Jumat, 03 Maret 2017

Sinopsis Chief Kim Episode 11 Part 1

PS : All images credit and content copyright : KBS

Ruangan ballroom kosong, Seo Yul masuk dengan nada mengejek kalau uni saja yang selama mereka pikirkan Sung Ryong akan menyusun rencana pembangunan ulang. Sung Ryong berkomentar kalau Seo Yul itu  yang membuat perangkap seperti ini dan terbaik sealam semesta.
“Jangan menyalahkan orang lain, Salahkan dirimu sendiri.” Ucap Seo Yul, Sung Ryong ingin memukul Seo Yul, semua menahannya agar tak terjadi perkelahian.
“Kau tidak perlu berbuat sampai sejauh ini.”kata Ha Kyung. Seo Yul mengaku kalau tidak ada hubungannya dengan itu. Sung Ryung makin kesal mendengar Seo Yul yang berbohong.
“Aku akan berurusan dengan timmu seperti yang telah kujanjikan. Jadi Dengar, semuanya...Mulai saat ini, Tim Operasi Bisnis dibubarkan. Masing-masing dari kalian akan dipindahkan ke Departemen baru.” Kata Seo Yul
Manager Choo mendekati Seo Yul,  menurutnya Semua ini masih belum berakhir secara resmi dan merkea masih punya tiga hari lagi. Seo Yul mengaku  sudah membicarakannya dengan Kepala Kim. Ha Kyung masih tak terima karena dibubarkan tim mereka seperti ini.
“Bereskan apa yang telah kau lakukan. Dan berperilaku baiklah selagi kalian menunggu...Departemen kalian yang baru.” Ucap Seo Yul lalu keluar dari ruangan.

Sung Ryong berteriak ingin memukul Seo Yul, Manager Choo menahanya dengan memeluknya agar bisa tenang. Semua jatuh lemas karena tim mereka dibubarkan. Sung Ryong mengajak agar tak bermain curang dan Bertanding dengannya secara jujur dan adil.Manager Choo memberitahu kalau Semuanya sudah berakhir. Sung Ryong memilih untuk duduk di tangga darurat 
Manager Choo khawatir kemana perginya Sung Ryong, Ha Kyung pikir Sung Ryong  sedang ingin sendirian. Papan nama Tim Accouting pun dilepaskan dari pintu. Manager Choo pikir Sung Ryong merasa frustrasi karena semua bergantung padanya.


Semua barang-barang diruangan bawah tanah sudah di pindahkan, Manager Choo dan yang lainya kebinggungan.  Salah seorang pria memberitahu kalau ini adalah perintah dari Manajemen Keuangan dan akan mengembalikan ruangan sebagai ruangan penyimpanan dokumen.
“Itu tidak masuk akal. Kami masih memiliki pekerjaan yang harus dilakukan.” Ucap Manager Choo
“Kami hanya melakukan sesuai yang telah diperintahkan. Aku meninggalkan barang-barang pribadi Anda di kursi.” Kata si pria
“Meskipun begitu, kalian sudah sangat keterlaluan!” teriak Manager Choo marah
Semua tak peduli membawa semua barang-barang perusahan dipindahkan dari ruangan. Manager Choo berteriak menyuruh semua meletakan yang dilakukan dan tak bisa melakukan tanpa persetujuan mereka. 

“Bahkan jika situasi memburuk seperti ini, ada batas-batas yang tidak boleh ia lintas.” Ucap Manager Choo mengumpat marah pada Seo Yul
“Jika dia tahu batas-batas itu, semua ini tidak akan pernah terjadi.” Kata Ha Kyung, Ga Eun yang mendengar dari alat sadapnya terlihat sangat kesal sampai berdiri dimeja kerjanya.
Man Geun masuk ruangan kalau mendengar dari Direktur Seo, bahwa Departemen Managar Choo  dibubarkan. Manage Choo pikir Meskipun begitu, mereka perlu waktu untuk membereskan pekerjaan sebelumnya. Ma Geun memberitahu kalau Dept. Akuntansi akan mengurus segala sesuatu yang mereka lakukan, karena pekerjaan mereka jugatidak terlalu banyak.
“Lalu , Anda ingin kami pergi kemana? Haruskah kami duduk di lorong?” ucap Manager Choo, Man Geun mengatakan mereka tidak akan melakukan itu.
“Kami memutuskan untuk memasukkan kalian ke Departemen baru.”kata Man Geun mengeluarkan kertas dari bajunya.
“Apakah ini sudah direncanakan selama ini?” kata Manager Choo tak percaya, Man Geun menyuruh mereka segera pindah kalau sudah mengetahuinya.

“Choo Nam Ho dan Bing Hee Jin ke Urusan Umum Dua. Manajer Umum Choo diturunkan sebagai manajer tim.” Ucap Man Geun, Hee Jin dan Manager Choo saling bertatapan karena mereka satu tim.,
“Yoon Ha Kyung dan Lee Jae Jun... dipindahkan ke Tim Keuangan Dua. Posisi kalian berdua sama. Won Gi Ok dipindahkan ke Departemen Strategi Bisnis dan Itu merupakan Departemen yang besar.” Kata Man Geun, Ketiganya hanya diam tanpa banyak berkomentar
“Seon Sang Tae, Manajemen Etis. Dan Kim Sung Ryong...” kata Man Geun, Manage Choo memberitahu Sung Ryong sedang tak ada dirungan.
Man Geun meminta agar memberitahu Sung Ryong kalau jabatannya masih belum diputuskan. Manager Choo protes kenapa bisa seperti itu. Man Geun mengibartkan Sung Ryong itu sudah jadi kentang panas sekarang dan tidak ada Departemen yang menerimanya. Ia meminta agar memberitahu Sung Ryong untuk tetap tinggal diruangan bawah tanah  sampai ada Departemen yang akan menerima nya.


Semua hanya diam saja, Man Geun melihat semua terdiam menyuruh mereka semua segera pindah. Hee Jin dan Manager Coo pergi ke bagian Departemen Urusan Umum, semua orang menatap mereka seperti meremehkan, Manager Choo pun menenangkan agar mereka berkerja dengan baik di tim yang baru.
Ha Kyung dan Jae Joon masuk ke tim Manager Lee, dengan tatapan sinis. Ga Eun yang melihat keduanya terlihat kasihan karena tim mereka yang dibubarkan tapi Manager Lee dkk terlihat tak suka dengan kedatangan Tim Operasi bisnis.

Ki Ok pergi sendiri ke Departemen Strategi Bisnis seperti tak biasa karena hanya sendirian. Sang Tae bertemu dengan Hee Yong dibagian Managment Etis. Hee Yong terlihat berbinar-binar menerima pria muda masuk ke dalam timnya. Sung Ryong masih terdiam di tangga darurat seperti belum tahu semua timnya sudah di pindahkan ke tim lain.


Sung Ryong menerima pesan dari Manager Choo kalau semua sudah terjadi. Man Geun memberitahu Min Young bahwa Direktur Seo terlihat seperti seorang pria yang sangat berhati dingin karena membubarkan Departemen kecil seperti itu
“Apa kau pikir tujuannya itu, hanya untuk menghancurkan Operasi Bisnis saja? Dia telah memotong sisa orang-orang yang memihak pada Madam Jang. Dia memburu mereka semua satu per satu dan telah melepaskan beban yang Presdir pikul.” Jelas Min Kyung,  Man Geun mengerti.
“Jika seperti itu, menurutmu siapa target dia berikutnya?” kata Min Kyung dengan tatapan dingin. 

Sung Ryong masuk ruangan melihat semua kosong hanya ada papan nama, Akhirnya ia melampiaskan amarahnya dengan memukul dinding sampai tanganya berdarah. Sementara Seo Yul sedang sibuk memilih saus yang akan dicampurkan pada rotinya. Sung Ryong menerobos masuk ke ruangan Seo Yul.
“Kau melampiaskan kemarahanmu dimana? Dasar berlebihan sekali. Kepalan tanganmu tidak membuat kesalahan apapun.” Ejek Seo Yul melihat tangan Sung Ryong yang terluka. Sung Ryong hanya diam menatap dingin.
“Jika tidak ada yang ingin kau katakan, pergilah.” Kata Seo Yul, Sung Ryong mendekat dan tiba-tiba langsung berlutut didepan Seo Yul.
“Perintahmu untuk membubarkan Operasi Bisnis, batalkan itu. Aku mohon padamu, Aku Mohon batalkan perintahmu.”  Ucap Sung Ryong, Seo Yul langsung menolak dan menyuruhnya segera pergi.
“Apa Kau ingin mencoba untuk mendapatkan momentum lagi? Aku akan menjadi sarung tangan atau  gajah sirkus sesuai perintahmu. Tolong, kembalikan Operasi Bisnis. Aku mohon.” Kata Sung Ryong berlutut didepan Seo Yul

Seo Yul melihat Sung Ryong yang berpura-pura bersikap baik malah membuatnya jadi merinding, Sung Ryong mengaku aklau tidak berpura-pura tapi tulus dan Semua ini terjadi karena dirinya jadi lebih baik menghancurkan dirinya saja.
“Rencana pembangunan ulang itu adalah tanggung jawab bersama.” Ucap Seo Yul
“Tidak, aku memaksa mereka untuk berpartisipasi, dan itu bertentangan dengan keinginan mereka. Ini semua tanggung jawabku.” Kata Sung Ryong
“Semangat pengorbanan dirimu tidak begitu menyentuh. Aku sudah bilang padamu untuk tahu tempat. dan bertindak dengan pantas. Tak ada lagi yang harus kukatakan” kata Seo Yul tak peduli, Sung Ryong pun berdiri dan keluar dari ruangan. 

Ha Kyung sibuk dimeja kerjanya, Manager Lee mendekat bertanya apa yang sedang dilakukanya. Ha Kyung mengatakan kalau sedang menyelesaikan beberapa tugas dari Operasi Bisnis. Manager Lee menyuruh agar memberikan tugas itu untuk Dept. Akuntansi Tiga.
“Kalian berdua harus mengambil pekerjaan Dept. Akuntansi Dua. Ini semua bukanlahtugas-tugas sederhana.” Kata Manager Lee, Jae Joon mengatakan akan menyelesaikan tugas itu lebih dulu
“Jangan khawatir. Mereka jauh lebih baik dan lebih cepat menangani pekerjaan, daripada kau.” Ucap manager Lee sinis lalu pergi meninggalkanya. 

Jae Joon terlihat kesal dengan sinis bertanya Siapa yang lebih baik dan lebih cepat dari mereka. Ha Kyung pikir lebih baik mereka membiarkanya saja dan melihat seberapa cekatan tim akutansi dua.
Saat itu Ga Eun datang menyapa keduanya,  Ha Kyung pun membalasnya. Ga Eun pikir Jika ada sesuatu yang bisa dibantu, maka katakan saja padany dan memberikan semangat. Ha Kyung pun berjanji akan memberitahu kala u memang membutuhnya. Jae Joon melihat Ga Eun mearasa kalau seperti pernah melihatnya.

Ki Ok duduk sendirian menaruh surat pengunduran diri diatas meja dan keluar ruangan.  Manager Cho menerima telp dari bagian HRD berteriak kaget mengetahui Kii Ok memberikan surat pengunduran diri. Hee Jin berusah menelp tapi ponselnya tidak aktif. Manager Choo tak habis pikir dengan sikap Ki Ok dan menyuruh Hee Jin mengirim pesan agar Ki Ok bisa menelpnya.
Sung Ryong duduk sendirian dengan tangan berdarah didalam ruangan  Departemen Operasi Bisnis yang sudah kosong, tatapan kosong terlihat sangat frustasi.  Didepan pinta Ga Eun melihat Sung Ryong terlihat sangat sedih. Saat Sung Ryong berjalan pergi, Ga Eun pun memilih pergi lebih dulu. 

Manager Choo dkk makan siang bersama. Sang Tae binggung karena  Sung Ryong juga tidak mengangkat. Hee Jin bergabung memberitahu Sung Ryong  tidak berada di ruangannya. Ha Kyung pun khawatir kemana perginya Sung Ryong sekarang.
“Kenapa Gi Ok menyerahkansurat pengunduran diri?” kata Jae Joon tak habis pikir dengan temannya.
“Pastinya dia sangat terluka dan pasti menyalahkandirinya sendiri juga.” Kata Ha Kyung
“Padahal tidak adayang menyalahkan dia.Kenapa dia...” ucap Sang Tae tak percaya


Ha Kyung pikir Sung Ryong itu mungkin merasa bersalah dan pasti merasa sangat marah. Manager Choo menyakinkan kalau semua akan baik-baik saja, Jae Joon mengaku merasa malu tapi semua perkerjaannya baik-baik saja, dan sudah membulatkan keputusannya ketika membujuk mereka.
Sang Tae mengaku semua baik-baik saja  Kecuali saat melihat Penyihir Jahat itu sepanjang hari, maka segala sesuatu yanglain tertahankan. Manager Choo tahu Sang Tae pasti yang paling kesulitan. Ha Kyung melihat kalau Semuanya berada dalam situasiyang tak masuk akal, tapi semua terlihat berpikiran positif.
“Setelah menghabiskan waktusatu bulan dengan Kepala Kim,Aku bisa bertahan menghadapisesuatu seperti ini.Apa ini karena sudah terlalu banyakberbagai hal yang kita alami?” kata Hee Jin, Manager Choo ingin tahu kemana orang yang memulai semua kejadian ini. 

Sung Ryong duduk sendirian sambil minum soju, tiba-tiba Ga Eun datang menyapanya. Sung Ryong pikir kalau Ga Eun itu penyihir seperti tahu  caranya berteleportasi, lalu menduga kalau  menempatkan penyadap di tubuhnya sampai tahu keberadaanya. Ga Eun pikir itu tak mungkin lalu meminta agar menuangkan minum.
“Apa yang terjadi dengan tanganmu?” tanya Ga Eun panik melihat tangan Sung Ryong.
“Ini Tertabrak sesuatu, saat aku sedang jalan.” Kata Sung Ryong berbohong.
“Aku mendengar tentang apa yang terjadi setelah presentasi.” Kata Ga Eun, Sung Ryong pikir Itu bukan sesuatu yang baik untuk di dengar.
“Kurasa...kau terjebak ke dalam perangkap mereka.” Komentar Ga Eun, Sung Ryong pikir Ga Eun itu  tampaknya memahami apa yang terjadi.
“Kau kalah karena kau tidak memiliki informasi. Pengetahuan adalah kekuatan. Kau perlu untuk memperkuat itu.” Kata Ga Eun
Sung Ryong pikir itu karena dirinya kurang pintar. Gae Eun merasa tak seperti itu karena melihat Sung Ryong  benar-benar sudah melakukan yang terbaik sebisanya, lalu memberikan jempolnya sebagai pujian. Sung Ryong pun kembali menuangkan soju.
Ga Eun pun meminta agar Sung Ryong memberitahu jika ada informasi yang dibutuhkan tetapi sulit untuk didapatkan karena kakanya adalah seorang detektif jadi akan menelusuri sesuatu, setiap kali diminta olehnya.  Sung Ryong pikir itu mengagumkan. Ga Eun meminta agar Sung Ryong jangan ragu untuk bertanya padanya. Sung Ryong pun memutuskan  akan bertanya nanti.


Seo Yul kembali pulang ke apartmentnya, lalu merasakan seperti ada orang yang mengikutinya tapi melihat sekeliling tak ada orang yang mengikutinya.  Ki Ok pulang ke rumah dan ingin langsung ke kamar, ayahnya meminta maaf tentang apa yang terjadi dan ingin memberitahu sebenarnya.
“Aku tahu...Direktur Seo mengancam Ayah dengan aku.” Kata Ki Ok dingin
“Ya. Aku senang kau mengerti. Aku mengkhianati rekan-rekanku untuk membuat keputusan itu. Jadi kau harus bekerja lebih keras.” Ucap Tuan Won pada anaknya.
“Kau bilang Bekerja lebih keras? Bagaimana Ayah bisa berkata seperti itu?” ucap Ki Ok terlihat sangat marah pada ayahnya. 

Manager Choo duduk disofa terlihat khawatir karena Sung Ryong  masih belum pulang. Sung Ryong pun pulang dengan setengah mambuk, Manager Choo sudah tahu kalau Sung Ryong pasti akan pulang dalam keadaan mabuk. Sung Ryong pun bertanya Kenapa manager Choo masih belum tidur
“Aku sedang menunggu anak yang sedang bermasalah.” Kata Manager Choo, Sung Ryong pikir yang dimaksud itu dirinya.
“Kenapa juga menunggu untuk si pembuat masalah terbesar?” ucap Sung Ryong
“Sudalah.. Berhenti bicara omong kosong, masuklah ke dapur.” Kata Manager Cho saat akan pergi ke dapur kaget melihat tangan Sung Ryong yang berdarah. Sung Ryong mengaku kalau bermain permainan pukulan roket. Manager Choo pun mengajak untuk mengobatinya lebih dulu sebelum makan. 

Manager Choo memasak sup pereda mabuk untuk Sung Ryong, Sung Ryong terlihat tangan kanan yang diperban berusaha untuk memegang sendok. Manager Choo menyuruh Sung Ryong makan dan mencernanya sebelum tidur seterlah Kentut tiga kali kalau tidak maka perutnya akan kesakitan besok pagi.
“Rasanya seperti masakan Ibu. Ini mengingatkanku pada ibuku.” Ungkap Sung Ryong dan rasanya cukup enak.
“Apa Besok kau juga akan seperti ini lagi?” tanya Manager Choo, Sung Ryong menjawab tidak tahu dan mengaku tidak tahu apa yang harus dilakukan.
“Itu sudah cukup. Kau sudah cukup menyalahkan dirimu. Terlalu lama bersikap seperti ini, tidak akan membantu. Tidak ada yang menyalahkanmu, jadi, kenapa kau menyiksa dirimu?” kata Manager Choo berusaha menyadarkanya.
“Yah... memang Ini bukan karena ada orang yang menyalahkanku. Aku... Aku tidak bisa memaafkan diriku sendiri.” Ungkap Sung Ryong

Manager Choo pikir apakah itu karena Sung Ryong merasa menghancurkan kehidupan timnya juga. Sung Ryong pikir Manager Choo bisa melihat kalau sebelumnya hanyaia yang masuk ke dalam selokan. Manager Choo mengartika kalau sekarang mereka  semua yang masuk ke dalam selokan, dan itu yang membua Sung Ryong merasa lebih bersalah.
Sung Ryong membenarkan, kalau dirinya melompat dengan berani tanpa rencana lalu terhempaskan. Ia juga yang yang membuat tim mereka jadi terpisah dan tersebar menurutnya ini sangat memalukan. Manager Choo bertanya apakah Sung Ryong ingin mereka menyalahkannya dan menguntuknya. Sung Ryong meraa  lebih suka mereka  semua seperti itu.
“Maka, kita akan kehilangan segalanya dan kehilangan keberadaan satu sama lain. Kau tahu, Departemen kita sudah hilang. tapi kita tidak boleh saling kehilangan satu sama lain juga. Sung Ryong... Kita sudah berhasil sejauh ini jadi bertahanlah sedikit lebih lama lagi.  Tujuan kita adalah... satu , bertahan hidup. Dua , bertahan hidup lebih lama. Tiga, mati mencoba untuk bertahan hidup. Kau mengerti?” kata Manager Choo menasehati. Sung Ryong mengerti sambil kembali makan sup buatan Manager Choo. 


Terjadi kegaduan di bagian akutansi saat Ha Kyung  masuk, beberapa orang mengeluh bagian HR yangbelakangan menerima semua ini padahal Semuanya punya masing-masing dan Jumlah yang didepositkan berbeda. Ha Kyung mendekati Jae Joon bertanya apa yang terjadi. Jae Joon memberitahu kalau Masalah dengan pajak karena tak mungkin mudah.
“Nn. Yoon, bisa tolong bantu Team 3?” ucap Nona Kang, Ha Kyung meminta maaf karena harus memeriksa rekening untuk kuartal pertama. Nona Kang pun bertanya pada Jae Joon
“Aku juga sangat minta maaf karean harus memasukkan semua pajak masukan perolehan-penghasilan. bagaimana kalau kau saja yang membantuku?” ucap Jae Joon, Nona Kang kaget mendengarnya.
“Bukankah kalian selalu mengatakan, kalau kalian lebih pintar dari kami? Kau harus mampu mengatur yang seperti itu. Jika tidak bisa, berhenti saja.” Kata Ha Kyung menyindir, Nona Kang pun hanya bisa diam saja. 

Seorang pria membawa tumpukan berkas menyuruh Hee Jin agar menyelesaikan semunya sampai jam 15:00 bahkan Lebih cepat lebih baik. Hee Jin binggung melihat tumpukan yang lebih tinggi dari badanya. Si pria pikir Hee Jin yang berada di Operasi Bisnis jadi pasti jari-jarinya akan cepat bergeraknya, Hee Jin akhirnya berdiri merasa kalau semua sudah cukup.
“Apa kau pikir kami adalah robot? Aku tidak bisa menyelesaikan semua ini.” Tegas Hee Jin, si pria terlihat kaget karena Hee Jin berbicara dengan bahasa formal.
Hee Jin merasa tak seperti itu lalu bertanya pada Manager Choo, akhirnya ia tak ingin membahanya mengajak agar mereka bagi saja pekerjaan nya. Dengan begitu Membagi beban kerja dan menciptakan lingkungan yang ramah. Si pria binggung tapi akhirnya setenga berkas yang diabwanya lalu pergi. Manager Choo memberikan acungan jempol, Hee Jin pun senang bisa melawan orang-orang yang menindasnya. 

Sang Tae memegang stiker peringatan untuk jangan merook dan jangan berisik. Hee Yong menyuruha agar memberikan semua stiker dan  promosikan nilai-nilai aturan tersebut. Sang Tae mengerti. Hee Yong pun menyuruh agar  Sang Tae mencatat pegawai yang berpakaian tidak sesuai aturan. Sang Tae binggung kenapa harus melakukanya.
“Saat aku SMP, kertas seperti ini terselip di dinding sekolahku. Sekarang saat sudah dewasa maka Orang dewasa tidak terkecuali.” Kata Sang Tae, Hee Yong pikir bukan seperti itu. 
“Jika Anda ingin orang untuk berjalan secara diam-diam, maka Anda harus memberikan sandal untuk di dalam ruangan.” Kata Sang Tae seperti ingin melucu. Hee Yong meminta agar Sang Tae Jangan mengatakan lelucon.
“Ini Mirip sekali, kan? Jangan mengatakan lelucon. Aku tidak percaya , Ini pertama kalinya aku mendengar Anda mengatakan itu hanya padaku. Aku tidak percaya aku bisa meniru Anda.” Ungkap Sang Tae seperti ingin menjilat Hee Yong
“Song Sang Tae, berhenti main-main. Kau adalah anggota dari Manajemen Etis.” Tegas Hee Yong
“Aku anggota dari Manajemen Etis, dan menganggap itu sebagai suatu kehormatan besar.” Kata Sang Tae lalu keluar ruangan.  Hee Yong pun bertanya-tanya kalau  orang-orang dari Operasi Bisnis itu isinya orang aneh semua.

Sung Ryong duduk sendirian dalam ruangan, teringat kembali ucapan Manager Choo kalau berhenti saja kalau memang tak menyukainya. Bibi Eun datang melihat ruangan sudah kosong dan berantakan hanya ada Sung Ryong didalamnya berkomentar kalau seperti ada angin topan yang menghantam diruangan itu karena Cara memindahkan barang-barang dari kantor berantakan sekali dan sama seperti medan perang. Sung Ryong pun menyapa Bibi Eum.
“Kau makan ini, Salah satu Ahjumma pembersih, anak nya ada yang menikah. Dia membagikan kue beras serta makanan enak.” Ucap Bibi Eum, Sung Ryong pun menerimanya dengan mengucapkan terimakasih.
“Apa Operasi Bisnis benar-benar akan hilang?” tanya Bibi Eum, Sung Ryong menjawab kalau sudah menghilang.
“Kalau begitu, kau tidak boleh duduk di sini. Kau itu TP. Jadi aturlah.” Kata Bibi Eum, Sang Ryong binggung apa maksudnya TP
“TP itu adalah TQ Psycho. Itulah julukan kami padamu...” ucap Bibi Eum seperti ingin bicara tapi memutuskan untuk tak melakukanya.
Sung Ryong ingin tahu apa yang ingin dikatakan Bibi Eum itu. Bibi Eum mengaku kalau hanya ingin mengajaknya bercanda karena sangat ahli melakukan itu. Saat itu ponsel Sung Ryong berdering, Bibi Eum pun menyuruh Sung Ryong agar segera mengangkatnya.  Sung Ryong bertanya apakah Sudah diputuskan akan bekerja dimana. 


Myung Seok sedang ada dalam ruangan sambil mengomel kalau  Jangan menggerakan monitornya karena . tidak bisa melihat apakah sedang bekerja atau bermain game dan membenci pegawai yang tidak bekerja di tempat kerja.
Saat itu Sung Ryong masuk membawa barang pribadinya, Myung Seo sengaja mengambil kursi yang ada disebelah Sung Ryong dan menyuruh anak buahya agar segera duduk.  Sung Ryong membereskan semua barang dan mengucapkan terimakasih. 
“Aku tidak menginginkanmu. Tapi Ibuku mengatakan kepadaku untuk menerimamu.” Ucap Myung Seo. Sung Ryong mengucapkan Terima kasih telah menerimanya.
“Hei.. Kenapa kau tidak marah?” ucap Myung Seo bingung. Sung Ryong pikir kenapa dirinya harus marah.
“Ini aneh. Apa lagi yang akan kau rencanakan?  Coba untuk jangan kena masalah. “ ucap Myung Seo, Sung Ryong mengerti. 

Ketua Park mengatakan Operasi Bisnis tidak akan lagi berulah dan Seharusnya tidak ada masalah. Seo Yul pikir Operasi Bisnis itu bukanlah masalah nya tapi yang menjadi Masalahnya adalah dengan orang yang mengendalikan mereka.
“Istri Anda... masih memiliki pengaruh.” Kata Seo Yul, Ketua Park membenarkan yaitu Pengaruh yang tidak diketahuinya
“Mengapa kita tidak... menggunakan kesempatan ini untuk membuat dia jadi tak berdaya lagi? Jika Anda memberiku izin, maka aku akan memikirkan rencana nya.” Kata Seo Yul. Ketua Park tersenyum mendengarnya.
Bersambung ke part 2

FACEBOOK : Dyah Deedee  TWITTER @dyahdeedee09 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar