Kamis, 23 Maret 2017

Sinopsis Radiant Office Episode 3 Part 2

PS : All images credit and content copyright : MBC
Ho Won pergi ke bagian pameran matanya  seperti melihat bayangan dirinya sedang berbaring ditempat tidurnya yang nyaman dan mengeluarkan pakaian dari lemari. Ia ingin tinggal di ruangan seperti itu lalu berbaring diatas ranjang.
“Kuharap ini bisa jadi ranjangku selamanya.” Ungkap Ho Won dengan senyumanya. 

Tim Marketing mulai bersiap dengan sanding banner bertuliskan “Daftar Penampilan Produk  dengan Harga Khusus”. Woo Jin  memberitahu Semua orang akan berkumpul di  kantor pusat jadi tambahkan banyak  personel penjaga keamanan. Ji Na mengerti dan sudah mengatur tempat tidur dengan pencahayaan LED tidak langsung di pojok karena posisi yang bagus.
Kang Ho dan Ki Taek melayani tamu yang datang dengan memberikan minuman dan brosur, Saat itu Ki Taek melihat ke arah Ji Na dan Jae Min yang sibuk menjelaskan produk pada pelanggan sebagai karyawan tetap.
Ki Taek menanyakan Ho Won berpikir kalau pingsan saat datang ke pameran. Kang Ho khawatir meminta Ki Tak tak bicara seperti. Ki Taek pikir mengajak agar kerumahnya karena Ho Won tak mengangkat telpnya, Kang Ho bertanya apakah Ki Taek tahu rumahnya, Ki Taek mengelengkan kepala.
“Padahal dia sudah lama menunggu...buat mengambil surat pengunduran  dirinya dari ruangan General Manager Seo. Bagaimana kalau dia ketahuan dan kena marah?” ucap  Kang Ho khawatir
“Aku satu tim dengan General Manager Seo...,dan sepertinya dia orangnyatidak terlalu mengerikan. Bukankah orang cerdas biasanya arogan?”kata Ki Taek
“Sejujur, selama wawancara...Ho Won itu terlalu berlebihan.” Ucap Kang Ho
Ki Taek melihat Ho Won kadang bisa jadi sangat pemarah Karena selalu menahan amarahnya. Kang Ho pikir akan mencoba menelpnya, saat itu Ki Taek sibuk melayani tamu yang datang. Woo Jin melihat para pekerja kontrak yang tak berkerja dengan serius. 


Kkot Bi membawakan kue beras karena sudah waktunya dan memberikan pada Manager Park juga yang ada diruangan. Manager Park berkomentar kalau di celup madu rasanya enak, Kkot Bi mengatakan kalau Direktur Han selalu memakannya tanpa madu.
“Ini sudah terlalu matang.” Komentar Direktur Han tak ingin memakanya, Kkot Bi hanya bisa meminta maaf, Direktur Han menyuruh Kkot Bi segera keluar saja. Manager Park pikir tak masalah sambil makan kue beras.
“Bisa-bisanya kau  makan di situasi sekarang ini?” keluh Direktur Han, Manager Park heran dengan Direktur Han terlihat tegang
“Selama penampilan produk keempat kita...,apa produk baru kita diterima dengan baik?” tanya Direktur Han, Manager Park mengelengkan kepala

“Kita hanya disubkontrakkan oleh...mJJ Furniture. Tapi, kenapa JJ Furniture dikecualikan dari daftar produk yang kita luncurkan?” tanya Direktur Han
“Kita tentu saja akan  meluncurkan produk mereka. Walaupun mereka mengambil andil sebagai perusahaan penyedia..., maka kita bisa cari cara menjualnya pada saluran belanja home shopping. Tim Penjualan bisa menanganinya. Kau tidak perlu khawatir.” Ucap Manager Park menyaknkan
“Lakukanlah tugasmu tanpa kesalahan. Kau harus mencapai target, 'kan? Pemenang dianggap setia dan Pecundang adalah pengkhianat.” Kata Direktua Han, Manager Park dengan yakin kalau akan menang.

Semua tamu sudah masuk, Kang Ho menyingkir dari meja tamu masih mencoba menelp Ho Won tapi ponselnya tak aktif dan merasa Firasatnya tidak enak. Saat itu seorang anak ingin menaikia lemari, Ki Taek berusaha untuk menahanya sebelum lemari itu terjatuh
Si Ibu datang langsung memeluk anak dan memarahi Ki Taek karena harusnya kerja yang benar dan anaknya itu hampir terluka. Ki Taek hanya bisa meminta maaf dengan tangan seperti menahan sakit. Ji Na dan Woo Jin melihat kejadian pesis didepan matanya. 

Ditangga darurat
Woo Jin memarahi keduanya agar bisa Fokus bekerja padahal tugasnya tak begitu sulit, Ki Taek membela diri kalau sudah mencegah adanya kecelakaan terjadi. Woo Jin menegaskan kaalu tadi itu memang sudah kecelakaan.
“Apa kau tahu berapa banyak biaya keluar buat mengadakan acara ini. Kami tidak mempekerjakan  kalian buat mengobrol.” Teriak Woo Jin sangat marah
“Maaf, aku tidak menduga akan terjadi seperti ini.” Ucap Ki Taek tertunduk.
“Itu karena kalian sibuk menelepon orang dan tidak fokus. Jika kalian menyebabkan masalah lagi...,lebih baik pergi saja.” Kata Ho Won melotot marah dan pergi.
Ki Tak pun bisa mengerti alasan Ho Won dulu ingin menabrak pintu utama tempat kantor lamanya dan juga tahu g apa artinya membunuh seseorang dengan kata-kata. Kang Ho melhat Woo Jin itu  memang mengerikan.

Ji Na dan Jae Min menjelaskan ke bagian tempat tidur. Penjunjung yang melihat kalau Kasurnya nyaman sekali tapi dengar ada suara. Ji Na mencoba menjelaskan kembali barang yang ingin dijualnya,  si wanita mencoba duduk di atas tempat tidur lalu dikagetkan seperti merasakan sesuatu dibalik selimut.
Jae Min dan Ji Na membuka selimut ternyata Ho Won sedang tertidur pulas, Ki Taek dan Kang Ho datang melihat Ho Won yang tertidur pulas. Ho Won pun terbangun dari tidur pulasnya dan langsung menarik selimut karena malu.
“Dia sedang menguji coba bagaimana nyamannya tidur di ranjang ini.” Kata Ki Taek berusaha menenangkan pembeli. Ji Na terlihat marah, Woo Jin datang melihat pameranya kali ini gagal akibat ulah 3 perkerja kontrak. 

Direktur Han memarahi Woo Jin yang meluncurkan produk dan yang terjadi adalah kekacauan, Ia memberitahu bahwa Panelis konsumen adalah  pelanggan utama mereka dan  berpengaruh di pasar online Jadi segali menampilkan produk yang bahkan belum dirilis tapi Woo Jin sudah membuat malu perusahaan.
“Ini tidak ada hubungannya dengan  kualitas produk. Tapi Ini hanyalah  kesalahan karyawan sementara.” Kata Woo Jin membela diri
“Jadi maksudmu ini bukan kesalahanmu?” kata Direktur Han, Woo Jin akhirnya meminta maaf.
“Direktur Ini pertama kalinya dia bekerja di perusahaan perabotan dan tidak tahu bagaimana pentingnya acara penampilan produk.” Komentar Manager Park membela tapi sekaligus merendahkanya.
“Kenapa kau tidak periksa terlebih dahulu? Apa kau tidak latihan dulu? Kenapa kau membuat kesalahan ketika kau sangat yakin begitu?” ucap Direktur Han lalu menyuruh Woo Jin keluar karena tak mau melihat wajahnya dan harus menulis surat permintaan maaf.
Woo Jin berjalan keluar dan mendengar manager Park ingin menyenangkan hati Direktur Han kalau Suk Kyung berhasil buat kesepakatan  dengan klien besar di Cina. Direktur Han terlihat sumringah dan menanyakan keberadaan Suk Kyung. 


Yong Jae terlihat bersemangaat kalau akan ada makan malam perusahaan  dengan tim desain jadi mereka semua akan datang.  Woo Jin berjalan begitu saja saat Yong Jae menyapa dengan membungkuk, Yong Jae langsung mengeluh Woo Jin itu sangat dingin.
Ho Won hanya bisa tertunduk ketakutan dimejanya, Ji Na memberikan tugas pada Ho Won agar merapihkan Surveie dan kirim filenya pada email jadi tak perlu ikut makan malam. Ho Won bertanya apakah harus malam ini. Ji Na menyindir kalau sekarang Ho Won akan tidur dan besok mengerjakannya serta meminta agar dikirimkan pada emailnya saja. Ho Won binggung karena tak tahu caranya. 

Woo Jin datang dengan mengembalikan “Surat Pengunduran Diri” Ho Won meminta maaf atas kejadian tadi, karena tidak bisa tidur tadi malam, jadi.. Woo Jin mengatakan kalau tidak tertarik dengan permintaan maafnya dengan bertanya-tanya apa ini kesalahan atau disengaja
“Kuharap aku tidak melihatmu di sini besok pagi.” Ucap Woo Jin dingin, Ho Won hanya bis duduk lemas di depan meja kerjanya.

Ia pun menuliskan email pada Ki Taek dan Kang Ho.. “Katanya kalian dimarahi General Manager Seo.” Lalu memilih semua  dan dikirimkan. Hao Won yang sedih tanpa sadar mengirimkan semua pesan pada seluruh karyawan. 


Ho Won membereskan pakaian pada kopernya, Yong Jae menelo meminta agar mengejarnyak tugasnya sebelum berangkat kerja nanti. Ho Won memberitahu kalau Woo Jin menyuruh tak boleh masuk kerja mulai hari ini. Yong Jae tak peduli menyuruh Ho Won agar Ho Won menuliskan alamatnya. [Rumah Sakit Miso]
Ho Won sudah pergi dengan perintah kalau membutuhkan tanda tangannya dan akan mengirimkan lewat faks.  Ia mengeluh kalau dirinya itu sudah berhenti tapi masih saja mengerjakan tugas. Ho Won masuk ke seburah ruangan memanggil “direktur” Saat itu Dokter Seo keluar tersenyum melihat Ho Won.
“Dia tampan juga.” Gumam Ho Won bahagia melihat Dokter Seo, Dokter Seo pun mengaku sebagai pemilik dan direktur rumah sakit lalu menanyakan tujuanya.
“Saya dari tim penjualan Hauline.” Ucap Ho Won, Dokter Seo berpura-pura baru mengenalnya. 

Yong Jae baru saja minum kopi dan akan memindahkan kelebihan persediaan hari ini lalu dikagetkan dengan email yang dikirimkan Ho Won apdanya.
“Hai Ki Taek dan Kang Ho Katanya kalian dimarahi sama General Manager Seo. Maafkan aku.”
Jae Min juga membacanya merasa Ho Won itu sudah gila. Yong Jae juga panik berpikir kalau Ho Won benar-benar sudah gila. 

Ho Won mengambil gambar sambil bercerita kalau ini perkerjaan Yong Jae tapi karena ada urusan jadi menyuruh memotret ruangannya. Dokter Seo duduk sambil tersenyum. Ho Won pun meminta kalau memang ada yang tak disukainya, maka bisa memilih produk lain. Dokter Seo mengaku  tidak tahu  yang mana yang bagus jadi meminta agar Ho Won yang memilihnya.
“Siapa namamu?” tanya Dokter Seo, Ho Won pun menyebutkan namanya dan mengaku kalau tak punya kartu nama.
“Sepertinya Anda suka semua desainnya.” Kata Ho Won, Dokter Seo pikir  tidak ada yang perlu diubah. Ho Won mengerti akan menyampaikan pesan pada Yong Jae.
“Sepertinya kau pekerja baru” komentar Dokter Seo, Ho Won ingin memberitahu keadaan tapi saat itu Yong Jae menelp menyuruhnya agar segera datang ke kantor sekarang.  Ho Won pun langsung pamit pergi pada Dokter Seo 

Manager Park terlihat frustasi  dan memarahi semua anggota tim yang harusnya mengawasi Ho Won dansemua orang pasti  sudah baca email itu sekarang, menurutnya itu Konyol sekali ini dan menyuruh Yong jae agar memanggil Ho Won segera.
Woo Jin baru datang bertanya apa yang terjadi seperti ada ketegangan.  Lalu membaca pesan yang dikirimkan Ho Won pada semua karyawan di kantor.

“Hai Ki Taek dan Kang Ho.. Aku belum pernah melihat..ranjang tidur seperti itu sebelumnya. Ranjangnya nyaman sekali, sampai rasanya  aku ingin tinggal di ruangan itu. Aku tidak tahan dengan General Manager Park yang menggangguku di tempat karaoke dan tidak terbiasa dipaksa minum seperti itu.”
Woo Jin seperti bisa membayangkan Ho Won yang menuliskan email ditengah malah sebelum pergi meninggalkan kantor.
“Kami makan daging sapi Korea premium yang tidak pernah kumakan Sebelumnya, seakan-akan itu perut babi..., setelah itu subkontraktor yang tak  berdaya membayar seluruh makanan itu. Aku tidak bisa menyesuaikan diri dengan lingkungan kerja yang aneh ini.”
Yong Jae pikir Ho Won itu membuka bagan perusahaan dan mengirim email  ke semua orang. Woo Jin pun tersenyum lalu bertanya Apa memang benar subkontraktor mentraktir mereka makan malam.Yong Jae langsung membenarkan dan buru-buru meralat kalau  tidak pernah. Woo Jin kembali membaca surat yang dituliskan Ho Won
“Tapi begitu aku melihat showroom tadi..., aku termotivasi untuk bisa  lama bekerja di perusahaan ini. Ruangan kamar yang hanya bisa kulihat dalam dongeng Pekerjaan ini seperti sihir yang mengubah fantasi menjadi kenyataan. Begitulah perusahaan ini. Keren, kan?” 


Ho Won baru saja datang, Ki Taek menyambutnya menyuruh agar rekan kerjanya itu mengambil napas dalam-dalam dan harus harus tenang serta mempersiapkan menta. Ho Won binggung ada dengan keduanya membuatnya takut.
“Apa Si Pembungkuk tidak memberitahumu?” tanya Ki Taek, Ho Won mengaku kalau seniornya hanya menyuruh datang ke kantor cepat.
“Kantor sedang kacau balau.” Ucap Ki Taek 

Woo Jin akhirnya menelp Tn. Ahn dari tim informasi, Sementara Manager Park panik diruanganya lalu mengintip melihat Woo Jin yang menyeringah. Woo Jin mengatakan akan bertanggung jawab penuh serta mengirimi dokumennya sekarang.
Saat itu juga semua pesan yang dikirimkan Ho Woo sudah terhapus pada semua komputer. Semua orang hanya bisa melonggo, Yong Jae merasa kalau mereka semua  sedang dipantau daan panik kalu direktur utama membaca email itu yang di bagian menjelek-jelekkannya. Ho Won baru datang dengan wajah tegang bersama Ki Taek dan Kang Ho. 

Manager Park langsung mengadu pada Direktur Han kalau ini sangat tidak adil dan tidak masuk akal menurutnya kalau bisa akan menunjukan hati untuk membuktikan tidak bersalah. Ho Won hanya tertunduk diam memandang dinding.  Direkur Han menyuruh Manager Park diam karena sudah terlalu banyak bicara.
“Dia menerima suap dari subkontraktor. Bukankah Anda harus memberikan dia hukuman?” komentar Woo Jin,
“Kau bilang Suap? orang ini... Jangan bicara sembarangan... Aku akan menuntutmu atas tuduhan palsu. Beraninya kau menuduhku menerima suap tanpa bukti? Bukti yang kau punya cuma beberapa kata yang tak bisa dipercaya dari pekerja kontrak belaka.” Ucap Manager Park membela diri
“Kau saja tidak bisa memimpin bawahanmu. Kita harus berhati-hati dengan segala sesuatu pada saat seperti ini. Bagaimana jika seseorang melaporkan ini ke atasan?” kata Direktur Han mulai marah.
Manager Park langsung memanggil Ho Won agar mengatakan yang sejujurnya, dengan mengumpat marah kalau memberitahu  semua omong kosong dan berbohong. Ho Won membela diri kalau dirinya itu tak berbohong, Semua yang ada diruangan terdiam.
“Semua itu bukan bohong. Saya melihatnya sendiri.” Ucap  Ho Won sebagai  Penyebar fakta danakan mengungkapkan kebenarannya.
“Manajer Jo juga ada disana saat itu.” Kata Ho Won . Suk Kyung kaget namanya disebut sebagai Saksi Mata Pertama dengan Tujuan masih ingin  naik jabatan jadi general manager.
“Kang Ho... Kau juga melihatnya.”kata Ho Won, Kang Ho sebagai  Saksi Mata Kedua, dengan bertanya-tanya kenapa harus ada diruangan itu juga karena bukan siapa-siapa.
“Subkontraktor yang membayar makan malam kita, dan dia memberikan amplop pada General Manager Park.” Kata Ho Won dan Manager Park sebagai tersangka dan akan membunuh Ho Won.
Sementara Direktur Han sebagai hakim yang memutuskanya. Dan Woo Jin sebagai saksi merasa suasanan ini sangat kacau. Dan kali ini sebagai “Kasus tuduhan penyuapan yang diterima si Brengsek Sang Man” 


“Hei.. Memangnya kau melihatnya? Apa Kau lihat aku menerima amplop Aku hanya tidak bisa percaya  apa yang dia lakukan. Sekarang ini abad ke-21. Kita tidak memangsa subkontraktor lagi. Dan Juga, tadi kau bilang subkontraktor yang bayar makan malam? Mana bisa dia bayar kalau dia saja tidak ada disana” Apa kau itu  masih mabuk?” ucap Manager Park menanyakan pada Kang Ho apakah melihatnya.
“Kang Ho.. Beritahu mereka... Kau saat itu melihatnya denganku, dan kita pun membicarakannya.” Ucap Ho Won meminta Kang Ho bicara.
“Saya yakin...” ucap Kang Ho terlihat gugup.

Ki Taek  gelisah terus bangun lalu duduk terus menerus, Ji Na yang duduk didepanya menyuruh Ki Taek duduk saja.  Yong Jae berkomentar kalau Satu orang idiot sudah mengacaukan seluruh tempat dan setuju  kalau ini alasan  menurut General Manager Park masalah pribadi itu hal penting.
“Dasar. Apa benar kau tidak makan itu? Kau makan iga, 'kan,  waktu kumpul-kumpul kemarin?” ejek Ji Na
“Hei. Jaga ucapanmu... Kami cuma makan perut babi kecil dan General Manager Park yang bayar.” Kata Yong Jae. Ji Na tahu kalau Yong Jae itu bohong
“Kau selama ini bilang kalau karyawan  laki-laki yang melayani klien kita. Tapi yang ternyata kau lakukan di luar mengeksploitasi subkontraktor.” Sindir Ji Na


“Bicaramu itu sembarangan sekali” komentar Yong Jae. Ji Na tahu kalau Yong Jae naik jabatan karena hal itu.
“Kita mengorbankan hidup  kita untuk perusahaan kita. Aku muak minum alkohol.” Kata Yong Jae membela diri
“Baiklahh.. Kau itu hanya tukang pandai bicara.” Ucap Ji Na lalu bertanya apakah Manajer Jo juga waktu itu ada disana. Ji Na mengangguk.
“Dia ternyata akhirnya menerima kenyataan. kalau minum lebih efektif daripada kerja keras.” Komentar Ji Na, Jae Rim memberitahu kalau Suk Kyung sudah datang. 

Ho Won ikut berjalan dibelakangnya melirik sinis pada Kang Ho yang hanya bisa tertunduk. Yong Jae pun menanyakan kelanjutana.
Flash Back
Kang Ho mengaku kalau tidak melihatnya walaupun .memang ada disana dengan Ho Woon tapi tetap tidak melihatnya. Ho Won yakin akal Kang Ho melihatnya dan Ada amplop di dalam tas itu. Kang Ho tetap pada pendirian kalau tak melihatanya. Ho Won yakin kalau Kang Ho itu melihatnya.
“General Manager Park yang bayar makan malam..., setelah itu kami pergi karaoke.” Kata Kang Ho menutupi kebusukan Manager Park
“Ho Won saat itu mabuk. Setelah itu dia pulang.” Ucap Manager Park tersenyum puas bisa membuat dirinya tak bersalah. 

Ho Won tak percaya kalau Kang Ho bisa melakukan seperti ini padanya, karena juga melihatnya. Suk Kyung memanggil Yong Jae, agar mengajak Kang Ho cari udara segar. Yong Jae langsung berkomentar kalau Ho Won itu sial seperti dugaanya, lalu mengajak Kang Ho pergi.

“Aku minta maaf... Maaf aku tidak bisa membantumu. DirUt Han juga sepertinya takkan berubah pikiran.” Kata Suk Kyung, Ho Won pun membawa semua barang dan pamit pergi.  
“Entah itu kesalahan atau tidak...,satu-satunya hal yang penting dalam perusahaan adalah penghasilan.” Kata Suk Kyung. 

Tiga perkerja masuk lift yang sama dengan Ho Won membahas tentang email yang dikirim salah satu orang dari tim penjualan dan mengetahui statusnya sebagai pekerja kontrak. Salah satu pria pikir orang ittu tak peduli karean pekerja kontrak  berhenti kapan saja.
“Pekerja kontrak itu sudah  seperti bom waktu berjalan saja. Beraninya pekerja kontrak berbuat  seperti itu? Sembrono sekali.” Keluh perkerja lainya, Ho Won pun mendengarnya kalau dipecat.
“Ada alasan kenapa mereka tidak bisa jadi pekerja tetap.” Balas pekerja lainya.
Ho Won mencoba untuk sabar dan tiba-tiba lift berhenti, ketiganya panik meminta tolong pada petugas. Saat itu jiwa Ho Won keluar dari tubuhnya melupaakan amarah kalauPekerja kontrak tetaplah karyawan bahkan tak sengaja melakukannya karena senior tidak mengajarinya.

“Ketika karyawan baru dapat pelatihan di lapang..., aku malah menyalin dokumen. Aku mulai menjalankan tugas sebelum aku belajar tentang sistem perusahaan. Aku membuat kesalahan karena aku  tidak tahu. Apa kalian itu tak bisa mengajariku?” ucap Ho Won meluapkan amarah
Saat itu petugas memberitahu kalau Ada kesalahan teknis, jiwa Ho Won pun kembali ke tubuhnya dan lift kembali berjalan.Tiga pria ingin keluar tapi Ho Won menahan pintu dan kembali di tutup.
“Aku...memang karyawan sementara yang sembrono. Aku tidak...hanya hampir mati. Tapi aku akan mati sungguhan!” teriak Ho Won marah dan meminta agar menekan lantai 9. Ketiga ketakutan menekan angka 9.

Semua yang ada diruangan binggung melihat Ho Won yang kembali dan menaruh barangnya di lantai. Woo Jin baru saja keluar ruangan. Ho Won dengan penuh amarah mengatakan tidak bisa berhenti seperti ini.
Bersambung ke episode 4

FACEBOOK : Dyah Deedee  TWITTER @dyahdeedee09 
INSTRAGRAM dyahdeedee09  FANPAGE Korean drama addicted


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar