Sabtu, 25 Maret 2017

Sinopsis Strong Woman Do Bong Soon Episode 9 Part 1

PS : All images credit and content copyright : JBTC

[EPISODE 9 - CINTA BERISIKO TINGGI]
Semua sempat takut melihat Bong Soon yang memecahkan kacang kenari dengan satu tangan. Hyun Do menyuruh anggota baru agar melawan. Bong Soon dengan mudah melawan tiga orang yang mendekatinya lalu memasang penutup kepala jaketnya. Hyun Do kembali menyuruh anak buah lain agar melawan.
Flash Back
Min Hyuk memberikan pelajaran pada Bong Soon agar  selalu melihat ke mata lawan setelah itu bisa langsung tahu apa langkah selanjutnya orang itu. Ia juga menyuruh Bong Soon untuk menghindari pukulannya.
Bong Soon bisa menghindari pukulan dan memberikan pelajaran pada semua pria. Agari dkk hanya bisa melonggo melihat Bong Soon ternyata diluar dugaan mereka melawan semua pria akhirnya menyuruh tim Yeongdeungpo dan Cheonho-dong bersaudara.
Hanya dengan dua tanganya dan kekuatannya, Bong Soon bisa melawan semuanya. Agari berteriak marah berpikir anak buahnya sudah tak lama berkelahi dan menyuruh anak buah terakhir menangkap Bong Soon. Baek Tak memalingkan wajah seperti tak tega melihat anak buahnya yang dipukul oleh Bong Soon. 
Min Hyuk datang melihat Bong Soon dengan penuh jaketnya seperti menemukan sosok wanita yang selama ini di carinya saat menyelamatkan dalam bus. Gook Do datang melihat Bong Soon dengan pria yang bergeletak. Beberapa pria yang melihat temanya kesakitan memohon pada Bong Soon dengan memegang tangan.

Bong Soon langsung mengangkat dan melemparnya. Gook Doo melotot tak percaya melihat Bong Soon melawan semua pria. Hyun Do yang berdiri pun kena dorong akhirnya ikut jatuh. Agari mencoba melawan tapi tanganya kena pelintir dan kena pukul diwajahnya.
Baek Tak duduk diam berusaha untuk santai tapi tanganya gemetar. Saat itu terlihat Kwang Bok yang bersembunyi dibalik tumpukan kayu. Min Hyuk dan Gook Do melihat Kwang Bok membawa pisau dari belakang, lalu berlari sambil berteriak memanggil Bong Soon.
Bong Soon membalikan badan melihat Min Hyuk langsung memeluknya dan pisau pun mengenai baik perutnya. Gook Doo langsung menghajar Kwang Bok habis-habisan. Bong Soon langsung menangis melihat Min Hyuk jatuh karena luka diperutnya. Min Hyuk masuk menanyakan kedaaan Bong Soon lalu memegang tangan yang ada diatas luka. 


Gook Doo dan Bong Soon masuk ke bagian UGD dengan membawa Min Hyuk. Dokter memberitahu kalau Min Hyuk mengalamia memar perut tapi Perutnya tidak lagi mengalami pendarahan dan tidak ditusuk mendalam. Bong Soon terlihat panik dan sedih melihat Min Hyuk.
Dokter pun menyuruh agar mereka melakukan CT Scan, Gook Doo melirik pada Bong Soon terlihat khawatir dengan keadaan Min Hyuk. 

Baek Tak melihat semua anak buahnya yang terluka dibawa bergantian dengan tandu, Agari pun sudah diperban dengan jari tangan yang terluka. Baek Taek pun mengajak mereka berhenti dan mencari pekerjaan di perahu nelayan. Agari binggung seperti dirinya merasa mabuk. 

Bong Soon berdoa disamping Min Hyuk yang sudah dirawat inap, memohon agar cepat bangun dan berjanji akan mendengarkan semua yang  dikatakan serta membiarkan Min Hyuk  memperintahkan semaunya. Ia juga tak akan mengeluh dengan semua perkataan serta tidak akan protes. Saat itu Min Hyuk membuka maata melihat Bong Soon yang ada disampingnya.
“Syukurlah... Syukurlah aku yang kena tusuk, bukannya kau Dan kau tidak terluka.” Ucap Min Hyuk, Bong Soon kaget Min Hyuk bisa berkata seperti itu.
“Bukankah itu apa yang sedang kau pikirkan?” ejek Min Hyuk dan mulai kembali mengeluh dengan yang dilakukan Bong Soon padanya.
“Sejak aku mempekerjakanmu sebagai pengawalku Aku mendapatan masalah terus setiap hari.” Keluh Min Hyuk, Bong Soon seperti merasa bersalah.

“Berapa lama kita saling kenal? Rasanya sudah bertahun-tahun. Dan Kenapa rasanya sakit sekali? Berapa banyak jahitan nya?” ucap Min Hyuk, Bong Soon menyebut  ada 12 jahitan.
“Kau bilang pada mereka untuk menjahit erat-erat dan ribut tak karuan tentang itu.” Kata Bong Soon, Min Hyuk seperti tak ingat.
“Bagaimana bisa mereka menjahit perutku. Aku punya bekas jahitan di perutku. Padahal Aku berusaha keras untuk tidak meninggalkan bekas luka di tubuhku.” Ucap Min Hyuk, Bong Soon hanya bisa meminta maaf.
Min Hyuk khawatir memastikan Bong Soon baik-baik saja. Bong Soon mengangguk dan mengaku itu berkat bosnya. Min Hyuk dengan bangga mengatakan kalau itu sudah pasti dan meminta bayaran atas  kemurahan hatinya, lalu merasakan sakit dan berpikir kalaudokter mengambil sesuatu dari tubuhnya saat melakukan operasi. Bong Soon binggung memangnya apa yang akan diambil dari tubuhnya.

Min Hyuk terus mengeluh kalau rasanya sakit sekali,  seperti ada sesuatu yang hilang di dalam tubuhnya dan berpikir ginjlanya yang hilang. Bong Soon binggung dan saat itu Sekretaris Gong masuk dengan wajah sedih melihat Min Hyuk yang terbaring. Sek Gong sambil menangis merasa tak tega melihat Min Hyuk yang tertikam pisau.
“Itu bukan masalah besar tapi Aku bisa mati karena terkena tetanus dan bisa menyebabkan komplikasi juga. Jangan menangis dan  Nangisnya beberapa hari kemudian saja. Lihat keadaanku dulu.” Ucap Min Hyuk, Sek Gong tetap menangis.
“Do Bong Soon... Apa kau baik-baik saja?” ucap Min Hyuk, Bong Soon kembali meminta maaf.
“Kau makan siang dulu, karena mungkin belum makan apa-apa sepanjang hari.” Kata Min Hyuk.
Bong Soon tak bisa menolak karena melihat Min Hyuk yang kesakitan jadi tak mungkin bisa menelan makanan.  Min Hyuk pikir dirinya juga tak akan membaik jika Bong Soon kelaparan, setelah makan siang maka harus merawatnya kembali lalu berpura-pura seperti bisamelihat dan mendengar yang aneh-aneh sekarang. Bong Soon dan Sek Gong binggung.
Sek Gong mengaku kalau tak mengatakan apapun, tapi Min Hyuk yakin kalau Sek Gong mengatakan dan mendengar sesuatu, lalu menyuruh Bong Soon segera makan dan kembali. Bong Soon pun mengikuti perintah MinHyuk tanpa melawan.
Min Hyuk langsung berubah sikap pada Sek Gong kalau baik-baik saja dan meminta agar menaikan sandaran tempat tidurnya.  Lalu memberitahu aklau akan tinggal di rumah sakit selama beberapa hari jadi Sek Gong  yang urus masalah pekerjaan. Sek Gong binggung karena tadi Min Hyuk seperti merengek kesakitan.
“Aku baik-baik saja dan Tusukannya tidak dalam. Dan juga..Jangan biarkan karyawanku tahu kalau aku ditusuk.” Kata Min Hyuk seperti merasakan sebagai Laksamana Yi Soon Shin saat mengatakan kalimat itu, Sek Bong masih saja binggung karena Min Hyuk berubah drastis, Min Hyuk pun meminta Sek Bong agar menyalakan TV. 

Bong Soon berjalan ke kantin, sementara Gook Doo duduk di ruang tunggu sambil mengingat kejadian saat SMA.
Flash Back
Bersama dengan temanya, Gook Doo sengaja mengatakan kalau tidak suka gadis yang tinggi tapi menyukai gadis yang seperti bunga kosmos. Yang membuatnya ingin sekali melindunginya sambil melirik pada Bong Soon. Saat itu Bong Soon yang sedang mencuci tangan tak sengaja mematahkan keran, Gook Doo pun bisa melihatnya.
Ketiga pergi ke sekolah melewati lapangan dengan besi yang bengkok, Ia mendengar Petugas memberitahu kalau Ada seorang siswi mungil yang melakukan itu. Guru berpikir kalau petugas itu sedang mabuk.  Petugas yakin kalau siswa itu membengkokan besinya.
Saat diadakan adu tarik tambang, Bong Soon menjadi penyemgat dan Gook Doo bersama dengan teman-temanya berlomba. Diam-diam Bong Soon memegang bagian belakang tali tambang dan akhirnya menang. Gook Doo melihat Bong Soon berjalan keluar dari lapangan. 

Min Hyuk mengingat kejadian saat didalam bus dengan mengingat wanita muda yang mengunakan seragam membuat bus berhenti, ia yakin kalau wanita itu adalah Bong Soon sekarang.  Saat itu Gook Doo datang menanyakan keadaan Min Hyuk, Min Hyuk mengaku baik-baik saja.
“Apa Selama ini kau tahu?” ucap Gook Doo, Min Hyuk balik bertanya tentang apa yang dimaksud.
“Apa itu sebabnya kau mempekerjakannya sebagai pengawalmu?” kata Gook Doo seperti baru sadar kalau Bong Soon memiliki kekuatan yang lain.
“Bong Soon tidak ingin kau tahu. Aku harap kau akan berpura-pura tidak tahu.” Ucap Min Hyuk
“Kenapa kau melakukannya? Kenapa kau yang tertikam supaya...” ucap Goon Doo marah. Min Hyuk sengaja meminta Gook Doo bisa memikirkan alasanya. 

Gook Doo akhirnya keluar dan duduk dengan wajah gelisah, Bong Ki duduk disamping temanya. Gook Doo mengaku sudah melihat semuanya,  karena setelah memikirkan ada banyak insiden aneh. Bong Ki meminta maaf karean tidak bisa memberitahu tentang itu.
“Sejujurnya... Bong Soon sedikit berbeda dari yang lain. Dia sangat istimewa.” Ucap Bong Ki, Gook Doo bertanya sejak kapan seperti itu.
“Ia dilahirkan dengan kekuatan khusus dan Gook Du, izinkan aku meminta bantuanmu. Rumah sakit ini penuh dengan orang-orang yang dihajar oleh Bong Soon. Di UGD atau di ruang manapun, kami tidak punya kasur rawat lagi. Aku tidak ingin semua orang tahu tentang itu. Jangan mempersulit, dan tutuplah kasus ini.” Ucap Bong Ki khawatir
“Aku tidak peduli dengan yang lain, tapi aku tidak bisa memaafkan orang yang menusuknya. Aku akan memasukannya ke penjara tidak peduli apa. Bagaimana jika Bong Soon yang kena tusuk?” kata Gook Doo geram
“Presdir Ahn Min Hyuk mengatakan ia tidak ingin mempersulit semuanya. Kalau dipikir-pikir, dia satu-satunya yang jadi korban. Dan untungnya, ia tidak memiliki cedera serius” kata Bong Ki 

Orang tua Bong Soon datang dengan Kyung Shim yang panik, Nyonya Hwang merasa kalau Bong Ki hanya ingin menenangkan kalau Bong Soon tidak terluka jadi harus melihatnya sendiri. Mereka akhirnaya bertemu dengan Bong Ki.  
“Jadi Menantu Ahn kita. Dia yang tertusuk untuk melindungi Bong Soon?” kata Nyonya Hwang tak percaya, Bong Ki membernarkanya, Nyonya Hwang pun ingin melihatnya.
“Presdir Ahn... Bagaimana cara kita untuk membayar kemurahan hatimu?” ucap Nyonya Hwang, Min Hyuk kaget orang tuan Bong Soon yang datang dan mengatakan kalau ia baik baik saja.
“Apa maksudmu kau baik-baik saja? Kami adalah keluarga bermartabat  dan harus membayar kemurahan hatimu serta tidak bisa berutang budi padamu.” Kata Nyony Hwang, Min Hyuk mengaku baik-baik saja.
“Aku akan memberikan Bong Soon padamu... Ambil lah Bong Soon.” Kata Nyonya Hwang, Semua yang mendengarnya hanya bisa melonggo. 

Ketua Yook bersenandung sendirian, lalu melihat Gook Doo datang ke kantor. Min Hyuk menyapa Ketua Yook bertanya apakah tak pulang. Ketua Yook memberitahu kalau diminta untuk keluar dari tim dan menyuruh gar menghentikan penyelidikan kasus beruntun Dobong-dong. Gook Do terlihat menahan amarah. 

Saat itu 3 orang tahanan terlihat ketakutan, korban pertama Nona Kim memastikan kalau semua bisa mendengar ucapana karena si pelaku tak ada jadi mereka harus bekerja sama. Dua wanita lainya merasa tak bisa berbuat apapun karena tanganya terikat dan bertanya keberadaan mereka.
“Aku tidak tahu, tapi pasti ada orang-orang di dekat kita. Aku dengar suara orang-orang dan juga mendengar ada suara mesin. Bagaimana kalau kita berteriak bersamaan? Aku akan memberikan kalian aba-aba. Kita harus berteriak dan meminta seseorang untuk menyelamatkan kita.” Ucap Nona Kim. Semua pun berteriak meminta tolong bersama-sama.
Saat itu diluar pegawai sedang memecahkan bagian kaca mobil jadi tak bisa mendengar. Sementara pelaku bisa melihat semua dari CCTV tawananya lalu turun ke bawah tanah dengan membawa besi dan masuk ke penjara nona Kim merasa seharusnya tak bersikap baik pada wanita seperti mereka. 

Kepala Yook bertemu dengan ibu korban ketiga,  mennjelaskan bahwa  Kasusnya telah di pindahkan ke Tim Investigasi Khusus jadi harus membahas dengan tim itu. Dan meminta maaf karena semakin mempersulit semua ini.
“Putriku masih hidup, kan?” ucap si ibu sambil menangis, Ketua Yook yakin kalau korban masih hidup.
“Tolong beritahu pelakunya untuk membawaku saja, jangan dia. Biasanya tidak pernah ada penculikan di jalan itu. Aku yakin, pelakunya seseorang yang mengenal baik putriku Atau bisa menjadi salah satu tetangga kita.” Ucap si ibu. 

Gook Doo yang sedari tadi diam saja mengingat kejadian sebelumnya yaitu Tempatnya Dobong Bangunan Tiga di dekat Road 40-5 lalu mereka pun tak melihat mobil di titik tertentu dari CCTV.
Saat Bong Soon diinterogasi mengatakan kalau mencium sesuatu yang aneh yaitu bau yang dikeluarkan dari aspal yang terkikis. Ia pun melihat mobil-mobil bekas saat menyelidiki. Si ibu sambil menangis memohon pada Ketua Yook agar bisa menemukan anaknya. Gook Do pun mengemudikan mobilnya dengan wajah sangat serius.  

Nyonya Hwang keluar dari ruangan. Tuan Do marah karean Nyonya Hwang dengan mudah mengatakan kalau menyuruh Min Hyuk untuk mengambil Bong Soon. Nyonya Hwang pikir suaminya harus tahu yang dinginkan selain itu yaitu membawa tuan Do juga seperti beli satu, gratis satu tapi suaminya itu tidak berguna.
“Meskipun begitu. Ini sangat menyentuh. Dia yang kena tusuk untuk melindungi Bong Soon.” Ungkap Kyung Shim
“Tapi Omong-omong, siapa bajingan itu?” ucap Nyonya Hwang geram ingin mencari tahu. 

Perawat memberikan obat pada luka Min Hyuk dan bertanya apakah terasa sakit, Min Hyuk mengaku tidak. Perawat merasa Min Hyuk iyu pandai sekali menahan rasa sakitnya karena akan terasa sedikit menyengat. Min Hyuk dengan menahan rasa sakit bertanya kapan jahitanya dilepas.  Perawat pikir itu sepertinya sekitar satu minggu. Bong Soon masuk ruangan, Min Hyuk langsung berpura-pura merengek kesakitan yang membuat perawat melonggo karena sikapnya berbeda.
“Aku memiliki lapisan kulit yang sangat sensitif.” Ucap Min Hyuk, Bong Soon mengucapkan terimakasih pada perawat lalu membantu Min Hyuk untuk berbaring. 

Hee Ji dan Bong Ki kembali bertemu lalu berjalan diluar ruamah sakit. Hee Ji menceritakan kalau Gook Do mengatakan selama ini menyukai seseorang sejak lama. Bong Ki sedikit kaget mendengarnya. Hee Ji menceritakan kalau Gook Doo bilang Katanya, ada gadis ceroboh yang selalu membuatnya marah.
“Aku tidak begitu bahagia saat aku pacaran dengan Gook Doo. Sepertinya dia tidak begitu suka padaku. Aku sekarang bisa tahu mengapa dia seperti itu.” Kata Hee Ji, Bong Ki merasa kasihan menanyakan keadaan Hee Ji
“Aku selalu berpikiran "Apakah kau benar-benar jatuh cinta? Apakah kita benar-benar saling menyukai?" Tapi aku merasa berbeda saat aku bersamamu. Semua ini semakin jelas. Aku tidak ingin membuang waktu, Bong Ki” kata Hee Ji akhirnya duduk ditaman dengan saling bertatapan.
“Gook Doo dan aku berteman Untuk memulai hubungan denganmu... Kita harus perlahan-lahan menjalin hubungan..” Ucap Bong Ki merasa tak enak hati.
“Bagaimana jika aku mengencani pria lain?  Bagaimana jika kau akhirnya mengencani wanita lain? Waktu adalah segalanya. Jadi Berikan aku lima kencan. Jika kita masih berpikir tidak ditakdirkan bersama maka kita akan berhenti sampai sana tanpa penyesalan.” Ucap Hee Ji seperti sangat berani.
“Aku seorang pria. Bukankah aku yang seharusnya bilang seperti itu padamu?” ucap Bong Ki merasa tak enak. Hee Ji pikir tak perlu mengkhawatirkan hal itu. Keduanya pun langsung tersenyum. 

Baek Tak masuk ruangan rawat semua dipenuhi oleh anak buahnya, bahkan di lorong juga banyak anak buahnya yang terluka. Agari pun tepat mengawalnya walaupun wajah dan tanganya di perban.  Baek Tak melihat banyak anak buah yang diperban sampai ke bagian wajah seperti mumi lalu bertanya keberadaan Kwang Bok.
Agari menunjuk ke depan tapi karenar jarinya bengkok malah menunjuk ke arah kiri. Baek Tak langsung menghajar anak buahnya yang dianggap Kwang Bok karena membawa pisau. Agari menahanya kalau bukan pria itu dan menunjuk pria dengan tangan dan kaki yang digantung, seluruh tubuh diperban. 

Saat itu Nyonya Hwang masuk bertanya Siapa yang mencoba untuk menyakiti anaknya dengan penuh marah, Baek Tak melihat Nyonya Hwang agar tenang, Nyonya Hwang berpikir itu pasti anak buah dari Baek Tak dengan penuh amarah kalau dari wajahnya mengumpat wajahnya itu seperti  Pigsy.
“Madam, kau harus menyalahkan karena kesalahan nya, bukan karena wajahnya.” Ucap Baek Tak, Nyonya Hwang tak mau tahu.
“Siapa Bajingan mana pelakunya dan. Siapa yang menikam Menantu Ahn kami?” teriak Nyonya Hwang
Baek Tak tetap meminta agar Nyonya Hwang tenang,  Nyonya Hwang pikir tak mungkin tenang karena akan memukulnya sampai merasa lebih baik. Baek tak akhirnya menunjuk ke arah Kwang Bok yang terbaring dengan seluruh tubuh di balut perban. Nyonya Hwang merasa kalau tak ada tempat lagi untuk memukul Kwang Bok.
“Sebagai orang yang bertanggung jawab, aku akan meminta maaf kepadamu.” Ucap Baek Tak
“Maka dari itu, kau yang harus kena pukul untuk menggantikan dia. Dipukuli untuk menggantikan dia.” Ucap Nyonya Hwang
Tiba-tiba saat itu tuan Ahn datang dan langsung menghajar Tuan Ahn. Nyonya Hwang melonggo karena belum sempat memberikan pukulan tapi sudah dilampiaskan oleh ayah dari Min Hyuk. 


Tuan Ahn menemui anaknya mengatakan  akan mengurusnya. Min Hyuk meminta ayahnya agar jangan membuat semuanya jadi rumit karena Kwang Bok bukannya mencoba untuk menusuknya jadi lebih baik membiarkan saja. Tuan Ahn mengaku kalau tidak mengkhawatirkan luka Min Hyuk tapi melukai harga dirinya.
“Bagaimana bisa dia menusuk anakku? Sepertinya dia tidak tahu kalau sudah keterlaluan.” Ucap Tuan Ahn
“Sudah kukatakan, dia bukannya ingin menusukku.” Tegas Min Hyuk, Tuan Ahn pun bertanya sebenarnya Kwang Bok mencoba untuk menusuk siapa. Bong Soo ingin masuk akhirnya mengurunkan niatnya dengan mendengarkan dari depan pintu.
“Kenapa kau... Kenapa kau yang jadi kena tusuk untuk melindungi dia? Apa kau bodoh?” teriak Tuan Ahn marah.
“Tusukan nya tidak terasa sakit sama sekali dan Aku tidak takut karena tertusuk. Karena Aku pernah punya pengalaman yang lebih menyakitkan.” Ucap Min Hyuk dengan nada tinggi.
Tuan Ahn makin marah dengan sikap anaknya,  Min Hyuk sadar kalau ia bukan anak Ayah dan bukan kakaknya para saudara-saudaranya, bahkan ibu tirinya menganggap dirinya itu hanya pengemis  yang datang entah dari mana.
“Kenapa Ayah tidak meninggalkanku saja, seperti Ibu? Mengapa Ayah membawaku dan membesarkanku?” teriak Min Hyuk marah, Tuan Ahn makin tak bisa menahan emosi ingin memukul, Kyung Hwan menahan ayahnya agar tak memukul adiknya.
“Sudah kukatakan untuk jangan berbicara tentang Ibumu. Apa yang tidak kuberikan padamu? Aku melakukan segalanya untukmu. Apa Sekarang karena kau yang membuat perusahaan berkembang, kau jadi melawanku?” teriak Tuan Ahn.
“Tolong pergi. Aku tidak ingin Ayah berada disini.” Kata Min Hyuk sinis 


Bong Soon merasa sedih mendengar keadaan Min Hyuk yang sebenarnya, lalu melihat Ibu tiri Min Hyuk yang bicara di telp kalau akan segara datang dan mengatakan kalaua Min Hyuk bahkan tidak terluka parah srta selalu sendirian, seolah-olah tak peduli.
Saat itu Istri Ahn sadar setelah menutup telp kalau Bong Soon ada didekatnya. Tuan Ahn keluar ruangan dengan penuh amarahnya, ibu tiri Min Hyuk berpura-pura khawartir menanyakan keadaaanya.  Tuan Ahn mengaku keadaan Min Hyuk yang kacau. Bong Soon sedih melihat Min Hyuk meluapkan amarah dan menangis sendirian.
Bersambung ke part 2

FACEBOOK : Dyah Deedee  TWITTER @dyahdeedee09 
INSTRAGRAM dyahdeedee09  FANPAGE Korean drama addicted

Tidak ada komentar:

Posting Komentar