Sabtu, 04 Maret 2017

Sinopsis Strong Woman Do Bong Soon Episode 3 Part 1

PS : All images credit and content copyright : JTBC
Min Hyuk pikir Gook Doo tak punya hak untuk membawa Bong Soon dan ingin tahu apakah punya surat perintah. Gook Doo menegaskan bawah Bong Soon adalah temannya dan tidak bisa membiarkan bermalam dengan pria yang tak dikenalnya. Min Hyuk pun menyuruh Gook Doo agar menginap saja bersama.  Bong Sookn kali ini yang panik.
“Jangan, Gook Du. Kau tidak bisa menetap di sini. Ayo kita pergi.” Kata Bong Soon, Gook Do akhirnya mengajak Bong Soon untuk pergi.
“Berhenti di sana! Jangan ikut campur urusan pribadi orang.” Kata Min Hyuk

 Itu yang seharusnya ditujukan padamu! Pasal 4, Ayat 50 dari Undang-Undang Dasar Pekerja: Seorang karyawan tidak boleh bekerja lebih dari 40 jam per minggu atau lebih dari 8 jam per hari, terutama sampai larut malam. Dan apa sebenarnya tugas pekerjaan yang akan ia lakukan di rumahmu?” kata Gook Doo dengan mata mendelik .
“Tidak ada yang harus kujelaskan.” Ucap Min Hyuk
“Pasal 110 dari Undang-Undang Dasar Pekerja, kau bisa didenda sampai 10 juta won untuk melanggar Undang-Undang Dasar Pekerja.”kata Gook Do
Min Hyuk pun mempersilahkan Gook Do untuk membawanya dengan memberikan tanganya yang siap diborgol. Bong Soon pun berbicara pada Gook Doo, kalau tidak akan memberitahu karena ini adalah rahasia perusahaan, tapi ada sesuatu yang harus dilakukan hari ini. Gook Do tetap ingin tahu  apa itu  tepatnya. Bong Soon tetap mengatakan itu adalah rahasia perusahaan.

“Sekarang aku makin penasaran! Apa itu?” kata Gook Do, Min Hyuk memberitahu kaalu Bong Soon tidak bisa bilang.
“Do Bong Soon! Saat masih sekolah dulu kau juga suka seperti ini, sampai sekarang kau masih samasaja bahkan di tempat kerja!Kau akan tidur sepanjang haridi sekolah saat akan ada ujiantapi kau akan pergi ke ruang belajar dan begadang sepanjang malam untuk belajar!” ucap Gook Doo. Min Hyuk yang mendengarnya berpikir caranya bisa memenuhi kebutuhan gaya kerja nya, jika Bong Soon seperti itu.
“Apa Sudah telpon Ibumu?” tanya Gook Doo, Bong Soo mengatakan  baru saja ingin meneleponnya sekarang.
“Aku akan bicara dengan Ibu nya Bong Soon. Jika dia tidak memberikan izin maka aku akan tetap membawanya, meskipun kau sangat membutuhkan nya.” Tegas Gook Doo, Min Hyuk pikir kenapa harus repot-repot bertanya. 


Gook Doo menelp Ibu Bong Soon memberitahu  sdang berada di kediaman Presdir perusahaan nya Bong Soon dan akan bekerja di rumah Presdir laki-laki nya sepanjang malam. Dan dengan Situasi ini memerlukan persetujuanya.
“Tunggu, jadi, dia akan tidur dengan Presdir itu... Ah.. maksudku, begadang sepanjang malam dengan dia?” kata Ibu Bong Soo, Gook Doo membenarkan.
“Oh, kurasa, jiwanya dipenuhi dengan rasa dedikasi untuk pekerjaan barunya! Itu apa yang aku inginkan! Sudah, biarkan saja dia. Kau untuk apa  disana? Jangan bekerja terlalu keras. Cepat pulang! Apa Kau tidak sibuk? Ada insiden di lingkungan kitalalu kenapa juga kau ikut campur kehidupan cinta Bong Soon... Maksudku, kehidupan kerja nya?” ucap Ibu Bong Soon, Gook Do binggung karena ibu Bong Soon malah membiarkanya. Ibu Bong Soon pun ingin bicara pada anaknya. 

Bong Soon berbicara pada ibunya dengan sedikit menjauh,  Nyonya Hwang berpesan agar anaknya melaukan dengan benar. Bong Soon tak mengerti maksud ibunya.
“Aku tahu ini bukan sesuatu yang harus seorang Ibu katakan tapi aku akan beranggapan kalau yang terjadiapapun malam ini sudah menjadi takdir. Menurut pengalamanku, hal-hal bisa busuk jika terlalu lama disimpan.” Kata Nyonya Hwang, Bong Soon kesal mendengar ucapan ibunya.
“Cepat suruh Gook Du pulang! Beraninya dia berada di sana! Apa yang dia lakukan di sana? Ini bukan urusannya.” Kata Nyonya Hwang
Bong Soon tak ingin terdengar oleh Gook Do mengalihkan dengan bicara agar ibunya tak perlu khawatir dan sedang bekerja.


Tuan Do bertanya apakah tadi Bong Soon yang menelp, Nyonya Hwang memberitahu kalau anaknya ingin bermalam. Tuan Do binggung melihat istrinya itu terlihat senang sekali, Nyonya Hwang mengaku tidak bisa menahan tersenyum.
“Apa Mie nya mau ditambah lagi, Bong Ki?” kata Nyonya Hwang yang menyiapkan mie sebaskom besar. Bong Ki menolak
“Tapi Kenapa dia bermalam di rumah pria? Bilang padanya untuk cepat pulang ke rumah!” kata Tuan Do
“Ya ampun, kau tidak peka sekali! Seorang gadis yang membuang masa mudanya, mengatakan dia akan bekerja semalaman lalu kau menyuruhnya untuk pulang karena dia adalah seorang wanita, itu hanya alasan untuk menghalangi nya!” jelas Nyonya Hwang
“Tapi kenapa juga pengawal harus bermalam disana?” kata Bong Ki heran
“Menurut pengalamanku, sesuatu yang penting hanya akan terjadi di malam hari.” Ungkap Nyonya Hwang sambil makan mie penuh semangat


Gook Doo tetap ingin tahu tugas pekerjaan Bong Soon. Min Hyuk rasa ini salah satu alasan membenci polisi karean selalu mengajukan pertanyaan seolah-olah sedang menginterogasiya. Ia memberitahu kalau  pernah bertemusebelumnya di kantor polisi. Gook Do sudah tahu. Min Hyuk pikir mereka bisa santai sedikit saja.
“Kau polisi, kan? Lakukan pemeriksaan latar belakang padaku dan  kau yang melakukan penyelidikanku waktu itu.” Ucap Min Hyuk
“Ada insiden di dekat rumahku, dan aku polisi yang bertanggung jawab untuk itu Dan Bong Soon mendengar suara tersangka, tersangka itu melihat wajah nya Bong Soon! Dan petugas yang ditugaskan untuk melindunginya diserang. Di siang hari!!” kata Gook Do, Min Hyuk mengataka kalau sudah mengetahui
“Makanya aku tidak bisa kau bersama dengan Bong Soon,karena kau tengah bersamanya saat kejadian itu.” Tegas Gook Doo.

“Antara insiden itu dan serangan terhadap petugas polisi itu hari ini tidak ada kaitan nya. Orang itu hanya orang yang dendam pada Presdir-ku.” Ucap Bong Soon menjelaskan.
“Apa Kau polisi? Apa Kau pernah melakukan investigasi yang tepat?”ucap Gook Do
Bong Soo pikir kedua insiden itu tidak ada kaitan nya sama sekali. Gook Do pikir Itu alasan lain Bong Soon tidak bisa menginap lalu meminta Min Hyuk ikut denganya, Min Hyuk binggung kenapa ia harus ikut. Gook Doo merasa perlu untuk menyelidiki Min Hyusebagai saksi untuk kejadian ini.
Min Hyuk heran Gook Doo yang bicara kasar. Gook Do pikir untuk apa bersikap sopan kalau sikap Min Hyuk yang meremehkanya, lalu memberitahu bahwa detektif Choi akan dipulangkan dari RS besok jadi akan menjemputnya saat itu dan meminta tolong datang ke kantor polisi besok. Min Hyuk setuju lalu mengajak Bong Soon.
Bong Soon binggung, Min Hyuk pikir ini  melanggar UUD Pekerja menurutnya mereka harus menjadi warga negara yang taat hukum karena mungkin hidup di dunia ketika  polisi menerobosmasuk ke rumah orang tanpa surat perintah paling setidaknya, mereka harus mentaati hukum. Gook Do pun terdiam.
Min Hyuk memilih untuk pergi karena akan tidur saat itu dengan mengoda Gook Do kalau suka ikut menginap juga dengan mengeluh bagian dada. Bong Soon melotot kaget,  teringat kembali saat bertanya alasan Min Hyuk yang ingin mempekerjakan pengawal perempuan bukan yang laki-laki.
“Maka, tidak akan ada spekulasi bahwa dia gay.” Bisik Sek Kong, Bong Soon merasa kalau Min Hyuk memang suka pria, Sementara Gook Doo binggung melihat tingkah Min Hyuk yang aneh. 

“Bong Soon.. Aku benar-benar tidak mengerti.” Ucap Gook Doo akhirnya bicara serius berdua
“Aku sekretaris orang itu dan Juga, ada alasan di balik semua ini.” Kata Bong Soon tak ingin dianggap sebagai pengawal
“Kenapa juga sekretaris harus bermalam dengan Presdir-nya?” keluh Gook Doo
“Jangan terlalu khawatir, Gook Doo. Aku bukan orang bodoh” ucap Bong Soon.
Gook Do akan pergi dari rumah Min Hyuk, lalu meminta agar Bong Soon memberikan tanganya,  dengan memberikan sebuah gelanga sebagai pemanggil darurat kalau menekan satu tombol makan setiap polisi di sekitar mereka akan segera menghampirinya dalam lima menit. Bong Soon mengangguk mengerti. Gook Do pun meminta agar Bong Soon besok datang dengan Min Hyuk, serta memastikan agar menekan tombol bantuan kalau Min Hyuk berbuat yang macam-macam.
“Semua pria seperti anjing!” teriak Gook Doo meluapkan emosinya, Bong Soon meminta agar jangan meremehkan anjing. Gook Doo pun segera pamit pergi. 

Bong Soon memberitahu Min Hyuk bahwa Temanya sudah pergi sekarang, tapi saat ke kamarnya tak melihat si bosnya, lalu ia pun berjalan berkeliling terpesona melihat semua pakaian yang tersusun rapih, lalu heran melihat sebuah lukisan dalam lemari pakaian.
Ia mendorong dan mulutnya melonggo karena masuk ke dalam ruangan rahasia dengan banyak mesin games seperti tempat arcade dalam rumah. Min Hyuk sudah duduk di depan komputer, Bong Soon pun bertanya Jenis tempat apa ini, Min Hyuk mengatakan bawah ini adalah Kurungan bawah tanah dan Tempat di mana semua karakter video game dilahirkan, lalu mengucapkan selamat datang di taman bermainya.
“Orang kaya memang suka melakukan hal macam-macam.”komentar Bong Soon berbisik. Min Hyuk melihatnya merasa kalau Bong Soon itu  menghinanya. Bong Soon menyangkalnya dengan mengeluh kuping Mi Hyuk yang sangat peka.
“Nama: Jung Joon Tae. Alamat: Seoul, Sungdong-gu, Sungsu-dong, 1-ga, Nomor 164, Apartment Chowon, Suite 103.”  Ini orang yang memiliki sepeda motor itu.” Kata Min Hyuk yang berhasil menyelidikinya. Bong Soon pun ingin segera pergi.
“Tunggu! Hari ini, mari kita. melindungi satu sama lain dan terus bersama-sama. Itu perjanjian yang sudah kita sepakati. Kita bisa pergi kesana nanti pagi.” Kata Min Hyuk. Bong Soon pun tak menolak

“Temanmu sangat mengkhawatirkanmu. Meskipun ia tidak berniat  untuk pacaran denganmu. Apa itu kalung dari Brengs... Maksudku, polisi itu?”ucap Min Hyuk melirik sinis pada kalung yang dipakai Bong Soon.
“Tidak. Ayahku membeli ini sebagai hadiah kelulusan untukku dan Berhenti ikut campur dalam kehidupan pribadiku!” kata Bong Soon,
Min Hyuk mengerti lalu mengajak mereka untuk tidur, Bong Soon kaget menutup dadanya, Min Hyuk mengatakan hanya ingin untuk tidur di kamar yang sama dan Bong Sook itu  jangan berharap terlalu tinggi. Bong Soon pikir mana mungkin  mereka tidur di kamar yang sama dan bukan gadis yang seperti itu.
“Dari semua tempat, kenapa kita harus tidur disini padahal kau punya ruang tamu dan kamar tidur yang bagus, juga?” keluh Bong Soon mengikuti kemana Min Hyuk membawanya.
“Apa kau pernah dapat ancaman lewat telpon di pagi hari? Yahh.. memang Tak heran. Bagaimana seseorang dengan hidup yang sederhana bisa memahami kesulitanku? Kau Tidur di sofa Aku akan tidur di slepping bag.” Kata Min Hyuk
Bong Soon hanya diam saja, Min Hyuk mengeluarkan slepping Bag dari lemari dan siap memakainya. Bong Soon tetap duduk disofa, Min Hyun heran dengan tingkah Bong Soon bukanya berbaring. Bong Soon akhirnya membuka selimut dan langsung tertidur. 


Min Hyuk memberitahu bahwa sofa itu sangat mahal dan mematikan lampu. Bong Soon langsung melonggo melihat langit rumah yang bertabur bintang seperti memandang langit luas di dalam kamar. Min Hyuk menceritakan Saat masih kecil, membaca buku yang berkatakalau manusia akan menjadi bintang setelah mereka mati dan ia percaya dengan itu.
“Buku-buku yang aku baca tertulis kalaumanusia akan jadi hantu setelah meninggaldan gentayangan di depan orang.Bagaimana bisa seseorangmenjadi bintang?” ucap Bong Soon
“Karena itu cara satu-satunya supayaaku bisa melihat Ibuku setiap malam.” Ucap Min Hyuk, Bong Soon bertanya apakah Ibu Min Hyuk sudah  meninggal.
“Ketika aku berumur enam tahun,Ibuku membawaku ke rumah Ayahku Sebelum dia meninggal lalu Kakak tertua pertama dan ketigaku, seringmengangguku dan mengunciku di lemari setelah itu mereka akan habisdipukuli Ayahku.” Cerita Min Hyuk
“Lalu kenapa kau membangun pintumasuk ke kurunganmu di lemarimu?” tanya Bong Soon.
“Aku terkunci di lemari karena saudara-saudaraku tapi ternyata beradadisana cukup nyaman juga.Tidak akan ada yang menggangguku,dan aku juga bisa tidur.Ditambah lagi, itu menyenangkan!Orang yang jahat tidak bisa menemukanku di sini, bahkan Polisi juga tak bisa.” Ucap Min Hyuk bangga
Bong Soon rasa Min Hyuk itu kau lebih bencipolisi daripada penjahat nya. Min Hyuk menceritakan Dulu Ayahnya preman, mendapatkan uang dengan tinju dan menggunakan uang itu untuk akrab dengan polisi. Sang ayah bahkan untuk berhubungan baik dengan jaksa.
“Menurutku, dia banyak melakukanhal yang jahat dan mencurigakantapi anehnya dia tidakpernah masuk penjara.Aku belum pernah bertemuseorang polisi yang benar.” Ucap Min Hyuk sangat membenci polisi

“Tapi ada banyak polisi yangbaik di luar sana, juga!” tegas Bong Soon membela
“Hei, kenapa kau suka polisi?.. Akuharus memperjelas.Menurutmu, apa menariknya polisi itu?” kata Min Hyuk kesal, Bong Soon mempertegas lagi apakah maksudnya Gook Doo. Min Hyuk membenarkan.
Bong Soon ingin memberitahu tentang Gook Doo, tapi memilih untuk mengurungkan niatnya. Min Hyuk mengaku ingin tahu berapa lama Bong Soon menyimpan cinta bertepuk sebelah tangannya itu. Bong Soon pun mulai bercerita  pertama kali bertemu Gook Doo di kelas enam

Flash Back
Seorang anak laki-laki dengan tubuh yang tinggi masuk kelas. Ibu guru memberitahu waktu  Waktu istirahat sudah berakhir dan memperkenalkan siswa pindahan dari Gangnam. Beberapa teman Bong Soon pikir yakin Goo Doo sangat kaya. Gook Doo pun memperkenalkan diri.
Bong Soon yang baru saja tertidur diatas meja langsung terpana dengan ketampanan Gook Doo. Ibu Guru memberitahu bahwa Gook Doo adalah siswa pintar di sekolah nya yang dulu lalu menyuruh duduk di meja Bong Soon yang masih kosong.
Gook Doo pun duduk disamping Bong Soon, dan langsung memberitahu ada air liur di pipinya, semua orang tertawa dan Bong Soon langsung menghapusnya dengan cepat karena sangat malu.  Bong Soon seperti sangat terkesima dengan Gook Doo yang pinta bermain piano.
Saat remaja, kemampuan bermain piano Gook Doo makin meningkat, jari-jarinya dengan cepat bermain irama piano klasik. Bong Soon yang bertugas mengepel lantai ruangan seperti hanya menatap Gook Doo karena terkesima, beberapa anak perempuan pun terpesona dengan Gook Doo berusaha melihat dari jendela. Bong Soon pun pasrah karena Gook Doo disukai banyak waktu. 

Bong Soon memberitahu bahwa In Gook Doo adalah satu-satunya orang yang membuatnya tak berdaya. Min Hyuk mengumpat marah mendengar cerita Bong Soon,  menurutnya Gook Doo itu tak meminta Bong Soon untuk menyukainya dan kenapa malah bersikap jahat.
“Hei, bangun... Mari kita lakukan.” Kata Min Hyuk, Bong Soon binggung apa maksudnya. 

Bong Soon dan Min Hyuk main tembak-tembakan 3D, seperti berperang sungguhan. Sampai akhirnya Bong Soon menang dan Min Hyuk kalah lalu bergegas pergi ke sofa.
“Bos.... Aku mau tidur. Sofa itu milikku, dan aku tidak inginperkataan apapun mengenai itu. Jadi tidurlah di lantai dengan damai dan nyaman.”ucap Bong Soon sambil bergumam
“Kita main satu ronde lagi.” Ucap Min Hyuk ikut bergumam.
Bong Soon menolak dan langsung membaringkan tubuhnya, Min Hyuk mengumpat kesal dan saat itu melihat Bong Soon yang sudah mendengkur tertidur pulas. 

Bong Soon terbangun dan dikagetkan melihat Min Hyuk sudah ada disampingnya dan langsung mendorongnya, Min Hyuk pun berguling jauh dilantai. Bong Soon panik melihat Min Hyuk yang tidur disampinganya dan memastikan kalau tak terjadi sesuatu pada dirinya karena masih mengunakan pakaian yang lengkap.
“Wah, kau begitu keras kepala! Aku pindah ke sana karena lantai nya sangat dingin! Apa Kau tahu betapa takutnya aku?” ucap Min Hyuk  kesal, Bong Soon bertanya takut kenapa.
“Aku takut kau akan meremukkan tulang-tulangku! Cepat buatkan makanan. Banyak yang akan kita lakukan hari ini, dan buatkan makanan yang enak.” Perintah Min Hyuk. Bong Soon pun turun dari sofa pergi ke dapur. 

Min Hyuk melonggo melihat banyak makanan diatas meja, Bong Soon menyindir Min Hyuk agar Berhenti menatap seperti sedang tersentuh, lalu menceritakan kalau Ibunya suka memerintah, jadi harus banyak memasak makanan sejak masih kecil dan pandai memasak. Min Hyuk mengelak kalau akan tersentuh.
“Semua lauk ini mengandung banyak karbohidrat!Kau malah memasak tumis kentang, ubirebus, dan nasi putih bukannya gandum!Wah, coba lihat beras nya. Warnaputih nya hampir membutakan!” ejek Min Hyuk. Bong Soon mendengus kesal mendengarnya.
“Tapi tetap saja, aku harus bersikap bijaksana terhadap orang yang memasak semua ini untukku. Aku akan makan ini demi dirimu.” Kata Min Hyuk seperti tak ingi memuji
“Kalau begitu, jangan dimakan!” ucap Bong Soon kesal, Min Hyuk mengejek Bong Soon yang tukang marah.
“Kau pasti akan membuat istrimu gila kalau sudah menikah...” komentar Bon Soon merasa tak perlu mengkhawatirkan hal itu,
“Itu mengingatkanku pada temanmu, Terutama bokong nya. Dia punya bokong yang keras dan bagus. Sama seperti apel.” Cerita Min Hyuk seperti pria yang maniak
“Ah, tiba-tiba imejmu jadi langsung berubah dimataku.” Kata Bong Soon
Min Hyuk mengaku  suka pria dengan bokong yang bagus. Bong Soon langsung menancapkan sumpit pada meja sambil tertebus kebawah, Min Hyuk gemetar melihatya. Bong Soon merasa heran dengan Min Hyuk yang harus mengatakan sesuatu seperti itu. 


Bong Soon bertanya pada Min Hyuk apa yang akan dilakukan jika menangkap orang itu. Min Hyuk mengatakan harus mencari tahu apa motifnya Dengan menyiksanya. Bong Soon balik bertanya apakah ia harus melakukan itu.
“Kau akan meminta uang yang banyak jika aku memintamu untuk melakukannya.” Kata Min Hyuk, Bong Soon pikir itu sudah pasti.
“Maka, aku saja yang melakukanya.” Kata Min Hyuk
“Jadi yang harus aku lakukan untukmembantumu hanya menangkapnya, kan? Apa kau akanmelaporkan dia ke polisisetelah kau menangkap nya dan mencari tahu penyebab dia melakukan ini?” ucap Bong Soon
“Tidak, aku akan mengurus segala sesuatu setelah itu, juga.” Kata Min Hyuk

Bong Soon melihat Min Hyuk memang  benar-benar, sungguh, sangat, orang yang keras kepala. Min Hyuk tak peduli dengan komentar Bong Soon. Bong Soon pun bertanya apakah Min Hyuk  tidak akan memberitahu polisi tentang ini saat mereka ingin bertemu polisi hari ini, Min Hyuk pikir  Tidak ada alasan baginya untuk memberitahukan kehidupan pribadinya.
“Tapi tetap saja, aku yakin kau akan membahasnya saat kau bersaksi nanti. Yang harus aku katakan untuk bersaksi hanya hal yang berkaitan dengan polisi itu.” Kata Min Hyuk
“Tapi, nanti mereka akan mengira kalau orang ini, orang yang sama dengan pelaku di Dobong-dong!  Dan jika kau melakukannya, kau akan menyesatkan mereka!” ucap Bong Soon.
“Saksikan dan lihat apa yang akan polisi itu lakukan. Coba Temanmu. Lihat saja dia akan melakukan penyelidikan dimana.” Kata Min Hyuk. Soon Bong Soon hanya mengeluh kesal selalu saja meremehkan Gook Doo. 


Gook Doo bertemu dengan petugas Choi dirumah sakit. Petugas Cho menceritakan si  pelaku yang pasti tidak ahli menggunakan pisau bahkan cukup ceroboh saat menggunakan nya dan yang penting, tujuannya bukan untuk membunuhnya
“Itu adalah pisau hiasan yang terpahat. Dan ia melarikan diri karena dia lebih terkejut melihat darah nya.” Cerita petugas Choi
“Kau melihat jelaswajahnya, benarkan?” ucap Gook Do, Petugas Cho  yakin ingat dengan jelas lalu Gook Do pun memperlihatkan foto CCTV saat dokter palsu membawa nona Kim.
“Bukan orang ini. Dia jauh lebih tua daripada orang ini.” Kata Petugas Choi yang mengingat pria saat menikam dikamar mandi.
“Bagaimana kau bisa tahu, padahal wajahnya benar-benar tertutup?” tanya Gook Do
“Dia memiliki wajah yang terlihat kasar.” Ucap petugas Choi. 

Bong Soon pergi ke rumah Tuan Jung mengaku tinggal di sebelah dan tetanganya itu menggunakan mesin cucikemarin, jadi hampir tidak bisa tidur karena sangat berisik. Tuan Jung mengaku kalau  tidak mencuci dan ingin menutu pintu. Bong Soon dengan kekuatanya bisa menahan pintu sebelum tertutup.
“Lalu suara apa semalam? Kenapa berisik sekali? Haruskah aku masuk sebentar untuk memeriksa apakah kau memiliki mesin cuci atau tidak?” kata Bong Soon, Tuan Jung mulai mengumpat
Bong Soon akhirnya mendorong Tuan Jung keluar, Min Hyuk yang melihatya panik karena Bong Soon menerobos masuk. Si pria akhirnya masuk rumah melihat Bong Soon sudah ada diruang tengah dan memastiikan kaalu memang benar tetangganya. Bong Soon mengaku bukan dan menyapanya.
“Sebenarnya, namaku Do Bong Soon dan aku tinggal di Dobong-gu, Dobong-dong. Kau adalah pemilik sepeda motor dengan plat Seoul, Sungdong 4458, kan? Kau Jung Joon Tae, kan?” ucap Bong Soon, Si pria membenarkan dan bertanya siapa Bong Soon.
“Jadi, ternyata benar... Ikut aku sebentar, oke? Ada sesuatu yang ingin aku katakanmengenai sepeda motor itu.” Kata Bong Soon.
“Apa Kau menerobos masuk ke rumah orang lain dan bicara ngawur seperti ini? Dasar...” ucap Tuan Jung marah.
Bong Soon meminta Hanya sebentar saja. Tuan Jung melihat Bong Soon yang  berani masuk ke rumah pria sendirian, langsung mengoda dengan menyentuh pipi Bong Soon. Bong Soon hanya menepis tanganya. Tuan Jung langsung jatuh pingsan, Bong Soon pun panik melihat keadaan Tuan Jung yang terkena kekuatanya. 



Bong Soon keluar dari rumah, Min Hyuk kaget melihat Bong Soon dengan mudah menarik Tuan Jung yang sudah pingsan hanya dengan satu tangan.  Bong Soon mengaku tidak memukulnya dengan keras, jaditidak tahu kenapa Tuan Jung seperti ini dan merasa kalau harus di bayar lebih untuk ini dan mengajak  bicara Tuan Jung kalau tidak ingin melakukan ini.
“Apa yang kau lakukan di sini? Kau seharusnya sudah menyalakan mobil nya!” keluh Bong Soon, Min Hyuk Binggung
“Apa Kita bawa dia ke kurungan?” ucap Bong Soon, Min Hyuk menganguk saat akan keluar melihat ibu-ibu yang baru saja pulang belanja. Akhirnya mereka pun buru-buru masuk  ke dalam lift sebelum tetangga yang lain datang. 

Di atap
Min Hyuk melihat Tuan Jang yang disandarkan dengan memastikan kalau Bong Soon tidak membunuhnya, Bong Soon tahu kalau Tuan Jang  masih bernapas. Min Hyuk pikir Tuan Jang sudah tidak bernapas dan Wajahnya bengkak.
“Apa Kau memukulnya?” kata Min Hyuk , Bong Soon mengelengkan kepala
“Ini Terlihat jelas kau memukulnya!” kata Min Hyuk mulai panik
“Aku tidak memukul dia! Dia langsung memukul wajahnya sendiri.” Ucap Bong Soon, Min Hyuk pun mengartikan kalau Tuan Jung melukai dengan tangannya sendiri dan ingin tahu alasanya.
“Daripada mengatakan ia melukai dirinya sendiri...” kata Bong Soon lalu melihat Tuan Jung sudah mulai sadar dan ingin mengikat tanganya.
“Hei, ia hanya bisa menjawab pertanyaanku jika dia sadar! Jadi Jangan memukulnya!” tegas Min Hyuk, Bong Soon menegaskan bahwa ia  tidak memukulnya. 

Tuan Jung bertanya siapa keduanya dan ingin tahu alasan Bong Soon melakukan ini, memangnya ia salah apa. Bong Soon mulai mengikat tangan Tuan Jang agar tak kabur dan meminta Min Hyuk agar mencari kursi, Tuan Jung memberitahu punya kerabat yang merupakan polisi... Dan teman paman mantan pacarnya bekerja di Kantor Kejaksaan.

Bong Soon pun meminta agar Paman itu memegang setruman listrik., dan ia mengikat bagian kaki. Tuan Jung berteriak kesakitan karena Bong Soon mengunaka kekuatanya, tangan mencoba mendorong dan membuat alat setrum mengenai wajahnya. Bong Soon melonggo melihat Tuan Jung yang pingsan untuk kedua kalinya. 
Min Hyuk pun terlihat marah merasa Bong Soon tak melakukan pekerjaan dengan benar. Bong Soon pikir itu bagus, Akhirnya Tuan Jung pun sudah duduk dan terbangun setelah itu memilih untuk pamit pergi dan merasa sudah selesai melakukan tugas yang diharuskan untuk hari ini.
“Hei... Selesai apanya!! Kemarilah.!!” Teriak Min Hyuk, Bong Soon pun kembali lalu duduk bertanya siapa yang menyuruh Tuan Jung.
“Aku sudah melaporkan kalau sepeda motorku dicuri Tapi aku masih belum dapatkabar lagi dari polisi.Polisi semua tak ada guna nya.” Cerita Tuan Jang,
Bong Soon kaget mengetahui ternyata Sepeda motor Tuan Jung dicuri, Tuan Jung menceritakan  sudah bekerja sampai larut malam di restoran selama enam bulan untuk membeli sepeda motor itu. Bong Soo dengan sedi meminta maaf dan akan melepaskan ikatan tanganya. Min Hyuk mengumpat marah, Bong Soon pun ikut kesal karena mereka sudah menangkap orang yang tidak bersalah!
“Aku tidak menggunakan kekuatanku untuk yang semacam ini! Kau bahkan tidak tahu situasi nya! Lihatlah kekacauan yang telah kau buat!” kata Bong Soon memarahi Min Hyuk dan kembali meminta maaf pada Tuan Jung. Min Hyuk pun menyuruh Tuan Jung agar segera pergi saja. 


Seseorang sedang di interogasi, menanyakan hubungan dengan wanita itu. Si pria mengaku kalau  Wanita yang diculik itu adalah tunangannya. Ketua Yook yakin bukan pria itu pelakunya,  Detektif lain memberitahu sudah mencari tahu, dan pria memang memiliki motif karena mereka berdua bertengkar hebat sehari sebelum kejadian dan korban mengatakan bahwa akan membatalkan pernikahan nya.
“Kau merekam suaranya, kan?” ucap Gook Doo, Seniornya mengangguk, Ketua Yoon yakin bukan pria itu pelakunya.  Detektif lain melihat petunjuk dari TKP...
“Hei, bocah. Jangan memperhatikan hal lain, Coba kau Lihat saja matanya. Dia jelas mengkhawatirkan tunangannya.”ucap Ketua Yook
“Jadi itulah sebabnya mereka mengatakan bahwa orang yang membunuh Nn. Jung Yang Sook dan penculik bukan orang yang sama.”kata detektif lainya.
“Aku yakin di balik kedua insiden inidilakukan oleh pelaku yang sama.” Tegas Gook Do
Kepala Yook pikir  TKP mungkin sama,Tapi jejak kaki kedua tersangka sama sekali berbeda. Gook Doo merasa si pelaku itumain-main dengan polisi bahkan menyamar untuk menculik korban dari kamar rumah sakitnya,  menurutnya si pelaku mampu melakukan apa saja. Kepala Yoon tetap yakin Untuk saat ini, a akan mengatakan bahwa pria itu bukan orang yang mereka inginkan hanya Kesamaan yang mereka punya untuk saat ini adalah TKP. Gook Do pun memberitahu bahwa Kim Ji Won... masih hidup. Dektif Kim pun masuk memanggil Gook Doo. 


Min Hyuk sudah duduk didepan Gook Doo, Bong Soon mencari kesempatan untuk menatap pujaan hatinya lebih dekat dengan wajah tersenyum.  Goo Doo pun mulai membahas insiden penculikan baru-baru ini di Dobong-dongdan serangan terhadap Petugas Choi Shi Won sama sekali tidak berhubungan. Min Hyuk membenarkan.
“Lalu kenapa Petugas Choi Shi Won diserang?Persoalan ini harus diselidiki, tidak peduli apapun” tegas Gook Do
“Polisi memiliki hak untuk melindungi warga negara nya, kan?Tapi warga negara memiliki hak untuk memecahkan masalah mereka sendiri. Aku akan mengurus masalahku sendiri, jadi urus saja urusanmu sendiri.” Kata Min Hyuk tak ingin ada campur tangan polisi.
“Mulai sekarang, aku akan bertanggung jawab atas perlindungan pribadi Nn. Do Bong Soon.” Kata Gook Doo. Min Hyuk pun tak peduli.
“Gook Du, aku akan menjelaskan semuanya, sebagai sekretaris Tn. Ahn. Jadi, seperti yang kau lihat, orang ini sedikit sinting... maksudku, ia memiliki kepribadian yang unik. Jadi, dia memiliki banyak musuh di sekitar nya...” cerita Bong Soon yang langsung diprotes oleh Min Hyuk.
“Apa Kau mencoba untuk melakukanpembunuhan karakter, di sini?” kata Min Hyuk marah
“Apa maksudmu, "pembunuhan karakter?" Meskipun begitu, musuh-musuh nya mengira Petugas Choi adalah pengawal nya. Dan itulah sebabnya ia diserang, secara mendadak.” Jelas Bong Soon
“Kau bilang Serangan mendadak! Kau seharusnya mempekerjakan pengawal yang benar!” komentar Gook Doo
Min Hyuk pikir sudah melakukanya dan ingin memberitahu kekuatan Bong Soon, tapi kaki Bong Soon langsung menginjak kaki Min Hyuk. Min Hyuk langsung kesakitan tanpa bisa mengeluarkan suara. Bong Soon menyakin Gook Doo kalau sungguh baik-baik saja jadi Jangan terlalu mengkhawatirkannya. Gook Do menegaskan bukan mengkhawatirkan Bong Soon tapi khawatir tentang saksi insiden ini.
“Meskipun begitu, aku akan menjadi petugas yang akan bertanggung jawab untuk melindungi Nn. Do. Jika dia harus terlibat ke dalam situasi yang berbahaya karena pekerjaannya, maka kau harus mempekerjakan pengawal dan menyuruh seseorang untuk mengawalnya selagi dia keluar dan perusahaanmu untuk memastikan bahwa dirinya tidak akan tersakiti, bahkan satu helai rambut pun.” Tegas Gook Doo
“Apa Kau ingin aku... Untuk melindunginya? Padahal Aku yang...” ucap Min Hyuk yang langsung disela oleh Bong Soon.
“Gook Doo.. Apa Kau tidak bisa menemukan tersangka yang terakhir itu?” tanya Bong Soon. Gook Doo mengatakan belum.
Detektif Kim memanggil Gook Do memberitahu dokter itu sedang libur hari ini jadi  langsung ke rumah sakit. Gook Do mengerti. Min Hyuk masih menahan rasa sakit terinjak oleh Bong Soon. 

Min Hyuk jalan dengan menahan rasa sakitnya lalu meminta telp 911.  BonG Soon meminta agar Min Hyuk tetap tenang. Min Hyuk merasa kakinya remuk karena benar-benar mati rasa. Bong Soon minta maaf. Min Hyuk menegaksan kalau Bukan hanya sakit, tapi sangat, sangat malu.
“Haruskah aku membawamu ke rumah sakit?” kata Bong Soon ingin mendekat, Min Hyuk menjauh merasa Bong Soon itu memang sumber bencana dan menyuruhnya pergi.
“Aku tahu! Tapi sudah ku bilang, itu bukanlah masalah pribadi!” kata Bong Soon, Min Hyuk melirik sinis, Bong Soon pun mengajak Min Hyuk segera pergi ke mobil. 

Dokter pikir Tidak sulit untuk mencari tahu jadwalnya karena kalau  menelepon kantor, perawat akan memberitahu apa saja jadwal mulai dari jadwal konsultasi dan operasinya ada secara online Jadi  Tidak sulit jika tersangka menirunya. Detektif Kim bisa mengerti.
“Seperti yang Anda minta, ini adalah rekaman CCTV dari ruang operasi hari itu.” Kata Dokter memberikan USB. Detektif Kim mengucapkan terimakasih atas kerja samanya dan Gook Doo mengambil USBnya.
“Detektif Kim. Aku ingin bertemu teman lebih dulu.” Kata Gook Do meminta izin. Detektif Kim pun mengisinkanya. 

Dokter memberitahu keadaan Min Hyuk retakan kecil kakinya, Min Hyuk menjerit kaget dan melirik pada Bong Soon. Bong Soon seperti tak enak hati menatap kearah yang lainya.  Dokter menyuruh Min Hyuk agar membalut lukanya  dengan sesuatu dan jangan terlalu banyak bekerja serta pastikan beristirahat.
Bong Ki melihat kakaknya baru keluar ruangan, Bong Soon memberitahu adiknya kalau Min Hyuk yang berjalan didepanya adalah Presdir tempatnya berkerja. Bong Ki menyapa dengan sopan menananyakan kabarnya, Min Hyuk dengan sinis merasa Bong Ki bisa melihatnya kalau kedaaanya tidak baik sama sekali.
“Apa Kau menginjak dia?” ucap Bong Ki, Bong Soon mengaku Tidak dengan keras.
“Kenapa juga kau menginjak kakinya?” kata Bong Ki. Bong Soon meminta adiknya untuk diam.
“Hei, aku ingin di rawat di rumah sakit ini.” Kata Min Hyuk.
Bon Soon binggung karena kaki Min Hyuk itu hanya retak sedikit. Min Hyuk menyindir hanya karean bukan kaki Bong Soon maka tak memperdulikanya dan memberitahu hampi mati karena sakit dan Bong Soon ingin merusak citranya karena berjalan pincang.
“Haruskah aku mengantarmu ke ruangan suite VIP?” kata Bong Ki menawarkanya.
“Tidak, tempat itu membosankan. Apa tulang ekor Sekretaris Gong masih belum sembuh?” kata Min Hyuk. Bong Soon menahan amarahnya. 


Gook Do menunggu seseroang di lobby rumah sakit, Hee Jin datang menyapa Gook Doo yang sudah lama tak bertemu. Gook Doo meminta maaf dan berjanji bisa langsung kencan sebanyak yang mreka , setelah kasus ini ditutup. Hee Jin bisa mengerti.
“Temanku jadi Residen di rumah sakit ini. Aku sudah membuat janji untukmu di departemen ortopedi, jadi ayo pergi sekarang” ucap Gook Do mengengam tangan Hee Jin untuk pergi.
Bong Soon dengan cemberut mengeluh Min Hyuk yang menggunakan kursi roda hanya karena jari kakinya patah sedikit. Min Hyuk sambil makan es krim memberitahu bwah jari kaki adalah hal yang sangat penting dan Bong Soon harus sedikit bergerak. Bong Soon pun mendorong Kursi roda ke ruangan Sek Kong. 
Sek Kong senang melihat Min Hyuk yang datang tapi kaget karena duduk di kursi roda. Min Hyuk memberitahu Kakiny patah. Jadi tidak bisa bekerja. Sek Kong bertanya kenapa bisa seperti itu. Min Hyuk menceritakan  Do Bong Soon menginjaknya.

Bong Soon keluar dari ruangan menunggu Min Hyuk, Saat itu anak buah Kwang Bo melihat Bong Soon langsung berlari ketakutan.  Kwang Bo sedang dilatih untuk bisa makan oleh Hyun Dong. Hyun Dong memberitahu kalau harus makan jika ingin hidup. Tapi Kwang Bok seperti benar-benar tak bisa makan. Saat itu anak buahany datang memberitahu tahu tentang Do Bong Soon.
“Do Bong Soon ada di sini, Bos!” ucap anak Buah Tuan Kim, Hyun Dong pun menyuruh mereka agar segera memanggil polisi. Sementara Kwang Bok yang sebelumnya belajar menelan kembali berbaring lemas mendengar nama Bong Soon.
Bersambung ke part 2

FACEBOOK : Dyah Deedee  TWITTER @dyahdeedee09 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar