Rabu, 29 Maret 2017

Sinopsis Ms Perfect Episode 9 Part 1

PS : All images credit and content copyright : KBS
Bong Goo akhirnya sadar dan ingin menyakinkan agar menatapnya kalau memang benar Na Mi, sang adik tiri. Na Mi sempat tertunduk menyembunyikan wajahnya.  Jae Bok kaget saaat Bong Goo melepaskan topi ternyata memang benar Na Mi. Bong Goo melihat ada luka lebam diwajah adiknya.
Na Mi ingin segera pergi, Bong Goo menahanya, Jae Bok juga ikut menahanya dengan memeluk Na Mi, Karena tidak boleh pergi ke mana pun. Na Mi pun berada ditengah-tengah dengan dipeluk keduanya. 

Nyonya Choi gelisah mengingat kembali saat Jae Bok memberikan bros dengan mengatakan ditemukan di tempat Jung Na Mi di Hari disaat  Na Mi meninggal dan ia yang menjatuhkannya.
Flash Back
Nyonya Choi memarahi Na Mi yang tak mau pergi jauh dan ingin mencoba untuk membunuh mereka semua.  Na Mi bersumpah tidak akan mengatakan apapun jadi meminta tolong agar membiarkan pergi dengan Jung Hee dan akan  mengembalikan uangnya. Nyonya Choi langsung memberikan tamparan pada Na Mi
“Kenapa kau selalu memukulku! kau seharusnya bertindak halus!” teriak Na Mi
“Aku akan membunuhmu dengan tanganku..Sadarlah kau brengsek!!” ucap Nyonya Choi sambil mengumpat Na Mi agar mati saja.
Ia memukul Na Mi dengan tasnya, lalu tanpa sadar brosnya terjatuh. Na Mi berusaha kabur keluar rumah, karena licin hilang keseimbangan dan jatuh ditanga. Nyonya Choi panik karena takut dianggap membunuhnya, lalu bergegas mengambil tasnya dan keluar dari rumah Na Mi. 

Nyonya Choi merasa kesal sendiri karena tak meyadarinya, Eun Hee masuk kamar memberikan tiket agar Nyonya Choi meninnggalkan negara ini. Sekarang juga. Nyonya Choi menegaskan akan memperbaikinya. Eun HEe bertanya Bagaimana cara Nyonya Choi akan memperbaikinya sekarang.
“Kalau ibu tertangkap karena membunuh Jung Na Mi, Bukan ibu yang satu satunya Hancur..Aku juga akan hancur Setelah semua yang kulakukan untuk sampai ke sini, itu akan berakhir.. Dia ... Dia akhirnya ... Dia akhirnya sudah disisiku.” Ucap Eun Hee.
“Jangan khawatir. Aku akan memperbaiki segalanya.. Walaupun taruhannya hidupku.. Kau tidak dirugikan. aku janji...” kata Nyonya Choi menyakinkan
“Aku sudah rugi, Apa Ini akan berakhir begitu saja? Bagaimana Bryan? Apa kau ingin menghancurkan hidup Bryan yang tidak bersalah Karena ibu?” ucap Eun Hee terlihat mengeluarkan semua amarahnya.
Ia mengambil baju didalam  lemari untuk dimasukan ke dalam koper agar segera pergi. 

Sementara Na Mi meminum habis botol air minum dengan mengucapkan perasaan lega. Bong Goo mengeluh dengan sikap Na Mi seperti tak tahu betapa sedih karena adik tirinya itu.  Na Mi tak pecaya mengaku sangat tersentuh.
“Ngomong-ngomong, Kenapa wajahmu? Apa kau dipukul?  Siapa yang melakukannya? Apa yang terjadi?”tanya Jae Bok
“Aku terjatuh saat melarikan diri.” Akui  Na Mi, Jae Bok kaget berpikir Na Mi baru saja dikurung
“Kau terlibat dengan beberapa geng, lalua Kau dibawa ke pulau, kan?”kata Bong Goo menuduh, Na Mi menyangkalnya.
“Bagaimana dengan Jung Hee Oppa?” tanya Na Mi khawatir, Jae Bok heran Na Mi malah menanyakan suaminya dalam situasi begini.
“Tapi, Nyonya.. jangan katakan padanya kalau aku masih hidup. Jangan bilang siapa-siapa. Kalau aku ketahuan,maka aku akan mati. Sungguh!” ucap Na Mi
Jae Bok binggung kenapa Na Mi akan mati. Na Mi hanya diam, Bong Goo mulai kesal meminta agar Na Mi harus memberitahunya. Saat itu terdengar bunyi bel, Bong Goo binggung karena tak memanggil siapaun. 


Jae Bok menyuruh Bong Goo segera keluar dan bersembunyi bersama Na Mi, Na Mi pikir mereka pasti menangkapnya.  Bong Goo akhirnya membuka pintu melihat seorang pria dengan wajah di tutup topi, mengakutinggal di lantai bawah.
“Apa Kau benar-benar tetangga bawah?” ucap Bong Goo melihat gerak gerik pria yang mencurigkan.
“Berisik.. Tolong pelankan suara.” Ucap si pria. Bong Goo bisa tahu kalau pria itu tidak tinggal di lantai bawah.
Saat itu Na Mi keluar dari rumah melihat si pria yang ikut kabur, Bong Goo dan Jae Bok mengejarnya, sampai didepan jalan Na Mi berlari menyeberang jalan tak melihat ada truk yang lewat. Keduanya melotot kaget, tapi saat truk pergi Na Mi sudah tak terlihat. 

Jae Bok pulang kerumah, menaruh sepatunya lalu teringat saat Eun HEe meminjamkan sepatu dan sangat pas dengan kakinya, berpikir kalau  mereka kembar di kehidupan lalu. Ia akhirnya mencoba sepatu milik Eun Hee di rak lainya, tapi hasilnya tak cukup karena terlalu kecil. 

Di Kamar
Nyonya Choi berlutut memohon agar jangan melakukan dan melindunginya denga memanggil  Eun Kyung. Eun Hee menegaskan kalau namanya itu Lee Eun Hee. Nyonya Choi memohon kalau akan menanggung semuanya. Saat itu Jae Bok melihat Nyonya Choi yang berlutut, Eun Hee kaget dan Nyonya Choi langsung membalikan badan menghapus air matanya.
“Maaf. Aku mendengar suara keras, jadi datang untuk memeriksanya. Apa kau akan pergi?”ucap Jae Bok melihat ada koper. Nyonya Choi sinis mengatakan kalau itu bukan urusan Jae Bok.
“Apa Karena bros?” tanya Jae Bok. Nyonya Choi tetap menyangkal kalau itu bukan milikinya. Eun Hee mengajak Jae Bok agar segera keluar.  Jae Bok melihat ada sebuah figura di lantai, Nyonya Choi langsung mengambilnya.
“Mereka pasti anak-anakmu” kata Jae Bok merasa kasihan. Nyonya Choi menyuruh keduanya keluar saja.
“Aku tidak suka orang-orang datang ke kamarku.” Kata Nyonya Choi sinis. 


Eun Hee memberitahu Nyonya Choi itu sebenarnya wanita yang baik, tapi bisa histeris dan itu memang Aneh, lalu bertanya ada bukti lain yang ditemukan dalam kasus Jung Na Mi. Jae Bok memiliki sebuah permintaan karena besok harus pergi ke suatu tempat tapi tidak punya Sepatu hak  jadi meminta pinjam sepatunya. Eun Hee pun memperbolehkanya.
Jae Bok  pikir bisa memilihnya sendiri dan sudah mengintip sebelumnya, dan melihat banyak sepatu yang bagus Karena ukurannya sama, dengan sengaja berpura-pura tak tahu. Eun Hee terlihat panik, Jae Bok memilih sebuah sepatu heels dan kekecilan.
“Ini Aneh .. Sepatu yang kau pinjamkan kemarin pas, Bahkan Kau juga senang dan  bilang kita punya ukuran yang sama, serta mungkin kembar.” Ucap Jae Bok
“Sepatu yang kakak pakai waktu itu tidak cocok denganku, Sedikit kebesaran, aku memakainya hari itu untuk menukarnya” ucap Eun Hee berdalih kembali
“Lalu kenapa kau mengatakan ukuran kita sama?” tanya Jae Bok, Sementara Jung Hee keluar kamar binggung melihat istirnya yang belum pulang. 


Akhirnya Eun Hee mengaku kalau itu seperti basa basi, yang akan mendekatkan seseorang. Jae Bok benar-benar tak percaya mendengarnya. Jung Hee melihat istrinya, Jae Bok bertenya malu kemana Jung Hee. Jung Hee mengaku akan menunggu diluar karena mengatakaan akan terlambat. Eun Hee terlihat cemburu mendengarnya.
“Kalau begitu, aku akan menganggapnya seperti katamu “BASA BASI” kata Jae Bok. Jung Hee binggung apa maksudnya saat itu ponselnya berdering dari nama yang tak dikenal.
“ Ini spam lagi...Spam” kata Jung Hee, Jae Bok terlihat berpikir itu  Na Mi lalu menyuruh agar mengangkatnya.
Jung Hee mengangkatnya tapi tak ada menyahut, Jae Bok langsung mengambil ponsel dari tangan suaminya dan menyuruhnya segara naik ke lantai atas, Jung Hee sempat binggung tapi mengikuti perintah istrinya. 

Jae Bok berbicara kalau menduga itu Na Mi,  Na Mi terlihat kaget karena Jae Bok bisa mendebaknya. Jae Bok menanyakan keberadaan Na Mi dan memberitahu kalau mengkhawatirkanya, saat itu Eun Hee tiba-tiba sudah ada didekat Jae Bok.
“Aku khawatir... Aku pikir kakak akan salah paham tentang sepatu.” Ucap Eun Hee mencari alasan
“Aku tidak salah paham jadi pergilah dan istirahat.” Kata Jae Bok, Eun Hee seperti sengaja melakukan agar Na Mi menutup telpnya. Jae Bok mencoba untuk bicara kembali dengan Na Mi tapi ponselnya sudah dimatikan. 

Bong Goo berdiri di depan ruangan ibu tirinya sedang tertidur dan yakin kalau Na Mi pasti datang setidaknya sekali. Bong Goo menelpp Sang Won, dokter tempat Na Mi dinyatakan meninggal.  Sang Won mengatakan kalau Jung Na Mi tercatat meninggal dirumah sakit itu tapi  Orang yang memprosesnya sudah menghilang karena melanjutkan pelatihan di Seattle. Bong Goo pikir itu sudah harus terjadi lalu mengucapkan terima kasih pada temanya.
“Kalau dia mampu memalsukan kematiannya dengan sempurna, pasti ada orang berpengaruh di belakangnya.” Ucap Bong Goo berceloteh sendiri. 

Eun Hee mengunakan kunci cadangan dan bisa masuk menembus ke kamar Jung Hee lalu dengan sengaja mengambil ponsel dan bisa membuka kunci setelah itu menghafal nomor ponsel yang sebelumnya menelp. Ia menatap Jung Hee yang sedang tertidur lebih dulu lalu keluar kamar.
Jin Wook keluar kamar untuk ke kamar mandi, Eun Hee buru-buru bersembunyi takut ketahuan. Saat akan pergi, Hae Wook berdiri menatap Eun Hee yang berdiri didepan kamar ayahnya, Eun Hee kaget mencoba tersenyum menayapanya. Hae Wook tanpa banyak berkata-kata masuk ke dalam kamar. Eun Hee masuk kamar mencoba menelp tapi ponselnya sudah tak aktif. 

Jae Bok merapihkan pakaian Hae Wook agar bisa besenang di sekolah karena ia akan pulang setelah selesai kerja. Hae Wok menceritakan  Ahjumma di lantai bawah  datang dalam mimpinya dan  keluar dari kamar ayah. Saat itu Jung Hee datang memanggil anaknya memberikan foto pada Hae Wook. Jae Bok melihat itu foto lama saat Jung Hee menjadi vokalis.
“Guru TK yang menyuruhnya membawa foto lamaku.” Kata Jung HEe
“Coba saja kalau foto ibu, pasti Hae Wook akan terkenal Benarkan, Hae Wook?” kata Jae Bok mengejek, Hae Wook mengangguk.
“Itu benar. Kau dulu sangat cantik.” Puji Jung Hee, Jae Bok pikir karena cantik maka Jung Hee menghancurkannya dengan 1x pukulan.
“Kau masih cantik..” ungkap Jung Hee, Jae Bok tak mengubrisnya menyuruh Jin Wook agar bangun dan pamit pergi pada anaknya.
“Jangan terlambat untuk wawancaranya.. Won Jae yang merekomendasimu” ucap Jae Bok pada suaminya. Jung Hee mengucapkan terimaksiah dan akan melakukan yang terbaik.

Jung Hee bergegas mengunakan pakaian, Ibunya mengeluh anaknya yang  biasanya bekerja di perusahaan besar..tapi yang ini perusahaannya terlalu kecil. Jung Hee berharap bisa bekerja bahkan jika itu perusahaan kecil Eun Hee melihata Jung Hee menuruti tangga bertanya apakah akan pergi.
“Iya. Hari ini aku ada Wawancara Kerja” kata Jung Hee.
“teman istrinya yang diperkenalkannya dan itu tempat yang buruk.” Komentar ibu Jung Hee. Jung Hee meminta ibunya agar jangan berkata seperti itu.
“Pakai saja mobilku” ucap Eun Hee, Jung Hee menolak karena akan naik bus,
Ibunya menyuruh anaknya agar memakain saja, Eun Hee pikir karena hari penting jadi lebih baik memakai mobilnya saja. Jung Hee melihat Eun Hee yang akan keluar juga, Eun Hee mengaku bisa mengunakan mobil  yang lain. 

[SJ Konstruksi]
Jung Hee turun dari mobil dibuat binggung karena  diturunkan di depan gedung perusahaan tempat kerjanya dulu. Presdir yang dulu memecatnya menyambutnya dengan ramah. Keduanya pun berbicara diruang rapat, Jung Hee binggung kalau ia  bisa bekerja kembali.
“Aku diminta untuk mengundurkan diri, dan aku dengar kalau namaku ada di daftar PHK. Bagaimana bisa?” u pecap Jung Hee tak percaya
“CEO perusahaan ini mengambil usaha yang ekstra untuk membawamu kembali ke sin dan Dia ada di sini.” Kata Presdir. 

Eun Hee masuk ruangan , Presdir pun menyapanya. Jung Hee kaget mengetahui CEO Yang dimasksud adalah Eun Hee. Keduanya pun berbicara berdua saja, Jung Hee mengaku tidak tahu kalau Eun Hee CEO di perusahaan selama ini berkerja. Eun Hee merendah kalau hanya di atas kertas.
“Jika aku tahu kau seorang karyawan disini maka Aku tidak akan membiarkan hal itu terjadi padamu, Maafkan aku” kata Eun Hee.
“Ah.. tak perlu seperti itu, Aku tidak yakin apa aku bisa menerima ini/Tidak” kata Jung Hee ragu.  
“Kau cukup kompeten, dunia hanya tidak menyadarinya saja” kata Eun Hee memuji
Jung Hee ingin tahu alasan Eun Hee yang hanya membantu walaupun dirinya sangat berbersyukur, tapi tidak mengerti. Eun Hee mengatakan kalau Karena ingin mengembalikan Jung Hee menjadi orang yang keren lagi. Jung Hee heran karena Eun HEe itu tidak tahu bagaimana ia dulunya . Eun Hee pikir kalau Jung Hee memang seperti itu.
“Kau akan menunjukkan yang terbaik, kan?” ucap Eun Hee seperti yakin pada Jung Hee. Jung Hee terdiam mengingat kejadian sebelumnya. 

Jae Bok meremehkanya kalau tidak akan berharap lagi denganya dan akan mengurus semuanya. Manager Choi juga dengan kasar memukulnya dengan botol. Jin Won mengeluh Ayahnya yang sangat tidak kompeten, karena Kyung Woo itu punya mobil bagus dan seorang CEO dan merasa malu punya ayah seperti Jung E
“Aku akan mencoba lagi dan melakukan yang terbaik.” Ucap Jung Hee penuh keyakinan. Eun Hee pun mengucapkan terimakasih dengan senyuman bahagia.
“Kau akan jadi pria yang sempurna sekarang... Aku yakin begitu...Tapi... Bisakah aku meminta bantuan? Dapatkah kau memberitahu kakak bahwa kantor meneleponmu untuk kembali bekerja lagi?” ucap Eun Hee.
“Apa karena aku datang ke sini bukan untuk wawancara?” kata Jung Hee. Eun Hee menganggukan kepala.
“Dia harus bekerja keras melakukannya dan mungkin kesal.” Ungkap Eun Hee, Jung Hee pun menyetujuinya.
Saat itu ponsel Jung Hee berdering, telp dari Jae Bok. Jung Hee sengaja merejectnya. Eun Hee seperti tersenyum melihatnya. 


Jung Hee berjalan dibelakang Eun Hee,  beberapa pegawai yang lewat membungkuk pada Eun Hee. Jung Hee seperti merasa canggung karena selama ini lebih banyak ia yang membungkuk. Saat ada didalam lift ponselnya bergetar, Jae Bok mengirimkan pesan
“Apa yang terjadi? Kenapa kau tidak pergi ke wawancaranya?”
Jung Hee membiarkan dan memasukan ponslenya ke kantong bajunya.  Eun Hee melirik karena Jung Hee tak mempedulikan Jae Bok. 

Jae Bok yang berjalan dilorong binggung berpikir kalau suaminya. Bong Goo tak percaya Jae Bok menawarkan pekerjaan, dengan mengejeknya seperti  istri yang peduli Bahkan setelah perceraian, khawatir tentang pekerjaannya.
“Jung Hee lah yang harus berusaha. Dia ayah anak anak, dia harus mendapatkan yang lebih baik. Itu lebih baik untuk anak-anak.” Kata Jae Bok.
“Apa ini caramu hidup berdampingan?” ejek Bong Goo, Jae Bok tahu Bong Goo pasti mengolok oloknya.
“Tentu saja, itu hal yang terbaik dalam hidupku” kata Jae Bok lalu masuk ruangan. 

Jae Bok binggung melihat ada tumpukan berkas diatas meja dan meminta agar segera meringkasnya. Bong Goo ikut melihat dan bertanya-tanya dimana Sam Kyu mendapatkan ini. Saat itu Sam Kyu menelp agar meminta Jae Bok memberikanya besok pagi dan harus bekerja lembur.
“Aku punya pekerjaan dan Kami sangat membutuhkannya besok pagi.” Kata Sam Kyu. Sementara Bong Goo menerima telp dari seseorang
“Aku akan memberikan uang lembur.” Kata Sam Kyu, Jae Bok terlihat sedikit senang mendengarkanya. Bong Goo tiba-tiba merampas tep dari tangan ae Bok
“Sam Kyu, ini aku. Apa kau terlambat membayar sewa?” ucap Bong Goo, Sam Kyu terlihat gugup dan membenarkanya.
“Untuk saat ini...Aku akan membayar sewa bulanan nya untukmu..ingat itu..”kata Bong Goo marah,
“Kenapa kau berlebihan sekali? Lebih baik tidak usah...” ucap Sam Kyu dan buru-buru menutup telp dengan mengaku sibuk.
“Ada sesuatu yang mencurigakan.” Komentar Bong Goo setelah Sam Kyu menutup telpnya. 


Sam Kyu sudah duduk didepan Eun Hee mengaku  sudah memberinya pekerjaan. Eun Hee bertanya apakah Shim Jae Bok dan Pengacara Kang Bong Goo bersama-sama sekarang. Sam Kyu memberitahu hanya punya dua karyawan jadi berdua pasti bekerja bersama,.
“Tapi Tolong jangan salah paham dulu, Mereka seperti "Tom dan Jerry". Bong Goo  tidak melihat orang sebagai wanita , kecuali dia kaya. Jadi apa yang kau katakan adalah ...Kau ingin Shim Jae Bok bekerja lembur ?” ucap Sam Kyu
“Tapi Bisakah aku tahu apa alasannya? Sebagai presdir perusahaan, Aku harus peduli tentang karyawanku danmerasa sedikit bersalah pada Shim Jae Bok. Shim Jae Bok memang tidak kaya, tapi dia orang yang baik ...” ungkap Sam Kyu
Eun Hee tak ingin banyak bicara memberikan amplop berisi uang, Sam Kyu melotot dan tak bisa menolak. 

Jung Hee pulang melihat anaknya yang sedang bermain di halaman, Hae Wook senang ayahnya pulang lebih awal dan bertanya kemana ibu mereka. Jin Wook sudah tahu kalau ibunya itu selalu terlambat dan mereka tidak pernah makan malam bersama dengan wajah mengedumel.
“Apa kau pikir dia ingin melakukan itu? Dia punya banyak pekerjaan.” Kata Jung Heee menyakinkan anaknya.
Eun Hee keluar menyapa Jung Hee yang baru pulang, dengan bertanya tengan meetingnya, Jung Hee pikir itu berkat Eun Hee jadi berjalan lancar. Eun Hee mengajak mereka makan malam bersama, karena barusa ja memasa sebagai pesta ucapan selamat.
“Jin Wook, ayahmu akan bekerja mulai besok di perusahaannya yang dulu” kata Eun Hee, Jin Wook kaget dan binggung.
“Bagaimana bisa? Ayah kan dipecat.” Kata Jin Wook, Jung Hee mengaku kalau dirinya itu sangat berbakat, Jadi dimnta kembali ke perusahaan, Jin Wook pun memuji ayahnya yang Sangat keren!

Bong Goo melirik Jae Bok yang berkerja sendirian, Jae Bok pikir tak mungkin bisa melakukan semua ini besok pagi dan juga merasa sangat lapar, lalu teringat kalau tidak harus tinggal untuk bekerja lalu mengingat semua berkas dengan tali lalu memanggulnya.
“Apa kau sedang melakukan olahraga bahu?” ejek Bong Goo, Eun Hee mengaku kalau sudah selesai. Bong Goo berkata akan membawanya
“Tidak perlu... Aku benci dibilang lemah.” Ucap Eun Hee, Bong Goo pikir nanti bahunya bisa terkilir

Saat lorong, Bong Goo mengatakan main batu-kertas-gunting dengan yang kalah agar membantu pekerjaanya. Jae Bok setuju lalu keduanya berulang-ulang mengeluarkan tangan yang sama, sampai akhirnya Bong Goo sengaja mengubah tanganya agar kalah dan membawakan tumpukan berkas sambil mengeluhtidak punya keberuntungan hari ini
Bersambung ke part 2

FACEBOOK : Dyah Deedee  TWITTER @dyahdeedee09 
INSTRAGRAM dyahdeedee09  FANPAGE Korean drama addicted

Tidak ada komentar:

Posting Komentar