PS; yang udah baca blog / tulisan aku.. Tolong minta follow account IG aku yah dyahdeedee09 & Twitter @dyahdeedee09 jadi biar makin semangat nulisnya. Kamsahamnida.

Jumat, 10 Maret 2017

Sinopsis Chief Kim Episode 13 Part 2

PS : All images credit and content copyright : KBS

Ketua Park memberitahu Jika pemegang saham memilih...sistem pengawasan internal, maka Semuanya akan menjadi berantakan karena akan memantau setiap rekening dan transaksi serta mengawasi aliran keuangan.Untuk mencegah hal itu terjadi, mereka  harus memecahkanmasalah di Retail TQ.
“Ini adalah cara terbaik...supaya para dewan berpihak pada kita.” Ucap Ketua Park, Seo Yul mengerti. 
Akhirnya Seo Yl bertemu dengan para manager dalam ruangan rapat. Manager meminta yang pertama agar membayar upah yang belum dibayar serta Dan tolong ringankan sistem kuota Produk yg dikemas khusus dlm sebuah kemasan yang  tertera identitas tempat yang menjualnya. Seo Yul pun meminta agar mereka mem batalkan gugatan nya.

“Jika Anda mengambil sikap tegas, sulit bagiku untuk bernegosiasi. Kalian bukan franchisor tapi Kalian adalah karyawan TQ Group. Kalian harus mempertimbangkan situasi perusahaan. Kami tidak bisa bernegosiasi jika kalian hanya fokus pada kesulitan kalian saja.Kami akan mengambil tindakan lambat dan tidak kooperatif. Kapan kalian akan membatalkan gugatan nya?” ucap Seo Yul
“Kami tidak akan membatalkan nya. Bagaimana bisa kami seperti itu? Kami tidak bisa mempercayai TQ lagi. Bayar upah yang tidak dibayar... dan berjanji itu tidak akan pernah terjadi lagi dahulu.” Ucap manager lainya. Ruangan rapat bergemuruh setuju dengan ucapan manager.
“Ini tidak akan ada manfaatnya untuk kalian semua.” Tegas Seo Yul sambil mengebrak meja.

“Yang kita butuhkan hanya dibayar untuk pekerjaan yang kita lakukan. Anda tidak bisa mengancam kami seperti ini.” Kata Manager membela diri, semua manager menyetujuinya.
“Berapa lama Anda akan terus seperti ini?” teriak manager lain, Seo Yul tak bisa menjawab keluar dari ruangan sambil mengumpat, lalu meminta agar  memberikan daftar Manajer nya dan mengirimkan laporan informasi pribadi mereka.

Ha Kyung melihat jumlah upah yang masih belum dibayar sangat banyak, Selama 3 tahun terakhir, 8.285 karyawan penuh-waktu dari 8.285 cabang, dan 16.850 karyawan paruh waktu tidak dibayar Total nya 13,9 juta dolar. Sung Ryong pun melihat  TQ Grocery telah memiliki saldo surplusxTapi mengapa mereka tidak membayar pekerja.
“Manajer mengira bahwa mereka memiliki defisit.” Kata Ha Kyung
“Ya, itu memang benar surplus. Tapi itu bisa berubah menjadi defisit. Coba Lihatlah halaman terakhir.” Kata Ga Eun, Sung Ryong melihat itu maksudnya TQ Kosmetik.
“Ini adalah merek kosmetik yang menargetkan Cina... dan Asia Tenggara, serta memiliki banyak masalah sejak diluncurkan.” Kata Ha Kyung
“TQ Kosmetik adalah lubang untuk TQ Retail.”kata Sung Ryong, Ha Kyung melihat Mereka menggunakan surplus untuk defisit.
“Ya, itu sebagian besar dana dari TQ Grocery.” Ucap Ga Eun, Sung Ryong pikir kenapa mereka tidak menyingkirkan TQ Kosmetik saja
“Aku ingin mencari tahu TQ Kosmetik, tapi itu diluar bidangku.” Kata Ga Eun
Sung Ryong bertanya pada Ha Kyung apakah mengenal seseorang, Ha Kyung mengelengkan kepalanya. Sung Ryong memikirkan tentang TQ Kosmetik lalu seperti menemukan suatu rencana. 


Sung Ryong datang ke meja Myung Seok yang masih sibuk mengelem bon, Myung Seok mengeluh Sung Ryong yang kembali mendekatinya. Sung Ryong mengajak Myung Seok untuk  minum setelah bekerja dan akan membelikan sesuatu yang benar-benar fantastis.
Keduanya makan di restoran panggang kulit babi, Sung Ryong memuji Myung Seo yang berkerja dengan  sangat baik dan Hanya bertahan  selama beberapa tahu maka akan tahu banyak tentang Operasi Bisnis. Myung Seok pikir tidak butuh itu.
“Apa ini? Katanya, kau akan membelikan sesuatu yang fantastis.” Keluh Myung Seok seperti berharap  mendapatkan daging sapi.
“Kau pikir Kenapa aku sangat jahat padamu selama ini?” tanya Sung Ryong, Myung Seok memberikan alasa kalau Sung Ryong memiliki gangguan kepribadian ganda.
“Semua karena kau. Belajar dariku dan mengambil alih... cabang perusahaan yang bagus.” Jelas Sung Ryong menyuapi Myung Seok kulit babi. Myung Seok heran Sung Ryong membahas tentang Cabang perusahaan yang bagus
“Kau setidaknya harus mewarisi TC Retail. Apa kau akan membiarkan... si Sosiopat Seo Yool yang mengambil alih?” kata Sung Ryong, Myung Seok rasa itu Tidak mungkin.
“Dengarkan... Dia akan mengambil alih TQ Retail dulu, setelah itu dia akan mengambil alih TQ Shopping, lalu dia akan mengambil alih TQ Logistik. Jika ia mengambil alih seluruh kelompok...maka...” kata Sung Ryong dan salah satu daging lompat kearah wajah Myung Seok sampai terlonjak kaget.
“Itu tidak akan bisa terjadi dan dia sangat brengsek.” Ungkap Myung Seok kesal
“Makanya, kau tidak boleh duduk di sini tanpa melakukan apa-apa! Pertama, kau harus belajar banyak di Operasi Bisnis, lalu kau harus membantuku menendang bokong nya Seo Yool.” Kata Sung Ryong
Myung Seok ingin caranya agar bisa membantunya. Sung Ryong bertanya apakah Myung Seok tahu seseorang di TQ Kosmetik dan didepartement mana. Myung Seok tahu Wakil presiden nya adalah pamannya,
Sung Ryong mengaku butuh informasi. Myung Seok pikir Sangat canggung untuk menghubunginya karena sudah lama tidak bertemu. Sung Ryong pun menyimpulkan kalau Seo Yool akhirnya akan mengambil alih TQ Group. Myung Seok pun langsung bergegas mengeluarkan ponselnya. 


Anak buah Seo Yul melaporkan bahwa melakukan pemeriksaan latar belakang yaitu 2 dari mereka adalah penjahat pajak, 3 yang lain memiliki banyak hutang, dan yang satu nya telah mengajukan kebangkrutan. Seo Yul tak percaya kalau mereka semua memiliki masalah dan menyuruh agar menekanya terlebih dahulu.
“Jika mereka memposting cerita dan komentar seperti yang kita katakan, maka, kita akan membayar upah yang belum dibayar. Jika tidak, kita akan membuat mereka bangkrut.” Perintah Seo Yul. Anak buahnya pun mengerti.Seo Yul mengingat saat bersama dengan Ha Kyung dirumah sakit.
Flash Back
Seo Yul mengaku  akan terus melakukan banyak hal yang tidak akan disukai oleh Ha Kyung jadi  anggap saja bahwa tidak bisa berhenti Ha Kyung berharap Seo Yul akan berhenti satu hari.

Seo Yul bertemu dengan Sung Ryong saat masuk lobby lalu mengejeknya kalau sebelumnya mengatakan akan menghentikannya tapi tidak melihat gerakan. Sung ryong beralasan kalau Tidak akan menyenangkan jika mudah dilihat.
“Jika kau tidak bisa berlari lebih cepat dari pada aku, maka kau harus mengebomku dari belakang.” Ejek Seo Yul.
“Aku akan menarikmu dari belakang.” Balas Sung Ryong  Seo Yul makin mengejek Sung Ryong yang optimis sekali.
“Aku mendengar kau bertindak seperti preman lagi pada TQ Grocery dan dana nya telah dipindahkan dari TQ Grocery ke TQ Kosmetik.” Kata Sung Ryong
“Darimana kau dengar rumor konyol seperti itu? Kau harus mengumpulkan informasi dari berbagai sumber.Jangan melihat laporan keuangan dan membiarkan imajinasimu meliar. Dasar bodoh. Kau seorang kasim informasi.” Ejek Seo Yul makin menjadi-jadi, Sung Ryong kesal ini pelecehan seksual namanya.

Sung Ryong melihat bibi Eum sedang membereskan berkas, lalu menghampirinya kalau Ada sesuatu yang ingin diminta bantuanya. Bibi Eum ingin mendengarnya lebih dulu.
“Baiklah. Aku tidak tahu apa itu, tapi biarkan aku melihat apa yang akan dilakukannya.” Gumam Bibi Eum dan ingin tahu apa yang dibutuhkanya.
“Kau akan membantuku, kan?Maggie Cheung?” kata Sung Ryong, Bibi Eum membalas dengan memanggil Sung Ryong  adalah Leslie Cheung. Sung Ryong menolak dengan menyebutkan namanya. 

Seo Yul meminta agar Manager Lee bisa melihat berapa banyak dana yang bisa didapatkan dari TQ Mart. Manager Lee bertanya apakah Seo Yul akan memecahkan persoalan upah dengan itu. Seo Yul mengerti akan melakukan sebanyak yang mereka bisa.
“Bagaimana dengan Website Persatuan Manajer? Banyak Manajer yang beralih memihak pada kita, tetapi tidak cukup untuk memecahkan persatuan itu.” Kata Ma Geun
“Kita harus memecahkan itu dengan paksa, kalau begitu. Aku akan menetapkan cabang nya. Mulailah dengan segera.” Ucap Seo Yul
Ge Eun mencatat semua yang didengar dari alat penyadapnya, mengumpat para bajingan itu selalu berusaha melakukan hal yang licik, 

Ga Eun pun mendatangi Sung Ryong untuk melaporkan hasil penyadapanya. Sung Ryong sudah bisa menduga  mereka akan melakukan ini. Ga Eun menyimpulan merka berencana untuk memecahkan persoalan upah dengan menggunakan dana TQ Mart.
“Karyawan TQ Mart akan menjadi korban juga.” Kata Sung Ryong
“Aku akan meninggalkan pesan di Manager Alliance Website menuliskan "Jangan terbujuk untuk menyebabkan masalah."” Kata Ga Eun, Sung Ryoung pikir itu bagus karena Manipulasi secara online sangatlah penting.
“Manajer dari bagian Seoul selatan kelihatannya selalu berada di dekat sini setiap hari.” Kata Ga Eun, Sung Ryong pun menanyakan keberadaan para manager. 

“Aku pergi ke sana dengan harapan, tetapi mereka tidak bergeming.” Kata manager mengunakan jaket putih
“Kita harus biarkan mereka tahu apa yang kita pikirkan, sehingga mereka akan memberitahu kita sesuatu.” Kata Si pria berjaket hitam dan kepala sedikit botak.
“Mereka tidak akan mengatakan sesuatu yang baik.” Komenta Sung Ryong medatangi para manager. 

Sementara Ma Geun bertemu dengan salah seorang perkerja di minimarket, membahas mereka yang sudah banyak kesulitan dan memiliki banyak hutang karena mengambil pinjaman pribadi. Si pria terlihat kaget Ma Geun bisa mengetahuinya. Seorang wanita yang berjaga dikasir diam-diam menguping.
“Kantor pusat mengumpulkan semua informasi. Apa yang akan kau lakukan jika kau dipecat sini karena kinerja yang buruk? Kau dan keluargamu akan jadi gelandangan di luar. Sekarang cuaca nya masih dingin.” Kata Ma Geun mencoba menghasut.
“Jika kau melakukan apa yang kukatakan, Aku akan mengurus upah tunggakanmu sebelum siapapun. Aku akan mengurangi kuotamu juga.”kata Ma Geun memberikan imbalan. Si pria tak percaya mendengarnya dan bertanya apa yang harus dilakukan.
“Kumpulkan orang sebanyak mungkin sebisamu, yang mendengarkanmu. Dan Juga, tentang Website Persatuan Manajer. Lakukan beberapa hal di website itu yaitu Sesuatu yang sangat intens.” Kata Ma Geun. 

Sung Ryong membahas sebelumnya mengatakan kalau ada rapat tapi ternyata tidak karena pihak atas meminta semua datang untuk menekannya. Ia bertanya apa gunanya mereka bertemu, menurutnya Mereka bisa membayar apa pun pembayaran yang terlambat untuk masing-masing cabang. Salah satu manager setuju dengan hal itu.
“Mengapa TQ Retail menolak untukmembayar pembayaran yang terlambat?” tanya Ryong pada salah satu manager.
“Penjualan naik, tetapi mereka berada dalam defisit jadi Mereka meminta kamiuntuk menunggu.” Jelas salah satu manager.
“Mereka memiliki banyak uang dan menggunakannya ditempat lain, itu sebabnya.” Ucap Sung Ryong menjelaskan
“Bagaimana mereka bisa melakukan itujika mereka dapat membayar kami?” kata Manager tak percaya
“Aku akan membuktikan bahwa TQRetail tidak mengalami defisit.Jadi sampai saat itu, jangan batalkan gugatan nya dan tunggulah sebentar, oke?” pinta Sung Ryong.
“Tapi jika ada masalah, hanya kami yang akan dirugikan. Bukankah lebih baik untuk berbicara dengan mereka?” komentar manager
“Ini adalah apa yang para preman inginkan. Mereka ingin kalian untuk mundur. Mereka berpikir kalau kalian semua idiot. Kalian yang seharusnya menuntut uang ini.” Tegas Sung Ryong
Manager lain bertanya alasan Sung Ryong yang berpihak pada mereka, Sung Ryong mengaku untuk membalas dendam yaitu Balas dendam terhadap orang-orang kotor dengan kekuasaan jadi akan memberikan informasi terkait, serta mendukung mereka.


Bibi Eum pergi ke ruangan Seo Yul mencari-cari sesuatu dalam tong sampah dan memenukan selembar kertas informasi.
Ha Kyung melihat layar computer dengan wajah sedih, Sung Ryong bertanya apa yang sedang di lihatnya. Ha Kyung memberitahu itu tentang website Persatuan Manajer sedang kacau, tapi tidak bisa membaca isi nya jadi hanya melihat judul nya.
“Ada konflik internal. Orang-orang yang bertemu denganmu ingin terus berjuang.” Kata Ha Kyung
“Dan ada orang yang ingin mewajibkan untuk mendapatkan uang.” Kata Sung Ryong
“Aku pikir itu karena rumor.  Rumor yang tertulis, bahwa jika mereka terus melakukan ini, TQ Retail akan menyingkirkan semua toko yang dikelola langsung.” Kata Ha Kyung
“Artinya, setelah kejadian upah tunggakan ini selesai, mereka akan memecat semua Manajer penuh waktu.” Ucap Sung Ryong
Ha Kyung membenarkan lalu menanyakan pendapat Sung Ryong kalau menurutnya  semua kekacauan ini direncanakan. Sung Ryong mengangguk sambil mengumpat marah pada Seo Yul. Ha Kyung juga tak percaya Seo Yul hanya ingin berjalan ke depan.

Ma Geun memperlihatkan postingan di website. Seo Yul melihat Seong Ryong ada di mana-mana. Ma Geun merasa bahkan mengalami refluks esofagitis karena Sung Ryong  dan sangat muak dengan nya. Seo Yul bertanya apakah orang yang ditemui Ma Geun itu memiliki peran penting.
“Ya, mereka memainkan peran penting dalam persatuan ini. Mereka bertemu setiap hari untuk pertemuan penanggulangan.” Ucap Ma Geun
“Kau harus menemui mereka besok.Berikan mereka pesan dariku.” Perintah Seo Yul 

Ga Eun pun melaporkanya pada Sung Ryong tapi tidak dengar apa pesan itu, karena Seo Yul secara pribadi akan mengirimkan email kepadanya dengan wajah sedih meminta maaf. Ha Kyung pikir tak perlu meminta maaf karena mana mungkin bisa mengetahinya.
“Isi Pastinya, sesuatu yang sangat jahat dan kasar. Haruskah aku mengunjungi mereka besok?” kata Sung Ryong
“Jangan... Kurasa, itu bukan ide bagus dan Kau mungkin akan mengganggu.” Kata Ha Kyung tapi Sung Ryong merasa sangat penasaran.
“Tapi kurasa aku hanya harus meminta mereka untuk meneleponku.” Pikir Sung Ryong
“Ada banyak sekali monster di dunia ini. Apakah menurutmu mereka menjadi monster dari awal... atau mereka menjadi monster untuk uang?” kata Ga Eun, keduanya pun hanya diam,

Semua manager kembali berkumpul, salah satu manager mengaku senang mereka belajar banyak hal berkat Sung Ryong. Sung Ryong juga  mengatakan mereka memiliki kapasitas untuk membayar jadi mereka akan menanyai tentang hal itu. Tiba-tiba Seo Yul datang melihat semua manager berkumpul.
“Kenapa juga... kalian mempercayai perkataan seseorang seperti dia? Aku tadinya akan mengirim seseorang, tapi memutuskan untuk datang. Kelihatan nya kalian semua tidak mengerti.” Ejek Seo Yul, Manager langsung bertanya apa yang ingin dikatakan Seo Yul sebenarnya.
“Kalian yang duduk di sini. Posisi Manajer kalian telah tersisihkan. Dan semua toko kalian akan menjadi waralaba kami.” Ucap Seo Yul. Semua kaget dan mengatakan kalau tak masuk akal. Seo Yul berteriak menyuruh mereka semua diam.
“Jika kalian tidak ingin itu terjadi, dengarkan aku dan patuhi. Kalian boleh merekamnya, menuliskannya, dan posting itu secara online. Pertama. Kami hanya akan membayar 60 persen dari upah yang tidak dibayar paruh waktu. Namun, Manajer dan upah pekerja penuh wakt akan hanya menerima 50 persen untuk 3 bulan ke depan.” Ucap Seo Yul
“Setiap cabang yang menolak untuk mematuhi ini akan ditutup dan dipecat. Ini akan menjadi waralabasebagai gantinya. Penyelesaian akan sesuai dengan peraturan kami, dan semua Manajer yang telah dipecat harus membayar denda ke kantor pusat. Manajer yang bersedia untuk mematuhi perusahaan akan. datang ke tempat yang ditunjuk untuk menandatangani perjanjian.” Jelas Seo Yul dengan semua manager yang merekam dan menulis pada agenda mereka.


Ha Kyung menerima pemberitahu pada selembar kertas kalau  Waktu dan tempat akan diberitahu nanti dan Upah yang belum dibayar akan dibayar dalam urutan kedatangan. Sung Ryong pun melihat lembaran dengan wajah sinis. Ha Kyung tak percaya Seo Yul  mendekati para manager sampai akhir.
“Wah, ini lebih buruk dari apa yang aku bayangkan. Bagaimana orang bisa hidup dengan hal yang keras seperti itu?” komentar Manager Cho
“Mereka tidak membayar upah yang belum dibayar dengan benar. Tapi Mereka menggunakan gaji pekerja tetap untuk membayar mereka. Mereka benar-benar preman.” Ungkap Jae Joon murka. Sung Ryong meluapkan amarah dengan meremas kertas pemberitahuan.
“Aku berharap hal itu tidak terjadi, tapi kurasa akan banyak orang yang akan melakukan ini.” Kata Ha Kyung khawatir. 

Beberapa manager menandatangi daftar hadir, Sung Ryong baru datang bertanya apakah mereka semua  menandatangani itu. Satu manager mengatakan kalau mereka tidak bisa menahannya dan harus membayar pekerja kami. Sung Ryong bisa mengerti dan berharap supaya bertahan sebentar saja.
“Anda harus membedakan kapan kami harus bertahan, dan kapan tidak, untuk mengurangi kerugian sebanyak mungkin.” Jelas Manager sedikit botak merasa pasrah
“Kami, sebagai Manajer tidak memiliki keahlian lain. Jika kami dipecat,maka  kami tidak bisa melakukan apa-apa lagi.” Ungkap manager lainya.
“Banyak orang mengatakan ini, tapi kami benar-benar tak berdaya. Tapi ketidakberdayaan ini tidak... hanya tentang posisi kami. Ini membuat kami jadi seperti ini.” Kata Manager berkacamata

Sung Ryong pikir ada saatnya mereka memiliki kekuatan dan kadang-kadang tidak. Salah satu manager menengaskan dirinya bahkan tidak ingin kekuasaan lagi dan hanya berharap a tidak jatuh keluar dari piramida kekuasaan. Sung Ryong mengartikan bahwa usulanya itu salah dan seharusnya melakukan perlawanan
“Kami telah melakukan sebanyak yang kita bisa dan hanya perlu mengikuti arus.” Kata manager
“Arus apa?” tanya Sung Ryong, Manager pikir Sung Ryong bisa melihat yang ada di depan mata aliran kehidupan dan mengucapkan Terima kasih telah mencoba untuk berdiri dengan mereka. 

Sung Ryong terdiam melihat manager-manager itu pergi, Seo Yul datang mengejek Sung Ryong yang  tidak menghalangi setiap rencananya,  padahal sedang menyiapkan apapun tapi hasinya tak sesuai dengan yang diharapkanya.
“Kim Sung Ryong... Kau harus hidup seperti udang.Jantung udang beradadi Kepala mereka. Hati dan otak mereka saling beradu, sehingga mereka memiliki cara berpikir yang logis. Tapi kau selalu bekerja hanya dengan hatimu. Makanya, setiap hal yang kau lakukan tidak ada yang berhasil. Kau hanya harus bekerja keras di Operasi Bisnis. Kau mungkin tidak bisa bekerja dengan baik... karena kau mengikutiku akhir-akhir ini Kalau dipikir-pikir, rekan kerjamu sangat baik. Aku bahkan tidak peduli apakah kau ingin menghentikanku atau apa. Ingat cerita udang itu.” Ejek Seo Yul, Sung Ryong hanya mendelik menahan amarahnya. 

Seo Yul memberikan laporan pada Ketua Park bahwa Upah yang belum dibayar akan dibayar, dan gugatan akan dibatalkan dalam tiga hari ke depan. Ketua Park sudah tahu maka dari itu akan mengadakan rapat dewan. Seo Yul pun mengucapkan Terima kasih dengan wajah bahagia.
“Pastikan kau mempersiapkan...pidato yang sangat mengesankan tentang visi masa depan.” Kata Ketua Park, Seo Yul menganguk mengerti.
***
Sung Ryong terlihat pusing karena melihat  Rapat Dewan Untuk Pemilihan Seo Yool sebagai CEO TQ Retail. Manager Choo berkomentar kalau Balas dendam tidak pernah mudah. Myung Seok pikirSuatu saat Sung Ryong akan meledak membuatnya terlalu gugup untuk bekerja.Tiba-tiba Sung Ryong mengebrak meja.
Myung Seok ketakutan berkata kalau dirinya  hanya bercanda. Sung Ryong langsung keluar dengan penuh amarah, Ha Kyung melihatnya seperti kasihan. Sung Ryong merasa kalau Ini bukan untuk balas dendam dan Seorang pria yang seperti Seo Yul tidak boleh menjadi CEO perusahaan.

Sung Ryong menemui Kwang Sook didepan cafe mengajaknya unuk menulis drama komedi dan menanyakan Bagaimana kabarnya si glamor Chae Ri. Kwang Sook menanyakan alasan Sung Ryong yang menanyakan Chae Ri. Sung Ryong memberikan senyuman penuh arti
Akhirnya Kwang Sook menelp Chae Ri bertanya kapan dibebaskan, Ceh Ri mengatakan kalau sudah mendapatkan grasi khusus tahun lalu dan mengaku  sangat senang mendengar suara temanny. Kwang Sook pun meminta tolong pada temanya.  Chae Ri mengaku sudah tidak melakukan lagi, Kwang Sook memohon pada temanya karena tidak sulit sama sekali dan pekerjaan yang sangat mudah.

Seo Yul masuk lobby, Sung Ryong melihatnya dan langsung memerintahkan Bibi Eum untuk keluar dengan papan yang dibawanya. Saat itu Kwang Sook dengan terburu-buru membawa kopi tak sengaja menyenggol Seo Yul, Seo Yul pun hilang keseimbangan dan memegang papan yang dibawa oleh Bibi Eum agar tak terjatuh.
Bibi Eum pun pura-pura ketakutan dibalik papanya, Seo Yul mengeluh Bibi Eum yang bertemu lagi lalu melihat tanganya terkena cat merah. Bibi Eum pun meminta maaf karena catnya mungkin bisa mengenai jasnya karena masih basah.
Seorang wanita, Chae Ri dengan gaya glamornya berjalan dan saat itu dengan sengaja bibi Eum memukul bagian bokong sampai terlihat ceplakan tanganya, dan Chae Ri pun sengaja menabrak Seo Yul lalu menjerit kalau Seo Yul baru saja menyentuhnya. Seo Yul binggung.
“Kau baru saja menyentuh bokongku!” teriak Chae Ri menunjukan bukti ceplakan tangan, Seo Yul menyangkal kalau tidak menyentuh nya.
“Jika aku secantik itu, maka kau hanya perlu melihatku. Pahal Kau terlihat sangat normal. Apa Kau tidak bisa mengontrol dirimu sendiri?” ejek Chae Ri, semua orang pun mulai berkumpul di lobby.
“Kenapa juga aku harus menyentuh bokongmu?!” teriak Seo Yul marah
“Memangnya apalagi? Karena kau ingin menyentuh nya! Kau ingin menyentuh seluruh tubuhku!” teriak Chae Ri
“Aku tidak menyentuhmu!” teriak Seo Yul, Chae Ri menujukan bukti pada bokongnya ada cat merah berbentuk telapak tangan.
Orang-orang pun bisa melihat kalau Seo Yul yang melakukan karena tanganya terkena cat,  Seo Yul tak peduli menyuruh Chae Yul minggir karena sangat sibuk. Cha Ri mengumpat Seo Yul itu cabul yang berani meraba-rabanya, Seo Yul terus menegaskan kalau tak menyentuhnya. Che Ri pun mengeluarkan ponsel menelp polisi.


Saat itu semua dewan mulai berkumpul dalam ruangan, Nyonya Jang dan Ketua Park pun masuk ke dalam Rapat Dewan untuk Pemilihan CEO TQ Retail. Sementara di lobby, Chae Ri berakting sedih dengan berkomentar Seo Yul yang tak pernah meminta maaf karena sudah menyentuhnya.
“Kenapa juga aku harus meminta maaf, padahal aku tidak melakukan kesalahan?” kata Seo Yul marah
“Kau benar-benar tidak tahu... artinya meminta maaf” ucap Chae Yul
Akhirnya polisi pun menarik Seo Yul agar ikut ke kantor polisi, Seo Yul menari tangan tak ingin dibawa begitu saja karena Ada rapat yang harus dihadiri. Polisi menangancam kalau akan menangkap jika tidak ikut dengan secara tenang. Sung Ryong datang menahan Seo Yul sebelum dibawa pergi.
“Kalian menangkap orang yang salah. Direktur kami tidak akan melakukannya.” Kata Sung Ryong membela
“Hei, Agassi... Ada apa semua ini?” tanya Sung Ryong, Chae Ri memberitahu kalau Seo Yul yang menyentuh bokong bahkan meremasnya..
“Aku tidak meremas apapun.” Tegas Seo Yul
“Wah.. Direktur Seo melakukan pencabulan!” ucap Sung Ryong dengan sengaja bersuara nyaring lalu menyuruh polisi membawanya karena Seo Yul sangat berbahaya. Seo Yul pun dibawa oleh polisi, Sung Ryong dan Chae Yul high five karena rencana mereka berhasil. 

Di ruang rapat sedikit terjadi kegaduhan karena Seo Yul belum juga datang. Ma Geun menerima telp dari Seo Yul, lalu memberitahu Ketua Park kalau Sesuatu yang mendesak terjadi tapi Seo Yul akan segera datang.
Di kantor polisi, Chae Ri menyakinkan bukti  cetak tangan merah nya dan merasakan sesuatu yang hangat di bagian bawahnya. Seo Yul tak sabaran meminta agar melakukan proses dengan cepat karena  sangat sibuk. Polisi menyuruh Seo Yul harus tetap duduk menunggu.
“Aku dulu bekerja sebagai jaksa! Dan Aku harus berada di suatu tempat!” teriak Seo Yul marah
“Kau tidak boleh pergi sebelum kau mengakui apa yang kau lakukan!” teriak Cha Ri
“Kalian benar-benar perlu untuk memeriksa dirinya. Dia bisa saja memiliki riwayat melakukan penipuan.” Seo Yul
“Apa cantik itu merupakan kejahatan? Aku tidak percaya bisa dijuluki sebagai penipu.” Ungkap Chae Ri sambil menangis
Polisi lain memberikan tissu sambil menyindir pria brengsek seperti Seo Yul itu memang cenderung kasar. Seo Yul berteriak marah dirinya yang tidak kasar dan meminta agar cari tahu latar belakang Chae Ri. Polisi menyuruh Seo Yul tetap tenang. Seo Yul menegaskan akan pergi 10 menit lagi.  Polisi membalas kalau Ini adalah kantor polisi jadi menyuruhnya untuk Tetap duduk dan akhirnya dari Kantor Kejaksaan menelp. 


Ruang rapat terlihat gelisah, Ketua Park memanggil Man Geun yang berdiri didepan pintu menanyakan keadaanya sekarang. Man Geun mengatakan kalau Seo Yul tidak mengangkat telepon. Kepala Park terlihat panik, Min Young melihatnya terlihat tegang, Nyonya Jang memperlihatkan sedikit senyumanya.

Seo Yul berhasil keluar dari kantor menghentikan takis untuk segera ke gedung TQ tapi saat itu juga, sebuah mobil menabraknya dari belakang. Sopir taksi berteriak marah pada sopir yang tak bisa menyetir dengan benar.
Sopir pun meminta maaf, Seo Yul yang tak punya waktu lagi memilih untuk pergi. Si sopir langsung menahanya karena ingin membawanya ke rumah sakit. Seo Yul memberitahu kalau punya urusan yang mendesak dan tidak sakit.
“Aku menyebabkan kecelakaan.” Kata Sopir ingin bertanggung jawab. Seo Yul meminta agar memberikan kartu namanya saja.
“Jika kau menuntut cedera di kemudian hari, maka aku akan dituntut sebagai pelaku tabrak lari. Tolong, biarkan aku membawamu ke rumah sakit!” ucap si sopir dengan memegang kaki Seo Yul agar tek pergi, Seo Yul menjerit kesal karena kembali di hentikan. 

Seo Yul masuk ruangan melihat sudah kosong, Sung Ryong duduk dikursi sambil mengejeknya kalau terlambat dan Ruangan nya benar-benar kosong. Seo Yul mulai mengumpat sambil mencengkram Sung Ryong dengan penuh amarah.
“Aku benar... Aku benar-benar menjadi penghalang rencanamu.” Ucap Sung Ryong dengan wajah bahagia.
Bersambung ke episode 14

FACEBOOK : Dyah Deedee  TWITTER @dyahdeedee09 

1 komentar: