Rabu, 29 Maret 2017

Sinopsis Ms Perfect Episode 9 Part 2

PS : All images credit and content copyright : KBS
Bong Goo membawa berkas sampai ke depan pintu mengeluh lenganya yang terasa pegal, Jae Bok pikir Bong Goo tidak perlu datang jauh-jauh ke rumahnya. Bong beralasan sebagai pria yang  tadi kalah, jadi harus melakukannya dengan benar.
“rumahnya sangat bagus... Aku yakin tidak ada hipotek di rumah.”kata Bong Goo. Jae Bok pikir menanyakan tapi Bong Goo pikir lebih biak pergi.
“Karena kau kesini..Kau harus makan malam dulu” ucap Jae Bok terdengar canggung.
“Tidak ada ketulusan dalam kata-kata mu itu Kau harus berusaha lebih keras lagi, yang tadi itu kurang.” Ucap Bong Goo. 


Saat itu Nyonya Choi datang menyapa Jae Bok yang baru pulang,  Bong Goo sengaja menyapa Nyonya Choi dengan panggilan Moon Hyung Sun dan bertemu lagi kalau ia datang membawa berkas dan membantu sebagai teman kerja. Nyonya Choi sinis dan ingin kembali masuk
“Pernahkah kau mendengar sesuatu  dari Na Mi?” ucap Bong Goo sengaja bertanya. Jae Bok panik
“Bagaimana aku bisa mendengar kabar dari orang yang sudah mati?” kata Nyonya Choi
“Ini hanya sebuah ungkapan saja” komentar Bong Goo, Jae Bok menyuruh Bong Goo segera pergi saja.
Bong Goo mengeluarkan ponselnya berpura-pura mendapatkan telp dan dengan sengaja mengambil gambar foto Nyonya Choi, Jae Bok panik mendorong Bong Goo agar segera pulang. Saat itu terdengar suara riuh dari dalam, Bong Goo pikir semua sedang berpesta tanpa Jae Bok. 

Eun Hee sedang duduk bersama dengan Jung Hee dan anaknya, terlihat bahagia melihat makanan mewah, lalu mengajak mereka  bersulang sebagai ucapan selamat kepada Ayah mereka. Semua pun bersulang,  Jung Hee kaget melihat Jae Bok datang, Hae Wook langsung memeluk ibuny.
“Kau pulang lebih awal” ungkap Eun Hee kaget karena sebelumnya sudah menyuruh Sam Kyu memberikan banyak tugas.
“Apa kau pikir aku akan terlambat? Kau membuat makan malam dan tidak perlu melakukan hal ini.” Ucap Jae Bok sinis
“Ahjumma hanya mengucapkan selamat untuk ayah karena mendapatkan pekerjaan lagi” kata Jin Wook
Jae Bok kaget mengetahui suaminya sudah mendapatkan pekerjaan. Jung Hee memberitahu kalau sudah kembali ke perusahaan lamanya. Jae Bok binggung bagiamana bisa kembali, Jung Hee binggung menjelaskan.. 

Keduanya naik kel lanta atas, Jae Bok pikir seharusnya Jung Hee menelepon jadi tidak perlu ikut wawancara, kaena membuat Won Jae terlihat buruk sudah merekomendasikannya. Jung Hee meminta maaf karena mendadak jadi tidak bisa berpikir.
“Tapi..Kenapa perusahaanmu merekrutmu kembali? Mereka memecatmu” kata Jae  Bok
“Aku juga berpikir begitu..tapi rupanya tidak Mereka bilang aku bekerja dengan baik dan jadi aku kembali lagi” ucap Jung Hee berbohong.
“Itu tidak masuk akal. Presdir Cho memecatmu karena penjualanmu rendah” ucap Je Bok
“Apa kau tidak punya sedikit rasa hormat untuk ku? Kau mungkin, tapi orang lain menghormatiku” kata Jung Hee kesal
Jae Bok pikir Jung Hee Tidak perlu marah. Jin Wook datang mengeluh ayahnya yang tak kembali karena sudah lapar. Jung Hee mengajak istrinya agar makan bersama, Jae Bok langsung menolaknya dengan wajah sinis. Jin Wook dan Jung Hee tak memaksa akan turun ke lantai bawah.
“Koo Jung Hee. Koo Jin Wook.. Bagaimana kalian bisa begini? Aku kelaparan dan kerja lembur lalu pulang ke rumah untuk melihat keluargaku, tetapi kalian meninggalkan aku utuk makan dengan sendiri karena aku bilang tidak mau bergabung?” keluh Jae Bok
Keduanya sama-sama merasa tak enak karena Eun Hee yang sudah memasak. Jae Bok hanya bisa menghela nafas kesal. 


Hae Wook duduk sendirian diruang makan, melihat Jung Hee dengan wajah ketakutan yang hanya melamun lalu akhirnya pergi meninggalkan meja. Di lantai atas, Jae Bok membuat bimbimbap meminta maaf pada Jin Wook  karena tidak bisa berpesta dan makan saja yang dibuat ibunya.
“Aku yang melahirkanmu. Kalian tidak boleh begini” kata Jae Bok, Jin Wook dan Jung Hee hanya bisa tertunduk sedih tak bisa makan enak.
Hae Wook datang ingin makan dengan ibunya saja, Jae Bok memuji anaknya yang paling setia. Jin Wook dan Jung Hee hanya diam saja, Jae Bok menyuruh keduanya segera makan saja. 

Eun Hee duduk sendirian di meja makan tanpa orang yang menemaninya, rencananya gagal. Dengan wajah penuh amarah, melapiaskan semua makan sampai mulutnya penuh, Nyonya Choi melihat dari kejauhan melihat anaknya kasihan karena tak bisa memuluskan rencananya. 

Nyonya Choi terbangun dari tidurnya dikagetkan dengan melihat Na Mi yang ada didekatnya, wajahnya panik langsung keluar kamar berteriak histeris tak ingin Na Mi terus menghantuinya. Nyonya Choi berlari ke ruang tengah dan Na Mi terus mendekat dengan menyalahkan Nyonya Choi yang sudah membunuhnya dan meminta agar mengembalika kehidupanya.
Saat itu Eun Hee datang langsung berdiri didepan Na Mi dan memukulnya, Nyonya Choi kaget karena Eun Hee bisa menyentuh Na Mi.  Eun Hee mengatakan kalau Na Mi itu bukan hantu. Saat itu lampu menyala, Jae Bok melihat Na Mi. Na Mi pun kaget ternyata Jae Bok tinggal dirumah itu juga.

“Bagaimana bisa kau di sini? Dan Kau mau pergi kemana lagi?” ucap Jae Bok berbisik, Nyonya Choi masih tak percaya yang dilihatnya Na Mi yang sudah mati itu...
“Bagaimana kau bisa masuk?” tanya Jae Bok binggung.  Na Mi mengaku pintunya terbuka dan berusaha agar mengalihkan pandangan dengan menunjuk sesuatu. Jae Bok tak bisa tertipu .
“Jung Na Mi Aku senang kau di sini dan kau tahu orang ini, kan?” ucap Jae Bok menunjuk ke arah Nyonya Choi, Anak dan ibunya terlihat tegang.  Eun Hee mengingat Nyonya Choi yang memukulnya bahkan membuatnya jatuh dari tangga.

“Aku tidak tahu” ucap Na Mi, Eun Hee dan Nyonya Choi terlihat bernafas lega. Jae Bok binggung Na Mi bisa tak mengingatnya.
“Kau bekerja bersama dengannya sebagai cleaning service Itulah yang dikatakan temanmu.” Kata Jae Bok
“Jung Na Mi, Apa kau tidak mengenaliku aku? Ini aku, Ketua Moon.. Aku managermu...” kata Nyonya Choi, Na Mi mengaku  tidak tahu.

Eun Hee pun menyela kalau sudah memakamnya dan ingin tahu apa yang sudah diketahui Jae Bok. Jae Bok pikir Eun Hee pasti penasaran jadi  akan memberitahunya nanti. Jae Bok memastikan kembali kalau Na Mi itu tidak mengenalinya. Na Mi mengaku  Kepalanya terbentur cukup parah, jadi ada hal-hal yang tidak diingat.
“Kau kan menakut nakutiku sebelumnya, Kenapa kau melakukannya? Kalau kau tidak mengingatnya, Kenapa kau menakut nakutinya?” kata Nyonya Choi curiga
“Tapi Di mana Jung Hee Oppa?” tanya Na Mi sengaja mengalihkan pertanyaan, Jae Bok memilih untuk mengajaknya untuk pergi keluar dari rumah. 


Keduanya pergi dengan mobil sedikit menjauh dari rumah, Na Mi pu bertanya bagaimana Jae Bok tahu kalau masih hidup, Jae Bok pikir itu yang seharusnya dikatakanya saat itu Jung Hee sedang berolahraga, mereka pun langsung merudnuk.
Na Mi melihat ke arah Jung Hee sampai menghilang, Jae Bok langsung menyindir dengan yang dilakukan pada suaminya. 

Eun Hee dengan nada penuh amarah menanyakan apa yang terjadi sekarang. Nyonya Choi mengucap syukur karena Eun Hee masih hidup. Eun Hee pikir itu karena ibu tidak akan masuk penjara dengan kasusu pembunuhan sementara ia akan berakhir dengan cepat
“Aku melakukan ini bukan untuk diriku sendiri, mencoba untuk membantu mu” ucap Nyonya Choi membela diri
“Jadi.. Apa ini yang kau kerjakan untuk ku? Apa semuanya berjalan dengan lancar?” kata Eun Hee marah
“Tapi... Siapa orang rumah sakit yang menyatakan dia mati?” kata Nyonya Choi binggung, Eun Hee pikir kalau bukan ibunya siapa lagi. Keduanya tiba-tiba seperti memikirkan tentang seseorang. 

Saat itu Jung Hee pulang setelah berolahraga, Eun Hee pun menyapa dengan mulut manisnya. Jung Hee mengaku ingin bersemangat untuk awal yang barunya dan mengaku merasa bersalah  Eun Hee yang sudah kesulitan membuat makan malam itu
“Tidak masalah. aku mengerti perasaan, Jae Bok Sepertinya aku melihat dia pergi keluar.”kata Eun Hee
“Aku rasa dia pergi bertemu dengan temannya. Tapi... Aku punya sesuatu untukmu... Aku berterima kasih kepadamu Ini tanda terimakasihku...Tolong terima ini.” Ucap Jung Hee memberikan coklat
Eun Hee terlihat berkaca-kaca menerimanya, seperti tak percaya. Merasa sangat tersentuh dan tidak pernah mengharapkan apa-apa. Jae Bok pamit pergi, Eun Hee memanggilnya memberitahu  akan mendapatkan kabar baik  Jung Hee pikir sudah punya kabar baik, yaitu kembali bekerja. Eun Hee mengatakan kalau ada Sesuatu yang lebih baik.


Eun Hee masuk kamar dengan wajah bahagia menatap hadiah yang ditanganya dari Jung Hee.
Flash Back
Eun Hee dengan rambut kriting dan berkaca mata menerima sekotak coklat dari Jung Hee, wajahnya langsung sumringah dan Jung Hee pun memeluknya. Seperti perasaan Eun Hee kembali seperti dulu saat menerima hadiah dari Jung Hee. 

Bong Goo melihat Na Mi dengan berkomentar kalau usia adik tirinyaitu  bagus, serta amnesia parsial, menurutnya harus melakukan banyak penelitian dengan otak kecilnya. Na Mi duduk seperti sedang disidang, Jae Bok pikir Na Mi tidak punya pilihan dan pasti dalam bahaya
“Siapa dia? Siapa yang bilang kau akan mati jika kami memberitahunya Moon Hyung Sun, Choi Duk Boon..Ahjumma itu punya dua nama ... Lalu siapa sebenarnya dia?” kata Bong Goo penasaran
“Aku juga tidak tahu... Itulah yang pekerja di villa bilang” kata Eun Hee,  keduanya binggung apa maksudnya di villa. 

Flash Back
Na Mi terbangun lalu binggung bertanya-tanya keberadaan dirinya, lalu berpikir dirinya sudah mati tapi ternyata masih hidup.  Seorang pria ada didepan Na Mi memberitahu kalau ia masih hidup, Na Mi terlihat ketakutan melihat sosok pria didepanya.
“Tetapi kalau kau ingin tetap hidup, Kau harus melakukan apa yang kukatakan. Bagaimana? Tinggal di sini sampai semuanya tenang. Jangan pergi ke mana pun. aku diberitahu  kalau ibumu dan Jung Hee akan hidup juga seperti biasanya” kata Si pria, Na Mi bertanya siapa yang dimaksud, Si pria mengaku kalau itu Seseorang
“Ahjussi kau Siapa?” tanya Na Mi, Pria itu mengaku sebaga Pekerja Villa

Na Mi akhirnya mengaku ada seseorang yang membantunya jadi  Jangan tanya lagi.Bong Goo mengantar Jae Bok sampai ke depan lift memberikan sebuah selimut agar tak dingin, Jae Bok seperti khawatir dengan Jung Na Mi, Bong Goo pikir karena  Sekarang semua orang tahu kalau sudah mati jadi mereka tidak bisa melakukan apa-apa
“Kalau beberapa brengsek mencoba melakukan sesuatu padanya, orang itu mungkin awal dari semua ini. dan Juga, jangan mencoba ... untuk menyelesaikan semua hal sendirian Itu memang masalahmu, kau mencoba untuk melakukan semuanya sendiri. Kau bertindak seperti bukan makhluk sosial” komentar Bong Goo
“Aku harus menyelesaikan semuanya sendiri. Tidak ada orang lain yg mau membantuku” ucap Jae Bok
“Itu karena kau mencoba untuk menyelesaikan semuanya sendiri ... Karena itu kau akhirnya mengenakan piyama di luar. Dan coba Apa yang kau pakai ini?” ejek Bong Goo
Saat itu pintu lift terbuka, Jae Bok masuk ke dalam. Bong Goo dengan sedikit gugup memberitahu rekan kerjanya yang tidak sendirian kareana da di sisinya. Jae Bok sempat terdiam lalu keduanya pun tersenyum sampai pintu lift tertutup. 



Jung Hee mengeluh istrinya yang selalu berkerja lembur, saat akan turun melihat Jae Bok yang baru menaiki tangga. Eun Hee mengatkan akan ke lantai tiga. Jung Hee pikir itu pasti ruang serbaguna. Eun Hee mengaku itu itu studio dan ruang audio lalu menawakan Jung Hee agar melihatnnya. Jung Hee sempat kaget tapi akhirnya menyetujuinya.
“Ini adalah studioku di mana aku menjahit dan membuat banyak hal” ungkap Eun Hee berjalan di lorong, Jung Hee tak percaya Eun Hee suka menjahit. Keduanya pun masuk ruangan.
“Ini ruang audio mantan suamiku dan sedikit berantakan.” Kata Eun Hee memperlihatkan banyak peralatan musik
“Sudah jadi impianku untuk punya ruang audio seperti ini. Tapi Dahulu.. Tidak mungkin sekarang juga.” Kata Jung Hee, Eun Hee berpura-pura terkejut.
Jung Hee melihat sebuah gitar yang ingin dimilikinya dan sudah  bekerja selama enam bulan menabung saat masih di SMA, tapi  ternyata   sudah terjual habis dan juga edisi terbatas, jadi sangat kecewa dan melihat piano edisi lama


Jung Hee memainkan musik, Eun Hee mendekat dan ikut memainkanya Jung Hee binggung karena  Eun Hee tahu lagu itu, Eun Hee mengaku sudah pasti tahu karena itu lagu kesukaannya. Keduanya bermain piano bersama, Eun Hee sengaja mendekatkan tubuhnya. Jae Bok baru saja pulang mendengar alunan permainan piano yang sangat dikenalnya.
Keduanya tiba-tiba saling menatap, Eun Hee memberanikan diri mendeka. Jung Hee seperti merasakan kenangan saat menaiki mobil dan memastikan kembali kalau mereka belum pernah bertemu sebelumnya. Eun Hee malah balik bertanya apakah Jung Hee tak mengenalinya lalu mendekat ingin menciumnya. 

“Apa yang kalian lakukan di sini?” ucap Jae Bok marah melihat keduanya, Jung Hee kaget.
“Sepertinya aku mengganggu kalian yah? ini Salahku.” Ucap Jae Bok akan pergi, Jung Hee ingin mengejarnya tapi Eun Hee yang tak rela menahan dengan memegang lengan Jung Hee. Jae Bok pun bisa melihatnya.
“Eun Hee.. Apa itu tadi? Apa kau kesepian? Apa itu sebabnya kau merayunya?” kata Jae Bok, Eun Hee mengelak
“Apa itu terlihat seperti aku merayu dia?” kata Eun Hee, Jung Hee mencoba menjelaskan tapi disela oleh Jae Bok.

“Kau jelas jelas merayunya. Kalau kau dalam posisi begini bukankah kau juga akan berpikiran sama? "K dan H". Kyung Woo dan Eun Hee, kan? Terakhir kali, kau bilang kepada ku dan mengatakan ... kau masih mencintai mantan suamimu kan?” ucap Jae Bok masih mengingat pengakuan Eun Hee.
“Yah.. memang Benar. aku sudah bercerai dengan pria ini Kami hanya hidup seperti ini supaya tidak mengejutkan anak-anak. Aku tidak dalam posisi untuk mengeluh tentang apa yang kau lakukan, tapi anak-anak.. Kau bilang demi anak anak..apa ini yang ingin kau lakukan?” ucap Jae Bok marah

Jung Hee membela diri kalau bukan seperti itu yang dipikirkan, lalu mengejar Jae Bok dengan meminta maaf pada Eun Hee. Jae Bok masuk kamar dengan wajah gelisah mengingat saat Eun Hee yang mencoba mencium mantan suaminya. Ia pun mencoba mensugesti dirinya kalau mereka sudah berakhir sekarang.
Sementara dilantai atas, Eun Hee tertawa menurutnya Jae Bok lucu dengan inisial itu berarti Kyung Woo and Eun Hee. Jae Bok duduk di tempat tidur melihat gambar Hae Wook dengan foto ayahnya, Eun Hee tertawa bahagia dilantai atas. 

Won Jae baru melihat luka dijari Che Ri dengan panik bertanya siapa yang melakukanya. Che Ri memberitahu kalau itu adalah Ahjumma pemilik rumah Jin Wook dan mengatakan "Enyahlah..Sekarang juga." Won Jae kaget mendengarnya.
Jae Bok panik melihat temanya yang pagi-pagi sudah datang,  Won Jae menceri Eun Hee si pemilik rumah. Eun Hee datang menyapa dengan senyumanya. Won Jae pun memperlihatkan tangan Che Ri yang terluka.

“Apa salah bahwa Che Ri Pergi ke lantai tiga? Dan ditambah lagi Kaua mengatakn "Enyahlah. Sekarang juga." Kata Won Jae
“Che Ri, apa ada masalah antara kau dan Ahjumma ini?” kata Won Jae pada anaknya, Che Ri terlihat ketakutan mengajak ibunya pergi saja dengan wajah ketakutan.
“Tidak, aku ingin tahu apa yang terjadi.” Kata Won Jae, Jae Bok pun mengajak mereka untuk pergi ke dalam saja.
Semua pun duduk diruang tengah, Eun Hee terlihat sedikit gelisah. Jae Bok ingin tahu ceritanya, Won Jae ingin menceritakannya dan Hae Wook datang menyapa Che Ri dengan membawa buku gambarnya.

“Ahjumma. Siapa Ahjussi ini?” tanya Che Ri, Jae Bok memberitahu kalau itu foto Ayah Hae Wook.
“aku lihat gambar ini di lantai tiga.” Ucap Che Ri, Jae Bok binggung karean itu ada di album lamanya.
“Tidak, aku yakin melihatnya..Tepat saat Ahjumma ini mengatakan, "Enyahlah. Sekarang juga." Kata Che Ri
“Che Ri. Apa yang kau lihat itu foto saudaraku, aku ini punya adik. Apa kau ingin melihatnya lagi?” kata Eun Hee.
“Kenapa kau mengubah topik pembicaraan? Bukan ini sekarang  masalahnya, tapi aku ingin tahu bagaimana kau secara verbal bisa menyakiti anakku  dan menyakiti Che Ri ku yang berharga.” Ucap Won Jae marah

Jae Bok menahanya dan meminta agar bisa melihat ke lantai tiga yaitu Ruangan saat memarahinya. Won Jae binggung meminta agar temanya Jangan sampai goyah karena Che Ri tidak membuat kesalahan. Semua pun naik kelantai tiga, Eun Hee terlihat berkeringat dingin. Nyonya Choi ikut melihat anaknya sangat marah. 

 Jae Bok pun meminta agar Che Ri memberitahu kamarnya, Che Ri memberi mencoba membuka pintu kamar tapi terkunci, Jae Bok memastikan kaalu Che Ri memang benar melihat Fotonya, Che Ri menceritakan kalau itu sebabnya maka Eun Hee memarahinya dan  sangat gelisah. Tiba-tiba Eun Hee datang menghalangi didepan pintu.
“Apa yang kau lakukan di luar kamar ku?” kata Eun Hee dengan menahan tangisnya.
“Tolong bukakan pintunya.” Kata Jae Bok, Eun Hee menolak karena tak ada alasan harus menunjukkan kamarnya.
“Aku bertanya karena sesuatu aneh sedang terjadi. Kenapa foto Koo Jung Hee di sana dan Kenapa kau memarahi Che Ri? Kau pasti sangat marah sampai sampai melukai jarinya.” Kata Jae Bok
“Kau harus membuka pintunya. Apa kau menyembunyikan mayat di sana?” kata Won Jae curiga, Eun Hee terlihat makin terdesak.
“Buka pintunya kalau kau tidak menyembunyikan sesuatu” perintah Jae Bok dengan wajah menahan amarah
Bersambung ke episode 10


 FACEBOOK : Dyah Deedee  TWITTER @dyahdeedee09 
INSTRAGRAM dyahdeedee09  FANPAGE Korean drama addicted

2 komentar:

  1. Hwahhh...keren2 dah mulai sedikit terkuak misterinya. Lanjut sist di tunggu episode 10_nya :-)

    BalasHapus
  2. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus