Minggu, 19 Maret 2017

Sinopsis Strong Woman Do Bong Soon Episode 8 Part 2

PS : All images credit and content copyright : JBTC

Bong Soon memperingatkan Kyung Shim kalau harus tetap di tempat tidur sampai merasa baikan dan Jangan pernah meninggalkan rumah. Kyung Shim mengerti dan memperlihatkan sebuah gelang yang sama dipakai oleh Bong Soon, kalau polisi akan datang kalau menekan tombolnya.
“Jangan terlalu percaya. Setelah selesai menerima pengobatan, kau harus pulang ke Busan, oke?”ucap Bong Soon, Kyung Shim mengangguk mengerti.
Bong Soon pun memberikan sekotak shampo organik agar temanya bisa menenangkan diri. Kyung Shim terlihat senang dan mengucapakan terimakasih.
Min Hyuk mengirimkan pesan “Apa kau Sedang tertidur?” Bong Soon membalas “Ya” Min Hyuk dengan gayanya menyuruh Bong Soon agar segera bangun. Bong Soon pun membalas kalau tidak ingin bangun.
“Kau harus pergi ke suatu tempat denganku.” Tulis  Min Hyuk. Bong Soon menolak karena ingin tidur.
“Aku akan membayar gaji lembur. 2x lipat dan akan menjemputmu.</i> Pakai baju yang bersih, keramas Dan kau harus berpenampilan seperti manusia. Tunggu aku” tulis Min Hyuk
“Kita ingin kemana?” tanya Bong Soon, Min Hyuk membalas kalau akan ke Rumah orang tuanya.
“Mengapa aku harus pergi ke sana?” keluh Bong Soon, Min Hyuk tak peduli mengatakan akan berangkat sekarang jadi Bong Soon segera bersiap. 



Bong Soon hanya bisa menghela nafas. Kyung Shim bertanya siapa yang akan datang. Bong Soon memberitahu itu Min Hyuk. Tiba-tiba Ibu Bong Soon datang mengajak anaknya agar pergi ke kuil karena harus berbicara dengan Buddha.
“Buddha bisa melupakan kita.” Pikir Nyonya Hwang
“Aku tidak bisa pergi dan harus pergi ke suatu tempat.” Ucap Bong Soon, Nyonya Hwang bertanya akan pergi kemana. Bong Soon mengaku tak tahu.
“Menantu Ahn ingin datang kesini.” Ucap Kyung Shim. Nyonya Hwang kaget mendengarnya. Bong Soon mengeluh temanya ikut memanggil “Menantu Ahn” 

Min Hyuk menunggu didepan pintu. Nyonya Hwang menyambutnya memberitahu kalau Bong Soon masih belum siap jadi lebih baik masuk dan  menunggu di dalam. Min Hyuk meminta maaf karena menyuruh  Bong Soon keluar pada hari liburnya.
“Kau bilang Hari libur? Lupakan. Kau bisa memanggil nya 365 hari dalam setahun, 24 jam sehari. Jadi Masuklah dan Tunggu di dalam.” Ucap Ibu Bong Soon, Min Hyuk pikir tak perlu.
“Kau Jangan gugup.” Kata Nyonya Hwang mengajak Min Hyuk masuk. 

Bong Soon baru saja mengosok gigi kaget melihat Min Hyuk yang ada didepan, keduanya terlihat malu dan Bong Soon langsung bergegas masuk kamar mandi. Nyonya Hwang mengajak untuk Min Hyuk sarapan bersama. Min Hyuk menolak.
“Kau bukan bermaksud, kalau kau tidak mau makan makanan di sembarang tempat, kan? Apa mungkin kau hanya makan makanan mewah di rumah yang bagus?”ucap Nyonya Hwang
“Tidak, bukan itu. Jangan beranggapan seperti itu.” Kata Min Hyuk ingin keluar, Nyonya Hwang menahanya.
“Jika bukan, kau harus makan bersama” kata Nyonya Hwang, Min Hyuk pun hanya bisa mengangguk setuju.  

Satu meja besar penuh dengan makanan, Semua orang melonggo dengan menu lengkap. Nyonya Hwang mengaku kalau mereka memang biasa makan seperti ini. Bong Ki tahu mereka biasa makan seperti ini tapi ada lauk yang baru pertama kali dilihatnya. Nyonya Hwang berdalih Bong Ki  selalu sibuk di rumah sakit. Jadi tidak sering pulang ke rumah.
“Ah. Kenapa menu untuk sarapan nya banyak sekali? Kita harus segera pergi...” ucap Bong Soon, Nyonya Hwang menyuruh Bong Soon diam
“Apa begitu didikanku padamu? Saat kau tumbuh besar, aku selalu mengajarkanmu untuk jangan membiarkan tamu yang datang sampai kelaparan saat waktu nya makan. Jadi  Makanlah.” Kata Nyonya Hwang
Semua pun sarapan bersama-sama, Nyonya Hwang pun meminta Min Hyuk Jangan merasa terlalu tertekan kalau memang tak ingin makan tak masalah. Min Hyuk dengan senang hati mulai memakan. Tuan Do memberikan lauk untuk dua anaknya. Bong Soon terlihat bahagia bisa makan bersama, Min Hyuk juga terlihat senang merasakan suasana keluarga lagi. 

Min Hyuk membisikan pada Bong Soon kalau hanya berpura-purasebagai tunangannya. Bong Soon pikir membayar 2x lipat tidak cukup tapi membayar 4 kali lipat. Keluarga Ahn makan di meja dengan wajah tegang, semua menatap kearah mereka berdua.
“Dari awal seharusnya kau bilang padaku, saat kita sarapan tadi.” Bisik Bong Soon. Min Hyuk yakin kalau tidak akan mempan.
“Apa yang kau sukai tentang Min Hyuk?” tanya Tuan Ahn, Bong Soon sedikit gugup menjawabnya.
“Dia tampan.... Dia... memiliki kepribadian yang baik.” Ucap Bong Soon, semua hanya diam tanpa reaksi.
“Ya... Sebenarnya... Aku suka dia karena dia orang yang aneh.” Akui Bong Soon. Semua langsung bereaksi mulai membalikan piring.
Tuan Ahn pun tertawa mendengarnya, Bong Soon mengatakan kalau Min Hyuk Tidak hanya aneh, tapi super sangat aneh. Min Hyuk kesal mendengarnya, Ayah Min Hyuk membenarkan kalau  naknya memang orang yang aneh dan sering bertanya-tanya, "Apa dia sudah tidak waras?" tapi memang Min Hyuk benar-benar aneh.

Bong Soon mengikuti Tuan Ahn berjalan ke balkon, Tuan Ahn mengaku  sangat mengkhawatirkan rumor yang tengah merajalel Tapi merasa lega setelah melihat Bong Soon. Ia menceritaan kalau  mengirim Min Hyuk ke luar negeri untuk belajar setelah Ibunya meninggal.
“Selagi ia belajar di luar negeri, Si brengsek itu punya banyak wanita. Jadi aku sedikit khawatir. Lalu, kudengar tiba-tiba dia berhenti bertemu wanita. Setelah itu langsung ada rumor skandal yang terjadi.” Kata Tuan Ahn terlihat khawatir
“Ah.. Tidak. Sebenarnya, sebagian besar kesalahanku. Meskipun begitu, tolong jaga anakku baik-baik.” Pesan Tuan Ahn. 

Bong Soon menatap Min Hyuk yang mengemudi mobil mengingat kata Kyung Shim kalau bosnya itu bukan gay. Gook Doo juga yakin Min Hyuk tidak gay jadi berhentilah mengkhayal. Min Hyuk berkomentar Bong Soon sudah ada kemajuan untuk mengatakan 4 suku kata.
“Kau bilang tadi Super sangat aneh? Inilah dampak dari pelajaran itu. Kau sudah ada kemajuan sejak aku membacakan kamus bahasa Inggris setiap pagi.” Kata Min Hyuk
Saat itu terdengar bunyi suara tanda kalau sabuk pengaman belum dipasang, Bong Soon pun meminta maaf.  Min Hyuk menghentikan mobil lebih dulu dan membantunya, keduanya saling menatap begitu dekat. Keduanya terlihat merasakan sesuatu dan akhirnya Min Hyuk langsung memarahi Bong Soon yang  tak memasang sabuk pengaman nya.

Bong Soon bertanya mereka mau kemana lagi. Min Hyuk menegaskan  sudah membayar hari ini. Keduanya berjalan di pepohona yang masih kering, Bong Soon tetap ingin tahu kemana mereka akan pergi.  Min Hyuk mengatakan sedang menuju untuk bertemu wanita yang dicintainya dengan membawa sebuket bunga.
Didepan sebuah pohon, Min Hyuk menaruh buket bunga dan menyapa ibunya. Bong Soon terdiam karena ternyata Min Hyuk datang menyapa ibunya. Min Hyuk bergumam kalau  datang dengan seseorang yang ingin dikenalkan pada ibunya. 

Keduanya berjalan di pinggir sungai, Min Hyuk berkta kalau ada film dulu yang berjudul, "When Harry Met Sally." Dan itu film kesukaan Ibunya dan ada salah satu dialog dari film itu yaitu "Tidak ada pria yang hanya ingin sebatas teman dengan wanita yang mempesona."
“Sepertinya aku tidak mempesona, karena kita berteman.” Komentar  Bong Soon, Min Hyu pikir tidak
“Temanmu itu... Suka padamu... Dia sangat suka padamu... Menganggapmu hanya sebagai teman... adalah hal yang sangat sulit dilakukan untuk seorang pria. Temanmu berbohong. Atau dia berpikir begitu, supaya dia tidak kehilanganmu.” Ucap Min Hyuk
“Tidak. Kami berteman” Kata Bong Soon yakin

 “Aku dapat meyakinkanmu itu. Ada cara sederhana supaya teman bisa menjadi sepasang kekasih. Salah satu dari mereka, harus maju satu langkah. Satu langkah ini akan mengubah hubungan mereka...” ucap Min Hyuk lalu melangkah lebih dekat dengan Bong Soon
Bong Soon gugup melihat Min Hyuk yang sangat dekat dan saling bertatapan. Setelah itu Min Hyuk pergi menjauh mendekati tepian sungai. Bong Soon pun hanya menatapnya sambil bergumam.
“Satu langkah. Gook Du dan aku melewatkan satu langkah itu. Tapi, hari itu... Min Hyuk maju satu langkah untuk lebih dekat padaku.” Gumam Bong Soon. 


Ketua Yook memberitahu kalau Kasus nya memang sudah di batalkan, tapi mereka  tidak akan menyerah dan akan terus menyelidiki secara tidak resmi. Detektif Kim mengumpat kesal karena Mereka tidak mau membagikan inti informasinya.
“Kita harus terus menggali sendiri. Semangatlah, semuanya.” Ucap Ketua Yook memberikan semangat pada timnya.
“Ini adalah dialog yang terkenal dari "Kepala Inspektur" Episode 86. "Bahkan pelakunya mungkin akan tertangkap, jika ada polisi yang memberinya tatapan."” Ucap Ketua Yook.
Salah satu tim memanggil Ketua Yook memberitahu kalau sudah dapat dashcam dari pemilik mobil. 

Semua berkumpul melihat dari rekaman black box saat mobil diparkir, mereka melihat mobil si pelaku yaitu jalan menuju ke jalan raya untuk pergi ke pinggiran kota. Gook Doo melihat dibagian simpangan sebelahnya teringat sesuatu dengan ucapan Bong Soon. Aku bisa mencium sesuatu seperti bensin. Seperti saat sedang meratakan aspal.”
Gook Doo pun pamit pergi dan akan segera kembali. Detektif Kim memanggilnya, Gook Doo tapi sudah melesat pergi. Detektif Kim mengeluh Gook Doo yang Tidak sopan karena selalu bekerja sendiri. Salah satu anggota lain berkomentar kalau sekarang ini pertempuran individu. Detektif Kim mengeluh apakah dengan begitu tidak boleh saling berbagi informasi. Detektif Lain masuk memberitahu kalau Aktor drama sudah datang. 

Tuan Lee berada dalam ruang interogasi memberitahu kalau  Semua anggota staf sedang kumpul-kumpul pada hari itu dan boleh memeriksa dengan tim pengarah dan perusahaan teater. Ia mengaku kalau sedang tampil diatas panggung pada malam itu.
“Aku sudah lama kehilangan sepatu itu.” Ucap Tuan Lee, Detektif bertanya apakah ada seseorang yang dicurigainya.
“Entahlah.. Sebelum nya juga pernah ada pencurian di ruang ganti itu. Tetapi tidak ada CCTV di sana dan Siapa sangka mereka akan mencuri sepatu nya?” kata Tuan Lee merasa menyesal. 

Gook Doo pergi ke tempat mobil bekas dan mencium dibagian tanah seperti bekas aspal lalu datang mendekati pegawai memperlihatkan ID Card sebagai polisi agar meminta izin untuk berbicara dengan pemilik nya. Pegawai itu memberitahu kalau pemilik sedang bekerja ke luar. Gook Do ingin tahu tepatnya.
“Dia pergi ke Sudan untuk mencari suku cadang bekas. Belakangan ini, bagian dalam mobil bekas dalam negeri banyak di pesan di Afrika.” Ucap si pegawai
“Kapan dia pergi?” tanya Gook Doo, Pegawai itu menjawab pemiliknya pergi minggu lalu.
“Kurasa dia sering pergi ke luar negeri. Belakangan ini, harga besi tua nya sangat rendah. Jadi stok tempat pembuangan seperti ini berasal dari ekspor suku cadang kendaraan yang bekas. Makanya, dia sering berpergian ke luar negeri” kata si pegawai. Gook Doo pun mengucapkan terimakasih dan pamit pergi. 

Beberapa wanita yang pulang malam di antar oleh seorang polisi untuk diantar pulang, Seorang ibu juga mengkhawatirkan anaknya agar jangan pulang malam. Wanita itu terlihat kesal karena tak bisa bebas seperti dulu. Si pelaku duduk dalam ruangan sambil minum kopi.
Didepanya terlihat layar CCTV yang bisa mendengar dan melihat apa yang sedang dilakukan Tim Yook. Ketua Tim memerinthkan agar mereka menyediliki aktor drama dan anggota staf yang lain.
Flash Back
Pelaku datang di malam hari lalu melihat tak ada siapapun dalam ruangan dan menaruh sebuah kamera kecil dibawah TV dan mendekati polisi yang yang sedang menelp. Lalu ia memberitahu kalau diminta datang untuk keterangan saksi. Tanpa curiga polisi mengantar si pelaku ke ruang interogasi, dan melirik sinis pada kamera yang sudah ditempelnya jadi bisa mengetahui yang dilakukan polisi. 

Nyonya Jung kembali datang ke toko pie kenari, Tuan Do membahasa Gook Do pasti sangat sibuk akhir-akhir ini. Nyonya Jung merasa sangat khawatir dan seharusnya jangan mengirimnya ke akademi polisi tapi ke sekolah hukum.
“Hei.. Apa yang kau bicaraka ?! Masa depan kita akan cerah karena kita memiliki polisi seperti Gook Doo” komentar Tuan Do bangga
“Salah satu penulis favoritku, Alain de Botton, mengatakan ini. Sukses bukan tentang menghasilkan banyak uang dan punya jabatan tinggi. Menurut perspektif orang lain, itu dibilang bukan hidup yang sukses. Tapi menurut prespektif dirimu, kau harus beranggapan kalau kau mempunyai hidup yang sukses.Gook Du pasti berpikir dia akan menjadi sukses.” Kata Nyonya Jung
Tuan Do juga yakin dengan hal itu lalu memberikan pesananya. Nyonya Jung melihat Apron yang dipakai Tuan Do dengan memujinya sangat cocok. Tuan Do tertawa bahagia kalau impianya  memang ingin menjadi koki. Saat itu Nyonya Hwang menatap sinis suaminya yang sedang tertawa dengan Nyonya Jung. 

“Apa Kau bisa tertawa dalam situasi seperti ini? Selama kasus ini terjadi, sebagai polisi Gook Du sudah berbuat apa saja selama ini?” sindir Nyonya Hwang
“Ibu nya Bong Ki! Jangan membuatku emosi dengan komentar kasar seperti itu. Saat ada yang sekarat karena kanker, sebagai dokter Bong Ki sudah  berbuat apa saja?” balas Nyonya Jung
Nyonya Hwang  memberitahu kalau Bong Ki dokter spesialis ortopedi lalu merasa tidak bisa berkomunikasi dengan Nyonya Jung. Tuan Do pikir lebih baik Nyonya Jung pergi saja karena  tidak bisa berkomunikasi dengan istirnya. Nyonya Jung pun segera pamit pergi. 

Tuan Do langsung memarahi istirnya yang kasar, Nyonya Hwang heran melihat suaminya masih membela karena tak  adan hubungannya orang yang terkena kanker dengan Bong Ki dan menurutnya manabisa seorang penulis  mengatakan hal sebodoh itu
“Kau duluan yang mengatakan hal bodoh. Dia sudah mengkhawatirkan Gook Doo Bisa-bisa nya kau bilang, "Polisi berbuat apa saja?" kata Tuan Do marah
“Lalu Kenapa kau selalu tersenyum setiap kali kau melihat wanita itu?” ucap Nyonya Hwang sinis
Tuan Do mengaku tak pernah tersenyum, Nyonya Hwang marah karean Tuan Do bisa tersenyum selebar itu seperti akan memberikan semua yang punya padanya. Tuan Do bertanya kapan dengan nada geram, Nyonya Hwang melihat suaminya yang sudah banyak melawan. Tuan Do berteriak kalau sudah tak tahan lagi dan akan keluar.  Nyonya Hwang langsung menariknya. 

Tuan Do mengeluarkan kue pie dari oven dan terlihat matanya sudah memar karena kena pukul, lalu berusaha mengingat yang dikatakan Nyonya Jung “Alain de...” dengan mencarinya di ponsel. Sementara teman nyonya Hwang melihat dari kejauhan sambil berkomentar.
“Ibu nya Bong Ki ingin kemana setelah melakukan itu padanya?” tanya Ibu Myung Soon. Ibu Jae Hoon mengatakan kalau Nyonya Hwang  mengambil pakaian Bong Ki dan pergi ke rumah sakit.
“Dia terlihat bonyok. Aku merasa kasihan padanya. Rasanya aku ingin menraktir dia makanan hangat dan daging.” Ungkap Ibu Myung Soo merasa kasihan. Tuan Do pun akhirnya bisa mengingat nama penulis “Alain de Botton.” 


Hyun Do berdiri diatas panggung dengan banner bertuliskan [Pengembangan Industri Baek Tak.]  sementara Baek Tak dan anak buahnya duduk melihatnya. Hyun Do mengucapkan  terima kasih pada Presdir Baek Tak yang telah berpartisipasi dalam pertemuan penanggulangan meskipun sedang sibuk.
“Otak di balik "Pengembangan Industri Baek Tak" kami Charles Go telah menerima gelar MBA dari Harvard. Salah satu buku utamanya menjadi, "Perekonomian dari Abad 22. Tidak perlu khawatir. Kau tidak akan hidup selama itu." Saat ia tampil untuk melakukan presentasi mengenai masa depan organisasi kami jadi harap memberinya tepuk tangan meriah.” Ucap Hyun Do memanggil Charles Go
Seorang pria keriting naik keatas panggung memperkenalkan nama sebagai  Charles Go dan mulai membahas kalu Pengembangan Industri Baek Tak berada dalam momen yang sangat penting sekarang. Tapi walaupun merupakan waktu penting untuk memperluas bisnis mereka, Ia  sangat menyadari bahwa Presdir dan karyawan lainnya tengah khawatir dikarenakan berbagai insiden yang terjadi.

“Nasib suatu organisasi tergantung pada orang-orangnya! Bagaimana kita dapat menyesuaikan seseorang yang tepat pada waktu yang tepat? Ini adalah status Pegawai-pegawai kita.” Kata Charles Go memperlihatkan slide show yang sudah dibuatnya.
“Kasus pertama. Lokasi konstruksi di Dobong-gu, Dobong-dong 30-gil.< Tujuh orang termasuk Kim Kwang Bok. Lalu Kasus kedua. Tiga orang di Dobong-gu, Dobong-dong 27-gil. Kasus ketiga. Dua orang di rumah Presdir Ahn Min Hyuk dari Ainsoft. Kasus keempat. Tiga orang di taman bermain dekat SMA Dobong” ucap Chales Go dengan memperlihatkan sesudah dan sebelumnya.
“Anehnya, orang yang menyerang mereka adalah seorang wanita yang kecil dan lembut bernama Do Bong Soon, yang berusia 27 tahun. Tapi... penyebab orang-orang lain terluka bukan karena Do Bong Soon yaitu Kang Bang Goo. Berusia 76 tahun tahun ini. Dia adalah seorang wanita tua yang tinggal di Goejeon-dong dari Daegu. Tapi Kang Bang Goo sebenarnya adalah nenek Do Bong Soon.” Ucap Charles Go, semua kaget mendengarnya.

“Bukankah itu menakjubkan? Artinya, kita diserang oleh satu keluarga. Itu adalah geng yang sangat menakutkan. Sekarang, aku akan melaporkan kepada kalian tentang status kerugian. Sebanyak 15 orang terluka. 40 persen dari mereka harus dirawat di rumah sakit selama lebih dari 28 minggu. Kehilangan enam gigi dan wajah retak. Kerusakan saraf optik, rusak pendengaran, retak rusuk, dan kaki bagian atas retak.” Jelas Charles Go yang sudah membentuk diagram lingkaran.
“Dalam kasus Na Sung Ki, yang merupakan satu-satunya anak di keluarganya.  Ia mendapat kerusakan serius pada bagian terpenting laki-laki. Dampak lanjutan yang paling signifikan yang telah dilaporkan adalah hilangnya harga diri, rasa cemas diserang lagi dan rasa takut terhadap perempuan. Yang paling penting, mereka ingin sekali untuk membalas dendam...” ucap Charles Go yang langsung disela oleh Baek Taek
Baek Tak memanggil nama aslinya “Cheol Su” yang menurutnya sudah cukup. Charles memberitahu kalau nama Charles, Baek Tak tak meu tahu hanya ingin rencana selanjutnya. Charles Go memberitahu kalau ada caranya yaitu mereka akan membalas dendam.

“Tujuan utama kita untuk menang melawan Do Bong Soon sehingga kita bisa membasmi rumor yang menjatuhkan nama baik kita.” Kata Charles, Baek Tak pun ingin tahu caranya untuk menang.
“Orang yang menderita karena kepalan tangan seseorang, harus berdiri dengan berkepal tangan. Jawaban nya... Da. Chi. Ma. Ri!” kata Charles Go. Baek Tak berdiri layaknya pria keren seperti Dachimawa Lee
“Jadi, maksudmu kita harus memukulinya secara keroyokan?” tanya Baek Tak. Charles mengelengkan kepalanya.
“Kita akan mencocokkan satu-satu. Dalam era di mana hukum jauh untuk di capai, tapi kita dapat meraih target kita. kita akan membangun kekuatan dan mulai sekarang.” Ucap Charles
“Bagaimana cara kita membawa Do Bong Soon di sini? Dia tidak akan datang.” Kata Baek Tak
Charles mengatakan Ada caranya yatu dengan Voice-phishing, penipuan atau pengelabuhan melalui telepon. Baek Tak langsung memuji kalau  Yang sekolah di luar negeri memang beda. Charlesa mengatakan kalaus sudah membawa spesialis datang.
Seorang wanita tambun dan pria yang terlihat lusuh masuk ke atas panggung. Baek Tak berbisik pada Agari berpikir Charles menculik mereka karena mengetahui mereka artis dan berapa yang harus dibayarnya. 

Anak genk SMA melihat video Bong Soon sedang melawan para pria lalu berpikir untuk memposting di Youtube. Si ketua Genk  melarangnya karena  Bong Soon pasti tidak akan setuju Karena tahu Bong Soon ingin hidup tenang, jadi mereka harus melindunginya. Semua setuju, saat itu ketua Genk seperti memikirkan sesuatu.
“Akan lebih baik jika banyak orang yang tahu kalau kita punya seseorang yang luar biasa seperti dia yang membela kita, karena dia sangat menakjubkan.” Ucap ketua Genk. Mereka pun bertanya apa yang akan dilakukanya. 

Bong Ki melihat Bong Soon yang datang ke rumah sakit, bertanya kenapa datang. Bong Soon heran melihat adiknya yang bertanya itu pasti Karena Bong Ki yang  bekerja nonstop, jadi datang untuk bertemu. Bong Ki pun bertanya apa ada yang ingin dikatakan kakaknya itu.
“Aku sudah dibayar. Aku membeli hadiah untuk orang tua kita dan memutuskan untuk memberikanmu uang tunai.” Ucap Bong Soon memberikan amplop berisi uang, Bong Ki terlihat bahagia menerimanya.
“Kau pasti sibuk. Aku pergi!” kata Bong Soon, Bong Ki memanggil kakaknya sebelum pergi.
“Aku juga suka padanya dan ingin berkencan dengannya, tapi tidak boleh begitu, kan?” kata Bong Ki menyadarinya

“Tentu saja tidak boleh,  Itu tidak adil jadi Jangan lakukan itu. Aigoo! Kau sudah dewasa. Sekarang kau bahkan punya kisah cinta segitiga.” Komentar Bong Soon lalu pamit pergi. Bong Ki pun sedih karena harus menahan perasaan pada Hee Ji.
“Nuna juga semoga beruntung! Aku ingin kau berpacaran dengan seseorang.” Ucap Bong Ki, Bong Soon bertanya dengan siapa
“Ahn Min Hyuk... Sepertinya, dia orang yang baik. Kurasa dia tidak gay, dari perspektif seorang ahli medis.” Kata Bong Ki. Bong Soon merasa otak adiknya itu sudah cuci oleh ibunya dan pamit pergi.
“Aku bekerja sampai malam dan tidak akan pulang hari ini.” Teriak Bong Kin, Bong Soon mengatakan sudah tahu lalu keluar dari rumah sakit. 

Kwang Bok membagikan benda tajam pada anak buahnaya memberitahu kalau Targetnya Do Bong Soon dan tidak mudah untuk ditangani jadi Hajar, lawan dan halangi dan memukulnya. Baek Tak masuk memarahi anak buahnya,  yang menggunakan senjata pada seorang gadi menurutnya itu sangat memalukan sekali!
“Bos! Lawan kita adalah Do Bong Soon. Kita semua bisa mati jika sedang sial.” Ucap Kwang Bok
“Kau tidak seharusnya datang! Dasar bodoh! Kau jangan kemana-mana.” Ucap Baek Tak dan mengajak semua anak buahnya kecuali Kwang Bok. 

Tuan Do menari-nari dirumah. Bong Soon baru menuruni tangga ikut menari lalu bertanya apakah Ayahnya sesenang itu saat tahu Ibu akan tamasya. Tuan Do berteriak kalau sangat senang. Keduanya pun menari dengan wajah bahagia karena selama ini dikekang oleh Nyonya Hwang.
Bong Soon menjauh menerima telp dari Min Hyuk yang meninggatkan kalau hari ini ada pelatihan jadi menyuruhnya agar segera keluar karena  hampir sampai. Bong Soon mengerti dan bergegas ke kamarnya, sampai dikamar melihat surat yang dituliskan untuknya.
“Cucuku tersayang, Bong Soon! Seorang anak kecil telah menjadi seorang wanita dewasa Dan bahkan sekarang kau sudah dapat pekerjaan. Nenek sangat bangga padamu. Aku tahu kalau kau tidak bisa hidup seperti orang lain.< Orang lain mungkin tidak mengira kalau punya kekuatan super sangatlah memalukan.”
“Tapi dunia tidak seperti itu. Mereka akan menghinamu dan menindasmu jika kau sedikit berbeda. Tapi Bong Soon! Aku selalu bilang padamu untuk menghindari segala hal, kau tidak boleh malu dengan kekuatan yang kau punya. Itu adalah hadiah dari para dewa, yang akan digunakan untuk memperbaiki dunia. Aku mencintaimu, anjing kecilku. -Dari nenekmu.-“

Agari meminta keduanya Jangan takut dan Lakukan seperti biasa karena mereka sudah mempersiapkannya. Keduanya terlihat gugup, Si wanita mengatakan mereka  akan tertangkap jika melakukan voice-phishing sungguhan. Agari melihat keduanya yang takut dihukum dan menyuruh agar segera menghubungi saja dengan menunjuk nomornya.
Bong Soon akan bergegas pergi dan mengangkat telp kalau akan segera datang. Si pria binggung kalau Bong Soon akan segera datang. Si wanita langsung berteriak memanggil Bong Soon kalau diculik. Si pria memberitahu kalau mereka menculik Ibu Bong Soon sekarang jadi harus datang alamat yang diberikan.
“Jika kau menelepon polisi maka Ibumu akan mati.” Ucap si pria dengan nada mengancam 

Bong Soon panik memberitahu Kyung Shim kalau ibunya diculik dan meminta agar menelp Ibu Kyung Shim. Kyung Shim pikir mereka harus memanggil polisi. Bong Soon mengatakan kalau mereka tidak boleh lapor ke polisi setelah itu bergegas pergi dengan wajah panik lewat jalan belakang. Min Hyuk sudah menunggu didepan rumah tak menyadari Bong Soo yang lewat di jalan bawah.
Tuan Do terlihat panik karena Kyung Shim mencoba menelp tapi tak diangkat, saat itu terdengar suara Nyonya Hwang yang mengeluh karen terus menelponnya.  Kyung Shim kaget bertanya apakah Nyonya Hwang  tidak diculik. Nyonya Hwang pikir siapa yang akan menculknya karena pasti  akan menghajar penculik nya habis-habisan. Kwang Shim pun tak membahasnya lagi menyuruh Nyonya Hwang menikmati tamasya saja.
“Dia tidak diculik.” Ucap Kwang Shim, Tuan Do pun binggung apa maksudnya itu. Kwang Shim tahu ini namanya Voice-phishing. Tuan Do binggung apa maksudna.
“Bagaimana mereka tahu bahwa dia dibayar?” kata Kwang Shim panik

Bong Soon sampai di tempat peculikan ibunya dengan wajah panik, Min Hyuk kesal menunggu lalu menelp dengan mengancam akan memotong 100.000 won, setiap kali telat 10 menit. Bong Soon memberitahu kalau ibunya diculik.
“Kau dimana sekarang? Hei! Bong Soon! “ teriak Min Hyuk panik dan kaget, Bong Soon terus mencari keberadaanya.
Tuan Do menelp Gook Do memberitahu tentang Bong Soon yang terkena penipuan dan sedang pergi ke tempat peculikan. Gook Do sedangmengemudi mengatakan  akan mencari tahu sekarang, lalu menelp bagian fasilitas kontrol meminta agar melacak lokasi Do Bong Soon saat ini.

Bong Soon masuk ke sebuah gudang dan melihat Baek Tak dibalik pintu dengan anak buah dibelakangnya. Bong Soon pun bertanya keberadaan ibunya. Baek Tak langsung menjawab berpura-pura tak tahu tentang ibu Bong Soon.
Saat itu Kyung Shim menelp menanyakan keberadaan temanya dan memberitahu kalau ibunya baik-baik saja dan sudah tertipu. Bong Soon pun sudah mengiranya dan meminta agar Jangan khawatir lalu menutup telpnya
.
“Karenamu, geng kita jadi kehilangan harga diri. Jadi kami ingin secara resmi melawanmu sekarang. Ah. Sebelum kita melakukan itu... Kita akan merekammu saat kau berlutut dan berkata, "Aku minta maaf dengan berkata Maafkan aku."” Kata Baek Tak. Semua anak buahnya setuu.
“Tentu. Mari kita melakukan itu. Tapi yang akan berlutut bukan aku tapi kau, Ahjussi.” Ucap Bong Soon melwan
“Kau bilang Aku? Aku? Aku? Berlutut!” kata Baek Tak mengejek
Bong Soon mengeluarkan dua buah kenari dan langsung meremukan dengan dengan satu tanganya. Semua panik dan langsung memegang selangkangan masing-masing. Bong Soon pun menyuruh mereka mendekat lebih dulu. Terlihat Min Hyuk dan Gook Doo yang menyaksikan Bong Soon melawan semua pria.
Bersambung ke episode 9

FACEBOOK : Dyah Deedee  TWITTER @dyahdeedee09 
INSTRAGRAM dyahdeedee09  FANPAGE Korean drama addicted


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar