya sangat menakutkan hanya memikirkan. 


Nyonya Hwang masuk dengan panik melihat keadaan Kyung Shim dan memberikan memberikan semua makanan agar Bong Soon yang membawanya.  Kyung Shin mengaku kalau tulang rusuknya sakit, Nyonya Hwang mengumpat marah dengan yang dilakukan pada teman anaknya.
“Ibu Bong Soon.. kau Masih belum menelepon Ibuku, kan?” ucap Kyung Shim
“Untuk saat ini, masih belum, karena kau menyuruhku untuk jangan bilang padanya.” Kata Nyonya Hwang
“Ibuku memiliki jantung yang lemah, sangat berbeda darimu, Ibu.” Kata Kyung Min
Nyonya Hwang pun memarahi Bong Soon karena seharusnya ia yang membeli tahu, padahal sudah betapa berbahayanya lingkungan mereka. Bong Soon pikir tak perlu dibahas karena sudah sangat menyesal. Nyonya Hwang pikir kalau anaknya yang pergi maka pasti sudah menangkap penjahat nya.
“Tidak ada jaminan, kalau dia akan tertangkap olehmu lagi! Kau kehilangan kesempatan yang berharga! Ah, kau seharusnya bisa menangkapnya” ucap Nyonya Hwang. Bong Soon hanya diam saja karena merasa bersalah. 

Nyonya Hwang masuk dengan panik melihat keadaan Kyung Shim dan memberikan memberikan semua makanan agar Bong Soon yang membawanya.  Kyung Shin mengaku kalau tulang rusuknya sakit, Nyonya Hwang mengumpat marah dengan yang dilakukan pada teman anaknya.
“Ibu Bong Soon.. kau Masih belum menelepon Ibuku, kan?” ucap Kyung Shim
“Untuk saat ini, masih belum, karena kau menyuruhku untuk jangan bilang padanya.” Kata Nyonya Hwang
“Ibuku memiliki jantung yang lemah, sangat berbeda darimu, Ibu.” Kata Kyung Min
Nyonya Hwang pun memarahi Bong Soon karena seharusnya ia yang membeli tahu, padahal sudah betapa berbahayanya lingkungan mereka. Bong Soon pikir tak perlu dibahas karena sudah sangat menyesal. Nyonya Hwang pikir kalau anaknya yang pergi maka pasti sudah menangkap penjahat nya.
“Tidak ada jaminan, kalau dia akan tertangkap olehmu lagi! Kau kehilangan kesempatan yang berharga! Ah, kau seharusnya bisa menangkapnya” ucap Nyonya Hwang. Bong Soon hanya diam saja karena merasa bersalah. 

Min Hyuk pergi ke toko coklat dan memilih satu kotak coklat, lalu melihat meja kosong Bong Soon dan coklat yang baru dibelinya. Setelah itu menelp Sek Gong agar datang keruanganya. Sek Gong datang menemuinya.
“Tetaplah di sisiku.” Kata Min Hyuk, Sek Gong kaget dan bingung
“Rasanya sangat kosong di sini, kau duduk saja di meja itu dan jangan lakukan apapun. Yang harus kau lakukan hanyalah tetap di sisiku. Saat seseorang pergi, kau akan menyadari kehadiran mereka dalam hidupmu.” Kata Min Hyuk yang kehilangan Bong Soon.
“Oh... Apa Anda merasa kehilanganku saat aku pergi?” ungkap Sek Gong seperti tak percaya
“Tapi, kapan anak itu masuk bekerja?” keluh Min Hyuk lalu mengambil coklat dari meja dan memberikan pada Sek Gong.
Sek Gong makin heran Min Hyuk yang memberikan coklat, Min Hyuk beralasan kalau Hari ini White Day. Sek Gong hanya bisa melonggo. 


Kyung Min bertanya pada Bong Ki berapa lama lagi  harus ada dirumah sakit. Bong Ki mengatakan Sekitar dua atau tiga minggu lagi, Gook Doo datang, Kyung Shim melihat mereka seperti sedang reuni SMA dan semua berkumpul berkat dirinya.
“Bagaimana pelaku nya? Apa kau menemukan petunjuk tentang dia?” tanya Bong Soon,  Gook Doo mengaku masih belum.
“Jadi, aku punya banyak pertanyaan untukmu. Apa yang terjadi kemarin?” kata Gook Doo mulai menginterogasi.
“Aku sedang dalam perjalanan pulang setelah membeli tahu. Tapi rasanya aneh, Orang itu mengikutiku. Aku berlari sangat cepat, tapi dia muncul tepat di depan mataku!” cerita Kyung Shim merasa  hanya memikirkan nya saja membuatnya sangat takut.
“Sesuatu yang mengerikan yang akan terjadi padaku jika bukan karena Bong Soon.” Ungkap Kyung Shim
“Jadi, apakah orang itu lari karena Bong Soon muncul?” tanya Gook Doo, Kyung Shim membenarkan dan ingin memberita kalau Bong Soon menendangnya.
Tapi Bong Soon memberikan kode agar tak memberitahu tentang kekuatanya,  Akhirnya Kyung Min memberitahu kalau Bong Soon  menjerit. Bong Ki pun ikut membenarkan agar menyakinkan.
“Tunggu, jadi dia lari karena Bong Soon berteriak?” kata Gook Doo, Kyung Shim mengangguk
“Dan... apa Kau bisa melihat wajahnya?” tanya Gook Doo, Kyung Shim pikir sipelaku yang Tidak memiliki wajah. Semua terlihat kaget. 


Si pelaku melihat luka yang ada dibagian pinggangnya, lalu ada bekas luka dipinggungnya. Ia pun membalut luka dengan perban, didalam penjara dua wanita yang masih sadar menangis seperti ketakutan dan ingin keluar. Si pelaku menyuruhnya diam, dengan melihat besi yang bisa dibengkokan oleh Bong Soon. Dua sanderanya tetap saja menangis, Si pelaku berteriak marah menyuruh mereka semua untuk diam dengan melempar besi pada dua korban 

Bong Soon pun dibawa keluar dari ruangan, Gook Doo kembali memarahi Bong Soon yang tidak menekan tombol pada gelang itu padahal memberikan itu untuk situasi seperti sekarang. Bong Soon mengaku meninggalkannya di rumah.
“Inilah masalahmu! Bagaimana kau bisa lupa memakai itu? Kau juga dulu sering lupa membawa perlengkapan sekolah setiap hari dan selalu meminjam seragam olahraga karena kau lupa bawa punyamu!” ejek Gook Doo lalu bertanya apakah ada yang terluka, Bong Soon mengelengkan kepala.
“Aku sungguh akan gila karenamu,  Sekarang sudah berapa kali bajingan itu melihat wajahmu? Lingkungan ini terlalu berbahaya untukmu. Kau harus pergi dan bersembunyi di suatu tempat.” Ucap Gook Doo

“Mana mungkin aku bisa bersembunyi, saat aku harus bekerja?” kata Bong Soon.
“Eh, akan lebih bagus jika kau tinggal di rumah Presdir itu... Ya, pelakunya tidak akan bisa menemukanmu di sana. Itu akan menjadi yang terbaik.” Kata Gook Doo yakinkan.
“Jangan terlalu khawatir, Gook Du. Kau tidak menyadari ini, tapi ada hal tertentu yang aku kuasai. Jadi jangan terlalu khawatir.” Ucap Bong Soon

“Hal apa yang kau kuasai, maksudmu? Apa Memiliki suara yang nyaring? Kau hanya perlu tersembunyi di tempat Presdir itu sampai aku menangkap bajingan itu. Dan jangan pergi ke mana pun. Apa Kau mengerti? Dan Lakukan seperti yang aku katakan.” Kata Gook Doo lalu pamit pergi. Bong Soon pun hanya bisa dia.
“Kenapa dia bersikap bodoh sekali?”komentar Gook Doo saat masuk ke dalam mobilnya. 

Kyung Shim makan di temani oleh Nyonya Hwang dan Bong Soon. Nyonya Hwang berharap agar tulang rusuk harus segera sembuh jadi sudah bilang pada Ibu Kyung Shim untuk membuat Wine kotoran. Kyung Shim mengeluh menurutnya lebih baik mati saja daripada meminum itu.
“Hei.. Berani-berani nya kau meremehkan kekuatan Wine kotoran?” ucap Nyonya Hwang, Bong Soon memberitahu akan kembali bekerja besok.
“Aku akan mengawasi Kyung Shim, jadi sana temui pria itu.” Kata Nyonya Hwang, Bong Soon pun berharap agar temanya segera sembuh dan harus makan sup bersama-sama.
“Bong Soon... Kau juga harus berhati-hati, oke?” kata Kyung Shim. Nyonya Hwang yang cerewet menyuruh Kyung Shim menghabiskan makananya. 

Gook Do datang menemui Min Hyuk mengaku tujuanya datang untuk meminta bantuan darinya dan pasti sudah dengar tentang apa yang terjadi pada teman nya Bong Soon,  Min Hyuk mengaku sudah dengar dan lega karyawan itu tidak terluka terlalu parah.
“Jadi itulah sebabnya... Aku ingin memintamu untuk menyembunyikan Bong Soon di rumahmu. Sekarang pelakunya sudah melihat wajah Bong Soon 3x! Membiarkan Bong Soon di lingkungan itu sangatlah berbahaya.” Kata Gook Doo
“Kau sungguh tidak tahu apa-apa tentang Bong Soon” komentar Min Hyk
“Sudahlah. Aku tahu apa maksudmu. Jadi, kau harus menyembunyikannya, seperti yang aku minta. Jangan menyentuh dia.” Tegas Gook Doo
“Tunggu. Do Bong Soonitu temanmu, kan?Kau baru saja mengkhawatirkankeadaan temanmu sekarang, kan?” kata Min Hyuk
“Aku tidak punya alasan untuk menjawabnya.” Kata Goo Do berdiri dari tempat duduknya.
“Kau tahu, aku tadi nya benar-benar tidak ingin mengatakan ini, tapi... kenapa kau terus bicara secara informal padaku, padahal kita seumuran?” kata Gook Doo
“Caramu unik sekali untuk menegaskan otoritasmu. Kau menggunakan kekuatanmu untuk menggali info tentangku?” sindir Min Hyuk
“ Aku hanya akan membiarkannya, tapi ini sudah keterlaluan makanya, aku mengatakan ini.” Tegas Gook Doo
“Rahasiakan ini dari Bong Soon kalau kita seumuran, oke?”kata Min Hyuk
Gook Do pikir dirinya juag boleh mengunakan bahasa informal juga. Min Hyuk mempersilahkanya. Gook Doo pun memberikan tugas menjaganya pada Min Hyuk untuk  menjagar Bong Soo lalu keluar dari ruangan. Min Hyuk melihat sikap Gook Doo yakin kalau cinta Bong Soon itu tidak bertepuk sebelah tangan. 


Bong Soon tak bisa tidur dalam kamarnya, Gook Doo menelp memberitahu  sudah meminta izin dari Presdir Ahn, jadi meminta agar Bong Soon tak perlu takut karena ada sisinya tidak peduli apa yang terjadi. Bong Soon mengerti dan akan mematuhi permintaan Gook Doo.
“Dan Juga, aku akan menuju kesana saat kau akan pergi bekerja besok. Di dekat rumahmu, akan ada beberapa orang dari daerah sana yang berpatroli.Jadi jangan khawatir, dan tidurlah yang nyenyak.” Ucap Gook Doo. Bong Soon pikir Gook Doo juga dan ponsel ingin ditutup. 

Pagi Hari
Bong Soon terlihat bahagia memakai pakaian dan memoles wajahnya dicermin, saat keluar Gook Doo sudah menunggunya. Bong Soon bahagia karena bisa diantara oleh orang yang sangat dicintainya. Gook Doo melihat rok yang dipakai Gook Doo mengomel karena pendek.
“Kenapa kau berpakaian seperti itu Dan kenapa make up-mu tebal sekali?” ucap Gook Doo, Bong Soon binggung berpikir terlihat aneh
“Jangan kesana-kemari dengan berpenampilan cantik.” Kata Gook Doo lalu berjalan pergi
Bong Soon tersenyum dan tersipu malu mendengarnya, Gook Doo melihat Bong Soon hanya diam menyuruhnya untuk segera masuk ke dalam mobil.

Gook Do mengantar Bong Soon sampai kantor, meminta agar harus berhati-hati hari inid an mengerti yang harus dilakukan jika terjadi sesuatu, Bong Soon mengerti kalau akan menekan tombol segera. Gook Doo memberitahu anak menelp dan mneyuruh Bong Soon masuk lebih dulu.
Bong Soon menolak agar Gook Doo saja yang pergi, keduanya saling menyuruh siapa yang lebih dulu pergi. Min Hyuk melihat dari kejauhan hanya bisa geleng-geleng kepala dan menyuruh agar Bong Soon masuk saja karena Gook Doo menyuruhnya masuk.  Tapi akhirnya Gook Doo yang lebih dulu pergi. 
Min Hyuk pun berjalan mendekati Bong Soon dengan mengejeknya pasti cukup trauma dengan apa yang terjadi pada temannya  bahkan tidak menunduk hormat untuk menyambutnya. Bong Soon pun membungkuk mengucapkan terimakasih karena telah mengizinkanny untuk libur kemarin, bahkan tidak akan marah jika memotong gajinya sambil merapihkan jaket yang dipakai bosnya. 

Di ruangan.
“Hei, Do Bong Soon..  Sadarkanlah dirimu.” Tegur Min Hyuk melihat Bong Soon yang terus tersenyum sendirian.
“Apa maksudmu? Aku tidak melakukan apa-apa.” Ucap Bong Soon tersenyum seperti orang gila lalu mengingat kembali kata-kata Gook Doo “Jangan kesana-kemari dengan berpenampilan cantik.”
Akhirnya Bong Soon memilih untuk pergi ke toilet dengan senyuman bahagianya, lalu mengingat kembali kata-kata Gook Doo. Gook Doo dengan sinar seperti malaikat masuk ke dalam toilet.
Bong Soon kembali ke ruangan, Min Hyuk memberitahu agar tinggal ditempatnya mulai malam ini dan itu adalah perintah dari polisi yang disukai Bong Soon dan ia hanya bekerja sama dengan Gook Doo , sebagai bosnya. Bong Soon pun mengucapkan terimakasih  atas kebijaksanaannya sambil tersenyum.
“Padahal, aku baik-baik saja. Tapi Gook Du sangat mengkhawatirkanku! Kurasa, dia seperti itu karena khawatir padaku. Aku yakin, dia berpikir kalau pelakunya sedang mengincarku! Jadi aku yakin dia khawatir! Maksudku, dia memang ditugaskan untuk menangkap orang dengan borgol di saku nya!” ucap Bong Soon dengan senyumannya.
“Kenapa kau berkata seperti sambil senyum-senyum? Bikin takut saja. Orang akan mengira kau gila.” Kata Min Hyuk, Bong Soon seperti tak sadar kalau dirinya sedari tadi tersenyum.
“Kau selalu bikin aku terkejut, padahal sudah mulai terbiasa denganmu. Pasti masih banyak hal yang masih belum kau tunjukkan, kan?” komentar Min Hyuk akan kembali membahas jadwalnya dengan Sek Gong Tapi gara-gara Bong Soon dirinya  tidak bisa fokus. 
“Kau, jadi... Jangan kesana kemari dengan... Kau cantik.” Ucap Gook Doo, Bong Soon yang mendengarnya benar-benar membuatnya malu. Bayangan  Gook Doo pun menghilang

Nyonya Hwang meliha celana dalam menerawang ditanganya dengan wajah bahagia memuji kalau Gook Doo kadang memang cerdas dan Tidak seperti Ibu nya karena bisa memikirkan rencana untuk mengirim Bong Soon ke tempat Presdir nya, menurutnya Gook Doo adalah Bocah yang berharga sekali.
“Kenapa kau terlihat senang sekali saat kau membiarkan putrimu yang sudah dewasa sepenuh nya ke rumah pria?” ucap Tuan Do hran
“Oh, apa jelas sekali? Padahal aku sudah mencoba yang terbaik supaya tidak kelihatan.” Kata Nyonya Hwang sumringah
“Apa Kau segitu suka nya dengan uang? Kalau begitu, jual saja dia pada orang kaya itu!” ucap Tuan Do kesal
“Aku ingin menikahi Bong Soon pada keluarga yang baik dan membiarkan dia menjalani kehidupan yang baik! Aku tidak akan membiarkan dia nanti punya kehidupan yang menyedihkan sepertiku!” ucap Nyonya Hwang. Tuan Do pun tak bisa berkata-kata lagi

Sek Gong datang ke rumah, Tuan Do membawakans semua barang-barang Bong Soon.
“Keluarga kita cukup konservatif, jadi itu bukanlah keputusan yang mudah tapi aku ingin bekerja sama dengan Presdir, yang hanya memperhatikan karyawannya dari segala hal lain.” Ungkap Nyonya Hwang
Keduanya mengantar sampai ke depan mobil dan memasukan semua barang. Sek Gong heran melihat semua barang bawaan yang banyak. NyonyaHwang meminta agar keduanya harus tidur bersama dengan dibaluti selimut ini. Sek Gong melonggo. Nyonya Hwang pun berdalih kalau dirinya hanya bercanda lalu akhirnya Sek Gong pun pergi. Nyonya Hwang tetap berharap agar keduanya harus tidur bersama.

Detektif memberikan laporan mereka yang tidak bisa melacak di mana mobil melewati titik tersebut, menurutnya mobil itu melalui gang itu tanpa CCTV atau dashcams.Ketua Yook yakin  pria ini benar-benar tahu betul daerah Dobong-dong
“Dia bisa saja menargetkan temanku sekarang, Ketua Tim. Kita harus segera menangkapnya.” Kata Gook Doo
“Investigasi ini masih belum diumumkan, jadi tetap rahasiakan semua ini. Mengerti? Wartawan akan menggunakan apa pun yang mungkin kalian katakan untuk menerbitkan sebuah artikel lalu semua kasus ini akan jadi sia-sia.” Kata Ketua Yook, semua pun membubarkan diri untuk segera bergerak.
“Ketua Tim... Dia mengenakan topeng.” Ucap Gook Doo, Ketua Yook memperingatakan Gook Doo agar jangan mengunakan suara lantang.
“Topeng yang menutupi seluruh wajahnya! Bukankah kita harus cepat mencari sampel nya?” ucap Gook Doo, Ketua Yook memperingati anak buahnya agar tetap tutup mulut dan melakukan apa yang perlu di lakukan.

Bong Soon hanya bisa melonggo melihat barang-barang yang dibawakan ibunya seperti untuk pasangan pengantin baru. Akhirnya ia pikir akan meletakkan pakaiannya lebih dulu tapi ketika menarik tasnya semua pakaian dalamnya berhamburan.
Min Hyuk kaget dan berpura-pura mengarahkan pandanganya kearah yang lain, Bong Soon pun panik memasukan kembali ke dalam tas.
“Ibumu punya selera yang menarik.” Ucap Min Hyuk dengan wajah gugup.
“Ibuku hanya ingin memastikan kalau aku tidur dengan nyaman.” Kata Bong Soon
“Tentu saja. Itu sangat cantik.” Kata Min Hyuk, Bong Soon terlihat sangat malu. 

Min Hyuk berbaring dikamar tidurnya dan merasa tidak bisa tidur lalu berdiri didepan jendela kamarnya bertanya-tanya apakah Do Bong Soon sudah tidur. Bong Soon sedang berbicara dengan Kyung Shim di telp.
“Jadi, kau berada di rumah Presdir-mu sekarang?” ucap Kyung Shim, Bong Soon membenarkan dan menanyakan keadaaan temanya.
“Aku langsung sembuh dengan kecepatan cahaya! Ada polisi di luar kamarku. Rasanya aku seperti selebriti!” cerita Kyung Shim
“Eh, kau tidak boleh pergi ke mana pun. Pastikan kau tinggal di kamarmu!” pesan Bong Soon, Kyung Shim mengerti
Nyonya Hwang meminta agar Kyung Shim bertanya apda Bong Soon, apakah dia membuka selimut nya, dan apakah mereka tidur bersama di atasnya. Kyung Shim mengeluh kenapa Bong Soon harus menelpnya kalau mereka tidur bersama,  Bong Soon berpesan agar Kyung Shim tidak boleh sendirian, Kyung Shim mengerti lalu menutup telpnya sebelum Nyonya Hwang bicara. 

Baek Tak, Agari dan anak buahnya melakukan patroli, tapi mereka malah ketakutan berpikir ada binatang buas tapi hanya kucing. Mobil polisi juga berkeliling di sekitar lingkungan rumah Bong Soon.
Bong Soon tak bisa tidur, mengingat kembali dengan Nona Kim yang dibawa pelaku dari  rumah sakit dengan berpura-pura harus melakukan operasi. Setelah itu menghajar si pelaku ketika menolong Kyung Shim.
Akhirnya Bong Soon tak tinggal diam berjalan menuruni tangga ke arah rumahnya, seperti sengaja memancing si pelaku agar keluar. Terlihat bayangan pria yang mengikutinya dari belakang. Sementara di kantor polisi Gook Do terlihat gelisah.
Detektif Kim membahas tentang pelaku yang hanya menargetkan wanita yang kurus dan lemah. Bong Soon terus berjalan mencoba agar sipelaku bisa menghampirinya. Gook Doo terlihat makin gelisah, lalu pamit pergi lebih dulu pada seniornya. 

Seorang menepuk pundak Bong Soon, Bong Soon membalikan badan dengan wajah terkejut melihat Min Hyuk, bukan sipelaku.  Min Hyuk pikir Bong Soon itu sedang tidur sambil berjalan dan bertanya kenapa malah datang ke lingkungan rumahnya.
“Aku akan menangkap bajingan itu, Dengan tanganku sendiri.” Kata Bong Soon, Min Hyuk mengajak mereka agar bicara dirumah saja.
“Aku sudah merahasiakan kekuatan superku sepanjang hidupku Tapi sekarang, Aku ingin menggunakan kekuatan ini untuk tujuan yang baik.” Kata Bong Soon, Min Hyuk hanya menatapnya. 

Keduanya pun kembali ke rumah, Min Hyuk melihat dari layar interkom heran melihat Gook Doo datang malam-malam.  Gook Doo masuk rumah menatap Min Hyuk mengatakan kalau harus tinggal di rumah itu juga. Bong Soon kaget begitu juga Min Hyuk.
Bersambung ke episode 6

FACEBOOK : Dyah Deedee  TWITTER @dyahdeedee09 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar