Minggu, 26 Maret 2017

Sinopsis Strong Woman Do Bong Soon Episode 10 Part 1

PS : All images credit and content copyright : JBTC

Min Hyuk menonton berita dari kamar rawatnya
“ Tersangka kasus Dobong-dong telah ditangkap. Sejak pembunuhan di persimpangan Chungwoon, ada tiga orang yang hilang di daerah itu. Kasus penculikan keempat dilaporkan tadi malam. Kabar ini membuat warga merasa terkejut lagi. Namun, berkat Tim Investigasi Khusus Polisi mampu menyelamatkan”
Di rumah keluarga Do dan Kyung Shim juga menonton tak percaya kalau pelakukanya akhirnya tertangkap. 

Bong Soon yakin kalau buakn pria itu pelakunya karean setelah mendengar suara saksi, kalau Tuan Kim memang pelakunya. Gook Doo menjelaskan kalau memintanya untuk mendengar rekaman suara Kim Jang Hyuk. Ketau Yook memberikan informasi latar belakang pelaku yang tertangkap.
“Dia menculik mahasiswi itu dan ia telah membuntutinya selama enam bulan terakhir.” Ucap Detektif Kim,
“Maka, dia pasti hanya penguntit. Dia tidak ada hubungannya dengan kasus korban hilang kita.” Kata Gook Doo yakin
“Pelaku yang tertangkap mengatakan bahwa dia tersangka dari kasus penculikan yang telah terjadi di daerah ini.Polisi sedang menyelidiki kasus ini. Menurut ungkapan resmi polisi, pelaku yang tertangkap telah mengintai selama enam bulan terakhir.”
Tuan Kim menonton berita TV terlihat kesal karena ia adalah pelaku sebenarnya tapi  pria itu malah di tuduh. 

Ketua Yook memperingatkan Gook Doo agar tak membingungkan  penyelidikan. Gook Doo terlihat kesal memilih untuk keluar dari ruangan. Bong Soon mengikutinya, lalu menanyakan keberadaan Tuan Kim Jang Hyun. Gook Doo malah balik bertanya kenapa Bong Soon malah bertanya padanya.
“Apa Kau akan menemuinya?” ucap Gook Doo, Bong Soon ingin Gook Doo memberitahu. Gook Doo menolak karena itu tugasnya sebagai seorang polisi.
“Kau tidak boleh terlibat dengan sesuatu seperti ini.” Tegas Gook Doo, tapi Bong Soon memohon agar memberitahunya, Gook Doo tetap tak ingin mengatakanya dan akan mengantarnya pulang.

Bong Soon pikir tak perlu  karena tidak ingin pulang sekarang. Gook Doo terlihat sedikit kesal karena Bong Soon ingin bertemu Min Hyuk sekarang dan bertanya apakah bersikap sebagai pengawalnya Atau karena Min Hyuk terluka karena Bong Soon, atau.... Ia seperti tak bisa berkata-kata.
“Apa kau sungguh harus seperti ini? Apa Kau sungguh harus berada di sisinya? Itu bukan sesuatu yang harus kau lakukan.” Ucap Gook Doo seperti merasa cemburu
“Aku akan tetap akan melakukan dan kurasa harus melakukanya” kata Bong Soon, Gook Doo pun tak bisa berkata-kata lagi. 



Bong Soon berjalan pulang sambil bergumam kalau Yang tertangkap oleh polisi bukanlah pelaku yang sebenarnya dan Mungkin akan segera ada kasus lain. Ia mengingat nama Kim Jang Hyun.
Min Hyuk kembali diberi obat oleh perawat sambil mengeluh Bong Soon yang belum datang. Bong Soon kembali dengan wajah sedih dan bertanya apakah sudah makan malam. Min Hyuk pikir Bong Soon   tidak perlu bertemu In Gook Doo karena Pelakunya sudah tertangkap.
“Itu pelaku yang palsu... Dia bukan pelaku sesungguhnya.” Kata Bong Soon
“Kau terdengar seperti seorang polisi sekarang.” Ejek Min Hyuk, Bong Soon sengaja mengcek luka Min Hyuk dan Min Hyuk kembali mengaku kalau tusuknya sakit.
“Lebih baik aku yang kesakitan daripada melihatmu terluka. Tapi Omong-omong, kau... Apa kau masih suka pada In Gook Du?” ucap Min Hyuk, Bong Soon terdiam

“Aku sudah banyak berpikir, tapi masih belum mengerti. Bagaimana bisa kau meninggalkan pria sepertiku dan... Apa seperti ini perasaanmu? Kau berpikir "Bagaimana pria seperti dia bisa menyukaiku? Dia begitu sempurna. Dan kepribadiannya bahkah sangat baik. Itu tidak mungkin terjadi. Beraninya aku..." Begitukah?” ucap Min Hyuk, Bong Soon berkomentar kalau itu tak lucu
“Aku kira kau suka sesama pria.” Ucap Bong Soon. Min Hyuk mengelengkan kepala.
“Katamu, kau ingin bekerja di perusahaan kami, kan?” Kau harus melihat, untuk menjadikan seseorang, termasuk orang sepertimu, yang ingin bekerja di perusahaan kami, Apa kau pikir aku punya waktu untuk berkencan?” kata Min Hyuk.
“Lalu, mengapa kau membiarkan rumor itu menyebar?” ucap Bong Soon heran
“Itu hanya noise marketing dan hanya strategi... Kau tidak akan mengerti. Karena sirkuit otakmu sederhana, maka kau akan sulit untuk memahaminya.” Kata Min Hyuk mengejek
“Saat kau banyak berbicara seperti itu... Apa Kau tidak merasa sakit?” sindir Bong Soon, Min Hyuk kembali merasakan kembali sakit.
“Pokoknya. Kita ringkas semuanya dan selesaikan percakapan kita. Aku tergila-gila pada wanita. Mereka membuat mataku berbinar-binar.” Kata Min Hyuk penuh arti.
Bong Soon hanya terdiam menatapnya, Min Hyuk binggung kenapa Bong Soon malah menatapnya. Bong Soon mengaku Gaun Hotel yang dipakai Min Hyuk itu mengganggunya. Min Hyuk pikir Bong Soon tahu kalau  tidak suka pakaian abu-abu. Bong Soon mengaku kalau sangat tahu tentang Min Hyuk, Min Hyuk terlihat kesal karena itu tak dinggap pujian untuknya tapi meniru perkatanya. 


Ketua Yook berjalan dilorong merasa mereka  harus menyamar untuk menangkap Kim Jang Hyun sambil mengeluh kalau sama sekali tidak bisa mengerjakan kasus lain bahkan Pengawas itu mengganggnya sepanjang malam kemarin dengan berkomentar kalau kinerja mereka sangat buruk.
“Ambil kesempatan ini untuk beralih ke kasus lain. Berhenti mengerjakan kasus ini.” Kata ketua Yook duduk dimeja kerja membuka sepatunya.
“Tolong keluarkan surat perintah. Aku akan tetap bekerja pada kasus ini.” Gook Doo
“Temanmu pasti salah dengar.” Kata Ketua Yook, Gook Doo sangat yakin kalau Bong Soon benar.
“Tersangkanya sudah mengakui segalanya.”ucap Ketua Yook, Gook Doo pun ingin tahu keradaan semua gadis yang hilang lain
Ketua Yook memberitahu kalau pelaku tidak mengatakan apa-apa tentang itu. Gook Doo yakin si pelauk tidak bisa berkata apa-apa, karena bukan pria itu yang menculik mereka. Ketua Yook binggung melihat Gook Doo yang terlihat sangat ngotot.
“Aku akan mengerjakan kasus ini sendiri. Aku tahu situasi Anda jadi hanya akan mengerjakan kasus ini sendirian. Aku satu-satunya yang akan dipecat.” Tegas Gook Doo keluar dari ruangan,Ketua Yook sempat marah
“Jika kau menyebabkan masalah, aku yang akan diminta tanggung jawab.”teriak Ketua Yook, tapi setelah Gook Doo tak terlihat berkomentar kalau Setidaknya Gook Doo harus terus menggali buktinya dan sangat berharap. 

Bong Soon memikirka nama Kim Jang Hyuk dan bertanya-tanya Di mana bisa menemukannya. Min Hyuk keluar dari kamar mandi memanggil Bong Soon, tapi Bong Soon masih memikirkan nama Tuan Kim, sampai akhirnya Min Hyuk berteriak memanggilnya. Bong Soon akhirnya sadar bertanya apakah ada yang harus dibantu.
“Tunjukkan rasa tulusmu saat kau berada disini untuk menjagaku.” Kata keluh Min Hyuk
“Apa kau bisa melakukan pemeriksaan latar belakang pada seseorang?” kata Bong Soon, Min Hyuk menebak yang dimaksud pelakuknya, Bong Soon kaget Min Hyuk bisa mengetahuinya.
“Aku juga kagum pada diriku. Jangan sampai kau keluar dari ruangan ini. Apa Kau pikir kau Arthur Conan Doyle?” ejek Min Hyuk.
Bong Soon pikir harus pulang karena keselamatannya dalam bahaya dan kebersihannya tidak jadi prioritas utama. Min Hyuk mengangguk mengerti Bong Soon menyakinkan karena butuh sesuatu jadi mampir sebentar rumah, dan segera kembali. Min Hyuk akhirnya mengizinkan dan memperingatkan Bong Soon tak boleh berkeliaran di sekitar lingkungan.
Bong Soon mengerti, Min Hyuk meminta agar Bong Soon membantu mencuci wajahnya karena tidak bisa melakukannya dengan memperagakan membungkuk dan merasa sakit. Bong Soon pun membantu dengan merangkulnya berjalan, Min Hyuk terlihat tersenyum bahagia. 

Hyun Do membuka perbannya, melihat Kwang Do berteriak marah kalau akan membalasnya. Baek Tak mengumpat anakbuahnya yang tidak berguna dan solusinya harus cari pekerjaan baru. Hyun Do tak bisa mundur karena Bong Soon yang sudah membuat babak belur.
“Benar. Jangan menyerah. Kita pasti bisa. Tidak ada yang mustahil jika kita bekerja keras.” Ucap Agari
“Hanya wajahku yang menjadi pusat titik penjualan. Apa kalian tahu betapa sulitnya untuk sampai sejauh ini dalam bidang ini karena wajah cantikku? Kata orang aku terlalu cantik dan  tidak terlihat seperti laki-laki. Katanya, aku imut!” ucap Baek Tak bangga. Agari menatap atasanya berkomentar kalau mata Baek Tak itu bengkak. 

Gook Do datang ke tempat Tuan Kim melihat sedang memperbaiki kamera, lalau bertanya apakah tidak merasa senang pelakunya sudah tertangkap dan merasa seperti Tuhan membantunya. Tuan Kim juga merasa kalau pria itu bukan pelaku sesungguhnya dan Gook Doo juga mengetahuinya.
“Dasar Brengsek D Di mana semua gadis-gadis yang di culik? Apakah kau membunuh mereka semua? Tidak, kan? Kau Jangan ciut seperti banci dan mengganggu gadis-gadis. Berkelahilah denganku. Bukankah itu terdengar lebih menarik?” teriak Gook Doo mencengkram Tuan Kim dengan penuh amarah.
“Padahal aku sudah bekerja sama dengan polisi. Kenapa kau melakukan ini padaku?” ucap Tuan Kim merasa tak bersalah.
Gook Doo tak bisa menahan amarahnya langsung memukulnya, saat itu mata Gook Doo melihat ke bagian bawah meja dan mengingat Ukuran sepatu 295 itu jarang di produksi. Saat itu Tuan Kim panik dan berteriak dengan menunduh Gook Doo yang ingin membunuhnya.  Gook Doo melonggo kaget melihat sepatu yang sebelumnya di lihatnya tersembunyi.
Anak buah Tuan Kim masuk ingin menolong, Tuan Kim berteriak agar segera menelp polisi dengan melaporkan bahwa polisi ingin membunuhnya. Goom Doo terdiam tanpa sadar ada sebuah camera yang merekamnya, Tuan Kim tersenyum puas bisa menjebak Gook Doo. 

Bong Soon mengingat pria yang sebelum berpapasan dengan meminta maaf lalu terahir kali membengkok besi saat akan memukul Kyung Shim. Tangan Bong Soon mengepal dengan keras karena ingin sekali segara menangkap si pelaku.
Tuan Kim menatap papan dari calon pengantin yang sudah disanderanya lalu menempelkan foto Bong Soon karena sebelumnya sempat membengkoka besinya. 


Min Hyuk menelp Sek Gong agar datang ke rumah sakit, terselihta wajah sangat serius memikiarkan sesuatu. Sementara Gook Doo mengemudikan mobilnya sambil mendengarnya berita dari radio terlihat sangat kesal.
“Tersangka kasus beruntun Dobong-dong mengatakan ia tidak ada hubungannya dengan kasus pembunuhan dan kasus tiga wanita yang hilang terjadi sebelum kasus menguntitnya.” 

Min Hyuk memerintaha Sek Gong untuk memindahkan Bong Soon,  ke Tim Perencanaan dan Pengembangan besok dan sudah berbicara dengan pemimpin tim. Sek Gong pikir Min Hyuk akan memutuskan itu setelah dipulangkan. Min Hyuk mengartikan kalau ia  akan pulang besok.
“Apa Anda akan pulang secepat ini?” ucap Sek Gong binggung
“Jika kita membiarkan dia, aku tidak tahu apa yang akan ia lakukan. Aku harus menjaga dia di kantor. Itu akan membuatku merasa lebih baik.” Ucap Min Hyuk, Sek Gong pun mengerti.
“Dia tidak pernah kembali, setelah keluar. Aku juga tidak bisa menghubunginya.” Kata Min Hyuk, Sek Gong mengatakan  akan menghubungi Do Bong Soon sekarangDan mengatakan telah dipindahkan.
“Jangan bilang padanya aku dipulangkan.” Perintah Min Hyuk
“Lalu Dia akan di pindahkan ke Dept. Tim Perencanaan dan Pengembangan yang mana?” ucap Sek Gong, Min Hyuk terlihat memikirkanya. 

Bong Soon melihat komputernya melihat videonya saat melawan 3 laki-laki lalu mengeluh para remaja yang membuatnya pusing saja.  Kyung Shim masuk kamar bertanya kalau Bong Soon yang tidak ke rumah sakit untuk menemui Presdir Ahn. Bong Soon menganguuk.
“Aku di pihak Ibumu jadi Aku akan membantumu untuk berkencan dengan Presdir Ahn.” Kata Kyung Shim. Bong Soon pikir temanya tak boleh bersikap seperti itu.
“Itu benar-benar membingungkanku.” Kata Bong Soon, Min Hyuk betanya-membingukan seperti apa. Bong Soon langsung mengalihkan.
“Aku harus pergi. Jangan kemana-mana dan Kau harus di rumah. Pelakunya masih belum tertangkap.” Perintah Bong Soon
Sek Gong menelp, Wajah Bong Soon melonggo kaget karena akan dipindahkan besok,lalu mengucapkan Terima kasih. Ia mengaku kalau Min Hyuk membuatnya terharu. Kyung Shim mendekati temanya, Bong Soon memeluk temanya kalau sekarang jadi karyawan penuh waktu di Ainsoft. Kyung Shim menjerit kesakitan, Bong Soon meminta maaf karena mengunakan kekuatanya, lalu keduanya terlihat bahagia. 

Min Hyuk duduk di atas tempat tidurnya dengan senyuman bahagia yakin Bong Soon yang harus menelpon dalam beberapa detik dan menghitung mundur. Saat itu juga ponselnya berdering, Min Hyuk merasa kalau Bong Soon itu berada di telapak tangannya lalu mengangkat telpnya.
“Presdir Ahn.. Terima kasih banyak.” Ucap Bong Soon, Min Hyuk merendahan diri kalau harus menepati janjinya. Bong Soon berjanji  akan bekerja sangat keras dan akan mengorbankan diri untuk pekerjaannya
“Kau Sedang apa sekarang, Presdir Ahn?” ucap Bon Soon, Min Hyuk pikir Bong Soon sudah tahu kalau sedang menunggunya.
“Oh, aku akan berada di sana segera. Tapi... Sepertinya aku harus ke rumah sakit sekarang dan pulang lagi ke rumah besok pagi untuk bersiap-siap bekerja.” Kata Bong Soon, Min Hyuk tak peduli karena itu urusan Bong Soon.
“Kyung Sim bilang kau akan menyuruhku beristirahat saja di rumah dan bersiap-siap untuk bekerja. Katanya, kau akan mengatakan aku tidak perlu jauh-jauh ke rumah sakit dan kau tidak akan menyuruhku seperti itu. Tap Tapi Meskipun begitu, aku akan segera kesana. Walaupun Besok pasti akan terasa lelah.” Ungkap Bong Soon seperti ingin membuat tak perlu datang.
“Tidak... Jangan datang ke sini, Kau di rumah saja.” Ucap Min Hyuk. Bong Sook berpura-pura menolak kalau aka datang.
“Jangan kemari. Aku tidak mengerti apa yang akan kau siapkan untuk bekerja besok, tapi terserah. Tapi masalahnya, jahitanku terlepas lagi. Kau yang buat keputusan. Sudah Aku tutup.” Kata Min Hyuk
Bong Soon berteriak memanggil Min Hyuk, Min Hyuk tersenyum karena pancingan kena juga. Bong Soon mengaku kalau kagum dengan Min Hyuk dan  harus bersiap-siap untuk bekerja lalu bergegas memikiran yang akan dipakai esok. Min Hyuk hanya bisa menghela nafas tak bisa membuat Bong Soon datang.


Kepala polisi memperlihat rekaman CCTV saat Gook Doo memukul Tuan Kim kalau saksi yang menyerahkan ke polisi memarahi tim Ketua Yook yang tidak becus bekerja padaha sudah menyuruh agar melepaskan kasus itu dan sekarang malah menghajar si pelaku.  i tanpa surat perintah?
“Setelah klip ini menyebar di SNS, aku akan dipecat juga. Dimana In Gook Doo?” teriak kepala marah sambil menendang kaki ketua Yook.
“Kepala... Izinkan aku mengatakan sesuatu. Pasti ada alasan mengapa ia melakukan ini. Kudengar, pelaku yang di tangkap oleh Tim Investigasi Khusus tidak ada hubungannya dengan kasus beruntun ini. Izinkan kami menyelidiki...” kata Detektif lain, Kepala Polisi menyuruh mereka diam.
“Kau punya otak, tidak? Jika punya, berpikir... Apa Kau pikir saksi itu gila? Jika dia pelakunya, kenapa juga dia datang ke kantor polisi dan melaporkan apa yang dilihatnya? Apa Kau berpikir itu masuk akal? Dan ukuran sepatunya 270 Bahkan anak SD saja akan tahu kalau bukan dia pelakunya.” Teriak Kepala Polisi yang ingin menghukum Gook Doo
“Tim Kasus Kejahatan benar-benar turun tangan dari kasus ini sekarang. Mungkin aku harus memindahkan dia ke fasilitas pengolahan limbah.” Teriak Kepala polisi
Saat itu Gook Do datang langsung menaruh ID Card dan juga borgol diatas meja, Ketua Yook panik karena Gook Doo yang ingin keluar dari tim padahal  masih muda. Kepala Polisi langsung menyindir  Tim Kasus Kejahatan 3, mereka adalah yang terbaik.


Gook Doo datang ke tempat mobil bekas kembali, Si pegawai panik mencoba menghalangi bertanya apa yang dingikanya dilakukanya. Gook Doo berteriak kalau bosnya itu menculik perempuan dan ingin keberadaan wanita itu. Si pegawai tak mengerti. 
“Menurut Hukum Pidana Pasal 151 jika kau menyembunyikan pelakunya, kau akan dimasukkan ke penjara selama tiga tahun. Jadi Jangan menghentikanku.” Ucap Gook Doo, Tuan Kim sedari tadi hanya menatapnya.
Gook Do mencoba menerobos masuk ke ruanga yang dicurigainya, Tuan Kim langsung berteriak  dengan menegaskan bahwa ini tempat kerja dan Gook Doo tak boleh bersikap seperti itu. Gook Do ingin memukulnya, Tuan Kim sengaja menyuruh Gook Doo menghajarnya saja.  Dua detektif datang menarik Gook Doo agar menjauh, si pelaku terlihat tersenyum puas. 

Gook Doo berterik kalau dirinya sudah bukan polisi dan keluar jadi kalu memang datang untuk membujuknya lebih baik pergi saja.   Detektif Ki menegaakan kalau datang bukannya untuk membujuknya dan  Theater Si Kumis Biru dan Tujuh Pengantin.
“Sutradara dan semua aktornya mengenal dia. Katanya, dia melihat drama itu lebih dari 10 kali. Dia tergila-gila dengan drama itu dan sangat suka drama itu. Kau pasti tahu apa maksudku.” Ucap detektif lainya.
“Maka, kita harus menangkapnya dan menggeledah tempat ini.” Teriak Gook Doo penuh emosi.
“Kita juga ingin begitu. Tapi kita tidak diperbolehkan untuk menyelidiki kasus Ini dan tidak bisa mendapatkan surat perintah.” Jelas Detektif
“Ketua Tim Yook, menyuruhmu untuk kembali ke kantor polisi. Kenapa malah mengundurkan diri? Kau selalu egois sendiri, jadi Jangan keras kepala. Besok datanglah ke kantor. Kita bicarakan di kantor polisi besok.” Teriak Detektif Kim 

Bong Soon yang bahagia menyetrika baju sambil bersenandung esok akan jadi Karyawan tetap. Nyonya Hwang melihat anaknya yang ada dirumah bertanya apakah tidak menemuinya di rumah sakit, Bong Soon menceritakan bahwa Presdir Ahn yang baik hati bilang  untuk beristirahat di rumah karena harus bekerja besok.
“Lalu siapa yang mengurus Menantu Ahn?” kata Nyonya Hwang, Bong Soon pikir Min Hyuk akan sendirian.
“Dia tidak boleh sendirian dan merasa sangat kesepian.”ucap Nyonya Hwang, Bong Soon pikir kalau Min Hyukamemang terlihat kesepian dan harus pergi menemuinya.
“Lupakan.. Kau disini saja.” Ucap Nyonya Hwang, Bong Soon binggung kemana ibunya akan pergi. 

Nyonya Hwang sudah ada dirumah sakit dengan Min Hyuk karena tahu dari Bong Ki kalau boleh makan lagi jadi membawakan Ceker ayam kesukaan  Bong Soon. Min Hyuk terlihat tak suka masakan pedas tapi mencoba menerima suapan dari Nyonya Hwang
“Kudengar, kau akan dipulangkan besok.” Ucap Bong Ki masuk ke dalam kamar, Nyonya Hwang baru tahu kalau Min Hyuk akan pulang besok.
“Ya. Lukaku Tidak terasa terlalu sakit. Dan aku punya banyak pekerjaan juga.” Kata Min Hyuk
“Bagaimana bisa Ibu makan ceker ayam pakai sarung tangan bedah?” keluh Bong Ki, Nyonya Hwang merasa Sarung tangan yang dipakainya sangat merekat lalu menyuapi Min Hyuk kembali.
Min Hyuk ingin menolak tapi Nyonya Hwang berpikir kalau Min Hyuk sungkan, Min Hyuk akhirnya membuka mulut dan terlihat sangat kepedesan dan ingin minum air tapi air dalam botol habis. Nyonya Hwang pun bergegas keluar untuk mengambilkan air.
“Kau boleh bawa Ibumu pulang. Tolong beritahu dia untuk pulang.” Pinta Min Hyuk pada adik Bong Soon.
“Aku tidak bisa mengatakan itu padanya. Dia sama sekali tidak mendengarkan orang lain.”balas Bong Ki lalu pamit pergi.
Min Hyuk berteriak kesal sambil kepedesan lalu mencoba makan jeruk tapi rasanya sangat asam. 


Nyonya Hwang melewati lorong berpapasan dengan Baek Tak dengan wajah berantakan. Baek Tak pun bertanya kenapa Nyonya Hwang datang ke rumah sakit. Nyonya Hwang menceritakan Bong Soon yang  akan bekerja sebagai karyawan penuh waktu di Ainsoft mulai besok. Jadi datang untuk menggantikannya.
“Kau harusnya diHajar olehku saja. Tapi Aku tidak akan menghajarmu dengan parah.” Ucap Nyonya Hwang sambil melihat luka memar diwajah Baek Tak
“Putrimu membabat habis karyawanku. Aku mencoba untuk mendapatkan kembali reputasiku dan Aku membuat pilihan yang buruk. Aku sangat minta maaf dan tidak ingin mereka menggunakan senjata.” Jelas Baek Tak, Nyonya Hwang pun sudah mengetahuinya.
“Kau tampak begitu menakutkan dan terlihat seperti kepala babi yang direbus 15 hari yang lalu.” Komentar Nyonya Hwang, Baek Tak terlihat marah tapi mengaduh kesakitan karena tak bisa membuka matanya.
Nyonya Hwang melihat ke arah Kwang Bok yang dirawat memikirkan cara makan dengan tubuh yang digantung. Baek Ta menutup pintu tak ingin para anak buahnya dilihat menyedihkan. Pada malam hari, Nyonya Hwang menemami Min Hyuk tidur menatap kalau calon menantunya itu sangat tampan. 

Bong Soon kembali mengunakan pakaian kerajaan dengan memanggil romeo kali ini suara latarnya mengunakan bahasa inggris mencari sosok romeo. Saat itu Min Hyuk memanjat dinding blakon memanggil Bong Soon, Juliet. Bong Soon kaget kalau romeo itu bisa bahasa korea.
“Apa Kau suka perempuan?” tanya Bong Soon
“Tentu saja. Aku tergila-gila pada perempuan.” Ungkap Min Hyuk,
Keduanya pun saling mendekat, Bong Soon memejamkan mata dan memajukan bibirnya lalu akan berciuman. 

Bong Soon yang sedang tertidur bermimpi sambil memajukan bibirnya, Kyung Shim melihat temanya berpikir kalau Bong Soon benar-benar jatuh cinta dan kesulitan melepaskan rasa frustrasinya. Bong Soon pun terbangun lalu mengajak temanya segera pergi.  Sementara Min Hyuk pergi ke toko tas dan memilih sebuah tas wanita.
Bong Soon berjalan dengan riang masuk kantor, saat di lobby Sek Gong menyambutnya dengan kalung bunga dan ucapan Selamat karena telah mendapatkan pekerjaan baru. Bong Soon terlihat bahagia disambut meriah oleh karyawan lain. 

Bong Soon masuk ruangan kaget melihat Min Hyuk yang  sudah dipulangkan padahal masih belum boleh pulang. Min Hyuk mengaku tidak punya pilihan dan bukannya dipulangkan. Tapi melarikan diri. Bong Soon binggung  tapi Min Hyuk memilih untuk tak membahasnya.
“Selamat telah menjadi anggota Tim Perencanaan dan Pengembangan Ainsoft.” Ucap Min Hyuk, Bong Soon pun mengucapkan terimakasih dengan hati gembira. Min Hyuk lalu memberikan hadiah.
“Bekerja keraslah. Aku memperhatikanmu. Tas nya hadiah dariku. Untuk tanda selamat telah bergabung.” Ucap Min Hyuk memberikan tas dan juga ID Card, Bong Soon senang memiliki ID Card sebagai pegawai tapi menurutnya fotonya itu.
“Itu foto dari Resume-mu. Yang kau kirimkan saat wawancara.” Kata Min Hyuk, Bong Soon dengan senang hati menyakinkan akan bekerja sangat keras.
“Presdir Ahn, aku harus kemana? Aku akan bergabung ke Tim mana?” tanya Bong Soon,
Min Hyuk hanya meminta agar Bong Soon  bekerja dengan benar kalau sampai lengah makan akan memecatnya. Bong Soon pun mengerti dengan bahagia melihat kartu pegawainya. 


Min Hyuk memperlihatkan sebuah papan nama “Tim Perencanaan dan Pengembangan”, ditempat Bong Soon berkerja. Bong Soon hanya bisa melonggo dan merasa kalau memang ada yang tak beres dan terasa aneh saat semua kemauannya terwujud dan mengira semuanya akan lancar-lancar saja.
“Aku mengatakan ini, karena sepertinya kau tidak tahu. Orang-orang tercerdas di perusahaan kami berkumpul di Tim Perencanaan dan Pengembangan. Jika kau langsung bergabung dengan mereka, maka orang-orang akan bilang kalau aku pilikasih. Aku tidak bisa menjadikanmu anak buangan. Jadi, kau harus magang dulu di sini.” Ucap Min Hyuk

“Aku tidak memiliki bos dan tidak memiliki rekan kerja. Aku makan sendirian, bekerja sendiri. Aku harus melakukan semuanya sendiri.” Kata Bong Soon
“Bukan begitu. Kita punya ketua tim. Kita punya orang terpandai di perusahaan kita.” Kata Min Hyuk. Bong Soon terlihat bersemangat, Min Hyuk memanggil agar orang itu masuk.
“Aku orang nya.  Bisa kau memperkenalkan diri Dan akan kita mulai rapat ? Senang bertemu denganmu. Aku pemimpin tim sementara Tim Perencanaan dan Pengembangan, Ahn Min Hyuk.” Ucap Min Hyuk dengan bangga
Bong Soon ingin menyebutkan namanya, Min Hyuk menyela kalau sudah mengetahuinya dan ingin memulai rapat. Bong Soon pikir bukan rapat kalau hanya dua orang tapi melakukan "percakapan?". Min Hyuk pikir akan mengundang satu orang lagi, saat itu sekertaris Gong masuk dan Min Hyuk mengajak mereka rapat karena sudah ada tiga orang. Bong Soon hanya bisa mengeluh dan melirik sinis pada Min Hyuk.
Bersambung ke part 2

FACEBOOK : Dyah Deedee  TWITTER @dyahdeedee09 
INSTRAGRAM dyahdeedee09  FANPAGE Korean drama addicted



Tidak ada komentar:

Posting Komentar