Selasa, 07 Maret 2017

Sinopsis Ms Perfect Episode 3 Part 1

Keduanya bertemu di atap rumah sakit, Jae Bok ingin mengonfirmasi lagi kalau keduanya itu sedang berkencan. Jung Hee panik mencoba untuk menjelaskannya. Na Mi memberitahu kelau Jae Bok melihat melihat dari dalam lemari. Jung Hee kaget dan teringat kalau ia pernah mencium Na Mi.
“Dia melihat da bersembunyi di dalam lemariku kemarin.” Kata  Na Mi,  Jung Hee pun berusaha menjelaskan kalau sebelumna keluar karean ada janji. Jung Hee makin marah suaminya yang beralasan janji.
“Apa maksudmu Janji berciuman? Apa dia kliennya?” kata Jae Bok marah
“Tapi aku bersumpah kami tidak tidur bersama! Dan Aku berjanji! Kami tidak tidur bersama! kami tidak melakukannya!” kata Jung Hee menenangkan istirnya.
“Lalu? Apa kamu menginginkan hadiah karena tidak tidur dengannya? Apa aku harus bertepuk tangan?” kata Jae Bok marah
“ Aku tidak mau kau salah paham.” Ungkap Jung Hee, Jae Bok makin marah.
“Apakah tidur bersama atau tidak itu penting? Kau membohongiku dan tinggal bersamanya selama tiga bulan.” Ucap Jae Bok

Jung Hee mengaku kalau tidak tinggal bersama dia dan hanya ada keperluan di sana. Na Mi memberitahu kalau menurutnya tidur bersama itu penting sebelumnya memohoan pada Jung Hee tapi ditolak dan membuatnya sangat tersinggung. Jung Hee mengangguk setuju. Jae Bok berteriak pada Na Mi.
“Kau!!!   Berhentilah merengek.” Teriak Jae Bok, Na Mi pun berpura-pura mengeluh kepalanya sakit. Akihirnya Jae Bok tak ingin lagi bicara pada Na Mi karena hatinya yang merasa bersalah juga.
“Jung Hee... Ayo kita bercerai.” Kata Jae Bok, Jung Hee langsung meminta maaf pada istrinya dan merasa sangat menyesal dan memaafkan untuk kali ini saja.
“Tidak akan. Aku ingin bercerai.” Tegas Jae Bok yang sudah sakit hati dengan suaminya.
“Dan kau. Aku akan menggugatmu atas kerugianku dan juga kau Jung Hee” kata Jae Bok pada keduanya. Na Mi pikir kalau Hukum perzinaan telah dicabut.
“Aku tahu itu. Dalam KUHP Bagian 750 dan 751, kau bertanggung jawab atas gangguan emosiku. Pengadilan akan memintamu membayarku di muka atau gadaikan propertimu sampai pembayaran dilakukan.” Tegas Jae Bok

Na Mi ketakutan meminta agar memukulnya karena  tidak punya uang. Jae Bok pikir dirinya akan lebih menyiksa Na Mi dan akan menghancurkanny secara sosial jadi memperingatkan dari sekarang. Ia pikir hari ini sudah cukup lalu berjalan pergi. 

Jung Hee mengejarnya meminta maaf pada istrinya, mengaku salah dan brengsek. Jae Bok bertanya apa kesalahan suaminya. Jung Hee binggung dan mengaku kalau Karena berselingkuh dan ketahuan, akhirnya mengaku kalau semuanya kesalahanya.
“Bahkan orang tua tampak manis saat mereka berpacaran. Kurasa ada beberapa pengecualian. Apa itu karena kau tidak tidur dengan dia?” ungkap Jae Bok. Jung Hee menarik tangan Jae Bok agar tak pergi.
“Tinggalkan aku sendirian.” Perintah Jae Bok. Jung Hee tetap tak ingin melepaskanya.

“Tinggalkan aku atau kau mati! Jika kau terus mengejarku, maka aku sungguh akan membunuhmu. Jadi, jangan kejar aku. Jangan tunjukkan wajahmu untuk sementara ini.” Tegas Jae Bok


Jung Hee hanya bisa tertunduk penuh penyesalan. Na Mi mendekat menurutnya Karena kini semuanya sudah terbongkar, maka lebih baik berpisahlah dengan istirnya saja dan menikah denganya. Jung Hee kaget mendengar permintaan Na Mi dan kebingungungan.
“Kenapa? Katamu kau mencintaiku, tapi apa kau tidak bisa melakukan itu?” ucap Na Mi, Jung Hee hanya terdiam seperti tak ingin melepaskan istrinya.
“Aku sungguh kecewa denganmu.” Kata Na Mi kesal dan melangkah pergi, Jung Hee sempat menahanya. Tapi Na Mi mengibaskan tangan karena ingin meninggalkanya. Jung Hee seperti serba salah dengan keadanya sekarang. 

Bong Goo berjalan masuk ke sebuah lorong rumah dengan banyak pelayan dan dua wanita mengapitnya. Kedua wanita duduk disampingnya memberitakan rumah, Mobil dan juga kantor bahkan akan membeli gedung 30 lantai serta membuka firma hukum untuknya. Bong Goo terlihat sangat bahagia mendengarnya.
Saat itu Bong Goo tertidur di bawah dengan wajah memar tersenyum bahagia dengan mimpinya, seorang pengemis mendekatinya dan Bong Goo pun terbangun dengan wajah kaget bertanya siapa pria itu dan kenapa ia ia bisa ada ditempat itu.
“Ponsel dan  Dompetku. Apa kau melakukan ini kepadaku?” ucap Bong Goo menuduh melihat ke dalam jasnya. Si pria mengelengkan kepala.
Bong Goo mengingat sebelumnya baru saja selesai mengambil video milik Tuan Cho, lalu jatuh pingsan karena bagian belakangnya di pukul. Ia memeriksa bagian kepala yang  tidak berdarah lalu merasakan sesuatu yang janggal. 

Bong Goo pergi ke rumah sakit dan melihat tempat tidur Tuan Cho sudah kosong, perawat datang memeriksa pasien lainya. Bong Goo pun bertanya dimana pasien yang sebelumnya berada di kamar itu. Perawat tahu yang dimaksud adalah Tuan Cho Young Bae lalu mengatakan kalau pindah rumah sakit.
Bong Goo kaget dan bertanya pindah kemana,  Siperawat mengatakn tak tahu dan langsung keluar. Bong Goo pun merasa kesal karena seperti dipermainkan seseorang. 

Jae Bok berjalan sendirian, mengingat kembali saat Jung hee yang panik masuk rumah sakit memangil Na Mi dan memeriksa keadaanya.  Ia mengingat saat Jung Hee masuk rumah sakit memanggil namanya dengan panik yang membuatnya jadi pusat perhatian.
Flash Back
Jae Bok yang mendengar nama suaminya merasa malu dan meminta agar tenang. Jung Hee bertanya apa yang sakit dengan nada panik, Jae Bok mengaku tidak terluka dan cuma sakit perut di kantor ternyata hanya gangguan pencernaan.
“Itu karena kau makan begitu cepat sebelum ke kantor.” Kata Jung Hee. Jae Bok lalu melihat suaminya hanya mengunakan satu sandal saja. Jung Hee pikir hilang saat pergi ke rumah sakit.
“Kau berdarah dan Itu harus dibersihkan.” Kata Jae Bok berbalik khawatir dan memanggil perawat.
Jung Hee mengaku baik-baik saja, sambil memeluk istrinya dan meminta maaf sambil mengungkapkan perasaan cintanya dan meminta agar tak sakit lagi. Jae Bok pun terlihat bahagia dengan suaminya. 

Jae Bok mengingat perhatian suaminya itu bertanya-tanya kenapa bisa berubah, lalu mengumpat kesal dengan menginjak-nginjak kakinya ditanah. Tapi saat itu hak sepatunya malah menyangkut dalam lubang air dan membuatnya jatuh.
Beberapa orang hanya melihatnya dan Jae Bok jatuh tepat dibawah genangan air. Ia pun berusaha agar bangun menarik sepatunya yang rusak dan berjalan dengan tatapan aneh karena hanya mengunakan satu sepatu.
Jae Bok melihat ada tenda makanan demi menenangkan hatinya memilih untuk mendatanginya. Si bibi melihat Jae Bok yang makandengan lahap, Jae Bok pikir harus berbahagia seusai makan dan melihat sebuah sandal tak terpakai dan meminta agar dijual padanya.
Tiba-tiba terdengar suara yang memanggil “unnie” Jae Bok tak sadar sampai menolehkan wajahnya melihat Eun Hee ada diseberang jalan melambaikan tanganya padanya. Wajah Eun Hee terlihat sangat bahagia bertemu dengan Jae Bok, mengataka akan segera kesana. 

Jae Bok panik saat melihat Eun Hee yang menyebrang hampir tertabrak oleh mobil.  Eun Hee pun berhasil menyebarang jalan tanpa zebra cross, Jae Bok langsung meraih tanganya memberitahu kalau itu berbahaya. Eun Hee mengaku kalau terlalu senang bertemu dengan Jae Bok dan tak percaya bertemu secara kebetulan.
“Ini kali kedua kita bertemu, kan?” kata Eun Hee lalu kaget melihat Jae Bok yang mengunakan sandal.
“Sepatu hakku rusak. Apa ini terlihat aneh?” ucap Jae Bok merasa tak masalah dengan yang digunakan daripada bertelanjang kaki.
“Ada beberapa pakaian di mobilku.” Kata Eun Hee. Jae Bok menolak karenabisa berganti pakaian di rumah.
“Kau harus tetap berganti pakaian sekarang. Mengenakan pakaian kotor akan membuatmu tertekan.

Keduanya masuk ke dalam toilet, Jae Bok merasa tak enak hati dan ingin menolaknya. Eun Hee pikir Jae Bok harus memakai pakaiannya karena sedang perjalanan menuju gym jadi bisa bertukar pakaian. Akhirnya keduanya duduk bersebelahan dengan Eun Hee yang siap membuka bajunya.
“Ini mengingatkanku saat masa-masa bersekolah. Aku berganti pakaian sebelum membolos kelas malam” cerita Eun Hee.
“Apa Kau membolos kelas malam? Tapi penampilanmu berkata lain.” Komentar Jae Bok
“Yah..Tentu saja. Apa Kau tidak pernah membolos? Aku yakin Pasti Kau gemar membolos.
Jae Bok mengaku tidak pernah mengikuti kelas malam. Eun Hee pikr Jae Bok selalu membolos. Jae Bong mengaku kalau ia harus bekerja, karena Keluarganya kurang mampu. Eun Hee pun memberikan jaket miliknya pada Jae Bok dari atas toilet. 

Jae Bok sudak mengunakan pakaian yang digunakan Eun Hee sebelumnya. Eun Hee sudah mengunakan pakaian trainingnya melihat Pakaianitu sangat pas dengan untuk Jae Bok dan merasa kalau mereka dulu itu  kembar di kehidupan sebelumnya, bahkan tak sengaja bertemu dan ukuran pakaian yang sama.
“Yah... Mungkin.” Pikir Jae Bok seperti merasa tak enak. Eun Hee memberikan sepasang sepatu. Jae Bok menolak tapi Eun Hee memaksa agar Jae Bok memakainya.
“Pakailah. Aku sudah mengganti sepatuku.” Ucap Eun Hee sudah mengunakan sepatu kets. Jae Bok mulai memasukan kakinya.
“Astaga, bahkan sepatu haknya cocok denganmu” ungkap Eun Hee tak percaya. Jae Bok pun hanya bisa sedikit tersenyum walaupun terasa canggung.

Jung Hee kaget kalau atasanya meminta agar mengundurkan diri. Manager itu yakin Jung Hee tahu kalau mereka harus mengurangi jumlah pegawai bulan depan dan nama Jung Hee salah satu yang terdaftar.
“Lebih baik aku menghilang sebelum segalanya semakin parah, kan?” ucap Jung Hee menjelaskan maksudnya. Atasanya membenarkan,Jung Hee hanya diam karena situas dirinya sekarang benar-benar buruk baik dirumah atau kantor. 


Eun Hee mengantar Jae Bok pulang, Sebelum turun Jae Bok mengucapkan terimakasih dan akan mencucinya sebelum mengembalikannya. Eun Hee pikir Tidak perlu menurutnya akan bertemu dengan sekali lagi karena baju itu. Jae Bok pikir Eun Hee harus pergi karena terlambat berolahraga. Eun Hee pikir bisa pergi sekarang.
“Bukankah suamimu pulang sebentar lagi?” kata Jae Bok, Eun Hee sedikit gugup.
“Suamiku akan pulang larut nanti malam, karena Dia ada banyak pekerjaan jadi selalu pulang larutSibuk itu hal baik. Mereka akan membawamu ke tempat-tempat yang bagus..” Ucap Eun Hee.
Jae Bok binggung maksud ucapan Eun Hee, Eun Hee menjelaskan kalau sedang membicarakan tentang sepatu yang dipakai Jae Bok karean menurutnya Hanya hal-hal baik yang akan mendatanginya mulai sekarang. Jae Bok pun pamit pergi.

Eun Hee melihat dibagian belakang masih ada sepatu Jae Bok yang tertinggal menurutnya Jae Bok tidak perlu mengingatkannya tapi ia yang  akan mengembalikannya.
Jae Bok sedang berjalan pulang kaget melihat Bong Goo menunggu di dekat rumahnya. Bong Goo menyindir Jae Bok kalau hendak menemui teman-temannya malam-malam dengan mengejek pakaian itu kalau tiruan palsu terlihat lebih orisinal. Jae Bok menatap wajah Bong Goo dan kaget karena ada memar.
“Jika aku memberitahumu wajahku lebam karena kamu, akankah kau percaya?” ucap Bong Goo, Jae Bok dengan sinis berkata tidak. Keduanya berjalan bersama dan diam-diam Eun Hee melihat dari kejauhan.
“Apa kau tahu yang baru kuhadapi?” ucap Bong Goo, Jae Bok pikir tak perlu memperdulikanya.
“Tuan Cho Young Bae itu... Dia berpura-pura.” Kata Bong Goo, Jae Bok pikir  sudah mengiranya sebelumnya tapi tak ada yang bisa dilakukan karena mereka  tidak mempunyai bukti.
“Ada buktinya dan Aku menemukannya. Katanya pipi kirinya lumpuh, tapi kurekam dia bergerak normal dengan ponselku.” Cerita Bong Goo.

Jae Bok melonggo tak percaya mendengarnya, lalu meminta ponsel Bong Goo agar bisa melihatnya. Bong Goo mengaku kalau sudah  menghilangkannya. Jae Bok terlihat geram, ia tahukalau rekan kerjanya itu sedang dalam masa sulit. Bong Goo binggung kalau Jae Bok bisa mengetahui keadaanya.
“Aku tahu dari firma hukum. Katanya kamu dipecat.” Kata Jae Bok
“Aku tidak dipecat. Kontrakku sudah berakhir.” Ucap Bong Goo membela diri.
“Reputasimu buruk, jadi, tidak ada yang akan menerimamu. Kenapa kau melakukan itu saat kau juga dipecat?” keluh Jae Bok. Bong Goo tak menyangka dirinya akan dipecat.
“Tapi Teganya kau mengatakan itu setelah melihat wajahku.” Keluh Jae Bong Goo.

Eun Hee yang terus melihat keduanya berjalan bersama hampir saja menabrak pengantar makanan, seperti penasaran melihat keduanya. Bong Goo menyuruh Jae Bok menelp Tuan Cho karena pindah rumah sakit dan yakin pasti tidak akan menjawab.
Jae Bok pun mncobanya ternyata memang tak dijawab, Bong Goo membanggakan dirinya yang luar biasa.  Jae Bok yang kesal menyuruh Bong Goo diam lalu mencari nama "Istrinya tuan Cho" hasilnya ponselnya tak aktif.
“Ini bukan masalah sepele dan Pasti ada hal yang lebih besar. Katamu suamimu bekerja di sebuah kantor, kan? Apa dia punya banyak utang? Apa dia mendapatkan pinjaman?” ucap Bong Goo, Jae Bok tak ingin memmbahasnya.
Bong Goo yang sok tahu yakin dengan dugaanya lalu menyuruh Jae Bok agar menelp suaminya, karena mungkin saja suaminya itu dibawa ke sebuah pulau terpencil.  Jae Bok hanya diam saja seperti ragu. Bong Goo pun menduga kalau suami Jae Bok itu berselingkuh. Jae Bok menyangkalnya.

“Sebelumnya aku ragu, tapi ini pasti benar. Apa suamimu berselingkuh dengan rekan kerjanya? Kau bisa Katakan. Dia koleganya, kan?” kata Bong Goo, Jae Bok tetap menyangkalnya.
“Kurasa aku benar. Ini perkara percintaan. Cho Young Bae adalah mantan kekasih dia. Dia marah karena wanita itu pergi demi suamimu. Jadi Cepat telepon suamimu. Melihat cara mereka memukuliku, dia mungkin terlibat masalah dengan beberapa gangster.” Kata Bong Goo, Jae Bok tak peduli memilih untuk pergi.
“Apa kau tidak memperdulikan anak-anakmu?” ucap Bong Goo, Jae Bok pun berhenti melangkah. 

Jung Hee sedang duduk minum di cafe,  Jae Bok akhirnya menelp suaminya menanyakan keberadan. Jung Hee mangaku sedang minum sendirian, lalu bertanya apakah ia boleh pulang sekarang karean ingin bicara. Bong Goo berbisik menyuruh Jae Bok agar suaminya datang sekarang juga.
“Tuan Cho tidak bisa dihubungi. Dia pindah rumah sakit, Kaua Cari tahulah dan SMS aku.” Ucap Jae Bok lalu menutup telpnya.
“Apa kamu benar-benar istrinya? Bagaimana jika sesuatu menimpa dia?” ejek Bong Goo, Jae Bok pikir Itu urusannya lalu pamit pergi.
“Hei... Aku sudah jauh-jauh datang dan Kau seharusnya mentraktirku. Aku diteror selagi menyelidiki kasus ini dan belum makan sejak tadi siang.” Kata Bong Goo dengan wajah melas.
“Aku tidak pernah meminta bantuanmu dan Kau bahkan bilang tidak mau mengambil kasus ini.” Balas Jae Bok
“Anak-anakmu menangis. Bagaimana bisa aku mengabaikan mereka? Dan Anak-anakmu menangis karena suamimu. Itu membuatku tidak nyaman, jadi, aku hanya berniat mengecek, lalu ini terjadi. Padahal Aku baru saja fasial pekan lalu, tapi kini hancur lagi, Aku terlalu tampan untuk diperlakukan seperti ini.” Ucap Bong Goo kembali dengan gaya arogantnya. 

Jung Hee menelp Detektif Kim memberitahu kalau Tuan Cho tidak bisa dihubungi lalu mengetahui kalau mantan atasanya itu  akan mencabut gugatannya. Diam-diam Young Bae mendengar dan melihat Jung Hee yang bicara dari kejauhan.
Na Mi menelp Young Bae meminta agar ingin bertemu dengannya. Setelah itu ia menatap buku diarynya  yang tertulis "Kenapa aku masih membutuhkan uang lebih?" lalu meminta maaf pada Jung Hee dan mengatakan tidak akan membiarkannya pergi dan menegaskan kalau Jung Hee adalah miliknya. 

Bong Goo dan Jae Bok makan ramyun bersama di mini market,  Bong Goo berkomentar kaalu makan ramyeon setelah dipukuli mengingatkannya pada kenangan lama. Saat itu ponsel Jae Bok berbunyi, Bong Goo yakin itu dari suami Jae Bok dan ingin  melihatnya.
Jae Bok menghalanginya tapi Bong Goo langsung berdiri dibelakangan dan wajah mereka saling berdekatan. Jae Bok seperti merasakan sesuatu tapi mencoba tak menghiraukanya. Bong Goo tak percaya kalau Tuan Cho akhirnya Mencabut gugatan.
“Benarkan? Semuanya berkat aku. Dia kabur karena aku memergoki dia berakting.” Ucap Bong Goo yang berbicara sampai mulutnya muncrat.  Jae Bok mengeluh kalau tu menjijikkan.
“Apa kamu tahu di mana tempat tinggal Tuan Cho? Cepat Cari tahu” kata Bong Goo. Jae Bok akan pergi menyuruh Bong Goo agar menghabiskan ramyunya sja.
“Apa kau akan melupakannya karena mereka tidak menggugatmu? Tidakkah kau merasa ada yang tidak beres? Bagaimana denganku? Aku dipukuli, lalu ponsel dan dompetku hilang.” Kata Bong Goo

“Apa kau sudah melaporkan bahwa kartumu hilang? Bagaimana kau bisa kemari?” tanya Jae Bok 
“Aku sudah melaporkannya dan punya cara sendiri untuk pergi ke mana pun tanpa uang.” Jelas Bong Goo.
Jae Bok ingin tahu harga ponsel Bong Goo,  Bong Goo mengaku model terbaru serta, sarung ponselnya sangat langka dan mahal. Jae Bok melihat isi dompetnya hanya 10ribu won dan memberikan pada Bong Goo untuk pulang serta mengirimkan pesan untuk harga ponselnya lalu berjalan pergi. 
“Hei.. Apa kamu akan pergi begitu saja? Bagaimana denganku? Apa aku benda yang bisa dibuang atayumpan? Apa Karena mereka mencabut gugatan, aku sudah tidak berguna?” ucap Bong Goo kesal, Jae Bok berbalik lalu berlutu didepan Bong Goo.
“Aku tidak memintamu meminta maaf sambil berlutut.” Kata Bong Goo binggung. Jae Bok menyuruh Bong Goo memanjukan kakinya yang sedari tadi melihat tali sepatunya yang lepas.
“Setelanmu rapi, tapi tali sepatumu selalu tidak diikat dan Terima kasih atas bantuanmu.” Ucap Jae Bok lalu berjalan keluar dari minimarket. Bong Goo terdiam melihat kebaikan Jae Bok padanya.


Hye Ran menelp Jae Bok memastikan kalau sudah pulang dengan selamat dan memberitahhu kalau sudah dipukuli, tapi tidak mati dan dirinya juga tak tahu kalau gedung itu milik Tuan Park. Won Jae langsung mengambil ponsel dari tangan Hye Ran.
“Bagaimana dengan anak-anakmu? Apa mau kuantarkan?” ucap Won jae, Jae Bok mengatakan akan menjemput nanti dan meminta maaf pada temanya.
“Kita harus bagaimana lagi? Kau selalu tertimpa masalah. Apa kau baik-baik saja?”ucap Won Jae. Jae Bok mengaku kalau baik-baik saja lalu menutup telpnya.
Jae Bok melihat jaket milik Eun Hee yang sebelumnya dengan berani menyebrang jalan yang berbahaya dan mengaku kalau  terlalu senang bisa bertemu dengannya. Akhirnya Ia melihat pakaian dalam lemari lalu memasukan ke dalam sebuah tas. 

Young Bae melihat kepala Na Mi dengan perban lalu bertanya ada apa dengan dahinya. Na Mi mengaku kalau terjatuh, Young Bae pun ingin tahu alasan Na Mi yang ingin bertemu denganya. Na Mi pikir akan minum dahulu karena merasa sangat haus. Young Bae yang penasaran menyuruh Na Mi segera mengatakanya.
“Aku akan mengembalikan uang yang Anda berikan kepadaku. Aku tidak bisa melakukannya.” Ucap Na Mi memberikan uang lemabaran 50ribu won dalam tumpukan yang banyak
“Kau sudah melakukannya dan Itulah sebabnya kau dibayar.” Tegas Young Bae
“Aku mestinya menerima bayarannya dan pergi.” Kata Na Mi, Young Bae membenarkan karena tugasnya sudah selesai.

“Tapi... Aku tidak bisa pergi.” Kata Na Mi, Young Bae bertanya berapa banyak lagi uang yang dibutuhkanya.
“Aku tidak menginginkan uang dan tidak akan membohongi  Koo Jung Hee lagi. Aku mencintai Jung Hee.” Akui Na Mi
“Dasar wanita jalang! Apa Kau pikir dengan mengembalikan ini, semuanya akan berakhir? Bagaimana dengan bayaran bulanan yang sudah kau terima? Bagaimana utangmu dengan lintah darat yang sudah kubayar saat kau memulai ini?”teriak Young Bae marah
Na Mi dengan berani mengatakan akan mengembalikan semuanya. Young Bae memukul Na Mi dengan segepok uang, Na Mi mengeluh Young Be yang tak bisa melihat dirinya itu sedang sakit. Young Bae terus engumpat bertanya berapa lagi yang diinginkan Na Mi sampai nekat bertingkah seperti sekarang.
“Kau keliru!Aku mencintai Jung Hee.” Tegas Na Mi yang tak menginginkan uang.
“Kau bilang  Cinta? Haruskah aku memberi tahu dia alasan kamu menggodanya? Haruskah aku memberi tahu pria yang kau cintai? Aku akan memberi tahu dia betapa kotornya dan  Betapa liciknya kau. Haruskah aku memberi tahu Koo Jung Hee segalanya?” kata Young Bae, Na Mi hanya diam

Jung Hee baru pulang melihat istrinya akan keluar rumah lalu bertanya mau kemana. Jae Bok menjawab akan ke rumah Won Jae untuk menjemput anak-anak. Jung Hee akan masuk rumah, Jae Bok melarangnya untuk masuk, dan meminta agar menghilanglah untuk sementara ini sampai mereka pindah. Jung Hee tak mengerti maksud istrinya.
“Sudah kubilang. Aku ingin bercerai dan Untunglah sewanya naik dalam dua pekan, jadi, kita bisa berpisah seperti tidak ada apa-apa.” Ucap jae Bok ketus
“Apa Kau sungguh ingin bercerai?” kata Jung Hee, Jae Bok pikir dirinya itu dianggap seperti berbohong. Jung Hee kembali meminta maaf dan mengaku sangat menyesal.
“Aku tidak berniat melakukannya. Itu terjadi begitu saja. Aku stres dengan pekerjaan dan kesepian, jadi...” ucap Jung Hee menjelaskan.

Jae Bok pun balik bertanya dengan dirinya yang juga mengalami hal yang sama, yaitu  stres dan kesepian. Jung Hee meminta maaf dan berjanji akan menebusnya selama sisa hidupnya.
“Tidak. Aku tidak bisa memaafkanmu dan Aku tidak cukup baik untuk memaafkan suami yang berselingkuh serta menipuku. Harga diriku tidak akan mengizinkannya.” Tegas Jae Bok
“Bagaimana dengan anak-anak, Jin Wook dan Hae Wook?” tanya Jung Hee, Jae Bok mengatakan  akan membesarkan mereka.
“Tidak boleh, Aku tidak bisa hidup tanpa mereka.” Tegas Jung Hee tak terima
“Lantas kenapa kamu berselingkuh? Bagaimana bisa kau menghadapi mereka?” sindir Jae Bok
Jung Hee terdiam, Jae Bok menyuruh Jung Hee membawa tasnya dan pergi sebelum dirinya menggila. Jung Hee tahu kalau istirnya itu muak melihatnya saat ini jadi akan pergi untuk saat ini dan bertobat jadi meminta tolong agar jangan marah.
“Di mana kamu akan tinggal dan bertobat? Apa Di rumah Jung Na Mi?” kata Jae Bok geram melihat suaminya yang pergi.
“Tidak! Aku tidak akan menemuinya lagi! Aku hanya akan menginap di kamar motel kecil atau di sauna. Jadi Jangan marah, serta Makanlah dengan teratur dan jaga dirimu.” Ucap Jung Hee yang masih memberikan perhatian pada istirnya.
“Tenanglah, Shim Jae Bok... Jangan menurunkan martabatmu. Santai saja. Tenang dan berdoa.” Gumam Jae Bok dengan mengepalkan tanganya.
“Berhenti. Apa Kau tahu, aku ingin membiarkanmu pergi dengan baik, tapi aku tidak bisa. Itu hanya akan menggangguku.” Ungkap Jae Bok lalu meminta izin pad Hye Ran agar bisa mengunakan area gym. 

Keduanya sudah ada dalam ring, Jae Bok sudah mengunakan sarung tinjunya, mengatakan kalau Disiplin, gaya bebas, Durasi, sampai salah satu dari mereka pingsan. Jung Hee pikir Kekerasan itu buruk jadi lebih baik tak melakukanya. Jae Bok tahu Tapi pelecehan fisik bukan satu-satunya tipe kekerasan.
“Kamu mengkhianatiku dan juga pelecehan. Itu kekerasan, Itu bahkan lebih keji daripada kekerasan fisik. Apa kau Mengerti?” ucap Jae Bok mulai memberikan pukulan dan Jung Hee belum siap sudah terjatuh.
“Apa yang kau suka darinya? Dia bahkan tidak lebih cantik daripada aku. Dia bahkan tidak punya anak untukmu! Apa yang kau suka darinya sampai mengkhianatiku? Apa kau menyukai dia karena dia baru? Aoa Dia masih terasa segar saat kau menciumnya?” ucap Jae Bok sambil memukul habis Jung Hee.
Jung Hee akhirnya terbaring tanpa melawan dengan hidung yang berdarah, Jae Bok duduk diatas tubuhnya seperti tak bisa lagi memukul sambil menangis menanyakan alasa suaminya yang melakukan itu padanya.
Bersambung ke part 2

FACEBOOK : Dyah Deedee  TWITTER @dyahdeedee09 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar