Jumat, 24 Maret 2017

Sinopsis Chief Kim Episode 17 Part 1

PS : All images credit and content copyright : KBS

Ha Kyung sudah ada dalam ruangan, Sung Ryong masuk bertanya sambil berbisik apa yang terjadi. Ha Kyung mengaku  baru saja mengajukan keberatan, Sung Ryong langsung meyetujuinya. Manager Lee pun bertana apa alasan mereka melakukan itu. Sung Ryong menyuruh Ha Kyunga gar menunjukan yang mereka miliki.
“Ini adalah file yang ditinggalkan mantan Kepala Lee Eun Seok. File ini membuktikan bahwa audit tahun lalu adalah bohong total...” ucap Ha Kyung mempelihatkan usb. Sung Ryong langsung menyuruh mereka agar membatalkan saja.
“Kita harus melakukan audit ulang untuk tahun lalu sebelum ini.” Tegas Ha Kyung
“Kalian berdua tidak bisa memutuskan itu.” Ucap Seo Yul, Ha Kyung eminta agar mereka bisa mematuhi peraturan. Ketua Audit ingin memberikan tanda tangan.
“Hei.. Stopp..Jangan berani-beraninya kau menandatangani itu. Aku akan mematahkan tanganmu.” Kata Sung Ryong mengancam tapi Seo Yul tetap menyuruh agar mereka segera melakukanya.

Saat itu Jaksa Han Dong Hoon dari  Unit/badan intiligen di bidang keuangan masuk. Sung Ryong berkomentar kalau waktunya tepat. Seo Yul menatap sinis rekan kerjanya di kejaksaan terlihat kesal bertanya apa yang dilakukan di kantornya.
“Aku datang untuk mengambil bukti. Siapa yang memiliki bukti itu?” ucap Jaksa Han. Sung Ryong langsung menunjuk pada Ha Kyung.
“Ini adalah file yang Kepala Lee tinggalkan sebelum kecelakaan.” Kata Ha Kyung memberikan SD Card.  Jaksa Lee meminta Ha Kyung menjelaskan. “Ini adalah file asli dari pembukuan palsu dan ada video dari struk penerimaan palsu.” Kata Ha Kyung, Sung Ryong sengaja memuji kalau ini luar biasa dan mengejutkan!
“Terima kasih karena telah menemukan file-file berharga ini.” Kata Jaksa Han, Ha Kyung merendahkan hati kalau  hanya melakukan apa yang harus dilakukan.
“Sepertinya audit hendak disetujui... Beritahu kami... “kata Jaksa Han

Sung Ryong langsung menunjuk Seo Yul sebagai satu tim dengan orang-orang audit. Dengan nada mengejek menunjuk ketua audit berbohong tentang segala sesuatu dan Seo Yul adalah yang paling terburuk. Jaksa Han pikir Jika audit nya telah sah, maka dapat disetujui. Ha Kyung ingin tahu kalau memang belum.
“Maka, Firma Keuangan Yuseong akan dihukum. Mereka tidak akan diperbolehkan untuk mengambil proyek-proyek audit yang baru, dan dapat dijatuhkan skors tergantung pada kasusnya.” Kata Jaksa Han
“Bukankah seharusnya mereka diperiksa untuk audit mereka sebelumnya... dari Layanan Pengawas Keuangan?” komentar Ha  Kyung.
Jaksa Han membenarkan, Sung Ryong menekan kan Jaksa harus... menutup firma keuangan yang seperti itu. Sung Ryong dengan wajah marah memilih untuk keluar dari ruangan begitu dengan yang lainnya. 

Ketua Audit bertanya apa yang harus mereka lakukan dengan uidt ini karenaharus menyelesaikan sebelum pergi. Seo Yul menatap sinis  tanpa bisa berkata-kata lalu memilih untuk meninggalkanya. Kepala Audit hanya bisa berteriak memanggil Seo Yul yang membuat kantornya ditutup. 

Sung Ryong datang menemui Ketua Park diruangannya, mengakui semuanya memang sulit, tapi hampir membuat audit tahun ini disetujui setelah menyatukan seluruh potongan puzzle nya,tapi yang terjadi sekarang. Menurutnya keadaan ini tidak akan terjadi mereka benar-benar menutupi kasus Kepala Lee.
“Tidak, maksudku semuanya tidak akan seburuk ini jika itu diluruskan  Berapa lama lagi aku harus membereskan yang semacam ini? .”kata Seo Yul kesal
“Kita akan bicara lagi, setelah kau sudah merasa tenang.” Kata Ketua Park
“Bukan hanya penuntutan saja yang datang. Semua orang akan datang, termasuk Layanan Pengawas Keuangan dan Dinas Pajak Nasional. Jika itu terjadi, itu semua akan keluar dari jangkauanku.” Tegas Seo Yul Ketua Park mengerti  jadi mereka lebih baik bersiap-siap. 

Beberapa mobil berjejer masuk ke gedung TQ,  dan bagian kedinasan dan juga jaksa. Petugas mencoba mengalanginya. Jaksa Han membawakan surat perintah penyitaan dan penggeledahan. Jadi meminta agar mereka bisa berkerja sama.
Dibagian tim akutansi, semua file dari berkas dan file dalam komputer diambil. Dua anak buah hanya bisa terdiam karena Manager Lee juga dibawa, Ga Eun tersenyum karena tugasnya berhasil. Manager Choo melihat file di komputer juga diambil meminta kalau mem-back up hard disk mereka. 

Semua tim Operasi bisnis berkumpul dengan Jaksa Han di cafe. Jaksa Han mengaku kalau mengambil hard drive semua orang sebagai aturan jadi meminta pengertianya. Manager Choo bisa mengerti karena mereka mengambil segalanya untuk membantu penyelidikan. Jaksa Han pun mengucapkan terimakasih pada semuanya.
“Bukan karena kami. Itu insting Manajer Yoon.” Ucap He Jin memuji, Ha Kyung kembali merendahkan hati kalau bukan seperti itu.
“Apa kami akan mendapatkan imbalan?” tanya Sang Tae, Jaksa Han mengatakan akan mencari tahu.
“Apa ada yang punya... salinan file terpisah dari komputer kalian? Anda harus memberikannya kepadaku.” Kata Jaksa Han, Semua pun memberikan termasuk Manager Choo yang menyembunyikan usb dalam dasinya karena kebiasaan sejak dengan istrinya. 

Ga Eun membeiritahu kalau ana man kembali ke kantornya, Sung Ryong mengartikan Ga Eun tidak akan berada di Departement akutansi lagi. Ga Eun membernakna kalau megucapkan termakasih karena menjadi  suatu kehormatan untuk melakukan pekerjaan yang besar bersamanya.
“Ini adalah suatu kehormatan bagiku untuk bekerja dengan polisi sungguhan.” Kata Sung Ryong
“Aku berharap kita bisa terus menjadi teman.” Kata Ga Eun. Sung Ryong pikir itu pasti karena mereka  tidak berpisah selamanya dan harus sering-sering mengunjungi.
Ga Eun berjanji akan melakukannya. Sung Ryong bertanya apakah Ga Eun tidak ingin datang ke Operasi Bisnis. Ga Eun mengak kalau merasa bersalah dan malu. Sung Ryong pikir tak seperti itu menurutnya Semuanya menganggap Ga Eun seperti keluarga sendiri dan timnya adalah orang-orang yang sangat hebat.
Ga Eun pikir akan menemui mereka, Sung Ryong menyuruh Ga Eun datangs saja dan ia  harus pergi untuk  menghukum anak-anak yang nakal.


Semua berkumpul mengaku sedih karena tak bisa melihat Ga Eun kembali. Jae Joon pun bertanya apakah Ga Eun sudah mendapatkan perkejaan lainya. Ga Eun ingin memberitahu, Sang Tae memotong beprikir Ga Eun bagian dari keluarga konglomerat dan mungkin sepupu Ketua Park.
“Di keluargaku, tidak ada yang cantik seperti dia, kecuali Ibu. Coba ku cari tahu dulu dan Berikan aku nomormu.” Kata Myung Seok seperti menyelam minum air, Manager Choo menyudahinya ingin tahu apa yang dilakukan Ga Eun.
“Sejujurnya, aku adalah detektif yang menyamar, bagian dari penuntutan.” Kata Ga Eun
Semua orang tertawa mendengarnya tak percaya menurutnya Ga Eun itu bercanda. Ga Eun hanya bisa melonggo diam melihat semua yang tak percaya, Manager Choo tetap tak bisa menahan tawanya karena merasa Ga Eun itu hanya mengaku-ngaku. Ga Eun pun hanya bisa tersenyum. 

Sung Ryong datang menemui Min Kyung dan Man Geun merasa tak bisa membiarkan begitu saja dan mereka  dihukum karena menipu dan mencoba untuk menyalahkannya, keduanya pura-pura lupa. Sun Ryong pikir  dapat membuat permintaan untuk menghukum para eksekutif.
“Lalu apa Kau ingin menghukum kita?  Apa Kau ingin melaporkan kepada para dewan dan dihukum?” kata Min Kyung
“Maksudku, kita sudah saling kenal sangat lama. Jadi aku akan membiarkanmu pergi dengan mudah.” Ucap Sung Ryong memanggil Hee Yong yang duduk disampingnya agar memberitahu.

“Alih-alih mengusulkan hukuman kedisiplinan, Aku akan meminta kalian untuk mengirimkan, 20 surat permintaan maaf kepada Manajemen Etis.” Kata Hee Kyung, keduanya langsung terlihat sangat marah.
“Aku akan mengusulkan hukuman kedisiplinan pada para dewan.” Kata Sung Ryong, keduanya langsung menahan Sung Ryong akhirnya Sung Ryong menanyakan format tulisan pada Hee Yong.
“20 surat permintaan maaf tipe kertas nya harus 8"10. Gunakan Times New Roman, ukuran font 11, dan single-spasi dan yang terakhir Lakukan dengan senyum.” Kata Hee Yong, Sung Ryong pun ikut dengan memberikan senyuman lebarnya. 

Semua perkerja melihat dilayar “TQ GROUP DI CURIGAI MELAKUKAN KECURANGAN AUDIT, JAKSA TELAH MENEMUKAN BUKTI” dan juga dari media online tentang “PERMASALAHAN AUDIT TQ GROUP, MALPRAKTIK AKUNTANSI”
Ketua Park melihat kalau keadaan ini sudah tak bisa tertolong lagi dengan memarahi orang terdekatnya tak bisa melakukan apapun.  Min Young meminta maaf, Ketua Park makin marah mau sampai kapan meminta maar. Dan menyuruh agar melakukan yang dibisa mereka lakukan.
“Ny. Cho, membereskan media. Direktur Seo, membereskan masalah penuntutan dan Tn. Go, terus mengontrol semua orang.” Perintah ketua park, Semuanya mengangguk mengerti.
“Mulai sekarang, Aku tidak akan... mempercayai kalian sepenuhnya. Aku akan mengurus hal-hal yang harus aku urus.” Tegas Ketua Park 

Manager Lee berada dalam ruang intergasi, Jaksa Han  merasa sudah sepanjang dan Jaksa Lee hanya menyebutkan nama dan tidak mengatakan sepatah kata apapun kecuali "Aku tidak tahu dan Aku tidak ingat."
“Apa kau berbicara jika kau melihat wajah-wajah yang terlihat akrab?” sindir jaksa Han, saat itu Ga Eun masuk ruangan. Manager Lee binggung melihat Ga Eun datang ke ruang interogasi.

“Izinkan aku memperkenalkan diri. Aku dari Unit Investigasi Kasus Keuangan. Aku detektif Hong Ga Eun.” Kata Ga Eun, manager Lee langsung tertunduk diam.
“Aku sudah tahu... Kepala Park mengerjakan penipuan pembukuan di luar. Kau memerintahkan dia, kan? Jangan berbohong!” teriak Ga Eun geram, jaksa Han menenangkan Ga Eun agar jangan berteriak dan pelan-pelan saja


Seo Yul bertemu dengan Jaksa Park diruanganya, Jaksa Park berkomentar  seharusnya Seo Yul bisa menghentikan bocornya bukti itu. Seo Yul meminta maaf karena semua terjadi dengan tiba-tiba dan ingin mengurus masalah yang mendesak dahulu.
“Aku tidak bisa membantumu dengan apa pun sekarang.  Tidak ada alasan untuk menghentikan... Penyelidikan Jaksa Han.” Ucap Jaksa Park, Seo Yul hanya bisa menghela nafas pasrah.
“Padahal cara bekerjamu tidak seperti ini. Kau tidak pernah seperti ini sebelumnya.” Komentar jaksa Park 

Manager Choo dengan bahagia merasa Hari ini adalah hari yang baik jadi akan mentraktir timnya,  semua terlihat bahagia.  Myung Seok keluar mengatakan tak ikut lalu keluar dari ruangan karena ada janji. Sung Ryong binggung menyuruh ikut bergabung saja lalu mengikutinya keluar.
“Aku seharusnya lebih perhatian dan lupa tentang Myung Seok.” Komentar Manager Choo merasa bersalah, Ha Kyung juga merasakan hal yang sama
Sung Ryong mengajak Myung Seok minum, Sung Ryong menolak kaean sudah punya janji. Sung Ryong tahu kalau  Myung Seok itu berbohong dan sudah terlihat di dahinya "Sudah punya janji adalah bohong."
Myung Seok akhirnya setuju dan meminta agar Sung Ryong melepaskan tangan di lenganya karena kelihatan sangat akrab. Sung Ryong pikir sudah saatnya mereka akrab satu sama lain dengan memeluk bahunya berjalan lainya teman. 

Ketua Park bertemu dengan seseorang di sebuah restoran wajahnya terlihat sangat tegang, dengan komentar dari pria itu kalau  Ketua Kim Jae Hwan sudah banyak bercerita tentangnya.  Sementara Sung Ryong dan Myung Seok minum bersama dengan makan babi panggang. Sung Ryong bisa melihat Myung Seok yang bisa minum soju dan tertulis didahinya sekarang  "Aku sangat marah dan frustrasi."
“Apa jidatku ini notepad? Kenapa banyak sekali tulisan disana? Kau marah karena aku menggertak ayahmu, kan?” ucap Sung Ryong, Myung Seok mengelak. Sung Ryong meminta anak Ketua Park itu mengatakan saja.
“Aku hanya ingin kau pelan-pelan saja melakukannya. Tindakanmu seperti, maka tidak ada hari esok. Apa kau hanya memikirkan hari ini saja?” kata Myung Seok. Sung Ryong mengetahuinya.
“Kudengar, kau hampir terbunuh Karena Ayahku selalu menyulitkanku, jadi aku tahu dia orang yang tak punya hati dan tanpa punya belas kasih. Aku tidak peduli jika kau melecehkan ayahku. Tapi kau harus berhati-hati. Maksudku... Aku tidak ingin pergi ke pemakamanmu, kau tahu itu” ucap Myung Seok khawatir
“Hei, apa katamu? Apa Kau mengkhawatirkanku?” goda Sung Ryong. Myung Soek mengaku kalau  hanya tidak suka pergi ke pemakaman.
“Saat aku memikirkan tentang apa yang telah dilakukan Ayahku, Aku hanya berpikir... dia seharusnya merasa malu.” Komentar Myung Seok sedih
Sung Ryong pun berusaha menyenangkan seperti anak kecil menyuapinya daging, Myung Seok menolak karena bisa makan sendiri. Sung Ryong merayu agar Myung Seok menerimanya, Myung Seok membuka mata ingin mendekat tapi Sung Rong mengoda menjauhkan makananya. Sung Ryong pun meminta maaf karena tak boleh bercanda lalu tersenyum menyuapi Myung Seok. 


Terdengar suara pria dengan nada berat mengatakn kalau pertemuan pertama, tapi Tuan Park sudah mengajukan permintaan yang sulit. Tuan Park meminta maaf karena keadaanya sangat mendesak. Si pria mengaku kalau membuat posisinya canggung.
“Jika Anda membantuku, maka aku akan memberikan dukungan penuh. Aku mohon bantuannya” kata Tuan Park merendahkan diri
“Kalau begitu...aku harus menghubungi Kantor Distrik Pusat dan Pengawas Keuangan dulu. Lalu Aku akan mengirimkan bawahanku besok. Dia pasti tahu apa yang harus dilakukan.” Ucap Si pria seperti memiliki jabatan tinggi di pemerintahan. 

Sung Ryong menonton TV mengeluh Manager Choo datang dengan mabuk, Manager Choo mengaku tak mabuk karena setelah satu ronde maka mereka pulang dan hanya minum 4 teguk. Sung Ryong tahu itu pasti bohong, Manager Choo pun menjatuhkan badanya di sofa merasa Rumah adalah yang terbaik.
“Jadi... Apa kau sudah berbincang dengan Myung Seok?” tanya manager choo, Sung Ryong mengangguk
“Sebenarnya, dia tidak pria yang seburuk itu. Kau harus menjadi orang baik untuk menjadi atasan yang baik.” Ucap Manager Choo, Sung Ryong binggung kenapa harus dirinya dan ingin tahu kriterianya.
“Terkadang, kau harus rajin daTerkadang, kau harus malas. Kadang-kadang kau terlalu pintar Dan kadang-kadang kau terlalu bodoh. Begitulah sikap atasan yang baik.” Ucap Manager Choo, Sung Ryong yang mendengarnya merasa tak mengerti.
“Di tempat kerja, membiarkanmu mengambil nafas adalah yang terbaik.” Kata manager Choo memberikan perumpaan, Sung Ryong berkomentar walaupun aneh terdengar meyakinkan.
“Kau adalah atasan yang baik.” Komentar Sung Ryong, Manager Choo mengedipka mata mengoda karena merasa kesepian jadi meminta Sung Ryong jadi teddy bearnya. Sung Ryong panik meminta Manager Choo tak menyentuhnya. 


Ketua Park baru saja pulang, Nyonya Jang ingin tahu alasan suaminya yang membiarkannya sampai sejauh ini. Tuan Jang pikir amarah istrinya itu sudah berkurang dan merasa lebih menang serta pasti senang karena membuatnya terlihat seperti orang bodoh.
“Tujuanmu adalah untuk menggulingkanku.” Kata Ketua Park dengan nada jengkel
“Saat kau mengundurkan diri, maka Aku akan menyerahkan segalanya dan mengundurkan diri juga.” Kata Nyonya Jang,
“Mengapa kau menyiksa dirimu sendiri? Sebenarnya Untuk apa?” tanya Ketua Park
“Untuk memperbaiki segalanya. Bahkan jika kita mati kehabisan darah, maka aku akan mengungkapkan segala sesuatu yang korup.” Tegas Nyonya Jang. Myung Seok mendengarkan adu mulut orang tuanya dari lanta atas.
“Kita bisa disembuhkan tanpa mengambil tindakan ekstrim seperti. TQ Group dan aku tidak akan jatuh dengan mudah.” Balas Tuan Park
“Perusahaan ini bukan milikmu.” Ucap Nyonya Jang, tapi Tua Park merasa itu miliknya
“Saksikan dan lihat bagaimana caraku melindungi perusahaanku.” Tegas Tuan Park dengan nada mengancam. 


KANTOR KEJAKSAAN
Jaksa Han mengeluh kalau Masalah ini tidak seharusnya berada di balik pintu tertutup karena seperti memberikan TQ kemudahan. Jaksa Park menegaskan kaalu bukannya memberikan kemudahan tadpi sedang berhati-hati.
“Jika tidak membiarkan mereka lolos lalu apa namanya ini?” kata Jaksa Han kesal
“Kita tidak memiliki bukti konkret.” Ucap Jaksa Han memberikan alasan, Jaksa Han pikir mereka sedang memverifikasi dan sudah yakin.
“Aku takut kau mungkin mengacaukan nya lagi. Apa kau tahu betapa malu nya aku?” kata Jaksa Park memberikan alasan.
“Baiklah. Katakanlah kita melakukan segala sesuatu di balik pintu tertutup. Tapi Mengapa Anda memblokir media?” tanya Jaksa Han
“Karena TQ Grup mampu melakukan itu dan Itu di luar kendali kita.” Ucap Jaksa Han. 

Tuan Park berbicara di telp mengucapkan Terima kasih karena telah mengambil tindakan yang cepat dan sudah membereskan media juga, Saat itu Myung Seok baru menuruni tangga mendengar pembicaraan ayahnya.
“Apakah Pengawas Keuangan sudah di bawah kendali?” ucap Tuan Park dan kembali mengucapakan Terima kasih banyak.
“Kau bilang Kambing hitam?”ucap Tuan Park sedikit kaget. 

Jaksa Han menelp Sung Ryong memberitahu kalau tim kejakasaan ingin memverifikasi bukti dulu. Sung Ryong bertanya apakah itu sebagai  hal yang buruk. Jaksa Ha membenakan karena Atasannya tengah merencanakan sesuatu yang tidak diketahui. Sung Ryong mengerti dan akan memintaa agar menelp kalau membutuhkan bantuan.

Manager Choo mendengar pembicaran Sung Ryong menayakan apakah terjadi sesuatu. Sung Ryong merasa  memiliki firasat yang sangat buruk kalau ketua sedang merencanakan sesuatu.
“Kita sudah memberi mereka bukti yang mereka tidak bisa lolos.” Kata Manager Choo yakin, Sung Ryong tahu tapi ini membuat dirinya benar-benar gila 


Seo Yul melihat Tuan Park mengambil tindakan cepat. Manager Lee juga berpikir seperti itu jadi bisa keluar dengan cepat dan Dinas Pengawas Keuangan tiba-tiba bungkam. Seo Yul pun memujinya dan memastiakn Manager Lee tidak mengatakan apapun.
“Tidak, aku berhasil menahan interogasi.” Kata Manager Lee, Seo Yul pun mempersilahkan Manager Lee untuk pergi.
“Ini pasti ulah seseorang yang sangat tinggi. Tapi Kira-kira siapa itu?” kata Seo Yul bertanya-tanya. 

Seorang pria datang mengaku datang  sesuai perintahnya. Tuan park mengetahuinya kalau pria itu  yang terbaik, Si pria mengaku tuan Park yang berlebihan dan menanyakan namanya. Pria itu menyebut  Manajer Choi.
“Manager Choi.. Keadaan semuanya sekarang... akan diserahkan padamu.” Kata Tuan Park
“Aku membaca berkas dasar nya. Pertama, aku akan menetralisir semuanya, lalu, aku akan mengubahnya semua kembali ke normal.” Kata Manager Choi, Tuan Park mengerti. 

Seo Yul berjalan ke ruangan tuan Park saat itu berpapasan dengan Manager Choi tapi seperti tak mengenalinya. Tuan Park setelah menandatangi berkas meminta mereka  harus ganti Firma Keuangan.Seo Yul pun ingin menanyakan sesuatu.
“Media bungkam karena kita memblokirnya. Bagaimana dengan jaksa, Dinas Pengawas Keuangan, dan Pelayanan Pajak?” tanya Seo Yul
“Oh, mereka.. Aku tadinya ingin memberitahumu tentang itu. Kalau Aku meminta bantuan seorang pria tertentu akan itu. Aku tidak bisa mengatakan siapa itu.” Kata Tuan Park
“Aku minta maaf karena mengecewakan Anda.” Ucap Seo Yul measa bersalah.
“Jangan salah paham. Ini bukan sesuatu yang dapat kita tangani sendiri. Aku tidak ingin menempatkanmu di bawah tekanan. Jadi Mari kita menangani masalah ini dahulu.” Ucap Tuan Park, Seo Yul bisa mengerti.
Jaksa Park berbicara di telp seperti tak yakin kalau Jaksa Han menyerah tapi karena perintah atasan maka akan melakukan itu.

Sung Ryong merasa kalau ada perasaan damai tapi tidak nyaman, lalu melihat Myung Seok yang terlihat gelisah,  Myung Seok mengaku merasa baik-baik saja. Sung Ryong terlihat makin penasaran.
Myung Seok akhirnya mendekat seperti ingin memberitahu sesuatu, dengan gerakan bibirnya. Sung Ryong berpikir kalau Myung Seok mengejeknya “orang udik”, Myung Seok memilh keluar ruangan. Sung Ryong pun mengikutinya. 

Sung Ryong langsun ikut keluar ingin tahu apa sebenarnya yang disembunyikan. Myung Seok akhirnya mengaku kalau mendengar pembicaraan Ayahnya  saat di telepon pagi ini.
Flash back
Tuan Park mengatakan kambing hitam pada telpnya dan mengatakan akan mengatur sesuatu dengan pria yang di kirim serta pria itu akan berbicara dengan jaksa dan mengucapakan Terima kasih telah membantunya.
Sung Ryong bertanya apakah hanya itu saja,  Myung Seok mendnegar ayahnya yang langsung menutup telepon. Sung Ryong mengeluh MyunG Seok  seharusnya mendengar sisanya.
Myung Seok menegaskan kalau ayahnya bisa mengunyahnya kalau membantu Sung Ryong. Sung Ryong pun menahan Myung Seok sebelum masuk tak percaya kalau mereka akan menyerah begitu saja dan sedang membuat sebuah skema

Ia pun bertanya-tanya siapa kambing hitam itu, Myung Seok dengan sangat yakin kalau itu pasti Sung Ryong karena yang paling membuat ayahnya marah. Sung Ryong pikir memanggil Morpheus dan Neo tapi mahal untuk menyewa pengawal.
“Cepat panggil mereka... Ini tentang hidup dan mati.” Tegas Myung Seok memperingati. Sung Ryong bertanya-tanya siapa yang akan dikirim.
“Kau harus memata-matai Ayahmu pada pagi dan sore hari.” Pinta Sung Ryong, Myung Seok bertanya apakah Sung Ryong akan bertanggung jawab kalau tertangkap
“Tidak. Cobalah untuk membuat tipu muslihat... Kau anaknya. Jika kau ketahuan, maka kau bisa... mengatakan hal-hal seperti, "Aku mencintaimu, Ayah." Jadi Lakukan itu.” Ucap Sung Ryong
“ Tidak mau dan Itu tidak akan mempan.” Tegas Myung Seok menolak lalu kembali masuk ruangan.
Bersambung ke part 2

FACEBOOK : Dyah Deedee  TWITTER @dyahdeedee09 
INSTRAGRAM dyahdeedee09  FANPAGE Korean drama addicted


Tidak ada komentar:

Posting Komentar