Kamis, 30 Maret 2017

Sinopsis Radiant Office Episode 5 Part 2

PS : All images credit and content copyright : MBC
Ki Taek melihat Ji Na yang ada di halte, membahas kalau dirinya bisa mengerti selalu marah-marah saat menelpnya  malam-malam, ternyata kelelahan bekerja lembur. Ji Na menyindir Ki Taek bisa sadar setelah berkerja. Ki Taek mengaku tidak tahu sebelumnya.
“Kenapa kau bicara denganku? Pulang saja kau.” Ucap Ji Na ketus, Ki Taek hanya diam saja.
“Apa Kau ingin aku minta maaf padamu? Haruskah aku minta maaf karena berbohong pada rekan kerjaku soal ujian PNS-mu?” kata Ji Na dengan nada tinggi, Ki Taek mengatakan bukan itu maksudnya.
“Aku yakin kau pasti akan berkata bahwa kau sudah berusaha yang terbaik. Padahal kesempatan akhirnya datang kepadamu. Kau bahkan tak ikut wawancara dan pergi begitu saja. Kenapa Bisa-bisanya kau pergi begitu saja seperti itu? Apa kau itu bodoh?” ucap Ji Na marah
Ki Taek ingin menjelaskan, tapi akhirnya Ji Na mengaku kalau ia cerita Ki Taek lulus ujian PNS karena teman-temnya terus menanyainya dan berpikir agar mantan pacarnya tahu kalau ia sangat ingin Ki Taek memang benar-benar lulus ujian. Ia yakin harga diri Ki taek terluka tapi bukan maksud seperti itu berbohong.  Ji Na langsung menghentikan taksi, Ki Taek memanggilnya.
“Aku ingin minta maaf padamu karena membuatmu bohong seperti itu. Maafkan aku.” Ucap Ki Taek, Ji Na tak memperdulikanya lalu masuk ked dalam taksi.
“Aigoo, pasti jauh lebih mudah aku menangani perasaan ini kalau dia tidak kerja di perusahaanku. Kenapa dia terus muncul di depanku dan membuatku jengkel?” keluh Ji Na sambil menangis karena kesal. 


Woo Jin bertemu dengan ketiganya berpikir kalau ketiganya tidak berhasil. Ho Wo mengatakan kalau masih mengusahakannya dan , jika bisa kasih waktu yang cukup.. Woo Jin bertanya  Apa ada tes yang dikasih perpanjangan waktu jika tidak bisa menyelesaikannya. Ki Taek pikir kalau  ada ujian kedua.
“Itu...kalau mereka yang lulus ujian pertama.” Kata Woo Jin. Ji Na menasehati Ki Taek agar diam saja
“Orang-orang perusahaan itu tidak mau bertemu dengan kami. Karena itulah kami sedang mencari perusahaan baru.” Jelas Ho Won
“Eun Ho Won, apa kau masih yakin kalau. kalian layak menjadi karyawan tetap? Kalian tidak akan memenuhi syarat untuk posisi tetap.” Tegas Woo Jin 

Ji Na mengangkat telp lalu memberikan pada Ho Won karena ada yang ingin bicara denganya. Ho Won mengangkat telp, Presdir menelp mengucapkan terimakasih pada Ho Won kalau merasa hidup karenanya, karena dokter mengatakan ia menderita sirosis. Ho Won tak percary mendengarnya lalu mengucapkan terimakasih.
“Manager Seo, kita bisa melanjutkan. kontrak dengan Modern Goods. Dia bilang akan mengirim pesanan Hauline lebih dulu” ucap Ho Won dengan wajah sumringah, Ki Taek dan Kang Ho melonggo mendengarnya.
“Baguslah... Terima pesanannya sesuai jadwal.” Ucap Woo Jin lalu masuk ke ruanganya.
Ho Won dkk terlihat bahagia, Woo Jin melihat dari celah jendela seperti tak percaya kalau Ho Won bisa membuktikan bisa mendapatkan kontrak yang selama ini tak bisa didapatkan oleh pegawai lainya. 

Kkot Bi berkomentar kalau Ho Woon itu memang tak terkalahkan, HoWn pun menceritakan kalau Dokter mendiagnosis menderita sirosis karena Gejalanya dada memerah dan kulit menguning dan Ayahnya dulu punya gejala yang sama jadi bisa mengetahuinya langsung.
“Bagus. Kau penyelamat Presdir itu.” Ungkap Ki Taek bangga
“Tapi tetap saja, kalian hampir tidak selamat dari niat jahat Manager Seo.” Ucap Kkot Bi, ketiganya mengeluh tak ingin Kkot Bi mengatakan hal itu.
“Kenapa? Banyak orang yang dihancurkan oleh GM Seo belakangan ini.” Ucp Kkot Bi
Mereka pun penasaran siapa lagi yang  ingin dihancurkannya. Kkot Bi mengatakan Karakter kejam Woo Jin  itulah yang membuatnya menawan. Ho Won mengernyit, kalau Menawan, dimata Kkot Bi sebenarnya jahat. Bahkan tidak pernah memuji mereka.
“Yang dia katakan cuma menyuruh kami terima produk pesanan sesuai jadwal. Mengerikan sekali dia itu.” Ungkap Ho Won, Kkot Bi tetap melihat Woo Jin itu tampan.
“Dia tampan, dan punya karir bagus bahkan Badannya juga bagus.” Kata Kko Bi, Ho Won menambahkan kalau  Kepribadiannya mengerikan.
“Dia menarik karena dia tidak ramah. Semua karyawan perempuan di lantai 10, 11, dan 12 tergila-gila padanya.”kata Kkot Bi 

Saat itu Woo Jin masuk pantry, Semua pun langsung berdiri.  Woo Jin bertanya Apa direktur utama ada di tempat. Kkot Bi mengatakan Direktur Han sedang rapat di luar dan menyarankan menghubungi untuk menghubunginya jika Beliau sudah kembali. Woo Jin pikir tak perlu.
“Kalau begitu, selamat beraktivitas, Manager Seo.” Ucap Kkot Bi begitu juga yang lainya bergegas pergi.
Ho Woon yang gugup hampir menabrak kursi, Woo Jin terus memperhatikanya sambil bertanya Bagaimana caranya Ho Won bisa membuat kontrak dengan perusahaan itu 

Ji Na sibuk melihat layar komputer dengan diskon 70 persen. Ho Won bertanya apakah Bantalnya harus dipesan 1.000 bantal. Ji Na membenarkan dan pastikan pesanannya datang sebelum produk ranjang dikirim. Ho Won mengerti meminta Ji N agar memberikan tandatangan, Ji Na dengan cepat memberikan tanda tangan karena ingin mendapatkan barang diskon. 

Kang Ho menerima telp dari seseorang, lalu bertemu dengan seorang anak kecil dengan bertanya apakah suka dengan eskrim. Si anak  mengangguk dengan makan es krimnya, Kang Ho memberitahu Ibunay sibuk hari ini dan bertanya apakah ayahnya sibuk juga.
“Ayahku tak ada. Aku cuma ketemu Ayah waktu Natal kemarin.” Ucap si anak kecil
“Apa ayahmu sedang pergi?”tanya Kang Ho
“Aku cuma hidup dengan ibuku saja.” Kata si anak kecil 

Suk Kyung datang memanggil anaknya yang bernama Ah Young. Ah Young pun langsung menghampiri ibunya, Kang Ho memberitahu kalau Ah Young tadi tidak bisa menghubunginya dan bertanya apakah sudah membaca pesan yang dikirimkanya. Suk Kyung mengangguk.
“Aku jadi menyita waktu kerjamu. Maaf.” Kata Suk Kyung, Kang Ho pikir tak masalah.
“Ah Young pintar bicara dan juga manis sekali.” Puji Kang Ho, Suk Kyung memastikan tadi anaknya itu tak menangis.
“Tidak, dia malah sopan sekali, dan tidak menangis.” Kata Kang Ho, Suk Kyung pun mengucapkan terimakasih pada juniornya  menyuruh lebih dulu kembali ke kantor lagi dan  akan menyusul. Kang Ho mengangguk mengerti.
“Kang Ho... Kuharap kau tidak memberitahu rekan kerja lainnya soal hari ini.” Ucap Suk Kyung
“Tentu saja tidak. Jangan khawatir.” Kata Kang Ho lalu menatap Suk Kyung dan anaknya sedang berbicara dari kejauhan kalau Kang Ho tadi yang membelikanya es krim. 

Ho Won sedang berjalan dilorong, Dokter Seo memangilnya. Ho Won kaget sempat menjatukan lembaran berkas dan Dokter Seo membantu membereskanya.  Ho Won pun menanyakan alasan Dokter Seo datang Dokter Seo mengaku baru menyerahkan beberapa dokumen terkait pemeriksaan kesehatan karyawan dan mengaku senang bertemu dengan Ho Won, Ho Won pun juga mengaku senang juga.
“Bagaimana kerjaanmu? Apa Kau senang kerja disini?” tanya Dokter Seo
“Kalau aku, aku belum pernah bekerja di kantor. Aku ingin tahu rasanya seperti apa.” Ucap Ho Won polos
“Bukankah kau bilang ada karyawan baru lainnya?” ucap Dokter Seo, Ho Won membenarkan ada dua orang
“Awal pertemuan kami saja sangat spesial.cKalau aku cerita, Dokter pasti kaget. Kau pasti terheran-heran mendengar ceritanya.” Ucap Ho Won yang tak tahu kalau Dokter Seo masih mengingat dengan ketiga pasienya.
“Memangnya kalian bertemunya seperti apa? Aku jadi penasaran.” Ucap Dokter Seo sengaja berpura-pura tak tahu.
Ho Won mengakuCeritanya panjang dan tak tahu harus memulai darimana. Woo Jin sedang lewat melihat Ho Won malah berbicara dengan seorang pria di jam kerja, lalu menatap wajah Dokter Seo dan mengingat pada saat Tuan Heo memperlihatkan foto seorang pria yang bertemu dengan Manager Park. 

Tuan Heo merasa kalau Dokter Seo itu sepertinya pencari tenaga kerja. Woo Jin yakin kalau  Antara Manager Park dan Eun Ho Won ada dokter Seo karena sebelumnya melihat datang ke kantor dan meminta agar Tuan Heo segera mencari tahu. Tuan Heo mengangguk mengerti. 

Ho Won kembali ke ruangan dengan wajah bahagia, diam-diam Woo Ji melihat dari ruangan, Ji Na memberikan tugas dan wajah Ho Won terlihat sumringah menerimanya.
Sementara diluar gedung, Dokter Seo menelp seseorang kalau bisa mengirim naskahnya malam ini dan Sudah hampir selesai, lalu bertanya  Kapan bukunya diterbitkan. 

Ki Taek memberikan sampel dari Modern Goods. Ji Na melihat Kelihatannya bagus dan mirip dengan yang di foto lalu melihat kontrak pemesanan dan melonggo tak percaya karena memejam 1000 buah. Ki Taek membenarkan sesuai dengan surat kontrak. Ji Na pikir Ki Taek sduah gila karena harga bantalnya saja sudah mahal.
“Kenapa kita pesan 1.000?” ucap Ji Na binggung, Ki Taek memberitahu kalau Ji Na sendiri yang menandatanganinya. Ji Na mengingat saat itu sedang berusaha mendapatkan diskon dan buru-buru menandatangi tanpa memeriksanya.
Ji Na langsung ketakutan, Ki Taek pun bertanya apa masalahnya. Ji Na menjelaskan seharusnya memesan setengahnya dan membuat pesanan tambahan tapi tak fokus saat sedang menandatanganinya, padahal Hanya ada satu bantal per tempat tidur menurutnya Kalaupun terjual, tetap saja ini jadi masalah. Ki Taek bertanya apakah tak ada solusi lainya
 “Mereka mungkin sudah mulai memproduksi bantalnya. GM Seo pasti takkan memaafkan hal ini. Aku saja sudah gugup berhadapan dengan dia karena dia tidak puas dengan kinerjaku.” Ucap Ji Na sangat khawatir
“Bilang saja kalau itu salahku. Lagipula aku hanya karyawan sementara. Aku nanti akan jelaskan padanya kalau itu salahku, jadi jangan khawatir.”ucap Ki Taek 

Ho Won sedari tadi mendengar keduanya sedang berbicara dan melihat Ki Taek gugup didepan ruangan Woo Jin, akhirnya Ho Won menepuknya mengatakankalau ia saja yang masuk karena  lebih berani dan sudah biasa dimarahi GM Seo.
“Lagipula, aku sendiri yang menanyakan Asisten Ha apa kita harus pesan 1000 bantal. Aku yang salah karena tidak teliti.” Ucap Ho Won, Ki Taek seperti tak yakin Ho Won bisa melakukanya.
“Manager Seo paling curiga denganku. Kau juga tidak boleh kena marah olehnya. Selain itu..., aku juga tidak mengincar posisi tetap.” Kata Ho Won lalu mengetuk pintu dan masuk. 

Tuan Heo sedang bicara dengan Woo Jin dan mempersilahkan Ho Won bicara lebih dulu.  Ho Won meminta maaf karena  membuat kesalahan pemesanan bantal karena mengirim 1.000 bantal sekaligus..., jadi banyak bantal sisa yang tak digunakan. Woo Jin tak percaya mendengarnya.
“Maksudmu kau membuat kesalahan pesanan dan banyak sisa bantal?” kata Woo Jin, Ho Won meminta maaf dan akan mencari solusi terkait bantal sisanya.
“Jika bisa terjual habis, sisanya takkan banyak...” ucap Ho Won langsung disela oleh Woo Jin.
“Bagaimana kau bisa cari solusinya?” tanya Woo Jin, Ho Won pikir nanti masih ada acara penampilan produk mendatang...
“Apa itu artinya cari solusi sendiri?”sindir Woo Jin,  Menurut Wo Jin mereka bisa menampilkannya di acara penampilan produk berikutnya.

“Kau ini sama sekali tidak merasa bersalah rupanya.” Ejek Woo Jin, Ho Won mengaku kalau malah merasa sangat tidak enak dan seharusnya mengecek dua kali berapa pesanannya serta memang ceroboh.
Woo Jin langsung menyuruh Ho Won keluar perusahaan ini sekarang. Ho Won kaget mendengarnya karena dipecat. Woo Jin mengingatkan perkataan sebelumnya
“Tidak ada kesalahan lagi yang diperbolehkan.Jika kau membuat kesalahan lagi, maka kau akan dipecat. Aku tidak akan membiarkanmu berada di kantor ini walau sedetik pun.” Ucap Woo Jin, Ho Won pun setuju.
Woo Jin ingat kalau saat itu Ho Won menyetujuinya dan memutuskan kalau Ho Won akan menerima pemberitahuan pemecatan resmi jadi pergi saja. Ho Won dengan mata berkaca-kaca tak percaya Woo Jin bisa memecatnay begitu saja.
“Kau tidak akan buat kesalahan seandainya kau sungguh-sungguh bekerja.” Ucap Woo Jin


“Manager Seo.. Terkadang, orang punya alasan kenapa mereka harus merahasiakan sesuatu. Ada situasi di mana Anda tidak bisa langsung jujur dan terbuka. Semua hal tidak kelihatan seperti di luarnya.” Ucap Ho Won, Woo Jin pun bertanya “lalu kenapa?”
“Karena alasan-alasan dan situasimu, apakah perusahaan harus merugi? Menurutmu begitu?” ucap Woo Jin, Ho Won mengatakan kalau bukan seperi itu maksudnya.
“Aku sangat risih dengan situasimu sampai kau tidak bisa membicarakannya. Kenapa kau melakukan sesuatu yang tidak bisa kau bicarakan? Kau harusnya bertanggung jawab atas tindakanmu. Begitulah caranya bekerja. Janji adalah janji, dan aku jelas-jelas sudah memperingatkanmu.” Tegas Woo Jin

Ho Won pun setuju,  akan berhenti dan akan pergi dari perusahaan lalu keluar dari ruangan dengan mengambil tasnya dan pergi. Tuan Heo menanyakan pendapat Woo Jin apakah Ho Won itu diterima dengan proses tidak adil dan itu sebabnya terlalu keras padanya. Woo Jin hanya melihat dari kejauhan Ho Won yang pergi dan dikerja oleh dua rekan kerjanya. 

 Ki Taek menahan Ho Won sampai dilobby,  menurutnya tidak bisa berhenti seperti ini dan nanti akan menjelaskan yang sebenarnya pada Manager Seo. Ho Won memberitahu kalau sudah berjanji padanya waktu dipindah ke tim pemasaran dan tadi lupa soal janji itu.
“Selain itu juga... Aku tak bisa lama-lama kerja disini. Jangan seperti ini. Aku sungguh ingin beristirahat.” Ucap Ho Won
“Kau tidak salah apa-apa. Kenapa kau...” kata Ki Taek tak bisa berkata-kata lagi karena merasa bersalah.
“Benar. Ayo kita bicara baik-baik dengana Manager Seo lagi” ucap Kang Ho, Ho Won pikir mereka Jangan khawatirkannya lalu bergegas pergi.

Ho Won mengumpat kesal pada Woo Jin berpikir kalau dirinya sehebat itu, dan berpikir kalau tidak pernah melakukan kesalahan. Padahal ia cuma ingin bekerja dan kenapa Woo Jin tak bisa membiarkannya bekerja. Ia melihat mesin mainan dengan pemukul palu, lalu melampiaskan amarah dengan marmut yang keluar dari ruangan. 


Home shopping pun dimulai, Suk Kyung menonton bersama Direktur Han dalam ruanganya, Suk Kyung berkeomentar kalau strategi Manager Seo sudah tepat. Direktur Han membenarkan kalau Sepertinya Woo Jin tahu betul tugasnya.
“Padahal aku berharapnya dia buat kesalahan.” Komenta Direktur Han yang tak suka dengan Woo Jin
“Titik penjualannya sangat jelas. Daripada memasang harga gratis yang tidak diperlukan konsumen..., maka dia memasang harga yang kompetitif dan termasuk kupon diskon untuk mendorong konsumen membeli lagi produk kita.” Jelas Suk Kyung, Direktur Han seperti tak begitu peduli menyuruh Suk Kyung keluar dari ruanganya.
“Tapi, kapan GM Park pulang dari kunjungan kerjanya?” tanya Direktur Han seperti kehilangan soulmatenya. 

Woo Jin dan Ji Na menonton dari studio saat penanyakan home shopping produk mereka, lalu pembaca acara memberitahu kalau Produknya sudah terjual habis. Ji Na terlihat bahagia kalau Semua unit telah terjual habis, begitu juga Woo Jin. PD acara pun mendatangi Woo Jin setelah acara.
“Selamat, Manager Seo... Kau ingin jam tayangnya setelah jam kerja untuk mencapai target audiens. Perkiraanmu memang benar. Terima kasih atas hari ini.”ucap PD, Woo Jin pun tersenyum dengan mengucapkan terimakasih. 

Ho Won dan Hyo Ri bersulang, Hyo Ri melihat Ho Won tumben karean memberi bir padahal irit dengan uang, Ho Won mengatakan kalau dirinya tidak iri tapi  tidak menghabiskan uang karena memang tak punya uang serta tidak ingin minum sendirian.
“Apa ada masalah?” tanya Hyo Ri melihat wajah Ho Won yang sendu
“Hei, apa kau tahu pekerjaan paruh waktu yang bayarannya besar? Situasiku lagi darurat.” Ucap Ho Won, Hyo Ri bertanya apakah Ho Won dipecat dengan wajah sumringah. Ho Won tak ingin Hyo Ri membahasnya.
“Kerja fisik bisa jadi obat terbaik buat melupakan masalahmu. Aku tahu pekerjaan yang bayarannya 10 ribu won per jam. Apa Kau mau?” kata Hyo Ri, Ho Won pun langsung bertanya apa perkerjaanya.

Ho Won masuk rumah dan melonggo melihat semua barang berantakan, bekas bir dan makana tak dibuang. Ia pikir rumah itu seperti kandang babi dan menurutnya memang pekerjaan fisik yang berat dan bertanya-tanya Butuh waktu berapa jam membersihkan ini semua.
Sebelum berkerja Ho Won melihat lembaran kertas dengan bertuliskan [Aturan bagi pembantu rumah tangga] Ia merasa seperti mengingatkan pada seseorang. Ho Won pun akhirnya membersihkan semuanya, dari bekas makanan dan botol kaleng bir, baju dan mengepel lantai bahkan memasak 

Woo Jin pulang ke rumah melihat semua sudah rapih, lalu melihat diatas kompor ada panci kecil padahal tidak menyuruh pembantunya masak dan mengerjakan sesuatu yang tidak disuruh, lalu ia mencoba kuah supnya dan memuji kalau rasanya enak dan mencari nasi instan.
Pagi Hari
Woo Jin menelp kalau Ahjumma pembantu rumah tangga ini lumayan juga jadi ingin dia jadi pembantunya seterusnya dan menutup telpnya tepat saat manager Park masuk. 

Manager Park baru mendengar kalau Wo Jin memecat Ho Won.  Wo Jin membenarkan. Manager Park pun menyindir Woo Jin berani memecat orang yang dipekerjakan. Woo Jin tahu tapi Ho Won adalah timnya dan Manager Park sendiri yang menyuruhnya menerima Ho Won.
“Manager Seo.. Kau cuma berhasil satu kali dengan saluran home shopping itu. Bukannya kau ini terlalu sombong?” ejek Manager Park 

Ho Won kembali berkerja dan melihat sebuah amplop danjuga Note dengan tulisan "Aku suka sekali dengan sup-nya. Terima kasih." Ia pikir kalau majikanya itu baik dan mulai berkerja dengan mencuci pakaian bahkan sampai tertidur menunggunya.
Ho Won pulang kerumah melihat tanaman yang dulu terbengkalai sudah ada di dalam pot rapi merasa tidak akan khawatir kalau karyawannya bisa bekerja seperti Ahjumma yang berkerja dirumahnya bahkan  Seleranya bagus. 

Woo Jin baru saja sampai kantor dan mendengar bunyi telp di meja Ho Won, lalu mengangkatnya. Pegawaidari Modern Goods memberitahu kala mereka sudah memesan bantal tapi belum membayarnya jadi meminta agar bicara dengan orang yang ditugaskan.
“Oh, mungkin Eun Ho Won maksudmu. Dia telah mengundurkan diri.” Kata Woo Jin, Si Pegawai mengatakan bukan Ho Won tapi yang menandantanginya perkiraan kontrak pesanannya adalah Ha Ji Na.
Woo Jin pergi ke tempat berkas melihat berkas [Penjualan Q Home Shopping Maret 2017] dan mencari Konfirmasi Pesanan , dibagian bawah tertulis kalau Penanggung Jawab: Asisten Manajer Ha Ji Na. Woo Jin binggung dengan Ho Won seperti menutupinya. 

Ho Won duduk di ruangan tengah melihat majalah menurutnya  Furnitur perusahaan mereka jauh lebih bagus, karena silau terkena sinar matahari ingin menutup tirai tapi dikagetkan dengan melihat foto Woo Jin sedang memegang sebuah piala.
Ia kaget dan melihat tumpukan buku berjudul “Fashion Marketing, Prinsip Pemasaran” dan akan bergegas pergi tapi Woo Jin lebih dulu masuk setelah bekerja. 
Ho Won pun bersembunyi dibalik lemari, Woo Jin berbicara dengan ayahnya di telp  dengan menanyakan kabar ayahnya, setelah itu menganti pakaian dan menutup lemari tanpa sadar Ho Won bersembunyi.

Ho Won mencoba keluar saat Woo Jin ada dikamar mandi, tapi Woo Jin cepat sekali keluar dan Ho Won buru-buru kembali  bersembunyi. Woo Jin mengambil sekaleng bir dengan menonton berita tentang Korea Utara menguji kinerja rudal dengan mesin tambahan.
Woo Jin tersadar merasa tak menurutnya tirai, tapi berpikir mungkin dirinya lupa. Saat itu mengingat Ho Won berpikir seperti super women dan tak mengerti yang ada dalam otaknya atau selimu yang menutupi kesalahan orang lain.
Akhirnya Woo Jin mengeluarkan ponselnya dan ingin menelp Ho Won tapi terdengar bunyi ponsel dalam rumahnya, lalu mencoba untuk mencari dengan membawa kain pel untuk menceknya. Sebuah tangan keluar dari lemari, Ho Won memberitahu kalau itu ia yang bersembunyi, Woo Jin terlihat kaget dengan hanya mengunakan pakaian dalam.
Bersambung ke episode 6
  
FACEBOOK : Dyah Deedee  TWITTER @dyahdeedee09 
INSTRAGRAM dyahdeedee09  FANPAGE Korean drama addicted

Tidak ada komentar:

Posting Komentar