Sabtu, 18 Maret 2017

Sinopsis Chief Kim Episode 15 Part 2

PS : All images credit and content copyright : KBS
Sung Ryong bertanya pada Ga Eun Apa mereka semua sudah siap untuk audit. Ga Eun membenarkan, Sung Yong bertanya Bagaimana dengan bahan-bahan untuk Firma Keuangan Yuseong. Ga Eun mengatakan belum, Sung Ryong heran karena l lusa sudah audit.
“Tim luar perlu datang lagi untuk melakukan itu.” Kata Ga Eun, Sung Ryong binggung siapa yang dimaksud tim luar.
“Kepala Park dan beberapa orang yang bekerja di luar.” Jelas Ga Eun, Sung Ryong bertanya dimana, Ga Eun mengelengkan kepala.
“Mengapa mereka mempersiapkan audit secara rahasia?” ucap Sung Ryong , Ga Eun juga setuju
“Kurasa, mereka tengah mencoba untuk melakukan sesuatu yang aneh. Perhatikan baik-baik saat tim mereka kembali.” Perintah Sung Ryong, Ga Eun setuju akan menunggu mereka untuk kembali. Sung Ryong sudah tahu aklau tahu mereka akan melakukan ini.

Seo Yul menanyakan anak buahnya apakah sudah menginterogasi preman yang diperintahkan oleh Min Young. Anak buahnya memberitahu  Mereka tidak pernah berencana untuk menggantung Kepala Lee tapi mengatakan itu adalah percobaan bunuh diri yang gagal.Seo Yul sudah bisa tahu kalau Min Young itu  tidak akan jujur tapi Bukti nya juga tidak ada.
“Haruskah aku membawa dan menekan mereka?” kata anak buahnya, Seo Yul pikir tak perlu lebih baik lepaskan saja.
“Kita harus tetap diam untuk sementara waktu.” Kata Seo Yul
Seo Yul menghela nafas sambil menaikan kakinya, Sekertarisnya masuk memberitahu bahwa Nn. Yoon dari Operasi Bisnis datang. Seo Yul pun menyuruh masuk saja, lalu tersadar apakah itu Asisten Manajer Yoon Ha Kyung lalu menurunkan kakinya dan bersikap sedang sibuk.
Ha Kyung datang, Seo Yul langsung bertanya Ada apa datang menemuinya. Ha Kyung menanyakan keadaan kepala Seo Yul.  Seo Yul mengaku Sudah membaik walaupun memang terkadang rasanya sakit, tapi bukan karena batu itu.
“Jika kau punya waktu luang, apa kau ingin makan bersamaku?” ucap Ha Kyung. Seo Yul kaget mendengarnya.
“Mari kita makan, Kau suka makan.” Ucap Ha Kyung, Seo Yul langsung setuju mengaku kalau  suka makan dan semua bekerja untuk mencari makan.
“Tapi, kenapa mengajakku makan?” tanya Seo Yul. Ha Kyung mengaku  harus membuat kompensasi Secara mental atau fisik. Seo Yul pun bertanya untuk apa.
“Untuk batu itu. Meskipun begitu, aku yang menyebabkanmu jadi terluka.” Kata Ha Kyung. Seo Yul mengingat batu itu yang melempar Ha Kyung lalu bertanya ingin makan dimana. 

Sung Ryong bertemu dengan Kwang Sook memberitahu kalau mereka punya proyek yang harus dikerjakan, lalu bertanya Apa masih ingat cara menulis buku besar. Kwang Sook pikir tentu saja masih ingat.  Sung Ryong memberitahu Perusahaan ini akan diaudit besok lusa. Kwang Sook tak mengerti maksud dari audit.
“Kau seorang akuntan. Kenapa yang begitu saja tidak tahu?” keluh Sung Ryong, Kwang Sook pikir bosnya itu tahu kalau tidak pernah melakukannya.
“Jadi Apa artinya audit? Misalkan, kau dan temanmu melakukan investasi. Tapi kau tidak bisa tahu apakah perusahaan itu sah atau tidak” ucap Sung Ryong, 
“itu Karena kita tidak bisa memeriksa mereka setiap hari.” Kata Kwang Sook

“Ya, benar sekali. Jadi melainkan investor, ada orang lain yang akan datang untuk memeriksa buku-buku mereka. Orang lain itu adalah akuntan dari Firma Keuangan. Dan seluruh proses ini disebut audit. Jadi audit ini untuk memberitahu status keuangan perusahaan pada mereka.” Kata Sung Ryong
“Tentu saja. Ini bukan masalah bagi perusahaan kecil, tapi perusahaan besar diwajibkan untuk melakukan ini. Ini terlalu rumit. Lalu, mereka akan melewati proses ini, kan?” kata Kwang Sook
“Ya, mereka akan melakukannya. Namun, ada masalah. Perusahaan ini..terlibat dalam penipuan pembukuan keuangan.” Kata Sung Ryong
Kwang Sook kaget bertanya alasan mereka melakukan itu, lalu bertanya Apa itu penipuan pembukuan keuangan dengan wajah polosnya.  Min Hyuk kembali menjelaskan yaitu  Seperti menutupi celah pada buku-buku besar layaknya memakai makeup. Kwang Sook mengartikan mengunakan make up untuk terlihat lebih cantik
“Jadi  Mereka membuat itu supaya terlihat seolah-olah mereka membuat bisnis yang baik dan banyak untung nya. Mereka melakukan ini untuk menipu investor.” Kata Kwang Sook  
“Benar sekali. Dan perusahaan ini melakukan yang seperti itu. Tapi makeup nya sangat tebal, seperti makeup saat sedang ingin manggung. Ini adalah tindak pidana yang besar.” Kata Sung Ryong
Kwang Sook pun bertanya apa yang harus dilakukanya, Sung Ryong mengatakan kalau yang dilakukan tapi ponsel Sung Ryong lebih dulu berdering. Kwang Sook mengeluh Sung Ryong yang selalu dapat telpon pada saat-saat yang penting. Sung Ryong pun mengangkat telpnya. 


Ha Kyung dan Seo Yul sudah ada disebuah restoran untuk makan malam,  Seo Yul mengaku akan makan banyak karena makanan ini adalah kompensasinya dan juga akan memesan makanan yang mahal. Ha Kyung panik berpikir kalau Seo Yul itu mencoba untuk mengosongkan dompetnya. Seo Yul pikir ini kesempatanya karena Hari seperti ini tidak akan terulang lagi. Ha Kyung pun pasrah menyuruh Seo Yul memesan saja. Seo yul langsung memesan semua menu yang ada di dalam lembaran buku menu.
Akhirnya meja mereka penuh dengan makanan, Seo Yul maka dengan cepat seperti ada yang mengejarnya. Ha Kyung melihat menyuruh Seo Yul makan  Pelan-pelan saja. Seo Yul mengaku biasanya memang lambat kalau makan. Ha Kyung pikir kalau sekarang menyuruh lebih lambat lagi. Seo Yul menolak karena nanti ritme nya tidak sejalan. Ha Kyung hanya menatapnya.
“Kenapa kau menatapku bukannya makan?” tanya Seo Yul heran
“Kenapa kau cepat sekali makan nya?” balas Ha Kyung
“Aku takut seseorang akan mencuri makanan nya.” Kata Seo Yul. Ha Kyung akhirnya memberikan jajangmyunnya untuk Seo Yul seperti orang yang kelaparan berhari-hari. 

Keduanya akhirnya berjalan pulang, Ha Kyung membahas kalau mendengar berita Seo Yul menyelamatkan Kepala Kim. Seo Yul mengeluh Sung Ryong itu tak bisa menjaga rahasia da meminta agar jangan beritahu yang lain. Ha Kyung pikir kalau tak perlu khawatir karena hanya ia saja yang mengetahuinya.
“Apa Kau tahu, Direktur? Apa kau benar-benar menyelamatkan dia karena. kau merasa sedih dia akan mati di jalanan secara menyedihkan?” kata Ha Kyung
“Astaga, dia seperti balon helium. Mulutnya lebih ringan dari udara.” Keluh Seo Yul. Ha Kyung menanyakan Apa itu alasan yang sebenarnya
“Apa aku sungguh berkata begitu?” kata Seo Yul berpura-pura lupa. Ha Kyung pikir kalau Seo Yul lupa. Seo Yul mengakuinya tapi tidak begitu yakin.
“Kalau begitu, katakan padaku sekarang. Mengapa kau menyelamatkannya?” kata Ha Kyung, Seo Yul binggung menjawabnya.
“Aku tidak tahu mengapa aku menyelamatkannya.” Kata Seo Yul
Ha Kyung mengaku suka dengan alasan itu,  Seo Yul merasa tidak mengatakan apa-apa. Ha Kyung pikir sudah mengetahuinya lalu pamit pergi lebih dulu. Seo Yul pun berjalan sambil berbicara sendiri.
“Menurutmu, kenapa aku menyelamatkannya? Ada orang yang sedang sekarat. Bagaimana bisa aku membiarkan dia mati?” ucap Seo Yul. Ha Kyung sempat tersenyum melihat Seo Yul yang pergi menjauh darinya.


Sung Ryong bertemu dengan jaksa bertanya kenapa ingin bertemu denganya padahal  tidak melakukan kesalahan. Jaksa Ha menjelaskan kalau merkea tidak akan bertemu direstoran kalau Sung Ryong memang bersalah. Sung Ryong akhirnya bertanya apa yang dinginkanya.
“Aku mendengar Anda melakukan banyak hal. Jasa Pengiriman TQ, TQ Retail. Anda mengungkapkan bahwa mereka melakukan korupsi.” Kata  Jaksa Han. Sung Ryong melihat sosok orang seperti sedang menguping pembicaraannya.
“Ya, itu... tidak ada hubungannya denganku. Darimana Anda mendengar hal-hal seperti itu tentangku?” kata Sung Ryong merasakan dibawa meja ada alat perekam.
“Aku melakukan penelusuran yang lebih dari cukup terhadap Anda. Dari saat Anda berada di Gunsan sampai kegiatan Anda saat ini.” Kata Jaksa Han tak melihat kode dari mata Sung Ryong. Akhirnya Sung Ryong bertanya apa yang dinginkan oleh Jaksa Han. Jaksa Han mengaku kalau meminta bantuan.


Tuan Park mengeluh istrinya membahas hal itu lagi. Nyonya Jang mengingat suaminya sudah berjanji Jika ada satu lagi insiden, maka akan menjalani sistem pengawasan internal. Tuan Park mengatakan kalau Audit ini masih belum terlaksanakan.
“Itu hanya akan membingungkan semua orang.” Ucap Tuan Park memberikan alasan
“Kalau begitu, akan lebih diperlukan untuk meningkatkan transparansi. Aku akan segera menjalankannya setelah para dewan setuju. Aku akan memberitahumu bagaimana cara bekerja nya nanti.” Kata Nyonya Jang 

Sementara Sung Ryong bertanya permintaan bantuan seperti apa.  Jaksa Han tahu kalau Lee Eun Seok masih di rumah sakit dan ia adalah orang yang memintanya untuk membocorkan rahasia perusahaan. Sung Ryong kaget mendenagrnya.
“Aku perlu Anda untuk melakukan apa yang awalnya aku minta pada Kepala Lee. Kudengar, Anda ahli mengumpulkan informasi.” Ucap Jaksa Han
“Kau sudah mendengar terlalu banyak sekali. Apa Anda kira, aku akan mengorbankan hidupku untuk melakukan semua itu? Siapa yang akan bertanggung jawab jika nanti ada sesuatu terjadi padaku?” ucap Sung Ryong terus memberikan kode kalau ada orang yang menguping pembicaraan mereka.
“Kami akan menjamin keselamatan Anda.” Kata Jaksa Han menyakinkan
“Tidak, aku tidak akan melakukannya. Kenapa harus melaukanya ?” tegas Sung Ryong menolak dengan nyaring
“Audit ini adalah kesempatan terakhir kami. Setelah Seoahn Jangryong berinvestasi, semua fakta akan terus disembunyikan” kata Jaksa Han memohon
“Aku tidak akan melakukannya!” tegas Sung Ryong lalu keluar dari cafe.
Setelah keluar dari cafe, Sung Ryong mengeluh Jaksa Han itu sulit sekali mengertinya, merasa tak percaya orang seperti itu bisa jadi Jaksa karena tak pernah waspada dengan sekelilingnya.  Ia pun memikirkan cara menghubungi Jaksa Han nanti. 


Min Young menerima laporan bahwa Sung Ryong menolak dengan kuat. Ia bertanya apakah  Apa jaksa bersikeras memaksanya. Anak buahnya mengatakan tidak, Akhirnya Min Young menyuruh berhenti mengawasinya.
Manager Park dan yang lainya sibuk menghancurkan kertas dengan cepat,  Ga Eun diam-diam melihat kesibukan di dalam ruangan akutansi. Nona Kang berdiri dibelakang melihat anak magangnya itu masih di kantor. Ga Eun mengatakan kalau baru pergi untuk makan malam dan kembali untuk mengambil fotokopi berkas. Nona Kang menyuruh besok pagi saja dan segera pulang. Ga Eun pun bergegas pulang.
Setelah semua selesai, Ga Eun diam-diam masuk ke dalam ruangan mengambil sampah dari mesin penghancur lalu melihat file yang ada dalam komputer. Nona Kang melihat Ga Eun yang mencari tahu tentang tim mereka. 



Manager Choo minum bersama dengan  Sung Ryong membahas kalau menargetkan Ketua. Sung Ryong mengatakan  akan mengungkapkan Ketua Park yang sebenarnya selama audit. Manager Choo tak peduli menyuruh Sung Ryong melakukan yang diingikanya.
“Kita perlu melakukannya dengan benar sekarang jika kita ingin mengungkapkan busuk nya Ketua... dan 3 Juru Kunci itu.” Kata Sung Ryong
“Boleh aku bertanya satu hal? Memangnya apa manfaatnya semua itu dalam hidupmu?”tanya Manager Choo
“Semua nya akan sedikit tentram jika ada orang sepertiku di dunia ini. Aku hanya maju tanpa peduli konsekuensi nya.” Ucap Sung Ryong
“Ya. Orang-orang yang sudah tahu bahwa itu semua salah tapi masih tetap tidak melakukan apa-apa tentang hal itu, seperti kami adalah pengecut yang terburuk di dunia.Tapi...kenapa juga kau harus yang mengambil risiko untuk orang-orang seperti kita?” kata Manager Choo
“Kau tidak menjadi pengecut karena kau ingin. Jika seseorang memimpin, kau ikuti. Yang lainnya ikut dan semua hal-hal jadi cepat terselesaikan. Begitulah cara dunia bekerja.” Ucap Sung Ryong
Manager Choo hanya bisa menghela nafas merasa tidak peduli karena Sung Ryong tidak akan berhenti, meskipun memintanya. Ia meminta pada Sung Ryong menghentikan dan keluar, setiap kali merasa semuanya akan menjadi buruk.

 [HARI PERTAMA AUDIT 2017]
Pria berdari dari tim audit dengan anak buahnya masuk ke gedung TQ, Ma Geun menyambutnya sebagai Direktur Manajemen Keuangan. Disebuah ruangan sudah tertulis “KANTOR AUDIT OFFICE, HANYA UNTUK STAFF”
Manager Lee menyapa Manager audit yang telah dipromosikan ke posisi manajer. Pria itu merendah kalau Tidak sebagus seperti seniornya Manager Lee dan menyapa Nona Kang dan Tuan Park. Manager Lee pun pamit  karan mereka harus selesaikan dengan cepat dan bermain golf.

Ga Eun memberikan laporan keuangan yang diberikan tim akutansi pada para auditor dan mengaku kalau mengintip sedikit menurutnya TQ adalah perusahaan yang bersih dan jujur. Sung Ryong yakin kalau  Jaman sekarang, semua nya bisa dibuat-buat.
“Ini membuat TQ terlihat seperti perusahaan yang menjadi panutan. Aku yakin sebagian besar dari ini di buat-buat secerdik mungkin. Dasar para bajingan itu.” Ucap Sung Ryong geram
“Aku akan membawakan yang dapat kutemukan padamu.” Kata Ga Eun. Sung Ryong senang mendengarnya. 

Ketua Park menanyakan alasan merek harus menerapkan sistem pengawasan internal, Min Young yakin  mereka masih belum tahu, apa rencana itu. Ketua Park pikir mereka akan segera tahu jadi meminta agar  pastikan pemeriksaan tahun ini berjalan lancar.
“Apa Kau sudah menutupi segala nya?” tanya ketua Park pada Seo Yul
“Ya. Aku sedang mempersiapkan untuk setiap variabel.” Kata Seo Yul, Ketua Park berharap Semoga mereka bisa lolos tahun ini.
“Ada sesuatu yang ingin ku sampaikan pada Anda.” Kata Seo Yul lalu meminta Min Young meninggalkan mereka berdua. Min Young pun keluar dari ruangan. 

Sung Ryong mengeluh dengan Bibi Eum yang memanggilnya tapi hanya idam saja. Bibi Eum memberikan sebuah kunci, karena Kepala Lee menyerahkan itu padanya. Sung Ryong memastikan kalau yang dimaksud  Kepala Lee Eun Seok,Bibi Eum membenarkan
“Mengapa ia memberikan ini untukmu?” tanya Sung Ryong
“Dia meninggalkan kunci ini untukku sehari sebelum, ia pergi berlibur. Tepatnya, dia tidak memberikannya padaku.  Tapi Untukmu.” Kata Bibi Eum, Sung Ryong binggung kenapa untuknya karena bahkan tidak kenal kepala Lee 

Seo Yul dengan tatapan serius ingin tahu alasan Kepala Park yang  tidak mengatakan padanya kalau Taipan Bank ikut bergabung dengan setiap cabang perusahaan dan bahkan dengan rekening pribadinya. Ketua Park kaget karena Seo Yul mengetahuinya.
“Selagi mempersiapkan audit, salah satu sumberku menelusuri informasi itu. Aku perlu tahu semua rahasia dan kelemahan Anda, jika aku diperintahkan untuk melindungi Anda. Semakin Anda menyembunyikan sesuatu dariku, maka Anda akan semakin terkena bahaya. Mulai sekarang, jangan... rahasiakan sesuatu dariku.” Perintah Seo Yul, Ketua Park hanya diam saja. 

Bibi Eum meminta Sung Ryong berkomentar karena sudah selesai bicara. Sung Ryong tetap ingin tahu alasanya kenapa harus dirinya. Bibi Eum melihat Sung Ryong yang paling dapat dipercaya... dan mampu menangani masalah ini.
“Ini membuatku gila. Apa yang membuatmu berpikir begitu?” kata Sung Ryong
“Aku merasa, kau adalah kandidat yang terbaik.”kata Bibi Eun, Sung Ryong pun bertanya kunci dimana.
Bibi Eum mengelengkan kepala karena Kepala Lee tak memberitahukanya,  Sung Ryong mengeluh bibi Eum yang tak mengetahuinya tapi malah memberikan padanya dan ingin tahu apa yang akan dilakukanya. Bibi Eum pikir Sung Ryong harus mencari tahu. Sung Ryong pikir Ini adalah jenis kesulitan terbaru dan akan kabur tapi Bibi Eum memaksanya langsung memberikan kunci di tangan Sung Ryong. 

Semua tim bisnis hanya menatap kunci didepan mereka, Ha Kyung bertanya-tanya kenapa kepala Lee tidak mengatakan apapun pada mereka. Manager  Choo pikir itu karena Kepala Lee merasa sangat khawatir sampai hari pergi berlibur dan tidak melibatkan mereka karena takut  mereka semua akan berada dalam bahaya.
“Apa aku bilang? Aku mengatakan ia akan meninggalkan sesuatu.” Kata Sang Tae. Ki Ok tahu kalau Manager Lee  begitu teliti jadi pasti meninggalkan sesuatu.
“Mungkinkah ini akan berhubungan dengan bukti penting?” kata Jae Joon, He Jin mengetahui kalau Sung Ryong tidak tahu ini kunci untuk apa.  Sung Ryong pikir itu adalah masalah terbesar.
“Bukankah ini kunci untuk loker pribadi... di terminal bus atau stasiun?”kata Sang Tae, Ki Ok tahu kalau ujung kuncinya pasti bulat sementara ujung kunci itu tajam.
Hee Jin pikir mereka lebih baik mencoba di semua lemari dalam ruangan, lalu mencobanya satu persatu tapi tak ada ujung kunci yang cocok. Semua hanya bisa menghela nafas panjang. 

Ha Kyung berbicara dengan Sung Ryong ditangga darurat  kalau akan mencari tahu tentang kunci  dan Sung Ryong fokus saja pada audit. Sung Ryong meminta agar mengembalikan karena bibi Eum pasti kaan memarahinya.
“Kau tidak dapat melakukan dua hal pada saat yang sama.” Kata Ha Kyung
“Aku seorang pejuang yang berpengalaman sekarang. Jadi Serahkan ini padaku.” Kata Sung Ryong
“Kau memang selalu jadi pejuang yang berpengalaman. Aku akan mengatakan ini, karena sangat khawatir padamu. Hentikanlah, jika semua nya semakin berbahaya.” Pesan Ha Kyung
“Sepertinya aku tidak bisa kembali sekarang. Aku sudah melaju terlalu jauh jadi akan terus maju dan akhirnya berada di depan mata. Aku selalu bisa mengambil jalan panjang dan tidak akan rugi. Aku masih memiliki masa mudaku.” Ungkap Sung Ryong
“Aneh nya, aku pernah mendengar perkataan yang seperti itu. Meskipun begitu, kau akan mulai dari mana?” kata Ha Kyung
“Sebelum acara utama, kita akan melakukan sedikit perang psikologis “kata Sung Ryong sambil bernyanyi lirik “Aku tidak bisa menemukan jalan kembali Aku melaju terlalu jauh dan terus maju” 

Sung Ryong sengaja masuk ke ruangan audit sambil minum ginseng, memberikan pada semua pegawai yang terlihat lelah. Kepala audit terlihat marah memanggil penjaga yang membiarkan masuk. Sung Ryong memperkenalkan dirinya, sebagai Kepala Operasi Bisnis.
“Apa Kau tidak mengenalku?” kata Sung Ryong, Kepala aduit pikir untuk apa harus mengenal Sung Ryong
“Sudah saatnya semua orang lupa tentang Tuan Penyelamat. Aku orang yang menemukan pemotongan dana ilegal dan rekening ilegal,Jasa Pengiriman TQ. Aku juga yang menemukan... bagaimana cara nya keuntungan TQ Grocery bisa masuk ke TQ Kosmetik. Bukankah itu ada dalam laporan? Dan Pasti nya ada jadi Coba kita periksa.” Kata Sung Ryong ingin melihat laporan 

Seo Yul datang berteriak merah dengan yang dilakukan Sung Ryong, dan Sung Ryong bisa mengetahui kalau itu Suara itu milik si Sosiopat serakah. Sung Ryong memperingatakan penjaga agar jangan memberikan Sung Ryong mendekati ruangan audit.
“Direktur, selagi aku di sini, boleh aku mengintip? Aku Kepala Operasi Bisnis.” Kata Sung Ryong, Seo Yul mengumpat marah kalau itu pasti tak boleh.
“Kenapa kau tidak memanggil nama resmiku? TQP... TQ's Psycho.” Ucap Sung Ryong. Seo Yul pun mengikuti dengan memanggil TQP dan menyuruhnya segera keluar.
“Sekarang mereka akan merasa gelisah.” Komentar Sung Ryong saat keluar dari ruangan. 

Ha Kyung bertemu dengan istri Tuan Lee direstoran. Istri Tuan Lee mengatakanKuncinya tidak cocok pada lubang kunci apapun di rumah. Ha Kyung juga berpikir seperti itu dan meminta agar memberikan kembali karena tahu pasti sedang sibuk karena sedang merawat beliau.
“Apakah suamimu pernah menyebutkan tempat khusus atau lokasi yang kunci nya sedang hilang?” kata Ha Kyung, Istri Tuan Lee pikir tidak dan juga tak ingat. 

Nona Kang memanggil Ga Eun memberitahu kalau  terlalu lelah untuk ada di kantor lebih lama lagi dan meminta agar menghancurkanya dan langsung ambil potongan nya ke insinerator. Ga Eun mengangguk mengerti, Nona Kang seperti sengaja memberikan berkas itu pada Ga Eun. 

Sung Ryong melihat  berkas "Aset Cair" menurutnya itu yang dibutuhkan tentang Informasi tentang aset cair. Ga Eun mengatakan kalau melihat saat membuat fotokopi dan semua ini benar-benar berbeda dari apa yang sedang di pantau para auditor.
“Kurasa, aku bisa memulai perkelahian dengan ini. Aku berharap, punya lebih banyak lagi. Aset tidak lancar, pinjaman atau aset di saham, sesuatu seperti itu. Bisakah aku mendapatkan itu?” ucap Sung Ryong
“Maaf. Aku juga mendapatkan berkas ini murni karena kebetulan.” Kata Ga Eun tak bisa membantu.
“Tidak, Ga Eun.. Kau sudah membantu banyak. Ini lebih dari cukup. Meskipun semua berkasnya sudah di buat-buat, aku perlu untuk mendapatkan berkas auditor untuk melakukan sesuatu.” Kata Sung Ryong
“Aku berjanji untuk membawakan sesuatu yang hebat lain kali.” Ucap Ga Eun, Sung Ryong pikir Tidak masalah kalau memang yang kecil. 

Istri Tuan Lee menelp memberitahu Ha Kyung kalau teringat sesuatu, tempatnya kalau semuanya pernah mengatakan sesuatu, saat pergi berlibur di pagi hari itu, akan mampir sebelum pergi. Sebelumnya beripikir akan pergi untuk bertemu seseorang dan memberitahu alasanya.
Sung Ryong berlari ke tempat sauna dan mencari ruang ganti, lalu mencari nomor loker yang sama dengan kunci dan terkejut melihat yang ada didalamnya. 

Manager Lee membahas pada kepala audit kalau yang mereka bicara tak boleh ada yang tahu. Kepala audit memastikanya, lalu bertaya Apakah ada sesuatu yang harus diwaspadai. Manager Park mengaku memang sudah membereskan masalah mengenai TQ Kosmetik dan Taipan Bank, tetapi informasi itu pernah bocor sebelumnya jadi harus memperbaiki itu.
“Ada masalah dengan transaksi beberapa eksekutif . Kami harus memastikan bahwa itu tidak akan menonjol.” Jelas Nona Kang
“Kau harus lebih ekstra hati-hati dengan aset cair. Siapapun bisa melawan kita hanya dengan informasi seperti itu.” Kata Manager Lee
“Ada beberapa masalah serius. Padahal tahun lalu tidak seburuk ini.” Ungkap kepala audit.
“Oh, benarkah? Pasti semuanya sangat buruk tahun ini.” komentar seorang yang terdenga nada suara Sung Ryong. Manager Lee membenarkan kalau lebih buruk dari biasanya.
“Apakah penjualan kredit juga tidak ada masalah?” kata Sung Ryong tanpa ada wujudnya.
“Itu persoalan yang terlalu sensitif untuk di bahas...” kata Manager Lee lalu tersadar sedari tadi bicara dengan siapa dan bertanya siapa itu.
Sung Ryong seperti main petak umpet memperlihat wajahnya di balik pintu, lalu keluar dari persembunyiannya. Manager Lee mengeluh Sung Ryong yang mengikuti mereka. Sung Ryong menegaskan kalau tidak mengikuti mereka tapi karena aroma makanan direstoran itu sangat enak.

“Beraninya kau menguping dan datang ke sini.” Ucap Manager Park mengusir Sung Ryong agar keluar
“Aku memiliki hak untuk menguping. Aku TQ Psycho, yang menyamar sebagai penyelidik kalian!” kata Sung Ryong memperlihatkan surat kuasa dari kejaksaan.
Bersambung ke episode 16

 FACEBOOK : Dyah Deedee  TWITTER @dyahdeedee09 
INSTRAGRAM dyahdeedee09  FANPAGE Korean drama addicted


Tidak ada komentar:

Posting Komentar