Jumat, 03 Maret 2017

Sinopsis Chief Kim Episode 11 Part 2

PS : All images credit and content copyright : KBS

Myung Seok mendekati Sung Ryong bertanya apa yang sedang di kerjanya. Sung Ryong mengatakn sedang mencari tahu, apa yang dibuat Myung Seok pada timnya. Myung Seok merasa heran pada Sung Ryong yang seharusnya marah-marah seperti sebelumnya. Sung Ryong malah bertanya kenapa ia harus marah.
“Menurut pendapatku, kau menyimpan amarahmu... untuk mengeluarkannya sekaligus, kan?” kata Myung Seok curiga, Sung Ryong mengaku tak seperti itu.
“Kurasa, seperti itu. Aku bisa merasakan kemarahan yangterkonsentrasi pada suaramu.” Kata Myung Seok, Sung Ryong merasa tak seperti itu.

Saat itu Myung Seok menumpakah minumnya dan meminta maaf karena  tidak melakukannyadengan sengaja. Sung Ryong bisa mengerti dan akan membereskanya. Myung Seok pun menguji kemarahan Sung Ryong, Sung Ryong terlihat masih bisa tenang menanggapinya hanya berkomentar agar Berhenti mengacak-acak karena membutuhkan waktu untuk merapihkanya.
“Apa kau sedang bertukar jiwa dengan seseorang Atau telah ada menjadi perubahan besar di rasi bintang?” kata Myung Seok, Ha Kyung datang memanggil Sung Ryong, Sung Ryong melambaikan tangan, Ha Kyung kaget melihat tangan Sung Ryong diperban. 


Keduanya disudut ruangan lain, Ha Kyung menanyakan alasan Sung Ryong yang tidakmengangkat telponnya. Sung Ryong mengaku  Selama ini sibuk. Ha Kyung pikir mereka  jangan terus berpacu dengan hasil yang diperoleh sekarang ini. Sung Ryong pikir  Yang penting dalam hidup adalah hasilnya dan Proses tidaklah penting.
“Itu hanya disaat kau melawan musuhmu.Jika proses berjalan lancar, seseorang akan tetap menjadi dirinya sendiri meskipun hasilnya buruk. Kau harus beristirahat untuk sementara waktu. Lalu, kau harus mencari kesempatan.” Kata Ha Kyung
“Aku bisa tahu, kalau kau sangat perhatian, Asisten Manager Yoon.  Kau seperti kakak perempuanku.” Ucap Sung Ryong mengoda
“Lalu apa kau ingin menjadi adikku... selama satu jam, Sung Ryong?” ucap Ha Kyung tersenyum.
Sung Ryong pun setuju dengan memanggilnya Nuna dan bisa menerima pukulan darinya. Ha Kyung tertawa menurutnya itu tak mungkin lalu membahas tentang Gi Ok, membuat suratpengunduran diri...dan menghilang begitu saja bahkan tidak bisa menghubunginya. Sung Ryung mengumpat pada Gi Ok dan bertanya apakah sudah pergi ke rumhanya.
Ha Kyung mengelengkan kepala, Sung Ryong pikir seharusnya Ha Kyung sudah menyeretnya keluar dari rumah. 


Tuan Won minum di meja malam melihat Gi Ok pulang lebih cepat dari hari biasanya.  Gi Ok mengatakan kalau sudah memberikan surat pengunduran dirinya kemarin. Ayahnya terlihat kaget mendengar ucapan anaknya. Gi Ok pikir ayahya mungkin tak akan tetap berkerja kalau ada diposisinya.
“Tidak ada orang yang lebih berdosa, dariku.” Ucap Gi Ok marah
“Tapi tetap saja, bagaimana bisa kau keluar dari pekerjaanmu? Aku di caci maki oleh semua orangKarena aku ingin kau untuk menjaga pekerjaan ini.” Kata Tuan Won
“Memangnya, apa guna pekerjaan ini? Aku bisa bekerja di perusahaan yang berbeda.” Kata Gi Ok,
“Ini TQ Group. Aku sangat bangga, kau bisa bekerja di sana!” ucap ayahnya
“Aku malu bekerja untuk TQ Group. Semua menjadi lebih buruk karena Ayah.” Kata Gi Ok marah 

Saat itu Sung Ryung masuk rumah menyuruh keduanya berhenti adu mulut, Gi Ok dan ayahnya melonggo melihat Sung Ryong yang datang ke rumah mereka. Sung Ryong menegasa kalau sengaja  membeli rumput lau untuk melihat keduanya bertengkar.
“Kau benar-benar tidak harus melakukan ini. Bahkan orang-orang yang paling gila di dunia tidak bisa menang melawan... orang ini. Apa Kau tahu siapa? Yaitu Orang tua mereka. Orang tua benar-benar gila. Memangnya, apa penting nya anak mereka untuk mereka?” kata Sung Ryong
“Tuan Won.. Jika ada sesuatu yang terjadi,seharusnya memberitahu kami. menjambak rambut Direktur Seo, atau mencengkeram Tenggorokannya, Kau membuatku terlihat seperti orang bodoh.” Ungkap Sung Ryong kecewa.
Gi Ok  pun meminta maaf. Sang Ryung menyuruh Gi Ok bukan meminta maaf padanya tapi pada ayahnya, lalu merasa keduanya  membuat video untuk satu sama lain nanti dan mengaja teman kerjanya agar bisa  pergi untuk bekerja karena  Pengunduran dirinya tidak diterima. Gi Ok pun kembali meminta maaf. 


Sung Ryong terlihat gelisah dalam ruangan lamanya, semua berkumpul seperti ingin menerima suatu pengumuman. Sung Ryong pun mengaku kalau  ingin meminta maaf kepada mereka semua dengan tulus karena tidak berhati-hati dengan semua yang dilakukan.
“Aku telah melakukan dampak buruk yang besar untuk kalian semua. Mulai sekarang, aku akan ingat bahwa aku punya kalian di belakangku, dan bukan hanya aku seorang diri. Aku akan melakukan urusanku dengan sangat hati-hati. Maafkan aku.” Ucap Sung Ryong
“Apa menurutmu, kau bisa melakukan itu?” komentar Jae Joon sinis, Semua hanya terdiam lalu Manager Choo pun meminta agar Sung Ryong pergi keluar saja. 

Sung Ryong pun berdiri di lorong dengan wajah sedih,  manager Choo yang ada di dalam ruangan berteriak gembira meminta uang karena menang taruhan kalau Sung Ryong akan meminta maaf dengan sangat serius dengan kerutan di wajahnya.
“Aku kira, dia akan meminta maaf yang seolah terdengar seperti itu bukan masalah besar.” Ucap Jae Joon
“Aku seharusnya tidak mengubah taruhanku.” Keluh Sang Tae kesal.Hee Jin tak percaya Manager Choo yang mengambil uang mereka semua.
“Apa kau merencanakan ini dengan Kepala?” komentar Ha Kyung, Manager Choo terlihat bahagia dengan uang ditanganya.
Jae Joon memeluk Gi Ok yang akhirnya kembali, Gi Ok pun meminta maaf karena menghilang begitu saja. Manager Choo pikir seharusnya Ha Kyung bertaruh bersamanya. Ha Kyung merasa kalau masih lebih suka Kepala Kim yang sebelumnya. Manager Choo senang karena memiliki penghasilan tambahan.
Sung Ryong masuk ruangan melihat mereka semua sedang bertaruh,  Manager Choo memberitahu kalau Uang ini akan memberi mereka berdua makan dan akan membuatkan ikan rebus malam ini. Sung Ryong menegskan dirinya bukan orang bodoh. Semua terlihat bahagia sambil berpelukan bersama. 

Sung Ryong keluar dari ruangan dengan penuh semangat mengatakan akalu Operasi Bisnis tidak akan pernah mati dan harus mulai sekarang sera benar-benar merindukan orang itu. Seo Yul melihat Sung Ryong seperti sedang menunggunya di Lobby lalu bertanya apakah ia tidak pulang.
“Ada sesuatu yang ingin kukatakan padamu.” Kata Sung Ryong, Seo Yul bertanya apalagi sekarang dan menduga kalau Nyonya Jang yang membantunya lagi sekarang.
“Seperti yang kau katakan, Aku ingin kembali ke diriku yang tidak berguna, seperti dulu.” Kata Sung Ryong, Seo Yul mengejek kalau itu bagus.
“Apa Kau mau keluar dari pekerjaan ini?” kata Seo Yul, Sung Ryong mengatakan bukan seperti itu tapi ingin mulai bermain secara jujur dan adil.

Seo Yul seperti salah mendengarnya, Sung Ryong mengatakan kalau akan Bermain secara jujur dan adil. Seo Yul tertawa mendengarnya merasa kalau Sung Ryong sedang bermain seperti itu maka sudah kalah melawannya. Sung Ryong pikir itu bukan standart darinya tapi akan bermain dengan standranya.
“Jika kau menang, semua yang kau lakukan akan dianggap adil.” Kata Sung Ryong, Seo Yul membenarkan  berkomentar Sung Ryong sudah belajar banyak.
“Itu sebabnya aku akan bermain seperti diriku. Aku akan memainkan ini dengan cara Gunsan.” Kata Sung Ryong, Seo Yul pikir Seharusnya Sung Ryong seperti ini  sejak awal.
“Aku pikir. orang-orang yang bekerja mengenakan pakaian mewah dan mengendarai mobil mewah, di bangunan 60 lantai mereka, semua menjalani kehidupan dengan sangat bersih. Tapi mereka semua hanyalah preman berjas.” Komentar Sung Ryong


Seo Yul malah menyindir Sung Ryong “sampah” yang baru saja  menjulukinya dengan preman. Sung Ryong menegaskan bahwa harus melawan preman seperti preman, ia pun akan bersikap lembut, tapi itu hanya akan membuatnya terlihat seperti orang bodoh. Seo Yul pikir itu Tidak mungkin karena akan banyak melihat gerakan-gerakan berani Sun Ryong itu.
“Jujur, itu sungguh tidak terasa menyenangkan sampai sekarang. Tidak menyenangkan sama sekali.” Kata Seo Yul merasa posisinya sekarang 1-0
“Kau harus ambil popcorn dan saksikan apa yang akan kulakukan. Aku akan menunjukkan padamu, apa yang aku punya.”Ucap Sung Ryong.
“Aku minta padamu. Pastikan, kau melakukan apa yang ingin kau lakukan.Lakukan apapun yang kau inginkan.” Kata Seo Yul merasa tak peduli lalu berjalan pergi. Sung Ryong berharap Seo Yul menghirup banyak partikel ultra-fine.


Sung Ryong mencari sesuatu di dalam kamar atapnya,  dan menemukan sebuah jas menurutnya kalau akan masuk ke pengadilan, maka perlu mendapatkan seragam. Sepatu sneakers kuning dan kemeja kotak-kotak yang terlihat sangat nyentrik membuat semua pegawai menatap Sung Ryong saat masuk lobby.
“Aku tahu ini akan terjadi. Ini adalah pakaian khas-ku dan Pakaian ini sangat nyaman.” Ungkap Sung Ryong, sementara Manager Choo yang berjalan dibelakang menutup wajah karena Sung Ryong sangat memalukan dan berjalan lebih dulu. 

Myung Seok tertawa mengejek melihat cara pakaian Sung Ryong, dengan menarik kerah nya keluar karena mengangap itu fashion yang keren., lalu memberitahu bahwa itu terlihat jelek. Ia berpikir Sung Ryong seorang penjelajah waktu dari tahun 90-an?
“Ini yang disebut sebagai "gaya lokal". Beginilah cara berpakaian orang-orang modis di Gunsan.” Kata Sung Ryong
“Apa begitu cara berpakaian nya seseorang untuk menjual anak ayam pada anak-anak? Apa Kau sudah tahu yang akan kita kerjakan di sini? Public Relations (Humas) bukanlah pekerjaan yang mudah.” Ucap Myung Seok menaruh telunjuk didepan hidung Sung Ryong.
“Apa kau menusuk hidungku dengan tusukan?” kata Sung Ryong, Myung Seok menyuruh Sung Ryong diam saja agar bisa merasakanya.
Sung Ryong memegang jari Myung Seok dan langsung melawanya seperti memelintir jarinya. Myung Seok panik dan merasakan kesakitan, Sung Ryong tahu ini akan terjadi dan memberitahu dokter kalau jarinya itu akan retak. 


Tuan Park memberikan tanda tangan pada berkas dan bertanya pada Min Young,  Apa restrukturisasinya hampir beres. Min Young mengatakan merkea harus membereskan segala urusan dengan para kreditur, tapi harus diselesaikan dalam 2 atau 3 hari.
“Setelah selesai, kita akan menginformasikan Seoahn Jangryong.” Jelas Min Young
“Jangan bersantai sampai semuanya selesai. Dan Bereskan segalanya.” Perintah Tuan Park, Min Young menganguk mengerti.
“Aku ingin menanyakan sesuatu. Apakah Anda mengatakan kepadaku untuk mengambil alih TQ Retail pada bulan Januari?” kata Min Young karena ingin mulai mempersiapkan untuk itu.
“Oh, itu... Tunggulah sebentar lagi. Aku akan memberikan lampu hijau saat semuanya sudah siap.” Kata Tuan Park 

Min Young terdiam dalam ruangan merasa kalau Pasti ada sesuatu yang salah. Ma Geun mengartikan bahwa Presdir lebih mementingkan Direktur Seo. Min Young pikir seperti itu.
“Haruskah aku melakukan sesuatu untuk menggoyahkan kesepakatan Seoahn Jangryong?” kata Man Geun
“Tidak. Sudah terlambat untuk itu. Jika kita melakukan sesuatu sekarang, maka dia akan langsung melihat.” Ucap Min Young 

Sang Tae menempelkan stiker agar tak merokok dan berisik,  dengan memberitahu bha dai Manajemen Etis, jadi harus berbicara dengan tenang dan Jangan dengan suara yang keras. Kwang Sook datang bertanya siapa yang memesan kopi, seorang wanita meminta agar dibawa ke ruang rapat.
“Aku sangat senang Operasi Bisnis telah dihilangkan. Dasar.. sekelompok yang menjengkelkan. Mereka seharusnya dari dulu saja menghilangnya, karena Mereka tidak efisien.” Ungkap Ma Geun, Kwang Sook terdiam mendengan nama tempat Sung Ryong berkerja.
“Dept. Akuntansi mengambil alih tugas-tugas mereka tanpa masalah apapun. Semuanya sudah lebih baik sekarang bahwa semuanya telah terpusat.” Kata Manager Lee
“Terutama Kim Sung Ryong. Aku sangat senang dia keluar dari pandanganku. Dia orang yang sangat merepotkan sampai sekarang.” Kata Ma Geun sinis
Kwang Sook terlihat kesal memberikan gelas kopinya dan sengaja menjatuhkan pada selangkangan Ma Geun, Ma Geun langsung menjerit kepanasan seperti tak tahu yang harus diperbuatnya. Kwang Sook meminta maaf, Ma Geun yang marah menyuruh Kwang Sook segera keluar. Manager Lee dan Tuan Park juga binggung. Nona Kang hanya bisa menutup matanya.
“Biar saja sampai kulitnya matang bahkan Rebus sampai tulang panggul. Aku menyukainya.” Ungkap Kwang Sook dongkol. 


Saat itu Sang Tae dan Kwang Sook saling bertemu, Kwang Sook merasa pernah bertemu di suatu tempat sebelumnya dan memanggil Sang Tae sebagai Tuan Hall Monitor. Sang Tae membenarkan kalau mereka bertemu tidak secara langsung tapi mengaku selalu menyimpan wajah Kwang Sook di hatinya. Kwang Sook tak percaya Sang Tae bisa mengetahui namanya.
“Suatu malam... Kepala Kim Sung Ryong dan aku minum-minum Dia menunjukkan fotomu.” Cerita Sang Tae
“Apa kau Kutu buku berkacamata?” ucap Kwang Sook, Sang Tae
“Aku tidak percaya kitabisa bertemu langsung.” Ungkap Kwang Sook malu-malu lalu memberikan permen lolipop.  Sang Tae pun menerimanya. 

Myung Seok duduk diruangan menatap sebuah boneka mengangap sperti ayahnya dan berbicara kalau sampai kapan ayahnya itu  akan terus meremehkannya, bahkan rambutnya  sudah hampir habis jadi meminta agar menyerahkan perusahaan sekarang saja.
“Aku ambisius dan memiliki aspirasi. Aku terdengar begitu keren.” Ungkap Myung Seok bangga, saat itu terdengar bunyi ketukan buru-buru Myung Seok menyembunyikan bonek dibawa kursinya. Sung Ryong masuk menyuruh Myung Seok kembali duduk.
“Kau akan berteriak padaku jika aku duduk.” Kata Myung Seok ketakutan. Sung Ryong menyuruh Myung Seok agar segera duduk.
“Apa Kau bisa izinkan aku bekerja di luar kantor selama tiga hari? Katanya, aku perlu meminta izinmu.” Ucap Sung Ryong, Myung Seok membenarkan.
“Tapi Kenapa kau ingin bekerja jauh dari kantor?” tanya Myung Seok, Sung Ryong mengatakan Ada masalah yang harus diurus.
“Kau tidak boleh meminta izin tanpa alasan.” Kata Myung Seok bergaya seperti bos.
Sung Ryong pikir harus memukul Myung Seok saja, Myung Seok pun langsung ketakutan. Sung Ryong mengatakan kalau ingin main-main dengan Seo Yul, ia yakin Ibu Myung Seok itu bilang kalau  Direktur Seo dan dirinya punya dendam. Myung Seok terdiam, Sung Ryong pikir Myung Seok tak memberikanya dan menjatuhkan semua mainan robot diatas meja.
Myung Seok panik meminta agar Jangan menyentuh Nana dan memberitahu waktu Dua hari tak lebih. Sung Ryong memegang tangan Myung Seok meminta maaf dengan jari tanganya, lalu mengedipkan mata dengan mengucapkan terimakasih. 


Sung Ryong bersembunyi dibalik bilik berbicara pada Ga Eun tentang kakak kandungnya adalah seorang polisi menurutnya mengatakan hal itu agar bisa  meminta bantuan darinya. Ga Eun membenarkan.
“Boleh aku meminta dia untuk mencarikan dua orang?” kata Sung Ryong bertemu dengan Ga Eun diruangan rapat.
“ Dia mungkin mengatakan Iya, jika aku mengganggu dia.” Ucap Ga Eun lalu bertanya apakah Sung Ryong  perlu informasi pribadi
“Aku ingin menebusnya untuk seseorang.” Kata Sung Ryong
“Aku mau ikut. Tolong bagikan informasi yang kau punya. Jika kau setuju aku bisa ikut, maka aku akan meminta pertolongan Oppa-ku.” Kata Ga Eun, Sung Ryong mengejek Ga Eun itu ratu negosiasi.
“Kiat berada di pihak yang sama. Ini adalah kesepakatan.” Kata Ga Eun, Sung Ryong pun mengucapkan terimakasih.

Ha Kyung menelp kakaknya mengatakan ingin mencari tahu terkait dua orang untukku dan akan menjelaskan alasan nya nanti. Sung Ryong makan di warung tenda. Ha Kyung baru datang merasa terlambat tapi ingin makan kue ikan. Sung Ryong merasa Ha Kyung sudah  terlambat jadi harus pergi. Ha Kyung merengek ingin makan satu saja, Sung Ryong pun mendorong Ha Kyung pergi dengan memberikan sup kuah ikan saja.
Ha Kyung mengeluh kedinginan, Sung Ryong mengemudikan motornya merasa tidak dingin sama sekali tapi bibirnya gemetar dan memberitahu bahwaakan segera sampai. Ha Kyung merasa kalau pipinya akan membeku karena dingin. Sung Ryong menyuruh Ha Kyung memegang erat pinggangnya dan mempercepat motornya. 

Seorang pria sudah menunggunya, Sung Ryong dan Ha Kyung pun menemuinya. Si Pria memberitahu kalau orang itu pergi dengan seorang wanita seksi. Sung Ryong pun berpikir seperti itu, saat itu melihat dari kejauhan seorang pria dan wanita masuk ke dalam mobil.
Ketiganya langsung bersembunyi saat mobil berjalan disamping mereka, Si pria mulai memberikan ciuman pada si wanita dalam mobil. Ha Kyung dkk langsung mengambil gambar dengan ponsel mereka sebagai bukti. Si pria panik, Sung Ryong memberitahu kalau sedang mengambil foto dan sudah terekam lalu menyuruhnya agar segera keluar dari mobil.

Si Pria akhirnya keluar tak habis pikir dengan yang dilakukan Sung Ryong dkk. Sung Ryong pikir mereka sudah menangkap manager yang sedang berselingkuh. Manage mengelak, Pria satunya menyuruh Manager Jangan beralasan dan Jangan bertindak sok menjadi orang jujur. Si Manager bertanya apa yang dinginkan mereka.
“Kesepakatan yang bersih. Bukti Jasa Pengiriman TQ.” Kata Sung Ryong dan Ha Kyung
“Apa Kau polisi? Atau Dari Firma Akuntan?” ucap si pria. Sung Ryong memberitahu namaya.
“Mari kita membuat kesepakatan sebelum aku menggunakan paksaan.” Tegas Sung Ryong, Sang Manager  merasa tidak bisa melakukan itu.
“Apa yang aku lakukan hari ini...Aku akan memohon pengampunan pada istriku.” Kata si manager
“Baguslah. Kau memang berani. Tapi Kau mempekerjakan gadis-gadis yang baru saja lulus SMA, membiarkan mereka untuk bekerja, lalu memecat mereka Tanpa membayar” kata Sung Ryong, Si manager kaget Sung Ryong bisa mengetahuinya.
“Kau bahkan melecehkan beberapa dari mereka Secara seksual.” Ungkap Pria lainya. Si Manager mengatakan bahwa Tuduhan itu telah dibatalkan.
“Apa Kau pikir setelah berdamai semuanya akan berlalu begitu saja?Aku baru saja memulai.Apa saudara-saudaramu tahu?Apa mitra bisnismu tahu?” ucap Sung Ryong mengancam
“Kapan Chuseok tahun ini?Boleh aku berkunjungkerumahmu secara tiba-tiba?”kata si pria yang terlihat seperti polisi
Si Manager pun ketakutan, Sung Ryong tertawa menurutnya  Sedikit ancaman bisa membuat si manager menciut begini. Ha Kyung memberikan selembar kertas agar mengirimkan surat ke alamat itu  oleh kurir besok. Sung Ryong menambahkan kalau si manager yang membayar ongkirnya. 


Ha Kyung bertemu seseorang lagi saat di parkiran menyindir apakah tidurnya nyenyak semalam. Si pria dengan nada remeh bertanya apa lagi sekarang. Ha Kyung kembali menanyakan pertanyaan yang sama.  Si pria mengaku tidak dan tidak ingin bicara lagi.
Sung Ryong dari belakang sudah menghantam bagian punduk si pria dan membuatnya jatuh pingsan. Ha Kyung pun memberikan pujian pada Sung Ryong yang memberikan pukulan bagus. 

Si Manager akhirnya sadar dengan tangan terikat dan sudah ada ruangan permainan gol. Sung Ryong memukul bola tepat didepan wajah si manager, manager ketakutan melihatnya. Sung Ryong mengaku kalau baru pertama kali bermain golf. Si Manager memberitahu kalau mereka tidak boleh memperlakukannya seperti ini.
“Aku hanya mengembalikan permintaanku.” Kata Sung Ryong lalu meminta pada Ha Kyung untuk memainkan sesuatu yang hidup.
“Pada tanggal 27 setiap bulan, aku mendepositkan uang pada Lim Jeong Woo. Mereka memang melakukan pengambilan uang ilegal. Selain jumlah resmi yang terhitung, aku mendepositkan uang tambahan sebagai suap.” Terdengar rekaman suara.
Ha Kyung berpura-pura kalau ingin memutar lagu dari ponselnya, Si Manager mengaku kalau tidak punya pilihan,  Ha Kyung terlihat marah pada si Manager yang tidak seharusnya muncul jadi meminta agar mempertimbangkanlah situasi yang tengah dialami. Manager mengaku kalau tidak memiliki kekuatan apapun. Sung Ryong melihat si pria itu berpura-pura menjadi korban sekarang
“Kau bilang, Kau tidak memiliki kekuatan Apa kau baru punya kekuatan disaat kau menerima suap atau menghabiskan uang orang lain?” ucap Sung Ryong

“Kau pernah sekali diselidiki untuk penggelapan.Lalu Pamanmu, salah satu eksekutif membebaskanmu.” Kata Ha Kyung. Sung Ryong merasa kalau si Manager memang sudah busuk.
“Jang Man, apa menurutmu aku bisa menempatkan bola di kepalanya?” kata Sung Ryong, Jang Man pun mempersilahkanya.
Si Pria pun ketakutan melihat bola yang akan dipukul diatas kepalanya lalu bertanya yang dinginkan keduanya.  Sung Ryong meminta buku besar walaupun hanya satu saja. Si Manager yakin kalau akan dibunuh jika memberikan itu. Sung Ryong pun memberikan pilihan Mati disini atau mati nanti. Si pria meminta agar Sung Ryong memberikan jalan keluar yang baik.
“Berikan buku besar dan menghilanglah selama satu bulan. Aku akan memperkenalkan seseorang yang bisa membantumu di Gunsan. Aku akan melakukan apapun yang aku bisa untuk membereskan ini dalam sebulan. Jadi Katakan YA sekarang!” ucap Sung Ryong . Si manager pun mau tak mau menerima tawaran Sung Ryong. 


Sung Ryong akhirnya menerima sebuah surat yang berisi “BUKTI PEMBAYARAN UANG” dan hampir semua dilakukan melalui Taipan Bank. Akhirnya Ha Kyung bisa mengerti kalau Ini adalah bank yang sama, rekening yang sama dari kertas yang sudah disatukan oleh Ga Eun dalam box penghancur.
“Apa Dana rahasia Jasa Pengiriman TQ ini masuk ke rekening ini?” kata Ga Eun ikut bergabung dengan keduanya. Sung Ryong membenarkan dan memuji Gae Eun
“Orang-orang dari Seoahn Jangryong akan datang hari ini Untuk diberikan pengarahan pada hasil restrukturisasi.” Kata Ha Kyung
“Bukankah kita harus mengekspos ini itu juga?” pikir Ga Eun
“Apa yang akan kita dapatkan jika kita mengatakan informasi ini pada orang-orang China itu?” kata Sung Ryong
Ga Eun pikir  Sung Ryong bisa memperbaiki apa yang telah ditetapkan untuk dilakukan sejak awal. Ha Kyung mengartikan bahwa itu Rencana pembangunan ulang. Ga Eun menganguk mengerti, wajah Sung Ryong terlihat berbinar-binar. 

Seo Yul memberikan laporan hasil restrukturisasi. Nona Kang menerjemahkan pertanyaan bosnya  apakah rencana pembangunan ulang itu gagal total. Min Kyung membenarkan.  Nona Kang mengatakankalau memang ia tidak menemukan kesalahan dengan laporan tersebut, maka akan berinvestasi. Seo Yul bisa bernafas lega dan mengucapkan terimakasih. Min Young pikir makanan ringan nya masih belum datang. 

Saat itu Sung Ryong datang membawa makanan riang yaitu Ada kue beras. Seo Yul terlihat marah. Sung Ryong memberitahu tentang Laporan hasil restrukturisasi meminta agar membatalkanya. Min Kyung dengan mengertakan giginya meminta agar membahas hal yang lain saja dan Berhenti menyebabkan masalah.
“Itulah yang ingin aku katakan. Aku tidak bisa hidup jika  harus terus melakukan hal ini. “ ucap Sung Rong
“Mengapa kau ingin mereka untuk membatalkan laporan yang mereka berikan pada kami?” tanya Nona Kang

“Kami memiliki rencana pembangunan ulang yang tidak memerlukan restrukturisasi.” Kata Sung Ryong, Seo Yul pikir anak buahnya itu sedang bercanda
“Tidak... Ini Perintah datang dari atas” kata Sung Ryong. Seo Yul tahu bahwa CEO sudah tak berdaya sekarang.
Sung Ryong memberitahu yang dimaksud adalah Presdir, Seo Yul kaget bertanya siapa yang dimaksud. Sung Ryong menyebut nama Presdir Park Hyun Do dengan senyuman khasnya yang nyeleneh.
Bersambung ke episode 12

FACEBOOK : Dyah Deedee  TWITTER @dyahdeedee09 


1 komentar: