Rabu, 08 Maret 2017

Sinopsis Ms Perfect Episode 4 Part 1

PS : All images credit and content copyright : KBS

Eun Hee memanggil suaminya bernama Cha Kyung Woo, Jae Bok panik mendengar nama mantan kekasihnya. Kyung Woo memberitahu akan segera turun. Eun Hee menyapa suaminya di ruang tengah memberikan ponselnya karena ayahnya ingin bicara dengan suaminya dan dibuat binggung karena tak melihat Jae Bok di ruangan.
Jae Bok sudah bersembunyi dibalik kursi melihat kaki keduanya dari kolong kursi,  Kyung Woo berbicara dengan ayah mertuanya, sementara Eun Hee mencarai Jae Bok yang mungkin pergi ke kamar mandi. Jae Bok melihat kaki ada bekas luka, teringat kembali saat memasangkan gelang bunga. Saat itu Jae Bok yakin itu kaki mantan pacarnya,  Kyung Woo terlihat pergi karena ingin memberikan ponsel pada istrinya.  Jae Bok merasa memiliki kesempatan dan langsung keluar dari rumah. 

Jae Bok mengemudikan mobilnya, merasa tak percaya kalau  Kyung Woo adalah suami Eun Hee dan mantan pacarnya itu adalah pemilik rumah. Ia teringat pertama kali bertemu dengan Kyung Woo ketika di restoran, saat itu tak sengaja menjatuhkan minuman. Kyung Woo pun seperti tak bisa marah melihat kecantikan Jae Bok.
Akhirnya Jae Bok menghentikan mobilnya melihat kembali blog milik istri Kyung Woo. Lalu dikagetkan saat melihat foto Eun Hee dengan wajah suaminya hanya sampai bibir saja. Ia Merasa selama ini tak melihat foto itu, lalu melihat foto akuariuma, teringat kembali saat pertama kali masuk melihat akuarium yang sama. Wajah Jae Bok terlihat sangat kesal karena tak sadar. 

Ibu Jung Hee merapihkan makakan setelah perayaan kematian untuk suaminya, lalu berkomentar kalau Jae Bok sudah melakukan yang terbaik pada anaknya, menjadi kuat menghendakinya dan Jung Hee itu akan dicambuk dalam hidup. Jung Hee meminta ibunya agar tak membahas masalah itu karena anak-anak bisa mendengarkanya.
“Ibu.. Berhenti memberikan makanan begitu banyak.”ucap Jung Hee, Ibu Jung Hee pikir harus menjilat Jae Bok sebanyak yang bisa dilakukan.
“Istrimu memegang pedang sekarang.” Kata Ibu Jung Hee, Jung Hee membela kalau Jae Bok tidak seperti itu. Ibu Jung Hee kesal karena anaknya itu harus sampai tertangkap.
“Ayah, apakah kau bermain petak umpet dan tertangkap?” kata Hae Wook mendekati ayahnya. Jung Hee mengelengkan kepalanya.
“Ayahmu sedang bermain petak umpet dengan ibumu dan benar-benar tertangkap.” Kata Ibu Jung Hee dengan nada sinis. Jung Hee meminta ibunya tak membahas lalu memberitahu anaknya kalau neneknya hanya bercanda.


Jin Wook berjalan bersama ayahnya mengaku senang bisa pergi dengan anaknya. Jung Hee pun mengaku senang juga, Jin Wook pun bertanya cara mereka bertahan hidup karena ayahnya itu sudah dipecat. Jung Hee mengaku kalau tak dipecat tapi hanya keluar dari kantornya.
“Terserahlah, Tapi ketua kelasku mengatakan ayah dipecat.” Kata Jin Wook, Jung Hee menenangkan saja  kalau teman anaknya itu tidak tahu apa-apa.
Saat itu Jung Hee kaget melihat sosok wanita didepanya, Na Mi berjalan disampingnya dan tersenyum lalu berjalan melewatinya. Ia sempat kembali menoleh ternyata hanya halusinasi matanya saja melihat Na Mi. 

Jae Bok sibuk mencari rumah dan membandingkan harga, Jung Hee mendekati istrinya bertanya apa sedang mencari tempat lain. Jae Bok membenarkan. Jung Hee binggung karena sebelumnya  mengatakan bahwa tempat itu bagus dan murah. Jae Bok membenarkan tapi karena  ingin berpisah dengan Jung Hee sesegera mungkin jadi membuat suatu keputusan yang cepat dan merasa sekarang tidak bisa tinggal di tempat itu
“Jin Wook harus pindah sekolah jika kita pindah ketempat ini” kata Jung Hee.
“Kami tidak punya pilihan dan harus pindah ke sini. Apa lagi yang bisa kita lakukan?” kata Jae Bok 

“Apa?!! Kau bilang aku tidak perlu pindah sekolah, Aku sangat lega.” Ucap Jin Wook keluar dari kamar mendengar pembicaran orang tuanya.
“Maaf, tetapi hal-hal seperti itu terjadi begitu saja. Tapi aku akan mencari sekolah dengan band, kau bisa mengerti’kan ?” kata Jae Bok
“Kau tidak peduli sama sekali karena ini bukan tentangmu Aku mengalahkan orang-orang yang lebih tua untuk menjadi gitaris. Apakah kau tahu seberapa besar apa itu? Apakah kau tidak bangga padaku?” ucap Jin Wook marah
Jung Hee memarahi anaknya yang bersikap kasar. Jin Wook kesal karena harus pindak sekolah dan ibunya itu  tidak menepati janji padahal  selama ini tak memperbolehkan untuk menonton TV atau bermain game lalu beranjak pergi.
Jae Bok sudah tak bisa menahan amarahnya lagi, karena anaknya marah hanya tak memberikan menonton TV dan bermain games. Jin Wook yang kesal merasa ibunya itu penganggu. Akhirnya Jae Bok berteriak marah kalau anaknya itu selalu bermain game dan berbohong, bahkan melewatkan les. Jung Hee menahan Jae Bok lalu berteriak memanggil anaknya agar mendekat. Jin Wook memberitahu kalau sedang buang air kecil. 


Bong Goo melatih ototnya tubuhnya, lalu teringat kembali ucapan Na Mi “Ibu sangat sakit. Dia merindukan sangat merindukan mu”. Ia pun bertanya kenapa ingin melakkan hal itu. Saat itu ponselnya berdering dan melihat nama ponselnya “7.8 Juta”
Seorang wanita mengajak Bong Gooo Video call, Bong Goo memberitahu kalau baru saja pulang. Si wanita berpikir kalau ada seorang gadis bersembunyi di suatu tempat. Bong Goo menyakinkan kalau  Tidak ada siapa pun dirumahnya. Si wanita tak percaya meminta Bong Goo ada di atas selimut.
Bong Goo pun mengoda kalau wanita itu imut saat sedang  cemburu lalu berbaring diatas tempat tidurnya, Si wanita melihat Bong Goo bertelanjang dada berbaring diatas tempat tidur berpikir bisa datang sekarang. Bong Goo memberitahu kalau memiliki sidang besok. Si wanita kesal karena membenci sidang uji coba. Bong Goo juga mengaku merasa sesal padahal seperti enggan dekat dengan wanita itu. 

Jae Bok kembali mengirimkan pesan pada “Rose blue” tapi tak ada sahutan dari layar chatnya,  akhirnya mengirimkan pesan “Aku ingin tahu... bagaimana kau tahu tempat yang diperkenalkan kepadaku” Tetap saja tak ada balasan dari orang yang selama ini mengajaknya bicara lewat chat online.
Jae Bok binggung karena selama ini teman chatnya itu selalu  sepanjang waktu. Lalu melihat kain pembugkus dengan nama inisial  "K dan H". Saat itu Eun Hee memberikan untuk pembungkus kotak makan. Ia berpikir kalau  artinya “Kyung Woo dan Eun Hee.”
Ia kesal sendiri karena tak bisa berbuat apapun menurutnya semua karena Jung Hee.

Saat itu Jung Hee yang berbaring di sofa menyebut “Na” dalam mimpinya melihat Na Mi yang memberikan buah padanya. Jae Bok sudah ada didepanya bertanya siapa “Na”. Dalam mimpi Na Min meminta Jung Hee agar melupakan tentangnya dan kalaupun mimpi jangan memanggil namanya lagi. Jung Hee hanya  menyebut “Na” terus menerus
“Apakah kau bermimpi tentang Na Mi?” kata Jae Bok kesal, Mr. Koo, Anda harus bekerja lebih cepat lalu mengejek suaminya sebagai pria yang menyedihkan

Jung Hee berkerja sebagai pengakut barang ke rumah pindahan, karena tak terbiasa ia sudah kelelahan mengangkat sebuah tv tabung. Bosnya menyuruh agar bisa berkerja lebih cepat, Jung Hee mencoba lebih cepat ketika menaiki tangga melihat sosok Na Mi yang keluar dari rumah.
Dikarenakan perasaan hati yang merindukan Na Mi, Jung Hee memanggil ketika menarik tangan Na Mi ternyata hanya seorang wanita rambut panjang tapi bukan Na Mi. 

Hye Ran sedang mendapatkan terapi dibagian pingganya, mendengar cerita Jae Bok pikir tak ada yang salah, lebih baik pindah saja. Jae Bok menolak, karena bisa hidup di bawah atap yang sama dengan Kyung Woo bahkan Istrinya terus memanggil unnie seperti berada disekitanya. Hye Ran pikir temanya itu berpikir berlebihan.
“Ini tidak seperti kau akan memiliki affair jika pindah ke sana,  dan juga, apa yang salah dengan berselingkuh? Suamimu berselingkuh, jadi bisa melakukannya juga.” Kata Hye Ran
“Aku tidak seperti kamu. Berhenti dengan omong kosong.” Kata Jae Bok kesal
Dokter memberitahu kalau harus pindah untuk pengobatan selanjutnya. Hye Ran mengerti lalu saat itu berpikir kalau sangat menarik untuk memiliki dua laki-laki di rumah yang sama lalu pindah ke ruang lain. Jae Bok pu memilih untuk menunggu saja. 

Jae Bok memikirkan ucapan Hye Ran bahwa ada dua pria di rumah yang sama. Dalam bayangan, saat itu ia satu meja dengan Kyung Woo, Eun Hee dan suaminya untuk makan bersama. Ia memberanikan diri melepaska sepatunya dan berani mengoda Kyung Woo dengan menyentuhkan kakinya pada kaki Kyung Woo dari kolong meja.
Kyung Woo terlihat sedikit panik, Jae Bok pun menatap Eun Hee yang tersenyum lalu menatap suaminya. Jung Hee seperti tak peduli hanya makan ayam dengan potongan yang besar.  Jae Bok tersadar merasa kalau itu tak akan mungkin terjadi padanya. 

Eun Hee memberitahu suaaminya kalau yang datang  adalah Jae Bok dan keluarganya. Jae Bok sekeluarga terlihat seperti pengemis karena tak memiliki rumah. Kyung Woo melihat Jae Bok seperti tak percaya, Eun Hee pun mengajak  mereka untuk pergi ke lantai dua. Kyung Woo menahan Jae Bok sebelum naik ke lantai dua.
“Jae Bok. Apa kay meninggalkan aku dengan kadaan sepi ini. Kau harusnya bisa bahagia  jika meninggalkan aku. Bagaimana kau dapat pindah ke rumahku seperti ini?” kata Kyung Woo marah
Jae Bok sadar dari lamunan merasa kalau tak ada cara lain, dan menurutnya lebih baik menolak, tapi saat menelp ponsel Eun Hee tak aktif. Akhirnya ia pun keluar dari ruangan berusaha menelp Eun Hee. 

Tiba-tiba Bong Goo sudah ada didepanya memperlihatkan ponsel yang baru dimilikinya. Jae Bok kaget melihatnya, Bong Goo pikir Jae Bok bisa mengingat sesuatu kalau ada hutang yang dimilikinya, dan sudah mengirim sms jumlah yang harus membayar kembali lalu bertanya apakah sudah melihatnya.
“Aku sudah melihatnya, tapi aku sudah sibuk. Apa kau terus mengikutiku  untuk mendapatkan uang?” kata Jae Bok
“Apakah kau pikir aku tidak ada yang harus dilakukan?”  Mereka mengatakan kau bertemu musuhmu pada jalan satu arah. Pepatah memberitahu kau untuk tidak melakukan kejahatan.” Jelas Bong Hoo, Jae Bok heran dengan ucapan Bong Goo menegaskan kalau sudah membaca pesanya tapi harga yang diberikan terlalu tinggi.
“Aku mencari tahu model ponselmu, Kau Tidak membayar harga penuh untuk itu. Bahkan jika kau membayar untuk setengahnya, apa yang kau sengaja mengirimkanku yang tidak pernah masuk akal. Dan Juga, sama dengan sarung telepon.” Ucap Jae Bok
Ia mengingat Bong Goo mengatakan kalau itu  dari Perancis, tapi merek asli terjual habis di Perancis  dua bulan yang lalu jadi sarung ponsel itu adalah palsu. Bong Goo kesal karena Jae Bok menggunakan kata yang paling di benci. Jae Bok mengeluh walaupun itu tak original kenapa Bong Goo harus berbohong.
“Aku miskin dan tak berdaya... dari seorang ahjumma” kata Jae Bok
“Mari kita lupakan saja. Apa gunanya mendapatkan uang dari seseorang ... Tanpa hati nurani?” kata Bong Goo memilih untuk pergi.
Jae Bok seperti merasa terhina ingin mengeluarkan dompetnya, tapi Bong Goo sudah pergi lebih dulu. Akhirnya Jae Bok mengikutinya dari luar.



Saat itu Bong Goo masuk ruangan melihat ibunya yang sedang dekat dengan pria seperti saling merayu, melihat tingkah ibunya memilih untuk pergi. Sang ibu melihat anaknya seperti tak percaya datang untuk menjenguknya, Bong Goo pun tak bisa pergi karena ibunya sudah melihat. Si pria bertanya apakah itu anaknya yang berprofesi sebagai pengacara, Ibu Na Mi membenarkan dan memberitahu namanya Bong Goo.
“Dia adalah pria yang biasa datang ke toko. Entah bagaimana dia tahu dan datang untuk mengunjungiku” cerita Ibu Na Mi dan berpikir pria itu harus segera pergi karena sibuk, Bong Goo terus saja melirik sinis.
Akhirnya Si pria pun keluar dari kamar dan melihat Jae Bok ada didepan pintu, lalu berpikir kalau Bong Goo membawa pacarnya diluar ruangan dan menyuruhnya masuk. Bong Goo melihat Jae Bok didepan pintu dan langsung menariknya masuk ke dalam . 

Bong Goo memperkenalkan nama Jae Bok dan mengaku sebagai  tunangannya, Jae Bok kaget dan tangan Ibu Na Mi langsung memegang tangannya,  mengucapkan Terima kasih banyak untuk datang. Bong Goo memberitahu tunangan itu usianya lebih tua darinya.  Ibu Na Mi kaget tapi berusaha tetap tenang karena melihat wajah Jae Bok yang masih muda.
“Dia memiliki dua anak-anak juga serta kaya” kata Bong Goo penuh penekanan, Jae Bok panik karena sebenarnya tak seperti itu.
“Jangan khawatir. Ketika dia menikah denganku, maka ia akan meninggalkan anak-anak. Sama seperti seseorang yang aku kenal.” Ucap Bong Goo sengaja menyindir ibunya. Jae Bok panik memberitahu kalau itu tak benar.
“Tidak masalah... Aku bisa mengerti. Jika kaubenar-benar menyukai orang itu, maka mungkin terjadi karena Aku melakukan hal yang sama. Aku  meninggalkan Bong Goo untuk menikah lagi dan Anak-anak tumbuh dengan baik pada sendirinya, seperti Bong Goo.” Kata ibu Na Mi, Jae Bok terdiam karena ternyata Bong Goo ditinggalkan oleh ibunya karena menikah lagi. Bong Goo dengan nada sinis memilih untuk segera pamit pergi. 

“Tidak ada anak yang bisa tumbuh dengan baik pada mereka sendiri dan kau mungkin merawatnya berpura-pura tidak peduli.  Itu sebabnya Bong Goo menjadi seorang pengacara sukses.” Kata Jae Bok tak ingin Ibu Na Mi sedih
“Tidak, aku tidak melakukan apa-apa.” Kata ibu Na Mi merendah, Bong Goo terlihat kesal dengan ucapan Jae Bok
Jae Bok meminta agar tak membawa kedalam hati ucapan Bong Goo yang  berpikiran sempit. Ia memberitahu kalau Bong Goo itu sebenarnya mengkhawatir tentang Ibu Na Mi. Wajah Ibu Na Mi pun berseri, Bong Goo tak tahan mengajak Jae Bok segera pergi.
“Dan Juga, aku  tidak memiliki banyak uang. Bong Goo mengatakan dia mencintaiku  meskipun aku memiliki dua anak karena aku begitu cantik.” Ucap Jae Bok sengaja membuat Bong Goo dongkol. 

Bong Goo berjalan di pakiran mengeluh dengan acting Jae Bok seperti aktris yang baik dan layak Oscar. Jae Bok membela diri kalau Bong Goo yang memulai lebu dulu menurutnya tak perlu sampai harus bicara kasar pada ibunya, tapi Bong Goo juga melihat acting Jae Bok didepan ibunya. 
“Aku hanya ingin membuat si brengsek marah. Itulah mengapa aku memutuskan untuk memamerkan bakatku” kata Jae Bok bangga, Bong Goo tak terima di ejek si brengsek.
“Mengapa kau bertindak dan harus membuatku marah?” kata Bong Goo heran
“Kau bertindak seperti orang jahat di depannya,tapi aku tahu kau akan terluka dalam dan aku bertujuan untuk itu.” Ucap Jae Bok
Bong Goo mengaku ia baik-baik saja. Jae Bok bisa tahu kalau Bong Goo berbohong dan dirinya itu seorang ibu yang berpengalaman dari 12 tahun. Bong Go mengejek Jae Bok yang beruntung memiliki begitu banyak pengalaman.
“Tuan Kang, apa kau tahu? Tidak peduli apa yang kaulakukan, itu tidak akan menyakiti ibumu sedikitpun.  Karena kenapa? Pertama, hatinya sudah diterkam karena anaknya. Dia tidak bisa terluka lagi. Lalu Kedua... Dia cukup senang melihat  putranya yang hilang dan begitu kaya,  Tidak masalah jika kau mencoba untuk menyakitinya.” Jelas Jae Bok lalu mencubit pipi Bong Goo menganggap seperti bayi yang lucu.
Jae Bok menjelaskan bahwa itu yang dipikir oleh seorang ibu, Bong Goo meminta agar tak menyentuh mahakarya wajahnyadan mengucapkan terima kasih untuk penampilan khususnya. Jae Bok pun memberikan uang sebagai ganti ponselnya dan sisanya dibayar dengan aktingnya hari inidan langsung pamit pergi karena sangat sibuk

Jae Bok masuk halaman rumah dengan menatap rumah yang besar bertanya-tanya apakah ia suatu hari nanti bisa tinggal dirumah seperti itu juga. Lalu melihat Eun Hee yang duduk di bangku taman. Eun Hee melihat Jae Bok yang datang langsung menghapus air matanya.  Jae Bok memberitahu kalau masuk karena pintu gerbangnya dibuka dan bertanya apakah sesuatu terjadi pada Eun Hee.
“Suamiku baru saja meninggalkan rumah. Dia berangkat ke AS karena Manajer cabang mengalami stroke kemarin. Ayahku mengatakan kepadanya untuk segera pergi dan Ada sebuah proyek penting sekarang.” Cerita Eun Hee, Jae Bok hanya menganguk mengerti
“Itu membutuhkan waktu beberapa bulan,  untuk datang kembali setelah proyek. Aku marah, tapi merasa lebih baik sekarang karena kau di sini.” Ungkap Eun Hee ingin mengambilkan teh untuk Jae Bok, Jae Bok pikir tak perlu. 

Keduanya duduk di dalam rumah.
“Aku datang ke sini untuk berbicara denganmu tentang sesuatu...” kata Jae Bok langsung disela oleh Eun Hee.
“Terima kasih... Suamiku meninggalkan rumah begitu tiba-tiba. Jika keluarga Anda tidak pindah, apa yang akan aku lakukan?” ucap Eun Hee berseri-seri lagi. Jae Bok ingin mengatakan keputusanya.
“Jangan bilang kau tidak pindah lagi. Jika kau tidak pindah, maka itu akan menjadi begitu sulit bagiku “ ungkap Eun Hee, Jae Bok terdiam dengan keadaanya sekarang.
Ia teringat saat semalam menatap anaknya, guru anaknya memberitahu bawah Jin Wook mengatakan tidak bisa tampil di konser lalu menangis di depannya dan merasa kasiha, padahal sudah bersiap untuk konser dan berlatih terus. Jae Bok melihat tangan anaknya sampai terluka karena bermain gitar.
“Hanya dua bulan, Jae Bok... “ gumam Jae Bok pada dirinya sendiri
“Ini tidak begitu sulit.Siapa yang mengenali untuk terlalu fokus? Apakah kau tidak berpikir tentang ... bagaimana marah Jin Wook tentang konser itu?” bisik kata hatinya.
“Berapa lama suamimu akan keluar dari negeri?” tanya Jae Bok
“Dia bilang harus tinggal di sana ...selama sekitar satu tahun untuk menyelesaikan proyek dan tidak akan mengunjungi untuk setidaknya tiga bulan.” Cerita Eun Hee.
Jae Bok sedikit berseri karena mengetahui Kyung Woo akan pergi selama 3 bulan. Eun Hee pun bertanya apa yang ingin dikatakan Jae Bok sebelumnya. 


Jae Bok membenturkan kepalanya merasa menyesal, tapi menurutnya tak ada yang perlu ditakutkan kalau memang harus saling bertemu, lalu berlatih dengan menyapa Kyung Woo dengan santai dan memberitahua hanya akan tinggal selama dua bulan pula.
Saat akan masuk rumah melihat Na Mi sudah ada didepan rumahnya, dengan nada marah karena Na Mi yang berani datang. Na Min meminta maaf karena  berani untuk mengunjungi karena punya sesuatu untuk memberikan dengan memperlihatkan poster milik Jung Hee. Jae Bok sinis menyuruh untuk membuangnya.
“Jung Hee sangat menghargai gambar ini.” Kata Na Mi
“Jika kau tidak ingin membuangnya keluar, maka aku akan tetap melakuanya” tegas  Jae Bok ketus
“Aku datang untuk mengucapkan selamat tinggal, kau bersikap terlalu kasar” komentar Na Mi 

Akhirnya Jae Bok mengajak Na Mi masuk memberikan sebotol yakult memberitahu kalau anaknya akan pulang ke rumah jadi setelah menghabiskanya lalu pergi. Na Mi memberitahu kalau Jin Wook sudah datang dan pergi keluar dengan teman tetangganya. Jae Bok terlihat makin marah mendengarnya.
“Apakah kau bertindak seperti mengenal dia?” kata Jae Bok marah
“Tidak, aku melihatnya saat bersembunyi. Jin Wook tidak terlihat seperti oppa. Maksudku, Tuan Koo. Dia terlihat tampan” kata Na Mi memuji
“Jangan panggil Jin Wook dengan namanya. Ini tak menyenangkan dan Pergi sekarang.” Ucap Jae Bok kesal
“Aku putus dengan Mr. Koo dan meninggalkan pekerjaan untuk pindah sangat jauh.” Ucap Na Mi
Jae Bok ingin tahu alasan Na Mi yang memperlihatakan diri di depan matanya. Na Mi sadar kalau poster itu hanya alasan dan hanya ingin melihat kehidupan Jung Hee. Jae Bok pikir Na Mi perlu dipukul dengan alat yang lain. Na Mi membela Jung Hee kalau ia adalah orang yang menggodanya. Dan Jung Hee tidak melakukan kesalahan.
“Bagaimana orang bisa menolak seseorang yang begitu muda dan cantik? Aku punya banyak orang dibelakangku,  tapi  tidak pernah bertemu orang seperti Mr. Koo. Seseorang benar-benar baik dan  yang benar-benar mencintaiku.” Ungkap Na Mi
“Kau Cinta? Kau itu berselingkuh... Itulah mengapa hal itu lebih menarik. Kau berpikir tidak dapat menemukan cinta yang lain seperti itu. Itu adalah perselingkuhan bukan cintaItu pencurian, kau mencuri suamiku!! Dasar Kau penjahat!! ” ucap Jae Bok dengan nada tinggi
“Itu tidak benar. Ini adalah cinta.” Kata Na Mi, Jae Bok menyuruh Na Mi agar segera meninggalkan rumah karena tak ingin melihat wajahnya lagi. 


Na Mi menahanya karena  harus memberitahu sesuatu. Jae Bok bertanya apalagi yang ingin dikataknya, Na Mi terdiam mengingat ancaman yang dilakuan Young Baek padanya.
Flash Back
Young Bae menegakan kalau sampai Na Mi memberitahu tentang ahl ini maka akan mati. Na Mi menegaskan aklau tidak takut mati. Young Bae membalas kalau dirinya itu tak akan membunuh sampah seperti  Na Mi  yang hanya kotor tangannya
“Tapi Jung Heeberharga, yang kau cintai Atau mungkin bahkan istrinya  dan anak-anak juga. Aku yakinn kau tidak meragukanku, Tidak ada yang tidak dapat kau lakukan dengan uang.” Ucap Young Bae 

Na Mi terdiam, Jae Bok ingin tahu apa yang ingin dikatakan Na Mi.  Saat itu Hae Wook datang memeluk ibunya. Jae Bok pun melihat anaknya yang baru pulang bermain. Hae Wook pun bertanya siapa yang datang. Jae Bok sempat mengucap kalau Na Mi itu penyihir. Na Mi berjongkok memperkenalkan diri sebagai Bibi Na Mi teman ibunya
“Kau sangat cantik dan berbau harum.” Komentar Hae Wook. Jae Bok kesal memberitahu anaknya kalau Na Mi bukan bibinya,
“Lavender. Ini aroma favoritku” ungkap Na Mi. 

Hae Wook memijat punggung ayahnya yang kesakitan. Jae Bok sedang mencuci piring memanggil Jin Wook agar membuat sampah, tapi Jin Wook tak mendengarnya. Jung Hee akhirnya berdiri akan membawanya keluar. Jae Bok pikir suaminya itu sedang sakit. Jung Hee pikir tak masalah karen hanya membuangnya.
Ia pun pergi ke bagian samping bereskan botol kosong dan melihat sebuah poster kesayangan bertanya-tanya kenapa itu ada dirumahnya. Saat itu Jae Bok melihat suaminya, dan berpura-pura memarahi Jin Wook yang bermain games. Jung Hee pura-pura tak peduli setelah itu menatap sedih posternya sambil memanggil nama Na Mi.


Jung Hee diam-diam keluar rumah memastikan kalau istrinya sudah tertidur saat Jung Hee pergi Jae Bok membuka matanya. Jung Hee pergi naik taksi ke tempat Na Mi tapi rumahnya sudah kosong dan hanya melhat sebuah handuk yang bertuliskan “Aku mencintaimu, Jung Hee dan Na Mi” sambil menangis berharap aga Na Mi bisa berbahagia.

Bersambung ke part 2

FACEBOOK : Dyah Deedee  TWITTER @dyahdeedee09 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar