Selasa, 28 Maret 2017

Sinopsis Ms Perfect Episode 8 Part 1

PS : All images credit and content copyright : KBS
Bong Goo memeluk Jae Bok yang menangis, Jae Bok tersadar langsung mendorong Bong Goo yang berani memeluknya. Bong Goo berpura-pura kalau belakangan ini kualitas udara sedang buruk. Jae Bok mengajak pergi ke TKP. Bong Goo mengeluh dengan keadaan Jae Bok seperti ini ingin pergi.
“Perginya besok saja.. Jernih kan dulu pikiranmu” kata Bong Goo, Jae Bok tetap ingin pergi karena  harus bekerja.
Jung Hee menelp dengan nada panik memberitahu kalau  Jin Wook menghilang. Jae Bok kaget mendengarnya. Jung Hee menceritakan Jin Wook yang pergi tak datang ke tempat les bahkan ponselnya tertinggal di kamarnya. Jae Bok mengatakan akan segera datang dan meminta suaminya agar terus mencarinya. Bong Goo mendekat mengetahui anak Jae Bok menghilang, lalu milih untuk mengantarkanya.


Eun Hee terlihat panik melihat Jung Hee keluar rumah bertanya  Apakah sudah menemukan Jin Wook. Jung Hee mengataakn akan terus mencariny dan menelpnya kalau Jin Wook pulang. Eun Hee mengangguk lalu melihat Hae Wook agar tidur denganya. Hae Wook hanya diam saja , seperti ketakutan.
Nyonya Cha keluar bertanya apa yang terjadi, Eun Hee memberitahu kalau Jin Wook menghilang dan bertanyaa Apa melihatnya. Nyonya Cha mengaku tak melihatnya. Jae Bok seperti tak percaya dengan tatapan sinis. 

Saat itu Won Jae datang sambil menelp meminta Jae Bok tak perlu mengkhawatirkan Hae Wook. Hae Wook langsung berlari mendekati Che Rin, Won Jae menyapa Eun Hee memberitahu kalau Jae Bok meminta agar  menjaga Hae Wook. Eun Hee piki bisa menjaganya.
“Tidak perlu. Che Ri-Ku yang akan menjaganya Aku ada terapi malam ini. Aku menjalankan pusat konseling psikologis dan juga seorang profesor universitas” ucap Won Jae bangga lalu meminta anaknya agar menjaga Hae Wook. Che Ri pun mengajak Hae Wook pun pergi ke lantai atas.
“Ngomong-ngomong, Kemana perginya Jin Wook? Apa mungkin terjadi sesuatu?” tanya Won Jae, Keduanya hanya diam dengan tatapan sinis. 

Jung Hee melihat Jae Bok datang memberitahu belum bisa menemukan anak mereka. Jae Bok juga sudah menelp  semua teman-temannya, tapi tidak ada yang tahu. Bong Goo ikut bertanya Apa sudah menelepon polisi. Jung Hee mengatakan sudah melakukanya.
“Aku akan mencari tahu nya” kata Bong Goo sedikit menjauh untuk menelp, Jung Hee benar-benar panik memikirkan anaknya.
“Kau..tadi apa yang kau bilang dengan Jin Wook? Ketika aku datang, dia sedang marah lalu pergi” ucap Jae Bok, Jung Hee mengingatnya. 

Flash Back
Jin Wook mengaku malu punya ayah seperti Jung Hee.  Jung Hee pun kesal menyuruh Jin Wook untuk Pergil ketempat ayahny dan Tinggal bersama ayah kaya. Jin Wook pun mengataka kalau  berharap ia adalah anak dari Orang Lain
Jae Bok melongggo mendengar keduanya yang membicarakan hal itu, Jung Hee kesal mempertanyakan kompetensinya dan merasa menyesal Seharusnya tidak mengatakan itu padanya. Bong Goo memberitahu kalau tidak ada laporan lainnya jadi mengajaknya untuk pergi ke sekolah. Jung Hee mengucapkan terimakasih pada Bong Goo yang membantu dan akan mencari disekitar rumah.
Jae Bok mengingat kembali dengan perkataan Nyonya Choi “ Jin Wook mirip sekali dengan tuan. Orang mungkin berpikir kalau kalian berdua adalah keluarga.” Lalu Kyung Woo dengan yakin kalau mungkin benar  Karena jarang sekali menemukan orang setampan mereka.
Akhirnya Jae Bok mengajak Bong Goo pergi ke tempat mereka sebelumnya,  yaitu Tempat bertemu Cha Kyung Woo. Bong Goo binggung kenapa mereka harus pergi kesana.
Euntu  Hee menelp seseorang mengatakan kalau sedang ada dirumah dan Jin Wook tidak mengatakan apapun, Si pria berpikir kalau pembantu itu tidak mengatakan apapun. Eun HEe mengerti dengan menatap sinis pada Nyonya Cha yang baru masuk. 


Jae Bok terus berusaha mencari tahu dengan ponselnya, Bong Goo menyakinkan Jae Bok kalau Tidak akan terjadi apapun karena Jin Wook mirip dengan Jae Bok yang berani. dan juga pintar
“Apa yang terjadi dengan Cha Kyung Woo? Dia tidak bisa dihubungi” ucap Jae Bok binggung 

Nyonya Choi menanyakan apakah Eun Hee itu  berjanji pada Cha Kyung Woo untuk memberikan Bangunan di Sinsa-dong. Eun Hee hanya menatapnya, Nyonya Choi merasa Eun Hee itu tidak waras. Eun Hee pikir Nyonya Chai yang yang harus sadar
“Jangan sampai kau meninggalkan jejak.” Tegas Eun Hee. Nyonya Choi tak mengakuuinya.  
 “Siapa yang selalu meneleponmu? Nomornya juga kau blokir. Siapa dia sebenarnya?” kata Eun Hee memegang ponsel Nyonya Choi.
“Bagaimanapun juga.. Kau akan menyesal jika kau terus bermain dengan uang. Kau beruntung punya uang untuk melakukan apapun yang kau mau Setelah kau bangkrut, baik itu Cha Kyung Woo ataupun yang lain.. Apa Kau pikir akan diperlakukan dengan baik?” kata Nyonya Choi

“Uang yang penting untukmu ... Sampai-sampai seorang ibu memutuskan untuk menghancurkan hidupnya. Kalau kau menginginkan sampah itu, lakukanlah sendiri. Kenapa kau menghancurkan aku dan Bryan? Apa Hanya karena uang?” ucap Eun Hee, Nyonya Choi hanya tertunduk diam.
“Uang itu tidak penting bagiku, Kau seharusnya sudah tahu ... apa yang kuinginkan” kata Eun Hee.
Nyonya Choi memanggil nama Eun Kyung.. Eun Hee menegaskan namanya itu Lee Eun Hee. Sementara dilantai atas, Hae Wook terlihat khawatir, Che Ri menyuruh Hae Wook  masuk lebih dulu sementara ia pergi ke lantai 3. 


Che Ri masuk ke lantai 3 berjalan masuk ke sebuah ruangan, tak sengaja melihat foto Jung Hee saat itu Eun Hee masuk  dengan menyindir Che Ri yang punya tata krama mengerikan. Che Ri mengaku  Pintunya terbuka jadi  penasaran.
“Kenapa kau menyentuh barang-barang orang lain?” ucap Eun Hee langsung mengambil foto dari tangan Che Rin
“Apa Ahjumma Preman? Itu menyakitkan.”sindir Che Ri melihat tanganya kena sobekan foto
“Che Ri... Enyahlah kau. Sekarang juga.” Ucap Eun Hee dengan mata melotot, Che Ri melirik sinis dan akhirnya keluar dari ruangan. 

Jae Bok ke bagian receptionist menanyakan apakah ada seorang anak kecil yang datang. Bong Goo pikir tak mungkin seorang anak kecil bisa datang, tapi Jae Bok sangat yakin dengan wajah panik mencoba mencarinya. Saat itu terlihat Jin Wook keluar dari balik tanaman, Jae Bok langsung datang memeluknya.
“Kemana saja Kau? Aku sudah mencarimu mana-mana! Kau juga tidak membawa ponselmu. Apa kau suka membuatku khawatir? Aku sangat takut sesuatu terjadi padamu” ucap Jae Bok, Jin Wook hanya terdiam dipelukan ibunya.
“Aigoo..Shim Jae Bok, Dia sudah seperti seorang ibu” ejek Bong Goo melihat Jae Bok memeluk anaknya.
“Hei... Kenapa orang tampan sepertimu melakukan itu?”kata Bong Goo memarahi Jin Wook, lalu tersenyum melihat Bong Goo yang yanadng memeluk anaknya. 

Jin Wook dan Jae Bok akhirnya kembali ke rumah, Eun Hee langsung menyapa Jin Wook dengan nada khawatir.  Saat itu Hae Wook memeluk kakakknya yang hilang.  Jung Hee datang memanggil anaknya bertanya keberadan anaknya.
“Ayah, kau sangat khawatir denganku?” ucap Jin Wook, Jung Hee pun menegaskan sudah pasti mengkhawatirkanya.
Hae Wook mendengar suara Jung Hee sedikit tinggi langsung menangis, Jung Hee pun memeluknya lalu melihat Jin Wook yang kotor, dan mengajaknya naik ke lantai atas. Jae Bok bertanya kemana Che Ri pada Hae Wook. Hae Wook mengatakan kalau Che Ri sudah pulang. 

Jae Bok menelp Won Jae menanyakan dengan Che Ri, Won Jae mengatakan kalau meminta pengasuh untuk datang menjemputnya pulang dan mengaku sangat lega Jin Wook ditemukan menurutnya Jin Wook itu sangat mirip seperti ayahnya.
Che Ri mengambil kotak obat, Won Jae panik melihat anaknya yang terluka dan bertanya kapan, Che Ri memberitahu  kalau Pemilik rumah Jin Wook itu Preman padahal hanya ...
Ponsel Won Jae berdering meminta maaf pada anaknya karean ada panggilan penting. Che Ri mengeluh kalau ibunya selalu saja seperti itu sambil memberikan plester pada jarinya. 

Jung Hee membersihkan wajah pada anaknya sambil menangis, Jin Wook meminta ayahnya agar berhenti menangis. Jung Hee mengejek kalau Jin Wook itu berharap ayahnya orang lain lalu menyuruh agar mengangkat dagu supaya bisa membersihkannya.
Jae Bok dan Jin Wook duduk bersama dikamar, Jae Bok memperingatkan anaknya  kalau berani hilang lagi lalu bertanya apakah memang pergi  untuk mengetahui apa Ahjussi itu ayah kandungnya atau tidak. Jin Wook mengaku kalau Nyonya Choi bilang mirip seperti Kyung Woo, lalu ayahnya bilang "pergi cari ayah kandungmu" jadi hanya ingin memeriksanya
“Apa kau percaya itu? Pergilah bercermin. Kau sangat mirip seperti ayahmu. Kalian berdua sama sama suka bermain gitar. Jangan pernah melakukan itu lagi.” Ucap Jae Bok, Jin Wook mengerti
“Aku membencimu tapi kau imut” kata Jae Bok ingin memeluk anaknya yang dianggap seperti bayi
Jin Wook merasa seorang pria tak ingin dipeluk oleh ibunya,  Jae Bok pun bertanya Bagaimana anaknya sampai kesana, berpikir kalau Kyung Woo yang memberitahu. Jin Wook terlihat gugup dan hanya bisa mengangguk.

Bong Goo pulang kerumah mengoceh sendiri kalau Jin Wook sangat mirip dengan ibunya, saat masuk kamar kunci rumahnya tak  bisa terbuka dan pintu terbuka sendiri. Dengan wajah penasaran masuk dengan membawa pemukul baseball tapi ternyata Sam Kyu yang masuk rumah sakit makan mie instant.
“Telepon dulu sebelum datang! jangan masuk seperti ini.. Aku hampir saja membunuhmu Ahh!” teriak Bong Goo, Sam Kyu pikir  biasanya datang tanpa menelepon. Bong Goo menunjuk kalau itu meja kerjanya. Sam Kyu pun pindah ke meja makan.
Bong Goo duduk di meja makan melihat pesan dari ibunya,  Bong Goo, Kabarmu baik kan? Aku merasa Na Mi dan kau sibuk. Sibuk itu bagus Jangan melewatkan makanmu Aku baik-baik saja”  Bong Goo mengumpat kesal kalau Ibu Na Mi ini membuatnya merasa bersalah sekarang, menurutnya kenapa mengirimkan pesan kalau memang keadaanya baik-baik saja.
Sementara di kamar ke rawat, Ibu Na Mi  bertanya-tanya kenapa anaknya belum mengunjunginya hari ini. Saat itu seseorang masuk ke dalam ruang rawat, Ibu Na Mi menatapnya dan wajahnya tersenyum. 


Jae Bok, Jung Hee bersama Eun Hee duduk bersama diruang tengah, Jae Bok menegaskan Jin Wook memang benar Anak Shim Jae Bok dan Koo Jung Hee jadi Keduanya Jangan lagi memikirkan hal yang aneh. Eun Hee mengaku tidak bermaksud begitu dan hanya mendengar Kyung Woo
“Eun Hee.. Kau bebas membayangkan apapun..Tapi yang kau bayangkan.. itu merupakan penghinaan terhadap Jin Wook dan aku. Kalau kalian masih curiga,  Apa perlu Kita Tes DNA saja? apapun itu lakukan! Aku tidak takut apapun!” ucap Jae Bok, saat itu Nyonya Choi lewat.

“Ahjumoni.. Sebelumnya kau mengatakan.. Jin Wook sangat mirip dengan Kyung Woo, kan?”ucap Jae Bok  mengingat ucapan Nyonya Choi.
“Apa kau sadar mengatakannya? Sepertinya kau perlu minum beberapa gelas.” Sindir Jae Bok
Ia menegaskan kalau sudah membuat jadi jelas maka tak ingin membahas masalah ini lagi.  Jung Hee ingin mengejar sambil mengeluh Cha Kyung Woo tidak bisa dihubungi karena tak mungkin bisa marah kalau tidak mengangkatnya.
Eun Hee pikir Kyung Woo  pasti sedang dipesawat karena harus berangkat ke Amerika. Jung Hee pikir Seharusnya aku membantahnya ., Saat kejadian kemarin. Eun Hee pun meminta maaf karena sudah membuatnya khawatir.  Jung Hee merasa ini bukan salah Eun Hee lalu pamit menuju lantai atas. 


Nyonya Choi tidur dengan mimpi buruk dan terbangun melihat “Nomor tak dikenal” kembali terus menelpnya, dengan wajah ketakutan mengigit selimut agar tak terdengar jeritaan suaranya. 

Jae Bok berkerja pikiran mengingat saat Kyung Woo mengenggam tanganya lalu pergi melepaskanya. Lalu ponselnya berdering, Ponsel Jae Bok berbunyi dan itu telp dari Kyung Woo.  Bong Goo melihat wajah Jae Bok yang berubah.
Saat itu di rumah, Eun Hee menerima telp dari Kyung Woo yang tak mengangkat telp darinya. Tiba-tiba ia mengumpat marah pada Kyung Woo yang sudah gila dan tak membutuhkan  bangunan di Sinsa-dong. Kyung Woo seperti tak peduli menutu telpnya.
Eun Hee menelpnya kembali tapi ponsel Kyung Woo tak aktif, dan saat itu juga berteriak memanggil Sopir dengan wajah marah.Nyonya Choi melihatnya dengan wajah kasihan. 

Jae Bok berjalan di trotoar sambil mengingat ucapan Kyung Woo “ Aku tidak bisa pergi begitu saja dan akan memberitahumu segalanya dengan jujur. Hal yang pertama.. yang harus kau ketahui Aku bukan “Mawar biru” Maaf, Jae Bok. Alasan aku melakukannya...aku akan memberitahumu”
Kyung Woo dan Jae Bok sudah berdiri berseberangan jalan, keduanya saling menatap. Tiba-tiba sebuah mobil datang dan langsung membawa Kyung Woo, Jae Bok kaget karena tak melihat Kyung Woo diseberang jalan, mencoba menelp tapi ponselnya tak  aktif. 
Bong Goo akan masuk kantor tapi tak melihat Jae Bok ada didalam, lalu melihat Jae Bok berjalan dilorong dan langsung masuk. Jae Bok binggung karena Kyung Woo tak bis dihubungi padahal yang mengajak bertemu. Teringat kembali pernyataan Kyung Woo kalau ia  bukan mawar biru dan meminta maaf.  Bong Goo dengan sengaja berpura-pura kaget saat keluar dari pintu.
“Apa terjadi sesuatu? Yah.. Tidak ada ya sudah” ucap Bong Goo dengan sikap acuhnya. Jae Bok bertanya mau kemana Bong Goo. Bong Goo mengatakan akan buang air besar.
“Pengacara Kang... kau mahir dengan Com?” ucap Jae Bok, Bong Goo binggung itu Com. Jae Bok menyebut maksudnya Computer. Bong Goo dengan bangga kalau ia adalah semua orang mahir main komputer
Tapi diruangan Sam Gyu yang ada didepan komputer untuk  melacak Ipnya. Bong Goo pikir dirinya juga pandai. Jae Bong hanya mengejek kalau Bong Goo itu omong kosong. Sam Gyu pun menemukan IP addressnya ada di  “Yongseon-ro, Narae-gu”
Bong Goo tahu kalau itu tempat tinggal Jae Bok, Jae Bok tahu kalau Mawar biru bukan Cha Kyung Woo. Bong Goo ikut menyela kalau Kyung Woo si  bajingan tadi malam itu. Tiba-tiba mereka bergegas saat melihat ada seorang klien yang masuk ruangan.  Jae Bok kaget melihat Eun HEe yang datang ke kantornya. 


Keduanya bertemu diluar, Jae Bok menanyakan alasan Eun Hee datang ke kantornya. Eun Hee mangaku kaalu Ada yang ingin katakan. Jae Bok pikir bagus karena Eun Hee yang datang dan ingin menanyakan sesuatu juga.
“komunitas internet yang disebut "Hukum Cinta" ... Kau tahu, kan?” ucap Jae Bok, Eun Hee mengaku ingin membicarkan hal itu.
“Ya, akulah Mawar biru” kata Eun Hee. Jae Bok mengaku sudah punya firasat, tapi sekarang Eun Hee yang  tiba tiba mengakuinya, jadi tidak bisa berkata-kata. Eun Hee meminta maaf dengan wajah polosnya.
“Dengan minta maaf tak akan menyelesaikan masalah” kata Jae Bok 

Flash Back
Jae Bok duduk di meja kerja mengetik chat dengan Jae Bok
“Ini tentang rumah yang aku katakan sebelumnya. Kalau kau belum menemukan apa pun, kenapa tidak kau lihat dulu rumah itu Menurutku..itu tempat yang bagus/ Ketika aku mengatakan kepada mereka kau memiliki anak-anak, pemilik rumah itu sangat senang. Sepertinya anakmu tidak perlu pindah sekolah”  Dan Jae Bok pun percaya dengan teman Chatnyaitu. 

“Kau menghubungiku melalui "Hukum Cinta" sebagai Mawar biru lalu Kau membuatku pindah ke rumahmu” ucap Jae Bok benar-benar tak percaya. Eun HEe mengaku  hanya ingin menyambut mereka di rumahnya.
“Eun He..  kau ternyata..Orang yang sangat menakutkan. Apa hidup mu terlalu membosankan karena kau kaya? Apa itu sebabnya kau memilih aku  yang sedang berjuang Hanya untuk bersenang-senang?” kata Jae Bk marah
“Aku tidak bersenang-senang.... Kau Kekasih suamiku.” Ucap Eun Hee. Jae Bok menegaskan bahwa Kyung Woo bukan kekasihnya
“Itulah yang suamiku selalu katakan tentangmu, jadi itulah yang aku percayai. Aku pikir kau mungkin akan membesarkan anaknya.” Ucap Eun Hee, Jae Bok menegaksan bahwa itu tidak benar.
“Maafkan aku.. Apapun itu.. Aku ingin menemukan wanita yang. tidak bisa dilupakan suamiku” ucap Eun Hee.

Jae Bok ingin tahu alasan dan menganggap kalau mereka  memang dalam hubungan yang serius jadi kenapa Eun Hee ingin menemukannya. Eun Hee pikir kalau Jae Bok tinggal dirumanya mungkin Kyung Woo kembali ke rumah. Jae Bok tak percaya kalau Eun He itu masih mencintai Cha Kyung Woo, padahal pisah 3 setengah tahun yang lalu dan artinya tidak saling mencintainya lagi.
“Aku masih mencintainya ... Bahkan sekarangpun. Tapi orang itu yang berubah.” Ucap Eun Hee seperti berusaha menutup kebohonganya.
“Aku benar-benar tidak bisa mengerti denganmu Jika dia tidak menyukaimu ... Mengapa kau sampai sejauh ini?” kata Jae Bok tak percaya
“Dia satu-satunya orang  yang pernah aku cintai. aku tidak berpikir aku pernah bisa mencintai orang lain. Tidak ada orang lain untukku” akui Eun Hee. 

Sam Gyu berbicara diluar kantor berbicara pada Presdir kalau akan membayar sewa pertamanya setelah mendapatkankan uang dan  akan membayarnya selama dua bulan dulu
Sopir Eun Hee keluar dari mobil dan membuka pintu, Eun Hee berjalan menuruni tangga dengan tatapan sinis, Sam Kyu menyapa dengan memberikan kartu nama karena kalau nanti membutuhkan bantuan. Eun Hee mengambilnya dengan tatapan sinis. 

Jae Bok duduk diam dalam ruangan, teringat kembali dengan percakapan dengan Eun Hee.
Flash Back
Eun Hee mengaku kalau selalu tulus dengan Jae Bok lalu memperlihatakan foto dengan wajah penuh luka, mengatakan kalau seperti ini kehidupannya. Jae Bok kaget melihatnya seperti tak percaya. Eun Hee menceritakan kalau itu sebelum perceraian.
“Siapa yang melakukan ini padamu? Apa Cha Kyung Woo?” ucap Jae Bok tak percaya
“Aku tidak ingin menunjukkan ini padamu,  Aku ingin mempertahankan harga diriku” ucap Eun HEe.
“Cha Kyung Woo bukan tipe orang yang seperti ini. Tapi Apa kau masih tetap mencintainya Bahkan setelah ini?” kata Jae Bok benar tak percaya Jae Bok mencoba menelp Cha Kyung Woo tapi masih tetap tak aktif, lalu bertanya-tanya apakah cinta pertamanya itu benar-benar orang jahat.
Bersambung ke part 2

FACEBOOK : Dyah Deedee  TWITTER @dyahdeedee09 
INSTRAGRAM dyahdeedee09  FANPAGE Korean drama addicted

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar