Senin, 27 Maret 2017

Sinopsis Tomorrow With You Episode 15 Part 1

PS : All images credit and content copyright : TVN

Ma Rin baru saja keluar dari rumah, Yong Jin turun dari mobil dan langsung menyapanya. Ma Rin terlihat ketakutan. So Joon berjalan pulang dengan wajah panik, lalu menelp Ma Rin untuk menanyakan keberadaanya. Suara Yong Jin terdengar kalau  sedang sibuk sekarang. So Joon kaget yang mengangkat telpnya Yong Jin bukan Ma Rin.
“Seperti yang kubilang, aku sedang sibuk.”ucap Yong Jin, So Joon dengan nada penuh amarah bertanya keberadaan Yong Jin sekarang.
“Cobalah berpikir, Brengsek!! Dia bersamaku, makanya aku yang menjawab ponselnya.  Bukankah begitu?” kata Yong Jin, Ma Rin terlihat tak sadarkan diri dikursi belakang. So Joon berteriak menanyakan keadaanya.
“Kita bertemu, oke? Black box-mu ada di tanganku.” Ucap So Joon
“Kalau kau punya otak, jangan telepon polisi. Nanti kutelepon lagi. Mengerti? Si Hebat Presdir Yoo Soo Joon” kata Yong Jin dengan nada mengejek. So Joon berteriak marah karena Yong Jin langsung menutup ponselnya. 


So Joon berlari bertemu dengan Do Sik ingin tahu apakah terlambat,  So Jon memberitahu kalau Ma Rin bersama Kim Yong Jin sekarang dan tak tahu dibawa kemana istrinya itu. Do Sik mengaku tahu segalanya. So Joon pun meminta agar Do Sik pergi menemukanya.  Do Sik pikir akan menangkap Yong Jin.
“Tidak, Ma Rin dalam sekapannya. Jangan membahayakan nyawa Ma Rin seperti itu. Lagi pula, bajingan itu ingin bertemu aku. Saat Kim Yong Jin menemui aku,  kau selamatkan Ma Rin diam-diam.” ucap So Joon, Do Sik seperti takut
“Kim Yong Jin tidak akan sadar.” Kata So Joon,
“ So Joon, kau tidak akan benar-benar menemui dia, 'kan? Tidak, jangan lakukan!  Kau tidak boleh menemui bajingan itu!” ucap Do Sik tak rela So Joon pergi.

So Joon memastikan kalau Kim Yong Jin akan merebut black box darinya, Do Sik membenarka kalau Yong Jin akan mengambil. So Joon pikir  harus lebih dulu menyerahkannya pada polisi. Do Sik bertanya Apa So Joon akan naik subway sendirian setelah diancam oleh Yong Jin, dan tahu kalau So Joon tidak punya pilihan demi Ma Rin.
So Joon pikir itu sebabnya,  Yong Jin bisa meloloskan diri dan tidak akan mengulang kesalahan yang sama lagi serta memastikan Yong Jin ditahan hari ini. Do Sik mengingatkan So Joon kalau akan dalam bahaya. So Joon pikir Kalau tidak mereka selesaikan hari ini,  maka bahaya itu menghampirinya esok jadi harus menangkapnya hari ini selagi ada kesempatan, dan meminta agar menyusul Ma Rin  sekarang.
“Kau mampu menyelamatkan Ma Rin, itulah yang kuyakini. Pastikan dia selamat. Aku mempercayaimu, Ahjussi... Kau adalah ayah Ma Rin.” Ucap So Joon lalu berlari masuk mobil dan pergi. Do Sik sempat terdiam setelah itu bergegas pergi. 


Ki Doong menerima telp dari So Joon mengeluh temanya yang tidak masuk kerja lalu berteriak kaget mengetahui Yong Jin menculik Ma Rin. Ia pun sudah ada didepan gedung, melihat mobil So Joon dan menghentikanya, menanyakan kabar Ma Rin.  So Joon memberikan SD Card dan menyuruh agar membawa ke kantor polisi, Ki Doong binggung apa isinya.
“Rekaman black box Kim Yong Jin. Aku belum memeriksanya,  jadi belum tahu apa-apa. Tapi, kurasa Kim Yong Jin ada sangkut pautnya dengan kematian Ayah Se Young.” Ucap So Joon, Ki Doong tak mengerti dengan ucapan So Joon.
“Ini... bisa jadi buktinya.” Kata So Joon. Ki Doong terlihat kaget meminta S Joon menjelaskan lebih rinci dengan ayah Se Young.
“Cepat ke kantor polisi! Meski mungkin tidak ada apa-apa di rekaman itu,  kita tetap harus menangkap Kim Yong Jin.” Perintah So Joon, Ki Doong ingin mengerti situasinya lebih dulu
“Polisi tidak boleh gegabah. Jika Kim Yong Jin menyadari gerakan mereka,  maka kita tidak akan bisa menangkap dia. Aku akan melumpuhkannya dulu dan Polisi bisa bergerak setelahnya... Mari kita lihat...” ucap So Joon, Ki Doong terlihat masih binggung. 

Yong Jin membawa Ma Rin ke sebuah hutan dan berganti mobil dengan meninggalkan begitu saja. Ki Doong sudah ada di kantor polisi memberikan SD Cardnya dengan menunjuk tanggal kejadianya. Terdengar sebuah suara “Kedengaran seperti ponselku.”
Ki Doong menghentikanya dan mengulang kembali, ia pun dengan yakin kalau itu suara ayah Se Young yaitu Direktur Happiness. Suara Yong Jin meminta agar mengangkat telpnya. Detektif itu memanggil Detektif Kim sebagai penanggung-jawab dalam kasus Direktur Happiness, agar bisa mendengarkan suara dari Black Box.  Ayah Seo Young melihat kaalau Ini bukan jalan menuju bandara.
“Kudengar, Anda mengatakan sesuatu pada Presdir Choi.” Kata Yong Jin,
“Hentikan mobilnya di sini. Sepertinya lebih baik aku pergi sendiri.” Ucap Tuan Shim
“Mari buat kesepakatan.” Kata Yong Jin. 

So Joon mengemudikan mobil saat Yong Jin menelo, Yong Jin membahas kalau So Joon ingin istrinya kembali maka... So Joon sudah tahu kalau Yong Jin ingin bertemu di Stasiun Namyeong. Yong Jin memuji So Joon yang luar biasa karena sungguh bisa melihat masa depan.
“Saat terakhir kali, kau tiba-tiba menghilang di hadapanku.Aku penasaran tentangmu,  jadi menyadapmu dan akhirnya mengerti. Kau bukan orang biasa. Kau bukan tokoh utama film, maupun komik.Ternyata kau benar-benar aneh.” Ungkap Yong Jin
“Demi meraih sebanyak yang kau miliki, apa kau tahu seberapa berat perjuangan orang lain? Aku selalu bekerja keras dan mengalami banyak rasa sakit. Tapi tetap tidak meraih sebanyak dirimu. Jujur saja, itu tidak adil dan membuatku marah, Brengsek! Dasar bajingan pemalas.</i> Kau menjalani hidup yang sangat mudah, 'kan? Jadi, hadapilah rasa sakitmu sekarang.” Ucap Yong Jin tak terima

“Tetap saja, orang lain tidak menjadi sepertimu. Ya, memang aku mengetahui masa depan. Apa kau mau aku beritahu tentang nasibmu di masa depan? Hari ini, kau akan menyingkirkan aku. Kau berhasil melarikan diri. Itulah yang kau inginkan.” Kata So Joon
“Sungguh? Terima kasih banyak. Kau sangat hebat, Presdir Yoo. Apa Kau sudah tahu namun tetap menemuiku?”ejek Yong Jin
“Karena aku tidak akan membiarkannya terjadi.” Tegas So Joon. Yong Jin mengaku tak mengerti.
“Rencanaku adalah bertemu denganmu di dalam kereta. Kemudian mendapatkan black box-ku kembali,  lalu kita lihat kelanjutannya. Kau pastikan bawa black box-ku. Mengerti? Jangan sampai kau menghubungi polisi. Jika kau lakukan,  jangan harap bertemu isterimu lagi.” Ucap Yong Jin
So Joon hanya diam saja. Yong Jin berteriak marah So Joon tak menjawabnya dengan menegaskan Sekalipun polisi menangkapnya tidak akan menunjukkan tempatny dan isteriny akan mati kelaparan dan kedinginan. So Joon makin marah mengajak Yong Jin agar segera ebrtemu saja. 



Ma Rin tersadar dengan sedikit tenaganya meminta agar diselamatkan, Do Sik datang melihat Ma Rin ada dalam mobil tapi terkunci, lalu mencari batu besar memecahkan kaca mobil. Suara alarm mobil sempat berbunyi dan berhasil membuka pintu.
Ia mencoba menyadarikan Ma Rin lalu berlari mengendong keluar dari hutan. Ma Rin dengan setengah sadar bertanya siapa pria itu. Do Sik akhirnya memberitahu kalau ia adalah ayahnya. 

So Joon masuk ke dalam subway untuk bertemu dengan Yong Jin, Do Sik mengirimkan pesan kalau Ma Rin sudah dibawa  ke rumah sakit dan baik-baik saja, jangan khawatir.
Yong Jin menelp  menyuruh So Joon naiklah kereta dan ada di gerbong kedua atau ketiga dari belakang jadi akan melihat yang akan terjadi. So Joon menunggu didepan jalur kereta, menuliskan pesan
“Aku akan menghilang 90 detik setelah naik. Kau harus menangkap Kim Yong Jin dalam 90 detik.”
Di jalur masuk pintu sebelah, Ki Doong sudah bersiap naik kereta sesuai dengan perintah So Joon. Keduanya pun naik kereta di gerebong berbeda. 

Dua polisi menyuruh Ki Doong tak mengikuti mereka dan berjalan lebi dulu ke gerbong depan. So Joo berbicara dengan Yong Jin kalau akan berjalan ke depan jadi bertemu di gerbong tengah, lalu mengingat sesuatu.
“Hari itu aku mengikuti diriku sendiri untuk mencari tahu. Namun aku berbalik dan melihat diriku yang lain. Sebab itu, esok harinya aku kembali. Apa kau tahu yang kulihat? Diriku yang kemarin. Ini Tidak boleh, kau bisa membuat keadaan jadi rumit.” Gumam So Joon yang melihat diriya yang berlari menghindar.
Dua polisi yang mengejar Yong Jin kaget melihat So Joon berlari ke arah sebaliknya bahkan ada dua orang dengan Pakaiannya berbeda, lalu berlari ke arah berlawanan dari tempat So Joon.

So Joon bertemu dengan Yong Jin dengan berlari, Yong Jin heran melihat So Joon yang berlari dengan mengejek kalau begitu penasaran. Keduanya pun mulai berkelahi, penumpang yang ada didalam gerbong berteriak ketakutan dan menyingkir.
“Kau pasti kalah. Meskipun aku mati di tanganmu, kau tidak akan bisa mengalahkanku. Hidupmu sudah gagal total.” Teriak So Joon, Yong Jin marah menyuruh So Joon tutup mulut saja.
“Berikan black box-nya padaku!” perintah Yong Jin
“Jalani sisa hidupmu tanpa apa pun! Tanpa uang, kehormatan, keluarga, teman, atau apa pun juga. Layaknya sampah di jalanan!” teriak So Joon
Yong Jin makin marah dengan mencoba mencekik So Joon agar mati saja,So Joon bisa melepaskanya dan kembali berkelahi. Polisi berusaha masuk ke gerbong dengan kereta penuh orang.
Yong Jin mengeluarkan pisau dan langsung menusuk ke So Joon, So Joon kaget memegang perutnya yang berdarah dan akhirnya jatuh lalu menghilang. Yong Jin berteriak histeris, polisi datang langsung memborgol Yong Jin dan menanyakan keberadan So Joon.
Ki Doong datang langsung menangis hanya melihat darah dan So Joon menghilang. Polisi menanyakan kemana So Joon pergi. Ki Doong mengatakan kalau So Joon Tidak ada dan sudah pergi sambil menangis. Polisi tak mengerti meminta Ki Doong memberitahu kemana perginya So Joon. Ki Doong hanya bisa menangis histeris melihat kepergian temanya. 

Perawat memberitahu Ma Rin  akan bangun 1-2 jam lagi jadi meminat agar menjaganya karena perlu istirahat. Do Sik mengerti dan mengucapkan terimakasih pada perawat.
“Tolong temui aku saat kau sadar. Aku ingin bertemu denganmu.”gumam Do Sik dan akan keluar dari ruangan, Ma Rin terlihat masih tertidur memanggilnya.
“Bagaimana bisa tahu aku terkunci di dalam sana? Katanya kau Ayahku.. saat membawaku kemari tadi.” Ucap Ma Rin heran
“Kenapa kau tidak tidur saja dulu? Kita bicara setelah kau bangun. Apa ini mimpi? Sebelumnya, Ayah tidak pernah terlihat jelas di mimpiku.” Kata Ma Rin
“Ini bukan mimpi... Maafkan untuk segalanya.” Kata Do Sik 

Seorang pria masuk memanggil Ma Rin, Do Sik bertanya siapa pria itu. Detektif Kim memperlihatkan ID sebagai polisi ingin membahas tentang Kim Yong Jin. Do Sik bertanya apakah sudah menangkap Kim Yong Jin, Detektif Kim mengatakan sudah menangkapnya dan ingin menanyakan beberapa hal.
Do Sik langsung memotongnya,  mengajak bicara di luar. Polisi bertanya Do Sik, Dok Sik tak ingin membuat anaknya stres mengajak polisi agar bicara diluar saja karena Dokter mengatakan Ma Rin harus beristirahat penuh. Polisi keluar ruangan menanyakan hubungan Do Sik dengan korban. Do Sik mengaku sebagai ayahnya. Polisi pun bisa mengerti.

“Tapi... bagaimana dengan So Joon? Namanya Yoo So Joon.” Ucap Doo Sik
“Ah, saya tidak mengerti cara menjelaskannya. Saya tidak yakin apa bisa menyebutnya kasus orang hilang.” Ucap Detektif
“Apa Dia menghilang dari subway?” tanya Doo Sik, Detektif binggung karena Doo Sik bisa mengetahuinya.
“Detektif, Apakah Anda bisa pergi dulu hari ini? Kembalilah besok.” Pintau Doo Sik
Polisi pikir harus bicara dengan Song Ma Rin. Dok Sik mengatakan kalau Ma Rin itu tidak tahu apa-apa dan harus pulih dulu jadi meminta agar pengertiannya.

Ma Rin mencoba mengirimkan pesan pada suaminya, “Ponselmu tidak aktif. Apa mungkin kau sedang memburu Kim Yong Jin? Kim Yong Jin sudah ditangkap. Dan juga, aku di rumah sakit. Aku bahkan bertemu Ayahku tapi Aku tidak memahami ini. Banyak sekali yang terjadi. Cepat telepon aku saat kau membaca pesan ini.”
Doo Sik masuk melihat Ma Rin yang sudah duduk, karena seharusnya memaksa untuk tidur. Ma Rin mengaku kalau baru selesai mengirim pesan dan memberitahu kalau sudah menikah karena merasa suaminya berada dalam bahaya,  tapi tidak bisa menghubunginya dan ingin tahu yang dikatakan Detektif.
“Apa dia bertemu suamiku?” tanya Ma Rin khawatir.
“Dia di kantor polisi sekarang. Mereka menyelesaikan laporan dan perlu menulis laporan.” Kata Doo Sik berbohong, Ma Rin percaya karena itu Suaminya tidak bisa dihubungi.
“Suamiku orang yang baik. Dia hangat, lucu, dan menenangkan. Aku hidup bahagia. Tapi, apa yang terjadi hari ini? Bagaimana bisa menemukan aku?” tanya Ma Rin
“Hari ini, kau istirahatlah dulu dan Kita atur waktu bicara nanti. Kita punya banyak sekali waktu.” Kata Do Sik


Yong Jin sudah ada di polisi mengakui dengan mengaku soal Direktur Shin Sung Kyun dan Presdir Choi. Polisi pun ingin tahu tentang So Joon, Yong Jin mengatakan sudah berkali-kali mengatakanya, karena Tidak ada barang buktinya.
“Kalau dia cedera, maka bawa dia. Kalau dia mati, tunjukkan jasadnya!” ucap Yong Jin melawan. Saat itu Ki Doong datang langsung memukul Yong jin karena membunuh So Joon, Polisi langsung membawa Ki Doong yang melampiaskan amarahnya dengan menghajar Yong Jin.
Ma Rin berbaring di kamar sendirian,  berpikir kalau So Joon sangat sibuk di kantor polisi tapi seharusnya kalau mengirimkan pesan satu kali saja, lalu mencoba untuk tidur. 

Pagi hari
Doo Sik masuk kamar membawakan banyak makanan, tapi Ma Rin sudah tak ada. Sebuah note ditinggalkan “Kurasa, sebaiknya aku pulang ke rumah. Ini nomorku, tolong telepon aku. Ada banyak hal yang ingin kutahu.”
Ma Rin pulang ke rumah memanggil So Joon tapi tak ada sahutan, berpikir kalau belum pulang sambil memasak memikirkan apakah suaminya sudah makan atua belum dan yakin pasti trauma akibat insiden Ayah Se Young. Ia pun mengeluh kalau seharusnya pintar memasak dan berpikir meminta tolong pada So Ri saja. 

Saat itu ponselnya berdering, Polisi memberitahu tentang So Joon yang hilang. Ma Rin kaget dan merasa kalau ada ada salah paham karena mendengar suaminya yang pergi ke kantor polisi. Ia pun pergi ke lemar pakaian merasa kalau Kabar yang aneh sekali dan menyalahkan polisi malah tidak tahu kebenarannya dan tak mungkin mempercayainya.
Saat itu Ma Rin seperti linglung sampai mengunakan jaket berlapis padahal sudan memakai jaket yang lain. Akhirnya ia menelp Ki Doong, menceritakan kalau baru mendengar kabar aneh dari polisi.
“So Joon... So Joon... itu tidak benar, 'kan? Mereka salah orang, 'kan? Mereka bicara yang tidak-tidak... Kurasa, So Joon sedang menjelajah waktu sekarang... Dia bahkan tidak tahu kalau Kim Yong Jin sudah ditangkap, sebab itu dia mencarinya. Tapi, polisi malah berkata yang aneh” ucap So Joon sambil menangis dan jatuh lemas 

Ma Rin memberikan keterangan, merasa yakin Soo Joon akan kembali dan tahu sulit untuk dipercaya Tapi itulah yang terjadi pada suaminya setiap kali naik subway yaitu Menghilang bagai tidak pernah datang setelah itu  mendadak muncul lagi.
“Dia bahkan sempat menghilang di depan mataku, Namun.....muncul kembali. Dan Biasanya seperti itu” kata Ma Rin
“Tetap saja, aku tidak paham soal penjelajah waktu.” Kata polisi tak percaya
“Aku tidak bisa memaksa untuk percaya. Tapi, dia memang berada di dimensi lain sekarang. Mencemaskan masa kini. Seperti kataku sebelumnya,  dia kehilangan cukup banyak darah. Sebab itu, dia mungkin harus mendapat perawatan 3-5 tahun di masa depan. Teknik medis pasti sudah lebih maju di masa depan. Dia akan kembali setelah pulih. Mustahil dia tidak kembali.”kata Ma Rin. Polisi terlihat kebingungan. 

Ma Rin keluar dari kantor polisi, Ki Doong dan Se Young akan masuk melihatnya. Se Young ingin mengejarnya tapi Ki Doong menahanya agar membiarkan Ma Rin sendirian.  Polisi ikut keluar merasa kalau Ma Rin itu pasti trauma berat.
“Dia terus bicara omong kosong soal suaminya adalah penjelajah waktu. Apa dia selalu bicara melantur begitu?” kata polisi, Se Young binggung sementara Ki Doong hanya diam karena sudah mengetahuinya.
“Oh, soal Yoo So Joon...kami mencari saksi mata dan mendatangi rumah sakit terdekat.” Kata Detektif
“Anda juga melihatnya, Detektif... Dua orang mirip So Joon...” kata Ki Doong, Polisi berpikir kalau tidak sedang melihat hantu, Se Young pun menanyakan apa maksud semua ini karena tak mengerti. 

Se Young melihat banyak barang dengan bertanya apaka itu semua barang darri masa depan, Ki Doong berkomentar Banyak yang sudah dibawa pulang jadi Tidak banyak sisanya. Se Young sudah menduga So Joon punya rahasia dan Segalanya masuk akal sekarang. Ki Doong meminta maaf tidak memberitahu selama ini.
“Kau... Kudengar kau memukul si pembunuh di kantor polisi?” ucap Se Young, Ki Dong mengaku tidak bisa memukulinya.
“Maafkan aku, meski harus berakhir di penjara, aku sungguh ingin membunuh dia. Aku sungguh minta maaf.” Kata Ki Doong sambil menangis.
“Kenapa kau minta maaf? Aku bersyukur memilikimu. Kalau kau tidak ada, maka aku tidak akan bisa melewati semuanya.” Ucap Se Young memeluk Ki Doong dan ikut menangis. 

Se Young memastikan kalau So Joon akan baik-baik saja dan ingin tahu dengan keadaan Ma Rin, Ki Doong mengaku takut Ma Rin akan mencari-cari So Joon seperti orang gila.
Ma Rin berusaha berjalan disepanjang gerbong kereta untuk mencari So Joon karena yakin pasti akan bertemu. Ia  menunggu didepan pintu stasiun, sampai akhirnya kepala stasiun memberitahu kalau tadi kereta terakhir, M Rin hanya bisa menangis mengetahui So Joon yang tak kembali. 

Pengacara memberikan selembar surat diberika pada Ki Doong. Ki Doong tak percaya semua ini, So Joon menyiapkannya sebagai jaga-jaga. Pengacar pikir ini mungkin berkat firasat. Jika terjadi sesuatu pada So Joon, diminta menyerahkannya pada Ki Doong.
“Sampai beliau kembali nanti, beliau menunjuk Direktur Wang sebagai Presdir sementara. Dan Juga, ini rencana operasional untuk perusahaan. Sampai beliau kembali, beliau tidak ingin memulai proyek,  cukup menguatkan fondasi perusahaan.” Ucap Pengacara. 

Ki Doong duduk diam mengingat permintaan So Joon yang disampaikan oleh pengacara “Intinya, beliau ingin perusahaan tetap aman dan stabil.”
“Dia sudah tahu berbahaya. Hari itu dengan bodohnya dia tetap pergi.” Ucap Ki Doong kesal
Ia teringata perkataan So Joon diatap kalau bertemu di rumahnya tanggal 3 Desember tahun inikarean Ada yang ingin ditanyakan jadi Apa pun yang terjadi,  hari itu harus di rumah serta akan menjelaskanya. 


Ki Doong langsung menelp,  Ma rin kalau menemukan cara menemui So Joon. Ma Rin bertanya apa itu. Ki Doong mengatakan kalau itu bukan So Joon masa kini, Tapi So Joon tetaplah So Joon. Ma Rin tak mengerti maksud dari ucapan Ki Doong.
“So Joon dari masa lalu akan datang. Dia punya janji denganku yaitu Dia janji menemuiku tanggal 3 Desember. Ada yang ingin dia tanyakan.” Kata Ki Doong
“Berarti...So Joon dari masa lalu akan menemuimu besok.”kata Ma Rin
“Ya, kau bisa menemui dia dan memberitahu semua tentang Kim Yong Jin. Kita bisa mencegah tragedi ini. Dan bukankan masa sekarang akan berubah? Kau harus menemui So Joon besok.” Kata Ki Doong, Ma Rin pun setuju.
Bersambung ke part 2

FACEBOOK : Dyah Deedee  TWITTER @dyahdeedee09 
INSTRAGRAM dyahdeedee09  FANPAGE Korean drama addicted

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar