PS; yang udah baca blog / tulisan aku.. Tolong minta follow account IG aku yah dyahdeedee09 & Twitter @dyahdeedee09 jadi biar makin semangat nulisnya. Kamsahamnida.

Senin, 13 Maret 2017

Sinopsis Missing Nine Episode 16 Part 2

PS : All images credit and content copyright :MBC
Flash Back
Jaksa Yoon bertemu dengan Tuan Jang, memastikan kalau  sungguh ingin menyia-nyiakan kesempatan terakhirnya. Menurutnya walaupun CEO Jang percaya pada Choi Tae Ho dan tutup mulut, tetap saja akan kalah dalam perkara ini.
“Kau sudah mau menemuiku seperti ini..., itu artinya kau pasti sudah menyadarinya. Tapi kau masih tidak percaya padaku. Orang itu... yang kau perintahkan untuk membunuh Hwang Jae Gook. Walaupun kami tidak dapat menemukannya..., tapi kami bisa memenjarakanmu sekarang. Apa Kau tahu kenapa?” ucap Jaksa Yoon
Saat itu CEO Hwang masuk, CEO Jang langsung panik melihatnya dan hanya bisa tertunduk ketakutan karena sudah membuatnya celaka.


Tae Ho masuk ke dalam mobil, dan sopirnya kali ini adalah si pria yang sebelumnya ingin membunuh CEO Hwang seperti sudah jadi anak buahnya sekarang
“Sepertinya... CEO Jang sudah tahu. kalau aku membantumu, bukannya malah membunuhmu. Sepertinya dia akan menjadi saksi dari pihak Seo Joon Oh. Jadi bagaimana? Haruskah aku membunuhmu saat itu?” kata Tae Ho
“Haruskah aku... menyingkirkan Jang Do Pal?” kata anak Buah CEO Jang
“Kita cari cara lain saja.” Kata Tae Ho, mereka pun meninggalkan penjara.
Bong Hee dkk tak percaya Jang Do Pal bersedia menjadi saksi. Ji Ah heran ingin tahu alasan CEO Jang berubah pikiran. Ho Hang pikir mungkin CEO Jang sedang sekarat. Jaksa Yoon memberitahu Kemarin, CEO Hwang dan Jang Do Pal bertemu. Semua melonggo tak percaya.

Flash Back
CEO Jang hanya bisa tertunduk tak percaya, CEO Hwang dengan disaksikan oleh Jaksa Yoon dan Cho berkata kalau akan mencabik lengan, kaki bahkan membunuhnya, Tapi jika CEO Jang mau bersaksi maka  akan bermurah hati.
“Bersaksilah demi Joon Oh.” Pinta CEO Hwang. 


Bong Hee binggung apa yang ingin  CEO Jang katanya karena waktu itu Jaksa Yoon mengatakan meski bisa membuktikan konspirasi yang dilakukan Tae Ho tetap saja sulit untuk membebaskan Seo Joon Oh. Jaksa Cho menjelaskan  Begitu Choi Tae Ho diselamatkan, maka Tae Ho bilang ke Jang Do Pal kalau dia membunuh Yoon So Hee.
“Jang Do Pal akan menceritakannya di sidang besok.” Kata Jaksa Cho . Byung Joo yakin Joon Oh Hyung pasti sangat senang kalau dengar kabar ini.
“Yang harus kita lakukan sekarang adalah membuat Jang Do Pal hadir di persidangan. Choi Tae Ho juga pasti sudah tahu sekarang. kalau Jang Do Pal akan bersaksi untuk Seo Joon Oh” kata Jaksa Yoon.

Jaksa Lee menelp Tae Ho memberitahu  Besok, Jang Do Pal akan bersaksi untuk Seo Joon Oh. Tae Ho sedikit kaget, Jaksa Lee memberitahu kalau sampai CEO Jang bersaksi, maka besok Tae Hoo pasti kalah Dan juga dirinya kena masalah.
“Jadi bagaimana sekarang? Apa Kau bisa menghentikannya?” tanya Jaksa Lee
“Kurasa dia memang ingin bersaksi.” Kata Tae Ho dengan mata mendelik sinis. 

Joon Oh duduk sendirian dalam sel tahanan, melirik kearah samping terdengar suara yang memanggil namanya. Bong Hee duduk disampingnya, mengaku kalau sengaja datang karena khawatir dan merindukannya.
“Semua ini berat, kan? Kau sudah melakukannya dengan sangat baik sejauh ini, hanya Sehari lagi. Bertahanlah sehari lagi. Besok, semuanya akan berakhir. Tuduhan palsu terhadapmu akan dicabut dan kau bisa keluar dari sini besok. Percayalah.” Ucap Bong Hee, Joon Oh bisa tersenyum dan melihat bayangan Bong Hee pun hilang. 

CEO Jang dan Joon Oh meninggalkan penjara untuk pergi ke ruang sidang, saat itu Jaksa Yoon mengikuti seperti ingin mengawalnya. Byung Joo dan Bong Hee terlihat gelisah menunggu. Semua menunggu di lobby dengan wajah tegang.
Jaksa Cho datang memberitahu kalau  Mereka sedang dalam perjalanan sekarang. Semua bisa bernafas lega mendengarnya. Sementara di jalan, Mobil Jaksa Yoon tiba-tiba di hentikan oleh mobil yang berbelok disampingnya. Dan jaksa Yoon pun hanya melawan tiga orang yang menghentikan jalanya.
Sebuah mobil mengikuti mobil polisi yang membawa Joon Oh dan CEO Jang, pengemudinya adalah anak buah CEO Jang. Joon Oh melihatnya, dan mobil dengan sengaja membanting stir dan mobil CEO Jang serta Joon Oh hilang keseimbangan. 

Bong Hee menunggu di lobby melihat Jaksa Lee yang bicara dengan anak buahnya didepan lift. Anak buahya memberitahu ada kecelakaan di dekat pusat penahanan dan tak tahu tepatnya dimana. Jaksa Lee meminta agar mencari tahu keberadaan Seo Joon Oh. Keduanya menatap Jaksa Lee yang bergegas pergi.
“Pengacara Cho... Sepertinya ada yang aneh dan ada masalah terjadi.” Kata Bong Hee
“Aku juga tidak bisa menghubungi Jaksa Yoon.” Ucap Jaksa Yoon binggung  dan pergi untuk memastikan. Bong Hee pun mencoba mengeluarkan ponselnya untuk mencari tahu. 

Jaksa Yoon masih mencoba untuk melawan tiga orang, CEO Jang terluka dibagian kepala akibat kecelakaan begitu juga Joon Oh. Anak buah CEO Jang turun dari mobil untuk memastikanya. Bong Hee terus menelp. Jaksa Cho keluar memberitahu kalau tak bisa menghubungi yang membawa Joon Oh dan juga CEO Jang.
“Kita harus bagaimana sekarang? Kita tidak bisa sidang tanpa Joon Oh dan Jang Do Pal, 'kan?” kata Ki Joon, Bong Hee pikir mereka harus mencari
“Tidak... Jika kita ingin mencari mereka, maka harus didampingi polisi..., tapi Jaksa Lee pasti takkan mengizinkannya.” Kata Jaksa Cho. Semua terlihat kesal. 
Jaksa Yoon menelp Bong Hee meminta maaf lebih dulu. Bong Hee bertanya apa sebenarnya yang terjadi  karena khawatir  tidak bisa menghubunginya. Jaksa Yoon pikir seharusnya mengabarinya lebih cepat, karena anak buah Choi Tae Ho menyerangnya
“Dimana Seo Joon Oh?” tanya Jaksa Yoon, Bong Hee memberitahu kalau Joon Oh belum datang.
“Mereka pasti tidak jauh dari sini. Biar kucari mereka. Nanti kutelepon lagi.” Kata Jaksa Yoon
Ji Ah gelisah sampai kapan harus menunggu, Bong Hee memberitahu  Jaksa Lee sedang mencoba mencegah melakukan sesuatu jadi mereka tidak punya pilihan selain menunggu. Ki Joon pikir kalau mereka  bisa meminta bantuan seseorang untuk mencari tahu, keberdaann keduanya pasti akan frustasi seperti ini.
“Ini tidak masuk akal. Aku tidak menyangka jaksa punya begitu banyak kekuasaan.” Ucap Ho Hang marah
“Ada satu orang yang bisa membantu kita.” Kata Bong Hee yakin 


Anak buah CEO Jang membawa mantan bosnya keluar dari mobil dan memberikan pada Tae Ho dengan berlutut. Tae Ho membahas  CEO Jang yang ingin menjadi saksi demi Seo Joon Oh. CEO Jang sudah tahu Tae Ho itu mencoba mengkhianatinya.
“Apa yang kulakukan bukan urusanmu. Kau seharusnya tidak bisa begini padaku. Setelah apa yang terjadi pada Jae Hyun Hyung..., saat itu kubilang aku akan mengaku. Kukatakan berkali-kali, tapi apa yang kau katakan? Kau bilang akan membantuku dan yang akan ambil tanggung jawab.” Ucap Tae Ho, CEO Jang hanya tertawa mendengarnya.
“Aku bahkan tidak membunuh Jae Hyun Hyung. Dari saat aku berada di pulau sampai sekarang..., aku mencoba hidup seperti orang lain. Itu sebabnya aku menjalani kehidupan kejam. Tapi, sekarang..., Apa kau ingin mengkhianatiku? Aku tidak akan membiarkannya. Kita harus sama-sama menderita.” Tegas Tae Ho dengan air mata mengalir. 

Bong Hee menemui Hee Kyung. Penyidik Oh memberitahu Anggota DPR Jo lagi sakit tenggorokan jadi tidak bisa bicara lama-lama. Bong Hee menegaskan kalau datang bukan untuk mendengarkan ucapan Hee Kyung tapi datang untuk meminta bantuan.
“Tolong bantu kami Anda tahu semuanya yang terjadi pada kami.” Kata Bong Hee
“Dia tidak bertanggung jawab mengenai insiden itu lagi.” Kata penyidik Oh membela. Bong Hee menegaskan Hee Kyung  bertanggung jawab.
“Sebagai Ketua Komisi Investigasi Khusus..., maka dia harus bertanggung jawab. Namun, Anda...,tak pernah bertanggung jawab. Kalau saja And telah mendengarkan dan memihak serta mendukung kami...Kalau saja Anda memenuhi kewajiban Anda..., maak kami pasti takkan bertindak sejauh ini.” Ucap Bong Hee menyadarkanya.
Semua terlihat gelisah termasuk CEO Hwang sedang bersama istrinya. Hee Kyung hanya menatap Bong Hee yang bicara padanya. Bong Hee pikir tega kalau Hee Kyung mengatakan tidak bertanggung jawab jadi sekarang ia memberikan kesempatan.
“Inilah kesempatan terakhir Anda menjadi ketua sejati Komisi Investigasi Khusus. Jadi apa yang akan Anda lakukan? Apa Anda akan lari dari tanggung jawab seperti terakhir kalinya?” ucap Bong Hee memberikan pilihan. 


Hee Kyung berjalan diparkiran melihat Bong Hee itu pintar bicara sekali lalu menelp seorang direktur, bukan membahas tentang kampanyenya tapi karena butuh bantuannya dan Sangat mendesak.

Bong Soon sadar dari pingsannya, tepat disamping mobilnya Tae Ho berusaha untuk mencekik CEO Jang.
“Apa kau tahu...betapa menderitanya aku karenamu? Jika bukan karena kau..., maka aku pasti takkan...” ucap Tae Ho ingin membunuh CEO Jang, Joon Oh berteriak menahan Tae Ho agar tak melakukannya. Tae Ho pun melepaskan cekikan CEO Jang.
“Kau mencoba menutupi kesalahanmu dan mencoba menyembunyikannya. Apa kau mau terus-terusan membunuh orang dan melarikan diri sepanjang hidupmu?” teriak Joon Oh mencoba menyadarkan Tae Ho.
 
“Apa Kau pikir kau akan hidup bahagia? Hidup lebih mudah di pulau.. di saat kita tidak peduli apa kata orang. Saat itulah aku merasa bahagia. Jadi Relakanlah dan  sudahlah.” Kata Joon Oh, Tae Ho hanya bisa menangis.
Keduanya duduk di jalan bersama, Joon Oh mengaku sangat berharap kalau Tae Ho akan bahagia. Ia pikir mereka tidak bisa hidup seperti dulu lagi Tapi, karena dirinya adalah orang yang baik maka akan berada di sisi Tae Ho seperti yang dilakukan sebelumnya.
“Tae Ho. Sudahi, sampai sini saja.” Ucap Joon Oh memohon
“Kenapa aku bisa berubah seperti ini?” kata Tae Ho sambil menangis seperti menyesal dirinya yang berubah menjadi jahat. Saat itu polisi datang dan Jaksa Yoon melihat Tae Ho menangis dengan Joon Oh di tengah jalana. 

Hee Kyung masuk ke dalam mobil mengatakan pada Penyidik Oh yang sudah susah payah mendukungnya selama ini. Penyidik Oh pikir tak masalah untukya dan mengucapkan selamat tinggala agar bisa istirahat. Hee Kyung pun pergi dengan mengunakan kacamata hitam.
“Orang yang sudah membuat keputusan yang salah. Orang yang menyesal ketika semuanya sudah terlambat. Orang yang mencoba menyembunyikan kebenaran dengan kebohongan. Mereka semua akhirnya dihukum. Dan akhirnya..., semuanya kembali menjadi semestinya.”

Jaksa Lee sempat ingin membereskan berkas diruanganya, tapi pihak kejaksaan sudah membawanya keluar dari ruangan. Tae Ho pun mengikuti sidang dan mendapatkan putusan akhir. Semua mengikuti sidang seperti ingin melihat Tae Ho mendapatkan ganjarannya.

Semua mengaduk cat berwarna warni dalam baskom, terlihat bahagia dengan banyak cat yang menempel pada baju mereka bahkan saling menjahili dengan mengecet rambut.  Joon Oh dan Ji Ah memberikan cata pada wajah Tae Ho agar bisa tersenyum. Tae Ho pun tersenyum dengan seperti gambar bunga di pipinya.
Penyidik Oh seperti memulai pendekatan dengan Ibu Bong Hee. Jaksa Yoon malu-malu mengaku kalau Ji Ah memang cantik. Ho Hang yang bahagia berlari berputar-putar membawa baling-baling dan tak sengaja menyenggol Byung Joo. Byung Joo pun mendorong pohon sampai terjatuh.

Joon Oh memarahi dengan melihat pohon yang jatuh tapi kakinya malah kena kotoran. Semua binggung karena ada kotoran diatap, Ji Ah mengejek Joon Oh itu harus ke kamar mandi bukan buang air diatap. Akhirnya semua keluar dari atap menyuruh Joon Oh agar segera membersihkanya karena tak ingin mencium baunya. 


Bong Hee melihat Joon Oh meminta agar jangan mengangkat sepatunya karena mungkin baunya tak menyebar dan hanya diam saja. Joon Oh mengeluh semua temanya itu malah pergi meninggalkanya dan bertanya kenapa Bong Hee tak ikut pergi juga. Bong He merasa tak bisa  meninggalkannya sendirian.
“Hei.. Kenapa kau tidak pakai kalung yang kuberikan padamu?” kata Joon Oh mengomel
“Aku tak mau kalau kalungnya hilang.” Kata Bong Hee. Joon Oh menyuruh Bong Hee harus memakainya.
“Jika kau tidak memakainya, nanti sama saja tak ada gunanya seperti kotoran ini...” kata Joon Oh, Bong Hee meminta agar Joon Oh tak banyak bergerak.


“Tapi Ini ada bagusnya juga. Aku jadi ingat pulau karena Tae Ho ada di sini juga. Masa-masa itu dulu sangat menyenangkan.” Ungkap Bong Hee.
Joon Oh menunjuk ada bekas cat di wajah Bong Hee, Bong Hee meraba pipnya, Joon Oh mengatakan kalau ada di bibirnya lalu mencoba menghilangkan dengan ludahnya tapi tak bisa hilang. Bong Hee bertanya-tanya apakah ada cara untuk menghapusnya. Joon Oh pikir ada cara yang bisa mereka coba dan mencoba mendekat.
Bong Hee menutup matanya, Joon Oh heran melihat Bong Hee malah menutup matanya. Bong Hee beralasan Mataharinya silau. Joon Oh ingin mendekat tapi saat itu Ki Doong dkk masuk kembali. 

Ki Doong memberitahu kalau Joon Oh ada interview. Byung Joo memberitahu kalau jadwalnya interview dan lupa dengan hal itu. Joon Oh mengomel karena bajunya kotor dan juga dan menginjak kotoran. Ki Doong pikir Pemirsa TV juga tidak akan mencium baunya.
“Halo, aku Seo Joon Oh.” Ucap Joon Oh memperkenalkan diri, saat itu Ho Hang sengaja berlari didepan camera berteriak “Joon Oh menginjak kotoran!”
“Aku tidak tahu apa akan bakal dapat proyek drama lagi.” Ucap Joon Oh, Ho Hang kembali berlari memberitahu Joon On  juga dulu menginjak ranjau darat.

“Aku senang diberi kesempatan ini untuk menyapa kalian semua. Aku ingin meminta maaf sekali lagi...” ucap Tae Ho dan semua temanya memukul bagian kepalanya sebagai tanda ganjaran.
“Inilah yang harus kudapatkan setelah melakukan kejahatan. Dan Semuanya, tolong jangan lakukan kejahatan apapun.” Pesan Tae Ho.
Bong Hee dan ibunya pun menyapa kamera dengan memberikan salam. Saat itu Bong Hee terlihat heran karena diberi pertanyaan tentang hubungan dengan Joon Oh. Joon Oh pikir tak mungkin orang berpacaran di pulau terpencil.  Bong Hee mengaku kalau mereka memang sudah saling membantu dan peduli satu sama lain. Joon Oh pun memberikan selimut pada Bong Hee. 

“Kami dulu memang pacaran, tapi aku tidak mencintainya.” Ungkap Tae Ho yang berdiri disamping Ji Ah
“Aku lebih suka jika kalian tidak menanyai soal kehidupan cinta mereka. Tanyakanlah mereka soal proyek-proyek mendatang mereka.” Kata Ki Doong, Ji Ah mengaku tidak ada proyek lagi.
“Ada enam film pendek yang akan datang.” Kata Ki Doong

“Aku akan melakukan yang terbaik untuk membuat mereka berjaya lagi. Aku akan bekerja lebih keras. Dan kami masih belum melupakan Yeol. Kami akan berusaha yang terbaik untuk menemukannya.” Ucap CEO Hwang
“Aku akan belajar dari CEO Hwang dan melakukan yang terbaik bagi artis agensi kami. CEO Hwang adalah orang yang tidak mengenal rasa takut...” ungkap Ho Hang.
“Setelah aku berhenti dari pekerjaanku...,aku mulai mengajar anak SMA.” Ucap Jaksa Yoon dengan nada bicara yang khas. Ho Han meminta agar jaksa Yoon bisa bicara lebih cepat.
“Dia itu membosankan. Yang kami bicarakan cuma pekerjaan saja. Tapi aku bisa belajar dari dia bagaimana cara bekerja yang baik. Dia memiliki kepribadian yang bagus dan dia hebat dalam bekerja.” Kata Jaksa Cho mengangumi seniornya.

“Aku sebenarnya bekerja di tempat lain untuk sementara waktu setelah lulus kuliah. Kemudian bibiku meneleponku... Oh, Ketua Jo itu sebenarnya bibiku. Dia sedang berlibur sekarang.” Kata Penyidik Oh
Tiba-tiba Penyidik Oh mengaku kalau menyukai Bong Hee. Bong Hee pun mengecat dinding dengan menyuruh Penyidik Oh yang melakukanya. Semua menguankan kuas untuk mengcat dinding dan terlihat bahagia dengan warna cerah dan tercampur.
Joon Oh berbisik kalau kalau mereka itu sial, Bong Hee mengakui sudah menduga kalau gagal total jadi tidak tahu harus berkata apa. Semua mengambil gambar didepan cat warna warni seperti memberitahu kehidupan mereka itu sama dengan cat dinding yang berwarna warni.
THE END

FACEBOOK : Dyah Deedee  TWITTER @dyahdeedee09 

6 komentar:

  1. Hah? Abisnya gitu aja? Apa aku aja yg ngerasa ga adil. Padahal tae hi udah bunuh banyak orang tapi ga di hukum penjara seumur hidup atau dihukum mati gitu? Aish menyebalkan melihat si pembunuh berhati dingin masih bisa tersenyum sampai akhir.. btw makasih mba Dee buat recapnya, suka banget cara nulisnya 😘

    BalasHapus
  2. Aq kira 20 episode lho! Ternyata 16 ya?!
    Kok aq ngga suka endingnya ya? Rasanya terlalu dipaksakan crpet selesai. Aq kira tae ho bakal dihukum mati. Secara dia udah mbunuh setidaknya 4 org. Sang pilot, so hee, reporter kim, dan yeol. Masa iya cuma berakhir begitu aja. Padahal aq udah ngikutin dr episode satu ampe selesai ini.jd kecewa nih sama endingnya. Btw, makasih mba dee udah diBuatin recapnya.

    BalasHapus
  3. Aq kira 20 episode lho! Ternyata 16 ya?!
    Kok aq ngga suka endingnya ya? Rasanya terlalu dipaksakan crpet selesai. Aq kira tae ho bakal dihukum mati. Secara dia udah mbunuh setidaknya 4 org. Sang pilot, so hee, reporter kim, dan yeol. Masa iya cuma berakhir begitu aja. Padahal aq udah ngikutin dr episode satu ampe selesai ini.jd kecewa nih sama endingnya. Btw, makasih mba dee udah diBuatin recapnya.

    BalasHapus
  4. iya bener..ngegantung udahannya..ga puas..masa si tae ho bebas gitu aja..tapi makasih buat mbak dee yang udah bikin sinopsisnya..

    BalasHapus
  5. masa iya cuma segittu``` endingnya kok aneh banget yak,, padahal pas tae ho ngbunuh orang and melakukan kejahtan itukan bikin orang jdi greget buat ngehukum doi,, eh cuma segitu doang trus yeol apa kabar,, seenggaknya juga di ksih tau lah doi msh idup atau udah mati.. gua kira emang sampe 20 epsod ,,apa mungkin karna rantingnya rendah jd di cptin tamatnya ???? wkwkwkwkwk gua sokk pintar amat dahh

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kyaknya mayat yeol dimakan burung gagak deh. Soalnya wktu dilarutin di laut banyak gerombolan burung gagak (entah burung apa) terbang di atas mayatnya. Kepikirannya gitu aku hehe. Kurng puas deh sama endingx yah

      Hapus